• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kerja dan motivasi terhadap komitmen organisasi pada kantor Notaris XYZ.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kerja dan motivasi terhadap komitmen organisasi pada kantor Notaris XYZ."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Obyek Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 di kantor Notaris XYZ, yang beralamat di Jalan Raya Jakarta Bogor Kilometer 50, Cimandala, Bogor. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh kepuasan kerja dan motivasi terhadap komitmen organisasi pada kantor Notaris XYZ.

3.1.2 Gambaran Umum Perusahaan Sejarah Umum

Sejarah notariat diawali tumbuh di Italia dimulai pada abad ke XI atau XII yang dikenal dengan nama “Latinjse Notariat” yang merupakan tempat asal berkembangnya notariat, tempat ini terletak di Italia Utara, dari perkembangan notariat di italia ini kemudian meluas ke daerah Perancis dimana notariat ini sepanjang masa jabatannya merupakan suatu pengabdian yang dilakukan kepada masyarakat umum yang kebutuhan dan kegunannya senantiasa mendapat pengakuan dari masyarakat dan dari Negara, dari perancis pada frase ke dua perkembangannya pada perumulaan abad ke XIX lembaga notariat ini meluas ke negara lain di dunia termasuk pada nantinya tumbuh dan berkembang di Indonesia. Nama Notariat

(2)

25 dengan nama lembaga ini dikenal dimana-mana berasal dari nama pengabdinya yang pertama yakni NOTARIUS yang menandakan satu golongan orang-orang yang melakukan suatu bentuk pekerjaan tulis menulis tertentu akan tetapi yang dinamakan notarius yang dulu tidak sama dengan notaris sekarang arti nama notarius secara lambat laun berubah dari artinya semula. Pada abad ke II dan abad ke III SM, bahkan jauh sebelumnya ada juga yang dinamakan “NOTARII” tidak lain adalah sebagai orang-orang yang memiliki keahlian untuk mempergunakan suatu bentuk tulisan cepat didalam menjalankan pekerjaan mereka yang sekarang disebut stenografen para notarii ini memiliki kedudukan yang tinggi dimana pekerjaan mereka menuliskan segala sesuatu yang dibicarakan dalam kosistorium kaisar pada rapat-rapat yang membahas soal-soal rahasia kenegaraan, jadi tidak mempunyai persamaan dengan notaris yang dikenal sekarang.

3.1.3 Pengertian Notaris

Notaris adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk dinyatakan dalam akta otentik menjamin kepastian tanggal pembutan akta, menyimpan akta, memberikan grosse, salinan dan kutipan akta, semuanya itu sepanjang pembuatan akta-akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh undang-undang.

(3)

26 Notaris berwenang pula :

a. Mengesahkan tandatangan dan menetapkan kepastian tanggal surat dibawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus.

b. Membukukan surat-surat dibawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus.

c. Membuat copy dari asli surat-surat dibawah tangan berupa salinan yang membuat uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan.

d. Melakukan pengesahan kecocokan fotocopy dengan surat aslinya. e. Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembutan akta. f. Membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan dan atau

g. Membuat akta risalah lelang.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah asosiatif kausal. Menurut Sugiyono (2009 : 56), desain kausal berguna untuk menganalisis bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Penelitian ini adalah penelitian untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable) dengan memerlukan pengujian hipotesis dengan uji statistik. Dalam hal ini untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja, dan motivasi terhadap komitmen organisasi pada Kantor Notaris XYZ.

(4)

27 3.3 Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan tentang suatu konsep yang masih bersifat sementara dan masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis dalam penelitan skripsi ini adalah “Diduga Kepuasan Kerja dan Motivasi Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi pada Kantor Notaris XYZ”. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ho1 : Tidak terdapat pengaruh antara kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi.

Ha1 : Terdapat pengaruh antara kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi.

Ho2 : Tidak terdapat pengaruh antara motivasi terhadap komitmen organisasi.

Ha2 : Terdapat pengaruh antara motivasi terhadap komitmen organisasi. Ho3 : Tidak terdapat pengaruh secara simultan antara kepuasan kerja dan motivasi terhadap komitmen organisasi.

Ha3 : Terdapat pengaruh secara simultan antara kepuasan kerja dan motivasi terhadap komitmen organisasi.

(5)

28 3.4 Variabel dan Skala Pengukuran

3.4.1. Variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah : 1) Variabel X atau Variabel Bebas (Independent Variabel)

Variabel X atau variabel bebas adalah variabel yang akan mempengaruhi secara positif maupun negatif variabel yang tidak bebas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Kepuasan Kerja Karyawan (X1) dan Motivasi (X2). 2) Variabel Y atau Variabel Tidak Bebas (Dependent Variabel)

Variabel Y atau variabel tidak bebas adalah variabel yang akan dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel Y atau variabel tidak bebas dalam penelitian ini adalah Komitmen Organisasi.

3.4.2. Skala Pengukuran

Setiap responden diberi daftar pernyataan (kuisioner) menggunakan skala Interval Likert skor jawaban sebagai berikut :

1) Sangat Setuju mempunyai skor 5 2) Setuju mempunyai skor 4

3) Ragu-ragu mempunyai skor 3 4) Tidak Setuju mempunyai skor 2

(6)

29 Format ini dirancang untuk memungkinkan konsumen menjawab pertanyaan pertanyaan yang kemudian diminta untuk member jawaban dengan bobot nilai 5, 4, 3, 2, 1 seperti yang tertera di tabel berikut :

Tabel 3.1 Skala Likert

SKALA LIKERT PENILAIAN

1 Sangat Tidak Setuju

2 Tidak Setuju

3 Ragu-ragu

4 Setuju

5 Sangat Setuju

Sumber : Sujianto (2007), Aplikasi Statistik Dengan SPSS Untuk Pemula

3.5. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel adalah operasionalisasi konsep agar dapat diteliti atau diukur melalui gejala-gejala yang ada. Definisi operasional yang digunakan untuk penelitian ini kemudian diuraikan menjadi indikator empiris yang meliputi kepuasan kerja (X1), motivasi (X2) dan komitmen organisasi (Y).

(7)

30 Tabel 3.2

Definisi Operasional Variabel Kepuasan Kerja

Variabel Dimensi Indikator

Kepuasan Kerja

1. Kepuasan terhadap gaji (Satisfaction with pay)

a. Tunjangan yang di terima cukup banyak.

b. Organisasi memberikan gaji lebih baik dari pada pesaing.

2. Kepuasan terhadap Promosi

(satisfaction with promotion)

c. Saya akan dipromosikan.

d. Saya puas dengan tingkat kemajuan saya. 3. Kepuasan terhadap rekan sekerja (Satisfaction with Co-Workers)

e. Bekerja dengan orang yang bertanggung jawab.

f. Menikmati bekerja dengan teman- teman disini

g. Ketika saya meminta teman melakukan pekerjaan tertentu, pekerjaan tersebut selesai. 4. Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri (satisfaction with work itself).

h. Pekerjaan saya sangat menarik.

i. Senang dengan tingkat tanggung jawab dalam pekerjaan.

(8)

31 Tabel 3.3

Definisi Operasional Variabel Motivasi

Sumber : Parrek, Udai (1985)

Variabel Dimensi Indikator

Motivasi

1. Prestasi Kerja a. Menikmati pekerjaan yang menantang dan sukar.

b. Mencari cara-cara baru untuk mengatasi kesukaran yang dihadapi. c. Dapat bekerja dibawah tekanan dan batas waktu.

d. Ingin mengetahui seberapa baik saya bekerja.

2. Pengaruh e. Mengembangkan gagasan-gagasan dari orang lain.

f. Menetapkan diri sendiri sebagai contoh dan teladan bagi orang lain. g. Memberikan saran-saran dan ide-ide yang baru.

h. Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada orang lain. 3. Ketergantungan i. Mengikuti apa yang menjadi cita-cita.

j. Menaruh hormat kepada orang yang berpengalaman.

(9)

32 Tabel 3.4

Definisi Operasional Variabel Komitmen Organisasi

Sumber : Meyer,J.P. Natalie J. Allen, dan Catherine A. Smith, (1993)

3.6 Metode Pengumpulan Data

Untuk menyajikan karya tulis yang dapat dipertanggung jawabkan didasarkan pada teori juga dilengkapi dan diperkuat dengan data yang diperlukan. Untuk mendapatkan data tersebut, diperlukan suatu penelitian tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan jasa hukum dan pelaksanaan kerja pegawai di Kantor Notaris XYZ.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau

Variabel Dimensi Indikator

Komitmen Organisasi

1. Affective Commitment

a. Sangat bahagia menghabiskan sisa karir saya di organisasi ini.

b. Membanggakan organisasi ini kepada orang lain di luar organisasi. c. Merasa menjadi bagian dari keluarga pada organisasi ini.

2. Continuance Commitment

d. Akan merugikan untuk

meninggalkan organisasi saat ini.

e. Tetap bekerja di organisasi ini merupakan kebutuhan dan keinginan saya.

3. Normative Commitment

f. Sekarang orang terlalu sering berpindah dari organisasi satu ke organisasi lain.

(10)

33 mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan atau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Penggunaan Kuesioner merupakan hal pokok pada penelitian survei untuk pengumpulan data. Pengumpulan data dengan kuesioner yaitu sejumlah pernyataan dan pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh data tentang kepuasan kerja, motivasi dan komitmen organisasi.

3.7 Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer. Data Primer yaitu data yang diambil langsung dari obyek penelitian, data tersebut diperoleh melalui kuesioner.

3.8 Populasi dan Sampel Penelitian 3.8.1. Populasi

Populasi merupakan jumlah keseluruhan objek, kelompok yang sudah ditentukan karakteristiknya dengan jelas, baik itu kelompok orang, objek, atau kejadian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009 : 61). Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksud adalah seluruh karyawan Kantor Notaris XYZ dengan jumlah populasi yang dijadikan objek peneliti adalah 52 orang karyawan.

(11)

34 3.8.2. Sampel Penelitian

Karena jumlah populasi tidak terlalu banyak yaitu 52 karyawan, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah menggunakan semua populasi yang ada yaitu sebanyak 52 karyawan sebagai responden.

Sampel sebagai bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu juga memiliki karakteristik tertentu yang dianggap dapat mewakili populasi (Hasan, 2008:98).

3.9 Metode Analisis Data

Analisis data adalah alat yang digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis yang dikemukakan. Guna memudahkan penelitian terhadap data yang terkumpul, maka metode analisis data yang digunakan yaitu:

3.9.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti. Uji validitas ini diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor indikator dengan total skor indikator variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf siginifikan 0,05. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan

(12)

35 tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

Dimana:

r = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat n = Banyaknya sampel

x = Skor tiap item y = Skor total variabel

3.9.2 Uji Reliabilitas

Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Untuk uji reliabilitas digunakan Teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih.

(13)

36 Dimana:

r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

= jumlah varians butir = jumlah varians total

3.9.3 Teknik Analisa Data

Untuk mempermudah analisis digunakan aplikasi pengolah data SPSS 17.

3.9.4 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah data mengalami penyimpangan atau tidak. Uji ini dilakukan sebelum melakukan analisa regresi. Uji asumsi klasik terdiri dari:

a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolonieritas atau variabel-variabel tidak ortoginal. Variabel ortoginal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen,

(14)

37 (Ghozali, 2005 : 90). Pedoman suatu model yang bebas multikolinearitas yaitu mempunyai nilai VIF ≤ 4 atau 5.

b. Uji Autokorelasi

Tujuannya untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier berganda ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka terjadi autokorelasi. Model regresi yang baik adalah bebas dari autokorelasi, (Ghozali, 2005 : 95). Menurut Santoso (2002 : 219) untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, melalui metode tabel Durbin-Watson yang dapat dilakukan melalui program SPSS, di mana secara umum dapat diambil patokan yaitu :

1. Jika angka D-W dibawah -2, berarti auto korelasi positif. 2. Jika angka D-W diatas +2, berarti autokorelsi negatif.

Jika angka D-W diantara -2 sampai dengan +2, berarti tidak ada autokorelasi.

c. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas menggunakan gambar grafik scatterplot SPSS 17, yang menunjukkan bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

(15)

38 d. Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependent dan independent keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dengan uji ini dapat diketahui data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Apabila Asymp. Sig. (2-tailed) > 0.05, maka data tersebut berdistribusi normal dan begitu juga sebaliknya.

3.9.5 Uji Regresi Linier Berganda

Digunakan untuk memeriksa kuatnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Maka dalam penelitian ini regresinya adalah sebagai berikut :

Y = a + + +e

Keterangan:

Y = variabel terikat yaitu Komitmen Organisasi a = konstanta

- = Koefisien regresi variabel bebas ke-1 sampai ke-2 = Kepuasan Kerja

= Motivasi e = Standar error

3.9.6 Pengujian Hipotesis

Untuk mengetahui hipotesis yang diajukan bermakna atau tidak bermakna maka digunakan uji statistik, sebagai berikut :

(16)

39 a. Uji F (Uji Simultan)

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama (simultan) koefisien variabel bebas mempunyai pengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel. Apabila Fhitung > Ftabel dengan signifikasi dibawah 0,05 (5%) maka secara bersama-sama (simultan) variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, begitu juga sebaliknya. Kriteria pengambilan keputusan :

1. Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya dua atau lebih variabel bebas secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

2. Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya dua atau lebih variabel bebas secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.

b. Uji t (Uji Parsial)

Uji t digunakan mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel. Apakah t hitung > t tabel dengan signifikan dibawah 0.05 (5%), maka secara

(17)

40 parsial atau individual variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, begitu juga sebaliknya, Rumus uji t hitung adalah :

T =

Keterangan :

T = besarnya t hitung = koefisien regresi

= Standar error koefisien regresi

Kriteria pengambilan keputusan :

1. Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat. 2. Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya

terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.

Gambar

Tabel 3.1  Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian dari Novarida, Hardjono dan Agustin (2012) memamparkan individu dengan regulasi emosi yang tinggi akan menanggapi emosinya secara fleksibel

Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di

Hal ini sesuai dengan pendapat Kusumo (1984) bahwa dalam melakukan pemberian limbah padat PKS harus memperhatikan tingkat dosis yang diberikan, sebab jika terlalu

Sebelum dilakukan proses running terlebih dahulu membuat perkiraan berapa jumlah bp pita segmen target yang akan diperoleh dengan cara memasukkan marker dengan

Pada tahap pembuatan digram sebab-akibat yang bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan cacat kenyal sebagain pada nata de coco yang berdasarkan

Proses hitung nilai preferensi alternatif ditunjukkan melalui persamaan (1) berikut. Sistem Informasi Pendukung Keputusan Penilaian Tenaga Kependidikan

Bojonggede, dan Cimanggis), Kota Bogor (Bogor Timur, Bogor Utara, dan Tanah Sereal) dan Kota Depok (Kecamatan Pancoran Mas, Sukmajaya, dan Beji). Di wilayah hilir Sungai

Hasil studi pendahuluan tersebut sesuai dengan pendapat Vernon yang dikutip oleh Hargrove dan Poteet (dalam Riana, 2003) yang mengemukakan bahwa perilaku siswa