Pada April 2017, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dengan indeks harga
konsumen (IHK) sebesar 131,19. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,09 persen
dengan indeks harga konsumen sebesar 128,33. Dari 82 kota IHK, 53 kota mengalami inflasi dan sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar
1,02 persen, Kota Tanjung Pandan sebesar 0,93 persen, dan Kota Jayapura sebesar 0,73 persen..
Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,71 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 2,72 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 1,28 persen dan 4,17 persen.
Pada April 2017, Kota Ternate mengalami inflasi di empat kelompok pengeluaran, deflasi di
satu kelompok pengeluaran dan stagnan di dua pengeluaran lainnya. Adapun inflasi empat
kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,46 persen; kelompok sandang 0,01 persen; dan transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen; Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,88 persen. Adapan kelompok pengeluaran yang stagnan adalah kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.
No. 23/05/82/Th XVI, 02 Mei 2017
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
April 2017, KOTA TERNATE INFLASI SEBESAR 0,36 PERSEN
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan pada April 2017 antara lain: ikan cakalang, ikan kembung, rokok kretek filter, rokok putih, tarif listrik, dan tarif angkutan udara.
Gambar 1.
Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), Maret 2017 – April 2017
Tabel 1.
IHK dan Inflasi Kota Ternate Bulan April 2017, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2017 IHK Maret 2017 IHK April 2017 Inflasi April 2017 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year 3) UMUM 131,13 130,72 131,19 0,36 0,71 2,72 1 Bahan Makanan 126,88 125,21 124,11 -0,88 -0,77 2,53
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau
134,94 134,96 137,99 2,25 2,54 8,87
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,88 129,99 130,59 0,46 1,15 0,97
4 Sandang 149,00 149,06 149,08 0,01 0,32 2,16
5 Kesehatan 131,16 131,24 131,24 0,00 0,66 3,22
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 129,09 129,10 129,10 0,00 0,07 3,56 7 Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 131,39 130,73 131,18 0,34 0,26 1,50
1) Persentase perubahan IHK bulan April 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan April 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016
-0.31 -1.32 0.01 0.08 0.04 0.06 0.01 -0.5 0.36 -0.88 2.25 0.46 0.01 0 0 0.34 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 Umum Bahan Makanan
Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Maret April
Tabel 2.
Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan April 2017
(2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran April 2017
UMUM 0,36
1 Bahan Makanan -0,18
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,32 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,17
4 Sandang 0,00
5 Kesehatan 0,00
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,05
Pada April 2017, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan -0,18 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,17 persen; kelompok sandang 0,00 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,05 persen.
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional April 2016 – April 2017 Apr-16 Mei-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Okt-16 Nov-16 Des-16 Jan-17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 Ternate 0.05 0.29 0.30 1.04 -0.10 0.01 -0.21 0.26 0.32 0.63 0.03 -0.31 0.36 Nasional -0.45 0.24 0.66 0.69 -0.02 0.23 0.14 0.47 0.42 0.97 0.24 -0.01 0.08 -0.60 -0.40 -0.20 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20
IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan MakananKelompok bahan makanan pada April 2017 mengalami deflasi 0,88 persen atau terjadi penurunan
indeks dari 125,21 pada Maret 2017, menjadi 124,11 pada April 2017. Kelompok ini memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,18 persen pada keseluruhan inflasi April 2017.
Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, enam subkelompok mengalami deflasi, dua subkelompok stagnan serta tiga sisanya mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,86 persen; ikan diawetkan sebesar 2,35 persen; dan ikan segar sebesar 1,20 persen.
Komoditas yang dominan mempengaruhi terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah : cabai merah keriting, bawang merah, cabai rawit dan ikan sorihi. Sedangkan komoditas lain yang mengalami inflasi pada kelompok ini adalah : ikan cakalang, ikan kembung dan sayur kangkung.
Tabel 3.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 131,19 0,36 0,71 2,72
I. Bahan Makanan 124,11 -0,88 -0,77 2,53
a. Padi-padian, umbi- umbian, dan Hasilnya 119,89 -0,18 0,62 -0,50
b. Daging dan hasil-hasilnya 144,53 -0,64 1,23 6,20
c. Ikan Segar 126,85 -1,20 -1,93 3,69
d. Ikan Diawetkan 113,94 -2,35 2,20 -18,46
e. Telur, Susu, dan hasil-hasilnya 127,52 -0,80 -2,95 -1,25
f. Sayur-sayuran 99,48 0,73 -5,17 10,44
g. Kacang-kacangan 116,55 0,46 -0,91 0,35
h. Buah-buahan 156,41 0,00 2,11 6,08
i. Bumbu-bumbuan 138,41 -3,86 1,34 3,52
j. Lemak dan Minyak 106,44 0,32 -1,30 7,84
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada April 2017 mengalami inflasi 2,25
persen atau terjadi kenaikan indeks 134,96 pada Maret 2017, menjadi 137,99 pada April 2017. Kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,32 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,00 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol -0,14 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 5,45 persen. Komoditas yang dominan memberikan pengaruh kenaikan harga pada kelompok ini adalah rokok kretek filter dan rokok putih.
Tabel 4.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,
April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 131,19 0,36 0,71 2,72
II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 137,99 2,25 2,54 8,87
a. Makanan Jadi 129,27 0,00 0,29 3,57
b. Minuman yang Tidak Beralkohol 117,69 -0,14 -0,87 5,94
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 158,30 5,45 6,18 15,78
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada April 2017 mengalami inflasi 0,46
persen atau terjadi kenaikan indeks 129,99 pada Maret 2017, menjadi 130,59 pada April 2017. Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi 0,17 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu : biaya tempat tinggal sebesar 0,00 persen; bahan bakar, penerangan, air sebesar 3,59 persen; perlengkapan rumah tangga sebesar 0,00 dan penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,49 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik, sabun detergen bubuk dan sabun mandi cair.
Tabel 5.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,
April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 131,19 0,36 0,71 2,72
III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 130,59 0,46 1,15 0,97
a. Biaya Tempat Tinggal 129,82 0,00 -0,02 -0,54
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 133,66 3,59 9,54 11,91
c. Perlengkapan Rumah Tangga 132,81 0,00 -0,64 -1,26
d. Penyelenggaran Rumah Tangga 132,60 0,49 1,50 1,84
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada April 2017 mengalami inflasi 0,01 persen atau terjadi kenaikan indeks dari
149,06 pada Maret 2017, menjadi 149,08 pada April 2017. Kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan masing-masing subkelompok yaitu : sandang laki-laki sebesar 0,00 persen; sandang wanita sebesar 0,00 persen; sandang anak-anak 0,00 persen dan barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan.
Tabel 6.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 131,19 0,36 0,71 2,72 IV. Sandang 149,08 0,01 0,32 2,16 a. Sandang Laki-laki 148,31 0,00 -0,02 2,27 b. Sandang Wanita 152,84 0,00 0,07 -1,47 c. Sandang Anak-anak 158,24 0,00 0,94 4,60
5. K e s e h a t a n
Kelompok kesehatan pada April 2017 mengalami stagnan dengan indeks yang sama seperti bulan
Maret 2017 yaitu sebesar 131,24 pada April 2017. Kelompok ini memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan. Dari empat subkelompok, kesemuanya mengalami stagnan.
Tabel 7.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 131,19 0,36 0,71 2,72 V. Kesehatan 131,24 0,00 0,66 3,22 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 0,00 0,00 b. Obat-obatan 129,06 0,00 2,49 3,80
c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 0,00
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 134,33 0,00 0,27 5,27
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada April 2017 mengalami stagnan dengan indeks
yang sama seperti bulan Maret 2017 yaitu sebesar 129,10 pada April 2017. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan. Dari lima subkelompok, kesemuanya mengalami stagnan
Tabel 8.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,
April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 131,19 0,36 0,71 2,72
VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 129,10 0,00 0,07 3,56
a. Jasa Pendidikan 134,77 0,00 0,00 5,70
b. Kursus-kursus / Pelatihan 114,65 0,00 0,00 1,60
c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,25 0,00 0,28 -0,15
d. Rekreasi 127,30 0,00 0,14 0,66
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada April 2017 mengalami inflasi
sebesar 0,34 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 130,73 pada Maret 2017, menjadi 131,18 pada April 2017. Kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor 0,28 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,60 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,00 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen. Komoditi yang menyumbang inflasi dominan adalah tarif angkutan udara.
Tabel 9.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,
April 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 131,19 0,36 0,71 2,72
VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 131,18 0,34 0,26 1,50
a. Transpor 147,97 0,28 -1,02 0,25
b. Komunikasi dan Pengiriman 97,14 0,60 3,30 4,77
c. Sarana dan Penunjang Transpor 141,10 0,00 6,48 6,14
PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA
Pada bulan April 2017 inflasi terjadi di 53 kota dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal
Pinang sebesar 1,02 persen, Kota Tanjung Pandan sebesar 0,93 persen, dan Kota Jayapura sebesar 0,73 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, 73 kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Watampone sebesar 2,70 persen, Kota Madiun 2,61 persen, dan Kota Manado 2,49 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe 2,59 persen, Kota Sibolga 1,21 persen, dan Kota Medan 0,98.
Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 9,26 persen, Kota Pekanbaru, 6,81 persen, dan Kota Tanjung Pandan 6,76 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 1,92 persen , Kota Bima 2,14 persen, dan Kota Ternate 2,72.
Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua
Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada April 2017 tercatat 10 kota mengalami inflasi, dan 8 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 0,73 persen, Kota Bulukumba 0,63 persen, dan Kota Watampone 0,58 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon 0,76 persen, Kota Bau-bau 0,67 persen dan Kota Merauke 0,42 persen.
Tabel 10.
Perbandingan IHK dan Inflasi April 2017
Kota-Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)
KOTA April 2017 Tahun Kalender Year on Year KOTA April 2017 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 MANADO 128,77 -0,02 2,49 4,83 11 MAMUJU 127,31 0,06 1,43 4,25 2 PALU 130,06 0,46 2,34 5,09 12 AMBON 125,71 -0,76 -0,11 4,18 3 BULUKUMBA 133,18 0,63 2,26 5,16 13 TUAL 143,06 0,16 2,09 5,12 4 WATAMPONE 123,52 0,58 2,70 4,62 14 TERNATE 131,19 0,36 0,71 2,72 5 MAKASSAR 129,12 0,33 2,12 4,20 15 MANOKWARI 121,47 -0,29 -0,72 4,81 6 PARE-PARE 122,90 0,05 0,66 3,16 16 SORONG 128,26 -0,26 1,12 3,46 7 PALOPO 125,83 0,22 1,66 3,86 17 MERAUKE 135,10 -0,42 2,26 6,19 8 KENDARI 122,90 -0,13 1,00 2,91 18 JAYAPURA 129,97 0,73 1,03 4,24 9 BAU-BAU 128,42 -0,67 -0,35 1,92 NASIONAL 128,33 0,09 1,28 4,17 10 GORONTALO 123,64 -0,12 1,53 2,94
Tabel 11.
Inflasi April 2017, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) 1 PANGKAL
PINANG 1,02 29 TARAKAN 0,27 57 TANGERANG -0,04
2 TANJUNG
PANDAN 0,93 30 SIBOLGA 0,25 58 MATARAM -0,06
3 JAYAPURA 0,73 31 CILEGON 0,25 59 PALEMBANG -0,08
4 BULUKUMBA 0,63 32 SURABAYA 0,23 60 BALIKPAPAN -0,08
5 JAMBI 0,59 33 SINGKAWANG 0,23 61 BANDA ACEH -0,1
6 WATAMPONE 0,58 34 DEPOK 0,22 62 GORONTALO -0,12
7 TASIKMALAYA 0,55 35 SEMARANG 0,22 63 KENDARI -0,13
8 BATAM 0,48 36 PALOPO 0,22 64 PEMATANG
SIANTAR -0,17
9 BANYUWANGI 0,48 37 PADANGSIDIMPUAN 0,21 65 METRO -0,17
10 PALU 0,46 38 PALANGKARAYA 0,21 66 MAUMERE -0,17
11 MADIUN 0,45 39 LUBUKLINGGAU 0,2 67 BUKITTINGGI -0,18
12 PROBOLINGGO 0,44 40 TEGAL 0,19 68 DUMAI -0,21
13 SERANG 0,41 41 TUAL 0,16 69 BANDAR
LAMPUNG -0,21
14 CIREBON 0,4 42 SUMENEP 0,14 70 TANJUNG PINANG -0,26
15 BIMA 0,39 43 SURAKARTA 0,12 71 SORONG -0,26
16 KEDIRI 0,38 44 SAMPIT 0,12 72 MANOKWARI -0,29
17 SUKABUMI 0,37 45 BANDUNG 0,1 73 BENGKULU -0,3
18 BUNGO 0,36 46 BEKASI 0,08 74 PADANG -0,31
19 TERNATE 0,36 47 BOGOR 0,07 75 MERAUKE -0,42
20 MALANG 0,35 48 DENPASAR 0,07 76 MEULABOH -0,52
21 BANJARMASIN 0,33 49 MAMUJU 0,06 77 MEDAN -0,53
22 MAKASSAR 0,33 50 KUDUS 0,05 78 TANJUNG -0,65
23 KUPANG 0,29 51 PARE-PARE 0,05 79 BAU-BAU -0,67
24 SAMARINDA 0,29 52 TEMBILAHAN 0,02 80 LHOKSEUMAWE -0,68
25 PEKANBARU 0,28 53 CILACAP 0,01 81 AMBON -0,76
26 YOGYAKARTA 0,28 54 DKI JAKARTA -0,02 82 SINGARAJA -1,08
27 JEMBER 0,28 55 MANADO -0,02
Tabel 12.
Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 WATAMPONE 2,70 29 DEPOK 1,70 57 KENDARI 1,00
2 MADIUN 2,61 30 PALOPO 1,66 58 BANDUNG 0,96
3 MANADO 2,49 31 SEMARANG 1,64 59 TANJUNG PANDAN 0,84
4 PALU 2,34 32 SURAKARTA 1,62 60 PADANGSIDIMPUAN 0,78
5 DUMAI 2,30 33 TASIKMALAYA 1,60 61 BALIKPAPAN 0,71
6 KUDUS 2,30 34 PURWOKERTO 1,57 62 TERNATE 0,71
7 BULUKUMBA 2,26 35 CIREBON 1,55 63 PARE-PARE 0,66
8 MERAUKE 2,26 36 GORONTALO 1,53 64 TANJUNG PINANG 0,65
9 SAMPIT 2,24 37 PEKANBARU 1,52 65 TANJUNG 0,64
10 PONTIANAK 2,20 38 BANJARMASIN 1,49 66 PEMATANG
SIANTAR 0,56
11 CILACAP 2,18 39 PROBOLINGGO 1,44 67 METRO 0,52
12 CILEGON 2,12 40 MAMUJU 1,43 68 BIMA 0,46
13 MAKASSAR 2,12 41 TARAKAN 1,40 69 PALEMBANG 0,44
14 SURABAYA 2,09 42 TEGAL 1,38 70 BATAM 0,40
15 TUAL 2,09 43 DKI JAKARTA 1,35 71 KUPANG 0,39
16 SINGKAWANG 2,06 44 SUMENEP 1,31 72 BANDA ACEH 0,22
17 PANGKAL
PINANG 2,01 45 BANYUWANGI 1,29 73 PADANG 0,10
18 SERANG 1,99 46 BEKASI 1,28 74 MAUMERE -0,05
19 MALANG 1,96 47 SINGARAJA 1,28 75 AMBON -0,11
20 DENPASAR 1,90 48 LUBUKLINGGAU 1,28 76 BUKITTINGGI -0,17
21 KEDIRI 1,89 49 MATARAM 1,22 77 JAMBI -0,26
22 BUNGO 1,88 50 MEULABOH 1,16 78 BAU-BAU -0,35
23 BOGOR 1,86 51 BANDAR
LAMPUNG 1,15 79 MANOKWARI -0,72
24 YOGYAKARTA 1,83 52 BENGKULU 1,13 80 MEDAN -0,98
25 JEMBER 1,81 53 SORONG 1,12 81 SIBOLGA -1,21
26 SUKABUMI 1,80 54 TEMBILAHAN 1,08 82 LHOKSEUMAWE -2,59
27 PALANGKARAYA 1,73 55 TANGERANG 1,06
Tabel 13.
Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi
(%) No Kota Inflasi (%)
1 PANGKAL PINANG 9,26 29 MALANG 4,57 57 YOGYAKARTA 3,85
2 PEKANBARU 6,81 30 BUNGO 4,50 58 TANGERANG 3,71
3 TANJUNG PANDAN 6,76 31 BANDAR
LAMPUNG 4,48 59 DKI JAKARTA 3,70
4 BENGKULU 6,60 32 DENPASAR 4,46 60 PURWOKERTO 3,65
5 MERAUKE 6,19 33 SINGKAWANG 4,46 61 JEMBER 3,61
6 PONTIANAK 6,07 34 SUKABUMI 4,37 62 SUMENEP 3,57
7 CILEGON 5,91 35 MADIUN 4,37 63 TANJUNG
PINANG 3,56
8 DUMAI 5,78 36 SINGARAJA 4,34 64 BANDUNG 3,49
9 SIBOLGA 5,33 37 BANJARMASIN 4,33 65 SORONG 3,46
10 SAMPIT 5,32 38 MEULABOH 4,33 66 KEDIRI 3,44
11 PEMATANG
SIANTAR 5,24 39 PALANGKARAYA 4,28 67 TEMBILAHAN 3,36
12 BULUKUMBA 5,16 40 MAMUJU 4,25 68 TANJUNG 3,32
13 TUAL 5,12 41 JAYAPURA 4,24 69 LHOKSEUMAWE 3,31
14 PALU 5,09 42 MAKASSAR 4,20 70 CIREBON 3,30
15 BALIKPAPAN 5,03 43 AMBON 4,18 71 MATARAM 3,29
16 SERANG 4,99 44 LUBUKLINGGAU 4,17 72 PARE-PARE 3,16
17 JAMBI 4,85 45 TARAKAN 4,16 73 SURAKARTA 3,15
18 MANADO 4,83 46 BUKITTINGGI 4,12 74 METRO 3,06
19 SURABAYA 4,82 47 BANDA ACEH 4,11 75 KUPANG 3,04
20 MANOKWARI 4,81 48 DEPOK 4,09 76 BANYUWANGI 3,01
21 BOGOR 4,76 49 TEGAL 4,03 77 GORONTALO 2,94
22 PADANGSIDIMPUAN 4,70 50 SEMARANG 4,02 78 KENDARI 2,91
23 WATAMPONE 4,62 51 MAUMERE 3,96 79 PROBOLINGGO 2,89
24 PADANG 4,62 52 TASIKMALAYA 3,95 80 TERNATE 2,72
25 CILACAP 4,61 53 BEKASI 3,93 81 BIMA 2,14
26 BATAM 4,59 54 SAMARINDA 3,88 82 BAU-BAU 1,92
27 MEDAN 4,58 55 PALEMBANG 3,88