SALINAN
KEPUTUSAN MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : SK - 165/MBU/2012
TENTANG
PENETAPAN SEBAGIAN KEWENANGAN MENTERI NEGARA BUMN SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH SELAKU PEMILIK MODAL PADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) MENJADI KEWENANGAN
DEWAN PENGAWAS DAN DIREKSI
MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan anggaran dasar Perusahaan, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara memiliki kedudukan, tugas dan kewenangan sebagai wakil Pemerintah selaku Pemilik Modal pada Perusahaan Umum (Perum);
b. bahwa dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengurusan BUMN, serta ketentuan Anggaran Dasar Perum perlu menetapkan sebagian kewenangan Menteri Negara BUMN sebagaimana dimaksud pada huruf a, menjadi kewenangan Dewan Pengawas dan Direksi;
c. bahwa penetapan sebagian kewenangan Menteri Negara BUMN menjadi kewenangan Dewan Pengawas dan Direksi sebagaimana dimaksud pada huruf b, dilakukan dengan tetap mempertimbangkan bahwa hal-hal yang dianggap "sangat strategis", tetap menjadi kewenangan Menteri Negara BUMN selaku Pemilik Modal;
d. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : KEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011, telah ditetapkan pendelegasian sebagian kewenangan dan/atau pemberian kuasa Menteri Negara BUMN sebagai Wakil Pemerintah selaku Pemegang Saham/RUPS pada Perusahaan Perseroan (Persero) dan Perseroan Terbatas serta Pemilik Modal pada Perusahaan Umum (Perum) kepada Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dan Direksi;
e. bahwa untuk lebih memperjelas dan menghindari adanya perbedaan penafsiran terhadap pendelegasian kewenangan dan/atau pemberian kuasa yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : KEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011 tersebut di atas, maka dipandang perlu untuk melakukan pengaturan kembali penetapan sebagian kewenangan Menteri Negara BUMN menjadi kewenangan Dewan Pengawas dan Direksi;
f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e di atas, perlu menetapkan Keputusan Menteri Negara BUMN tentang Penetapan Sebagian Kewenangan Menteri Negara BUMN Sebagai Wakil Pemerintah Selaku Pemilik Modal Pada Perusahaan Umum (Perum) Menjadi Kewenangan Dewan Pengawas dan Direksi;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297);
MENTERI NEGARA
BADAN USAHA MILIK NEGARA
-2-
2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2003 tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri Keuangan pada Perusahaan Perseroan (PERSERO), Perusahaan Umum (PERUM) dan Perusahaan Jawatan (PERJAN) kepada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4305);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 tentang Tata Cara Privatisasi Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 79, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4528) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5055);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2005 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4554); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan
dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4555); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan,
Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4556);
7. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;
8. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011;
9. Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011; MEMUTUSKAN:
Menetapkan KEPUTUSAN MENTERI NEGARA BUMN TENTANG PENETAPAN SEBAGIAN KEWENANGAN MENTERI NEGARA BUMN SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH SELAKU PEMILIK MODAL PADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) MENJADI KEWENANGAN DEWAN PENGAWAS DAN DIREKSI.
KESATU
KEDUA
-3-
Menteri Negara BUMN, yang selanjutnya disebut Menteri, menetapkan sebagian kewenangannya sebagai wakil Pemerintah selaku Pemilik Modal pada Perusahaan Umum (Perum), yang selanjutnya disebut Perum, menjadi kewenangan :
1. Dewan Pengawas sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri ini; atau
2. Direksi Perum sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan Menteri ini.
Dewan Pengawas dan Direksi, dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU, wajib berpedoman pada ketentuan yang tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri ini.
KETIGA : Dewan Pengawas dan Direksi, dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU, wajib menyampaikan laporan berkala kepada Menteri setiap bulan Juli tahun berjalan dan bulan Januari tahun berikutnya, atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
KEEMPAT Penetapan sebagian kewenangan Menteri Negara BUMN menjadi kewenangan Dewan Pengawas dan Direksi sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Keputusan ini, berlaku bagi Perum sepanjang dimungkinkan dalam Anggaran Dasar Perum yang bersangkutan.
KELIMA : Dalam hal Anggaran Dasar Perum tidak memungkinkan, maka segera melakukan perubahan Anggaran Dasar Perum untuk disesuaikan dengan Keputusan Menteri ini.
KEENAM 1. Keputusan Dewan Pengawas dan Direksi yang telah diambil berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : KEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011, disetujui dan dinyatakan sah sepanjang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Dengan berlakunya Keputusan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor ICEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011 tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan dan/atau Pemberian Kuasa Menteri Negara BUMN Sebagai Wakil Pemerintah Selaku Pemegang Saham/RUPS pada Perusahaan Perseroan (PERSERO) dan Perseroan Terbatas serta Pemilik Modal pada Perusahaan Umum (PERUM) Kepada Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, dan Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian BUMN, sepanjang yang berkaitan dengan pendelegasian dan/atau pemberian kuasa kepada Dewan Pengawas dan Direksi Perum, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Satin uai dengan aslinya 13 alaHito Hukum, 010 199603 1 001 ttd. DAHLAN ISICAN MENTERI NEGARA
BADAN USAHA MILIK NEGARA -4-
KETUJUH : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan di dalamnya akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. : 1. Presiden Republik Indonesia;
2. Wahl Presiden Republik Indonesia; 3. Ketua Badan Pemerilcsa Keuangan; 4. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi; 5. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; 6. Menteri Keuangan;
7. Para Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian BUMN; 8. Direksi dan Dewan Pengawas Perum
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal : 13 April 2012 MENTERI NEGARA
Nomor : SK-165/MBU/2012 Tanggal: 13 April 2012
MENTERI NEGARA
BADAN LISAHA MILIK NEGARA
SEBAGIAN KEWENANGAN MENTERI NEGARA BUMN SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH SELAKU PEMILIK MODAL PADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) YANG MENJADI KEWENANGAN
DEWAN PENGAWAS
NO KEWENANGAN MENTERI YANG DEWAN PENGAWAS
MENJADI KEWENANGAN PEDOMAN PELAKSANAAN
1. Pengesahan Rencana Kerja dan 1) Bagi Perum yang penilaian tingkat kesehatannya masih Anggaran Perusahaan (RKAP) BUMN menggunakan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : yang tingkat kesehatannya 2 (dua) 826/KMK.013/1992, maka yang dimaksud Sehat adalah tahun berturut-turut dikategorikan sehat "Sehat" (tanpa kategori minimal AA).
(minimal AA). 2) RKAP disusun berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri dan telah sesuai dengan target yang ditetapkan dalam aspirasi pemilik modal (shareholder aspiration) oleh Menteri.
2. Pengesahan Rencana Kerja dan 1) Bagi Perum yang penilaian tingkat kesehatannya masih Anggaran (RICA) PKBL BUMN yang menggunakan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : tingkat kesehatannya 2 (dua) tahun 826/KMK.013/1992, maka yang dimaksud Sehat adalah berturut-turut sehat (minimal AA). "Sehat" (tanpa kategori minimal AA).
2) RKA PKBL disusun berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri dan telah sesuai dengan target yang ditetapkan dalam aspirasi pemilik modal (shareholder aspiration) oleh Menteri.
3. Pembagian tugas dan wewenang Kewenangan ini dapat dilaksanakan oleh Dewan Pengawas, anggota Direksi Perum. apabila Menteri tidak menetapkan pembagian tugas dan
kewenangan anggota Direksi.
penarikan kredit jangka menengah atau jangka panjang dengan nilai :
a. sampai dengan kekayaan bersih Perum, dan Rp500.000.000.000,00 (lima ratus b. Ekuitas perusahaan negatif.
yang lebih kecil, baik yang berkaitan menguntungkan;
sebagaimana tersebut di atas merupakan Negara/Pemerintah;
4. Persetujuan untuk melepaskan, dan 1) Melepaskan dan mengagunkan aktiva tetap dengan nilai mengagunkan aktiva tetap untuk sampai dengan Rp500.000.000.000,00 (lima ratus miliar rupiah) tersebut, tidak menjadi kewenangan Dewan Pengawas apabila :
a. Jumlah tersebut melebihi 20% (dua puluh persen) dari
miliar rupiah); atau 2) Persetujuan melepaskan dan mengagunkan aktiva tetap b. sampai dengan 20% (dua puluh Perum sebagaimana dimaksud pada angka 1), menjadi
persen) dari jumlah kekayaan kewenangan Menteri atau pejabat yang ditunjuk. bersih Perum; 3) Pelepasan aktiva tetap dilakukan dengan ketentuan: dalam 1 (satu) transaksi atau lebih mana a. memenuhi salah satu syarat sebagai berikut :
(1) secara teknis dan/atau ekonomis sudah tidak satu sama lain maupun tidak {khusus (2) diperuntukkan bagi Kepentingan Umum;
terhadap pengalihan aktiva tetap, nilai (3) diperlukan oleh kementerian atau lembaga
nilai akumulatif dalam 1 (satu) tahun}. (4) bagian dari program restrukturisasi dan penyehatan Perum; atau
(5) satu-satunya alternatif sumber dana bagi Perum untuk kebutuhan yang sangat mendesak.
b. tidak dipergunakan dalam operasional perusahaan, baik saat ini maupun sesuai dengan rencana pengembangan perusahaan ke depan;
c. berdasarkan kajian, sudah tidak dapat dioptimalisasi; dan
Lampiran I (2/3)
Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : SK-165/MBU/2012 Tanggal : 13 April 2012
MENTERI NEGARA
B JAN USAHA MILIK NEGARA
NO KEWENANGAN MENTERI YANG MENJADI KEWENANGAN
DEWAN PENGAWAS
PEDOMAN PELAKSANAAN 5. Persetujuan penghapusbukuan aktiva
tetap karena kondisi tertentu (hilang, musnah, total lost, biaya pemindahtanganannya lebih besar daripada nilai ekonomis yang diperoleh dari pemindahtanganan tersebut, dibongkar, tidak lagi menjadi milik atau dikuasai oleh perusahaan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap).
1) pelaksanaannya harus berdasarkan kajian atau bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
. .•
2) adaporkan secara khusus dalam laporan tahunan.
6. Persetujuan untuk melakukan 1) Penyertaan modal dengan nilai sampai dengan penyertaan modal pada perusahaan lain
(termasuk penambahan penyertaan
Rp500.000.000.000,00 (lima ratus miliar rupiah) tersebut, tidak menjadi kewenangan Dewan Pengawas apabila : modal) dan penyertaan modal untuk a. Jumlah tersebut melebihi 20% (dua puluh persen) dari
mendirikan anak kekayaan bersih Perum, dan
perusahaan/perusahaan patungan, dengan nilai :
b. ekuitas perusahaan negatif.
2) Persetujuan penyertaan modal sebagaimana dimaksud pada a. penyertaan sampai dengan angka 1), menjadi kewenangan Menteri atau pejabat yang
Rp500.000.000.000,00 (lima ratus diberi kuasa.
miliar rupiah); atau 3) Penyertaan modal dilakukan dengan ketentuan : b. sampai dengan 20% (dua puluh a. dilakukan berdasarkan kajian kelayakan usaha;
persen) dari jumlah kekayaan bersih b. penyertaan tidak berupa tanah;
Perum; c. penyertaan modal tidak mengganggu likuiditas Perum;
(mana yang lebih kecil). dan
d. pendirian anak perusahaan/perusahaan patungan, dilakukan hanya dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama Perum dan bukan untuk melaksanakan kegiatan usaha utama Perum yang telah berjalan, kecuali perusahaan holding
7. Persetujuan untuk mengikat perusahaan 1) Penjaminan hanya diberikan terhadap: sebagai penjamin (borg atau avalist),
dengan nilai pinjaman yang dijamin :
a. BUMN.
b. anak perusahaan yang kepemilikan saham Perum yang a. sampai dengan Rp 500.000.000.000,00 bersangkutan minimal 90% (sembilan puluh persen).
(lima ratus miliar rupiah); atau c. kemitraan dengan petani.
b. sampai dengan 20% (dua puluh 2) Nilai pinjaman yang dijamin tidak melebihi 20% (dua puluh persen) dari jumlah kekayaan bersih persen) dari jumlah kekayaan bersih Perum.
Perum; 3) Penjaminan ini tidak termasuk penjaminan yang dilakukan (mana yang lebih kecil). Perum tertentu yang kegiatan usaha utamanya di bidang penjaminan, yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang penjaminan.
8. Persetujuan untuk mengadakan kerja Kerjasama dilakukan dengan ketentuan : sama dengan jangka waktu di atas 1) Berdasarkan kajian kelayakan usaha;
5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) 2) Tidak mengganggu kegiatan usaha utama Perum; tahun {berupa kerja sama lisensi,
kontrak manajemen, menyewakan aset, Kerja Sama Operasi (KSO), Bangun
3) Tidak mengakibatkan beralihnya kepemilikan aktiva tetap Perum, kecuali kerjasama dilakukan dalam rangka peningkatan nilai aset untuk dipindahtangankan;
Guna Serah (Build Operate 4) Menguntungkan Perum;
TransferIBOT), Bangun Milik Serah 5) Menyesuaikan pola kerjasama dengan rencana pemanfaatan (Build Own Transfer/BOwT), Bangun aset yang dikerjasamakan sesuai dengan rencana Serah Guna (Build Transfer pengembangan perusahaan.
sesuai dengan aslinya iro Hukum, a 9681010 199603 1 001 Nomor : SK-165/MBU/2012 Tanggal: 13 April 2012 MENTERI NEGARA
BADAN USATIA MILIK NEGARA NO KEWENANGAN MENTERI YANG
MENJADI KEWENANGAN DEWAN PENGAWAS
PEDOMAN PELAKSANAAN 9. Persetujuan untuk menetapkan blue
print organisasi perusahaan.
Blue print organisasi perusahaan disesuaikan dengan rencana pengembangan perusahaan jangka panjang.
10. Persetujuan untuk menetapkan dan mengubah logo perusahaan.
Perubahan logo harus didasarkan pada hasil pengkajian cost and benefit.
11. Membentuk yayasan, organisasi, dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan yang dapat berdampak bagi perusahaan.
Yayasan, organisasi, dan/atau perkumpulan dimaksud hanya dapat dibentuk oleh perusahaan apabila :
1. Dibutuhkan atau diperlukan oleh perusahaan.
2. Tidak membebani keuangan perusahaan dan/atau memanfaatkan kekayaan perusahaan.
12. Pembebanan biaya perusahaan yang bersifat tetap dan rutin untuk yayasan, organisasi dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan.
Pembebanan biaya perusahaan yang bersifat tetap dan rutin dimaksud hanya dapat dilakukan oleh perusahaan apabila diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.
13. Persetujuan untuk pengusulan wakil perusahaan untuk menj adi calon
1) Penetapan calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada anak perusahaan dan/atau perusahaan patungan dilakukan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Negara BUMN.
2) Dewan Pengawas dapat menetapkan bahwa pencalonan Direksi dan Dewan Komisaris Anak Perusahaan/Perusahaan Patungan, menjadi kewenangan penuh Direksi tanpa perlu persetujuan Dewan Pengawas. anggota Direksi dan Dewan Pengawas
pada perusahaan patungan dan/atau anak perusahaan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal : 13 April 2012 MENTERI NEGARA
BADAN USAHA MILIK NEGARA
ttd.
Salinan sesuai dengan aslinya Biro Hukum,
9681010 199603 1 001
Lampiran II (1/1)
Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : SK-165/MBU/2012 Tanggal : 13 April 2012
MENTERI NEGARA
BADAN USAHA MILIK NEGARA
PENETAPAN SEBAGIAN KEWENANGAN MENTERI NEGARA BUMN SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH SELAKU PEMILIK MODAL
PADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) MENJADI KEWENANGAN DIREKSI
NO KEWENANGAN MENTERI YANG MENJADI KEWENANGAN
DIREKSI
PEDOMAN PELAKSANAAN 1. Persetujuan untuk melakukan
kerjasama dengan jangka waktu sampai dengan 5 (lima) tahun {berupa kerja sama lisensi, kontrak manajemen, menyewakan aset, Kerja Sama Operasi (KSO), Bangun Guna Serah (Build Operate Transfer/BOT), Bangun Milik Serah (Build Own TransferIBOwT), Bangun Serah Guna (Build Transfer Operate/BTO)).
1) Kerjasama dilakukan dengan ketentuan:
a. tidak mengganggu kegiatan usaha utama Perum; b. tidak mengakibatkan beralihnya kepemilikan aktiva
tetap;
c. menguntungkan Perum.
2) Untuk kerjasama sampai dengan 5 (lima) tahun, Direksi dapat melakukan kerjasama tersebut tanpa perlu lagi meminta persetujuan terlebih dahulu dari Dewan Pengawas maupun Menteri (Pemilik Modal).
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal : 13 April 2012 MENTERI NEGARA
BADAN USAHA MILIK NEGARA
ttd.