• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODE PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

29 3.1 Tipe/Jenis Penelitian

Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menggambarkan kenyataan-kenyataan (fakta-fakta) dengan mengemukakan keadaan-keadaan mengenai objek penelitian sebagaimana adanya secara lengkap.Hasil temuan dari penelitian ini berbentuk kesimpulan,merupakan masukan untuk pengambilan keputusan (Malhotra,2006:115). Desain penelitian deskriptif bermaksud mengamati secara lengkap dan mencari hubungan dengan konsep lain,tanpa pengujian hipotesa atau hubungan tersebut dalam kaitan dengan penelitian ini,maka objek penelitian ialah penerapan prinsip Sustainable Competitive Advantage yang berkaitan dengan Kebijakan Internal perusahaan.

Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk menggambarkan bagaimana adanya fakta-fakta yang ditemukan pada masa sekarang,selanjutnya menganalisa dan menafsirkan fakta-fakta tersebut serta mengambil kesimpulannya.

3.2 Metode Penelitian

Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Data Kualitatif bersifat tidak terstruktur dalam arti variasi data yang diberikan oleh sumbernya (orang,partisipan,atau responden yang ditanyai) sangat beragam.Kondisi ini memang disengaja oleh periset karena tujuannya untuk memperoleh ide atau pandangan yang mendalam dan luas dari setiap partisipan.Kebebasan partisipan dalam menyampaikan pendapat membuat periset mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik atas masalah yang sedang diteliti.Penelitian kualitatif cenderung tidak terstruktur, tujuan nya cenderung untuk pemahaman,informasi yang dihasilkan mendalam, dimungkinkan untuk

(2)

disertai alasan yang melandasi dan non statistic , jumlah sampel sedikit (Istijanto,2009:48).

Alasan mengapa memilih Metode penelitian Kualitatif ialah karena peneliti ingin penelitian ini bersifat mendalam dan peneliti dapat mengerti akan apa yang disampaikan di penulisan ini secara langsung.Dan penelitian ini berkaitan dengan Internal perusahaan mengenai Strategi , Peranan yang erat kaitannya dengan metode Penelitian Kualitatif.Yang dibutuhkan wawancara untuk mendapat setiap datanya.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Data terbagi atas data Sekunder dan Primer.Data primer merupkan lawan dari kata sekunder dan berarti utama, pertama atau secara langsung dari sumbernya.Pengertian data primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Data primer didapatkan secara langsung dari sumbernya,sehingga periset merupakan “tangan pertama” yang memeperoleh data tersebut. Berdasarkan sifatnya Data Primer terbagi atas dua yaitu data Kualitatif dan data Kuantitatif. Untuk mendapat data Kualitatif menggunakan Wawancara , Focus Group dan Teknik Proyeksi.

Wawancara merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur, dan individual.Dalam wawancara, seorang responden ditanyai oleh pewawancara untuk mengungkapkan perasaan, motivasi, sikap atau keyakinannya terhadap suatu topic.Dari wawancara ini, periset akan memperoleh informasi yang spontan dan mendalam dari setiap partisispan.(Malhotra,2009:44) Kondisi ini memang sesuai dengan tujuan wawancara yang ingin memperoleh pandangan yang lebih mendalam dari setiap partisipan yang berguna untuk memahami masalah riset.

Teknik bertanya dibagi atas lima bagian penting yang harus diperhatikan (Sekaran et al, 2010;75-76),yang Pertama adalah teknik Corong ialah di awal sebuah wawancara tidak terstruktur, disarankan untuk mengajukan pertanyaan terbuka untuk memperoleh ide yang luas dan membentuk kesan tertentu mengenai situasi. Contoh : Apa perasaan Anda saat bekerja pada organisasi ini?. Yang

(3)

kedua adalah Pertanyaan Tidak Bias adalah penting untuk mengajukan pertanyaan dalam cara yang akan menjamin bias yang sedikit dalam respons. Contoh : Beritau saya bagaimana pendapat anda bekerja di kantor ini? Hal tersebut lebih tidak enak didengar dibanding “Ijinkan saya mendengarkan pendapat anda mengenai bekerja di kantor ini..” Yang ketiga adalah Mengklarifikasi Persoalan adalah memastikan bahwa peneliti memahami persoalan sebagaimana responden bermaksud mengungkapkannya.Yang keempat adalah Membantu responden untuk memikirkan keseluruhan persoalan sebaiknya peneliti memberikan pertanyaan yang lebih sederhana dan dapat menjelaskan kepada narasumber dengan jelas.Yang kelima adalah Membuat catatan ialah ketika melakukan wawancara, adalah penting bahwa peneliti membuat catatan tertulis saat wawancara berlangsung, atau segera setelah wawancara berakhir.Pewawancara sebaiknya tidak bergantung pada ingatan, karena informasi yang berdasarkan ingata sering tidak teliti dan tidak tepat. Jika ada lebih dari satu wawancara yang dijadwalkan untuk satu hari yang sama, jumlah informasi yang diterima pun meningkat,sehingga memungkinkan kesalahan dalam mengingat kembali.

Data sekunder terbagi atas dua yaitu Data Internal dan Data Eksternal. Data Sekunder ialah data yang telah dikumpulkan oleh pihak-pihak lain bukan oleh periset sendiri- untuk tujuan yang lain,data tersebut sudah disediakan oleh pihak lain. Data sekunder dapat disimpulkan sebagai data yang berupa document atau pustaka.

Dalam penelitian ini data yang diambil ialah Data Internal memiliki arti khusus yaitu data yang berasal dari dalam perusahaan yang bersangkutan.Data internal yang tersedia di dalam perusahaan biasanya berkaitan dengan kegiatan yang berlangsung secara rutin.Tiap bagian department dalam perusahaan yang terkelola dengan baik akan memiliki catatan data sesuai dengan bagiannya sedangkan Data Eksternal ialah data yang berasal dari luar perusahaan yang memiliki arti yang mempublikasikan data tersebut adalah bukanlah perusahaan yang bersangkutan melainkan organisasi lain.

Dalam pengumpulan Data ini, unit kerja dan personel yang dibutuhkan ialah Departmen Public Relations & Publicity MetroTv, Pimpinan Departmen Public Relations & Publicity MetroTv , PR Officer yang terbagi atas PR Officer Internal

(4)

serta PR Officer External. Pengumpulan informasi melalui Wawancara key informan yang compatible terhadap penelitian kemudian observasi langsung di lapangan untuk menunjang penelitian yang dilakukan agar mendapatkan sumber data yang diharapkan.

Memilih teknik wawancara dikarenakan dapat mengamati lebih dekat dan langsung kepada sumber,tidak dengan cara formal tetapi bisa dengan cara yang lebih santai untuk mendapatkan informasi tersebut.Dan dari wawancara ini periset akan memperoleh informasi yang spontan dan mendalam dari setiap partisipan.Kondisi ini memang sesuai dengan tujuan wawancara yang ingin memperoleh pandangan yang lebih mendalam dari setiap partisipan yang berguna untuk memahami masalah riset.

Selain wawancara peneliti juga melakukan Observasi langsung yaitu suatu cara pengumpulan data dengan pengamatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti secara langsung terhadap objek penelitian dimana penulis sedang menjalankan Internship di lokasi penelitian di divisi Public Relations & Publicity Departmen untuk mengamati dan meninjau aktifitas secara langsung.

3.4 Teknik Penentuan Informan

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, untuk memilih informan yang terbaik maka dibutuhkan teknik penentuan informan. Dalam metode Kualitatif terdiri dari empat jenis (Neuman,2006:117) yaitu :

1. Purposive yaitu memilih informan menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Kriteria ini harus disesuaikan dengan topic penelitian dan informan yang dipilih harus dianggap Kredibel untuk menjawab masalah penelitian.

2. Kuota yaitu informan yang dipilih bertujuan untuk memenuhi kuota yang telah ditentukan sebelumnya. Setiap informan yang dipilih diambil tanpa metode/cara spesifik tertentu.

3. Snowball Sampling merupakan hasil rekomendasi dari informan sebelumnya. Hal ini umumnya dilakukan bila narasumber tidak mengetahui Informan siapa yang akan di wawancara selanjutnya.

(5)

4. Sequential yaiu informan yang dipilih tidak ditentukan batasannya, jumlahnya akan terus bertambah sampai sejumlah informan sudah tidak dapat lagi memberikan informasi yang dapat dikembangkan.

Dalam Penelitian ini, yang digunakan adalah Teknik Purposive dimana setiap Informan yang memberikan data atau yang di wawancara adalah Kredibel dan sesuai dengan Topic penelitian.

3.5 Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penulisan kualitatif,dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Dalam rangka menjawab perumusan masalah yang ditetapkan penulis maka analisis data yang menjadi acuan dalam penelitian ini mengacu pada beberapa tahapan yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman (Sugiyono,2010:335) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu :

A. Reduksi data yaitu proses pemilahan, merangkum serta memilih hal yang pokok memfokuskan pada hal yang penting ,pemusatan perhatian pada penyederhanaan,transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan selama meneliti.Tujuan diadakan transkrip data untuk memilih informasi mana yang dianggap sesuai dengan masalah yang menjadi pusat penelitian.

B. Penyajian Data (Data display) yaitu kegiatan sekumpulan informasi dalam bentuk teks naratif , grafik jaringan , table dan bagan yang bertujuan mempertajam pemahaman penelitian terhadap informasi yang dipilih kemudian disajikan dalam table ataupun uraian penjelasan.Namun yang akan paling sering digunakan untuk penyajian data penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif.Hal ini dimaksudkan untuk memahami apa yang terjadi serta merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami.

C. Verifikasi & Pengesahan Kesimpulan yaitu Pada tahap akhir adalah penarikan kesimpulan.Penarikan kesimpulan dilakukan secara cermat

(6)

dengan melakukan verifikasi berupa tinjauan ulang pada catatan-catatan dilapangan sehingga data-data teruji validasinya.

3.6

Teknik Keabsahan Data

Pemeriksaan keabsahan data sangat diperlukan dalam penelitian kualitatif serta tingkat kepercayaan data yang telah terkumpul.Teknik keabsahan data adalah dengan menggunakan teknik triangulasi.Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.Terdapat Triangulasi Sumber, Triangulasi Metode dan waktu (Ratna,2010:241):

A. Triangulasi Sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.Lalu di deskripsikan,dikategorisasikan mana pandangan yang sama,yang berbeda dan mana spesifik dari tiga sumber data tersebut.

B. Triangulasi Metode untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.Misalnya data diperoleh dengan wawancara,lalu di cek dengan observasi.Jika data yang dihasilkan berbeda maka dilakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber untuk memastikan mana yang dianggap benar,atau ada mungkin semuanya benar tetapi dari sudut pandang yang berbeda-beda.

C. Triangulasi Waktu, waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data.Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari saat narasumber masi segar akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.

Referensi

Dokumen terkait

Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dimana pelaksanaanya dapat dilakukan secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai, dapat juga secara tidak

Triangulasi metode, yaitu peneliti menggunakan teknik yang berbeda untuk mendapatkan data yang sama, yaitu melalui wawancara lisan dengan seorang informan dengan cara langsung

Penelitian studi kasus dengan metode wawancara merupakan teknik yang tepat karena untuk mengukur sejauh mana pengalaman informasi sumber daya manusia yang telah

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan, merupakan cara untuk melihat dan mengamati objek secara langsung terhadap hal-hal yang berhubungan

Metode wawancara (interview) merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan kepada informan secara langsung kemudian jawaban dari informan digunakan

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara berinteraksi sosial secara informal antara seorang peneliti dengan para informannya, 59 Wawancara langsung

Teknik wawancara mendalam adalah kegiatan untuk mendapatkan data dengan cara mengajukan pertanyaan antara pewawancara dengan nara sumber dengan atau tanpa pedoman

Teknik wawancara dilakukan secara daring dan langsung, wawancara daring dilakukan karena dalam kondisi pandemi covis 19, namun memutuskan juga untuk wawancara secara langsung dengan