RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMPN I Palupuh Konsep : Gerak Mahkluk Hidup Pembelajaran ke- : 1
Kelas/semester : VIII / 1
Materi Pokok : Sistem Gerak pada Manusia Alokasi Waktu : 3 pertemuan (8Jp)
A. Kompetensi Inti :
KI-3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian nampak nyata
KI-4 : Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, Merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, Menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di Sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B.Kompetisi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Menganalisis gerak
pada mahkluk hidup, sistim gerak pada manusia dan upaya menjaga kesehatan sistim gerak
3.1.1 Mengidentifikasi alat gerak
3.1.2 Menguraikan komponen penyususn pada sistim gerak manusia
3.1.3 Menyebutkan macam-macam tulang rangka manusia 3.1.4 Menjelaskan fungsi rangka manusia
3.1.5 Menjelaskan struktur tulang
3.1.6 Menjelaskan proses osifikasi tulang 3.1.7 Menjelaskan fungsi sendi
3.1.8 Mengidentifikasi jenis sendi yang bekerja pada setiap gerakan
3.1.9 Menjelaskan 3 jenis jaringan otot
3.1.10 Menjelaskan mekanisme kerja otot bisep dan trisep 3.1.11 menjelaskan upaya menjaga kesehatan sistim gerak 4.1 Menyajikan karya
tentang berbagai gangguan pada sistim gerak, serta upaya menjaga kesehatan sistim gerak manusia
4.1.1 Melakukan pengukuran diameter otot lengan
4.1.2 Menggambar jaringan otot polos, otot lurik dan otot jantung
4.1.3 Mengkomunikasikan hasil penggalian informasi dan diskusi dalam bentuk presentasi kelas 4.1 4 Membuat booklet tentang hubungan asupan gizi dengan olah raga terhadap kesehatan sistim gerak manusia
C.Tujuan Pembelajaran Pertemuan pertama
Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran
3.1 Menganalisis gerak pada mahkluk hidup, sistim gerak pada manusia dan upaya menjaga kesehatan sistim gerak
Siswa dapat mengidentifikasi komponen alat gerak melalui pengamatan
Siswa dapat menguraikan komponen alat gerak yang bekerja melalui pengamatan
Siswa dapat menyebutkan macam-macam tulang rangka manusia berdasarkan hasil pengamatan
Siswa dapat menjelaskan fungsi rangka manusia berdasarkan hasil pengamatan
Siswa dapat menjelaskan struktur tulang melalui data hasil pengamatan
Siswa dapat menjelaskan proses osifikasi tulang setelah membaca penjelasan dalam buku
4.1 Menyajikan karya tentang berbagai gangguan pada sistim gerak, serta upaya menjaga kesehatan sistim gerak manusia
Melakukan pengamatan struktur tulang
Menggambar jaringan tulang rawan dan tulang keras
Mengkomunikasikan hasil penggalian informasi dan diskusi dalam bentuk presentasi kelas
Pertemuan kedua
Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran
3.1 Menganalisis gerak pada mahkluk hidup, sistim gerak pada manusia dan upaya menjaga kesehatan sistim gerak
Siswa dapat menjelaskan fungsi sendi setelah mengamati pergerakan manusia
Siswa dapat menjelaskan 3 macam sendi berdasarkan sifatnya
Siswa dapat mengidentifikasi kerja jenis sendi melalui simulasi model sendi
4.1 Menyajikan karya tentang berbagai gangguan pada sistim gerak, serta upaya menjaga kesehatan sistim gerak manusia
Melakukan simulasi gerak sendi pada tubuh manusia
Mengkomunikasikan hasil penggalian informasi dan diskusi dalam bentuk presentasi kelas
Membuat booklet tentang proses kerja sendi
Pertemuan ketiga
Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran
3.1 Menganalisis gerak pada mahkluk hidup, sistim gerak pada manusia dan upaya menjaga kesehatan sistim gerak
Siswa dapat menggambar 3 jenis otot setelah mengamati preparat awetan
Siswa dapat membedakan 3 jenis otot melalui hasil pengamatan
Siswa dapat mengidentifikasi kerja otot di bawah kesadaran dan diluar kesadaran
Siswa dapat menjelaskan mekanisme kerja otot bisep dan trisep melalui data hasil pengamatan dan pengukuran
Siswa dapat mencari informasi mengenai gangguan pada sistim gerak dan upaya penanggulangannya setelah melakukan observasi wawancara ke dokter di Puskesmas setempat
Siswa dapat membuat booklet tentang hubungan asupan gizi dan olah raga terhadap kesehatan sistim gerak manusia
Siswa dapat mengkomunikasikan hasil
pencarian informasi mengenai gangguan pada sistim gerak dan upaya penanggulangannya dengan mengadakan penyuluhan dengan teman- temannya di kelas lain
4.1 Menyajikan karya tentang berbagai gangguan pada sistim gerak, serta upaya menjaga kesehatan sistim gerak manusia
Melakukan pengukuran diameter otot lengan
Menggambar jaringan otot polos, otot lurik dan otot jantung
Mengkomunikasikan hasil penggalian informasi dan diskusi dalam bentuk presentasi kelas
Membuat booklet tentang hubungan asupan gizi dengan olah raga terhadap kesehatan sistim
gerak manusia
D. Materi Pembelajaran
Aspek Materi Ajar
Fakta
Pertemuan 1
Sistim alat gerak manusia di bangun oleh rangka, otot dan sendi
Konsep Secara garis besar, tulang penyusun rangka tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tulang tengkorak, tulang anggota badan, dan tulang anggota gerak.
TulangTengkorak
Tersusun atas tulang pipi, tulang rahang, tulang mata, tulang hidung, tulang dahi, tulang ubun-ubun, tulang pelipis, dan tulang baji.
TulangAnggotaBadan
TulangBelakang
Tulang Dada
TulangRusuk
TulangPanggul
TulangAnggotaGerak
Tulang anggota gerak bagian atas atau tangan terbentuk dari tulang lengan atas (humerus), tulang pengumpil (radius), dan tulang hasta (ulna).
Tulang penyusun anggota gerak bagian bawah adalah tulang paha (femur), tulang betis (fibula), dan tulang kering (tibia).
Macam tulang berdasarkan bentuknya
Prinsip
Prosedu r
Fakta
Konsep
Tulang pipa Tulang pipih Tulang pendek
Tulang tidak beraturan
Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama dan berperan memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak, jalan, dan berlari serta melakukan berbagai aktivitas lainnya.
RangkaTubuh
Memberi bentuk, contohnya tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah.
Sebagai penopang tubuh, contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
Melindungi organ-organ dalam, contohnya tulangtulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.
Alat gerak pasif.
Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.
Proses osifikasi tulang terjadi ketika tulang kekurangan calsium sehingga terjadi pengapuran yang mengakibatkan tulang menjadi rapuh
Mengidentifikasi jenis-jenis tulang penyusun rangka melalui model rangka
Pertemuan 2
Sinartrosis
Sinartrosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan.
Dibedakan menjadi dua :
Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa . Contoh: persendiantulang tengkorak.
Sinartrosissinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkanolehtulangrawan.
Prinsip
Prosedu r
Fakta
Contoh: hubunganantarsegmenpadatulangbelakang.
Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. Dapat dikelompokkan menjadi:
Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan kesegala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulangbelikat.
Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi).
Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulangbelakang I (atlas)
Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satubi dang datar.
Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah.
Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.
Amfiartosis
Merupakan persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.
Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.
Contoh: persendianantara fibula dan tibia.
Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperti cakram pergerakan, misalnya persendian antartulang tengkorak. Contoh: hubungan antararuas-ruas tulangbelakang.
Pada kerangka tubuh manusia terdapat kuranglebih 200 tulang yang saling berhubungan.Hubungan antartulang disebut sendi atau artikulasi.Pada system gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.
Minyak sinovial yang terdapat pada persambungan sendi akan memudahkan terjadinya gerakan sendi.
Pada orang lanjut usia, produksi minyak ini berkurang sehingga menyebabkan rasa nyeri ketika terjadi gerakan sendi.
Melakukan simulasi macam-macam gerakan sendi Pertemuan 3
Konsep
Prinsip
Semua pergerakan tubuh kita melibatkan otot.Otot merupakan alat gerak aktif.Otot berfungsi membentuk tubuh, sebagai alat pergerakan, menjaga kestabilanpersendian,dan memproduksi panas tubuh.Dalam kehidupan sehari- hari,kita mengenal otot sebagai daging.Otot merupakan jaringan yang terdiri dari sel-sel otot.Otot mampu menggerakan tulang dikarenakan mempunyai kemampuan berkontraksi.
JENIS-JENIS OTOT
Otot manusia terdiri atas tiga, yaitu : A. Otot Polos
Otot polos merupakan prnyusun organ-organ bagian dalam, misalnya saluran pencernaan dan saluran pernafasan. Kontraksi otot polos tidak dapat dikendalikan secara sadar tidak akan dapat menentukan kapan usus harus berkontraksi dan kapan harus berhenti. Ototiniberbentuk gelondong, ujungnya meruncing, berinti satu terletak ditengah sel, bekerja lambat dan teratur,sertabekerja di luar kesadaran manusia. Otot polos terdapat pada dinding usus, pembuluh darah, saluran kelamin, dinding rahim, dan saluran ekskresi.
B. Otot Lurik
Otot lurik melekat pada rangka sehingga disebut otot rangka. Gerakannya dipengaruhi oleh saraf sadar, batasan sel-selnya tidak jelas, berbentuk silindris, memiliki banyak inti di tepi sel, dan terdapat bagian terang gelap (lurik) karena adanya protein otot (aktin dan meiosin). Otot ini menempel pada tulang dengan perantaraan urat (tendon). Jika tendon melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi, sedangkan jika melekat pada tulang yang tidak dapat bergerak disebut origo.Otot lurik mampu menggerakan tulang karena dapat berkontraksi (memendek) dan memanjang (relaksasi).
C. Otot Jantung
Otot jantung terletak di jantung. Berbentuk silindris yang bercabang-cabang dan memiliki inti di tengah serabut. Gerakan otot jantung dipengaruhi oleh saraf tidak sadar (otonom). Otot ini secara khusus hanya membentuk organ jantung
KERJA OTOT
Otot bekerja karena memiliki kemampuan untuk mengkerut (kontraksi) dan mengembang kembali (relaksasi). Otot akan berkontraksi bila ada rangsang yang mengenai sel otot tersebut. Kerja otot dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Otot Antagonis.
Otot antagonis bekerja secara berlawanan. Contohnya antara lain:
a. Gerakan otot ekstensor (meluruskan) pada otot bisep dan gerakan otot
Prosedu r
fleksor (membengkokkan) pada otot trisep.
b. Gerakan otot abduktor (menjauhi badan) dan otot adduktor (mendekati badan) pada gerakan tangan kesamping badan
c. Gerakan otot supinator (menengadahkan) dan otot pronator (menelungkup) pada gerakan tangan menelungkup dan menengadah d. Gerakan otot depressor (menurunkan) dan otot elevator (menaikkan)
pada gerakan mengangkat bahu ke atas 2. Otot Sinergis.
Ototsinergis bekerja secara bersama-sama (mengerut dan berkontraksi).
Contohnya otot leher pada waktu memutar kepala.
Simulasi gerak otot pada tubuh
Pengaruh makanan terhadap pembentukan otot, terutama pada olahragawan
E.Alokasi Waktu Beban
Belajar
Waktu Bentuk Kegiatan / Tugaas
TM 320”
8x40”
1. Menjelaskan rangka sebagai alat gerak pasif 2. Menjelaskan sendi sebagai alat gerak 3. Menjelaskan otot sebagai alat gerak aktif
PT 60” Menyusun laporan mengenai gangguan pada sistim alat gerak
KMTT 60” Carilah informasi melalui wawancara dengan dokter di Puskesmas mengenai upaya menjaga kesehatan alat gerak.
Buatlah berupa artikel dan sosialisasikan dengan teman mu di kelas lain.
F. Pendekatan / Strategi / Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Scientific
2. Metode : Diskusi, observasi 3. Model : Discovery Learning G.Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama (3x40”)
Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi
Waktu 1. Pendahuluan Memberi salam dan memeriksa kesiapan siswa dalam
mengikuti pelajaran
Meminta ketua kelas untuk memimpin doa
Mengecek kehadiran siswa
Stimulation (Stimulasi/pemberian rangsangan)
Guru mempersilahkan salah seorang siswa laki-laki
10”
untuk tampil ke depan
Guru menyuruh siswa tersebut bergerak dengan berjalan kaki secara perlahan
Guru bertanya, struktur apa saja yang di miliki Andi Ketika dia akan melangkah menggerakkan kakinya
Guru memperlihatkan model rangka manusia dan bertanya : dapatkah rangka ini bergerak tanpa otot ?
Guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok heterogen
Inti Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi masalah)
Tiap kelompok ditugaskan untuk mengamati tulang rangka manusia berdasarkan model rangka/gambar
Guru mengajukan pertanyaan
Ada berapa jumlah tulang yang menyususn rangka tubuh manusia ?
Ada berapa macam jenis tulang, dapatkah kamu mengelompokkannya ?
Guru menyuruh siswa mengamati tulang paha ayam yang telah di buka
bagaimanakah struktur tulang yang telah kamu amati ?
apakah tulang dibangun oleh materi hidup ? Data Collection (Pengumpulan Data)
Siswa mengidentifikasi susunan tulang yang menyusun tubuh manusia
Siswa mengelompokkan beberapa jenis tulang berdasarkan bentuknya
Siswa mengidentifikasi struktur tulang dan mencocok kannya dengan gambar struktur tulang pada buku paket
Siswa mempelajari proses osifikasi dari buku paket Data Processing (pengolahan Data)
Siswa menyususn hasil pengamatan dalam tabel dan embuat pengelompokan berdasarkan bentuk tulang
Siswa menjawab pertanyaan pada lembar kegiatan
Siswa membuat deskripsi tentang osifikasi
Siswa mengambil kesimpulan Verification (Pembuktian)
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan tentang susunan dan
pengelompokan tulang rangka pada tubuh manusia serta struktur tulang berdasarkan hasil pengamatan di depan kelas
Kelompok lain memverifikasi data dengan
membandingkan hasil pengamatannya dengandituntun
100”
guru
Guru memeriksa pekerjaan siswa yang lain serta membahasnya melalui penyamaan konsepsi Generalization (Menarik kesimpulan/generalisasi)
Masing-masing kelompok membuat analisis dan sim pulan untuk hasil diskusinya
Secara kelompok membuat kesimpulan tentang Fungsi rangka manusia
Jenis tulang penyusun rangka Bentuk-bentuk tulang
Proses osifikasi
Penutup Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran
Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
Siswa diberi tugas untuk mencari informasi tentang gangguan pada tulang dan yang sering terjadi dalam krhidupan sehari-hari
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
10”
Pertemuan kedua (2x40”)
Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan Memberi salam dan memeriksa kesiapan siswa
dalam mengikuti pelajaran
Meminta ketua kelas untuk memimpin doa Mengecek kehadiran siswa
Mengamati (pemberian rangsangan)
Guru memperlihatkan gambar orang tua yang sulit melakukan gerakan
Guru bertanya kepada siswa bagaimana pergerakan orang tersebut
Menurutmu mengapa anggota gerak orang tersebut sulit digerakkan ?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin di capai
Guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok heterogen
10”
Inti Menanya (Identifikasi masalah)
Guru memancing siswa bertanya dengan
memperlihatkan gambar olahragawan tolak peluru
Diharapkan siswa bertanya bagaimana lengan bisa melempar bola besi tersebut
Mencoba (bereksperimen)
60”
Siswa melakukan simulasi gerak sendi
Siswa menggambar macam sendi gerak
Siswa mendiskusikan pembuatan laporan hasil diskusi
Mengasosiasi (pengolahan data)
Siswa menarik kesimpulan dari data tentang sendi gerak
Membuat outlet laporan dan booklet dan pembagian tugas sesuai dengan yang telah direncanakan
Siswa mengambil kesimpulan
Salah satu kelompok mempresentasikan hasilnya didepan kelas
Kelompok lain memverifikasi data dengan
membandingkan hasil pengolahannya dituntun guru
Masing-masing kelompok membuat analisis dan simpulan untuk hasil diskusinya
Guru membimbing kelompok membuat kesimpulan tentang
- Mekanisme kerja sendi - Jensi-jenis sendi - Macam sendi gerak
Penutup Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
Siswa mengerjakan tes tertulis
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
10”
Pertemuan ketiga (3x40”)
Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan Memberi salam dan memeriksa kesiapan siswa
dalam mengikuti pelajaran Mengecek kehadiran siswa
Meminta ketua kelas untuk memimpin doa Mengamati (pemberian rangsangan)
Guru memperlihatkan gambar orang yang terkena penyakit polio dan olahragawan yang cedera ototnya
Guru bertanya kepada siswa bagimana pergerakan orang tersebut
Menurutmu mengapa gerakannya jadi terganggu padahal tulangnya tidak patah ?
10”
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin di capai
Guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok heterogen
Inti Menanya (Identifikasi masalah)
Guru memancing siswa bertanya dengan
memperlihatkan gambar olahragawan angkat besi sedang beraksi
Diharapkan siswa bertanya bagaimana otot bisa mengankat barbel tersebut
Mencoba (bereksperimen)
Siswa mengukur diameter otot bisep dan trisep ketika sedang berkontraksi
Siswa menggamabr otot lurik, otot polos dan otot jantung berdasarkan pengamatan awetan preparat
Siswa mendiskusikan pembuatan laporan hasil pencarian informasi gangguan pada sistim gerak dan upaya penanggulangannya
Siswa merencanakan penyuluhan pada teman dikelas lain dan pembuatan booklet tentang hubungan asupan gizi dan olah raga terhadap sistim gerak Mengasosiasi (pengolahan data)
Siswa menarik kesimpulan dari data tentang otot bisep dan trisep, otot yang bekerja di bawah kesadaran dan tidak bekerja dibawah kesadaran
Membuat outlet laporan dan booklet dan pembagian tugas sesuai dengan yang telah direncanakan
Siswa mengambil kesimpulan
Salah satu kelompok mempresentasikan hasilnya didepan kelas
Kelompok lain memverifikasi data dengan
membandingkan hasil pengolahannya dituntun guru
Masing-masing kelompok membuat analisis dan simpulan untuk hasil diskusinya
Guru membimbing kelompok membuat kesimpulan tentang
- Mekanisme kerja otot - Jeni-jenis otot
- Gangguan pada sistim gerak dan upaya penanggulangannya
- Hubunganasupan gizi dan olah raga terhadap kesehatan sistim gerak manusia
100”
Penutup Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
Siswa mengerjakan tes tertulis
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak 10”
lanjut pembelajaran
H.Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Aspek Indikator Teknik Bentuk
Instrumen
Waktu Penilaian Pengetah
uan
Mengidentifikasi susunan tulang
Mengelompokkan jenis-jenis tulang
Menjelaskan struktur tulang
Menjelaskan fungsi rangka manusia
Menjelaskan proses osifikasi
Menjelaskan fungsi sendi
Mengidentifikasi kerja jenis sendi
Penilai an Harian
Soal pilihan ganda
Kegiatan penilaian harian
Sikap Menunjukkan perilaku yang nampak (sikap terbuka dan antusias)
Obser vasi
Jurnal perkembang an sikap (instrumen terlampir)
Selama kegiatan pembelaja ran Keteram
pilan
Mengukur otot bisep dan trisep pada saat kontraksi dan relaksasi
Membuat laporan tertulis hasil pencarian informasi ke Puskesmas
Membuat booklet tentang pengaruh asupan gizi dan olah raga terhadap kesehatan sistim gerak manusia
Penilaia n kinerja
Rubrik penilaian kinerja (instrumen terlampir)
Kegiatan pratikum dan presentasi
I.Media, Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : model/gambar rangka manusia
Charta persendian 2. Alat/bahan
Tulang paha ayam yang masih segar Preparat tiga jenis otot
Mikroskop 3. Sumber belajar
Teksbook kelas VIII semester 1
Lembar kerja yang ada dalam buku paket
Palupuh, Juli 2022
Mengetahui
Kepala SMPN I Palupuh Guru Mata Pelajaran
JUNAIDI, S.Pd WIDIRIYANI, S.Pd
NIP. 19680202 199412 1 002 NIP. 19671219 199103 2 006
PENILAIAN
Metode dan Bentuk Instrumen
Metode Bentuk Instrumen
Tes Tertulis Pilihan Ganda
Tes Untuk Kerja Tes Penilaian kinerja sistem rangka Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan
Rubrik
INSTRUMEN
1. Dibawah ini merupakan fungsi tulang, kecuali a. Alat gerak Pasif
b. Sebagai pemberi bentuk tubuh
c. Sebagai pelindung bagi organ di dalamnya d. Sebagai alat gerak aktif
2. Anggota gerak di bawah ini yang merupakan alat gerak atas adalah a. Tibia
b. Fibula c. Hasta
d. Tulang tempurung
3 Sendi yang terdapat pada pangkal ibu jari disebut a. Sendi Engsel c. Sendi Pelana b. Sendi Peluru d. Sendi geser
4 Sendi yang tidak dapat digerakkan sama sekali terdapat pada a. Pergelangan tangan
b. Tulang tengkorak c. Sendi pada bahu
d. Sendi ada jari-jari tangan
5 Berikut ini merupakan contoh otot yang bekerja secara sadar dan tidak sadar yang disebutkan secara berturut-turut adalah ....
a. otot jantung dan otot gastronemius b. otot jantung dan otot dahi
c. otot jantung dan otot trisep d. otot bisep dan otot jantung
6 Gangguan pada tulang yang menyebabkan tulang rapuh disebut a. Skoliosis c. Osteoporosis
b. Patah tulang d. lordosis
7 Ketika tulang belakang seseorang membengkok ke samping, disebut dengan a. Kifosis c. Skoliosis
b. Lordosis d. Osteoporosis
KUNCI JAWABAN Nomor
Soal Jawaban Skor Keterangan
1. D 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
2. C 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
3. C 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
4. B 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
5. D 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
6. C 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
7. C 1
0
Jawaban benar Jawaban salah
a. Lembar Pengamatan Sikap
PENGAMATAN PERILAKU ILMIAH NO Nama
Siswa
Aspek yang dinilai Rasa
ingin tahu
Ketelitian dan kehati- hatian dalam melakukan percobaan
Ketekunandan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu atau kelompok
Keterampilan berkomunikasi saat belajar
Jumlah
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
RUBRIK PENILAIAN PERILAKU NO Aspek yang dinilai Rubrik 1. Menunjukkan rasa ingin
tahu
2 : Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, antusias, aktif dalam me lakuka melakukan kegiatan kelompok
2: Menunjukkan rasa ingin tahu tetapi tidak terlalu antusias, baru terlihat aktif setelah disuruh
1: Tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan , sulit terlibat aktif meskipun telah didorong untuk aktif
2. Ketelitian dan hati - hati 3 :Melakukan tugas kelompok sesuai prosedur dan serius 1: Melakukan tugas kelompok sesuai prosedur setelah
diberi petunjuk
1 : Tidak melakukan tugas kelompok, sulit terlibat aktif meskipun telah didorong untuk aktif
3. Ketekunan dan Tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun kelompok
1 : Tekun menyelesaikan tugas sampai akhir sistem rangka, dan tepat waktu
2 : Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas kelompok
1:Tidak berupaya sungguh-sungguh untuk menyelesaikan tugas
4. Berkomunikasi 3 : Dapat mempresentasikan data hasil sistem rangka dengan baik dan benar
2 : Berupaya sungguh-sungguh untuk presentasi, meskipun belum sempurna
1 : Tidak melakukan presentasi, meskipun disuruh maju oleh guru
Kriteria penskoran : Kriteria Penilaian
1. Baik 3 10 - 12 A
2. Cukup 2 7 – 9 B
3. Kurang 1 4 – 6 C
≤ 3 D
PENILAIAN SIKAP
Mata pelanjaran : IPA Semester : 1 (satu)
Kelompok : 1 Kelas : VIII
N O
NAMA SISWA
SKOR Komitmen
tugas
Kerja sama
Ketelitian Minat Jumlah Nilai 1
2 3 4
Skor Nilai = 0 – 100
PENILAIAN KETERAMPILAN
Materi : SistemGerak (Tulang-TulangPenyusunRangkaTubuh) Kelas : VIII
Hari/Tanggal :
No. Aspek yang Dinilai Skor
Maksimal
Skor yang diperoleh Kelompok
1. Sistematika laporan 4
2. Kelengkapan laporan 4
3. Kejelasan dan keruntutan
penulisan 4
4. Kebenaran konsep ide yang
dipaparkan 4
5. Ketepatan pemilihan kosakata 4
6. Kemampuan kelompok
menjelaskan isi laporan 4 7. Usaha kelompok dalam
menyusun laporan 4
8. Presentasi laporan percobaan 4 Skor Maksimal = 20/20 x 100 = 100