• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGUCAPAN VOKAL BAHASA INDONES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENGUCAPAN VOKAL BAHASA INDONES"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS PENGUCAPAN VOKAL BAHASA INDONESIA OLEH PEMELAJAR BAHASA INDONESIA PENUTUR BAHASA THAI

(Studi Kasus di Naresuan University Thailand)

Robertus Pujo Leksono

Naresuan University, Phitsanulok Thailand e-mail: [email protected]

Liana Kosasih

Center for Language Studies, National University of Singapore e-mail: [email protected] memaparkan analisa pengucapan vokal bahasa Indonesia yang diucapkan oleh pemelajar BIPA penutur Thai. Analisis pengucapan akan dilakukan dengan menggunakan Praat. Data untuk penelitian dini diperoleh dari pengucapan vokal bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA penutur Thai dari Naresuan University Thailand dan pengucapan vokal Bahasa Indonesia oleh penutur jati. Hasil yang ditemukan menunjukkan adanya pola yang sama dan ada pola yang berbeda dalam pengucapan vokal bahasa Indonesia oleh penutur bahasa Thai bila dibandingkan dengan pola pengucapan vokal oleh penutur jati. Hasil yang ditemukan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengajaran BIPA bagi penutur Thai khususnya dalam pemahaman dan kegiatan latihan pengucapan vokal bahasa Indonesia

Kata kunci: Pengucapan, Vokal Bahasa Indonesia, Praat

PENDAHULUAN

Pengajaran BIPA di Thailand pada tingkat pemula adalah pengenalan alphabet yakni vokal

dan konsonan. Pengenalan pengucapan vokal dan konsonan untuk 26 alphabet diajarkan di

seluruh universitas di Thailand. Seperti pada pembahasan penelitian kurikulum pengajaran

BIPA di Thailand (Leksono. 2017)

Data yang diambil sebagai studi kasus adalah 19 data dari mahasiswa Thailand di Universitas

Naresuan yang mengambil mata kuliah Indonesia 1 semester 1 tahun 2017. Universitas

Naresuan di Propinsi Phitsanulok telah membuka mata kuliah Bahasa Indonesia sebagai mata

(2)

2

Pada penelitian terkait sebelumnya ditemukan perbedaan intonasi antara pengucapan pemelajar

BIPA penutur Thai dengan pengucapan penutur jati bahasa Indonesia dalam mengucapkan kata

/terima kasih/ dan /selamat pagi/. Adanya perbedaan intensitas atau penekanan keras lemahnya

serta tinggi rendahnya pengucapan suku kata yang diucapkan oleh penutur asing dan penutur

asli dipengaruhi oleh B1 yakni Bahasa Thailand. (Leksono R.P. & Kosasih L. 2016).

Penelitian ini hendak melihat lebih dalam perbedaan intonasi vokal antara pemelajar Thai dan

penutur asli, bagaimana pengaruh nada pada bahasa Thailand dalam pengucapan vokal bahasa

Indonesia. Menentukan metode yang tepat dalam pengajaran BIPA bagi pembelajar Thai.

TEORI DAN METODE

Vokal bahasa Indonesia terdiri dari /a//i//u//e//o/ khusus pada vokal /e/ ada variasi /e/dan /ə/

sesuai kamus bahasa Indonesia (KBBI edisi V). Pada pengajaran BIPA pengucapan vokal

dengan alat bantu huruf Thai sebagai berikut /a อา/ /i อิ/ /u อู// e แอ//o โอ/ penulisan tersebut

tercantum dalam buku pelajaran bahasa Indonesia yang ada di beberapa Universitas sebagai

acuan. (Meilinawati dan Leksono.2017) Bunyi vokal mirip diucapkan pada kata sebagai berikut

/a , มา/ /ay เวลา/ /ae แม/ /e เป็น/ /ee ดี/ / i กิน/ /ai ขาย// aw หมอ/ / o รถ// u ฟัน//oo หมู//eu ลืม//euh เดินkhusus

pada huruf _ัั , _เ, _ั ัิ memiliki variasi pengucapan yang berbeda/(Higbie.2003). Tinggi

rendah nada dalam bahasa Thai ada 5 macam yakni : mid, low, falling, high dan rising. Semua

bunyi nada itu ditandai dengan empat tanda.

วรรณยุกต์(tones)

(3)

3

bahasa Indonesia dan Bahasa Thailand ini mempengaruhi pemelajar dalam mengidentifikasi

vokal.

Suara tutur manusia seperti vokal a dapat dibagi dalam frekuensi (pitch), intensitas

(loudness) dan quality. Pitch suara bergantung pada pengulangan gelombang suara. Intensitas

suara bergantung variasi jumlah tekanan udara (Landefoged. Hlm.7). Perbedaan frekuensi

suara manusia yang mengubah arti kata disebut perbedaan intonasi. Setiap orang dapat

mendengar dan menghasilkan nada yang dikehendaki dengan intonasi yang berbeda-beda

(Landefoged Hlm.13). Intonasi dianalisa dengan menggunakan perangkat lunak Praat, intonasi

suara diukur tinggi rendahnya dengan ukuran desibel (dB) dan perolehannya dapat

digambarkan sebagai kurva.

Metode penelitian dengan menganalisis setiap data intonasi suara vokal yang direkam

kemudian membandingkannya dengan suara vokal penutur asli. Dari rata-rata data suara yang

terkumpul ditentukan nilai dengan satuan desibel (dB). Perekaman suara dilakukan setelah

diperdengarkan pengucapan dari model penutur asli. Nilai rata-rata secara umum dibandingkan

dengan nilai model penutur. Kemudian diukur juga prosentasi keberhasilan pemelajar terhadap

model penutur untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran BIPA.

(4)

4

Berdasarkan gambar 1 yang ditampilkan Praat di atas maka vokal /a/ dapat ditentukan intonasinya sebagai berikut:

Rekapitulasi vokal [a]

Data awal tengah akhir Intonasi

data18 52.56 dB 66.16 dB 49.86 dB Rendah - Tinggi - Rendah

TEMUAN DAN PEMBAHASAN

Data model suara penutur jati yang diperdengarkan kepada pemelajar adalah sebagai berikut

Gambar 2 Prat

Kurva pada gambar 2 menunjukkan intensitas tertinggi ada pada bagian tengah kurva

dengan pola intonasi konsisten yakni Rendah -Tinggi -Rendah. Pola model ini menjadi acuan

bagi pemelajar untuk membunyikan vokal dalam pemelajaran BIPA. Dengan asumsi bahwa

(5)

5

Data berikutnya adalah perbandingan antara rata-rata dari 19 data intonasi vokal pemelajar

Thai dan penutur.

Table 3 Patern intonasi of Vocal A,I,U,E,O pemelajar Thai dan penutur.

No Vokal Nilai Rata-rata Nilai Penutur

1 a 56.32 dB - 67.08dB - 58.37dB 47.19dB - 75.76dB - 55.86dB

konsisten Rendah-Tinggi-Rendah. Walaupun Pemelajar Thailand sudah mempunyai konsep

intonasi pada vokal bahasa Thai dengan banyak variasi lima nada namun pada kasus grup

pemelajar Thai ini, pemelajar dapat menirukan vokal bahasa Indonesia dengan pola

menyerupai model penutur jati yakni Rendah-Tinggi-Rendah.

Tinggi rendahnya nada masing masing pemelajar Thai bervariasi. Misalnya pada vokal

a tertinggi adalah 78db dan terendah 43db. Pencapaian kemiripan intonasi bergantung pada

ketepatan mendengarkan suara model penutur dan faktor instrument produksi rongga mulut

masing-masing pemelajar. Seperti diketahui bahwa artikulasi vokal dipengaruhi oleh

kombinasi dari lidah bagian ujung, belakang dan bentuk bibir. (Kennedy.Hlm.155)

Pola-pola yang bervariasi terjadi karena pemelajar baru pertama kali mendengar suara

penutur. Bila diperdengarkan beberapa kali akan membantu pemelajar mencapai intonasi yang

(6)

6

kata, frase dan kalimat sesuai dengan penutur asli.Sehingga diharapkan dapat membantu

pembelajaran BIPA dalam aspek berbicara

Prosentase keberhasilan pemerolehan intonasi dengan pola Rendah Tinggi Rendah

yang dicapai pemelajar Thai adalah sebagai berikut

Vocal Keberhasilan

Hasil data pada kasus ini menunjukkan keberhasilan yang dicapai rata-rata 79.21 %

oleh pemelajar Thai Vokal /i/ memiliki prosentasi yang terkecil 57.89% karena pengaruh

intonasi bahasa thai pada vokal อิ seperti pada kata /ee ดี/ / i กิน/. Vokal i terletak pada nada

tinggi. hal ini menunjukkan bahwa vokal /i/ dalam bahasa Indonesia sulit untuk diucapkan.

Nilai tertinggi keberhasilan adalah pada vokal /e/ yakni 90% dimana dalam bahasa Thai vokal

ini terletak pada nada tengah. Hal ini menunjukkan bahwa vokal ini mudah untuk diucapkan.

Beberapa vokal juga salah diucapkan oleh pemelajar contohnya huruf vokal a

diucapkan e dan huruf vokal e diucapkan i. Kesalahan ini terjadi karena pengaruh B2 yakni

bahasa Inggris. Pemelajar yang mengenal huruf alphabet dalam bahasa inggrisdan mengenal

bunyi huruf itu pertama kali dalam bahasa Inggris. Vokal lainnya diucapkan dengan tepat.

Bila bunyi nada bahasa Indonesia diletakkan pada skala nada bahasa Thailand maka

ada pada posisi mid. Posisi mid berarti datar. Panjang pendek Bunyi vokal bahasa Indonesia

tidak mempengaruhi makna. Pemahaman ini tentu perlu bagi pemelajar bahasa Thai sehingga

(7)

7 SIMPULAN DAN SARAN

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemelajar Thai tidak mengalami kesulitan dalam

pengucapan vokal walaupun Bahasa Thailand memiliki tone yang bervariasi. Pengucapan

vokal bahasa Thailand terbukti memengaruhi pelafalan vokal. Bahasa Inggris sebagai B2 juga

memengaruhi pengucapan vokal.

Memperdengarkan dengan tepat dan berulang-ulang suara penutur asli akan membantu

pemelajar memeroleh pengucapan vokal yang tepat. Pengajar Bipa harus konsisten dengan

model suara sehingga pencapaian nada pemelajar akan tercapai dengan mudah.

Penelitian ini diharapkan bisa memberi gambaran kondisi pengajaran BIPA di Thailand

pada aspek berbicara. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah pentingnya analisis bunyi

konsonan Indonesia dan bahasa Thai pada pembelajaran BIPA.

REFERENCES

Higbie, J.2003. Essential Thai, A Guide to The Basic of Thai Language.Post Books: Bangkok.

Kennedy, Robert.2017 Phonology, a coursebook. Cambridge University Press: United Kingdom.

Landefoged, Peter.2005. Vowels and consonant: an introduction to the sounds of languages. Blackwell Publishers Ltd.

Leksono, Robertus Pujo.2015. Indonesian as a Foreign Language Teaching in Thailand. Prosiding KIPBIPA IX Bali September-Oktober

Leksono, Robertus Pujo. 2016. Indonesian Foreign Language Naresuan University, Phitsanulok, Thailand. Conference paper on ICEL 19 May 2016.

Leksono, Robertus Pujo & Kosasih L. 2016. An Analysis of Bahasa Indonesia’s

Intonation from Speakers of Bahasa Indonesia as a Foreign Language a case study of Thai Speakers’s Intonation in Spoken Text. Conference paper on UNPAD 19 May 2016.

Leksono, Robertus Pujo. 2017. Indonesian Language Planning in Thailand Curriculum for Basic University Level in Thailand 2017. Conference paper on SETALI 19 May 2016.

Meilinawati, Lina dan Leksono, Robertus Pujo.2017. Sahabatku Indonesia. Pusat Bahasa: Jakarta.

(8)

8 Biodata

Liana Kosasih, has been actively teaching Bahasa Indonesia at Center for Language Studies –

National University of Singapore since 2007.

Robertus Pujo Leksono, Worked since 2005-2012 in Indonesia, 2013-2014 Lecture in Mae Fah

Luang University, Chiang Rai, Thailand, 2014-now Lecture Naresuan University, Phitsanulok

Thailand.

LAMPIRAN

(9)

Gambar

Gambar 2 Prat
Table 3 Patern intonasi of Vocal A,I,U,E,O pemelajar Thai dan penutur.

Referensi

Dokumen terkait

Pada makalah ini diasumsikan bahwa vokal bahasa Indonesia tidak semua sama dengan vokal yang terdapat dalam bahasa Inggris dan Prancis.. Ada vokal dalam

Rumianita Situmorang : Analisis Kontrasktif Bunyi Konsonan Dan Vokal Bahasa Jerman Dan Vokal Bahasa…, 2003 USU Repository © 2008... Rumianita Situmorang : Analisis Kontrasktif

Kemiripan proses pengucapan bunyi itu mengarah pada adanya tipikalitas Jawa dalam pengucapan bunyi bahasa Inggris JLE, yakni bunyi-bunyi tertentu dari bahasa Jawa akan dipakai

Bahan penelitian berupa rekaman tutur yang diperoleh dari satu sumber penutur yang menuturkan huruf vokal; “a” ,”e”,”i”,”o”,”u”, masing-masing diulang sebanyak 3 kali,

Pada makalah ini diasumsikan bahwa vokal bahasa Indonesia tidak semua sama dengan vokal yang terdapat dalam bahasa Inggris dan Prancis.. Ada vokal dalam

kesalahan pengucapan vokal dan konsonan hambat ( ( /waqfiyyah/ yang memiliki kesamaan secara fonetis bagi siswa kelas V MIS Al-Ikhlas Lorong XX. Pematang

Nah kali ini kita akan membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal dalam bahasa Jawa.. Oke sekarang Anda praktekkan pada kata-kata berikut di bawah ini (ini juga akan

Simpulan dari penelitian ini terdapat beberapa temuan penting yang diperoleh dari hasil analisis kemajuan perkembangan produksi keterampilan menulis pemelajar BIPA