PENDIDIKAN DALAM ISLAM
DAFTAR ISI
Contents
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
Latar Belakang ... 1
Tujuan ... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
Hakikat Pendidikan Islam ... 3
BAB III KESIMPULAN ... 10
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang wajib ditempuh setiap manusia. Baik laki-laki maupun perempuan, sehat atau sakit, kaya maupun miskin. Karena pendidikan merupakan pintu untuk menambah pengalaman dan mengubah nasib supaya bisa lebih baik.
Dalam Islam pendidikan yang baik tidak hanya mengenai pendidikan akademik yang menghasilkan nilai-nilai kecerdasan otak namun, juga dengan pendidikan karakter yang sangat kuat. Mengingat karakter sangat penting bagi seseorang dalam menjalanankan kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan pendidikan pun tidak serta merta dapat dilakukan oleh seorang saja, terdapat beberapa pihak yang harus bekerja sama demi terwujudnya pendidikan yang memiliki kualitas baik.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pendidikan dalam Islam?
2. Apa saja komponen pendukung berjalannya kegiatan pendidikan menurut Islam?
3. Bagaimana cara menciptakan pendidikan Islam yang ideal?
Tujuan
1. Agar mengetahui makna pendidikan dalam Islam
2. Agar mengetahui komponen pendukung berjalannya kegiatan pendidikan menurut Islam
3. Agar mengetahui fungsi cara menciptakan pendidikan Islam yang ideal
BAB II PEMBAHASAN
Hakikat Pendidikan Islam
Pendidikan Islam senantiasa memancarkan nilai-nilai ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadis yang merupakan pedoman dalam berbagai hal di bidang keilmuan, salah satunya pendidikan.
Istilah “pendidikan”
Dalam konteks Islam lebih banyak dikenal dengan penggunaan kata at-tabriyah, at- ta’lim,at-ta’dib, dan diidentikkan dengan kata robbayaani dalam QS. Al-Isra ayat 24 dan QS. Asy-Syu’ara ayat 18 yang dapat diartikan dengan mengasuh, memelihara, membesarkan, dan mempertumbuhkan.
Tarbiyah upaya mempersiapkan individu untuk kehidupan yang lebih sempurna,kebahagiaan hidup cinta tanah air,kekuatan raga,kesempurnaan etika,sistematik dalam berpikir,tajam berperasaan,giat dalam berkreasi,toleransi pada yang lain,berkompetensi dalam mengungkapkan bahasa tulis dan bahasa lisan dan terampil berkreativitas (Muhammad Athiyah Al-Abrasya)
At-ta’lim yaitu, pendidikan dalam konteks Islam merupakan proses pemberian pengetahuan,pemahaman,pengertian,tanggung jawab,dan penanaman amanah sehingga terjadi tazkiyah(penyucian)atau pembersihan diri manusia dari segala ktoran dan menjadikan diri manusia itu berada dalam suatu kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari segala yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya.
At-ta’dib yaitu, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuatan dan keagungan tuhan dalam tatanan wujud dan keberadaanya.
Ar-riyadhah yaitu, dalam mendidik anak anaknya lebih menekankan aspek afektif dan psikomotorik dibandingkan dengan kognitif. Hal ini diprioritaskan apabila anak
kecil sudah terbiasa berbuat sesuatu yang positif,masa remaja dan dewasanya akan lebih mudah berkepribadian saleh dan secara otomatis pegetahuan yang bersifat kognitif akan mudah pula dimilikinya (Imam Al Ghazali)
Lima pikiran penting tentang pendidikan Islam:
1. Proses transformasi dan internalisasi yaitu upaya pendidikan Islam yang dilakukan secarabertahap,berjenjang, dan kontinu melalui upaya pemindahan, penanaman,pengarahan,pengajaran dan pembimbingan yang dilakukan secara terencana,sistematis dan terstruktur dengan menggunakan pola dan system tertentu
2. Ilmu pengetahuan dan nilai nilai,yaitu upaya yang diarahkan pada pemberian dan penghayatan serta pengamalan ilmu pengetahuan dan nilai ilmu pengetahuan yang memenuhikriteria epistimologi Islami berdasarkan nilai ilahi
3. Pada diri anak didik yaitu pendidikan itu diberikan pada anak didik yang mempunyai potensi rohani
4. Melalui penumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya,yaitu tugas pokok pendidikan Islam adalah menumbuhkan,mengembangkan,memelihara dan menjaga potensi laten manusia agar ia tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat kemampuan,minat dan bakatnya
5. Guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya,yaitu tujuan akhir pendidikan Islam adalah predikat “insan kamil” atau manusi sempurna yang dapat menyelaraskan kebutuhan hidup jasmani- rohani,struktur kehidupan dunia-akhirat.
Prinsip Pendidikan Islam
1. Pendidikan merupakan proses pemberian bantuan dalam pencapaian tingkat kesempurnaan
2. Model pendidikan Islam adalah Rasullulah SAW 3. Pada diri manusia terdapat potensi bak dan buruk
Fungsi tugas pendidikan Islam
Fungsi tugas pendidikan Islam adalah pembimbingan sepanjang hayat,life long education, terhadap berbagai perilaku taat,patuh, dan setianya anak didik pada ketentuan ketentuan hukum Allah SWT (sunatullah),serta ketentuan ketentuan dan ketetapan Nabi Muhammad Saw. (sunnaturrasul) atas fitrahnya yang bersifat dinamis dan progreifmengikuti kebutuhannya dengan tidak mengendorkan sedikitpun nilai nilai Ilahiah.
Pendidikan Islam Sebagai Pengembang Potensi
Manusia memiliki banyak potensi atas kemampuan dasar yang halus, lembut dan tajam. Dalam bahasa Islam, terdapat potensi laten yang dikenal sebagai fitrah yang disebut dengan nilai dasar asma al-husna sebagaimana tersirat dalam Qs Al-Hijr Ayat 29.
ِ س ِ ج ِد ي ِ
ن ِ هِ ق ع ِ ل و ا ف ِ ر و ِِ ح ى ِ ن ِِ ِ ي م ت ف ه ِ ِ ف خ ِ ِ ن و
ي ت ِ ِ ِ ِ ه سذا
ِ
ِ و ِ ف ا
Artinya : “Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian) nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
Fitrah penting manusia
• Fitrah agama. Sejak dalam roh,manusia telah berkomitmen allah tuhannya
• Fitrah intelek. Intelektualitas adalah potensi bawaan yang mempunyai daya untuk memperoleh pengetahuan yang dapat membedakan antara baik dan buruk,benar dan salah ( Tim Penyusun Buku Daras Dapartemen Agama,1995)
• Fitrah sosial. Kecenderungan manusia untuk hidup berkelompok merupakan cermin manusia dan masyarakat yang berbudaya
• Fitrah susila. Fitrah manusia untuk mempertahankan harga diri dari sifat yang menyimpang dari nilai illahi dan sifat yang menyalahi kode etik yang telah disepakati masyarakat Islam agar terhindar dari kehinaannya
• Fitrah ekonomi. Fitrah manusia untuk mempertahankan hidup dengan ketercukupan kebutuhan jasmani dan ekonomi,walau bukan berarti bersedia menjadi budak materi.
• Fitrah seni. Fitrah manusia terhadap keindahan merangsang dirinya untuk berkemampuan menimbulkan dan menghasilkan daya estetika yang mengacu pada sifat “al-Jamaal’ , sementara itu tugas pendidikan yang terpenting adalah memberikan suasana gembira indah dan nyaman
• Fitrah kemajuan, keadilan, kemerdekaan, persamaan, ingin dihargai, kawin, cinta tanah air dan kebutuhan kebutuhan hidup lainnya, seperti:
1. Kebutuhan hati nurani setiap insan untuk memperoleh kepuasan,ketentraman dan ketenangan
2. Kebutuhan akal pikiran setiap insan untuk memperoleh kebebasan,kemerdekaan dan kepastian
3. Kebutuhan perasaan setiap insan untuk memperoleh rasa saling pengertian,kasih saying, dan perdamaian
4. Kebutuhan hak dan kewajiban setiap insan untuk memperoleh perundang- undangan,ketertiban dan keadilan
Pendidikan Islam sebagai pewarisan budaya
Pendidikan Islam bertugas mewariskan nilai nilai budaya Islam. Kebudayaan dan budaya Islam akan mati jika nilai nilai dan nirma-normaya tidak diberdayakan dan tidak diwariskan melalui pendidikan agar generasi berikutnya berbudaya dan berperadaban tinggi.
Pendidikan Islam mendewasakan interaksi
Interaksi antara potensi dan budaya akan melahirkan kedewasaan psikologis,fisiologis,biologis,sosiologis,pedagogis dan religius. Tugas pokok pendidikan islam adalah membantu dan memfasilitasi pengembangan keimanan dan ketakwaan anak melalui interaksi potensi dan budaya yang berkualitas dengan prinsip dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar (QS. Ali Imran 104 dan 110)
Dasar Pendidikan Islam
1. Al quran 2. Hadis
3. Kata kata sahabat nabi 4. Kemaslahatan masyarakat 5. Nilai tradisi adat istiadat 6. Hasil ijtihad
Tujuan Pendidikan Islam
1. Mengembangkan wawasan spiritual yang semakin mendalam serta mengembangkan pemahaman rasionalmengenai islam dalam konteks kehidupan sekarang dan yang akan datang yang sarat moderenisasi
2. Membekali anak muda dengan berbagai pengetahuan dan kebajikan,baik pengetahuan praktis,empiris,kekuasaan,kesejahteraan,lingkungan social lokal dan regional dan pembangunan nasional
3. Mengembangkan kemampuan pada diri anak untuk menghargai dan membenarkan superoritas komparatif keudayaan dan peradaban islami di atas kebudayaan yang lain
4. Memperbaiki dorongan emosi melalui pengalaman imajinatif sehingga kemampuan kreatif dapat berkembang dan berfungsi mengetahui norma islam yang benar dan saleh
5. Membantuk anak yang sedang tumbuh untuk berpikir secara logis dan membimbing cara berpikirnya
6. Mengembangkan wawasan relasional dan lingkungan sebagaimana yang dicita citakan dalam islam dengan kebiasaan melatih yang baik
7. Mengembangkan,menghaluskan dan memperdalam kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tulis dan bahasa lisan
Ali (2007:2,130)
Kompetensi yang harus dimiliki pendidik
• Mengetahui hal yang diajarkan sehingga harus belajar dan mencari informasi tentang materi yang dimaksud
• Mengetahui dan memahami keseluruhan materi yang akan disampaikan
• Memiliki kemampuan menganalisis materi berkaitan dengan cara berpikir (way of thingking) dan cara hidup (way of life)
• Mengamalkan terlebih dahulu sebelum mengajarkannya (QS. Ash-Shaf 2-3)
• Mengevaluasi proses dan hasil pendidikan (Qs. Al-Baqarah 31)
• Memberi hadiah (tabsyir dan reward) dan hukuman (tandzir dan punishment) (Qs Al-Baqarah 119)
• Memberikan keteladanan (uswatun hasanah) dalam rangka peningkatan mutu profesionalisme
17 Kode etik pendidik menurut Al Ghazali
1. Menerima segala masalah anak didik dengan hati terbuka 2. Mempunyai sikap penyantun dan penyayang (qs al Imran 159) 3. Menjaga kewibawaan dan kehormatannya dalam bertindak
4. Menghindari dan menghilangkan sifat angkuh terhadap sesama (Qs An-Najm 32)
5. Mempunyai sifat merendah ketika menyatu dengan sekelompok masyarakat (Qs Al-Hijr 88)
6. Menghilangkan aktivitas yang tidak berguna dan sia sia
7. Mempunyai sifat lemah lembut dalam menghadapi anak didik yang rendah IQ,serta membimbing sampai pada taraf maksimal
8. Mrninggalkan sifat marah
9. Memperbaiki sikap anak didiknya dan bersikap lemah lembut terhadap anak didik yang kurang lancer bicara
10. Meninggalkan sifat yang menakutkan anak didik yang belum mengerti atau mengetahui
11. Berusaha memperhatikan pertanyaan anak didik walaupun pertanyaan itu tidak bermutu
12. Menerima kebenaran dari anak didik yang membantahnya
13. Menjadikan kebenaran sebagai acuan proses pendidikan walaupun kebenaran datangnya dari anak didik
14. Mencegah anak didik mempelajari ilmu yang membahayakan
15. Menanamkan sifat ikhlas pada anak didik,serta terus menerus mencari informasi guna disampaikan pada anak didiknya yang akhirnya mencapai tingkat taqarab kepada Allah Swt
16. Mencegah anak didik mempelajari ilmu fardu kifayah sebelum mempelajari ilmu fardu ain
17. Mengaktualisasikan informasi yang akan diajarkan pada anak didik (Qs Al- Baqarah dan Ash-Shaf 2-3)
BAB III KESIMPULAN
Pendidikan Islam senantiasa memancarkan nilai-nilai ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadis yang merupakan pedoman dalam berbagai hal di bidang keilmuan, salah satunya pendidikan. Dalam pendidikan Islam terdapat empat tujuan utama pendidikan, yaitu sebagai pengembang potensi, menunjung fitrah penting manusia, sebagai pewarisan budaya, dan mendewasakan interaksi. Fungsi tugas pendidikan Islam adalah pembimbingan sepanjang hayat,life long education, terhadap berbagai perilaku taat,patuh, dan setianya anak didik pada ketentuan ketentuan hukum Allah SWT (sunatullah),serta ketentuan ketentuan dan ketetapan Nabi Muhammad Saw. Serta terdapat beberapa komponen-komponen penting yang memiliki fungsi untuk menjadikan kegiatan pendidikan dalam nuansa Islami berjalan dengan lancar.