• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korupsi Di Indonesia & Penyelesaian

N/A
N/A
Nur Duroh

Academic year: 2022

Membagikan "Korupsi Di Indonesia & Penyelesaian"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERMASALAHAN KORUPSI DI INDONESIA & CARA PENYELESAIANNYA

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas UAS Mata Kuliah Kewarganegaraan Dosen Pengampu :

Muhammad Rashif Hilmi, S.Si., M.Sc.

Disusun Oleh :

Nur Duroh Maslakhah (21102030004)

KELAS PMI A

PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM

UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2022

(2)

i

KATA PENGANTAR

Segala puji Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaiakan makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam senantiasa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas uas Bapak Muhammad Rashif Hilmi, S.Si., M.Sc. pada mata kuliah Kewarganegaraan semester genap, dengan judul “Permasalahan Korupsi Di Indonesia & Cara Penyelesaiannya”. Dalam menyelesaikan makalah ini penulis berusaha untuk melakukan yang terbaik tetapi penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan karya tulis ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan karya tulis ini pada hari yang akan datang.

Dengan terselesaikannya karya tulis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan makalah ini yang telah memberikan dorongan, semangat dan masukan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan masyarakat umum, serta mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Yogyakarta, 3 Juni 2022

Penulis

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan Penulisan ... 1

D. Manfaat Makalah ... 1

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Pengertian Korupsi... 3

B. Kasus Korupsi Di Indonesia ... 3

C. Dampak Korupsi ... 4

D. Cara Penyelesaian Korupsi Di Indonesia ... 5

BAB III PENUTUP ... 7

A. Kesimpulan ... 7

B. Saran ... 7

DAFTAR PUSTAKA ... 8

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia kaya akan keanekaragamannya tetapi di Indonesia banyak sekali kasus tentang korupsi yang mana kasus korupsi di Indonesia bukanlah merupakan kasus yang baru di dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Di Indonesia sendiri, korupsi bahkan sudah menjadi konsumsi publik yang patut untuk dibicarakan.

Bahkan pemerintah telah mendirikan suatu lembaga yang tujuannya untuk meningkatkan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan juga upaya pencegahan korupsi yaitu adalah lembaga yang biasa disebut dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tetapi masih banyak sekali kasus tentang korupsi di negeri ini.

Korupsi merupakan suatu tindakan kejahatan selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain bahkan dapat merusak nama baik dan kepercayaan.

Kasus korupsi ini harus cepat-cepat ditangani apalagi sekarang korupsi sedang marak-maraknya bahkan koran, berita atau media massa lainnya selalu menayangkan kasus korupsi yang sering terjadi di negara ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan korupsi?

2. Apa dampak korupsi?

3. Bagaimana kasus korupsi di Indonesia

4. Bagaimana cara menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian korupsi 2. Untuk mengetahui dampak korupsi

3. Untuk mengetahui kasus korupsi yang ada di Indonesia

4. Untuk mengetahui cara penyelesaian kasus korupsi di Indonesia

D. Manfaaat Makalah

(5)

2

Makalah ini dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran mengenai permasalahan korupsi di Indonesia dan cara penyelesaiannya, yang mana kajian ini selalu berkembang sehingga diharapkan makalah ini dapat membantu dan berperan dalam pengembangan pengetahuan.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Korupsi

Menurut Haryatmoko korupsi merupakan upaya menggunakan kemampuan campur tangan karena posisinya untuk menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh, uang atau kekayaan demi kepentingan keuntungan dirinya. Menurut Gunnar Myrdal merupakan suatu masalah dalam pemerintahan karena kebiasaan melakukan penyuapan dan ketidakjujuran. Sedangkan menurut Jose Veloso Abueva korupsi yaitu menggunakan kekayaan negara bisa berupa uang, barang milik negara dan hal-hal yang bukan milik pribadi. Sehingga dapat dikatakan bahwa korupsi merupakan penyelewenggan hak yang mana harusnya milik bersama tetapi justru digunakan untuk pribadi.

Korupsi di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pejabat atau petinggi negara namun rakyat pun bisa melakukan korupsi meskipun tidak separah pejabat tinggi bahkan anak kecil pun bisa korupsi misal, ketika pembagian roti semua anak telah mendapatkan bagiannya masing-masing tetapi berhubung anak b tidak hadir maka roti sisa satu sehingga anak a ini diam-diam mengambil roti yang seharusnya milik si b, tindakan inilah bisa disebut juga dengan korupsi atau anak sekolah izin sakit tetapi ia tidak sakit hanya karena ia ingin pergi ke warnet untuk main game.

B. Kasus Korupsi Di Indonesia

Kasus korupsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, menurut data dan fakta tentang korupsi menunjukkan bahwa korupsi sudah menggulati kehidupan bangsa Indonesia. Tindak korupsi sangat merugikan banyak pihak yang akan berakibat koruptor makin kaya sedangkan yang miskin makin miskin yang akan berdampak juga pada rakyat biasa. Kasus korupsi yang ada di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja tetapi bisa juga dilakukan oleh pemerintah daerah atau bahkan bisa juga dilakukan di desa. Kasus korupsi di Indonesia setiap tahunnya selalu terjadi dan selalu menjadi perbincangan publik.

Kasus korupsi bisa terjadi perorangan atau bahkan kelompok yang mana biasanya jika kelompok ini dilakukan secara bersama-sama yang mana ketika

(7)

4

diselediki akan menyeret kemana-mana. Korupsi juga bisa dilakukan ketika ada program kerja seperti kasus e-ktp yang mana program tersebut baik apalagi di zaman ini yang semuanya telah serba digital tetapi e-ktp ini tidak jadi diterapkan karena uangnya telah dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mana uang tersebut telah dibagi-bagikan. Kemungkinan orang-orang pemerintah tidaklah bersih dari korupsi jika diselidiki secara mendalam karena pada hakikatnya orang itu tidak mau jika kena kasus sendiri pasti maunya jika dilakukan bersama-sama bisa jadi uang tersebut telah diselipkan dimana-mana agar uangnya tidak ketahuan jika sudah diambil maka dari itu pasti kasus korupsi ini akan menyeret kemana-mana atau bisa jadi ketika terjerat kasus korupsi baru menyadari ketika ditangkap karena telah menyalahgunakan uang yang pada awalnya mungkin hal itu biasa atau ada orang-orang yang terjerat korupsi sebetulnya bukanlah pelakunya karena oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan nama tersebut untuk menutupi kejahatannya.

IPK (Indeks Persepsi Korupsi) instrument pengukuran tingkat korupsi di kota-kota suatu negara yang mana rentang indeks antara 0-10, dimana 0 diartikan sangat korup sedangkan 10 bersih dari korup. Menurut IPK Indonesia pada tahun 2010 tetap dibanding 2009 yakni dengan nilai 2,8 dimana Indonesia menempati diurutan nomor 110 rangking negara sedangkan yang paling korup di kota-kota Indonesia ialah Tegal dengan nilai skor 6,71 sedangkan untuk data terbaru yaitu pada tahun 2021 Indonesia tercatat meningkat 1 poin menjadi 38 dari skala 0-100 yang mana menempati urutan ke 96 dari 180 negara yang sebelumnya peringkat 102.

C. Dampak Korupsi

Dampak korupsi sudah dapat dirasakan saat ini diantara lain banyaknya demonstrasi, melakukan konvoi untuk menunjukkan kekesalan, ketidakpuasaan rakyat terhadap kinerja pemerintah, masyarakat yang seharusnya ikut andil dalam penyelenggaraan negara tidak dapat ikut karena ada oknum yang menghalangi, menghambat pembangunan, menghambat kesehahteraan rakyat.

Dapat merusak moral jangan sampai Indonesia rusak moralnya hanya karena uang atau bahkan sampai tidak punya citra lagi di negara lain karena akan merusak kepercayaan negara lain untuk bekerjasama dengan Indonesia, dapat menghambat pembangunan mengingat Indonesia pembangunannya belum merata

(8)

5

apalagi di daerah 3 T (Terbelakang, Terpencil, Tertinggal) yang seharusnya dapat di bangun untuk mensejahterakan rakyat, menghambat pembangunan fasilitas umum apalagi pendapatan negara paling tinggi didapatkan karena pajak pada hakikatnya pajak dikembalikkan pada rakyat salah satunya untuk pembangunan fasilitas umum, menghambat mensejahterakan rakyat mengingat Indonesia belum mengentaskan kemiskinan yang semakin meningkat apalagi setelah pandemi ini ketika pandemi masyarakat banyak yang di phk sehingga meningkatnya pengangguran di Indonesia, utang negara semakin membengkak pada hakikatnya jika utang sudah lama tapi belum dibayar maka utang tersebut semakin banyak mengingat Indonesia memiliki banyak utang yang seharusnya untuk membayar utang dialihkan oleh oknum yang tidak betanggung jawab untuk di korupsi. Kasus korupsi di Indoensia sebetulnya sangat banyak hanya saja ada oknum-oknum yang menutupi hal tersebut sehingga tidak terpublish.

D. Cara Penyelesaian Korupsi Di Indonesia

Untuk mengatasi korupsi yang semakin merajalela bisa menggunakan cara- cara ini untuk penyelesaian kasus korupsi yang sering terjadi di Indonesia, sebenarnya hal ini bukanlah cara efektif untuk menyelesaikannya tetapi diharapkan menggunakan cara-cara ini dapat menimalisir kasus korupsi di Indonesia yaitu dengan cara sistem pengajian yang layak pernah ada kasus dan sempat viral bahwa Bupati Banjarnegara mengatakan “bahwa gaji bupati itu kecil” hal seperti inilah yang membuat orang-orang tersebut melakukan korupsi apalagi jika dibandingkan uang gaji selama jabatannya dan uang modal untuk mencalonkan tidak akan menutup modal sehingga jika calon sudah mengetahui maka perbaikilah niat awalnya untuk menjadi bupati, larangan menerima suap dan hadiah dikhawatirkan uang tersebut telah diselipkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab karena bisa jadi jika menerima uang hadiah sebetulnya uang korupsi hanya saja ketika diserahkan sebagai hadiah jika hal seperti ini terjadi harus ditanyakan terlebih dahulu untuk lebih jelasnya, penegasan terhadap hukum dan undang-undang tentang tindak pidana korupsi mengingat orang yang telah korupsi hukumannya tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan sehingga perlunya penegasan dan tidak menggunakan hukum yang dibeli, memperbaiki niat awal ketika menjabat apakah niat awalnya ketika menjabat ingin korupsi atau betul-betul ingin membawa perubahan ke arah yang lebih baik, diberikan hukuman yang setimpal agar orang

(9)

6

yang telah melakukan korupsi tersebut jera dan tidak ingin melakukan hal tersebut lagi, pengefektifan birokrasi dengan mengurangi jumlah pegawai dalam pemerintahan agar kerjanya dapat maksimal dengan cara menempatkan orang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.

(10)

7 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kasus korupsi di Indonesia sudah merajalela dan bahkan setiap tahunnya selalu ada kasus korupsi. Sebaiknya kita sebagai warga negara yang baik harus ikut serta dalam pencegahan korupsi di negeri ini. Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu untuk jangan menggunakan hak yang bukan seharusnya milik kita.

Penyebab korupsi di Indonesia tidak lain dari lemahnya pemimpin dan pemberantasan korupsi tidak akan selesai jika tidak ditangani sejak sekarang bisa juga akan menjadi beban bagi generasi anak cucu.

Penyelesaiannya dapat menggunakan cara sistem pengajian yang layak dan sesuai, dilarang menerima suap dan hadiah yang tidak jelas asal usulnya, penegasan terhadap hukum dan undang-undang tentang tindak pidana korupsi, memperbaiki niat awal, diberikan hukuman yang setimpal untuk tindak pidana korupsi dan pengefektifan birokrasi.

B. Saran

Pembaca diharapkan lebih kritis tentang korupsi di negeri ini, sikap untuk menghindari korupsi harus dimulai sejak dini, untuk lembaga yang bertugas harus lebih tegas dan tidak pandang bulu terhadap orang yang telah melakukan korupsi.

(11)

8

DAFTAR PUSTAKA

Illahi, D. R. (2018). Dampak Korupsi terhadap nilai-nilai yang ada pada sila Pancasila.

Ka'bah, R. (2007). Korupsi di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 37(1), 77-89.

Sina, L. (2008). Dampak dan upaya pemberantasan serta pengawasan korupsi di Indonesia. Jurnal Hukum Pro Justitia, 26(1).

Suwitri, S. (2007). Pemberantasan korupsi di Indonesia: Sebuah upaya reformasi birokrasi. Dialogue, 4(1), 23-41.

Waluyo, B. (2014). OPTIMALISASI PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA. Jurnal Yuridis Vol, 1(2), 169-182.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dari perangkat lunak Crestron RoomView pada halaman Edit Room (Edit Ruang), masukkan IP Address (Alamat IP) (atau nama host) seperti yang ditampilkan dalam menu OSD (tampilan

Interpretasi dari hasil geolistrik adalah lapisan Pasir pantai Basah dengan nilai resistivitas 1.06 - 6.61 Ωm, lapisan Pasir Pantai Kering dengan nilai resistivitas 16.5 - 41.2

Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan yaitu menghasilkan buku ajar berbasis scientific approach pada mata pelajaran pratikum akuntansi lembaga/instansi

Untuk menjalankan program atau file formutama, klik ikon Start Debugging (F5) , akan muncul keluaran formutama seperti berikut.. Gambar 5.6 Tampilan formutama

Penetrasi jaringan (perkutan) atau permukosa: tertusuk jarum, penggunaan ulang peralatan medi yang terkontaminasi, penggunaan bersama pisau cukur dan silet,

Sama halnya dengan Pb, untuk logam esensial Cu mengalami peningkatan konsentrasi mulai dari hulu hingga ke mulut estuari. Konsentrasi Cu pada daerah sungai lebih rendah

Hasil penjajaran urutan asam amino penyusun sitrat sintase antar spesies Pseudomonas menunjukkan adanya kemiripan yang tinggi satu dengan lainnya.. Namun, urutan asam

Semakin tua usia, jenis bakteri plak gigi pada jaringan periodontal sehat akan berubah dengan semakin banyaknya gram negatif seperti Fusobacterium