• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Pembelajaran sebagai Upaya Peni (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Evaluasi Pembelajaran sebagai Upaya Peni (1)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Widia Damayanti (1505098) Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Universitas Pendidikan Indonesia [email protected]

Seorang guru dalam menjalankan tugasnya pasti akan dihadapkan dengan evaluasi pembelajaran, baik didalam kelas maupun diluar kelas. Pemahaman akan konsep dasar evaluasi pembelajaran sudah barang tentu harus dikuasai oleh guru.

Evaluasi merupakan komponen dari pembelajaran sebagai sistem yang digunakan untuk mengetahui efektif atau tidakkah suatu kegiatan pembelajaran. Sax (1980:18) menjelaskan bahwa evaluasi adalah suatu proses dimana pertimbangan atau keputusan suatu nilai dibuat dari berbagai pengamatan, latar belakang serta pelatihan dari evaluator.

Sedangkan menurut Arifin (2012: 13) pengertian evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan dan penetapan kualitas (nilai dan arti) pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Untuk melakukan evaluasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan evaluasi. Secara umum tujuan dari evaluasi adalah untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Indikator efektivitas dapat dilihat dari perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik. Perubahan tingkah laku itu dibandingkan dengan perubahan tingkah laku yang diharapkan sesuai dengan kompetensi, tujuan dan isi program pembelajaran (Zainal, A:2012).

Bagi peserta didik, evaluasi pembelajaran berfungi untuk mengukur kemampuan mereka berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Secara psikologis, peserta didik memiliki sikap serta moral yang heteronom atau masih membutuhkan pendapat dari orang-orang disekitarnya yang sudah dewasa untuk dijadikan pedoman dalam mengembangkan dirinya.

(2)

kemampuannya sehingga dapat memberikan perlakuan yang sesuai terhadap peserta didik-peserta didik yang berbeda tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Z. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut WHO pengertian penilaian (evaluasi) adalah suatu cara yang sistematis untuk mempelajari berdasarkan pengalaman dan mempergunakan pelayanan yang dipelajari untuk

Menurut Arifin (2009: 157) Wawancara merupakan salah satu bentuk alat evaluasi jenis non tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung

Menurut buku yang telah saya baca dan dari beberapa pengertian belajar dan pembelajaran, dapat diambil benang merah bahwa belajar adalah perubahan perilaku. Sedangkan

Sedangkan evaluasi dalam pendidikan Islam menurut Arifin (1991:238) adalah merupakan cara atau teknik penilaian terhadap tingkah laku manusia didik berdasarkan

Sedangkan menurut Joyce, dkk (1972:13) model pembelajaran adalah konsep yang mendeskripsikan berbagai macam aspek siswa dan menekankan pembelajaran

Menurut Bompa (1994: 13) individualisasi dalam latihan adalah suatu kebutuhan yang utama dari suatu bentuk usaha latihan bagi setiap atlet dalam pelaksanaannya

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria

(2003: 13), menyebutkan empat pengertian evaluasi menurut deskripsinya, yaitu: 1) Evaluasi adalah proses memahami atau memberi arti, mendapatkan