• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PT. Riau Andalan Pulp and Paper

(Riaupulp)

Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari

(2)

VISI

Menjadi salah satu perusahaan hutan

tanaman, pulp dan kertas berskala

dunia dengan manajemen dan kinerja

terbaik, berkelanjutan dan menjadi

pilihan utama konsumen dan karyawan

(3)

Road Map Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari

Komponen Kelestarian

Strategi

Aksi

Progress

Pembangunan

Hutan Tanaman

 Pengembangan Hutan

Tanaman dan Pasokan

Kayu Antara

 Kapasitas Hutan

Tanaman

 Penelitian &

Pengembangan

 Sistem Logistik

• Pembangunan hutan

terdegradasi hutan tanaman

penghasil serat kayu

berkualitas tinggi

• Membangun lebih dari

457.000 ha hutan tanaman

untuk mencapai 100%

pasokan kayu dari hutan

tanaman

• Meningkatan riap (MAI) 

20% pada rotasi kedua

• Membangun sistem kelas

dunia untuk penyediaan

serat kayu dengan harga

yang kompetitif dan

berkesinambungan

• Program pembangunan

hutan tanaman Riaupulp,

hutan tanaman mitra dan

hutan tanaman rakyat

• Rata-rata laju penanaman

seluas 50-60.000 ha/tahun

(luas areal efektif)

• Pemuliaan tanaman,

pembibitan, pengelolaan

tanah & unsur hara,

pengendalian hama &

penyakit

• Kapasitas pembibitan 100

juta/th

• Berfokus untuk

melakukan benchmark

terhadap sistem

pemanenan &

• RKPH

(long-term Forest

Management

Plan)

• Total Luas

penanaman

-257.000 ha

(s/d Okt 2005)

• Produksi

bibit jenis 100

juta per tahun

dengan jenis

utama Acacia

mangium &

A.crassicarpa

(4)

Komponen Kelestarian

Strategi

Aksi

Progress

 Sosial

• Dukungan dan investasi

pada masyarakat lokal untuk

menjamin hubungan yang

harmonis dan ketersediaan

sumber bahan baku kayu

• Penyelesaian perselisihan

melalui prosedur resolusi

konflik yang adil dan

transparan

• Memberikan lapangan

dan peluang kerja

• Program HTR

• Program pemberdayaan

and pengembangan

masyarakat

• Penilaian oleh pihak

ketiga yang independen

s/d 2005 :

• > 2.515 orang

ikut program

pertanian

terpadu

• Penanaman

HTR seluas:

21.839 ha

• Luas kawasan

konservasi:

60.884 ha

• Memperoleh

Sertifikasi ISO

9002 & 14001

• Pelaksanaan

lacak balak

untuk suplai

kayu diluar

konsesi

Riaupulp

• Lacak balak

untuk Akasia

Konservasi dan

Tanggung Jawab

terhadap Lingkungan

• Pemenuhan seluruh

ketentuan peraturan

perundangan dan standar

nasional/internasional untuk

pengelolaan lingkungan dan

konservasi

• Meminimalkan dampak

lingkungan

• Memelihara dan

melindungi nilai

konservasi (> 20% dari

luas areal konsesi)

• Penilaian terhadap hutan

bernilai konservasi tinggi

 Sertifikasi

• Sertifikasi Pengelolaan

Hutan Tanaman Lestari

(Sustainable Forest

Management Certification)

• Menerapkan ISO 14001

dalam upaya memperoleh

sertifikasi LEI dan

Internasional

(5)

Kebutuhan Areal Tanaman dan Bahan Baku

Kapasitas Industri Pulp

2.000.000 ton/tahun

Kebutuhan Bahan Baku kayu (4,5m3/adt)

9.000.000 m3/tahun

Potensi Acacia *)

158 m3/ha

Kebutuhan Areal Efektif Tanaman

457.000 ha

Sumber Lahan

Areal Efektif untuk Hutan Tanaman

Rencana (ha) Realisasi (ha) **)

- Hutan Tanaman Riaupulp

268.917

148.126

- Hutan Tanaman Kemitraan ***)

173.214

87.334

- Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

18.623

21.839

J u m l a h :

460.754

257.299

Catatan:

*) Asumsi: Riap=25m3/ha per tahun; Daur=7 th; Faktor Eksploitasi= 0,9

**) Oktober 2005

(6)

Konservasi dan Pengembangan Hutan Tanaman

dengan konsep “Mosaik”

RD 1 4 2 7 b RD 1427c RD 1427 a RD 1 4 3 3 B 1 1 RD1418c RD1433B1 R D 1 4 2 7 050 (30.3) 051 (33.2) 049 (39.5) 052 (40.9) 054 (14.5) 034 (32.5) 055 (28.8) 048 (31.5) 035 (41.3) 036 (13.1)

Keseimbangan antara konversi,

perlindungan ekosistem, konservasi,

kebutuhan sosial dan hutan tanaman

Mengalokasikan kawasan untuk

pemeliharaan keanekaragaman hayati,

perlindungan ekosistem dan konservasi

Identifikasi, pemeliharaan dan

perlindungan hutan bernilai konservasi

tinggi (HCVF)

Tidak menggunakan bahan baku kayu

dari kawasan yang bernilai konservasi

tinggi.

(7)

Konsesi Riaupulp

Konsesi HTI Riaupulp

Luas Bruto

326.340 ha

Areal tidak layak

76.464 ha

Layak untuk HTI (bruto)

263.354 ha

- Kawasan konservasi

66.481 ha

- Infrastructure

6.168 ha

- Tanaman kehidupan, enclave

14.486 ha

Luas Tanaman Efektif

161.760 ha

Catatan: s/d Juni 2005

(8)
(9)

Konsesi HTI Kemitraan

(s/d. Juni 2005)

Description

Dryland

Lowland

Total

License Area

258,711

120,502

379,213

Actual Area Demarcated

209,398

117,364

326,762

Plantable

108,652

61,010

169,662

Planted to June 2005

61,292

15,807

77,099

To be Planted

47,360

45,203

92,563

Need dispute resolution

792

1,390

2,182

Areas not for planting :

99,954

54,965

154,919

a. Inoperable area

23,738

727

24,465

b. Conservation area

66,091

51,107

117,198

c. Tanaman Kehidupan (KKPA)

6,245

832

7,077

(10)

Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

(s/d. Juni 2005)

Luas Luas Efektif (Ha) Tanaman (ha)

1 Baserah, Gn Melintang HGM Baserah 262 216

2 Baserah, Lubuk Kebun HBL Baserah 104 104

3 Baserah, Peranap HBU Baserah 2,230 1,408 4 Baserah, Rambahan HBR Baserah 368 287

5 Baserah, Sigaruntang HSG Baserah 137 137

6 Baserah, Sikijang HBJ Baserah 194 188

7 Baserah, Situgal HBS Baserah 224 119

8 Baserah, Logas Tanah Darat HLT Baserah 73 73

9 Baserah, Teratak Baru HTK Baserah 354 342

10 Cerenti, Petapusan PHBM PCL Cerenti 1,817 782

11 Cerenti, Sikakak PHBM PCL Cerenti 13

-12 Langgam, Bedaguh HBP Langgam 2,400 1,205 13 Langgam, Gondai A HLG Langgam 298 417

14 Langgam, Gondai B/NPM NPM Langgam 2,906 1,654 15 Langgam, Langgam HLG Langgam 452

-16 Langgam, Rimbo Salak HRS Langgam 607 588

17 Langgam, Penarikan HPK Langgam 2,386 828

18 Langgam, Sotol HSL Langgam 1,041 1,036 19 Mandau, Buatan HBT Mandau 2,973 1,880 20 Mandau, Olak PHBM HMO Mandau 1,341 1,291 21 Mandau, RGMS / Rantau Baru RGS Mandau 8,868 6,408 22 Pelalawan, Bahtera Mandiri BMD Pelalawan 961 467

23 Pelalawan, Dayun Mas HDM Pelalawan 1,207 -24 Pelalawan, Kuala Tolam HKT Pelalawan 3,628 -25 Pelalawan, Pangkalan Kerinci KRC Pelalawan 538 362

26 Pelalawan, Sering HSR Pelalawan 500

-27 Sijunjung, Sijunjung PPJ Sijunjung 500 294

28 Teso Barat, Siabu NPM Teso 146 111

29 Merbau, KUD Usaha Damai UDA Merbau 1,832 -30 Ukui, Bongkal Malang HBM Ukui 1,427 122 No. Location Code Sector

(11)

Rencana Penyediaan Bahan Baku

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

Acacia

791,700

812,000

1,055,600

1,522,500

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

MHW

1,238,300

1,218,000

974,400

507,500

-

-

-

-Total

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

Acacia

3,502,108

3,591,906

4,669,478

6,734,824

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

MHW

5,283,413

5,196,800

4,157,440

2,165,333

-

-

-

-Total

8,785,522

8,788,706

8,826,918

8,900,157

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Acacia

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

MHW

-

-

-

-

-

-

-

-Total

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

2,030,000

Acacia

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

MHW

-

-

-

-

-

-

-

-Total

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

8,979,765

Note : To 2005 , actual production achieved lower than planned.

Pulp

Production

(Tonnes)

Wood

Requirement

(m3)

Pulp

Production

(Tonnes)

Wood

Requirement

(m3)

(12)

Rencana Penyediaan Bahan Baku

Forecasted Fiber Supply

From All Concession Areas

0

1,000,000

2,000,000

3,000,000

4,000,000

5,000,000

6,000,000

7,000,000

8,000,000

9,000,000

10,000,000

2005 2006 2007 2008 2009 2010

2011 2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019 2020

Year

V

o

lu

m

e

(

m

3

)

(13)

Rencana Penyediaan Bahan Baku

Forecasted Fiber Supply

From All Concessions

-1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000 8,000,000 9,000,000 10,000,000 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Year

V

o

lu

m

e

(

m

3

)

(14)

Rencana Penyediaan Bahan Baku

Forecasted Area Harvest

All Concessions

-10,000

20,000

30,000

40,000

50,000

60,000

70,000

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Year

A

re

a

(

h

a

)

(15)

Kepedulian Lingkungan

 Kebijakan penyiapan lahan tanpa bakar (sejak 1994)

 Pencegahan kebakaran & asap (sejak 1999) dengan Haze Prevention Group (HPG)

 Alokasi kawasan konservasi untuk kawasan penyangga perairan, kawasan pelestarian plasma

nutfah, koridor satwa liar

 Sertifikasi ISO 9002 & 14001 

Sistem & Kualitas Manajemen Lingkungan

(SGS UK)

 Menuju sertifikasi hutan tanaman lestari (LEI) 

full assessment target 2005

 Audit internal pengelolaan hutan tanaman oleh ProForest, UK

 Pengolahan limbah sesuai standar lingkungan internasional

 Kebijakan pembelian kayu sesuai ketentuan peraturan & perundangan yg berlaku

 Lacak Balak pembelian kayu (wood tracking assessment) oleh SGS Malaysia (2002, 2003,

2004) dengan WWF Indonesia sebagai pengamat

 Audit Lacak Balak Akasia (Acacia Chain of Custody) oleh SGS Malaysia

 Mendukung rencana pembentukan Taman Nasional Tesso Nilo & perlindungan gajah

 Konservasi biodiversity & pemberantasan illegal logging di Tesso Nilo bekerjasama dengan

WWF Indonesia dan Pemerintah (2003)

(16)

Implementasi sistem pembelian

kayu yang ketat

Melaksanakan lacak balak oleh

pihak ketiga dengan WWF

sebagai pengamat

Bekerjasama dengan

Pemerintah dan WWF dalam

pemberantasan illegal logging

Mendidik & mempekerjakan

masyarakat setempat;

mengembangkan HTR

Menuju sertifikasi PHTL LEI

-2005

(17)

1995

1998

1999

2001

Menuju Sertifikasi Hutan Tanaman Lestari

1995 Produksi komersial pulp dimulai

1998 Mengumumkan “Strategi Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari”

menuju sertifikasi hutan tanaman lestari

1999 Pembentukan Environment Dept., proses EMS dimulai

2001 Mendapatkan Sertifikasi ISO 14001 untuk 6 sektor

2002

(18)

Pemberdayaan Masyarakat

termasuk Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

Program HTR

>21.000 ha (> 9.000 anggota)

Program Sistem Pertanian Terpadu

2.515 peserta

77 desa

Mitrabina Program Usaha Kecil & Menengah

108 peserta

Pendapatan Rp. 50 milyard

Pelatihan Kejuruan

565 peserta

Pendidikan

Beasiswa – 11.515 pelajar

Honorarium untuk Guru daerah terpencil

– 1.590 orang

Konstruksi/renovasi gedung sekolah - 99

unit

Peran serta Masyarakat dalam pembangunan

Fasilitas umum, fasilitas ibadah, jalan,

listrik, air

Riaupulp: Runner-up Asian CSR Award 2005

Kategori “Environmental Excellence”

Peringkat HIJAU (KLH, 2005)

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

Lacak Balak – CoC (SGS, 2002-2004)

CSR Award (dalam proses, 2005)

CFCD kerjasama dgn PT Surindoutama, Majalah SWA

(19)

Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari

melalui konsep “Mosaik”

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan fungsi KWLM dalam sertifikasi kayu hutan rakyat di pengelolaan hutan lestari Desa Banjararum,

Mengkaji dampak sertifikasi terhadap aspek, ekonomi, sosial dan lingkungan dalam pengelolaan hutan rakyat oleh Unit Manajemen Koperasi Wana Manunggal

Dalam mengimplementasikan strategi pengembangan usaha dalam pengelolaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Desa Bumi Beringin berdasarkan hasil analisis ternyata yang

Namun kecenderungan ini memudar seiring penanaman yang dilakukan pengelola HPGW sehingga pada tahun 2005, tutupan lahan tanah kosong menjadi seluas 2.82 ha dengan sebagian

Panel Pakar I melakukan penapisan mengacu pada pedoman penapisan untuk sertifikasi bertahap (Pedoman LEI 77-21). Proses penapisan oleh Panel Pakar I dalam konteks ini diperluas

Proses penilaian lapangan untuk unit manajemen PT Satria Perkasa Agung (Unit Serapung) dilakukan oleh tim penilai lapangan Lembaga Sertifikasi PT SUCOFINDO

Kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan merupakan program berkelanjutan yang dilakukan berdasarkan pada dokumen AMDAL, RKL-RPL, pedoman dari Lembaga

Pertama; Kawasan bernilai konservasi tinggi yang masuk dalam kategori dilindungi atau dikonservasi seluas 25,729 ha atau 19.72% dari total luas areal IUPHHK PT WS. Hal ini