• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERDIALOG DENGAN UMAT KRISTEN PROTESTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BERDIALOG DENGAN UMAT KRISTEN PROTESTAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BERDIALOG DENGAN UMAT KRISTEN PROTESTAN 1. A. TUJUAN/KOMPETENSI

2. Standar Kompetensi

Memahami makna firman, ajaran Yesus dan ajaran Gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari

1. Kompetensi Dasar

Menghargai dan bersedia berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama atau berkepercayaan lain

1. Indikator

1. Menyebutkan beberapa persoalan yang sering muncul dalam hubungan antar Gereja Kristen Protestan dengan Gereja Katolik.

2. Menjelaskan berbagai cirri protestanisme.

3. Menjelaskan persamaan antara Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan. 4. Menjelaskan perbedaan antara Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan. 1. Uraian Tujuan :

Pada bab terdahulu siswa mempelajari tentang menciptakan masyarakat yang adil, jujur damai dan mencintai lingkungan hidupnya. Dalam bab ini siswa siswa diajak mempelajarai bagaimana umat beragama dapat saling menghargai, berdialog dan bekerjasama walaupun berbeda agama dan kepercayaan.

1. B. ISI / RINGKASAN MATERI 1. Perpecahan Gereja 1) Gereja Lutheran 2) Gereja Kalvinis 3) Gereja Anglikan 4) Gereja Katolik 1. Ciri-ciri Protestanisme

2. Perbedaan Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan 3. Persamaan Gereja Katolik dan Gereja Lristen Protestan

4. Ekumene sebagai Usaha Dialog dan Kerja Sama Antara Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan.

(2)

a) Arti dan Kegiatan Gerakan Ekumene b) Gereja-Gereja Kristen Di Indonesia.

1. C. PENJELASAN TEORI/MATERI 1. Perpecahan Gereja

1) Gereja Lutheran Keadaan Gereja abad XVI :

a) karena terlibat dalam urusan duniawi

b) terjadi pemilihan paus yang tidak Pantas yaitu Paus Aleksander VI dan Leo IX. c) Sering terjadi korupsi dan komersialisai jabatan Gereja.

d) Banyak pejabat Gereja melalaikan tugas rohani.

e) Imam-imam paroki tidak terdidik, hidup dengan istri gelap, bodoh, tidak mampu berkotbah, tidak mampu mengajar umat.

f) Teologi skolastik mandul dan menjadi dogmatis dianggap sebagai perdebatan tentang hal sepele antara aneka aliran teologis.

g) Banyak persoalan teologis mengambang, h) Kebiasaan dalam umat belum seragam, i) Iman bercampur tkhayul,

j) Kesalehan berbaur dengan kepentingan duniawi.

Dalam keadaan ini Martin Luther dari Jerman muncul dengan gagasan yang menolak ajaran maupun otoritas Gereja Katolik: (Anggotanya melalukan protes maka disebut Protestan)

a) Menyerang masalah penjualan indulgensi.

b) Membela pandangan baru, khususnya ajaran tentang “pembenaran hanya karena iman” sola fide).

c) Menyerang wewenang Paus

d) Menolak beberapa ajaran teologi sebelumnya dan hanya bertumpu pada Alkitab sesuai tafsiran sendiri.

e) Indulgensi, stipendia untuk misa arwah, sumbangan pembangunan Gereja dan patung-patung, pajak untuk Roma, ziarah dan puasa, relikui dan kaul-kaul semua tidak berguna bagi keselamatan. f) Keselamatan hanya karena iman (sola fide) bukan karena perbuatan (sola gratia)

(3)

h) selibat tidak berguna, hidup membiara tidak berarti. Pendukung Gerekan/gagasan Martin Luther:

a) Para bangsawan yang mengingini milik biara, b) Warga kota yang ingin bebas berpikir,

c) Petani yang ingin lepas dari kerja rodi dan pajak, d) Nasionalis yang membenci privilege Roma,

e) Humanis yang ingin membuang kungkungan teologi skolartik,

f) Pemerintahan kota dan kerajaan yang ingin memperluas kewenangan.

Luther diekskomunikasi oleh Paus tahun 1520 dan dikucilkan kaisar 1523, namun tidak dapat membendung Luther dan mulai menyerang uamt yang setia pada paus. Tuntutannya semakin radikal. Persatuan gereja diboikot. Para bangsawan dan pendukungnua tidak tertarik pada persatuan kembali, karena tidak mau mengembalikan milik Gereja yang sudah mereka rampas. Unsur

keagamaan, politis, dan pribadi di kedua pihak menyulitkan persatuan kembali. Reformasi selesai; umat terpecah belah ke dalam kelompok Katolik, Luteran, Kalvinis, Anglikan dan sebagainya 2) Gereja kalvinis

Tokoh Yohanes Calvin (1509-1564). Ingin membaharui Gereja dalam terang Injil. Dalam bukunya yag berjudul Institutio Christianae Religionis menggambarkan Gereja dalam dua dimensi:

a) Persekutuan orang-orang sejak awal dunia yang hanya dikenal Allah

b) Kumpulan mereka yang dalam keterbatasannya di dunia mengaku diri sebagai penganut Kristus Ciri-Ciri :

a) Pewartaan Injil

b) Pelayanan sakramen-sakramen.

Pengaturan Gereja oleh struktur empat jabatan, yakni: a) Pastor,

b) Pengajar, c) Diakon d) Penatua. 3) Gereja Anglikan

Anglikanisme bermula pada pemerintahan Henry VII 1509-1547. Di Inggris raja Henry VII

(4)

menyerap pengaruh reformasi, namun memperahankan beberapa corak gereja (Uskup-Imam-Diakon), sehingga berkembang dengan warna yang khas.

4) Gereja Katolik

Reaksi Gereja Katolik terhadap gerakan reformasi adalah:”Kontra – Reformasi” atau “Gerakan Pembaharuan Katolik.” Melalui Konsili Trente (1545-1563), dengan hasil :

a) “Menyingkirkan kesesatan-kesesatan dalam gereja dan menjaga kemurnian Injil.”

b) Konsili menegaskan posisi Katolik dalam hal-hal yang disangkal oleh pihak Reformasi (Kitab Suci dan tradisi, Penafsiran kitab Suci, pembenaran, jumlah sakramen-sakramen, kurban misa, imamat dan tahbisan, pembedaan imam dan awam dan lain-lain.)

c) Gereja sebagai penjaga iman yang benar dan utuh, ditandai dengan sakramen-sakramen. Khususnya ekaristi yang dimengerti dan dirayakan sebagai kurban sejati.

d) Gereja bercorak hierarkis dilengkapi dengan jabatan-jabatan Gerejani dan imamat yang berwenang khusus dalam hal merayakan ekaristi, pengakuan dosa;

e) Gereja adalah kelihatan dan ini menjadi jelas dalam lembaga kepausan sebagai puncaknya; f) Gereja mewujudkan diri sebagai persekutuan para kudus lewat penhormatan pada para kudus; Gereja menghormati Tradisi.

1. Ciri-ciri Protestanisme

1) Gereja diadakan oleh rahmat Tuhan, pilihan, sabda, Sakramen, dan anugerah iman. Gereja yang benar tidak kelihatan dan tidak identik dengan Gereja-Gereja yang kita ketahui anggota dan susunannya.

2) Gereja yang kudus adalah persekutuan yang benar-benar beriman di segala tempat dan pada segala zaman.

3) Gereja memberitakan sabda Allah “secara murni” dan melayani sakramen Pembabtisan dan Perjamuan Tuhan “dengan tepat”, yakni ‘sesuai dengan Alkitab’

4) Kitab Suci adalah satu-satunya sumber ajaran dan susunan Gereja. Sola Scriptura (diselamatkan karena Kitab suci) adalah prinsip formal Protestanisme.

5) Pembenaran orang dari semula sampai selesai semata-mata rahmat ilahi (sola gratia). Maka keselamatan hanya dari sabda ilahi bukan oleh perbuatan.

6) Sabda ilahi satu-satunya rahmat yang berbentuk alkitab, khotbah, sakramen, dan pembicaraan rohani. Sakramen adalah sabda ilahi dalam bentuk kelihatan, artinya bukan hanya didengar tapi dialami. Selain Pembabtisan, dirayakan juga Perjamuan Tuhan yang tidak mengenal perubahan ke tubuh dan darah Kristus. Kritus diimani hadir dalam Perjamuan Tuhan

7) Imamat umum semua orang beriman saja yang diakui, sehingga pendeta dan orang awam hanya berbeda menurut fungsi saja tanpa perbedaan rohani secara eksistensial.

(5)

1. Persamaan Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan: Persamaan pada hal-hal yang mendasar atau fundamental : a) Iman berdasar pada Yesus Kristus.

b) Pengakuan pada nabi c) Dasar Kitab Suci yang sama

d) Pengakuan akan syahadat. e) Perayaan hari Besar.

1. Perbedaan Antara Gereja Katolik dan Gereja Protestan:

Perbedaan lebih pada penafsiran dan penekanan dalam hal-hal tertentu.

KATOLIK PROTESTAN

Tekanan ada pada sakramen dn pada segi sakramen (tanda kelihatan) dari karya keselamatan Allah

Tekanan pada sabda/pewartaan dan pada segi misteri karya Allah

Kultis, yang mementingkan korban (Ekaristei) Hubungan dengan menentukan hubungan dengan Kristus

Profetis, yang terpusat pada sabda (pewartaan). Hubungan dengan Kristus menentukan hubungan dengan Gereja Gereja secara hakiki bersifat hierarkis Segala pelayanan gerejawi adalah ciptaan

manusia Kitab Suci dibaca dan dipahami di bawah

pimpinan hierarki.

Setiap orang membaca dan mengartikan Kitab Suci

Jumlah Kitab Suci 73, termasuk

Deuterokanonika yaitu:1,2 Makabe, Sirakh, kebijaksanaan, Tobit, Yudith dan Barukh

Jumlah Kitab Suci 66, tidak termasuk Deuterokanonika

Ada 7 sakramen Ada 2 sakramen, yaitu sakramen babtis dan Ekaristi/perjamuan.

Ada devosi kepada para kudus Tidak menerima devosi kepada para kudus. 1. Ekumene sebagai usaha usaha kerjasama dan dialog antar sesame Gereja Kristus. a)Arti dan Kegiatan Ekumene

“Gerakan Ekumenis” adalah kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha untuk mendukung kesatuan umat Kristen. Hal-hal yang dapat kita lakukkan untuk mendukung ekumene:

(6)

a) Menghindari kata-kata, penilaian dan perbuatan yang dapat menimbulkan hubungan yang kurang baik antar umat Kristiani.

b) Melaksanakan dialog, terutama dialog kehidupan (hidup rukun dengan sesame umat Kristen), dan dialog karya (berkarya bersama demi membantu kesejahteraan bersama)

c) Di beberapa tempat, gereja-gereja tertentu dapat dilaksanakan di bidang doktrin. Pertukaran dosen teologi dan Kitab Suci di Sekolah Tinggi Teologi, dari kegiatan-kegiatan tersebut, kita dapat saling mengisi.

d) Menyelenggarakan kerjasama demi kesejahteraan umum.

e) Doa atau ibadat bersama sejauh memungkinkan (Natal dan Paskah bersama) b) Gereja-Gereja Kristen di Indonesia

a) Gereja Kristen Protestan yang lahir dari gerakan reformasi. (HKBP, GBKP,GKPI dll)

b) Gereja Pentakosta (Gereja Pentakosta Indonesia, Gereja Sidang Jemaat Allah, GBIS, GBI, dsb) c) Gereja Injili, (Gereja Kalam Kudus, gereja Kristus Tuhan)

D. SAJIAN CONTOH Contoh 1.

YESUS MENONTON PERTANDINGAN BOLA

Yesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepak bola. Maka kami, aku dan teman- temanku mengajakNya menonton.

Sebuah pertandingan sengit berlangsung

antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu.

Yesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak gol.

Dan Yesus bersorak gembira serta melemparkan Topinya tinggi-tinggi lagi.

Hal ini rupanya membingungkan orang

Yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk Pundak Yesus dan berkata: “saudara berteriak

(7)

Untuk pihak mana?”

“saya?” jawab Yesus, yang rupanya saat itu, sedang terpesona oleh permainan itu.

“oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak. Saya hanya senang menikmati permainan ini.” Penanya itu berpaling kepada temannya Dan mencemooh Yesus: “Ateis!”

Sewaktu pulang, Yesus kami beritahu tentang situasi agama Di dunia dewasa ini. “Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan”, Kata kami. “Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak Mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.” Yesus menggangguk setuju. “Itu sebabnya aku tida

Mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya” Kata-Nya. “Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat.”

“Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu”, kata salah Seorang di antara kami dengan was-was. “Engkau pernah Disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu.” “Ya – dan justru itu dilakukan oleh orang-orang Beragama”, kata Yesus sambil tersenyum kecewa. (sumber: A.de mello. Burung Berkicau. CLC)

Langkah-langkah pendalaman untuk mendalami cerita !

1. Apa yang mengesan bagi mu setelah mendengar atau membaca cerita di atas?

Jawaban : Menarik karena member inspirasi baru dalam bersikap terhadap anggota Gereja lain 1. Pesan apa yang hendak disampaikan melaui cerita di atas?

Jawaban : Yesus tidak membedakan penganutNya berasal dari Gereja mana. 1. Mengapa ada banyak Gereja di dunia ini?

(8)

Jawaban : Karena terjadi perpecahan dalam Gereja akibat keadaan Gereja Katolik yang tidak baik. 1. Bagaimanakah terjadinya perpecahan di dalam Gereja?

Jawaban : Perpecahan Gereja terjadi pada abad XVI, dipelopori Marthin Luther dari Jerman yang mengkritisi dan menolak praktek kehidupan Gereja saat itu. Kemudian dissusul oleh gerakan-gerakan yang lain.

Contoh 2:

Contoh melalui “Dekrit-Dekrit tentntag Ekumenis” Art.4 berikut ini!

“Gerakan Ekumenis” adalah kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha untuk menanggapi bermacam-macam kebutuhan Gereja dan berbagai situasi dalam rangka mendukung kesatuan umat Gereja, misalnya:

 Upaya menghindari kata-kata, penilaian, dan tindakan yang ditinjau dari sudut keadilan dan kebenaran tidak cocok dengan situasi saudara-saudari yan terpisah, dank arena itu

mempersukar hubungan-hubungan dengan mereka.

 Pertemuan-pertemuan umat krisetn dari berbagai Gereja atau jemaat diselenggarakan dalam suasana religius, “dialog” antara para pakar yang kaya informasi, yang memberi ruang kepada setiap peserta untuk secara lebihmendalam menguraikan ajaran persekutuan dan dengan jelas menyajikan corak cirinya, sehingga semua peserta memperoleh pemngertian tentang ajaran dan perihidup kedua persekutuan, dan penghargaan yang lebih sesuai dengan kenyataan.

 Persekutuan-persekutuan menggalang kerjasama yang lingkupnya lebih luas untuk kesejahteraan umum menurut tuntutan suara hati Kristen. Mengadakan pemeriksaan batintentang kesetiaan mereka terhadap kehendal Kristus mengenai Gereja dan menjalankan dengan tekun usaha pembaharuan dan perombakan.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Apa arti Ekumene menurut Dekrit tersebut?

Jawaban : kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha dalam rangka mendukung kesatuan umat Gereja, 2. Bagaimana gerakan ekumene di Indonesia menurut penilaianmu?

Jawaban : Berjalan dengan baik.

3. Gereja-Gereja mana yang diharapkan terlibat dalam gerakan ekumene di Indonesia ? Jawaban : Gereja Kristen Protestan yang lahir dari gerakan reformasi, Pentakosta , Injili,

4. Apa yang harus dilakukan untuk menggalakkan gerakan ekumene di Indonesia? Jawaban : mengadakan kerja sama di bidang pendidikan, sosial, pelayanan kesehatan, dialog di bidang doktrin Gereja

(9)

1. SOAL LATIHAN

1. Sebutkan beberapa persoalan yang sering muncul dalam hubungan antara Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan di Indonesia?

2. Mengapa muncul persoalan tersebut ?

3. Bagaimana awal mula terjadi perpecahan dalam Gereja?!

4. Apa saja keadaan Gereja Katolik yang dikritisi oleh Martin Luther ? 5. Bagaimana rekasi Martin Luther terhadap keadaan tersebut ?

6. Bagaimana reaksi Gereja Katolik terhadap gerakan reformasi yang dipelopori Martin Luther?

7. Sebutkan Gereja-gerje lain yang mengikuti gerakan Marthin Luther! 8. Apakah ciri-ciri khas Protestanisme sejauh kau ketahui?

9. Sebutkan dan jelaskan persamaan Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan! 10. Sebutkan perbedaan antara Gereja Katolik dan Gereja Kristen Protestan! 11. Apa arti Ekumene menurut Dekrit tersebut?

12. Bagaimana gerakan ekumene di Indonesia menurut penilaianmu?

13. Gereja-Gereja mana yang diharapkan terlibat dalam gerakan ekumene di Indonesia ? 14. Apa yang harus dilakukan untuk menggalakkan gerakan ekumene di Indonesia?

Referensi

Dokumen terkait

• Pasal 21, atas penghasilan yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri sebagai imbalan yang diberikan oleh badan/instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak

Oleh karena itu, merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam untuk menjadikan wahyu Allah yaitu al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad sebagai dasar atau asas yang harus

Apabila pada akhir semester 4 (akhir tahun kedua), sesuai dengan kalender akademik yang berlaku, mahasiswa belum lulus ujian komprehensif, maka mahasiswa Program Doktor

Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan permasalahan penelitian, antara lain: (1) Bagaimanakah respon mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Unismuh Makassar

Hipotesis penelitian kedua yang menyatakan bahwa komitmen organisasional memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan bagian produksi di PT Rajawali Citramas

Ketika dikaitkan penyimpanan data atau informasi dari perpustakaan, perilaku pemustaka yang menggunakan layanan e book juga berbeda dengan pemustaka yang

Serbuk kayu meranti merah Shorea parvifolia Dyer dapat digunakan sebagai biosorben ion logam Cd(II) dengan waktu optimum biosorpsi serbuk kayu tidak teraktivasi

Perkembangan bulu tangkis di Kabupaten Tegal yang telah diraih selama ini diharapkan dapat membantu berbagai pihak dalam mengembangkan olahraga bulu tangkis, sehingga