• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN Tempat Penelitian Pengambilan data dari tugas akhir saya ini dilakukan dibeberapa tempat :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN Tempat Penelitian Pengambilan data dari tugas akhir saya ini dilakukan dibeberapa tempat :"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

28 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Tempat Penelitian

Pengambilan data dari tugas akhir saya ini dilakukan dibeberapa tempat : 1. Proses Produksi

Laboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Proses Vakum

Laboratorium Pengujian Bahan Universitas Brawijaya Fakultas Teknik Jurusan Teknik

Mesin.

3. Uji Tarik Serat tunggal

Laboratorium Fisika Material Universitas Brawijaya Fakultas MIPA Jurusan Fisika.

4. Uji FTIR

Laboratorium Kimia OrganikUniversitas Brawijaya Fakultas MIPA Jurusan Kimia.

5. Uji Tarik Komposit

Laboratorium Pengujian Bahan Universitas Brawijaya Fakultas Teknik Jurusan Teknik

(2)

3.2. Flow Chart

Tidak

Tidak

Ya

Mulai

Studi literatur

Proses penimbangan serat dan resin

Proses pembuatan spesimen dengan metode Vacuum Infusion

Pengujian tarik

Analisi Pembahasan

Selesai Persiapkan alat dan bahan

Perendaman serat variasi 3%, 6%, 9,% NaOH

Uji Tarik Serat Tunggal

Hasil Uji Tarik Serat Tunggal

Apakah Sesuai dengan Literatur

?

A

A

Apakah Dimensi Sesuai standart ASTM D683-03 ?

Hasil Uji Tarik

Kesimpulan

(3)

3.3. Penyiapan Alat dan Bahan 3.3.1. Penyiapan Alat

Adapun peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan komposit antara lain :

Gambar 3.1. Alat Uji Tarik Sumber : Dokumentasi pribadi a. Alat Uji Tarik

Alat uji tarik pada gambar 3.1. berfungsi untuk pengujian tarik pada komposit

Spesifikasi :

 Produksi : Dogguan Liyi Test Equipment Co., Ltd.

 Model : LY-1066B Kapasitas : 1000 kg

 Tingkat akurasi : 0,5 %

 Ruang tarik efektif : 1200 mm (mengandung grips)

 Lebar tes yang efektif: 320 mm

 Uji kekuatan resolusi : 1/150.000 Tes kecepatan : 50 ~ 500 mm/min

 Metode operasi : kontrol komputer

 Voltage : 220 V, 50 Hz Gambar

(4)

Gambar 3.2. Alat Uji Tarik Serat Tunggal Sumber : Dokumentasi pribadi b. Mesin Uji Tarik Serat Tunggal

Mesin uji tarik seperti Gambar 3.2 berfungsi untuk pengujian tarik serat tunggal dari komposit.

Spesifikasi alat:

 Merk : IMADA

 Produksi : Yuyang Industrial Co., Ltd.

 Model : ZP/2PS Z2/Z2S

 Kapasitas : 0-50 N

 Tingkat akurasi : +/-0,2% F.S, +/- 1 digit

 Metode operasi : kontrol computer c. Cetakan

Cetakan pada Gambar 3.3 digunakan untuk meletakkan resin dan serat yang telah tercampur, dan dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan serta sesuai dengan standar yang digunakan. Cetakan ini dibagi menjadi cetakan untuk uji tarik.

Gambar 3.3. Cetakan Uji tarik Sumber : Dokumentasi pribadi

(5)

d. Timbangan Digital

Timbangan digital seperti Gambar 3.4 untuk mengukur berat dari serat dan matrik, serta untuk membuat larutan alkali.

Spesifikasi alat:

 Kapasitas : 500 gram

 Ketelitian : 0.01 gram

Gambar 3.4. Timbangan Digital Sumber : Dokumentasi pribadi

e. Sealent Tape

Pada gambar 3.5 berfungsi Sebagai perekat dan mencegah kebocoran.

Gambar 3.5. Sealent Tape Sumber : Dokumentasi pribadi

f. Release Agent

Release agent seperti Gambar 3.6 berfungsi untuk memudahkan melepas komposit dari cetakan. Release agent yang digunakan adalah release agent mirror glaze.

(6)

Gambar 3.6. Mirror Glaze Sumber : Dokumentasi pribadi g. Mesh

Mesh seperti Gambar 3.7 berfungsi sebagai jalan masuk resin dan pesebaran resin.

Gambar 3.7. Mesh Sumber : Dokumentasi pribadi h. Plastic Bag

Pada Gambar 3.8 berfungsi sebagai penjebak udara dalam ruang agar tidak ada yang masuk dari lari dan menjaga udara agar hanya keluar.

Gambar 3.8. Plastic Bag Sumber : Dokumentasi pribadi i. Vacuum Compressor

Pada Gambar 3.9 berfungsi sebagai pemberi ruang hampa dengan menghisap udara yang ada pada tempat cetakan .

(7)

Spesifikasi dapur listrik yang digunakan adalah :

 Merk : VALUE

 Tipe : V-1215S-M

 Tingkat aliran : 1.5 CFM

 Vacuum tertinggi : 15 micron

 Voltage/Frekuensi : 230V/50-60Hz

 Daya : 1/5 HP

 Buatan : Taiwan

Gambar 3.9. Vacuum compressor Sumber : Dokumentasi pribadi

j. Resin Trap

Seperti Gambar 3.10 Berfungsi sebagai penampung resin agar tidak masuk terus sampai ke Vacuum Compressor.

Gambar 3.10. Resin trap Sumber : Dokumentasi pribadi

(8)

k. Kaca

Seperti Gambar 3.11 berfungsi sebagai alas cetakan.

Gambar 3.11. Kaca Sumber : Dokumentasi pribadi

l. Alat bantu lain

Alat bantu lain yang dipergunakan meliputi penjepit klem, gelas, sikat kawat, penggaris, sarung tangan, selang.

Gambar 3.12. Alat Bantu Lain Sumber : Dokumentasi pribadi 3.3.2. Penyiapan Bahan

Bahan yang digunakan dalam pengujian ini antara lain : a. Serat daun nanas

Serat adalah bahan penguat yang memiliki kekuatan serta kekakuan yang bagus. Serat pada Gambar 3.13 digunakan adalah serat daun nanas

(9)

Gambar 3.13. Serat Daun Nanas Sumber : Dokumentasi pribadi Tabel 3.1. Komposisi Serat Daun Nanas

No Komposisi Kimia Serat Daun Nanas (%)

1 Alpha selulosa 4,4-4,7

2 Pentosan 17,0-17,8

3 Lignin 69,5-71,5

4 Pektin 3,0-3,3

5 Lemak dan Wax 1,0-1,2

6 Abu 0,71-0,87

7 Zat-zat lain (protein, asam

organic,dll) 4,5-5,3

Sumber : (Novia et al. 2015)

Tabel 3.2. Kekuatan Tarik Serat Tunggal

No Presentase NaOH Tegangan Tarik Rata-rata Serat Tunggal (N/cm)

1 0% 5,31

2 3% 7,00

3 6% 13,46

4 9% 8,54

Sumber : Pengujian Pribadi

(10)

b. Resin dan Katalis

Resin dan Katalis Resin seperti Gambar 3.14 berbentuk cairan kental yang digunakan untuk penguat pada komposit atau serat. Hardener adalah cairan yang berfungsi untuk mempercepat proses pengerasan pada resin.

Gambar 3.14. Resin dan Katalis Sumber : Dokumentasi pribadi c. Alkalisasi

Alkali (NaOH) Natrium Hidroxida pada Gambar 3.15 adalah larutan yang digunakan untuk membersihkan lignin, selulosa dan hemiselulosa. Untuk meningkatkan penyatuan atau impregnasi antara serat dan matrik.

Gambar 3.15. NaOH Sumber : Dokumentasi pribadi

(11)

3.4. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Experimental atau True Experimental, karna data-data yang diperlukan hanya dapat diperoleh dari sebuah percobaan. Penelitian Experimental ini dipilih untuk mengujji dengan benar hipotesis yang menyangkut judul tugas akhir. Kajian literature dari berbagai sumber baik dari buku maupun jurnal yang terkait digunakan untuk menambah informasi yang diperlukan. Menggunakan serat daun nanas sebagai campuran komposit resin polyester yang bertujuan untuk mengetahui nilai optimal pada uji tarik komposit berpenguat serat daun nanas.

3.5. Komposisi Komposit Polyester Serat Daun Nanas Diketahui :

Resin Polyester

 Jenis = Yukalac 157 BQNT-EX

 Kekuatan tarik = 12.07 Mpa

 Modulu elastisitas = 1.18 Gpa

 Massa jenis = 1,19 gram/cm3

Beberapa variasi presentase komposisi serat daun nanas : 1. 3 % Alkali NaOH

2. 6 % Alkali NaOH 3. 9 % Alkali NaOH

Dari setiap masing-masing presentase diatas dibuat masing-masing 3 buah sampel uji tarik, jadi total spesimen uji tarik pada penelitian ini adalah 12 buah sampel uji tarik. Spesimen uji tarik pada pengujian tarik seperti yang di tunjukan pada Gambar 3.1 menggunakan ukuran spesimen sebagai berikut.

Gambar 3.16 Dimensi spesimen tarik berdasarkan ASTM D638-03 Sumber: Standard Test Method for Tensile Properties of Plastics

(12)

3.6 Variabel Penelitian 3.6.1 Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang bebas ditentukan nilainya sebelum dilakukan penelitian. Dalam penelitian ini variable bebas yang digunakan adalah variasi Fraksi kandungan NaOH pada saat perendaman.

persentase yaitu: 3%, 6%, 9%.

3.6.2 Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel hasil yang nilainya tidak dapat ditentukan oleh peneliti dan tergantung pada nilai variabel bebasnya. Dalam penelitian ini variabel terikat yang diamati adalah kekuatan tarik komposit serat daun nanas.

3.6.3 Variabel Terkontrol

Variabel terkontrol adalah variabel yang ditentukan oleh peneliti dan nilainya ditentukan konstan. Dalam hal ini yang menjadi variabel terkontrol adalah:

1. Material yang digunakan sebagai matriks adalah epoxy dengan 25 gram hardener per 50 gram resin

2. Material serat jumlah fraksi massa dengan berat 3,4 gram 3. Waktu perendaman larutan alkali NaOH selama 120 menit.

4. NaOH yang digunakan sebagai larutan alkali memiliki kadar kemurnian NaOH sebesar 99%.

5. Uji tarik menggunakan standar ASTM D683-03.

6. Menggunakan serat daun nanas

7. Resin yang di gunakan adalah resin epoxy

8. Metode pembuatan spesimen yang digunakan adalah Vacuum Infusion.

9. Orientasi serat yang digunakan adalah searah

(13)

3.7. Proses Pelaksanan

3.7.1 Proses Perendaman Alkali

Gambar 3.17. Proses Perendaman NaOH Sumber : Dokumentasi pribadi

Pada proses alkalisasi dilakukan beberapa tahapan-tahapan proses pengerjaan, antara lain:

1. Siapkan peralatan, antara lain: timbangan, gelas ukur, sendok pengaduk

2. Siapkan bahan, antara lain: aquades, NaOH 99 % dan serat daun nanas

3. Gunakan perlengkapan safety, antara lain: kaos tangan, masker

4. Timbang NaOH sebanyak 3%, 6%, 9% dari jumlah aquadest yang digunakan

5. Tuangkan aquades kedalam gelas ukur

6. Masukkan NaOH kedalam gelas ukur yang telah dituangkan aquades 7. Rendam serat daun nanas pada larutan alkali yang telah disiapkan 8. Serat daun nanas direndam selama 120 menit

9. Jika perendaman telah mencapai 120 menit, maka serat di cuci dengan air bersih dan kemudian dikeringkan

(14)

3.7.2 Proses Vacuum Infusion Resin

Gambar 3.18. Proses vacuum infusion resin Sumber : Dokumentasi pribadi

Tahapan dalam proses ini, antara lain:

1. Menyiapkan alat dan bahan

2. Menyiapkan serat yang akan digunakan 3. Meletakkan alas cetakan pola di atas meja 4. Meletakkan cetakan pola di atas alas

5. Memberi tanda pada alas sesuai ukuran cetakan pola

6. Memberikan release agent pada alas sesuai dengan daerah yang sudah ditandai dan berikan pula release agent pada cetakan pola

7. Menaruh kembali cetakan pola di atas alas

8. Memasang sealant tape pada alas cetakan mengitari cetakan pola 9. Mengukur dan potong mesh, plastic bag

10. Memasukkan serat pengisi pada cetakan pola

11. Memasang mesh diatas cetakan pola kemudian rekatkan

12. Mengukur selang PE-tube sesuai panjang salah satu sisi cetakan pola dan potong sebanyak dua

13. Menaruh kedua selang PE-tube pada kedua sisi cetakan pola 14. Memberikan sealant tape diatas dan bawah cetakan

15. Menutup semua bagian yang ada di atas alas cetakan dengan plastic bag

(15)

16. Merekatkan plastic bag dengan sealant tape yang terpasang pada alas cetakan

17. Memotong PE-tube sesuai panjang yang disesuaikan dengan jarak dari penampung resin kecetakan pola, cetakan pola ke resin trap dan dari resin trap ke vacuum compressor

18. Memasang PE-tube pada lubang pada penampung resin yang sebelumnya telah dibuat

19. Menyumbat PE-tube arah masuk resin dengan clamp 20. Menyambungkan PE-tube arah keluar ke resin trap

21. Menyambungkan PE-tube dari resin trap ke vacuum compressor 22. Menyalakan vacuum compressor

23. Menunggu sampai pressure gauge sudah tidak dapat naik (kondisi maksimal)

24. Mematikan vacuum compressor dan tunggu selama dua jam untuk mengetahui kebocoran

25. Jika tekanan stabil selama 10 menit selanjutnya menyampurkan resin dan katalis dengan volume yang sudah di sesuaikan

26. Setelah resin dan katalis tecampur yaitu menyambungkan PE-tube arah masuk kedalam tempat penampung resin dan buka clamp

27. Menunggu sesaat sampai resin mengalir ke cetakan dan masuk ke resin trap untuk memastikan semua resin masuk ke dalam cetakan 28. Menyumbat kedua aliran masuk dan keluar dengan clamp dan tunggu resin hingga mongering

(16)

3.8. Pengujian Mekanis Komposit 3.8.1. Proses Serat Tunggal

Gambar 3.19. Proses Serat Tunggal Sumber : Dokumentasi pribadi

1. Menyiapkan serat daun nanas yang telah diproses Alkalisasi, kertas, gunting dan lem

2. Setelah selesai, serat tersebut dipilih dan diukur setiap variasi.

3. Kertas sudah di bentuk sesuai standar yang sudah di tentukan dan serat tersebut direkatkan dengan lem.

4. Benda uji siap di uji tarik.

(17)

3.8.2. Proses Uji Tarik

Gambar 3.20. Proses Uji Tarik Sumber : Dokumentasi pribadi

Pengujian mekanis dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data atau nilai seberapa besar sifat komoosit maupun menerima ketangguhan tarik. Adapun pengujian mekanik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

 Pengujian Tarik

Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik berdasarkan ASTM D 683-03. Adapun langkah- langkah pengujian tarik sebagai berikut :

1. Memasang beban pada kait pembebanan,sesuaikan beban yang digunakan, A;A+B;A+B+C

2. Memutar chuck lever searah jarum jam untuk mengangkat chuck spesimen. Menyesuaikan dengan ukuran spesimen yang akan diuji.

3. Memasang spesimen yang telah dilakukan heat treatment serta telaah diukur panjang serta diameternya pada chuck spesimen. Memposisikan diameter terkecil spesimen pada posisi bawah untuk mempermudah pengukuran.

(18)

4. Memutar lever berlawanan arah jarum jam hingga spesimen tidak bergeser untuk mengunci spesimen agar tidak bergeser/lepas saat pengujian tarik dilakukan.

5. Mengatur alat pengukur pertambahan panjang pada posisi nol.

6. Memposisikan jarum beban pada posisi nol.

7. Mengatur crane pengatur kecepatan tarik pada ukuran yang diinginkan.

8. Memutar crane pengunci fluida berlawanan arah jarum jam untuk menutup aliran fluida.

9. Alat siap untuk digunakan

(19)

Gambar

Gambar 3.1. Alat Uji Tarik    Sumber : Dokumentasi pribadi  a.  Alat Uji Tarik
Gambar 3.2. Alat Uji Tarik Serat Tunggal  Sumber : Dokumentasi pribadi  b.  Mesin Uji Tarik Serat Tunggal
Gambar 3.4. Timbangan Digital  Sumber : Dokumentasi pribadi
Gambar 3.6. Mirror Glaze  Sumber : Dokumentasi pribadi  g.  Mesh
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan dengan penelitian ini adalah jenis penelitian ini adalah teknik yang diberikan, tempat, subjek penelitian, waktu penelitian dan variabel

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan publik terhadap tingkat kepuasan masyarakat (studi kasus di Kantor Kecamatan Cijeungjing Kabupaten

alaihi wasallam namun beliau tidak pernah mendengarkan langsung satu hadispun darinya.” (3) Al-Nawawi berkata, “Perkataan Abu Daud ini tidak mempengaruhi kesahihan

Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik

Dari kenyataan diatas penulis memandang penelitian ini sangat perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan: Pertama, pendidikan karakter di sekolah atau madrasah

d) Kemudian dengan cara memanggil ke nomor telepon seluler yang ingin ditentukan induksi magnetnya dengan menggunakan telepon seluler lainnya hubungkan Probe Magnetik

Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal.. ini penting dalam perubahan- perubahan morfologi hewan. Penetasan

Karena ada beberapa faktor yang membatasi produksi optimal seperti (bahan baku, kapasitas mesin, tenaga kerja, modal/dana dan jumalah permintaan atau jumlah penjualan) maka