• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Bangkitan Perjalanan Pada Perumahan Pemerintah Daerah (PEMDA) Tingkat I Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Bangkitan Perjalanan Pada Perumahan Pemerintah Daerah (PEMDA) Tingkat I Medan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

i

ABSTRAK

Pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh terhadap tataguna lahan dan terjadinya kemacetan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bangkitan di Perumahan Pemerintah Daerah (PEMDA) Tingkat I Medan untuk mendapatkan model bangkitan perjalanan. Penelitian ini bermanfaat untuk dapat memprediksi bangkitan perjalanan yang terjadi. Survei primer dilakukan dengan cara membagikan kuesioner terhadap penduduk yang tinggal pada perumahan tersebut. Karakteristik rumah tangga yang diteliti didasarkan pada faktor sosial dan ekonomi, yang terdiri dari variabel jumlah anggota keluarga (X1), kepemilikan kendaraan pribadi (X2), pendapatan (X3), pekerjaan (X4), dan pendidikan (X5). Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Responden diambil dengan metode acak sederhana. Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi linier berganda dan analisa kategori.Model bangkitan perjalanan yang terbaik adalah Y = 2540 + 0211 X3 - X1 0036-0024 X2 - X4 + 0,299 0,161 X5. Jumlah perjalanan yang terjadi dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga (X1), kepemilikan kendaraan pribadi (X2), pendapatan (X3), pekerjaan (X4), dan pendidikan (X5) dengan nilai korelasi R = 0,487.

Kata kunci: Model bangkitan perjalanan, analisis regresi linier berganda, analisis kategori.

Referensi

Dokumen terkait

karakteristik Sosial Ekonomi Keluarga yaitu jumlah tanggungan keluarga dengan konsumsi beras rumah tangga di daerah perdesaan tetapi tidak terdapat hubungan yang

Variabel karakteristik merek (X1), karakteristik Perusahaan (X2), karaktristik konsumen merek (X3) merupakan variabel yang memiliki pengaruh yang positif dan signifikan

Setyaningrum dan Syafitri (2012) dengan penelitianya mengenai pengaruh karakteristik pemerintah daerah terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan daerah

karakteristik Sosial Ekonomi Keluarga yaitu jumlah tanggungan keluarga dengan konsumsi beras rumah tangga di daerah perdesaan tetapi tidak terdapat hubungan yang