• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Ibadah Minggu, 9 Agustus 2020 (Minggu Biasa) “PERCAYALAH”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tata Ibadah Minggu, 9 Agustus 2020 (Minggu Biasa) “PERCAYALAH”"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Tata Ibadah Minggu, 9 Agustus 2020 (Minggu Biasa)  “PERCAYALAH” 

Pelayan Firman: Pdt. Yoel Ang 

--- PF = Pelayan Firman; Pnt = Penatua; J = Jemaat

1. SAAT HENING

2. NYANYIAN JEMAAT 

NYANYIKAN TUHANMU HALELUYA (PKJ 28:1,2)  Syair dan lagu: T. Lubis-Nainggolan, 1998

Berdasarkan Mazmur 148

Nyanyikan Tuhanmu: Haleluya, Haleluya! Malaikat bala sorga, semua puji Dia! Hendaklah semua puji nama Tuhan Allah sebab atas perintahNya semuanya tercipta. Hai, alam semesta yang diciptakan Tuhan Allah, hai, api, hujan es dan salju, kabut, angin badai, bernyanyilah semuanya, memuji-muji Dia,

sebab yang tinggi luhur hanya nama Tuhan Allah. Nyanyikan Tuhanmu: Haleluya, Haleluya!

Malaikat, kerubim, serafim pun, puji Dia! Yang mendirikan semuanya untuk selamanya, keagunganNya mengatasi langit, alam raya. Wahai, segala raja serta pemerintah dunia, teruna, anak dara, orang tua dan yang muda, bunyikan bagi Tuhanmu seruling dan kecapi, dan puji Dia dengan sorak-sorai dan menari.

3. VOTUM & SALAM 

PF : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

J : (Jemaat menyanyikan “Amin” NKB 228a)

PF : Kasih karunia & damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari  Tuhan Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.

4. KATA PEMBUKA

PF : (menyampaikan tema kotbah & tujuannya)

5. NYANYIAN JEMAAT 

BILA BADAI HIDUP MENERPAMU (PKJ 285 – dinyanyikan 2x) Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1972, Yesaya 54:10

Bila badai hidup menerpamu

dan cobaan pun datang mengganggu, hanya satu janji harapanmu;

ya, janji Tuhanmu, pegang teguh. Biar gunung-gunung pun beranjak, serta bukit-bukit pun bergoncang, kasih dan setia dari Tuhan

‘kan melindungimu, tetap teguh. Pegang selalu janji Tuhan, jangan lepaskan,

walau siang atau malam; enyahlah takut atau bimbang:

Tuhanlah pemilik hidupmu, hidupmu. Biar gunung-gunung pun beranjak, serta bukit-bukit pun bergoncang, kasih dan setia dari Tuhan

‘kan melindungimu, tetap teduh.

6. DOA PENGAKUAN DOSA 

7. NYANYIAN JEMAAT

YA ALLAH BAPA (KJ 23:1,2)

Syair dan lagu: Subronto Kusumo Atmodjo, 1978  Ya Allah Bapa di sorga mahatinggi, puji sembah dan syukur bagiMu. Mahabesar, mulia namaMu dan kuasaMu kekal selamanya. Aku berlutut dan doa kupanjatkan, ‘ku bertelut memohon rahmatMu; ampunilah segala dosaku

8. BERITA ANUGERAH

PF : Kini terimalah berita anugerah dari Tuhan, yang diambil dari Efesus 1:7 “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,”

Demikianlah berita anugerah dari Tuhan! J : Syukur kepada Allah!

9. NYANYIAN JEMAAT

BUKANLAH ‘KU, TETAPI HANYA KRISTUS (NKB 180:1,2) Syair: Not I, But Christ; Ada A. Whiddington,

Terjemahan: Tim Nyanyian GKI, Lagu: A. B. Simpson

Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus layak benar dipuji, disembah. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus patut tetap dimuliakanlah.

reff: Tuhan, diriku telah ‘Kau raih,

‘Kau hapus dosaku. Tiada yang lebih permai, ‘Kau hidup dalamku. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus dalam seg’nap p’rilaku hidupku. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus

dalam seg’nap ucapan, tingkahku. ….reff

10. DOA PELAYANAN FIRMAN

11. PEMBACAAN ALKITAB 

PF : Bacaan pada hari ini diambil dari Injil Tuhan Yesus Kristus menurut 1 Raja-raja 19:9-18

Demikianlah Injil Yesus Kristus. Berbahagialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang melakukannya. Haleluya! 

(Jemaat menyanyikan “Haleluya” - NKB 222)

12. KOTBAH “Percayalah”

Kecewa, sedih, merasa tak berdaya & putus asa - pernahkah Saudara merasakan semuanya itu terjadi sekaligus pada waktu yang sama?! Bagaimana rasanya? Pasti tidak enak bukan?! Itulah perasaan nabi Elia dalam bacaan kita hari ini. Seorang nabi yang gagah perkasa, yang telah mengalahkan 450 nabi Baal pada pasal 18 itu hatinya ciut ketika seorang Izebel, mengancam untuk membunuh dia. Tetapi bukan hanya soal takut dibunuh, melainkan Elia merasa bahwa segala sesuatu yang dia kerjakan sia-sia. Ia merasa gagal mempertobatkan Israel, demikian dia juga merasa gagal menjalankan tugas yang Tuhan percayakan kepada dia. Keadaan inilah yang membuat dia melarikan diri ke padang gurun. Dia berjalan kaki selama 40 hari 40 malam menuju ke gunung Horeb. Gunung Horeb adalah tempat yang sangat penting. Di puncak gunung inilah Tuhan memberikan 10 perintah Allah kepada Musa. Ya, gunung Horeb adalah nama lain gunung Sinai, yang juga sering disebut sebagai: "Gunung Allah". Dulu, Musa mendapatkan Taurat di gunung ini & sekarang Elia pergi ke gunung ini untuk mengadukan bangsanya.

Dalam bacaan kita hari ini, kita akan melihat bagaimana penyertaan Tuhan tetap ada bersama Elia. Allah bahkan merawat Elia dengan cara-Nya yang unik. Perawatan pertama Allah, di ayat 9, adalah dengan menyapa Elia dengan sebuah pertanyaan: "Apakah kerjamu disini, hai Elia?" Jika saya bahasakan ulang, "Kamu ngapain disini Elia?", mungkin itulah pertanyaan Allah kepada nabi Elia dalam bahasa sehari-hari. Ibarat seorang Konselor, Allah membuka ruang percakapan untuk Elia. Allah ingin tahu apa yang dirasakan oleh Elia. Tuhan menghendaki Elia bercerita tentang penyebab frustasinya. Tuhan tidak menegur Elia, tetapi Ia hanya mendengarkan keluhan Elia.

Di ayat 10 Elia menjawab: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan

mereka ingin mencabut nyawaku." Dan apa jawaban Allah? “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Nah, ini dia! Di atas gunung lagi! Di hadapan Tuhan! Amat wajar jika Elia mengharapkan pengalaman akan Tuhan yang sama yang dialami ketika menghadapi 450 nabi Baal. Di atas gunung Karmel. The same thing! Allah yang mahakuasa yang dahsyat itu akan memulihkan aku. Benarkan demikian? Segera setelah Allah menyuruh Elia keluar dan berdiri di atas gunung, apa kata ayat yang sama? “Maka Tuhan lalu!”

Lalu muncullah gejala-gejala alam yang oleh orang Israel selalu dikonotasikan sebagai tanda kehadiran Allah: /1/ Angin yang besar dan kuat; /2/ gempa; /3/ api. Dan Tuhan tidak ada di sana! OK Tuhan, cukup! Jangan main petak umpet. Ini bukan Tuhan yang kuharapkan. Ini bukan Tuhan yang mahadahsyat yang aku kenali. Tetapi bagaimana Allah hadir? “datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.” Di situ Allah hadir. Dalam terjemahan lain: The sound of a gentle whisper; A still small voice. Inilah Allah yang bersembunyi. Dalam keheningan yang paling hening. Suara tanpa suara. Hadir dalam ketidakhadiran.

Allah gunung Karmel adalah God of great things. Allah padang gurun adalah God of small things. Allah gunung Horeb adalah God of nothing. Nothing bukan karena Allah tidak ada. Tetapi, nothing dalam arti “not a thing.” God is not a thing that can be objectified or perceived. Allah bukanlah objek, seberapa pun besarnya Ia. Ia terlalu besar untuk didefinisikan, untuk dibuat teori dan doktrin. Anda melihat, bahwa melalui cara berpikir ini, kita menyadari bahwa dalam keadaan frustasi dan depresi, bukannya Allah tidak hadir dalam kuasanya. Tapi Allah terkadang memilih untuk melewati gambaran God of great things. Dia mendekat dan menjadi terlalu dekat dengan kita sampai kita tidak mampu berkata apa-apa lagi tentang Allah. Pada titik semacam ini salahlah kalau kita berkata, “Allah hadir dalam hidup kita.” Kenapa salah, karena yang terjadi adalah sebaliknya, “Kita hadir di dalam pelukan Allah.” Itu sebabnya Elia kemudian, dikatakan pada ayat selanjutnya, “menyelubungi mukanya dengan jubahnya.” Persis ketika Musa di gunung yang sama tidak mampu memandang Allah. Yang berbeda, dalam kasus Musa, Allah tampil dalam semak yan menyala, dalam kasus Elia,

Allah tidak hadir lewat cara-cara yang dahsyat itu, tapi angin sepoi-sepoi basa. Silence!

Pada waktu Elia frustasi, pastilah ia merasa bahwa Tuhan telah melupakannya, sehingga ia meragukan kuasa dan penyertaan Tuhan. Maka Tuhan sekali lagi menyatakan diri-Nya kepada Elia, bahwa penyertaan-Nya tidak pernah berubah. yang berubah adalah dari Elia sendiri. Elia mulai sadar bahwa imannya menjadi lemah, sebab ia terlalu memandang situasi sekelilingnya lebih daripada memandang Tuhan. Demikian pula dengan keadaan kita, tatkala kita merasa diri kita telah dilupakan, seringkali kita jatuh di tengah-tengah depresi dan menjadi begitu rapuh tak berdaya. Pada saat demikian, yang kita butuhkan adalah kesadaran baru tentang pernyataan dan kuasa Tuhan dalam kehidupan kita. Kesadaran ini sering kita dapatkan dalam saat-saat teduh. Di mana kita mau bermeditasi, berkomunikasi dengan Tuhan, maka kita kan mendengar bisikan Tuhan.

Tuhan lalu berkata kepada Elia: ”Pergilah, kembalilah ke jalanmu!” Elia ditugaskan untuk mengurapi 3 orang, di mana salah satu di antaranya adalah Elisa, yang kelak akan menjadi penggantinya sebagai nabi Israel. Untuk meyakinkan hati Elia, Tuhan memberitahu bahwa di negara Israel masih terdapat 7000 orang yang tetap setia kepada Tuhan, sehingga dalam pelayanan Elia tidak seorang diri. Demikianlah Tuhan telah merawat Elia. Pasal-pasal berikutnya membuktikan bahwa Elia kembali lagi sebagai nabi yang agung. Elia bagaikan api Allah yang menghanguskan dosa. Ia setia kepada Tuhan sampai detik ia diangkat oleh Tuhan.

13. SAAT HENING

14. PERSEMBAHAN PUJIAN 15. PENGAKUAN IMAN RASULI

Pnt : Marilah bersama dengan umat Allah di masa lalu, masa kini  dan masa depan mengingat pengakuan iman kita menurut Pengakuan Iman Rasuli…

Pnt : (Doa syafaat diakhiri dengan mengucapkan bersama “Doa

Bapa Kami”)

17. NATS SYUKUR

Pnt : Mari kita senantiasa mengucap syukur atas kebaikan dan pemeliharaan Tuhan kepada kita, seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 28:7 “Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur

kepada-Nya.”

18. NYANYIAN JEMAAT

UCAP SYUKUR PADA TUHAN (PKJ 149:1-3) Syair: Helene Salamate Joseph,

Lagu: Tradisional Sangihe Talaud Ucap syukur pada Tuhan

kar’na kita dis’lamatkan olehNya. Senandungkan lagu baru,

senandungkan lagu baru bagiNya. Nyanyikanlah dengan riang

kar’na kasih setia Tuhan, nyanyilah. Senandungkan lagu baru,

senandungkan lagu baru bagiNya. Interlude (2 bait penuh)

Persembahan dapat ditransfer melalui akun rekening BCA dengan nomor: 772-542-1222 a.n GKI DENPASAR Muliakan nama Tuhan

kar’na kuasanya abadi, muliakan. Senandungkan lagu baru,

senandungkan lagu baru bagiNya.

19. PENGUTUSAN 

PF : Hiduplah dalam kasih karunia & damai sejahtera dari Allah Bapa. Jadilah saksi Kristus bagi dunia, serta nyatakan karya Roh Kudus dalam kehidupanmu.

20. NYANYIAN JEMAAT

TUHANKU BERJANJI (PKJ 140:1-3)

Syair dan lagu: Nothing Is Impossible, Eugene L. Clark, 1974, Terjemahan: Yamuger, 1990,

(c) 1996, Renewal 1994 by The Good News Broadcasting Association, Inc. All rights reserved, dengan ijin

Tuhanku berjanji dengan firmanNya; segala diatasiNya.

Yang paling tak mungkin dimungkinkanNya, bagi yang beriman padaNya.

reff: Tiada yang mustahil, asal kuat beriman.

Tiada yang mustahil bila firman kau pegang. Firman Tuhanmu dengarkanlah: Tiada yang mustahil bagiNya!

Percayalah kepadaNya peganglah firmanNya; segalah hal, segala hal menjadi mungkin beserta Tuhan.

Meski kau digoncang gelombang cemas, firmanNya tetap jangkarmu,

dan biar manusia lemah dan fana, firman Tuhan pegangan teguh ….reff

Interlude Segalanya mungkin dengan firmanNya; percaya dan aminkanlah!

JanjiNya selalu ditepatiNya, tidak akan dipungkiriNya. ….reff

21. BERKAT

PF : Arahkanlah hatimu kepada Tuhan dan terimalah berkat Tuhan: “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan  menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera kini dan selama-lamanya.”

 

Referensi

Dokumen terkait

Pnt : Jemaat terkasih, marilah nyatakan kesatuan hati kita di hadapan Allah melalui persembahan yang kita beri kepadanya dalam ketulusan, seraya mengingat firman Tuhan

Jadwal Ibadah Keluarga (Online) Bulan Agustus 2020.. Persekutuan dan pelayanan jemaat GPIB Yahya terus setia menjadi saksi bagi Kristus 2. Negara dan Bangsa Indonesia. 3.

15. Liturgos : “Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, marilah kita bangkit berdiri dan memperbaharui iman kita dengan mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli yang demikian:…. a)

P4 Jemaat yang dikasihi Tuhan, marilah kita menyatakan syukur kepada Tuhan dengan memberi persembahan kepada-Nya sambil mengingat pesan Alkitab dari 2 Korintus 9 : 12 ”Sebab

b) Kami mengajak seluruh warga Jemaat GPIB untuk menyatu hati bergumul bersama dalam Gerakan Doa di rumah masing-masing setiap jam 12.00 Wib siang dan jam 21.00 Wib malam,

P2 Umat Tuhan, marilah memberi persembahan kepada Tuhan sebagai tanda syukur atas kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus demi keselamatan kita. Maka hendaklah sekarang ini

Sahnya Sakramen Baptisan adalah jika dilaksanakan di dalam persekutuan jemaat; diawali dengan pengakuan percaya, baik secara pribadi maupun oleh orang tua yang