MAKALAH MORALITAS ILMU PENGETAHUAN

21  868  66 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Filsafat sebagai proses berpikir yang sistematis dan rasional juga memiliki objek material dan objek formal. Objek material filsafat adalah segala yang ada. Segala yang ada mencakup ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Objek material filsafat atas tiga bagian, yaitu yang ada dalam alam empiris, yang ada dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan. Adapun objek formal,dan rasional adalah sudut pandang yang menyeluruh, radikal, dan rasional tentang segala yang ada. Setelah berjalan beberapa lama kajian yang terkait dengan hal yang empiris semakin bercabang dan berkembang, sehingga menimbulkan spesialisasi dan menampakkan kegunaan yang praktis. Inilah proses terbentuknya ilmu secara berkesinambungan. Maka seiring dengan berkembangnya zaman, makin berkembanglah ilmu-ilmu pengetahuan yang ada.

Kemajuan pesat ilmu pengetahuan yang dicapai manusia pada ujung pertengahan kedua abad ke-20, memungkinkan arus informasi menjadi serba cepat: apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi (bahkan sebagian jagat raya) - menembus ke seluruh lapisan masyarakat dengan bebas tanpa membedakan siapa dia si penerima. Tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan terhadap pola kemasyarakatan alienasi adalah suatu kondisi psikologis seorang individu yang dinafasi oleh kesadaran semu (tentang misteri keabadian termasuk Tuhan), keberadaan, dan dirinya sendiri sebagai individu serta komunitas.

(2)

B. RumusanMasalah

1. Bagaimana Tanggung jawab Ilmuan? 2. Bagaiamana Ilmu Bebas Nilai atau tidak? 3. Bagaimana Moralitas Ilmu Pengetahuan?

4. Bagaimana hubungan antara kemajuan ilmu pengetahuan dengan krisis kemanusiaan?

5. Apa hubungan antara ilmu, agama dan masa depan manusia? 6. Apa dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan?

C. Tujuan Masalah

1. Mengetahui Tanggung jawab Ilmuan 2. Mengetahui Ilmu Bebas Nilai atau tidak 3. Mengetahui Moralitas Ilmu Pengetahuan

4. Untuk mengetahui hubungan antara kemajuan ilmu pengetahuan dengan krisis kemanusiaan.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

A. Moralitas Ilmu Pengetahuan 1. Tanggung jawab Ilmuan

Ilmu menggahasilkan teknologi yang diperagakan masyarakat. penarapan ilmu dimasyarakat juga menjadi kebekarhan bagi masyarakat dan dapat mengubah beradaban bagi manusia, tetapi juga bisa menimbulkan bencana bagi manusia apabila menyalagunakan hasil karya para ilmuwan. Disinilah pemanfaatkan dan teknologi perlu diperhatikan sebaik-baiknya.1

Dihadapkan masalah moral dan akses ilmu dan teknologi yang bersifat merusak, maka para ilmuwan bias dinobatkan sebagai dua golongan pendapat, Ilmu harus bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secra ontologis maupun maupun aksiologi. Dalam hal ini ilmuwan hanya bisa menemukan penemuan terserah mau dipakai oleh para pengguna yang bersifat positiv maupun negative ilmu itu sifatnya netral.

a. Golongan yang pertama ini ingin melanjutkan tradisi kenetralan sebuah ilmu seperti pada waktu era Golileo, dan golongan yang berpendapat netralisasi ilmu hanyalah terbatas pada metafisika keilmuwan, sedangkan penggunaan harus berdasarkan nilai-nilai moral.

b. Golongan yang kedua ini mendasarkan pendapatnya pada tiga hal yaituIlmu secara factual digunakan secara destraktiv oleh manusia, yang dibuktikan adanya perang dunia yang menggunakan teknologi keilmuwan yaitu terjadi Bom atom. Yang mengahabiskan kota Nagasaki dan hirosima pada saat itu.

Ilmuwan sebagai manusia yang diberi kemampuan merenung dan menggunakan pikirannya untuk bernalar. Kemampuan berpikir dan

(4)

bernalar itu pula yang membuat kita sebagai manusia menemukan berbagai pengetahuan baru. Pengetahuan baru itu kemudian digunakan untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari lingkungan alam yang tersedia di sekitar kita. Oleh karena itu tanggung jawab ilmuwan terhadap masa depan kehidupan manusia diantaranya adalah :

a. Ilmu adalah berkembang secara pesat dan makin esoteric sihingga para ilmuwan mengetahui akses-akses yang mungkin terjadi bila terjadi penyalagunaan hasil karya para ilmuwan.

b. Ilmu telah berkembang sedemikian rupa dimana terdapat kemungkinan bahwa ilmu dapat mengubah manusia dan kemanusiaan yang paling hakiki seperti pada kasus revolusi genetika dan teknik pembuatan social.

Tanggung Jawab Profesional terhadap dirinya sendiri, sesama ilmuwan dan masyarakat, yaitu menjamin kebenaran dan keterandalan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dibuatnya secara formal. Agar semua pernyataan ilmiah yang dibuatnya selalu benar dan memberikan tanggapan apabila ia merasa ada pernyataan ada pernyataan ilmiah yang dibuat ilmuwan lain yang tidak benar.

Tanggung Jawab Sosial, yaitu tanggung jawab ilmuwan terhadap masyarakat yang menyangkut asas moral dan etika. Pengalaman dua perang dunia I (terkenal dengan perang kuman) dan II (terkenal dengan bom atom) telah membuktikan bahwa ilmu digunakan untuk tujuan-tujuan yang destruktif.

2. Ilmu Bebas Nilai atau tidak a. Ilmu bebas nilai

(5)

tangan faktro eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu itu sendiri.

Josep Situmorang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya ada 3 faktor sebagai indikator bahwa ilmu itu bebas nilai, yaitu:

1) Ilmu harus bebas dari pengendalian-pengendalian nilai. Maksudnya adalah bahwa ilmu harus bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor ideologis, religious, cultural, dan social. 2) Diperlukan adanya kebebasan usaha ilmiah agar otonom ilmu

terjamin. Kebebasan di sisni menyangkut kemungkinan yang tersedia dan penentuan diri.

3) Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu, karena nilai etis sendiri itu bersifat universal.

Dalam pandanagn ilmu yang bebas nilai, eksplorasi alam tanpa batas dapat dibenarkan, karena hal tersebut untuk kepentingan ilmu itu sendiri, yang terkdang hal tersebut dapat merugikan lingkungan. Contoh untuk hal ini adalah teknologi air condition, yang ternyata berpengaruh pada pemansan global dan lubang ozon semakin melebar, tetapi ilmu pembuatan alat pendingin ruangan ini semata untuk pengembangan teknologi itu dengan tanpa memperdulikan dampak yang ditimbulakan pada lingkungan sekitar. Setidaknya, ada problem nilai ekologis dalam ilmu tersebut, tetapi ilmu bebas nilai menganggap nilai ekologis tersebut menghambat perkembangan ilmu. Dalam ilmu bebas nilai tujuan dari ilimu itu untuk ilmu.

b. Ilmu Tidak Bebas Nilai

Ilmu yang tidak bebas nilai (value bond) memandang bahwa ilmu itu selalu terikat dengan nilai dan harus dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek nilai. Perkembangan nilai tidak lepas dari dari nilai-nilai ekonomis, sosial, religius, dan nilai-nilai yang lainnya

(6)

mungkin bebas nilai, karena setiap ilmu selau ada kepentingan-kepentingan. Dia juga membedakan ilmu menjadi 3 macam, sesuai kepentingan-kepentingan masing-masing;

1) Pengetahuan yang pertama, berupa ilmu-ilmu alam yang bekerja secara empiris-analitis. Ilmu ini menyelidiki gejala-gejala alam secara empiris dan menyajikan hasil penyelidikan untuk kepentingan-kepentingan manusia. Dari ilmu ini pula disusun teori-teori yang ilmiah agar dapat diturunkan pengetahuan-pengetahuan terapan yang besifat teknis. Pengetahuan teknis ini menghasilkan teknologi sebagai upaya manusia untuk mengelola dunia atau alamnya.

2) Pengetahuan yang kedua, berlawanan dengan pengetahuana yang pertama, karena tidak menyelidiki sesuatu dan tidak menghasilkan sesuatu, melainkan memahami manusia sebagai sesamanya, memperlancar hubungan sosial. Aspek kemasyarakatan yang dibicarakan adalah hubungan sosial atau interaksi, sedangkan mendasarinya adalah dominasi kekuasaan dan kepentingan yang dikejar adalah pembebasan atau emansipasi manusia.

3. Moralitas Ilmu Pengetahuan

Manusia sebagai manipulator dan articulator dalam mengambil manfaat dalam ilmu pengetahuan. Dalam psigkologi, dikenal konsep diri dan freud menyebut sebagai “id”, “ego” dan “super ego” , “id” adalah batgian kepribadian yang dorongan biologi (hawa nafsu dalam agama ) dan hasrat-hasrat yang mengandung dua insting: libido (konstruktif) dan

(7)

ideal, hati nurani (jalaludin Rahmat, 1989). Dalam agama ada sisi destruktif manusia, yaitu sisi angkara murka (hawa nafsu).

Ketika manusia memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk tujuan praktis, mereka dapat saja hanya mefungsikan “id” nya, seingga dapat dipastikan bahwa manfaat pengetahuan diaarahkan untuk hal-hal yang destruktif. Misalnya dalam pertarungan antara id dan ego, dimana ego kalah sementara superego tidak berfungsi optimal, maka tentu atau juga nafsu angkara murka yang mengendalikan tidak manusia mejatuhkan pilihan dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan amatlah nihil kebaikan yang diperoleh manusia,atau malah mungkin kehancuran. Kisah dua kali perang dunia, kerusakan lingkungan, penipisan lapisan ozon, adalah pilihan “id” dari kepribadian manusia yang mengalahkan “ego” maupun “super ego”nya.2

Etika adalah pembahasan mengenai baik, buruk, semestinya, benar, dan salah. Yang paling menonjol tentang baik dan kuwajiban . keduanya bertalian denga hati nurani. Bernaung dibahwa filasafat moral (Herman Soerwardi 1999). Etika merupakan tatanan konsep yang melahirkan kuwajiban itu, dengan argument bahwa sesuatu tidak dijalankan berarti akan mendatangkan bencana atau keburukan bagi manusia. Oleh karena itu, etika adalah seperangkat kewajiban tentang kebaikan yang melaksanakanya tidak ditunjuk. Exekutornya menjadi jelas ketika sang subjek berhadap opsi baik atau buruk yang baik itulah kuwajiban executor dalam kehidupan ini.

B. Tantangan dan masa depan ilmu

1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dengan Krisis Kemanusiaan3

Masyarakat modern telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih untuk mengatasi berbagai masalah hidupnya, namun pada sisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut

(8)

tidak mampu menumbuhkan moralitas (ahlak) yang mulia. Dunia modern saat ini, termasuk di indonesia ditandai oleh gejalah kemerosotan akhlak yang benar-benar berada pada taraf yang menghawatirkan. Kejujuran, kebenaran, keadilan, tolong menolong dan kasih sayang sudah tertutup oleh penyelewengan, penipuan, penindasan, saling menjegal dan saling merugikan. Untuk memahami gerak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian itu, maka kehadiran filsafat ilmu berusaha derajatnya dibandingkan dengan mahluk yang lain, karena manusia diberi daya berfikir, daya berfikir inilah yang menemukan teori-teori ilmiah dan teknologi. Pada waktu yang bersamaan, daya pikir tersebut menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan. Sehingga dia tidak hanya bertanggung jawab kepada sesama manusia, tetapi juga kepada penciptaNya.

Dengan demikian adanya perubahan pandangan tentang ilmu pengetahuan mempunyai peran penting dalam membentuk peradaban dan kebudayaan manusia, dan dengan itu pula tampaknya, muncul semacam kecenderungan yang terjalin pada jantung setiap ilmu pengetahuan dan juga para ilmuwan untuk lebih berinovasi untuk penemuan dan perumusan berikutnya.

(9)

menghasilkannya. Kedua kecenderungan ini secara nyata paling menampakkan diri dan paling mengancam keamanan dan kehidupan manusia, dewasa ini dalam bidang lomba persenjataan, kemajuan dalam memakai serta menghabiskan banyak kekayaan bumi yang tidak dapat diperbaharui kembali, kemajuan dalam bidang kedokteran yang telah mengubah batas-batas paling pribadi dalam hidup manusia dan perkembangan ekonomi yang mengakibatkan melebarnya jurang kaya dan miskin. Ilmu pengetahuan dan teknologi akhirnya mau tak mau mempunyai kaitan langsung ataupun tidak, dengan setruktur sosial dan politik yang pada gilirannya berkaitan dengan jutaan manusia yang kelaparan, kemiskinan, dan berbagai macam ketimpangan yang justru menjadi pandangan yang menyolok di tengah keyakinan manusia akan keampuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghapus penderitaan manusia.

Kesadaran akan hal ini sudah muncul dalam banyak lingkungan ilmuwan yang prihatin akan perkembangan teknik, industri, dan persenjataan yang membahayakan masa depan kehidupan umat manusia dan bumi kita. Untuk itulah maka epistimologi ilmu bertugas menjawab pertanyaan; bagaimana proses pengetahuan yang masih berserakan dan tidak teratur itu menjadi ilmu? Bagaimana prosedur dan mekanismenya?

(10)

Kemudian timbul pertanyaan, apakah ilmu selalu merupakan berkah dan penyelamat bagi manusia? Dan memang sudah terbukti, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, manusia dapat menciptakan berbagai bentuk teknologi. Misalnya pembuatan bom yang pada awalnya untuk memudahkan kerja manusia, namun kemudian dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif yang menimbulkan malapetaka bagi manusia itu sendiri. Di sinilah ilmu harus diletakkan secara proposional dan memihak pada nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan. Sebab, jika ilmu tidak berpihak kepada nilai-nilai, maka yang terjadi adalah bencana dan malapetaka. 2. Hubungan Agama,Ilmu dan Masa Depan Manusia

a. Pentingnya Agama bagi manusia4

Agama dapat dilihat sebagai kepercayaan dan pola perilaku yang dimiliki oleh manusia untuk menangani masalah-masalah penting dan aspek-aspek alam semesta yang tidak dapat dikendalikannya dengan teknologi maupun sistem organisasi sosial yang dikenalnya. Pengertian agama yang lain yaitu agama sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi melalui mitos dan menggerakkan kekuatan-kekuatan supranatural dengan tujuan untuk mencapai atau menghindari terjadunya perubahan keadaan pada manusia atau alam semesta (Sare, 2007).Agama memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi sosial dan fungsi psikologis. Secara psikologis, agama dapat mengurangi kegelisahan manusia dengan memberikan penerangan tentang hal-hal yang tidak diketahui dan tidak dimengerti olehnya di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lebih mudah dimengerti, misalnya tentang kematian. Selain itu, agama juga memberi ketenangan pada manusia karena dapat memberikan sebuah harapan bahwa ada sebuah kekuatan supranatural yang dapat menolong manusia pada saat menghadapi bahaya atau tertimpa suatu musibah. Ditinjau secara sosial, agama mempunyai sanksi bagi seluruh perilaku manusia yang beraneka ragam.

(11)

Agama juga menanamkan pengertian tentang kebaikan dan kejahatan dengan memberikan semacam pedoman tentang perilaku hidup dan berinteraksi. Dalam hal ini, agama dapat dikatakan sebagai pemelihara ketertiban sosial. Selain itu, agama juga sebagai alat yang efektif untuk meneruskan tradisi lisan dalam sebuah masyarakat (Sare, 2007).Dilihat dari pengertian pentingnya agama bagi manusia, terdapat dua konsep mendasar agama bagi kehidupan manusia, yaitu agama dalam arti what religion does dan what is religion. Pengertian pertama menunjuk pada apa kegunaan agama bagi kehidupan manusia, sedangkan pengertian yang kedua menunjuk pada apa makna agama bagi manusia, yaitu sebagai pedoman untuk bertindak di dalam menjalankan seluruh aktivitas kehidupannya (Moesa, 2007)

b. Posisi Agama dalam Pengembangan ilmu5

Masyarakat modern telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih untuk mengatasi berbagai masalah hidupnya, namun pada sisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut tidak mampu menumbuhkan moralitas (ahlak) yang mulia. Dunia modern saat ini, termasuk di indonesia ditandai oleh gejala kemerosotan akhlak yang benar-benar berada pada taraf yang menghawatirkan. Kejujuran, kebenaran, keadilan, tolong menolong dan kasih sayang sudah tertutup oleh penyelewengan, penipuan, penindasan, saling menjegal dan saling merugikan. Untuk memahami gerak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian itu, maka kehadiran agama sangatlah penting. Agama menjadi salah satu faktor pendukung dan sangat utama dalam perkembangan ilmu. Merujuk pada realita mengenai Indonesia yang memiliki penduduk (muslim) terbesar di dunia, membuktikan bahwa posisi agama di Indonesia sangat penting.CDalam masyarakat beragama (Islam), ilmu adalah bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai ketuhanan karena sumber ilmu yang hakiki adalah dari Tuhan. Manusia adalah ciptaan

(12)
(13)

setidaknya ia dapat meminimalkan dampak negatif yang timbul karena perkembangan ilmu dan teknologi tersebut, pastinya dilakukan secara berhati-hati untuk memelihara kepentingan alam

c. Peran IPTEK bagi masa depan manusia6

Perkembangan sejarah manusia selalu diwarnai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melingkupinya. Hal ini tentunya berbanding lurus dengan upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Teknologi adalah sarana yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Seiring dengan perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan turunannya yang berbentuk teknologi ini, meluas bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempit. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendorong manusia mendayagunakan sumber daya alam lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi meluas pada upaya penghapusan kemiskinan, penghapusan jam kerja yang berlebihan, penciptaan kesempatan untuk hidup lebih lama dengan perbaikan kualitas kesehatan manusia, membantu upaya-upaya pengurangan kejahatan, peningkatan kualitas pendidikan, dan sebagainya (Keraf dan Dua, 2001). Bahkan secara lebih komprehensif, ilmu pengetahuan dan teknologi juga dimanfaatkan pemerintah dalam menunjang pembangunannya. Puncaknya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.Perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi dapat menaikkan kualitas manusia dalam keterampilandan kecerdasannya untuk meningkatkan kemakmuran serta inteligensimanusia.Lebih jauh, ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil mendatangkan kemudahan hidup bagi manusia (Mas’ud dan Paryono, 1998).

(14)

d. Peran manusia terhadap Iptek

(15)

kemudahan hidup, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan dalam benak manusia.

e. DampakPerkembangan IPTEK

Perkembangan ilmu pengetahuan tidak lepas dari perkembangan teknologi terhadap kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi manifestasi dari kebudayaan universal yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Kehadiran iptek merupakan penanda adanya proses pembangunan yang tengah berlangsung, dan dapat mempengaruhi atau menigkatkan tatanan hidup masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Perbaikan dan peningkatan kehidupan masyarakat dengn ilmu pengetahuan dan teknologi ini selanjutnay akan mengarah pada perubahan sosial dan budaya.7 Sebenarnya

perubahan-perubahan tersebut merupakan hal yang wajar, namun pada beberapa hal, menimbulkan sikap pro dan kontra di antara masyarakat. Muncul sikap pro dan kontra tersebut dipengaruhi oleh dampak yang dihasilkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang diauraikan berikut ini (Sutardi, 2007).

Dampak positif;

1) Kemajuan di bidang pendidikan denga berkembangya kesempatan belajar serta bertambahnya tenaga ahli dan terampil

2) Munculnya bentuk-bentuk integrasi formal di bidang politik, pemerintahan, hukum dan ekonomi

3) Kemudahan komunikasi dan transportasi sehingga masyarakat yang tempat tinggalnya berjauhan dapat bertemu dan berbicara setiap saat dengan mudah.

4) Etos kerja tradisional yang hanya menggantungkan diri kepada nasib berubah menjadi etos kerja yang dinamis, ulet, optimis dan terencan. (Sutardi, 2007)

Dampak negatif:8

7Dina Amalina, http://dokumen.tips/science/ilmu-pengetahuan-filsafat-sains.html, diakses pada 11 Desember 2015 pukul 11:18 WIB

(16)

1. Unsur –nsur adat makin memudar,terutama yang berhubungan dengan religi dan kepercayaan

2. Ikatan kerabat dan keluarga luas semakin melemah dan bergeser hanya ke keluarga inti

3. Pengetahuan tradisional, misalnya pengobatan tradisional semakin terlupakan

4. Moral masyarakat mengalami degradasi karena orang akan begitu mudah memproduksi barang dan jasa tanpa memikirkan efek negatifnya

(17)

A. Kesimpulan

Perkembangan ilmu pengetahuan tidak lepas dari perkembangan teknologi terhadap kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi manifestasi dari kebudayaan universal yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Kehadiran iptek merupakan penanda adanya proses pembangunan yang tengah berlangsung, dan dapt mempengaruhi atau menigkatkan tatanan hidup masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Perbaikan dan peningkatan kehidupan masyarakat dengn ilmu pengetahuan dan teknologi ini selanjutnay akan mengarah pada perubahan sosial dan budaya. Sebenarnya perubahan-perubahan tersebut merupakan hal yang wajar, namun pada beberapa hal, menimbulkan sikap pro dan kontra di antara masyarakat. Muncul sikap pro dan kontra tersebut dipengaruhi oleh dampak yang dihasilkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menuai dampak positif dan dampak negatif bagi manusia dan lingkungannya.

B. Kritik dan Saran

Demikian makalah yang dapat kami susun. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.sebelumnya kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dimasa depan.

(18)

Adib, Muhammad. 2011. Filsafat Ilmu: Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bakhtiar, Amsal. 2007. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Latif, Mukhtar. 2014. Orientasi ke Arah Pemabahasan Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.

Semiawan, Conny R, Made Putrawan, dan Setiawan. 1998. Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(19)

KATA PENGANTAR ... DAFTAR ISI... BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

... B. Rumusan Masalah

... C. Tujuan Masalah

... BAB II PEMBAHASA

A. Tanggung jawab Ilmuan... B. Ilmu Bebas Nilai atau tidak... C. Moralitas Ilmu Pengetahuan... D. hubungan antara kemajuan ilmu pengetahuan dengan krisis

kemanusiaan... E. Hubungan antara ilmu, agama dan masa depan manusia... F. Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan... BAB III PENUTUP

(20)

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahim, Wb

Alhamdulillah, Puji beserta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Makalah ini berisikan tentang penjelasan “Moralitas Ilmu Pengetahuan”

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini .

Akhir kata, Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir . Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita . Amin .

Sungai Penuh, Desember 2017

(21)

MORALITAS ILMU PENGETAHUAN MAKALAH

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur dalam Mata Kuliah Filsafat

Disusun Oleh: 1. Septa Depiana 2. Utia Sri Wahyuni 3. Rifa Azma Diana 4. Baitul Iqbal

Dosen Pembimbing: DARMA FERI, M.Pd

JURUSAN TADRIS BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...