• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Apa itu Peradaban Isal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Apa itu Peradaban Isal"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sains merupakan kebutuhan pokok bagi setiap individu untuk menghadapi zaman yang sarat dengan persaingan ini, tak terkecuali kaum muslimin. Karena dengan sains, seseorang bisa dihormati dan diakui keberadaannya oleh masyarakat. Selain itu, sains juga menjadi salah satu indikator kemajuan suatu bangsa, karena pada dasarnya semua bidang kehidupan memerlukan sains.

Dari sinilah, untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, kita kaum muslimin harus berusaha mempelajari dan menguasai sains. Tapi, disisi lain, kita juga tidak diperbolehkan untuk melanggar ajaran Islam yang telah disempurnakan oleh Allah SWT. Karena pada hakikatnya, semua yang ada di alam semesta ini akan kembali kepadaNya, bahkan sebenarnya sains dan berbagai ilmu lainnya telah terkandung di dalam kalamNya, al-Qur’an.

Hal-hal itu kita lakukan dengan tujuan agar Islam bisa menjaga persaingan dengan negara-negara Barat, yang notabennya adalah penguasa sains masa kini. Disamping itu, dengan mentaati ajaran Allah, maka kita akan selalu mendapatkan perlindungan dan ridhaNya.

B. Rumusan Masalah

A. Apa itu Peradaban Isalam Sebelum ?

B. Bagaimana islam Pada Masa Rasulullah SAW.? C. Bagaimana Islam Dan Dunia Islam?

C. Tujuan

(2)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Peradaban Isalam sebelum

Secara Kronologis, Islam merupakan agama yang datang terakhir dari semua agama besar lainnya; kira-kira enam abad setelah agama Kristen, dimana ide-ide Kristen dapat ditemukan di dalamnya. Dalam pandangan Islam, agama Semitik hadir untuk merangkul umat manusia dan menyempurnakan ajaran dari takdir agama Yahudi yang gagal didasari hingga akhirnya bertransformasi menjadi agama Kristen. Agama semitik tidaklah bertransformasi melainkan memasuki karakternya yangkaku dan tak kenal kompromi ke dalam agama universal.

Islam muncul dan mengawali penaklukannya secara tiba-tiba dan bahkan, menurut beberapa ilmuan, orang-orang Arab menyebut periode sebelum Islam ini sebagai “Zaman Jahiliyah”; pada periode ini mereka menganggap behwa ras mereka tidak memiliki sejarah. Setelah Islam muncul, agama ini membersihkan semua yang telah terjadi dan dimulailah dunia baru.

1. Arabia Sebelum Muhammad SAW.

Sebelum Muhammad Saw datang, bangsa Arab yang tinggal di tengah semenanjung bukanlah sebuah bangsa melainkan sekumpulan suku yang sebagian besar nomaden dan sisanya tinggal di kota-kota serta disatukan oleh bahasa, kebiasaan, dan tradisi serta tidak memiliki pemerintah pusat. Ikatan terkuat antar mereka adalah ikatan darah, jika ada salah satu anggota terbunuh, maka anggota suku yang lain akan melakukan balas dendam dan berlangsung begitu seterusnya tanpa henti tanah tersebut di isi dangan serangkaian pertumpahan darah.

(3)

yaitu sejumlah penduduk yang lebih kecil, terdiri dari pedagang-pedagang, pemukiman-pemukiman yang lebih muda dan statusnya lebih rendah. Dan diluar kota Mekkah ada Qusaish Arab yaitu suku Badui yang hidup tergantung pada situasi dan kondisi.

2. Agama Lama Sebelum Islam

Secara umum telah dikatakan bahwa sebelum Islam datang, bangsa Arab tidaklah beragama. Masyarakatnya bertahan dengan tempo dulu yang cenderung hura-hura dan jauh berbeda dengan periode baru, Agama yang ada di negeri itu sebelum masa Islam berada dalam kondisi merosot. Agama bangsa Arab didasari pad aide-ide dan praktik terutama dari arab yang memiliki karakter Agama Semitik seperti yang kita kenal. Setiap suku memiliki Tuhan yang dianggap sebagai yang Maha Besar, Maha Menguasai, dan menjadi tujuan dari upacara komuni yang mereka lakukan, terkadang Tuhan direpresentasikan oleh pohon; sebidang tanah yang subur menjadi milik-Nya, dimana tanaman dan binatang yang ada didalamnya dianggap suci dan pertemuan Religius dapat diselenggarakan dimanapun. Tuhan orang Arab yang tertua dan terbesar adalah Allat atau Alilat seperti Tuhan perempuan yang ditemukan di semua Agam Semitik Primitif, ia adalah sososk yang agung dan berwibawa.

Selain apa yang sudah disampaikan di atas, orang Arab pada saat itu juga mempercayai adanya jin, sosok mahluk halus tetapi bukan Tuhan, karena tuhan bersemayam di atas Langit sedangkan jin tersebar di beberapa tempat di muka bumi. Mereka menghuni gurun dan keluar pada malam hari, namun belum ada kepastian tentang apa yang sebenarnya mereka lakukan, dalam hal ilmu Ghaib Arab, kabar baik dibawa oleh burung, mimpi atau penampakan lainyang sulit di ungkapkan. Kepercayaan orang Arab terhadap kehidupan setelah kematian bersifat samar. Mereka menghidangkan makanan untuk orang yang sudah meninggal dunia yang mereka anggap masih ada, namun anehnya mereka menyadari bahwa kebiasaan itu tidak memiliki manfaat apa pun.

B. Pada Masa Rasulullah SAW.

1. Awal Kehidupan Muhammad Saw.

(4)

dengan usia yang sangat belia Muhammad sudah mengembala domba. Ketika dewasa, Muhammad mulai bekerja kepada seorang janda kaya bernama Khadijah. Pekerjaannya adalah melakukan perjalanan hingga Syria dan palestina, pada usia 25 tahun ia menikahi Khadijah yang 15 tahun lebih tua darinya dan dikaruniai anak. Beberapa tahun setelah pernikahannya, ia mulai berfikir secara mendalam tentang Agama. Ia melakukan kontak terang-terangan dengan kaum Hanif, agama kaum Hanif dianggap mewakili mereka adalah agama monoteisme yakni penyembahan kepada satu Tuhan seperti yang dibawa oleh Ibrahim, penyembahan kepada satu Tuhan merupakan esensi Agama ini.

2. Impresi Religius Muhammad Saw.

Muhammad salah satu bagian dari kehidupannya juga mengasingkan diri atau memilih menjaauhkan diri dari masyarakat untuk melakukan meditasi. Muhammad adalah seorang yang hanif , ia adalah sosok yang telah menyerahkan diri sepenuh jiwa kepaada yang Maha berkehendak dan yang Memberi petunjuk. Selain itu ia memiliki tabiat yang aneh, yakni kondisi gejolak jiwa yang menyerangnya dari dalam sehingga membuatnya bisa mendengar kata-kata (Wahyu) yang dirujukan kepadanya melalui sososk dari langit.

3. Pewahyuan

Setelah Muhammad berusia 40 tahun saat pemikirannya yang sebelumnya terpendam meledak keluar, hal ini terjadi seiring kedatangan wahyu kepadanya. Tatkala ia tidur di Gua Hira pada suatu malam di pertapaanya, dimintanya memegang sebuah gulungan dan membaca isinya. Sedangkan saat itu Muhammad tidak terlatih dalam hal membaca, kemudian malaikat mendesaknya sehingga ia mampu membacanya. Yang ia baca bagian dari Al Quran yang diwahyukan untuk pertama kalinya.

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakab, di telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia, yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa tidak diketahuinya”. (QS. Al-‘Alaq [1-5]

Inilah yang disebut wahyu, Allah menurunkan wahyu yang tertulis di dalam Kitab Langit untuk di ajarkan kepada seluruh umat manusia. Dari situlah risalah Nubuat Muhammad pun dimulai, lal, wahyu keduapun turun :

(5)

memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi) perintah Tuhanmu, bersabarlah”. (QS. Al-Muddatsir [1-7]

Selanjutnya wahyu turun secara beruntun, Muhammad semakin yakin tentang turunnya wahyu kepadanya, pendiriannya menjadi kokoh tanpa adanya keraguan, sedangkan saudara sebangsanya menganggap Muhammad gila dan kerasukan makhluk halus.

4. Dakwah Muhammad Saw.

Pertama-tama, Muhammad mendakwahkan kepercayaan barunya kepada kerabat dekatnya, kepercayaan yang ia sampaikan sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena kepercayaan itu juga pernah didakwahkan oleh Ibrahim. Dalam hal ini, Muhammad tidak merasa telah mendirikan sebuah agama baru. Selang beberapa lama, turunlah wahyu yang memerintahkan Muhammad untuk berdakwah secara terang-terangan dan ia pun melakukannya namun di tolak oleh orang-orang Mekkah. Dakwah sang Nabi mendapat perlawanan sangat keras dan ia pun melakukan perlawanan kepada para penganut kepercayaan popular sebagai balasan dari perlakuan buruk yang mereka lakukan kepada Nabi dan pengikutnya.

5. Hijrah ke Madinah

Keputusan Muhammad untuk meninggalkakn Mekkah terjadi pad saat situasi saat sedang genting dan penuh cobaan, Khadijah istri yang amat dipercaya dan sekaligus pelindung terkuatnya meninggal dunia. Perlakuan tidak terpuji di Mekkah mebuat Muahammad berpikir untuk melakukan dakwah ditempat yang baru, pertama kalinya ke Ta’if tidak berhasil.

Di Mekkah ia adalah pendakwah yang teraniaya penuh perjuangan dan mengalami kegagalan, perpindahan lokasi dakwah ke Madinah dengan pertimbangan yang matang. Muhammad kemudian melakukan dakwahnya selama satu tahun di Madinah dan menuai kesuksesan, di Madinah ia menjadi sosok yang kuat didalam sebuah negeri persemakmuran, mengatur layanan keagamaan dan memberi sentuhan baru pada masyarakat. Muhammad sebagai nabi merupakn satu-satunya organ dan administrator, ia mempunyai kemampuan sempurna.

6. Penaklukan kota Mekkah

(6)

setelah menundanya selama 6 tahun (628 M). Manakala kekuatan Muhammad semakin besar di wilayah Jazirah Arab sehingga orang Mekkah merasa tidak mampu lagi untuk menghalangi Muhammad, pada tahun 630 M, ia memasuki Mekkah dengan membawa pasukan yang besar yang membuat gentar lawannya dan akhirnya Mekkah pun behasil ditaklukkan. Dari penaklukkan tersebut, Mekkah memegang peran baru dimana Muhammad sang pemimpin agama yang lurus memegang tampuk kekuasaan setelah pasca penaklukkan kota Mekkah.

7. Nabi Muhammad dan Kebangunan Islam

Dalam sebuah risalah tentang Nabi Muhammad SAW. Dan asal-usul agama Islam, bahwa tidak sebagaimana agama-agama lain yang dibuai dalam misteri, agama Islam telah lahir dalam sejarah yang terang benderang. Kehidupan Nabi sebagai seorang muslim, ketika timbul masalah tentang cara memerintah secara memerintah kerajaan yang amat luas, setiap orang Arab dihadapkan berbagai jenis kesulitan yang tidak pernah muncul disepanjang masa hidup Nabi, hal-hal penting telah tersurat tidak hanya dalam Al Qur’an kalimat Allah sendiri, tetapi juga dalam tingkah laku dan ucapan Nabi sepanjang hidupnya, pemeliharaan didalam hadits yang diuji kebenarannya oleh serangkaian ahli-ahli dalm bentuk kalimat ‘saya denagar melalui….. Yang telah mendengar dari…..yang telah mendengar pula dari…..yang telah mendengar Nabi berkata :’Dalam beberapa generasi setelah Nabi wafat, banyak sekali hadits-hadits telah terbit mencakup setiap kehidupan dan pandangan beliau.

C. Islam dan Dunia Islam

Kebanyakan umat Islam mempercayai bahawa Nabi Muhammad mempunyai berbagai mukjizat yang dianugerahkan oleh Allah Azza Wa Jalla. Hakikatnya, satu-satunya mukjizat yang nyata dihadapan umat manusia ialah Al Quran. Jika para Nabi sebelum Nabi Muhammad, Allah Jalla telah mengkurniakan berbagai mukjizat, sebaliknya Allah Jalla mengkurniakan Nabi Muhammad sebuah kitab agung yakni Al Quran. Hal ini kerana Al Quran itu terpelihara dan dilindungi kalamnya oleh Allah Azza Wa Jalla sendiri sehinggalah dunia mengalami kehancuran. “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang terpelihara dalam Lauh Mahfuzh” (85: 21-22).

(7)

Yunani. Walhal, fakta sejarah menjelaskan bahawa kaedah penyelidikan saintifik, penyiasatan, pemerhatian dan pengumpulan data yang terperinci itu dipinjam daripada tamadun Islam sendiri. Sebaliknya, sebelum kedatangan tamadun Islam, tamadun Yunani hanyalah memahami sistem, kesimpulan umum, dan kebanyakkannya adalah teori semata-mata. Hal ini dijelaskan sendiri oleh Robert Briffault dalam karyanya The Making Of Humanity (1919) menyatakan keberhutangan tamadun Eropah terhadap tamadun Islam-Arab. Oleh itu, mukjizat yakni Al Quran ini sama sekali menolak perkara-perkara tahyul dan khurafat yang berlaku pada tamadun Arab. Sebaliknya dalam ayat-ayat Al Quran sendiri mengajar umat Islam supaya berfikir secara kritis dan kritikal dalam memahami kehendak-kehendak zaman.

Perkara ini direkodkan dalam dua bukti; pertama, dalam perjalanan sejarah; kedua, dalam ayat-ayat Quran. Dalam ayat-ayat-ayat-ayat Quran mengajar umat Islam supaya melakukan kaedah penyelidikan sama ada dalam bentuk umum atau khusus. Sepertimana dalam Surah Al Isra:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (17: 36)

Ayat ini jelas menunjukkan bahawa pengajaran umat Islam supaya tidak bertindak secara melulu tanpa asas pengetahuan yang kukuh. Jika tidak mengetahui sesuatu perkara maka lakukan penyiasatan. Bahkan, Al Quran juga telah mengajar umat Islam supaya melakukan penyiasatan yang kritikal sama ada dengan menggunakan panca indera yang dianugerahkan oleh Allah Jalla.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar (7: 179).

(8)

A. Islam Dan Isu Gender

Sekarang muncul perdebatan yang sengit berkaitan dengan keinginan sekolompok masyarakat muslim yang ingin menegakkan syariat Islam. Bukan hanya antara muslim dan non muslim, perdebatan tersebut ternyata juga terjadi antara sesama kaum muslim, yaitu antara kelompok liberal dan fundamental. Salah satu isu yang muncul adalah masalah posisi wanita, disamping berbagai perdebatan dalam aspek yang lain. Tidak ada penolakan bahwa dunia Internasional sepakat telah terjadi pelanggaran terhadap hak-hak wanita. Hanya saja, ada sesuatu yang lebih rumit terkait pandangan agama dalam memposisikan wanita, terutama antara kelompok liberal dan fundamental.

Wanita di thaliban digambarkan dirampas hak-hak sosialnya, mereka tidak boleh bekerja di sektor umum, dihilangkan hak pendidikan di sekolah, dll. Apalagi ketika wanita diminta untuk menutup seluruh anggota tubuhnya (dengan burka) sehingga wajah dan seluruh anggota tubuh yang lain menjadi aurat. Saudi arabiah, dinilai tidak kalah besarnya melanggar hak-hak wanita karena wanita dibatasi dalam pendidikan, bekerja dan beberapa tempat publik lainnya. Wanita bahkan juga tidak diijinkan mengendarai mobil sendiri. Masalah pakaian juga dengan ketat diatur. Masalah parlemen di Saudi yang beranggotakan 120 orang diputuskan tanpa melalui pemilu, dan tidak ada satu pun dari mereka yang berasal dari kaum wanita. Juga tidak ada satu organisasi pun tentang wanita yang ada di Saudi. Singkat cerita, Islam dalam pandangan dunia barat dan kelompok liberal (moderat) adalah agama yang tidak memberikan kesempatan dalam menghargai wanita, atau dipahami secara parsial. Beberapa pendapat yang muncul misalnya dari Courtney W howland yang mengatakan bahwa, ”Fundamentalisme agama menjadi sumber masalah serius dalam persamaan wanita!”. Pertanyaanya adalah benarkah Islam tidak menghargai hak-hak wanita?

Pandangan Islam Tentang Wanita

(9)

tua juga malu jika mempunyai anak perempuan, sampai tega mengubur mereka hidup-hidup. Anak perempuan dinilai tidak menjadi kebanggaan dalam keluarga. Dan islam membawa semangat persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal ketaqwaan dihadapan Allah, tidak untuk semua peran yang mereka miliki. Laki-laki dan wanita secara kodrat memang diciptakan dalam keadaan yang berbeda.

Bukti ayat alquran yang menyamakan wanita dan laki-laki misalnya, ’wahai manusia, kami telah menciptakan kamu dari satu jiwa menjadi laki-laki dan wanita, dan menjadikan kamu bersuku-suku bangsa, agar kamu saling mengenal satu sama lain”.(QS;49 ayat 13). Atau dalam ayat, ”tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya”. (QS. Al Mudatsir: 38). Dan banyak ayat-ayat lain, terutama dengan sebutan wahai orang-orang yang beriman, yang berarti seruan baik kepada laki-laki maupun wanita.

Hanya saja dalam implementasinya, ada beberapa kelompok dalam Islam yang berbeda pendapat tentang human right wanita, yaitu:

1. Pendekatan sekuler

Kelompok ini ingin menegakkan penilaian tentang human right wanita sesuai dengan yang berlangsung di negara-negara modern, dengan pendekatan logis. Hanya saja mereka mempunyai masalah, yaitu;pertama, negara islam sangat peka untuk menolak sesuatu yang digunakan dengan pendekatan di luar Islam, kedua, akan berbenturan dengan pemahaman kelompok konservatif dalam memahami Al-quran, dan ketiga, mayoritas muslim ingin hidup dengan standar agama Islam, bukan hukum logis.

2. HAM tidak sesuai Islam

(10)

kelompok ini antaralain berkenaan dengan hukum yang dinilai sangat God persfektif dan tidak aplicable untuk manusia, dan kedua adalah masalah pola hukum yang statis, yang menurut mereka tidak sesuai dengan kehidupan manusia yang dinamis.

3. Merekonsiliasi

Mereka menilai bahwa Islam secara hukum banyak mempunyai persamaan dengan hukum barat, pada beberapa hal yang berbeda hendaknya dilakukan rekonsiliasi pemaknaan. Oleh karena itu diperlukan adanya dialog antarperadaban dan pengukuran terhadap pilihan hukum berdasarkan kemanfaatan bersama. Pendekatan ini lagi-lagi sulit diterapkan karena mayoritas muslim hanya mau menerima barat dari segi kemajuan teknologinya saja, tidak dalam hal budaya.

4. Pendekatan interpretasi

Kelompok ini pada awalnya mengesankan diri tidak memperdebatkan antara Alquran dan hukum internasional, hanya saja mereka bergerak dari keyakinan bahwa Islam pasti sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, ketika muncul persoalan, ukuran yang digunakan adalah upaya melakukan interpretasi terhadap teks-teks quran yang literal.

(11)

mungkin karena persoalan lain misalnya keluarga yang mempunyai persoalan ekonomi, misalnya karena gaji suami yang terlalu kecil dan kebutuhan yang semakin banyak. Atau bahkan suami tidak lagi mampu bekerja. Pada kondisi seperti ini, tentu saja konsekuensinya secara logika juga harus berkaitan dengan masalah pembagian harta warisan.

B. Persoalan Islam dan Demokrasi

HAM adalah hak dasar manusia yang diberikan oleh Allah sebelum manusia ada sekalipun. Dalam Islam, karena manusia merupakan khalifah Allah, maka hak mereka diatur oleh Allah melalui wahyu. Sementara dalam bahasa arab, hak berasal dari kata haqq yang jamaknya huquk, yang berarti terciptanya fakta, kebenaran, keadilan, dan persamaan. Beberapa ulama seperti imam shalabi mengatakan bahwa haq artinya sesuatu yang sesuai dengan kebenaran. Dalam islam, hak asazi didasarkan atas karamah, kebebasan (hurruriyah), humanisme (insaniah), persamaan (musawah), kemanfaatan (insaniah), pertanggungjawaban (mas’uliah), kerjasama (ta’awun), dan keadilan (justice). HAM dalam islam juga berkaitan dengan masalah hukum. Dalam hal ini, hukum Islam meliputi syariah yang berasal wahyu (alquran dan hadist) dan fkh (yang bermakna pemahaman dan interprestasi terhadap wahyu). Tentu saja berarti dalam fkih akan sangat erat kaitannya dengan penggunaan akal manusia.

(12)

manusia (mu’amalah), diberikan kebebasan menggunakan otak selama tidak bertentangan dengan persoalan syariah.

Para pemikir islam seperti Al-Ghozali mengatakan bahwa islam sangat dekat dengan konsep hak asazi manusia. Bahkan lebih detil dari pemikiran orang barat, dalam islam diatur hubungan seseorang dengan keluarga, orang tua, anak, dengan tetangganya, dan beberapa hak sosial dan politik lainnya, seperti hubungan dengan pemimpin. Setiap orang hidupnya dilindungi, punya hak untuk mempunyai rumah dan fasilitas lainnya, serta bebas dalam berekspresi dan berpendapat. Hanya saja dalam Islam, karena hukum tertinggi adalah Al-quran dan sunnah, apapun yang berkenaan dengan hak dibatasi oleh dua pedoman tersebut. Islam lahir di tengah masyarakat yang sangat bebas.Dalam perkembangannya, banyak orang-orang badui yang hidup dalam peperangan juga memeluk Islam. Mereka juga tidak punya tempat menetap yang pasti. Satu hal lagi yang perlu dicatat, bahwa dimasa rasulullah, ashobiyah (sikap fanatik/berlebih-lebihan terhadap kelompok) sangat kuat.

Ketika datang, Islam menawarkan satu konsep baru yang bernama persamaan ketika seseorang sudah menjadi muslim. Tidak ada satu kaum yang lebih muliah dibandingkan dengan lainnya, kecuali karena ukuran ketakwaan. Dengan konsep ini, orang-orang badui kemudian merasa dihargai hak-haknya oleh Islam. Hak manusia pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu hak pribadi dan hak yang menyangkut publik. Perbedaan keduanya terletak pada penekanan untuk apa hak tersebut ada, dominan pada kepentingan pribadi atau publik.

Beberapa hal yang lebih dominan berkenaan dengan individu disebut sebagai hak pribadi, antaralain meliputi:

(13)

Alquran ayat yang lain dikatakan jangan kamu membunuh orang-orang yang tidak dibolehkan kamu membunuhnya, kecuali kamu diperintahkan.

2. hak keamanan – jaminan keamanan baik muslim maupun kafr dzimmi 3. hak untuk dihargai – perintah saling menghargai

4. hak persamaan – tidak ada yang lebih mulia dari orang arab atau bukan arab kecuali karena ukuran ketaqwaan. Semua manusia pada hakikatnya adalah khalifah Allah di muka bumi ini.

5. hak persaudaraan – sesama orang beriman adalah bersaudara

6. hak keadilan – seorang pemimpin haruslah seorang yang adil. Dalam cerita pengumpulan hadits, seorang yang membohongi ayam juga tidak bisa diterima haditsnya. Dalam alquran disebutkan, sesungguhnya penglihatanmu, pendengaranmu dan otakmu akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, jika diminta untuk menghakimi persoalan manusia, engkau harus bertindak adil.

Secara jelas, Abu A’la Al Maududi juga mengatakan, keadilan tidak hanya untuk masyarakat satu bangsa, satu suku, bangsa atau ras, melainkan keadilan untuk seluruh masyarakat islam seluruhnya, bahkan untuk semua manusia di muka bumi. hak memilih – islam memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih pekerjaannya, rekreasi, menikah, bahkan dalam menentukan agama. Misalnya frman Allah, silakan pergi ke penjuru bumi dan lihat bagaimana penciptaan Allah.

Sementara hak publik adalah, penghormatan terhadap urusan individu untuk kepentingan publik, antaralain meliputi:

1. ibadah – makna dalam rukun Islam

(14)

3. Hak untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan urusan public seperti berjihad, membayar zakat, menuntaskan kemiskinan, dst.

BAB III PENUTUP

(15)

DAFTAR PUSTAKA

1. 2.

3. MD. Hasri, “ISLAM DAN DUNIA SAINTIFIK”.

www.academia.edu/30132556/ISLAM_DAN_DUNIA_SAINTIFIKDI UNDUH 24 NOVEMBER 2017

Referensi

Dokumen terkait

Apabila indikasi tersebut terjadi, Perusahaan harus menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) atas nilai aktiva dan mengakui penurunan nilai

Untuk menganalisa maka peralatan monitoring harus terhubung ke sistem distribusi listrik pada titik di mana fenomena elektromagnetik atau titik gangguan yang dapat diukur.

Menurut Geertz dalam teorinya mengenai pertanian di Jawa pada masa pra kolonial dibagi menjadi empat tingkat daerah kesuburan, wilayah kesuburan pada tingkat pertama adalah

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program pembinaan usaha kecil menengah subsektor perikanan di wilayah pesisir terhadap peningkatan

Ada beberapa cara untuk membuat tabel sumber data dalam Mail Merge yang nantinya akan digabungkan dengan dokumen surat utama, yaitu menggunakan menu Tools dan

Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam pasal 4 ayat (6) Penetapan Presiden Nomor 6 tahun 1959 (disempurnakan) dan pasal 5 sub b Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi

Berfungsi untuk memfasilitasi transmisi informasi, dimana perlengkapan komunikasi terdiri dari modem yang memfasilitasi transmisi data lewat jaringan telefon pada processor

Antar Surya Media tersebut yaitu “Menjadikan perusahaan media informasi terbesar, terpadu, dan terbaik di Jawa Timur melalui penerbitan surat kabar regional dengan