26
Metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosady Ruslan,2003:24). Sedangkan pengertian penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah (Sutrisno Hadi, 2007:24)
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode penelitian (Moloeng,2007). Bogdan dan taylor mendefinisikan “metodologi kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kirk dan miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengtahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dan dalam peristilahannya. Lebih jauh kualitatif yang diterapkan dalam penelitian ini ialah menggunakan format kualitatif studi kasus tipe pendekatan penelitian yang penelaahannya kepada satu kasus yang dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensif.
Dalam penelitian studi kasus lebih menekankan pada penyelidikan yang mendalam mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap
mengenai unit sosial tersebut (Azwar, 2010: 8). Hal yang ingin diketahui melalui penggunaan metode studi kasus dalam penelitian ini adalah peran penting kecerdasan emosi pada konseli dengan gangguan loos and grief.
B. Unit Analisis
Menurut Hamidi (2005) unit analisis adalah satuan yang diteliti yang bisa berupa individu, kelompok, benda, atau suatu latar peristiwa sosial seperti misalnya aktivitas individu atau kelompok sebagai subjek penelitian. Unit analisis juga bisa disebut sebagai prosedur pengambilan sampel, Sarantakos mengatakan bahwa penelitian kualitatif prosedur pengambilan sampel umumnya menampilkan karakteristik yang diarahkan tidak pada jumlah sampel yang besar, melainkan pada kasus-kasus tipikal sesuai kekhususan masalah penelitian. Pengambilan sampel tidak ditentukan secara kaku sejak awal, tetapi dapat berubah baik dalam hal jumlah maupun jumlah karakteristik sampelnya. Pengambilan sampel tidak diarahkan pada keterwakilan (dalam arti jumlah/peristiwa acak) melainkan pada kecocokan konteks.
Untuk lebih memudahkan dalam pelaksanaan penelitian maka peneliti membuat suatu tabel unit analisis sebagai berikut:
Unit analisis Sub unit analisis
Subjek
Utama I
Utama II
Skunder I
Skunder II
Kecerdasan emosi pada
konseli
a. Kesadaran diri
b. Pengaturan diri
c. Motivasi
d. Empati
e. Ketrampilan sosial
Loss and grief pada konseli
a. Manifestasi loss and grief b. Rentang waktu loss and
grief
c. Kategori, sifat, dan tipe
loss and grief
d. Faktor loss and grief e. Dampak loss and grief
f. Fase loss and grief
Peran penting a. Peran penting kecerdasan
kecerdasan emosi terhadap loss
and grief
emosi dalam mengatasi fase loss and grief
Peneliti tidak menjadikan terapi atau apapun yang terdapat di tempat penelitian sebagai salah satu unit analisis atau sub unit analisis. Klinik Tumbuh Kembang Yamet hanya sebagai tempat peneliti melakukan penelitian.
C. Subjek Penelitian
Mengungkap fenomena dilapangan tentu sangat dibutuhkan adanya subjek. Subjek dibutuhkan karena akan mewakili dan memberikan gambaran secara jelas berkenaan dengan fokus masalah yang diteliti. Subyek penelitian merupakan elemen untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari pelbagai macam sumber dan bangunannya (Moleong,2005: 224). Penelitian ini menggunakan dua orang remaja karena kasus yang peneliti temukan di tempat penelitian terjadi pada 2 orang remaja yang melakukan proses konseling di tempat tersebut. Pemilihan sampel dilakukan dengan melihat karakteristik yang telah ditetapkan oleh peneliti, yaitu:
1. Subjek termasuk dalam usia remaja, menurut Sarlito (2004: 14) usia remaja untuk masyarakat Indonesia yaitu antara usia 11-24 tahun
2. Subjek mengalami kedukaan yang rumit, dimana seolah-olah kedukaan tidak kunjung berahir.
3. Subjek ditinggal mati oleh ibunya 4. Jenis kelamin subjek perempuan D. Metode Pengumpulan Data
Data adalah sesuatu yang diperoleh melalui suatu metode pengumpulan data, yang bertujuan mengungkap fakta mengenai variabel yang diteliti. Tujuan untuk mengetahui haruslah dicapai dengan menggunakan metode atau cara-cara yang efisien dan akurat (Azwar 2010:91). Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam rangka penelitian. Pengumpulan data akan berpengaruh pada langkah-langkah berikutnya sampai dengan tahapan penarikan kesimpulan, karena sangat pentingnya proses pengumpulan data ini, maka diperlukan teknik yang benar
untuk memperoleh data-data yang akurat, relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. Dalam proses pengumpulan data, peneliti merupakan instrumen penelitian yang utama. Interaksi antara peneliti dengan informan dapat diharapkan memperoleh informasi yang mengungkap permasalahan secara lengkap dan tuntas. Berhubungan dengan hal-hal diatas maka dalam proses pengumpulan data, teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain:
1. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2005: 186).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara langsung dengan subjek penelitian secara mendalam. Dalam penelitian ini teknik wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data utama. Ada dua alasan mengapa wawancara menjadi cara utama pengumpulan data yaitu, pertama: dengan wawancara, peneliti dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami seseorang/subjek yang diteliti, tetapi juga apa yang tersembunyi jauh didalam dari subjek yang diteliti. Kedua, apa yang ditanyakan pada informan bisa mencakup hal- hal bersifat lintas waktu yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara semi-struktur atau bebas terpimpin, pewawancara menggunakan interview guide atau pedoman wawancara yang dibuat berupa daftar pertanyaan, tetapi tidak berupa kalimat- kalimat yang permanen (Rahayu Ardani,2004)
2. Observasi
Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi partisipatif, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.
Penggunaan observasi partisipan ini akan menghasilkan data yang lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan meneliti catatan- catatan penting yang sangat erat hubungannya dengan obyek penelitian.
Dimana peneliti mendapatkan dokumentasi berupa foto-foto, rekaman serta data base.
Adapun sumber data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Sumber data primer, yakni data mengenai subject penelitian dalam hal ini adalah:
1. Konseli pada klinik fisioterapi stikes cirebon yang mengalami loss dan grief (kehilangan berduka)
2. Keluarga konseli
3. Dan tetangga konseli yang mengetahui dan menyaksikan sikap konseli dalam keseharian
4. Teman-teman konseli
5. Pemikiran dan karya para tokoh yang membahas tentang loss and grief ataupun kecerdasan emosi.
b. Sumber data skunder yakni 1) sumber data lain yang relevan dengan tema bahasan yang digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan penelitian ini 2) Karya lain yang mendukung dan relevan dengan penelitian.
A. Analisis Data
Analisis data dilakukan pada saat mengumpulkan data dan setelah pengumpulan data. Analisis dilakukan agar peneliti segera menyusun untuk melengkapinya, selanjutnya diharapkan dari analisis awal diperoleh kesimpulan sementara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Pada tahap ini peneliti melakukan penelitian, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dari hasil wawancara, abstraksi, dan transformasi data kasar yang diperoleh di lapangan, kemudian memilih data yang relevan dan kurang relevan dengan tujuan penelitian. Dari hasil pemilihan data tersebut, kemudian peneliti mengelompokkan data yang sesuai dengan aspek yang diteliti
2. Penyajian Data
Setelah data-data itu terkumpul kemudian peneliti menyajikan data- data yang sudah dikelompokkan tadi dengan penyajian dalam bentuk narasi dengan tujuan atau harapan setiap data tidak lepas dari kondisi permasalahan yang ada dan peneliti bisa lebih mudah dalam melakukan pengambilan kesimpulan.
3. Menarik Kesimpulan
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam hasil penelitian ini, maka analisis dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan jalan membandingkan data yang diperoleh. Dalam penelitian ini setelah data- data yang sudah tersaji, maka peneliti membandingkan data-data yang sudah ada dengan data-data wawancara lainnya yang mendukung, dalam hal ini adalah hasil wawancara dari subjek peneliti dan informan untuk menarik suatu kesimpulan.
B. Validitas Data
Validitas dalam penelitian kualitatif adalah kepercayaan dari data yang diperoleh dan analisis yang yang dilakukan peneliti secara akurat mempresentasikan dunia sosial di lapangan (Alsa, 2007). Menurut Sugiyono (2011) uji keabsahan data pada penelitian kualitatif meliputi credibility (validitas internal) dengan cara triangulasi, transverbility (validitas eksternal), dependibility (reliabilitas) dan conformability (objektifitas).
Pada penelitian ini, akan digunakan cara triangulasi, khususnya triangulasi metodologis. Triangulasi metodologis yaitu penggunaan metode
ganda untuk mengkaji masalah atau program tunggal, seperti wawancara, pengamatan, daftar pertanyaan terstruktur dan dokumen (Patton, 2009)
C. Profil Klinik Tumbuh Kembang Yamet a. Nama Lembaga
Klinik tumbuh kembang Yamet (Yayasan Medical Exercise Therapy) adalah sebuah center yang membantu anak supaya optimal tumbuh kembangnya, menyiapkan bekal hidup anak untuk menghadapi tantangan masa depan dan mandiri, kreatif, pintar, dan berprestasi dalam perjalanan hidupnya. Melakukan stimulasi pada anak normal dan melakukan rehabilitasi atau penanggulangan pada anak berkebutuhan kusus.
b. Sejarah Berdirinya Klinik Tumbuh Kembang Yamet
Klinik Tumbuh Kembang Anak Yamet pertama berdiri 1 februari 2000, berpusat di Cilandak Jakarta Selatan, didirikan oleh dr. Tri Gunadi, Amd, S.Psi yang saat itu masih hanya berprofesi sebagai terapis Okupasi dan bekerja sebagai PNS di RS Fatmawati, mendapatkan bahwa gangguan tumbuh kembang jumlahnya meningkat tajam sejak 1997. Berdasar kebutuhan yang meningkat tersebut menggerakan hati nurani untuk membantu dengan mendirikan sebuah yayasan untuk tumbuh kembang anak-anak supaya optimal. Setelah menikah dan punya anak pertama bernama EnricoVerrellando (Verrel), ternyata mempunyai gangguan perkembangan spektrum autisma tipe PDD NOS (Pervassive Developmental Dissorder Not Otherwise Specify), sehingga sejak saat itu berniat benar-benar mendalami ilmu tentang anak berkebutuhan khusus (terapi, psikologi, dan kedokteran) dan mengembangkan layanan dan cabang di beberapa daerah,diantaranya Depok, Bekasi, Cibubur, Cikarang, Cirebon, Indramayu, RS Meilia Cibubur, Jogja, Klaten, Solo, Pamulang, Sukabumi, Tanjung Pinang, Bali, dan Bandung.
c. Visi
Menjadi klinik tumbuh kembang terbaik di Indonesia d. Misi
1. Memeberikan layanan diagnostik dan assasement yang komprehensif bagi anak 0-17 tahun.
2. Memberikan layanan stimulasi dan terapi terbaik bagi anak dengan gangguan tumbuh kembang untuk mencapai kemandirian.
3. Menjadi pusat edukasi tentang stimulasi dan terapi gangguan tumbuh kembang bagi orang tua, guru, shadow teacher, terapis, dan professional.
e. Layanan Yang Diberikan
1. Pemeriksaan tumbuh kembang 2. Pemeriksaaan psikologis 3. Pemeriksaan IQ
4. Pemeriksaan EQ
5. Konsultasi perkembangan
6. Deteksi dini anak berkebutuhan khusus 7. Pijat bayi
8. Terapi inhalasi 9. Terapi okupasi
10. Terapi sensori integrasi
11. Terapi prilaku (behavior therapy) 12. Terapi Wicara
13. Terapi remedial
14. Brain gym (Brain therapy) 15. Brain games
16. Therapy snoezelen 17. Therapy multi sensori 18. Fisioterapi
19. Training guru/shadow teacher ke sekolah-sekolah f. Sasaran Layanan
Sasaran layana YAMET klinik tumbuh kembang anak adalah seluruh anak dari normal untuk tes perkembangan dan pendeteksian
gangguan anak bermasalah, sampai semua anak berkebutuhan khusus, antara lain:
1. Bayi, anak-anak usia sekolah, dan pra remaja yang akan memeriksakan tumbuh kembangnya
2. Autistic Spectrum Dissorder (Autisme, asperger syndrome, PDD NOS, Reft Syndrome, dll)
3. ADHD/GPDH (Attention deficit hyparctivity Dissorder/ gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas)
4. Retardasi Mental (MR) 5. Down Syndrome
6. Learning disabilities (disleksia/diskalkulia/disgrafia.
7. Speech delayed (keterlambatan bicara) 8. Sensory integration disorder
9. Delayed developmental
10. Gangguan emosi, gangguan prilaku, dan gangguan tumbuh kembang lainnya.
g. Arti Logo
1. Gambar anak merangkak warna orange menggambarkan masa kritis pertumbuhan otak, yaitu 1000 hari pertama anak, dimana 270 hari masa janin dan 730 masa bayi-anak
2. Gambar anak belajar berjalan warna kuning adalah masa penting untung ceria dan berkomunikasi/ bicara
3. Gambar anak merntangkan tangan warna hijau adalah menggambarkan anak usia sekolah yang fungsional otaknya untuk belajar kesiapan sekolah dan sukses menjadi anak yang sehat, cerdas, mandiri, kreatif, produktif, dan berprilaku baik.
4. Atapnya rumah berlapis tiga (biru, kuning, dan orange) menggambarkan panah keatas dimana menuju puncak kesuksesan dan perlu kerjasama tiga aspek, yaitu keluarga, komuS1s, dan sekolah 5. Huruf ABC adalah lambang anak pintar hitungan dan belajar
6. Lantai pondasi anak anak itu adalah lambang pondasi harus kuat untuk seorang anak tumbuh kembang dengan baik dan pondasinya adalah terapi sensori integrasi.
h. Jobdesk Tiap Bagian 1. Pimpinan harian
Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di klinik, mengawasi tugas-tugas staff dan pegawai dan mengevaluasi (dilaksanakan oleh pemilik cabang atau penugasan terhadap seseorang oleh pihak pemilik cabang)
Tugasnya mengawasi tugas-tugas para staffnya (Supervisor, dokter, psikolog, OT, TW, dan BT) yang berada dibawah pengawasannya dan melaporkan keluhan hingga hasil kerja para staffnya kepada pimpinan klinik
2. Sekertaris
Mencatat seluruh agenda kegiatan pimpinan diluar klinik dan setiap kegiatan pimpinan yang diadakan di klinik tersebut. Mengatur jadwal terapis dan jadwal pasien, dll.
3. Supervisor
Mengawasi tugas-tugas para terapis dan kualitas dalam memberikan layanan yang berada dibawah pengawasannya dan melaporkan keluhan hingga hasil kerja para terapisnya kepada pimpinan klinik.
4. Marketing
Mempromosikan dan memperkenalkan klinik melalui brosur, website, dll.
5. Pimpinan harian
Membuat rincian anggaran biaya pemasukan dan pengeluaran klinik
Mencatat daftar kehadiran para pegawai
Membuat laporan harian, bulanan dan tahunan
Bertanggungjawab dan memberikan semua laporan kepada kepala klinik.
6. Dokter
a. Dokter diagnostic/assesment/pengatur program
Melakukan pemeriksaan awal, penegakan diagnosa, memberikan terapi farmaka (jika diperlukan) dan re-evaluasi kemajuan hasil terapi. Dalam hal ini masih dipegang dan dikontrol oleh YAMET pusat.
b. Dokter spesialis
Dokter spesialis adalah dokter ahli (psikiater anak, dokter anak, dokter saraf anak) yang ditunjuk atau diajak kerjasama dengan klinik YAMET di sekitar.
7. Psikolog (rujukan ke psikolog sekitar klinik yang ditunjuk)
Melaksanakan pemeriksaan dan evaluasi psikologis
Memberikan bimbingan, dukungan dan terapi psikis bagi pasien dan keluarganya serta mengupayakan pemeliharaan motivasi pasien menuju tujuan terapi.
8. Terapis wicara
Terapi ini bertujuan merangsang dan memepertahankan kemampuan berkomunikasi melalui latihan sensori organ bicara.
Melatih gangguan fungsi luhur mengembangkan kemampuan komunikasi verbal, signal, tulisan dan baca serta melatih kemampuan komunikasi yang optimal, baik dalam aspek bahasa, wicara, suara, irama kelancaran hingga mampu berkomunikasi secara wajar dan tidak mengalami gangguan-gangguan psikososial dalam menjalankan fungsinya sebagai individu, maupun sebagai individu, maupun sebagai anggota masyarakat.
9. Terapis okupasi
Melatih keseimbangan aktivitas lokomotor dengan memperhatikan efektifitas serta efisiensi
Melatih pemakaian alat adaptif fungsional (adaptif device)
Latihan kordinasi, latihan aktifitas kehidupan sehari-hari, meliputi self care, produktifitas, dan leisure serta terdapat program penunjang yang akan merujuk pada latihan kemandirian pada anak dalam aktifitasnya dilingkungan.
10. Satpam
Menjaga dan mengawasi keamanan klinik dan mengatur parkir bagi pasien yang membawa mobil atau motor.
11. Cleaning service
Menjaga kebersihan klinik, mengepel lantai, membersihkan bak mandi, membersihkan kaca, menyediakan makan siang, saat harus membeli keluar/mengambil dari catering, mengatur parkir, setor uang ke bank, mengepel saat ada anak yang mengompol atau BAB, dll.
i. Quality Control
1. Semua pegawai sebelum bekerja harus melewati masa training selama 3 bulan dan belum mendapat gaji namun hanya uang transport sebesar 450.000 dan kalau dimasa training sudah dipercaya menangani pasien akan mendapat 5% dari uang masuk/ pasien yang ditangani
2. Setiap 2 bulan sekali diadakan pengayaan materi berupa kumpul- kumpul bareng antara pakar dan terapis/ pegawai.
3. Terapis atau pegawai yang berprestasi akan dikirim mengikuti seminar atau pelatihan.
4. Respon pelanggan dengan menggunakan kuesioner, dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali di akhir minggu bulan yang ditentukan dengan menyebar angket atau kuisioner. Kuesioner diberikan kepada yang membutuhkan pelayanan klinik YAMET.
Kuesioner klinik YAMET
NO KUESIONER SP P TP KET
1 Bagaimana waktu pelayanan di klinik YAMET 2 Bagaimana pelayanan di klinik perbagian
Dokter
Psikolog
Terapis wicara
Terapis okupasi
Sensori integrasi terapis
Behavior therapy
Dll...
3 Bagaimana sarana dan prasarana yang terdapat di klinik YAMET
4 Bagaimana kenyamanan suasana di klinik YAMET
5 Apakah Anda merasakan adanya kemajuan pada anak-anak Anda selama mendapatkan pelayanan dari klinik YAMET
6 Apakah ruangan SI dan Snozelen sangat memebantu dalam kemajuan anak
Kritik:
Keterangan:
SP adalah sangat puas P adalah puas
TP adalah tidak puas
j. Standar Harga Pelayanan
Pemeriksaan one stop assessment Rp. 450.000
Pemeriksaan IQ/EQ Rp 450.000
Terapi masing0masing terapi rata-rata 120.000 untuk SI-snoezelen- brain gym-fisioterapi dan Rp 125.000 untuk terapi OT,BT,TW, remedial
Konsultasi ahli dan konsul perkembangan hasil terapi Rp 300.000 k. Alur Pelayanan
Pencarian jadwal terapi One stop
assessement PENDAFTARAN
Terapi dalam kurun 3-6 bulan
Re evaluasi dan pembuatan rencana program baru
STOP
l. Struktur Organisasi Yamet Klinik Tumbuh Kembang Cabang
Direktur Utama
Pimpinan harian
Supervisor terapi Sekretaris
Dokter dengan perjanjian Marketing
Psikolog dengan perjanjian Admin
Cleaning Service
Terapis Wicara
Terapis Okupasi
m. Sarana Dan Prasarana
Ruang dokter/ Ruang assesment
Ruang konsultasi dan tes psikologi
Ruang okupasi terapi
Ruang terapi wicara
Ruang behavior theraphy
Ruang SI (gym)
Ruang snoezelen
Ruang brain gym
Toilet
Ruang administrasi
Ruang tunggu yang nyaman
Ruang showroom alat-alat edukasi dan terapi