TUGAS AKHIR
SHARIA BANKING INTEGRATED SOLUTION
“Aplikasi Peminjaman Uang Menggunakan Akad
Qardhul Hasan
pada BMT Bina Muamalah Ta’awun berbasis
Framework Code Igniter”
Disusun oleh:
Siti Bariroh
Pembimbing :
M.Octaviano Pratama, S.st
Jurusan Teknologi Infromasi dan Perbankan Syariah – CCIT Gedung pascasarjana Lt.3 Fakultas Teknik Universitas Indonesia
ii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, serta kasih sayang-Nya, Sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Aplikasi Pembiayaan dengan Akad Ijarah pada
BMT Mitra Al-Amin berbasis Framework Code Igniter”. Tak lupa pula shalawat dan salam penulis panjatkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari
zaman kebodohan menuju zaman yang penuh dengan pengetahuan.
Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada:
1. Bapak M.Octaviano Pratama selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan
waktu dan pikiran dalam memberi petunjuk dalam penyusunan tugas akhir ini.
2. Orang Tua tercinta yang telah membantu dalam segi material maupun motivasi
selama penyusunan tugas akhir ini.
3. Pihak BMT Bina Muamalah Ta’awun yang telah ikut serta memberikan bantuan dan dorongan dalam proses penyelesaian tugas akhir ini.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena
itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan tugas akhir
ini. Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan
tugas akhir ini. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pada umumnya
bagi para pembaca.
Depok,April 2015
iii
I.1. Latar Belakang ... 8
I.2. Tujuan Penulisan ... 8
I.3. Ruang Lingkup Masalah ... 8
I.4. Metode Penulisan ... 9
I.5. Sistematika Penulisan ... 10
BAB II ... 11
LANDASAN TEORI ... 11
2.1 Profil BMT Muamalah Ta’awun ... 11
2.1.1 Visi BMT Muamalah Ta’awun ... 11
2.1.2 Misi BMT Muamalah Ta’awun ... 11
2.1.3 MOTTO BMT Muamalah Ta’awun ... 11
2.2 Akad Qardh ... 11
2.3 Platform Web Site ... 12
2.4 Sistem Informasi Manajemen Proyek ... 13
2.5 Sistem Analisis dan Desain ... 16
2.6 Unified Modelling Languange (UML) ... 17
2.7 My SQL ... 19
2.8 Web Service ... 19
2.9 Xml ... 20
BAB III ... 21
Analisa Perancangan dan Pembahasan ... 21
3.1 Analisa Kebutuhan Aplikasi ... 21
3.2 Proses Bisnis Pengolahan Data Peminjaman Uang pada BMT Bina Muamalah Ta’awun ... 21
3.3 Estimasi Jadwal ... 22
3.3.1 WBS (Work Breakdown Structure) ... 22
3.3.2 Ganttchart ... 23
3.3.3 Resource Sheet ... 26
iv
3.3.5 Biaya/Cost ... 28
3.3.6 Manajemen Resiko ... 29
3.4 Unified Model Language (UML)... 30
3.4.1 Entity Relationship Diagram ... 30
3.4.2 Use case Diagram ... 32
3.4.3 Activity Diagram ... 33
3.4.4 Statechart Diagram ... 41
3.4.5 Class Diagram ... 44
3.4.6 Sequence Diagram... 45
3.4.7 Component Diagram ... 48
3.4.8 Deployment Diagram ... 49
3.5 Mock Up ... 50
BAB IV ... 53
HASIL PERANCANGAN... 53
4.1 Form Login ... 53
4.2 Dashboard... 53
4.3 Form Pendaftaran Anggota ... 54
4.4 Data Anggota BMT ... 55
4.5 Mencetak Laporan Data Anggota ... 56
4.6 Laporan Data Anggota ... 57
v
Daftar Gambar
Gambar 1. 1 metode waterfall ... 9
Gambar 3. 1 ganttchart 1 ... 24
Gambar 3. 2 ganttchart 2 ... 24
Gambar 3. 3 ganttchart 3 ... 25
Gambar 3. 4 ganttchart 4 ... 25
Gambar 3. 5 ganttchart 5 ... 26
Gambar 3. 6 resource sheet ... 26
Gambar 3. 7 network diagram ... 27
Gambar 3. 8 budget ... 28
Gambar 3. 9 budget 2 ... 29
Gambar 3. 11 ERD ... 31
Gambar 3. 12 Use Case ... 32
Gambar 3. 13 activity diagram tambah anggota ... 34
Gambar 3. 14 activity diagram tambah pinjaman ... 35
Gambar 3. 15 activity diagram pengajuan pinjaman ... 36
Gambar 3. 16 actvity diagram jaminan ... 37
Gambar 3. 17 activity persetujuan pinjaman ... 38
Gambar 3. 18 jaminan ... 39
Gambar 3. 19 activity diagram simpanan ... 40
Gambar 3. 20 state pengajuan ... 41
Gambar 3. 21 state pinjaman ... 42
Gambar 3. 22 state persetujuan ... 43
Gambar 3. 23 state simpanan ... 44
Gambar 3. 24 class diagram ... 45
Gambar 3. 27 sequence input anggota ... 46
Gambar 3. 28 sequence input simpanan ... 46
Gambar 3. 29 sequence detail pinjaman ... 47
Gambar 3. 30 sequence jaminan ... 47
Gambar 3. 31 sequence angsuran... 48
Gambar 3. 32 component diagram ... 49
Gambar 3. 33 deployment diagram ... 50
Gambar 3. 34 mockup login... 50
Gambar 3. 35 mockup dashboard ... 51
Gambar 3. 36 mockup tambah anggota ... 51
Gambar 3. 37 mockup laporan anggota ... 52
Gambar 4. 1 form login ... 53
Gambar 4. 2 dashboard ... 54
Gambar 4. 3 form pendaftaran anggota ... 55
Gambar 4. 4 laporan anggota ... 56
Gambar 4. 5 cetak laporan ... 56
Gambar 4. 6 pdf ... 57
Gambar 4. 7 data user ... 57
vi
Gambar 4. 9 simpanan.php ... 58
Gambar 4. 10 pinjaman.php ... 58
Gambar 4. 11 angsuran.php ... 59
vii
Daftar Tabel
8
BAB I
PENDAHULUAN
I.1.
Latar BelakangMelihat kondisi riil masyarakat Indonesia dari sisi ekonomi belum dapat hidup secara
layak dan mapan, masih banyak masyarakat terjerat rentenir, tidak adanya lembaga yang
dapat membantu untuk meningkatkan pendapatan mereka, tidak punya posisi tawar dengan
pihak lain dan kondisi-kondisi lain yang tidak menguntungkan bagi masyarakat kecil.
Padahal dari potensi yang dimiliki oleh mereka apabila dikelola oleh sistem kebersamaan,
maka akan dapat meningkatkan ekonomi mereka. Dengan memperhatikan permasalahan di
atas, maka didirikanlah BMT/Koperasi Syariah Bina Muamalah Ta’awun yang didirikan pada
BMT Muamalah Ta’awun berdiri pada tanggal 30 Desember 2005 dengan nama awal “BMT AMRATANI”.
BMT Mualamah Ta’awun merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang peduli terhadap pedagang kecil dan kaki lima. Semua transaksi muamalah yang dilakukan
menggunakan beberapa mekanisme yang sesuai dengan standar muamalah syariah seperti
bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati, keuntungan selisih harga jual dan ujrah atau upah.
I.2.
Tujuan PenulisanTugas Akhir ini bertujuan untuk menambah pengetahuan penulis dan pembaca
mengenai membahas mengenai Pembiayaan Syariah secara umum dan Aplikasi Akad Ijarah
secara khusus.
I.3.
Ruang Lingkup MasalahDalam Tugas Akhir ini kami menjelaskan tentang Aplikasi Pembiayaan Ijarah dalam
BMT Bina Muamalah Ta’awun, Visi dan Misi BMT Bina Muamalah Ta’awun, deskripsi Ijarah dan aplikasi yang dipakai. Tetapi kami tidak menerangkan terlalu detail, diantaranya :
1. Pengertian Akad Ijarah
2. Jenis-jenis akad Ijarah
9
I.4.
Metode PenulisanMetodologi penulisan Tugas Akhir yang digunakan dalam menyusun penulisan yaitu
Metode Water Fall. Model ini adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam
membangun software.
Gambar 1. 1 metode waterfall
Keterangan gambar :
1. Requirements analysis and definition: Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap
kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program
yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan secara lengkap untuk bisa
menghasilkan desain yang lengkap.
2. System and software design: Desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan secara lengkap.
3. Implementation and unit testing: desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan. Program yang
dibangun langsung diuji baik secara unit.
4. Integration and system testing: Penyatuan unit-unit program kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).
5. Operation and maintenance: mengoperasikan program dilingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karenaadaptasi dengan
10
I.5.
Sistematika PenulisanDalam penulisan project ini yang mengewadihnai database , penulis akan menjelaskan
hasil kerjanya yang akan dimulai dari :
1. Halaman Judul (Cover)
Berisikan tentang judul yang akan dibahas oleh penulis, serta keterangan yang
berkaitan dengan penulis.
2. Kata Pengantar
Dalam kata pengantar tersebut penulis menyampaikan tentang ungkapan puji
syukur, tujuan penulisan, kesulitan yang dihadapi penulis, ucapan terimakasih,
bersedia menerima saran dan kritik serta harapan yang diinginkan penulis.
3. Daftar Isi
Berisi halaman-halaman untuk mempermudah pembaca menemukan hal yang akan
dicari.
4. Daftar Gambar
Berisikan halaman-halamn mengenaigambar yang di butuhkan pembaca untuk
mempermudah memahami isi makalah.
5. Bab 1 Pendahuluan
Penulis mengungkapkan latar belakang masalah,tujuan penulisan, batasan masalah,
metode penelitian dan sistematika penulisan.
6. Bab 2 Landasan Teori
Di dalam bab ini penulis menguraikan hal-hal yang menjadi topik permasalahan,
dan akan membahas lebih banyak dan lebih diperjelas mengenaihal yang ingin
dibahas.
7. Bab 3 Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini merupakan pernyataan keputusan yang dibuat dari pernyataan
sebelumnya dan saran berisi pendapat penulis untuk perbaikan atau solusi masalah
yang dihadapi dalam makalah yang di bahas.
8. Daftar Pustaka
Dalam daftar pustaka tertuliskan sumber-sumber pembuatan makalah yang telah
11
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Profil BMT Muamalah Ta’awun
BMT Muamalah Ta’awun berdiri pada tanggal 30 Desember 2005 dengan nama awal
“BMT AMRATANI” yang merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang peduli
terhadap pedagang kecil dan kaki lima. Semua transaksi muamalah yang dilakukan
menggunakan beberapa mekanisme yang sesuai dengan standar muamalah syariah seperti
bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati, keuntungan selisih harga jual dan ujrah atau upah.
2.1.1 Visi BMT Muamalah Ta’awun
Menjadi lembaga keuangan syari’ah yang kokoh dan terpercaya
2.1.2 Misi BMT Muamalah Ta’awun
Menjaga amanah antar anggota KSPS BMT
Melakukan ssialisasi ekonomi sya’riah antar anggota, calon anggota dan
masyarakar kota Bekasi dan lingkungan sekitarnya
Menjalankan eknmi sesuai dengan prinsip syari’ah
Mengembangkan sumber daya insani yang professional
Memberikan keuntungan yang maksimal
Menjadikan tead bersama untuk mewujudkan ekomni yang berbasis
sya’riah
Mudah, cepat, tepat dan berlandaskan sya’riah 2.1.3 MOTTO BMT Muamalah Ta’awun
Merajut kesuksesan bersama, berharap keberahan dan ridho Allah SWT
2.2 Akad Qardh
Menurut bahasa, Qardh berasal dari kata qarada yang sinonimnya qatha’a yang berarti
memotong. Diartikan demikian karena orang yang memberi pinjaman memotong sebagian
dari hartanya untuk diberikan kepada orang yang meminjam dana tersebut (muqtaridh).
Qardh secara etimologi adalah pinjaman. Secara terminologi muamalah adalah memiliki
sesuatu (hasil pinjaman) yang dikembalikan (pinjaman tersebut) sebagai penggantinya
dengan nilai yang sama. Secara teknis qardh adalah akad pemberian pinjaman dari
seseorang/lembaga keuangan syariah kepada orang lain/nasabah yang dipergunakan untuk
keperluan mendesak. Pengembalian pinjaman ditentukan dalam jumlah yang sama dan dalam
jangka waktu tertentu (sesuai kesepakatan besama) dan pembayarannya bisa dilakukan secara
12
2.2.1 Rukun Qardh
Rukun dari akad qardh yang harus dipenuhi dalam transaksi adalah :
o Muqridh (pemilik barang)
o Muqtaridh (yang mendapat barang atau peminjam) o Ijab qobul
o Qardh (barang yang dipinjamkan)[2]
2.2.1 Syarat- Syarat Qardhul Hasan
• Qardh atau barang yang dipinjamkan harus barang yang memiliki manfaat, tidak sah jika tidak ada kemungkinan pemanfaatan karena qardh
adalah akad terhadap harta.
• Akad qardh tidak dapat terlaksana kecuali dengan ijab dan qobul seperti halnya dalam jual beli. [3]
2.3 Platform Web Site
2.3.1 Jenis-Jenis Web Site
Secara umum situs web digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
a. Website Statis
Website Statis adalah web yang mempunyai halaman tidak berubah.
Artinya adalah untuk melakukan perubahan pada suatu halaman
dilakukan secara manual dengan mengedit code yang menjadi struktur
dari situs tersebut.
b. Website Dinamis
Website Dinamis merupakan website yang secara struktur diperuntukan
untuk update sesering mungkin. Biasanya selain utama yang bisa
diakses oleh user pada umumnya, juga disediakan halaman backend
untuk mengedit kontent dari website. Contoh umum mengenai website
dinamis adalah web berita atau web portal yang didalamnya terdapat
fasilitas berita, polling dan sebagainya.
c. Website Interaktif
Website Interaktif adalah web yang saat ini memang sedang booming.
Salah satu contoh website interaktif adalah blog dan forum. Di website
ini user bisa berinteraksi dan beradu argument mengenai apa yang
menjadi pemikiran mereka. Biasanya website seperti memiliki
moderator untuk mengatur supaya topik yang diperbincangkan tidak
13
2.3.2 Arsitektur Web Site
Arsitektur Web Science atau Website adalah suatu pendekatan terhadap
desain dan juga perencanaan situs yang seperti arsitektur itu sendiri,
melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional. Seperti dalam arsitektur
tradisional, fokusnya adalah pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini
memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan,
desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin
pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs
Web tersebut terkait dengan World Wide Web. Sejak web perencanaan isi,
desain dan manajemen datang dalam lingkup metode desain, Vitruvian
tradisional tujuan komoditas, keteguhan dan kesenangan dapat memandu
arsitektur situs. Bagian dari Arsitektur Web :
1. Hypertext Transfer Protocol ( HTTP )
2.4 Sistem Informasi Manajemen Proyek
2.4.1 Definisi Proyek
Definisi proyek menurut Project Management Body of Knowledge (PMBOK) Guide,
2004 , “Usaha atau pekerjaan sementara yang dilakukan untuk membuat produk,
menghasilkan jasa atau hasil yang unik”. Menurut Graham McLeod & Derek Smith, 2011 “usaha terkoordinasi, menggunakan kombinasi manusia, teknik, administrasi dan
keuangan, dalam rangka mencapai tujuan yang spesifik dalam jangka waktu tertentu”.[6]
2.4.2 Sifat dalam Proyek
Adapun sifat atau atribut proyek sebagai berikut :
1. Memiliki tujuan yang unik.
2. Bersifat sementara (ada jangka waktu).
3. Dibangun berdasarkan progressive elaboration (dilaksanakan dan dikendalikan).
14
5. Harus punya pelanggan utama atau sponsor (pemberi arahan dan dana).
6. Melibatkan ketidakpastian. [7]
2.4.3 Manajemen Proyek
Manajemen Proyek adalah penerapan pengetahuan, keahlian, alat-alat dan teknik
untuk aktivitas proyek untuk memenuhi persyaratan proyek. Manajemen proyek dilakukan
melalui penerapan yang sesuai serta penggabungan dari keseluruhan 42 proses manajemen
yang dirangkum dalam 5 fase, yaitu:
1. Fase pengenalan
2. Fase perencanaan
3. Fase pelaksanaan
4. Fase pengawasan dan kontrol
5. Fase penyelesasian. [8]
2.4.4 Area pengetahuan dalam Manajemen Proyek
Menurut PMBOK = Project Management Body of Knowledge Dibagi menjadi 9
area kilmuan Manajemen Proyek.
• Frame : Project integration management
• Core : Project Scope, Time, Cost, Quality
• Support : Integration Management, Scope management, Time management, Cost management, Quality management, Human Resource Management,
Communication Management, Risk Management, Procurement management. [9]
1. Project scope management
Scope mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat didalam menciptakan
produk-produk dari proyek dan proses yang digunakan untuk membuatnya. Delivarable
adalah produk yang diproduksi sebagai bagian dari proyek seperti perangkat keras,
dokumen perencanaan, atau rapat. Project Scope Management mencakup
proses-proses yang terlibat dalam mendefinisikan dan mengendalikan apa yang tidak
termasuk kedalam proyek. Beberapa proses Project Scope Management yaitu
Scope planning, Scope definition, Membuat WBS, Scope verivikasi, Scope Control
dan inisialisasi proyek.
2. Project Time Management
Project time management adalah suatu kegiatan mencakup semua proses dan
prosedur yang berkaitan dengan penyelesaian tepat waktu dari sebuah proyek (De
Jaeger, 2008). Ada beberapa proses yang disertakan dengan keterampilan
15
terjadi di dalam suatu proyek, keterlambatan dan miskomunikasi dapat terjadi
dalam pengembangan proyek tersebut. Waktu adalah esensi ketika metode
alternatif pemenuhan perlu dijalankan untuk melanjutkan produksi proyek.
3. Cost Management
Manajer proyek harus memastikan proyek mereka didefinisikan dengan baik,
memiliki waktu yang akurat dan estimates biaya dan memiliki anggaran yang
realistis bahwa mereka terlibat dalam menyetujui. Beberapa Proses Project Cost
Management yaitu Cost estimating, Cost budgeting dan Cost control.
4. Project Quality Management
Manajemen Mutu Proyek adalah salah satu proses yang paling penting dalam
Siklus Hidup untuk menentukan proyek ini di trek. Pengujian dilakukan selama
proses mutu harus peta secara langsung ke persyaratan. Jika tidak, proses tersebut
perlu dikaji ulang.
5. Project Human Resources Management
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam proyek adalah proses
mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat
dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara
efektif dan efisien.Sumber daya manusia dalam sebuah proyek antara lain termasuk
sponsor, pelanggan, anggota tim proyek, staf pendukung (jika ada), supplier dan
lain-lain.
6. Project Commucation Management
Proyek Manajemen Komunikasi melibatkan Perencanaan Komunikasi atau
identifikasi kebutuhan proyek pemangku kepentingan dan keinginan untuk proyek
secara keseluruhan. Distribusi informasi membutuhkan manajer proyek untuk
membuat informasi mengenai proyek yang tersedia untuk stakeholder.
7. Project Risk Management
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur atau metodologi dalam
mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian
aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk
mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan
pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain
adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi
efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko
16 8. Project Procurement Management
Project Procurement Management (Manajemen Proyek Pengadaan) merupakan
bagian dari proses manajemen proyek di mana produk atau jasa yang diperoleh
atau dibeli dari luar basis karyawan yang ada (yang akan bekerja pada proyek)
dalam rangka untuk menyelesaikan tugas atau proyek.
9. Project Inegration Management
Integration manajemen merupakan unsur manjemen proyek yang
mengkoordinasikan semua aspek proyek. Proyek integrasi, ketika dilakukan
dengan benar, akan menghasilkan segala poses dari proyek berjalan lancar.
Integrasi manajemen akan menghasilkan serangkaian tujuan yang menghasilkan.
Hasil ini termasuk chart proyek, rencana proyek, dan awal dari pernyataan ruang
lingkup proyek. Di bawah ini adalah ringkasan dari apa yang melibatkan
manajemen proyek integrasi. [10]
2.5 Sistem Analisis dan Desain
Analisa sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi yang
utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikn dan
mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan, hambatan-hambatan
yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya. [11]
Desain Sistem adalah tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan sistem
yang mendefinisikan dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang bangun
implementasi, menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk yang dapat berupa
penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen
yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi, termasuk menyangkut
mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu
sistem. [12]
Sistem Analysis and Design (SAD) adalah proses terstruktur yang dipergunakan di
dalam pengembangan sistem informasi. Di dalam proses ini terkandung beberapa aktivitas
meliputi identifikasi problem bisnis, solusi yang diajukan di dalam format sistem informasi
terhadap satu atau lebih problem yang teridentifikasi dan desain serta implementasi dari
17
2.6 Unified Modelling Languange (UML)
Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau
gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian
dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Object Oriented Programming
(OOP).[14]
2.6.1 Use Case Diagram
Use-case diagram adalah gambaran graphical dari beberapa atau semua actor,
use-case, dan interaksi diantara komponen-komponen tersebut yang memperkenalkan suatu
sistem yang akan dibangun. Use-case diagram menjelaskan manfaat suatu sistem jika
dilihat menurut pandangan orang yang berada di luar sistem. Diagram ini menujukkan
fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem tersebut berinteraksi
dengan dunia luar. Use case diagram memfasilitasi komunikasi diantara analis dan
pengguna serta antara analis dan client. [15]
2.6.2 Class Diagram
Class adalah deskripsi sekelompok objek dari property (atribut), sifat (operasi),
relasi antar objek dan sematik yang umum. Class merupakan template untuk
membentuk objek. Setiap objek merupakan contoh dari beberapa class dan objeck tidak
dapat menjadi contoh lebih dari satu class.
Penamaan Class menggunakan kata benda tunggal yang merupakan abstraksi yang
terbaik. Pada UML Class digambarkan dengan segi empat yang dibagi. Bagian atas
merupakan nama dari class. Bagian yang tengah merupakan struktur dari class(atribut)
dan bagian bawah merupakan sifat dari class(operasi).[16]
2.6.3 Seqence Diagram
Sequence diagram (diagram urutan) adalah suatu diagram yang memperlihatkan
atau menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada
sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna,
display, dan sebagainya berupa pesan (message).
Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian
langkah-langkah yang dilakukan sebagai sebuah respon dari suatu kejadian untuk
menghasilkan output tertentu. Sequence Diagram diawali dari apa yang me-trigger
18 apa yang dihasilkan.
Diagram ini secara khusus berasosiasi dengan use case diagram. Sequence
diagram juga memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk
menghasilkan sesuatu didalam use case. Sequence diagram juga dapat merubah atribut
atau method pada class yang telah dibentuk oleh class diagram, bahkan menciptakan
sebuah class baru. Sequence diagram memodelkan aliran logika dalam sebuah system
dalam cara yang visual.
Sequence diagram biasanya digunakan untuk tujuan analisa dan desain,
memfokuskan pada identifikasi method didalam sebuah system. Sequence diagram
biasanya dipakai untuk memodelkan :
Deskripsi tentang system yang ada pada sebuah / beberapa use case pada use case diagram, yang menggambarkan hubungan
antara actor dan use case diagram.
Logika dari method (operation, function atau procedure).
Logika dari service (high level method). [17]
2.6.4 Activity Diagram
Activity Diagram adalah representasi grafis dari seluruh tahapan alur kerja.
Diagram ini mengandung aktivitas, pilihan tindakan, perulangan dan hasil dari aktivitas
tersebut. Pada pemodelan UML, diagram ini dapat digunakan untuk menjelaskan proses
bisnis dan alur kerja operasional secara langkah demi langkah dari komponen suatu
sistem.
Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang
sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin
terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan
proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Dipakai pada business
modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis. Struktur diagram ini
mirip flowchart atau Data Flow Diagram pada perancangan terstruktur.[18]
2.6.5 Deployment Diagram
Deployment (physical Diagram) menggambarkan detail bagaimana komponen
dideploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin,
server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut,
19 Deployment diagram terdiri dari :
Node
Sebuah node digambarkan dengan kubus dan diberikan keterangan di dalam
kubus tersebut.
Communication
Merupakan bagian yang menunjukkan komunikasi yang terjadi antara node. [18]
2.7 My SQL
Mysql adalah sebuah server database open source yang terkenal yang digunakan
berbagai aplikasi terutama untuk server atau membuat WEB. Mysql berfungsi sebagai SQL
(Structured Query Language) yang dimiliki sendiri dan sudah diperluas oleh Mysql umumnya
digunakan bersamaan dengan PHP untuk membuat aplikasi server yang dinamis dan
powerfull.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak
dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh
penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan
komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode
sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB
tersebut adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.
MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional
(RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License).
Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat
lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL
sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada
sebelumnya; SQL(Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian
basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan
pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.[19]
2.8 Web Service
Web Service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung
interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web Service digunakan
sebagai suatu fasilitas yang disediakan oleh suatu web site untuk menyediakan layanan
20
sistem tersebut melalui layanan – layanan (Service) yang disediakan oleh suatu sistem yang menyediakan Web Service. Web Service menyimpan data informasi dalam format XML,
sehingga data ini dapat diakses oleh sistem lain walaupun berbeda platform, sistem operasi,
maupun bahasa compiler.
Web Service bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antar pemrogram dan
perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh
aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya.
Beberapa alasan mengapa digunakannya Web Service adalah sebagai berikut:
1. Web Service dapat digunakan untuk mentransformasikan satu atau beberapa bisnis
logic atau class dan objek yang terpisah dalam satu ruang lingkup yang menjadi
satu, sehingga tingkat keamanan dapat ditangani dengan baik.
2. Web Service memiliki kemudahan dalam proses deployment-nya, karena tidak
memerlukan registrasi khusus ke dalam suatu sistem operasi. Web Service cukup
di-upload ke web server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan
otorisasi.
3. Web Service berjalan di port 80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan
demikian Web Service tidak memerlukan konfigurasi khusus di sisi firewall.[20]
2.9 Xml
XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa markup untuk keperluan umum
yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar
sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup
Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet. XML didesain untuk
mempu menyimpan data secara ringkas dan mudah diatur. Kata kunci utama XML adalah
data (jamak dari datum) yang jika diolah bisa memberikan informasi. XML menyediakan
suatu cara terstandarisasi namun bisa dimodifikasi untuk menggambarkan isi dari dokumen.
Dengan sendirinya, XML dapat digunakan untuk menggambarkan sembarang view database,
tetapi dengan suatu cara yang standar. [21]
Tipe XML :
XML memiliki tiga tipe fle, tipe file tersebut sebagai berikut :
1) XML, merupakan standar format dari struktur berkas (file).
2) XSL, merupakan standar untuk memodifikasi data yang diimpor atau diekspor.
3) XSD, merupakan standar yang mendefinisikan struktur database dalam XML.
21
BAB III
Analisa Perancangan dan Pembahasan
3.1 Analisa Kebutuhan Aplikasi
Sistem pengolahan data peminjaman uang pada BMT Bina muamalah ta’awun ini dibuat untuk membantu proses peminjaman (pembiayaan) kepada anggota dan Pengolahan
arus dana di dalam BMT. Karena aplikasi ini terdapat fitur untuk melihat data anggota,
laporan keuangan dari transaksi – transaksi pembiayaan kepada anggota yang terjadi pada BMT Bina muamalah ta’awun yang berupa laporan simpanan dan laporan pinjaman. Aplikasi peminjaman uang (pembiayaan) ini menggunakan metode pengembangan RAD karena
metode rad adalah metode yang pengimplementasiannya dilakukan dalam kurun waktu yang
singkat. Disamping menggunakan metode rad, aplikasi peminjaman uang (pembiayaan)
menggunakan beberapa desain untuk perancangan sistem agar lebih mudah dipahami oleh
pengembang dalam menyelesaikan aplikasi ini. Beberapa jenis diagram UML (Unified
Modeling Language) yang ada pada Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang
menggunakan Akad Qardhul Hasan pada BMT Ittihad Berbasis Web Code Igniter,
diantaranya: Entity Relationship Diagram, Usecase Diagram, Activity Diagram, Statechart
Diagram, Class Diagram, Component Diagram, dan Deployment Diagram.
3.2 Proses Bisnis Pengolahan Data Peminjaman Uang pada BMT Bina Muamalah Ta’awun
Berikut merupakan langkah-langkah untuk mengajukan peminjaman uang pada BMT Bina
Muamalah Ta’awun:
1. Non anggota mendaftarkan diri sebagai anggota
2. Calon Anggota yang akan mendaftar di khususkan kepada warga Jaka Sampurna
Bekasi
3. Calon Anggota diharapkan untuk menjadi anggota BMT selama 5 bulan untuk
mengajukan peminjaman
4. Anggota diharuskan membayar Infaq pada setiap angsurannya
5. Pembayaran infaq minimum adalah 1% dari pinjamannya
6. Anggota diharuskan memberitahu pihak BMT untuk keperluan apa uang tersebut akan
22
7. Calon anggota diharuskan membawa surat- surat keterangan seperti : KTP Suami dan
Istri serta Kartu Keluarga sebagai kelengkapan data
8. Dokumen anggota akan di setujui oleh manajer BMT apabila persyaratan peminjaman
uang telah terpenuhi
9. Anggota(pemohon pengajuan peminjaman) melakukan tanda tangan
10.Persetujuan peminjaman untuk bukti atas kesepakatan
11.Selesai
3.3 Estimasi Jadwal
Dalam membuat atau mengembangkan sebuah aplikasi terdapat beberapa
kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Berikut ini adalah daftar kegiatan
manajemen proyek dari Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang pada
BMT Bina Muamalah Ta’awun:
No Kegiatan Dependency
Waktu Pengerjaan
Tabel 3. 1 Estimasi jadwal
3.3.1 WBS (Work Breakdown Structure)
Berikut ini adalah daftar WBS proyek dari Aplikasi Pengolahan Data
Peminjaman Uang pada BMT Bina Muamalah Ta’awun:
ID Task Name
1 Aplikasi Peminjaman Uang Pada BMT Bina Muamalah Ta'awun 2 Tahap persiapan
3 Pencarian stakeholder
4 Pertemuan dengan stakeholder
23
6 Pemilihan platform aplikasi 7 Dokumentasi tahap persiapan 8 Tahap Perencanaan
9 Menentukan batasan ruang lingkup 10 Menentukan jadwal dan kegiatan proyek 11 Identifikasi resiko
12 Estimasi biaya
13 Pembuatan dokumen vision 14 Tahap analisis
15 Deskripsi sistem 16 Tujuan sistem
17 Analisa kebutuhan sistem 18 Analisa kebutuhan user 19 Analisa fungsional sistem 20 Proses bisnis
21 Pembuatan dokumen SRS 22 Tahap desain sistem
23 Entity Relationship Diagram 24 Use Case Diagram
25 Activity Diagram 26 Statechart Diagram 27 Component Diagram 28 Deployment Diagram 29 Sequence Diagram
30 Tahap implementasi sistem 31 Database
32 XML Web Service 33 Login
34 Data pegawai 35 Data anggota 36 Data pembiayaan 37 Data transaksi 38 Data laporan 39 Logout
40 Tahap pengujian sistem 41 Debugging
42 Testing
43 Tahap penyelesaian dokumen
Tabel 3. 2 WBS
3.3.2 Ganttchart
Gantt Chart merupakan grafik yang menggunakan jadwal dan
24
waktu horizontal. Berikut adalah gantt chart hasil dari struktur rincian kerja
(work breakdown structure) yang telah dibuat sebelumnya.
Gambar 3. 1 ganttchart 1
25
Gambar 3. 3 ganttchart 3
26
Gambar 3. 5 ganttchart 5
3.3.3 Resource Sheet
Rencana pengadaan yang dibuat untuk proyek aplikasi pengolahan data
peminjaman uang pada BMT Ittihad adalah sebagai berikut :
27
3.3.4 Network Diagram
Network diagram adalah visualisasi proyek berdasarkan network planning.
Network diagram berupa jaringan kerja yang berisi lintasan-lintasan kegiatan dan
urutan-urutan peristiwa yang ada selama penyelenggaraan proyek. Dengan network diagram
dapat segera dilihat kaitan suatu kegiatan dengan kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga bila
sebuah kegiatan terlambat maka dengan segera dapat dilihat kegiatan apa saja yang
dipengaruhi oleh keterlambatan tersebut dan berapa besar pengaruhnya. Berikut adalah
gambaran dari network diagram:
Gambar 3. 7 network diagram
28
3.3.5 Biaya/Cost
29
Gambar 3. 9 budget 2
3.3.6 Manajemen Resiko
Bidang Resiko
Integrasi/Penggabungan
Rencana yang tidak memadai
Alokasi sumber daya yang kurang tepat Kurangnya review setelah proyek selesai Ruang Lingkup Definisi ruang lingkup yang kurang jelas
Pengawasan ruang lingkup yang tidak memadai
Waktu
Kesalahan pada perkiraan waktu atau ketersediaan sumber daya Alokasi dan Pengolahan yang kurang baik
Produk milik pesaing beredar lebih cepat
Biaya
Kesalahan perkiraan biaya
Produktivitas yang tidak memadai Kurangnya pengawasan biaya Kurangnya perawatan
30
Kualitas
Kualitas yang kurang baik
Desain atau material atau keahlian dibawah rata-rata Program jaminan kualitas yang tidak memadai
Sumber Daya Manusia
Manajemen konflik yangkurang baik
Pengaturan proyek dan penentuan tanggung jawab yang kurang Ketidakhadiran pemimpin
Komunikasi Ketidak peduliaan dalam perencanaan atau komunikasi Kurangnya konsultasi dengan Stakeholders utama
Resiko
Mengindahkan resiko
Penanganan resiko yang tidak jelas Kurangnya managemen asuransi Pengadaan Kontrak yang tidak jelas
Hubungan permusuhan
Tabel 3. 3 manajemen resiko
3.4Unified Model Language (UML)
UML adalah sebuah yang berdasarkan grafik/gambar memvisualisasi,
menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem
pengembangan software berbasis OO(Object-Oriented). Berikut adalah macam-macam
diagram:
3.4.1 Entity Relationship Diagram
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam
basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar
relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Berikut adalah
gambar dari entity relationship diagram Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman
32
3.4.2
Use case DiagramUse case diagram merupakan diagram yang menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem.
33
3.4.3 Activity Diagram
Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah
action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal
processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal
sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan
proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Berikut activity
diagram pada aplikasi pengolahan data peminjaman uang pada BMT Bina Muamalah
34
35
36
37
38
39
40
41
3.4.4 Statechart Diagram
Statechart diagram merupakan diagram yang memperlihatkan suatu proses yang
mempengaruhi perubahan status pada komponen lain. Berikut statechart diagram
pada aplikasi pengolahan data peminjaman uang pada BMT Bina Muamalah
Ta’awun:
42
43
44
Gambar 3. 22 state simpanan
3.4.5 Class Diagram
Class Diagram adalah deskripsi kelompok obyek-obyek dengan property,
perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram
dapat memberikan pandangan global atas sebuah sistem dalam melengkapi
Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang. Berikut adalah gambar dari class
diagram Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang pada BMT Bina Muamalah
45
Gambar 3. 23 class diagram
3.4.6 Sequence Diagram
Sequence diagram (diagram urutan) adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau
menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah
urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display,
46
Gambar 3. 24 sequence input anggota
47
Gambar 3. 26 sequence detail pinjaman
48
Gambar 3. 28 sequence angsuran
3.4.7 Component Diagram
Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen, termasuk
ketergantungan(dependency) diantaranya. Component diagram akan sangat membantu
bila ada salah satu komponen yang rusak atau tidak sesuai dengan tujuan sistem.
Hubungan komponen dengan class adalah bahwa component merupakan subsistem
berisi class yang bekerjasama merealisasikan antarmuka yang diinstruksikan. Berikut
adalah gambar dari component diagram Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang
49
Gambar 3. 29 component diagram
3.4.8 Deployment Diagram
Deployment (physical Diagram) menggambarkan detail bagaimana komponen
di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server
atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi
server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Berikut adalah gambar dari deployment
diagram Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang pada BMT Bina Muamalah
50
Gambar 3. 30 deployment diagram
3.5Mock Up
MockUp adalah tiruan suatu benda yang dibuat seperti asli tapi hanya berupa bagian
tertentu saja menurut kebutuhan. Dan merupakan gambaran tampilan yang akan kita
buat, atau bisa juga disebut dengan rancangan tampilan.
51
Gambar 3. 32 mockup dashboard
52
53
BAB IV
HASIL PERANCANGAN
4.1Form Login
Sebelum User masuk ke halaman utama BMT Bina Muamalah Ta’awun, User harus login terlebih dahulu. Form login ini adalah awalan memulai suatu hak akses untuk
mengambil alih kewenangan atas suatu jabatan.
Gambar 4. 1 form login
4.2Dashboard
Ini merupakan halaman utama dengan hak akses sebagai Admin. Mulai dari halaman
inilah admin bisa melakukan semua hal karena ia lah yang memegang penuh atas
akses web tersebut. Seperti halnya Meng-Input anggota baru hingga mencetak laporan
54
Gambar 4. 2 dashboard
4.3Form Pendaftaran Anggota
Ini adalah formulir pendaftaran anggota, dimana jika ada calon anggota yang ingin
mendaftar menjadi anggota bmt maka user yang sedang menggunakan(admin atau
pegawai) dapat mengisikan isian lengkap data dari calon anggota yang telah diminta
55
Gambar 4. 3 form pendaftaran anggota
4.4Data Anggota BMT
Data dibawah adalah data diri anggota-anggota BMT yang telah terdaftar saat setelah
56
Gambar 4. 4 laporan anggota
4.5Mencetak Laporan Data Anggota
Didalam web ini juga terdapat fungsi untuk mencetak laporan-laporan. Contohnya
seperti jika manajer ingin mencetak laporan data anggota-anggota pada BMT nya,
maka manajer tersebut dapat langsung mencetaknya hanya dengan menekan button
“cetak”.
57
4.6Laporan Data Anggota
Setelah memilih button “cetak” dapat terlihat hasil laporan yang diminta(laporan data anggota) dalam ekstensi .pdf , seperti gambar dibawah ini.
Gambar 4. 6 pdf
4.7Data User
Data dibawah ini merupakan data pegawai atau pengelola aplikasi pada web ini.
58
4.8XML
Gambar 4. 8 anggota.php
Gambar 4. 9 simpanan.php
59
Gambar 4. 11 angsuran.php
4.9White Box
White box testing adalah salah satu cara untuk menguji suatu aplikasi atau software
dengan cara melihat madul untuk dapat meneliti dan menganalisa kode dari program
yang di buat ada yang salah atau tidak. Kalau modul yang telah dan sudah dihasilkan
berupa output yang tidak sesuai dengan yang diharapkan maka akan di compile ulang
dan di cek kembali kode-kode tersebut hingga mencapai sesuai dengan yang
61
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dalam membangun sebuah pengembangan proyek harus tersedia penggunaan
Manajemen Proyek didalamnya, karena dengan manajemen proyek pekerjaan akan
lebih efisien, tepat waktu dan selalu mengacu terhadap ruang lingkup, biaya, dan
waktu yang telah di tentukan. Dan berdasarkan analisa penulis mengenai sistem
Aplikasi Pengolahan Data Peminjaman Uang pada BMT Bina muamalah ta’awun ini, dapat disimpulkan bahwa dengan desain yang dibuat ini dapat mempermudah
membuat aplikasi kepada tahap selanjutnya yaitu tahap koding.
5.2 Saran
Pengembangan proyek aplikasi bisa di gunakan pada sebuah manajemen di dalam
pengembangan di berbagai insititusi organisasi lainnya. Dalam pembuatan proyek
harus merencanakan manajemen biaya, resiko, dan waktu agar proyek yang dibangun
atau dikembangkan dapat berjalan dengan baik. Dalam pembuatan proyek ini terdapat
beberapa masalah seperti waktu yang tersedia untuk membangun dalam membangun
proyek ini. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, sebaiknya BMT
juga dapat mengimbangi teknologi saat ini untuk mendukung kinerja dari BMT itu
sendiri, dengan memiliki fungsionalitas tinggi dan performa bagus. Karena sistem
merupakan bagian terpenting dalam menunjang kegiatan operasional BMT dan dapat
62
Daftar Pustaka
1.
http://hafizashraf.blogspot.co.id/2013/09/al-qardhul-al-hasan-pinjaman-tanpa.html
2. Pratama, Riko.2013.Pengertian web site.http://www.riko.web.id/
2013/12/pengertian-situs-web.html:Jakarta
3. Pratama,Riko.2013.Pengertian website.http://www.riko.web.id/
2013/12/pengertian-situs-web.html:Jakarta
4. Pratama,Riko.2013.Pengertian website.http://www.riko.web.id/
2013/12/pengertian-situs-web.html:Jakarta
5. Nuraulia, Bayu Citra, Wijaya, Ricky.2012.Information System
Project Management.CCIT-FTUI:Depok
6. Nuraulia, Bayu Citra, Wijaya, Ricky.2012.Information System
Project Management.CCIT-FTUI:Depok
7. Nuraulia, Bayu Citra, Wijaya, Ricky.2012.Information System
Project Management.CCIT-FTUI:Depok
8. Nuraulia, Bayu Citra, Wijaya, Ricky.2012.Information System
Project Management.CCIT-FTUI:Depok
9. Yanuar, Andreas.2012.Penjelasan 9 Bidang K.A.P.M.
https://andreasyanuar.wordpress.com/2012/11/14/penjelasan-9-
bidang-k-a-p-m-knowledge-areas-and-project-management/:Jakarta
10.Elif, Alin.2013.Pengertian Sistem menurut Jogiyanto.
http://www.academia.edu/7534109/Pengertian_Sistem_Menurut_
Jogiyanto_H:Bandar Lampung
11.Srikandi, Rahayu.2014.Seputar pengertian dan langkah analisis
sistem.http://seputarpengertian.blogspot.com/2014/04/seputar-pengertian-dan-langkah-langkah-Analisa-sistem.html:Jakarta
12.Mahardika, Annisa.2015.Analisis dan desain sistem informasi.
http://www.academia.edu/6048341/Analisis_dan_Desain_Sistem_
63
13.Mahardika, Annisa.2015.Analisis dan desain sistem informasi.
http://www.academia.edu/6048341/Analisis_dan_Desain_Sistem_
Informasi:Bandung
14.Mahardika, Annisa.2015.Analisis dan desain sistem informasi.
http://www.academia.edu/6048341/Analisis_dan_Desain_Sistem_
Informasi:Bandung
15.Arie,Brigida.2013.PengertianUML.http://informatika. web.id/pengertian-uml.htm:Jakarta
16.Mahardika, Annisa.2015.Analisis dan desain sistem. informasi.http://www.academia.edu/6048341/Analisis _dan_Desain_Sistem_Informasi:Bandung
17.Irawan, Romi.2015.Class Diagram.http://www.academia.edu/
6341995/Modul-2-class-diagram:Depok
18.
http://meilisdasari.blogspot.com/2012/04/apa-itu-use-case-activity-diagram-dan.html:Jakarta
19.Pangloli,Asriel.2013.Tentang activity diagram.
http://asrielpangloli.blogspot.com/2013/06/penjelasan-tentang-activity-diagram.html:Depok
20.OReilly.Learning.UML.2.0.Apr.2006.Deployment Diagram.
http://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/338/mod_resource/content/0/Mo
dul%2013%20-%20Deployment%20Diagram.pdf:Depok
21. Prasetyo, Budi.2013.Definisi dan fungi MySQL, Apache, PHP.
http://comput-
techno.blogspot.com/2013/01/definisi-dan-fungsi-mysql-apache-dan-php.html:Sukoharjo
22.Prasetyo, Budi.2013.Definisi dan fungi MySQL, Apache, PHP.
techno.blogspot.com/2013/01/definisi-dan-fungsi-64
LAMPIRAN I
65
Sejarah BMT Bina Muamalah Ta’awun
BMT Muamalah Ta’awun berdiri pada tanggal 30 Desember 2005 dengan nama awal “BMT AMRATANI” yang merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang peduli
terhadap pedagang kecil dan kaki lima. Semua transaksi muamalah yang dilakukan
menggunakan beberapa mekanisme yang sesuai dengan standar muamalah syariah seperti
bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati, keuntungan selisih harga jual dan ujrah atau upah.
BMT berupaya menghasilkan produk-produk yang kompetitif serta kemudahan dalam
bertransaksi dengan harapan dapat memenuhi setiap kebutuhan anggota untuk bermuamalah
secara aman, nyaman, penuh berkah dan terhindar dari praktek ribawi.
BMT berupaya untuk fokus pada pemberdayaan serta pengembangan kegiatan usaha
produktif atau investasi dikalangan masyarakat bawah menengah dalam bentuk permodalan
atau pengelolaan usaha baik secara finansial maupun non finansial dengan memadukan
fungsi Baitul Maal (dalam penghimpunan dana) dan Baitut Tamwiil (dalam pengembangan
usaha).
Ringkasan Permasalahan
Pada BMT Bina Muamalah Ta’awun masih menggunakan sistem penginputan data
secara manual.
Pada aplikasi pembiayaan ijarah yang dilakukan terdapat risiko seperti terjadi
kesalahan memasukkan data atau human error.
Beberapa nasabah yang masih kurang memahami tentang akad Qardhul Hasan di BMT/Koperasi tersebut.
Ringkasan Sistem
Aplikasi yang akan dibuat adalah aplikasi berbasis framework code igniter yang akan
mempermudah, mengatur dan mengolah data pembiayaan menggunakan akad qardhul hasan.
Aplikasi akan diimplementasikan dalam bahasa pemrograman PHP dan HTML, yang
didukung dengan XML berupa web service. Para pengguna Aplikasi qardhul hasan (AQH) ini
66
akses yang berbeda-beda untuk mengoperasikan AQH. Hal ini ditekankan karena AQH
mementingkan kinerjanya terutama dalam segi keamanan dari serangan-serangan atau
pencurian data oleh pengguna yang tidak semestinya.
Ringkasan Kebutuhan
Kebutuhan Non Teknis Kebutuhan Teknis
Pegawai membutuhkan menu untuk
menginputkan data anggota/mitra baru.
Form data anggota.
Admin membutuhkan menu untuk
mengelola semua data
Form data anggota, form data
pinjaman, form data angsuran,
form data laporan, form data
jaminan, form data user.
Account Officer/ Manajer membutuhkan
menu untuk mengelola semua data yang ada
di perusahaan yang berfokus untuk suatu
analisa dan persetujuan pembiayaan
Form data anggota, form data
transaksi dan form data jaminan.
Tujuan Dari Proyek
Adapun tujuan kami dengan adanya pembuatan proyek atau kerjasama ini sebagai berikut
:
1. Membuat aplikasi berbasis framework code igniter untuk mempermudah kegiatan
bisnis peminjaman uang dengan akad qardh pada BMT Bina Muamalah Ta’awun. 2. Mempermudah pengolahan data pada pembiayaan akad qardh.
3. Meminimalisir penggunaan kertas berlebihan pada BMT Bina Muamalah Ta’awun. 4. Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan kinerja para staff BMT Bina Muamalah
Ta’awun.
5. Mempermudah pegawai dalam melakukan aktifitas bisnis yang ada pada BMT Bina
Muamalah Ta’awun.
Proyek Stakeholder dan Kriteria Kesuksesan
67
Account
Officer/Manajer
Mempermudah pekerjaan dalam memantau atau menganalisa dan
mengelola kegiatan lembaga dalam hal pembiayaan akad Qardh
Customer
Service/pegawai
Mempermudah pekerjaan dalam mengelola data Anggota/Mitra, dan
mengelola data akad
Admin Mempermudah pekerjaan karena dapat berperan sebagai semua user.
Hambatan dalam Proyek
1. Masih kurang memahami proses yang sesuai dengan hukum syar’i dalam pelaksanaan
Pembiayaan yang dilakukan anggota terhadap BMT Muamalah Ta’awun.
2. Pada pembuatan web aplikasi memakan waktu lama dalam proses pembuatannya.
3. Kurangnya sarana demi memaksimalkan kinerja dari aplikasi ini.
4. Kurangnya sumber daya manusia yang terampil dalam mengetahui ilmu perbankan
pada BMT Bina muamalah Ta’awun.
Lingkungan dan Pemakai
Aplikasi yang akan dibuat adalah sebuah aplikasi berbasis Web yang menggunakan
bahasa pemrograman berbasis framework code igniter yaitu PHP dan HTML, yang
didukung dengan XML serta penggunaan aplikasi MySQL (PHP Myadmin) untuk
68
Ketentuan dan Kondisi
Pihak BMT Bina Muamalah Ta’awun Pihak Mahasiswa Peneliti
Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
setuju dalam hal memberikan informasi
yang jelas tehadap sistem yang akan di buat
serta sistem tersebut dirancang berdasarkan
beberapa permintaan yang ada didalam
dokumen ini.
Saya yang bertanda tangan dibawah ini,
akan merancang sistem untuk kepuasan
pelanggan berdasarkan informasi yang di
berikan dan saya memberikan kepercayaan
penuh kepada pelanggan dalam spesifikasi
dokumen ini untuk membangun sistem.
Tanggal :
(Ika Purnawati, SEI )
Tanggal :
69
LAMPIRAN II
70
SPESIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK
AQH
(Aplikasi Qardhul Hasan)
untuk:
BMT Bina Muamalah Ta’awun
Dipersiapkan oleh:
Siti Bariroh
Program Teknologi Informasi Perbankan Sharia
CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Depok
71
BAB I
PENDAHULUAN
Dokumen ini berisi penjelasan pemakaian dan penulisan dokumen Spesifikasi
Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) atau Software Requirement Specification (SRS)
dengan pendekatan (rancangan) berorientasi proses.
Dokumen spesifikasi pembiayaan Qardhul Hasan untuk BMT Bina Muamalah
Ta’awun. I.1 Tujuan
Software Requirement Spesification (SRS) merupakan dokumen spesifikasi
kebutuhan perangkat lunak yang akan dikembangkan. Dokumen ini digunakan oleh
pengembang perangkat lunak sebagai acuan teknis pengembangan perangkat lunak pada
tahap selanjutnya.
I.2 Lingkup Masalah
AQH System merupakan sistem informasi mengenai produk-produk pembiayaan,
sistem ini akan dibuat lebih spesifik pada produk pembiayaan peminjaman uang dengan
Aplikasi Qardhul Hasan. Pengguna dari sistem ini diutamakan oleh Admin BMT. Sistem ini
nantinya dikembangkan untuk mempermudah pihak BMT dalam mengenalkan produk
peminjaman uang tersebut.
I.3 Definisi, Akronim, Dan Singkatan
Definisi, akronim dan singkatan yang ada didalam perangkat lunak adalah sebagai berikut :
1. Anggota adalah orang meminjam uang menggunakan produk pembiayaan Qardh.
2. Pengembang adalah orang yang menghasilkan Aplikasi dan dapat Mengembangkan
aplikasi yang dibuatnya.
3. AQH adalah Sistem Peminjaman uang yang dilakukan oleh bmt untuk warga tanpa
adanya bunga.
4. SKPL adalah Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak
5. AQH (Aplikasi ardhul Hasan Software) adalah adalah kode yang merepresentasikan
sebuah kebutuhan pada spesifikasi kebutuhan AQH.
6. SRS (software Requirement Spesification) adalah spesifikasi dari perangkat lunak
72
7. ERD adalah Entity Relationship Diagram, diagram dan notasi yang digunakan untuk
merepresentasikan struktur data statis pada perangkat lunak.
8. Use Case merupakan Rangkaian atau uraian sekelompok yang saling terkait dan
membentuk system secara terartur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah actor.
Digunakan untuk membentuk tingkah laku benda dalam sebuah model.
I.4 Formatting
Penomoran untuk gambar, tabel dan kebutuhan fungsional atau non fungsional :
Format Arti
SRS-F-XYY Software Requirement System (SRS) id
Fungsional yang diturunkan dari fungsi produk
X, YY adalah nomor urut
Contoh : SRS-F-101
SRS-NF-YYY SRS Id non fungsional , YYY adalah nomor urut
Contoh : SRS-NF-001
Tabel X.Y Nama Penulisan tabel, dimana X adalah nomor bab dan
Y adalah nomor urut tabel per bab serta Nama
adalah nama dari tabel
Gambar X.Y Nama Penulisan nama gambar, dimana X adalah nomor
Bab dan Y adalah Nomor urut gambar serta
73
Kategori Pengguna Tugas Hak Akses ke aplikasi
Account
Officer/Pegawai
Mengolah data Anggota Pengelolaan data anggota
Mengolah data Transaksi Pengelolaan data transaksi
Administrator
Mengolah data pegawai Pengelolaan data pegawai
Mengolah data anggota pengelolaan data anggota
mengolah data transaksi
peminjaman pengelolaan data transaksi
Manajer Mengolah transaksi
Pengelolaan data
pinjaman
Pengelolaan data
simpanan
II.3 Constraint
Aplikasi ini hanya dapat dijalankan pada computer dengan system operasi Microsoft
Windows dan DBMS. Modifikasi data dalam database AQH hanya dapat dilakukan oleh
pengguna yang memiliki otoritas hak akses yaitu Administrator.
II.4 Environment
Aplikasi ini menggunakan database MySQL dan menggunakan bahasa pemrograman
PHP dan Code Igniter dan juga didukung dengan Web services. aplikasi ini merupakan tipe
74
BAB III
Requirement Description
III.1 Kebutuhan Antarmuka Eksternal
Kebutuhan antarmuka eksternal pada perangkat lunak AQH System mencakup
kebutuhan antarmuka pengguna, antarmuka perangkat keras, dan antarmuka perangkat lunak.
III.2 Antarmuka Pengguna
a. Antarmuka Perangkat Keras
Kebutuhan minimum perangkat keras yang dapat digunakan oleh AQH System, antara
lain:
PC IBM Compatible Prosesor Intel Atom
RAM minimal 2 GB
Keyboard Mouse
Selebihnya, aplikasi ini tidak membutuhkan antarmuka perangkat keras yang lebih
spesifik.
b. Antarmuka Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang dibutuhkan AQH System untuk mendukung penyimpanan data
pada aplikasi ini adalah my SQL yang terdapat dalam XAMPP.
c. Antarmuka Komunikasi
AQH System hanya membutuhkan jaringan komunikasi LAN (Local Area Network) .
d. Kebutuhan Fungsional
AQH System memungkinkan pengguna untuk login, melakukan membuka rekening
untuk nasabah baru, melakukan registrasi pegawai, melakukan perhitungan tambah
kurang tabungan.
III.3 Fuctional Requirment
ID Kebutuhan Penjelasan
SRS-F-101 Tambah Data User Penambahan Data User
SRS-F-102 Ubah Data User Pengubahan Data User
75
SRS-F-201 Ubah Data Anggota Pengubahan Data
Anggota
SRS-F-202 Tambah Data Anggota Penambahan Data
Anggota
SRS-F-203 Hapus Data Anggota Penghapusan Data
Anggota
SRS-F-301 Tambah Data Pinjaman Penambahan Data
Pinjaman
SRS-F-302 Ubah Data Pinjaman Pengubahan Data
Pinjaman
SRS-F-401 Ubah Data Jaminan Pengubahan Data
Jaminan
SRS-F-402 Tambah Data Jaminan Penambahan Data
Jaminan
SRS-F-501 Tambah Data Simpanan Penambahan Data
Simpanan
III.4 ER-Diagram
III.5 Desain Arsitektur
Pada aplikasi pembiayaan qardh arsitektur yang digunakan adalah arsitektur Client Server,
76
dari Aplikasi Pembiayaan Qardhul Hasan BMT Bina Muamalah Ta’awun.
Sistem
Sistem
D
at
ab
ase
S
e
rv
e
r
Sistem
Sistem
Sistem