• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - LAP TAHUNAN 10

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - LAP TAHUNAN 10"

Copied!
230
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Revitalisasi pembangunan bidang kesehatan tahun 2010-2014

mengarah pada revitalisasi pelayanan kesehatan;

ketersediaan,distribusi,retensi dan mutu SDM, keterjangkauan obat,vaksin

dan alat kesehatan; jaminan kesehatan masyarakat; keberpihakan pada

DTPK (daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan) dan DBK (daerah

bermasalah kesehatan) dan reformasi birokrasi.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dituangkan dalam berbagai

program kesehatan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan,

pengawasan dan pengendalian serta pertanggungjawaban secara

sitematis, berjenjang dan berkelanjutan, sebagaimana yang terdapat

dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN).

Kita sadari bahwa sistem informasi kesehatan yang ada saat ini

masih jauh dari kondisi ideal, yaitu belum mampu menyediakan data dan

informasi kesehatan yang evidence based sehingga belum mampu

menjadi alat manjemen kesehatan yang efektif. Berbagai masalah klasik

masih dihadapi dalam penyelenggaraan sistem informasi kesehatan.

Diantaranya adalah kegiatan pengelolaan data dan informasi belum

terintegrasi dn terkoordiasi dalam satu mekanisme kerjasama yang baik.

Salah satu alat transformasi data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan

(2)

pembangunan kesehatan. Sedangkan pada pembangunan kesehatan

adanya upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang

bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan

hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatn masyarakat

yang setinggi- tingginya. Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari

berbagai indikator yang meliputi indikator angka harapan hidup, angka

kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat.

Dalam penyajiannya diusahakan untuk menampilkan berbagai data

dan informasi yang menjawab Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan

yakni “Masyarakat Sehat Yang Mandiri Dan Berkeadilan”.

1.2. Maksud dan Tujuan

Laporan Tahunan disusun untuk memberikan gambaran dan

informasi tentang hasil pembangunan kesehatan yang telah dicapai oleh

Pemerintah Kota Padang khususnya Dinas Kesehatan Kota Padang

selama tahun 2010. Laporan tahunan Dinas Kesehatan ini disusun dari

data-data laporan kegiatan yang didapat dari masing-masing bidang dan

(3)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 3

BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1. GEOGRAFI

! "

! # $ % & " " ' ($ )$( *++

'

" " # " ) *

' $ ' " ,

" ' * %

( + *( + - ' ' % " ' ) " +

& **- # ).- " . # / 0

) * 1+

'

" ' + " '

) " ' "

" ) " '

" ) " ' 2 0

) * 1+

2.2. DEMOGRAFI

' * )

% " ' , !(+ ! % 3 ,

(4)

, ' ) , "

% ' ) " % ' 2) 22) 222 " % ' " +

" % ' " ' )

% " ' , +.!$ " , "

' " , ) , + $ " )

, " " ' * ( ' * .

, *+.. " + ,

' , $ ' +

" ' " " 2

" " " ' +

" ' '

" " ' , " ' " ' " ) ' )

" ) + ' "

2 5 02 51 , " '

, % ' ) ' ) ' , " , +

% ' ' *)

& ' , " " % ' ,

" , "

" '+ & , " % ' '

" , "

(5)
(6)
(7)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 7

2.3. SARANA DAN PRASARANA PELAYANAN KESEHATAN

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan

pemerataan jangkauan pelayanan kesehatan. Dalam upaya mencapai

tujuan tersebut penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang

bermutu merupakan hal yang penting.

2.3.1. Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan yang ada dikota Padang adalah :

a. Puskesmas

Fasilitas pelayanan yang tersedia di kota Padang saat ini, secara umum

sudah memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Pada

tingkat pelayanan dasar, saat ini terdapat 20 buah puskesmas yang

terletak pada 11 kecamatan di Kota Padang diantaranya terdapat 5 buah

(8)

b. Puskesmas Pembantu

Puskesmas Pembantu didirikan untuk meningkatkan aksesibilitas

pelayanan kesehatan sampai ke daerah yang sulit dijangkau dan juga

memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan

kesehatan sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan. Pada tahun

2009 dibangun 3 buah puskesmas pembantu, sehingga total puskesmas

pembantu yang beroperasi pada tahun 2010 adalah 62 buah.

c. Poskeskel.

Pada Tahun 2008 telah dibangun Poskeskel sebanyak 16 unit dan pada

tahun 2009 dibangun 3 Poskeskel dan Tahun 2010 dibangun empat (4)

Poskeskel lagi sehingga menjadi 23 Poskeskel. Poskeskel ini dibangun

dengan dana DAK, APBD, Swadaya masyarakat dan PNPM mandiri.

d. Puskesmas Keliling

Sarana transportasi pendukung pelayanan puskesmas antara lain

puskesmas keliling (kendaraan roda 4), pada tahun 2010 berjumlah 21

buah dan kendaraan roda 2 sebanyak 88 buah. Artinya setiap

Puskesmas sudah didukung fasilitas Puskesmas keliling roda 4

sebanyak 1 unit. Kendaraan operasional Roda 4 di Dinas Kesehatan

Kota Padang berjumlah 14 unit dan kendaraan roda 2 berjumlah 18 unit.

e. Sarana dan prasaran lain

1. Rumah Sakit Umum Daerah : 1 buah.

2. Rumah Sakit Pemerintah : 4 buah.

3. Rumah Sakit Swasta : 22 buah.

(9)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 9

5. Apotik : 190 buah.

6. Toko Obat : 122 buah.

7. Laboratorium Kesehatan Swasta : 15 buah.

8. Optikal : 45 buah.

9. Pos Yandu : 854 buah.

10. Rumah Bersalin : 45 buah

2.3.2. Tenaga Kesehatan

Jumlah tenaga di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang pada tahun

2009 adalah 1.161 orang yang terdiri dari 923 orang PNS, 110 orang PTT,

20 orang NPD, Pegawai harian musiman 4 orang, dan tenaga felontir 104

orang. Berikut distribusi tenaga berdasarkan fungsi :

• Dokter Umum : 74 orang

• Dokter Gigi : 49 orang

• Bidan : 330 orang

• Perawat : 230 orang

• Tenaga kesehatan masyarakat : 68 orang

• Tenaga Gizi : 30 orang

• Apoteker : 3 orang

• Tenaga Farmasi : 59 orang

• Analis Labor : 35 orang

• Tenaga Kesehatan Lingkungan : 27 orang

• Ahli Fisioterapist : 2 orang

• Pekarya kesehatan : 25 orang

(10)

• Non Kesehatan : 123 orang

(11)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 11

BAB III

VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI

3.1. VISI PEMBANGUNAN KESEHATAN KOTA PADANG

Gambaran keadaan masyarakat Kota Padang di masa depan atau

visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah Kota

Padang Sehat 2010

Dengan visi ini diharapkan terwujudnya lingkungan sehat dan perilaku

sehat serta meningkatnya mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan

sehingga derajat kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat dapat

meningkat secara optimal.

3.2. MISI PEMBANGUNAN KOTA PADANG

Untuk dapat mewujudkan visi Kota Padang Sehat 2010 ditetapkan

empat Misi Pembangunan Kesehatan sebagai berikut:

1. Mengerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.

2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,

merata dan terjangkau.

4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan

masyarakat beserta lingkungannya.

3.3. TUJUAN DAN SASARAN

3.3.1 Tujuan

Sebagai penjabaran dari visi maka tujuan yang akan dicapai adalah

Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi

(12)

optimal melalui terciptanya masyarakat Kota Padang yang hidup dengan

perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk

menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata

dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang

setinggi-tingginya. Dinas Kesehatan sebagai Dinas teknis Kota yang mengelola

kesehatan dituntut perannya dalam pengelolaan dan pelayanan

kesehatan untuk mewujudkan keadaan:

a. Terciptanya kondisi pelayanan kesehatan secara prima.

b. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta meningkatkan

mutu pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh seluruh lapisan

masyarakat serta membudayakan hidup bersih dan sehat.

c. Semakin meningkatnya jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan

yang dilakukan oleh puskesmas terutama pada keluarga miskin dan

rentan sosial

d. Terbentuknya masyarakat yang berkualitas yang ditandai dengan

semakin banyaknya jumlah keluarga yang mempunyai derajat

kesehatan yang semakin tinggi

e. Semakin meningkatnya jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan

yang dilakukan puskesmas terutama pada keluarga miskin dan

rentan sosial

f. Semakin banyaknya keterlibatan sektor swasta dan masyarakat

dalam kegiatan pelayanan kesehatan

3.3.2. Sasaran

Sasaran pembangunan kesehatan untuk mencapai tujuan yang telah

(13)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 13

a) Terlaksananya pembangunan berwawasan kesehatan.

b) Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB ).

c) Menurunnya Angka Kematian Ibu ( AKI ).

d) Meningkatnya Usia Harapan Hidup.

e) Meningkatnya Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat ( UKBM ).

f) Menurunnya penderita penyakit menular dan penyakit tidak menular.

g) Meningkatnya Mutu Pelayanan kesehatan dasar dan Rujukan.

h) Meningkatnya perilaku hidup sehat.

i) Meningkatnya Kesehatan Lingkungan.

j) Meningkatnya pengawasan terhadap Obat, Makanan dan Minuman.

k) Meningkatnya Manajemen Kesehatan disemua tingkat administrasi.

(14)

BAB IV

KEDUDUKAN, STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI .

4.1. KEDUDUKAN

Sesuai dengan Perda No. 16 tahun 2008 tentang Pembentukan

Susunan Organisasi Dinas Daerah maka Dinas Kesehatan Kota Padang

merupakan Dinas Teknis Kota bertugas mengelola kesehatan yang

dikepalai oleh seorang kepala Dinas.

4.2. STRUKTUR ORGANISASI

Adapun Susunan Organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari:

1. Kepala Dinas.

2. Sekretariat terdiri dari:

a. Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian

b. Sub. Bagian Keuangan

c. Sub. Bagian Penyusunan Program

3. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi :

a. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar

b. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak

c. Seksi Gizi dan Kesehatan Khusus

4. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, membawahi:

a. Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit

b. Seksi Wabah dan Bencana

(15)

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG 15

5. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, membawahi:

a.Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia

(SDM)

b.Seksi Promkes dan Peran Serta Masyarakat (PSM)

c. Seksi Registrasi dan Akreditasi

6. Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan, membawahi:

a.Seksi Jaminan Kesehatan

b.Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan

(16)

Bagan . 1

STRUKTUR ORGANISASI

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA dr. Hj EFRIDA AZIZ, M.Sc

KEPALA

Gizi & Peny Khusus Neldawati,SE

KEPALA

BIDANG Jaminan & Sarkes

(17)

4.3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sesuai dengan PeraturanWalikota Padang Nomor 28 Tahun 2008

tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas kesehatan, yaitu :

Dinas Kesehatan Kota Padang merupakan unsur pelaksana Pemerintahan

Daerah di bidang kesehatan yang dipimpin oleh seorang Kepala yang

berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui

Sekretaris Daerah.

Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan Kota Padang adalah :

1) Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan

pemerintahan daerah di bidang kesehatan dan tugas pembantuan ;

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas

Kesehatan menpunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan ;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang

kesehatan ;

c. Pembinaan dan pelaksanaan urusan di bidang kesehatan ;

d. Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Dinas ;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan

tugas dan fungsinya.

Dalam menjalankan fungsinya Kepala Dinas Kesehatan dibantu oleh bagian

dan bidang sebagai berikut:

A. SEKRETARIAT

(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan

(18)

(2) Sekretariat mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam memberikan

pelayanan administrasi kepada seluruh satuan organisasi dilingkungan

Dinas Kesehatan dalam urusan umum, urusan perlengkapan, urusan

keuangan, urusan kepegawaian, urusan perpustakaan, evaluasi dan

pelaporan.

(3) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2), Sekretariat

mempunyai fungsi :

+ Menyusun administrasi kepegawaian, perlengkapan dan peralatan,

urusan rumah tangga dinas, keuangan, dokumentasi, perpustakaan dan

kearsipan;

+ Menyusun anggaran, pembinaan organisasi dan tata laksana, menyusun

evaluasi dan pelaporan;

+ Meningkatkan Sumber daya manusia;

+ Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

(4) Masing-masing sub bagian sebagaimana dimaksud pasal 2 angka 2 huruf a

dan b, dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan

tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

A.1. Sub Bagian Umum

0 1 Sub Bagian Umum mempunyai tugas membantu Sekretaris melaksanakan

urusan Pengelolaan Administrasi dan Kepegawaian, urusan rumah tangga

Dinas.

0*1 Uraian Tugas Sub Bagian Umum sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah:

+ Mengelola tata kearsipan/ perkantoran ;

(19)

+ Melaksanakan urusan humas, pengelolaan hukum dan organisasi

+ Membuat evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas;

+ Melaksanakan urusan pengadaan peralatan / perlengkapan kantor,

pencatatan, penyimpanan, pendistribusian untuk puskesmas pembantu,

puskesmas dan DKK ;

+ Melaksanakan urusan pemeliharaan/ perawatan alat – alat kantor;

+ Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

A.2. Sub Bagian Keuangan

0 1 Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan

administrasi keuangan yang meliputi penyusunan rencana anggaran

pendapatan dan belanja dinas, verifikasi, perbendaharaan, penyusun

pertanggung jawaban keuangan dinas.

0*1 Uraian tugas Sub Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah :

a. Membuat rencana anggaran dan pendapatan belanja dinas;

b. Mengkoordinir pengadministrasian belanja administrasi umum, belanja

operasional dan pemeliharaan serta belanja modal, baik belanja

aparatur maupun publik keuangan dinas;

c. Pertanggung jawaban pencairan dana;

d. Melakukan verifikasi Anggaran pendapatan belanja dinas;

e. Membuat dan menyiapkan laporan pertanggung jawaban keuangan/

anggaran pendapatan dan belanja dinas termasuk perhitungan

anggaran;

f. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian satuan pemegang kas ;

(20)

A.3. Sub Bagian Penyusunan Program

(1) Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan urusan

penyusunan program kedinasan.

(2) Uraian tugas Sub Bagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud ayat

(1) adalah :

a. Membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk program

kedinasan;

b. Mengkoordinir perencanaan bidang atau bagian terkait;

c. Menghimpun dan menganalisa serta menyusun laporan evaluasi

program.

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

B. BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

(1) Bidang Pelayanan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang

berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

(2) Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas

dalam melaksanakan pembinaan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan,

Kesehatan Ibu dan Anak, Anak Usia Sekolah, Pemantauan Gizi anak dan

ibu hamil serta pelayanan Kesehatan Khusus di puskesmas, puskesmas

pembantu, dan Posyandu.

(3) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2), Bidang

Pelayanan Kesehatan mempunyai fungsi :

a. Mengenal wilayah kerja dengan melakukan pendekatan kepada dinas

(21)

b. Menyusun rencana kerja tahunan bersama staf dan instansi terkait

dalam program kesehatan keluarga;

c. Menyusun rencana kerja tahunan berdasarkan DIP daerah, analisa

situasi, dan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun lalu bersama

staf;

d. Menyelenggarakan rapat bulanan bersama staf bidang pelayanan

kesehatan untuk mengevaluasi kegiatan yang sedang berjalan,

mengidentifikasi perencanaan dan pemecahannya serta menyusun

rencana kegiatan lainnya;

e. Membuat tata cara kerja di lingkungan bidang pelayanan kesehatan

yang meliputi pendistribusian tugas kepada bawahan, penentuan target

kerja dan bimbingan pelaksanaan tugas bawahan;

f. Membuat laporan hasil tentang pelaksanaan kegiatan setiap tahun,

masalah yang ditemui untuk sebagai salah satu bahan dalam

perencanaan tahun berikutnya.

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

B.1. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan

(1) Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam pembinaan dan

pengawasan mutu pelayanan kesehatan dasar serta sistim rujukan di

Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Rumah Sakit serta pembinaan

pengelolaan manajemen dan pengembangannya.

(2) Uraian Tugas Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan sebagaimana yang

(22)

a. Mengkoordinir pengelolaan dan penilaian kinerja Puskesmas dan

Rumah Sakit;

b. Menetapkan standar pelayanan minimal untuk Pelayanan Kesehatan

Dasar

c. Merencanakan dan melaksanakan pembinaan dan pengawasan

terhadap peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas dan Rumah Sakit;

d. Melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan Puskesmas dan

Rumah Sakit;

e. Melakukan pembinaan tekhnis;

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

B.2. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak

(1) Mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam pembinaan pelayanan

kesehatan ibu (hamil, bersalin/nifas, dan menyusui), balita dan anak usia

sekolah.

(2) Uraian tugas seksi Kesehatan Ibu dan Anak sebagaimana yang dimaksud

butir (1) adalah :

a. Mengkoordinir dan melaksanakan pembinaan pelayanan kesehatan ibu,

anak, KB, dan UKS;

b. Mengkoordinir pelaksanaan kesehatan ibu (hamil, bersalin/nifas, dan

menyusui) di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Klinik Bersalin, dan

Bidan Praktek Swasta (BPS);

c. Mengkoordinasi pelayanan kesehtan balita dan anak usia sekolah di

(23)

d. Melakukan pembinaan tenaga kesehatan dan penolong persalinan

termasuk BPS;

e. Melakukan Audit Maternal dan Perinatal (AMP);

f. Mengkoordinasikan pelayanan Keluarga Berencana;

g. Mengkoordinasikan pembinaan dukun bersalin;

h. Mengkoordinasikan bimbingan tekhnis ke puskesmas, puskesmas

pembantu, dan Bidan pembina wilayah kelurahan;

i. mengumpulkan bahan penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan anak

sekolah;

j. mengkoordinasikan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah tingkat SD,

SMP, dan SMU;

k. Melaksanakan pelatihan guru UKS, dan Kader Kesehatan Remaja;

l. Membimbing Puskesmas dalam kesehatan ibu anak dan anak usia

sekolah;

m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

B.3. Seksi Gizi dan Kesehatan Khusus

(1) Mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam pembinaan program gizi

dan kesehatan khusus meliputi kesehatan jiwa, kesehatan mata, kesehatan

kerja, kesehatan haji, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan olah raga, dan

kesehatan Lansia.

(2) Uraian tugas seksi Gizi dan Kesehatan Khusus sebagaimana yang dimaksud

butir (1) adalah :

(24)

b. Melakukan pemantauan status gizi balita dan ibu melalui kegiatan

puskesmas dan posyandu;

c. Melakukan pemantauan anak sekolah akibat kekurangan Yodium;

d. Melakukan pemantauan anak sekolah akibat kekurangan Vitamin A;

e. Merencanakan pemberian makanan tambahan pada kasus KEP;

f. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan

kesehatan khusus meliputi kesehatan jiwa, kesehatan mata, kesehatan

kerja, kesehatan gigi mulut serta kesehatan olah raga dan kesehatan

lansia;

g. Mengkoordinir program lanjut usia (Lansia);

h. Melaksanakan pembinaan kelompok Lansia yang ada di wilayah kerja

puskesmas;

i. Melakukan bimbingan tekhnis ke puskesmas dan Rumah Sakit;

j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

C. BIDANG PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN

( 1 ) Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala

Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala

Dinas.

( 2 ) Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan mempunyai tugas membantu

kepala dinas dalam menyusun rencana penyelengaraan kegiatan

Pengamatan, Pengawasan, Pemberantasan, Pencegahan Penyakit,

penanggulangan wabah dan bencana serta kesehatan lingkungan.

( 3 ) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat ( 2 ), Bidang

(25)

a. Merencanakan program dan kegiatan yang berkaitan dengan bidang

pengendalian masalah kesehatan.

b. Bimbingan operasional, pengawasan dan evaluasi program di Bidang

pengendalian masalah kesehatan.

c. Penyusunan pedoman dan standar pengembangan pelayanan serta

manajemen program dalam lingkup bidang Pengendalian Masalah

Kesehatan.

d. Penyebar luasan informasi dalam cara Pengendalian masalah

kesehatan.

e. Pelaksanaan kordinasi dalam pengendalian wabah dan bencana.

f. Pembinaan dan pengawasan kesehatan lingkungan pemukiman,kualitas

air yang digunakan masyarakat, tempat produksi dan penjualan

minuman serta tempat – tempat umum.

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

C.1. Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit

( 1 ) Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit mempunyai tugas dan

Menyusun Perencanan, Pembinaan dan Pengawasan Program

Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit.

( 2 ) Uraian tugas seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit

sebagaimana dimaksud ayat ( 1 ) adalah :

a. Membuat rencana kegiatan pemberantasan penyakit menular maupun

tidak menular.

b. Membuat rencana kebutuhan obat dan sarana program TB Paru, Ispa,

(26)

c. Melakukan kordinasi Pelaksanaan Pencegahan Penyakit, termasuk

imunisasi dengan Rumah Sakit, se Kota Padang, puskesmas, dokter

/Bidan Praktek Swasta, klinik bersalin dan sekolah setingkat SD/MI se

Kota Padang.

d. Melakukan Pembinaan dan Pengawasan mengenai kegiatan

pencegahan penyakit / Imunisasi kepada Rumah Sakit, puskesmas,

dokter/Bidan Praktek Swasta se Kota Padang

e. Pengambilan dan distribusi vaksin dan logistik imunisasi secara

berkala ke Dinas Kesehatan Propinsi

f. Membantu Pemeliharaan dan perbaikan Cold Chain Puskesmas.

g. Melakukan pemantapan manajemen pencegahan penyakit dan

imunisasi melalui pembuatan dan pegawasan PWS ( Pemantauan

Wilayah Setempat ) serta mapping daerah UCI ( Universal Child

Immunization ).

h. Mengkordinasikan pelaksanaan kegiatan pengendalian ,

pemberantasan penyakit menular maupun tidak menular dengan

Rumah Sakit dan puskesmas.

i. Monitoring dan bimbingan tehnis, program Pengendalian dan

pemberantasan penyakit ke puskesmas

j. Melakukan Pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanan program

Pengendalian dan pemberantasan penyakit di puskesmas.

k. Melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap calon

jemaah haji.

(27)

C.2. Seksi Wabah dan Bencana

( 1 ) Seksi Wabah dan Bencana mempunyai tugas menyusun perencanaan,

pembinaan dan pengawasan program penanggulangan wabah dan

bencana.

( 2 ) Uraian tugas seksi Wabah dan Bencana sebagaiman dimaksud ayat ( 1 ),

adalah :

a. Mengkordinasikan pelaksananan penanggulangan wabah dan bencana

dengan puskesmas, rumah sakit dan pihak terkait lainnya.

b. Merencanakan kegiatan pra, saat dan pasca terjadi wabah dan

bencana.

c. Melakukan penyelidikan kasus AFP dan penyakit menular lain yang

berpotensi wabah serta keracunan.

d. Menghimpun dan menganalisa data survelans, kejadian luar biasa,

wabah penyakit menular dan bencana dari rumah sakit dan puskesmas.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

C.3. Seksi Kesehatan Lingkungan

( 1 ) Seksi kesehatan Lingkungan mempunyai tugas menyusun perencanaan,

pengkordinasian, Pembinaan dan pengawasan terhadap kesehatan

lingkungan pemukimam, tempat-tempat umum, tempat pengolahan

/produksi dan penjualan makanan dan minuman serta berbagai fasilitas

kesehatan lainnya.

( 2 ) Uraian tugas seksi Kesehatan Lingkungan sebagaimana yang dimaksud

(28)

a. Merencanakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan

lingkungan.

b. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pencemaran

lingkungan (udara, air, tanah dan bahan pencemar yang berasal dari

industri, pestisida, kendaraan bermotor, rumah sakit dan tempat usaha

lain ) serta pengawasan terhadap kualitas air : PDAM, DAM dan Industri

perusahaan air minum lainnya (air minum, air bersih, air badan air,

kolam renang, pemandian umum, limbah).

c. Melakukan pembinaan, pengawasan TPS, TPA bekerjasama dengan

sektor terkait.

d. Melakukan pembinaan terhadap Kelompok Pemakai air ( POKMAIR )

dan kader kesehatan, AMPL (air minum dan penyehatan lingkungan).

e. Pengawasan sanitasi hotel, restoran, pasar dan daerah tujuan wisata.

f. Pengawasan dan pembinaan sanitasi kawasan pemukiman.

g. Koordinasi dengan lintas sektor/ lintas program yang menyangku Amdal,

UKL/ UPL serta kegiatan lingkungan lainnya.

D. BIDANG PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA

( 1 ) Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia dipimpin oleh seorang

Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Kepala Dinas.

( 2 ) Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia mempunyai tugas membantu

Kepala Dinas dalam mengkoordinasikan, melaksanakan perencanaan,

pembinaan dan mengawasi kegiatan Perencanaan Pendayagunaan

(29)

Promosi Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat, serta Registrasi dan

Akreditasi.

( 3 ) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat ( 2 ), Bidang

Pengembangan Sumberdaya Manusia berfungsi :

a. Perencanaan, pengkoordinasian dan pembinaan kegiatan Perencanaan

Pendayagunaan SDM dan Diklat yang berkaitan dengan tenaga

kesehatan ;

b. Perencanaan, pengkoordinasian dan pembinaan serta pengembangan

kegiatan Diklat ;

c. Perencanaan, pengkoordinasian dan pembinaan kegiatan Promosi

Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat yang dilaksanakan oleh tenaga

kesehatan melalui berbagai media serta pengembangan Upaya

Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) ;

d. Perencanaan, pengkoordinasian serta pembinaan kegiatan budaya

hidup bersih dan sehat

e. Perencanaan, pengkoordinasian, pembinaan untuk mendorong

tumbuhnya peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan melalui

pemberdayaan masyarakat ;

f. Perencanaan, pengkoordinasian dan pembinaan kegiatan Registrasi

dan Akreditasi Sarana Prasarana dan Tenaga Kesehatan ;

g. Pengawasan dan Pengendalian perizinan dibidang kesehatan ;

h. Mengkoordinasikan, pembinaan dan pengawasan pembangunan yang

berwawasan kesehatan ;

i. Melaksanakan evaluasi dan membuat laporan kegiatan Bidang untuk

(30)

j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

D.1. Seksi Perencanaan Pendayagunaan SDM Dan Diklat

( 1 ) Seksi Perencanaan Pendayagunaan SDM dan Diklat mempunyai tugas

menyusun perencanaan, pengkoordinasian, pembinaan, pengawasan dan

pengendalian Pendayagunaan SDM dan Diklat.

( 2 ) Uraian tugas seksi Perencanaan Pendayagunaan SDM dan Diklat

sebagaimana yang dimaksud ayat ( 1 ) adalah :

a. Membuat rencana dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan

dengan upaya pendayagunaan SDM kesehatan ;

b. Membuat rencana kebutuhan dan pengembangan tenaga kesehatan

termasuk tugas belajar / izin belajar, penempatan tenaga kesehatan

sesuai latar belakang pendidikan secara berkala ;

c. Melakukan koordinasi dan pembinaan kepada Institusi Penyelenggara

Pendidikan di Bidang Kesehatan dalam rangka optimalisasi

pendayagunaan SDM Kesehatan ;

d. Menggerakkan partisipasi masyarakat melalui pendayagunaan SDM

Kesehatan pada organisasi kemasyarakatan, generasi muda, pramuka,

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dll ;

e. Membina dan mengembangkan hubungan kerja sama dengan lembaga

terkait bidang tenaga kerja baik dalam negeri maupun luar negeri ;

f. Melakukan koordinasi, pembinaan dan pengembangan terhadap

peningkatan kualitas SDM kesehatan agar siap di pasar kerja ;

g. Mengembangkan modul yang terkait dengan pendayagunaan SDM

(31)

h. Merencanakan dan melaksanakan pelatihan teknis kesehatan dan

pelatihan fungsional kesehatan untuk mencapai persyaratan kompetensi

teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas tenaga kesehatan

sesuai persyaratan kompetensi, jenis dan jenjang jabatan fungsional

masing - masing ;

i. Menjalin kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor ;

j. Menghimpun dan menganalisa data untuk bahan perencanaan kegiatan

dan laporan seksi Pendayagunaan SDM dan Diklat ;

k. Melakukan pencatatan dan pelaporan ;

l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

D.2. Seksi Promosi Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat

( 1 ) Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Peran Serta Masyarakat

mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengkoordinasian,

membina dan mengawasi kegiatan promosi kesehatan (Promkes) dan

peranserta masyarakat (PSM) serta pengembangan Upaya Kesehatan

Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dilaksakan oleh tenaga

kesehatan diberbagai fasilitas kesehatan dengan menggunakan berbagai

media.

( 2 ) Uraian tugas seksi Promkes dan Peran Serta Masyarakat sebagaimana

yang dimaksud ayat ( 1 ) adalah :

a. Melaksanakan penyuluhan kesehatan dalam rangka meningkat perilaku

hidup sehat pada masyarakat;

b. Menyebarluaskan informasi kesehatan melalui Poster, Radio, Televisi,

(32)

c. Menyediakan data yang berhubungan dengan seksi Promosi Kesehatan

dan Peran Serta Masyarakat ;

d. Membuat rencana dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan

dengan upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan;

e. Melakukan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kegiatan

peningkatan peran serta masyarakat di bidang kesehatan;

f. Menggerakkan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan melalui

organisasi kemasyarakatan, generasi muda, pramuka dan LSM;

g. Membina dan mengembangkan Upaya Kesehatan Berbasis

Masyarakat;

h. Mengumpulkan bahan serta mengolah laporan dan evaluasi

pelaksanaan bimbingan penyuluhan kesehatan pada masyarakat;

i. Melakukan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan bimbingan

penyuluhan kesehatan dengan instansi terkait;

j. Menjalin kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor;

k. Menyusun dan menganalisa data untuk laporan kegiatan seksi promosi

kesehatan dan peran serta masyarakat ;

l. Melakukan pencatatan dan memberikan laporan kepada Kepala Bidang;

m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

D.3. Seksi Registrasi dan Akreditasi

( 1 ) Seksi Registrasi dan Akreditasimempunyai tugas Menyusun perencanaan,

pengkoordinasian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian tentang

registrasi dan akreditasi tenaga dan sarana pelayanan kesehatan serta

(33)

( 2 ) Uraian tugas seksi Registrasi dan Akreditasi sebagaimana yang dimaksud

ayat ( 1 ) adalah :

a. Membuat rencana dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan

dengan registrasi tenaga kesehatan ;

b. Melakukan pemantauan dan pembinaan secara terpadu bersama tim

terkait ;

c. Melakukan pengumpulan data, analisa data yang berhubungan dengan

kegiatan seksi registrasi dan akreditasi ;

d. Melakukan Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan

pelatihan kesehatan dalam rangka pelaksanaan pelatihan yang

terakreditasi ;

e. Mengeluarkan surat izin praktek tenaga kesehatan ;

f. Menyusun dan menganalisa data untuk laporan kegiatan seksi registrasi

dan akreditasi;

g. Sertifikasi alat kesehatan dan PKRT Kelas I;

h. Pembenaran izin sarana kesehatan meliputi Rumah Sakit Pemerintah

kelas C dan kelas D, rumah sakit swasta setara, Praktek Berkelompok,

Klinik umum/ Spesialis, Rumah Bersalin, Klinik Dokter Keluarga/ Dokter

Gigi Keluarga, Kedokteran Komplementer dan Pengobatan Tradisional

serta sarana penunjang yang setara ;

i. Pemberian izin apotik dan toko obat;

j. Menjalin kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor;

(34)

E. JAMINAN DAN SARANA KESEHATAN

( 1 ) Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala

Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala

Dinas.

( 2 ) Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas membantu

Kepala Dinas dalam pelayanan jaminan kesehatan, perencanaan dan

pengadaan serta monitoring evaluasi sarana dan peralatan kesehatan dan

kefarmasian.

( 3 ) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat ( 2 ), Bidang

Jaminan dan Sarana Kesehatan berfungsi :

a. Penyelenggaraan Jaminan kesehatan meliputi kepesertaan,

pemeliharaan dan pembiayaan.

b. Pelayanan sarana dan prasarana kesehatan (puskesmas dan pustu);

c. Penyelenggaraan kefarmasian meliputi obat, makanan dan minuman,

napza, kosmetika dan alat kesehatan.

E.1. Seksi Jaminan Kesehatan

( 1 ) Seksi Jaminan Kesehatan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang

dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi jaminan

pemeliharaan kesehatan masyarakat sesuai kondisi lokal.

( 2 ) Uraian tugas seksi Jaminan Kesehatan sebagaimana yang dimaksud ayat

( 1 ) adalah :

a. Merencanakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan

Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kota Padang

(35)

c. Mengelola Jamkesda

d. Melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait

e. Melakukan sosialisasi jaminan kesehatan

f. Melaksanakan pembinaan, monitoring pengawasan dan evaluasi

pelaksanaan jaminan kesehatan.

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

E.2. Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan

( 1 ) Seksi Sarana dan Prasarana Kesehatan mempunyai tugas membantu

Kepala Bidang dalam perencanaan dan pengadaan pelayanan sarana dan

peralatan kesehatan;

( 2 ) Uraian tugas seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan sebagaimana

dimaksud ayat ( 1 ) adalah :

a. Perencanaan, pengadaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kantor

kesehatan, puskesmas dan Pustu ;

b. Perencanaan, pengadaan dan pendistribusian alat kesehatan ;

c. Melaksanakan pembenaran, monitoring, pengawasan terhadap alat

kesehatan di Puskesmas dan Pustu ;

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

E.3. Seksi Kefarmasian

( 1 ) Seksi kefarmasian membantu Kepala Bidang dalam penyelenggaraan

kefarmasian meliputi obat, makanan dan minuman, napza, kosmetika dan

alat kesehatan.

(36)

a. Melaksanakan perencanaan, pengadaan dan pengawasan obat;

b. Melaksanakan pembinaan manajemen pengelolaan obat Puskesmas;

c. Pengawasan dan registrasi makanan dan minuman produksi rumah

tangga.

d. Pembinaan, monitoring, pengawasan dan evaluasi ke Puskesmas, toko

obat, apotik, toko makanan dan minuman, sarana produksi dan

distribusi sediaan farmasi lainnya;

e. Pengambilan sampel / contoh sediaan farmasi dilapangan;

f. Melaksanakan rekapitulasi laporan pemakaian narkoba Puskesmas,

Apotik, Rumah Sakit type C, D dan melaporkan per triwulan ke Propinsi.

(37)

BAB V

PROGRAM DAN INDIKATOR KESEHATAN

5.1. PROGRAM KESEHATAN

Program yang telah disusun dan ditetapkan sebagai strategi

kebijakan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2009 terdiri dari :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

4. Program Peningkatan Pengembangan sistem Pelaporan Capaian Kinerja

dan Keuangan

5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

6. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

7. Program Pengawasan Obat dan Makanan

8. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

9. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

10. Program Pengembangan Lingkungan Sehat

11. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

12. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

13. Program Pengadaan Peningkatan Perbaikan Sarana dan Prasarana

Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

14. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

16. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah

(38)

5.1.1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Tujuan program ini adalah untuk memenuhi kebutuhan administrasi

perkantoran dan pelayanan umum dilingkungan Dinas Kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini antara lain :

a. Penyediaan jasa surat menyurat

b. Penyedian jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

c. Penyedian jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan

dinas/operasional

d. Penyedian jasa kebersihan kantor

e. Penyedian Alat Tulis kantor

f. Penyedian barang cetakan dan penggandaan

g. Penyedian komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

h. Penyedian bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

i. Penyedian makanan dan minuman

j. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

k. Penyedian peralatan kebersihan

l. Peningkatan jasa pelayanan publik

m. Peningkatan pelayanan administrasi dan pelayanan kantor

5.1.2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Tujuan program ini adalah untuk pemeliharaan gedung dan kendaraan

dinas dilingkungan dinas Kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini antara lain :

a. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

b. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

(39)

5.1.3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Program ini bertujuan untuk meningkatakan kinerja dan kualitas aparatur

Negara melalui pertemuan dan bimbingan teknis ke puskesmas. Kegiatan

yang dilakukan adalah pengolahan data kepegawaian tenaga kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini antara lain :

a. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

b. Operasional bimbingan teknis ke lapangan

5.1.4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan

Tujuan program adalah untuk menunjang kegiatan entry data keuangan

pada aplikasi SIPKD di DPKA balaikota yang menghasilkan laporan

keuangan untuk mengetahui capaian kinerja dan keuangan Dinas

Kesehatan Kota Padang.

5.1.5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

Program ini bertujuan untuk menjamin ketersedian obat di Puskesmas dan

Puskesmas Pembantu di Kota Padang. Kegiatan-kegiatan yang

dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan antara lain :

+ Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan

+ Pengadaan Bahan Logistik (Bahan Habis Pakai)

5.1.6. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan

kesehatan dasar dan rujukan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan program adalah:

a. Peningkatan kesehatan masyarakat

(40)

5.1.7. Program Pengawasan Obat dan makanan

Program ini bertujuan untuk memantau peredaran obat, kosmetik dan

makanan di masyarakat, kegiatan yang dilaksanakan antara lain :

a. Pengawasan peredaran obat dan makanan

- Pengamanan bahaya penyalahgunaan obat narkotika,

Psikotropika, zat adiktif lain dan bahan berbahaya lainnya

- Pengamanan dan pengawasan makanan dan bahan tambahan

makanan

- Pengawasan obat, obat tradisional, kosmetik dan alat kesehatan

- Pelayanan penggunaan obat generik

5.1.8. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Tujuan dari program ini adalah untuk merubah perilaku masyarakat agar

berperilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan melalui pemberdayaan

masyarakat dan menanfaatkan media promosi. Kegiatan yang dilakukan

untuk mencapai tujuan program adalah pengembangan media promosi

dan informasi sadar hidup sehat.

5.1.9.Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Program ini bertujuan untuk menanggulangi masalah gizi di kota Padang.

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan

program adalah :

a. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi,

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), kurang Vitamin A dan

(41)

5.1.10.Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Program ini bertujuan untuk menurunkan kasus penyakit yang berbasis

lingkungan. Kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan program tersebut

adalah pengawasan kualitas air dan lingkungan.

5.1.11.Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Tujuan dari program ini adalah untuk menurunkan angka kesakitan

dan kematian karena penyakit menular. Kegiatan-kegiatan yang

dilaksanakan dalam program ini adalah :

a. Penyemprotan / Fogging sarang nyamuk

b. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular

c. Peningkatan imunisasi

d. Penanggulangan wabah dan bencana

e. Pelayanan kesehatan jemaah haji

5.1.12.Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Tujuan Program ini adalah menyusun laporan kesehatan dan standar

pelayanan minimal bidang kesehatan, dimana kegiatannya meliputi :

a. Penyusunan Standar Pelayanan Minimal

b. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

5.1.13.Program Pengadaan Peningkatan Perbaikan Sarana dan Prasarana

Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan fasilitas sarana dan

prasarana kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar dengan

pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan yang rusak akibat

gempa tanggal 30 september 2009 lalu. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan

(42)

a. Pembanguan puskesmas

b. Pembangunan Puskesmas Pembantu

c. Pengadaan saran dan prasarana puskesmas

d. Rehabilitasi sedang/berat puskesmas pembantu

e. Rehabilitasi sedang/berat puskesmas

f. Pengadaan alat kedokteran dan alat laboratorium

g. Pengadaan Obat Program dan Vaksin

h. Pembanguan Poskesdes

5.1.14.Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan

bagi masyarakat miskin kota Padang, adapun kegiatan yang dilakukan

untuk mencapai tujuan program adalah Kemitraan asuransi kesehatan

masyarakat

5.1.15.Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu

Balita tentang tumbuh kembang anak dan meningkatkan mutu pelayanan

kesehatan anak Balita, kegiatan yang dilakukan dalam menunjang

pencapaian tujuan program adalah pelayanan kesehatan kepada anak

Balita.

5.1.16.Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan

kesehatan bagi anak sekolah dengan melihat status gizi anak sekolah

serta absensi sesuai dengan SKB 4 menteri dan Permenkes No

(43)

program tersebut adalah peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan

anak sekolah, melaui kegiatan screning anak sekolah.

5.1.17.Program Asuransi Kesehatan

Tujuan dari program ini adalah terjaminnya pelayanan kesehatan bagi

peserta askes pegawai negeri asuransi kesehatan pegawai di dinas

kesehatan kota Padang.

5.2. INDIKATOR KESEHATAN

Agar keberhasilan pembangunan kesehatan dapat diketahui dan

terukur, ada berapa indikator yang dijadikan acuan dalam melaksanakan

program dan kegiatan di Dinas Kesehatan Kota Padang. Indikator tersebut

merupakan indikator kunci pelayanan kesehatan yang terkandung dalam

Tujuan MDGs Tahun 2007/ 2008 yaitu :

1. Kasus kematian bayi dan balita

Kasus kematian bayi pada tahun 2009 sebanyak 37 kasus/16.449 KH dan

tahun 2010 meningkat yaitu sebanyak 86 kasus/16.492,sedangkan kasus

kematian balita pada tahun 2009 sebanyak 10 kasus dan tahun 2010

sebanyak 10 kasus juga.

2. Kasus kematian ibu

Kasus kematian Ibu tahun 2009 sebanyak 14 kasus/19.657 KH dan tahun

2010 sedikit meningkat yakni sebanyak 15 kasus/16.492 KH.

3. Prevalensi Gizi buruk

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi (PSG), prevalensi gizi buruk

dengan indikator BB/TB pada tahun 2009 adalah 0.74 % dan tahun 2010

(44)

4. Kasus HIV dan AIDS, Malaria

Pada Tahun 2009 ditemukan kasus HIV/AIDS sebanyak 51 kasus dan tahun

2010 sebanyak meningkat yaitu sebanyak 59 kasus. Sedangkan kasus

malaria pada tahun 2009 ditemukan sebanyak 195 kasus dan tahun 2010

menurun yakni sebanyak 187 kasus.

5. Umur harapan hidup

Umur harapan hidup tahun 2009 adalah 70.4 tahun dan tahun 2010 meningkat yaitu

(45)

BAB VI

PEMBIAYAAN PROGRAM KESEHATAN TAHUN 2010

Selain pembiayaan APBD Kota, dalam pelaksanaan program

kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Padang juga ditunjang oleh pembiayaan dari

berbagai sumber antara lain APBN (DAK, Dekon) dan APBD Propinsi dan dana

dari BNPB.

6.1. PEMBIAYAAN BERSUMBER APBD KOTA PADANG

Tabel 6.1.

Anggara Belanja APBD Kota Padang Tahun 2009- 2010

No Kegiatan Belanja Jumlah (Rp) Realisasi Anggaran (Rp) %

2009 2010 2009 2010 2009 2010

Belanja Barang dan Jasa

Belanja Modal

Jumlah 51.415.473.941 52.079.768.878,54 49.614.343.796 51.021.970.233 96,5 97. 97 Sumber : DKK Padang

Tabel di atas menggambarkan jumlah anggaran belanja kesehatan untuk Dinas

Kesehatan Kota Padang yang bersumber dari APBD. Terlihat peningkatan jumlah

belanja tidak langsung, ini dikarenakan kenaikan gaji pada tahun 2010 sebanyak 5

%. Belanja barang dan jasa juga meningkat, khususnya pada belanja pengadaan

(46)

tahun 2010, sedangkan belanja modal berkurang karena adanya bantuan luar

negreri untuk pembangunan pasca gempa. Realisasi anggaran meningkat pada

tahun sebelumnya dari 96,5 % menjadi 97,97 %, ini menggambrakan kinerja yang

meningkat dari Dinas Kesehatan Kota Padang.

6.2. PEMBIAYAAN BERSUMBER SELAIN APBD KOTA PADANG

Tabel 6.2.

Sumber-sumber Lain Pembiayaan Kesehatan Tahun 2009- 2010

(47)

Dari tabel diatas dapat dilihat realisasi keuangan yang terendah berasal dari

pembiayaan yang bersumber dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan

Bencana) dengan sub kegiatan kesehatan gizi dan KIA yaitu 41.49 %. Hal ini

disebabkan oleh terlambatnya dana ini turun ke Dinas Kesehatan Kota Padang

yaitu pada bulan September 2010 sehingga batas waktu pencairan dana sangat

(48)

BAB VII

PENCAPAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN

Pencapaian derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari capaian

indikator pelayanan kesehatan dan capaian program kesehatan denngan

menggunakan tolok ukur target. Tabel berikut ini menggambarkan capaian

indikator Standar Pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan dari tahun

2008-2010.

Tabel 7.1.

Indikator Kinerja SPM Kota Padang Tahun 2008-2010

NO NAMA INDIKATOR HASIL REALISASI Target

2010 (%)

2008 2009 2010

1 Cakupan kunjungan ibu

hamil K4 88 89,26 90,30 90

2 Cakupan komplikasi

kebidanan yang ditangani 100 99,46 77,81 60

5 Cakupan neonatus dengan

komplikasi yang ditangani 54 88,46 97,30 89

6 Cakupan kunjungan bayi 81 89.77 96,75 90

7 Ckupan desa/ kelurahan

Universal Child 84 86,54 100,00 87

8 Cakupan pelayanan anak

balita 52 53,19 79,71 78

9

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bln

100 100,00 100,00 100

10 Cakupan balita gizi buruk

mendapat perawatan 100 100,00 100,00 100

11

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

(49)

NO NAMA INDIKATOR

13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit

a. AFP Rate per 100.000 darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan epidemiologi < 24 24 jam

100 100 100,00 97

18 Cakupan desa siaga aktif 80 38,46 23,08 50

Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dari pencapaian

standar pelayanan minimal (SPM bidang kesehatan) yang telah ditetapkan oleh

kota masing- masing kota sesuai dengan kemampuan daerah. Dari tabel diatas

dapat dillihat perkembangan capaian indikator yang cenderung meningkat, hal ini

menunjukkan keseriusan Dinas Kesehatan Kota dalam mengatasi pelbagai

masalah kesehatan di Kota Padang. Walaupun masih ada beberapa indikator

yang masih belum bisa dilihat perbandingan capaiannya, dikarenakan

(50)

Pencapaian program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2010

berdasarkan bidang membawahinya dapat dilihat dalam uraian sebagai berikut :

7.1. SEKRETARIAT

Kedudukan Sekretariat Dinas Kesehatan Kota Padang sebagai unsur

membantu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dengan tugas pokok

melaksanakan kewenangan dibidang sekretariat mempunyai tiga Sub.

Bagian Yaitu Sub.Bagian Umum & Kepegawaian, Sub. Bagian Keuangan

dan Sub. Bagian Penyusunan Program yang dipimpin oleh Sekretaris dan

bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang.

7.1.1 Sub.Bagian Umum & Kepegawaian

Pada tahun 2010 setelah mengalami beberapa perubahan sub.bag

umum dan kepegawaian mempunyai total dana program sebesar Rp.

2.307.598.010,-. Total dana program yang direalisasikan adalah sebesar

Rp 2.081.447.256,- ( 90,20 % ).

Kegiatan yang rumah tangga dan kepegawaian yang telah dilaksanakan

pada sub bagian Umum & Kepegawaian antara lain :

A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Dalam rangka untuk melaksanakan tertib administrasi perkantoran

maka perlu dilakukan berbagai kegiatan yang mendukung pelaksanaan

administrasi Perkantoran antara lain :

• Penyediaan jasa surat menyurat.

• Penyediaan jasa komunikasi , sumber daya listrik, air dan telepon.

(51)

• Penyediaan jasa kebersihan kantor.

• Penyediaan alat tulis kantor.

• Penyediaan barang cetakan dan pengandaan.

• Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan

kantor.

• Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang – undangan.

• Penyediaan makanan dan minuman.

• Rapat – rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah.

• Penyediaan peralatan kebersihan kantor.

• Peningkatan pelayanan jasa publik.

• Peningkatan Pelayanan administrasi dan pelayanan kantor

B. Program Peningkatan Peningkatan Sarana dan Prasarana

Dalam rangka untuk melaksanakan program peningkatan sarana dan

prasarana maka Dinas Kesehatan Kota Padang melaksanakan

kegiatan kegiatan antara lain :

• Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor.

• Pemeliharaan rutin /berkala kendaraan dinas/operasional.

• Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan dan peralatan kantor.

Disamping kegiatan – kegiatan tersebut diatas Sub. Bagian Umum dan

Kepegawaian juga bertugas mengurus kepegawaian di lingkungan Dinas

Kesehatan adapun hasil kegiatan selama Tahun 2010 :

1. Sumber Daya Kesehatan yang ada pada Dinas Kesehatan Kota

(52)

a. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 987 orang.

b. Pegawai NPD sebanyak 18 orang.

c. Pegawai Harian Musiman sebanyak 12 orang.

d. Pegawai Felontir sebanyak 76 orang

e. Pegawai Tidak Tetap ( PTT ) sebanyak 94 orang yang terdiri

dari :

• Dokter sebanyak 3 orang.

• Bidan sebanyak 91 orang .

UPT Dinas Kesehatan yaitu puskesmas dan Gudang Farmasi

mempunyai tenaga fungsional. Tenaga fungsional ini antara lain

dokter umum, dokter gigi, perawat / bidan, gizi, sanitasi , farmasi

,adminkes dan lain - lain.

2. Administrasi kepegawaian yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah :

a. orang Pengurusan kenaikan gaji berkala sebanyak 293 orang

b. Pengurusan kenaikan pangkat, terbagi dalam 2 (dua) periode, yaitu :

a. April sebanyak 124 orang ( 106 angka kredit dan 18 orang reguler )

b. Oktober sebanyak 108 orang ( 95 orang angka kredit dan 13 orang

reguler )

c. Pengurusan mutasi/pindah pegawai, yaitu 31 orang masuk ke kota

Padang ( 3 orang dari luar propinsi dan 28 orang dari dalam propinsi) ,

8 orang keluar kota Padang (3 orang luar propinsi dan 5 orang dalam

propinsi) dan 1 orang pindah dari Dinas Kesehatan Kota Padang ke

(53)

d. Pegawai titipan dari Pemko Padang (DKK Padang) ke daerah lain

sebanyak 11 orang, dan pegawai titipan dari daerah lain ke Pemko

Padang (DKK Padang) sebanyak 2 orang.

e. Pengurusan pensiun sebanyak 11 orang

f. Pengangkatan pegawai baru ( CPNS ) sebanyak 35

7.1.2. Sub Bagian Keuangan

Sesuai dengan bidang tugasnya, Bendaharawan di bawah lingkungan

Dinas kesehatan telah melakukan pembukuan / administrasi keuangan serta

pembuatan SPJ setiap bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sub.Bag Keuangan dalam rangka melaksanakan kegiatannya telah

melakukan administrasi keuangan baik kegiatan langsung dan kegiatan tak

langsung dengan perincian sebagai berikut :

A. Anggaran

A.1 Pendapatan / Penerimaan

Dibidang penerimaan daerah Dinas Kesehatan sesuai dengan

Peraturan daerah No. 3 tahun 2000 tentang retribusi pelayanan Kesehatan

berperan memberikan dukungan bagi terlaksananya upaya kegiatan

ektensifikasi dan intensifikasi penerimaan daerah. Kewajiban tugas Dinas

Kesehatan Kota Padang untuk melakukan pemungutan secara operasional

dilaksanakan melalui retribusi atas pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh

Unit Pelaksana Teknis, Adapun penerimaan retribusi kesehatan di UPT

Dinas Kesehatan Kota Padang berupa karcis Umum, Pelayanan Gigi, dan

Laboratorium (sampai dengan maret 2009). Setelah Peraturan daerah No.5

(54)

Rp.2000,- kepada pasien” dikeluarkan maka retribusi pelayanan kesehatan

tidak dipungut lagi, kecuali surat keterangan kesehatan umum, surat

keterangan kesehatan pelajar dan ambulance.

A.2 Belanja /Pengeluaran Yang Berasal Dari :

a. APBD Kota Padang :

Dari APBD Kota Padang termasuk dana DAK yang dialokasikan ke Dinas

Kesehatan Kota Padang sebanyak Rp. 52.079.768.878,54

.

dan terealisasi

sebesar Rp. 51.021.970.233

,-

(97. 97 % ) . Anggaran ini alokasikan

untuk kegiatan – kegiatan belanja tak langsung dan belanja langsung.

b. Dana APBN :

Dana APBN untuk Dinas Kesehatan Kota Padang antara lain berupa

Program Upaya Kesehatan masyarakat,Program Perbaikan gizi, Program

promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dan Pamsimas Rp.

550.025.000,-,- terealisasi sebanyak Rp. 461.005.500,- (83.82 % ) .

c. Dana – Dana Lainnya

Program Dinas Kesehatan Kota Padang yang dianggarkan menggunakan

dana lainnya:

NLR (Nederland Leprosis)

Untuk Kegiatan Program Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kusta

melalui sumber NLR (Nederland Leprosis) sebesar Rp.2.400.000,- dan

terealisasi 100 %.

BLN

(55)

BNPB

- Kegiatan DBD : Rp.275.000.000 dan terealisasi 100 %

- Kes.Gizi dan KIA : Rp. 2.843.479.400 dan terealisasi Rp. 904.872.000

(41.49 %)

B. BELANJA TIDAK LANGSUNG

Belanja Pegawai /Personalia :

Anggaran ini dialokasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan gaji dan

tunjangan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang.

Tujuannya adalah memenuhi biaya gaji dan tunjangan –tunjangan lain berupa :

• Gaji pokok PNS

• Tunjangan keluarga

• Tunjangan jabatan

• Tunjangan fungsional

• Tunjangan fungsional umum

• Tunjangan beras

• Tunjangan PPh / tunjangan khusus

• Tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja.

• Tunjangan penghasilan berdasarkan tempat kerja.

Dari anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Padang Dinas Kesehatan Kota

Padang, untuk belanja Aparatur ( Tidak Langsung ) mendapat sebesar Rp.

37.151.248.650,54,- terealisasi sebesar Rp. 36.553.762.547,- (98.39 % ) dan dana

(56)

7.1.3. Sub Bagian Penyusunan Program

Sub Bagian Penyusunan Program selama tahun 2010 telah

melaksanakan kegiatan yang yang bersifat perencanaan dan Pelaporan.

Kegiatan yang berupa perencanaan, diantaranya adalah membuat Rencana

Kerja, Rencana Kerja Anggaran, melaksanakan Proses Pembuatan RKA

sampai menjadi DPA melalui proses entry data ke aplikasi SIPKD, Konsultasi

RKA/DPA ke Bagian Keuangan Pemko Padang, Mengikuti Musrenbang,

membuat Renstra, Penetapan Kinerja (Tapkin), Pembinaan perencanaan ke

Puskesmas dan mengikuti kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Pemda.

Sedangkan kegiatan yang bersifat pelaporan adalah Pembuatan Laporan

Tahunan Dinas Kesehatan, buku Profil Kesehatan Kota Padang dan LAKIP.

Subag penyusunan program telah menerapkan sistem satu pintu untuk

manajemen data dimulai pada tahun 2010, dimana sumber data kesehatan

baik program maupun keuangan dari Dinas Kesehatan Kota Padang telah

dipusatkan di subag penyusunan program. Sehingga kegiatan pengolahan

data dan pendistribusian data dan informasi kesehatan dilaksanakan di sub

bagian ini, baik itu data yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk penelitian

maupun data untuk lintas program dan sektoral yang terkait.

Proses dan sistem pengolahan data juga dikembangkan dari SIKNAS

ONLINE ke sistem informasi kesehatan daerah (SIKDA) melalui sebuah

aplikasi Infokes yang merupakan sistem pengolahan data pelaporan di

puskesmas dan DKK Padang. Aplikasi ini merupakan hibah dari Dinas

kesehatan Propinsi untuk semua Puskesmas dan DKK Padang, dimana dua

(57)

berjalan sebagaimana diharapkan dikarenakan kendala teknis dan sumber

daya manusia operator computer di puskesmas yang masih butuh pelatihan

mengingat bukan berbasis ilmu computer. Direncanakan pada tahun 2011

sistem ini sudah berjalan sebagaimana diharapkan.

7.2. BIDANG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

7.2.1. Seksi Promosi Kesehatan

A. Kelurahan Siaga

Kelurahan Siaga adalah Kelurahan yang penduduknya memiliki

kesiapan sumberdaya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah

dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan

kesehatan secara mandiri. Kelurahan Siaga dibentuk berdasarkan Surat

Keputusan Menteri Kesehatan RI No: 564/Menkes/SK/VIII/2006.

Pengembangan Kelurahan Siaga dilaksanakan melalui pembentukan

Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) yaitu salah satu Upaya Kesehatan

Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk dalam rangka

menyediakan/mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang

meliputi kegiatan peningkatan hidup sehat (Promotif), pencegahan

penyakit (Preventif), pengobatan (Kuratif) yang dilaksanakan oleh tenaga

kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader dan tenaga sukarela

lainnya. Pada tabel berikut ini dapat terlihat data Poskeskel di kota

(58)

Tabel 7.2.

Data Pos Kesehatan Kelurahan di Kota Padang s/d tahun 2010

No PUSKESMAS POSKESKEL THN

11 Lubuk Kilangan

- Kel. Indarung

- Kel. Tarantang

2008

2009 Swadaya

Swadaya

12 Lubuk Begalung

- Kel. Tj. Aur

(59)

Untuk pelaksanaan Kelurahan Siaga di Kota Padang sudah

dibangun 19 Poskeskel pada Tahun 2009 dan pada tahun 2010

bertambah 4 Poskeskel lagi . Sumber dana pembangunan Poskeskel

bukan saja berasal dari APBD tapi juga swadaya masyarakat dan dana

dari PNPM mandiri.

Dalam rangka pengembangan Kelurahan Siaga baru telah dilakukan

kegiatan Sosialisasi kepada Lurah, Tokoh Masyarakat dan Sektor Terkait.

Pada tabel berikut dapat dilihat jumlah dokter, bidan dan kader yang

sudah dilatih untuk kelurahan siaga di kota Padang sampai dengan tahun

2010.

Tabel 7.3.

Data dokter, Bidan dan Kader Kelurahan Siaga Yang Telah Dilatih

Sampai Dengan Tahun 2010

No PUSKESMAS DOKTER BIDAN KADER

(60)

Berdasarkan tabel di atas, jumlah dokter yang sudah dilatih sampai

tahun 2010 adalah 12 orang, bidan 86 orang dan kader 345 orang. Dari 86

orang bidan yang dilatih kelurahan siaga 7 orang sudah pindah dari kota

Padang karena diterima sebagai di luar kota Padang.

Tabel 7.4.

Tingkat Perkembangan Kelurahan Siaga Aktif Kota Padang Tahun 2010

NO PUSKESMAS Jumlah PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI

Kelurahan JML % JML % JML % JML %

1 Air Tawar 3 2 66.7 1 33.3 0 0 0 0

2 Ulak Karang 2 0 0 2 100 0 0 0 0

3 Alai 2 2 100 0 0 0 0 0

4 Seb Padang 4 3 75 1 25 0 0 0 0

5 Rawang Barat 3 3 100 0 0 0 0 0 0

6 Pemancungan 5 0 0 5 100 0 0 0 0

7 Andalas 10 9 90 1 10 0 0 0 0

8 Padang Pasir 10 8 80 2 20 0 0 0 0

9 Lubuk Buaya 7 5 71.4 2 28.6 0 0 0 0

10 Air Dingin 6 5 83.3 1 16.7 0 0 0 0

11 Nanggalo 3 2 66.7 1 50 0 0 0 0

12 Lapai 3 3 100 0 0 0 0 0 0

13 Belimbing 3 1 33.3 2 66.7 0 0 0 0

14 Kuranji 2 2 100 0 0 0 0 0 0

15 Ambacang 4 2 50 2 50 0 0 0 0

16 Pauh 9 8 88.9 1 11.1 0 0 0 0

17 Lubuk kilangan 7 5 71.4 2 28.6 0 0 0 0

18 Lubuk Begalung 10 9 90 1 10 0 0 0 0

19 Pengambiran 4 4 100 0 0 0 0 0 0

20 Bungus 7 6 85.7 1 14.3 0 0 0 0

Jumlah 104 79 76 25 24 0 0 0 0

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa tingkat perkembangan

Kelurahan Siaga Aktif Pratama sebanyak 76 persen, Madya 24 persen,

(61)

B. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren)

Pesantren merupakan kelompok masyarakat yang harus dibina,

yang mempunyai warga belajar yang disebut santri. Para santri ini

jumlahnya cukup banyak sehingga nantinya diharapkan memiliki

kemampuan sebagai inovator moral, spritual dan intelektual yang

bernuansa Islami.

Di pesantren Kota Padang terdapat sebanyak 2.330 orang santri dengan

guru yang telah dilatih tentang Poskestren sebanyak 4 orang. Kader Poskestren

yang ada berjumlah 39 orang.

Tabel 7.5.

Jumlah Dan Tingkat Perkembangan Poskestren Kota Padang Tahun 2010

NO Puskesmas Jlh Pesantren

Jlh Pos Kestren

Strata

Pratama % Madya % Purnama % Mandiri %

1. Andalas 2 2 2 100 0 0 0 0 0 0

2. Lbk Buaya 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3. Air Dingin 5 2 0 0 1 50 1 50 0 0

4. Ambacang 1 1 1 100 0 0 0 0 0 0

5. Bungus 1 1 1 100 0 0 0 0 0 0

JUMLAH 12 6 4 66.6 1 16.6 1 16.6 0 0

Berdasarkan tabel diatas, dari 12 pesantren hanya 6 pesantren yang

memiliki poskestren. Tingkat perkembangan Poskestren di Kota Padang adalah

Gambar

Tabel 6.2.
Tabel 7.2.
Tabel 7.4.
Grafik 7.10 : Trend Cakupan BIAS DT / TT Kota Padang  Tahun 2006 – 2010
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir terutama bayi BBLR dengan menurunkan angka kematian sesuai dengan standar

Dalam rencana strategi nasional Making Pregnancy Safer target dan tampak kesehatan untuk bayi baru lahir adalah menurunkan angka kematian.. bayi dari

Peran bidan dalam penurunan angka kematian dan kesakitan pada ibu dan bayi adalah dengan memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif mencakup kegiatan

Sebagai seorang bidan untuk perbaikan dan demi penurunan angka kematian ibu dan bayi harus semaksimal mungkin dalam meberikan pelayanan yaitu dengan cara

Sementara itu, angka kematian bayi dan berat bayi lahir menjadi dua diantara empat indikator derajat kesehatan masyarakat yang penting (Wahit, 2005Hal ini yang kemudian

Tujuan Umum dari posyandu adalah menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan

Angka kematian yang tinggi pada bayi, anak balita, ibu melahirkan dan menurunnya daya kerja fisik, terganggunya perkembangan mental dan kecerdasan jika ditelusuri adalah

Pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu nifas ini merupakan salah satu upaya tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kematian ibu AKI di Indonesia.. Oleh karena itu,