3. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian pada PT. X ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Kuncoro (2003), jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian. Menurut Sugiyono (2012), dalam penelitian kualitatif deskriptif, peneliti bisa menggambarkan data yang sudah terkumpul dan membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif (berdasarkan perbandingan). Pada pendekatan kualitatif biasanya cenderung mengarahkan penelitian pada jenis penelitian deskriptif di mana penelitian kualitatif deskriptif dapat menggambarkan serta memberikan pemahaman terhadap realitas yang kompleks (Sugiyono, 2011).
Oleh karena itu, penggambaran dan pemahaman yang dimiliki oleh jenis penelitian kualitatif deskriptif tersebut sesuai dengan tujuan penelitian, yakni untuk melakukan identifikasi hasil analisa faktor situasi dan kondisi internal dan eksternal pada PT. X, dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang dimiliki PT. X, dan untuk merumuskan alternatif strategi bisnis bagi PT. X yang bergerak di bidang tekstil batik.
3.2 Definisi Konseptual
Dalam penelitian ini, topik akan dibahas oleh penulis adalah strategi bisnis pada perusahaan tekstil batik. Variabel penelitian yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
3.2.1 Definisi Strategi
Dalam penelitian ini penulis mengartikan strategi sebagai serangkaian cara dan keputusan yang digunakan perusahaan untuk dapat mempertahankan eksistensinya pada persaingan dalam industri tempat dimana perusahaan tersebut berada.
3.2.2 Strategi Bisnis
Perumusan strategi bisnis menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya. Walaupun lingkungan yang relevan sangat luas, meliputi kekuatan-kekuatan sosial sebagaimana juga kekuatan-kekuatan ekonomi, aspek utama dari lingkungan perusahaan adalah industri dalam mana perusahaan tersebut bersaing dan strategi tersebut diformulasikan dengan menggunakan tipe- tipe strategi yang meliputi strategi integrasi, strategi intensif, strategi diversifikasi, strategi defensif, divestasi, dan likuidasi. Tujuan dari strategi bisnis adalah perusahaan harus berjuang mencapai keuntungan kompetitif secara berkelanjutan dengan menemukan posisi dalam industri tersebut dimana perusahaan dapat melindungi diri terhadap kekuatan tekanan persaingan atau dapat mempengaruhi tekanan tersebut secara positif. Namun, sebelum merumuskan strategi bisnis yang tepat dalam suatu organisasi perusahaan, perlunya perusahaan untuk mengetahui mengenai analisis lingkungan yang ada disekitar perusahaan
3.2.3 Lingkungan Internal
Analisis lingkungan internal adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) untuk mengetahui tingkat daya saing perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan dan sepenuhnya yang didapatkan. Analisa lingkungan internal dilakukan dengan pandangan berbasis sumberdaya dari perusahaan. Melakukan analisis dan mengidentifikasi keunggulan strategis suatu perusahaan yang didasarkan pada tinjauan aset berwujud (tangible asset) maupun aset tidak berwujud (intangible asset)
a. Sumber daya berwujud (Tangible Assets)adalah aset yang dapat diamati dan dihitung seperti peralatan produksi, fasilitas manufaktur, pusat distribusi, dan struktur pelaporan formal. Sumber daya berwujud (Tangible Assets) diklasifikasikan sebagai berikut
Sumber Daya Keuangan :
- Kapasitas perusahaan untuk meminjam
- Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan dana-dana internal Sumber Daya Organisasi :
- Struktur laporan formal perusahaan, yang berupa planning, controlling, dan coordinating sistem
Sumber Daya Fisik :
- Kecanggihan dan lokasi pabrik dan peralatanPerusahaan - Akses kepada bahan baku
Sumber Daya Teknologi :
- Persediaan teknologi, seperti hak paten, hak cipta, merek dagang, dan rahasia dagang
b. Sumber daya tidak berwujud (Intangible Assets) merupakan sumber kompetensi inti yang unggul yang berakar didalam riwayat perusahaan dan telah terkumpul dari waktu ke waktu dimana sumber daya tidak nyata relatif sulit untuk dianalisa dan ditiru oleh kompetitor. Sumber daya tidak berwujud (Intangible Assets) diklasifikasikan sebagai berikut
Sumber Daya Manusia:
- Ilmu pengetahuan - Kepercayaan
- Kapabilitas manajerial
- Pengorganisasian secara rutin Sumber Daya Inovasi :
- Gagasan / ide
- Kapasitas untuk melakukan inovasi Sumber Daya Reputasi:
- Reputasi dengan para pelanggan - Merk Dagang
- Persepsi
3.2.4 Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang (opportunity) dan ancaman (threat) untuk mengetahui tingkat daya saing perusahaan berdasarkan kondisi eksternal perusahaan dan sepenuhnya yang didapatkan. Analisa lingkungan eksternal dilakukan dengan analisis STEEP/PEST
yang diikuti oleh Analisis Industri Five Forces Porter (Lima Kekuatan Porter).
Penggabungan kedua analisis ini menghasilkan teknik Analisis Fusion, yang dapat menciptakan sebuah kerangka yang kuat bukan hanya untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang bekerja di suatu industri tertentu, melainkan juga dampak dari faktor-faktor lingkungan terhadap kekuatan-kekuatan tersebut.
1. Ancaman Pendatang Baru
Masuknya pendatang baru dalam industri tergantung dari halangan-halangan untuk memasuki industri tersebut. Faktor persaingan tergantung pada:
a. Skala ekonomi b. Diferensiasi produk c. Kebutuhan modal d. Biaya beralih pemasok e. Akses ke saluran distribusi f. Kebijakan pemerintah 2. Ancaman Produk Pengganti
Karena persaingan yang sangat ketat dalam industri yang sama menimbulkan produk substitusi/pengganti Ancaman barang substitusi dapat dijelaskan oleh faktor sebagai berikut:
a. Harga dari produk pengganti b. Biaya produk pengganti c. Kualitas
3. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok
Kekuatan tawar menawar pemasok mempengaruhi intensitas persaingan dalam industri, khususnya apabila terdapat sejumlah besar pemasok, hanya ada beberapa bahan baku pengganti yang baik, atau apabila biaya pengalihan bahan baku menjadi sangat mahal. Faktor yang dapat meningkatkan kekuatan tawar menawar pembeli, yaitu:
a. Hubungan dengan pemasok
b. Pemasok memiliki harga bahan baku yang murah
c. Perusahaan bukan satu-satunya pembeli bahan baku pada pemasok
4. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
Kekuatan tawar menawar pembeli terjadi bila persaingan berukuran besar dan konsumen membeli dalam volume besar. Faktor yang dapat meningkatkan kekuatan tawar menawar pembeli. Faktor tersebut antar lain:
a. Konsumen
b. Biaya peralihan konsumen c. Distributor dan agen
d. Biaya berpindah distributor dan agen 5. Persaingan Sesama Industri
Strategi yang dikembangkan suatu perusahaan dapat berhasil hanya dengan berkonsentrasi pada peningkatan keunggulan kompetitif yang secara langsung menyerang strategi pesaing. Faktor persaingan bergantung pada:
a. Pertumbuhan industri b. Jumlah pesaing c. Kekuatan pesaing d. Diferensiasi produk 6. Politik
Faktor politik meliputi kebijakan pemerintah, masalah-masalah hukum, serta mencakup aturan-aturan formal dan informal dari lingkungan dimana perusahaan melakukan kegiatan.Faktor-faktor politik yang dianalisis antara lain:
a. Upah minimum b. Sikap Pemerintah c. Pengendalian harga
d. Keselamatan dan kesehatan dalam pekerjaan e. Peraturan dan perlindungan lingkungan f. Perpajakan (perusahaan; konsumen) g. Hukum ketenagakerjaan
h. Peraturan kompetisi
7. Ekonomi
Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi daya pembelian dari pelanggan dan mempengaruhi iklim dari bisnis suatu perusahaan. Faktor- faktor ekonomi yang dianalisis antara lain:
a. Pertumbuhan ekonomi
b. Tahapan siklus bisnis. Ekonomi dapat diklasifikasikan seperti dalam keadaan depresi, resesi, kebangkitan (recovery) atau kemakmuran.
c. Gejala inflasi dan deflasi dalam harga barang-barang dan jasa. Kalau inflasi sangat tajam, mungkin diadakan pengendalian upah dan harga.
d. Kebijaksanaan keuangan, tingkat bunga dan devaluasi atau revaluasi uang dalam hubungannya dengan uang asing.
e. Kebijaksanaan fiskal: tingkat pajak atau perusahaan dan perorangan.
8. Sosial
Faktor-faktor sosial terpusat pada penilaian dari sikap konsumen dan karyawan yang mempengaruhi strategi. Faktor sosial meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan dari pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada. Faktor-faktor sosial yang dianalisis antara lain:
a. Distribusi pendapatan b. Demografi
c. Perubahan gaya hidup 9. Teknologi
Faktor teknologi meliputi semua hal yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses bisnis.
Faktor-faktor teknologi yang dianalisis antara lain:
a. Perkembangan teknologi mesin pada design gambar / motif b. Biaya dan penggunaan teknologi
c. Dampak dari perubahan teknologi 3.2.5 Analisis SWOT
Setelah melakukan identifikasi lingkungan internal menggunakan metode Resource (pada Tangible Assets dan Intangble Assets) dan eksternal dengan metode Analisis Industri Fusion pada PT. X, maka dilakukan analisis SWOT
menggabungkan kekuatan kelemahan internal dan peluang ancaman eksternal dari PT. X. Hasil dari analisis SWOT digunakan sebagai input dalam pembuatan matrik SWOT yang mengembangkan empat jenis strategi, yaitu strategi SO (kekuatan-peluang), strategi WO (kelemahan-peluang), strategi ST (kekuatan- ancaman), dan strategi WT (kelemahan-ancaman).
1. Strategi SO (kekuatan –peluang)
Memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menarik keuntungan dari peluang eksternal
2. Strategi ST (kekuatan – ancaman)
Menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal
3. Strategi WO (kelemahan – peluang)
Strategi ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara mengambil keuntungan dari peluang eksternal
4. Strategi WT (kelemahan – ancaman)
Strategi ini merupakan taktik defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal.
Terdapat delapan langkah dalam membentuk sebuah matriks SWOT:
a. Buat daftar peluang-peluang eksternal utama perusahaan.
b. Buat daftar ancaman-ancaman eksternal utama perusahaan.
c. Buat daftar kekuatan-kekuatan internal utama perusahaan.
d. Buat daftar kelemahan-kelemahan internal utama perusahaan.
e. Cocokan kekuatan internal dengan peluang ekternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi SO.
f. Cocokan kelemahan internal dengan peluang eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi WO.
g. Cocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi ST.
h. Cocokan kekuatan kelemahan dengan ancaman eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi WT
3.2.6 Formulasi Strategi
Formulasi strategi memungkinkan organisasi memperoleh keunggulan kompetitif dengan menggunakan Strategi Intensif (Intensive Strategies), karena strategi intensif ini mensyaratkan berbagai upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan produk yang ada. Strategi intensif dibagi kedalam tiga kelompok kategori utama yaitu Penetrasi pasar (Market Penetration), strategi ini dilakukan dengan mencari pangsa pasar yang lebih besar untuk produk atau jasa yang sudah ada sekarang lewat usaha pemasaran yang lebih gencar. Pengembangan pasar (Market Development), strategi ini dilakukan dengan menperkenalkan produk atau jasa yang sudah ada ke wilayah geografis baru. Pengembangan produk (Product Development), strategi ini dilakukan dengan mencari kenaikan penjualan dengan memperbaiki produk atau jasa yang sudah ada atau mengembangkan yang baru.
3.3 Subjek Penelitian
Subjek di dalam penelitian ini adalah orang – orang yang terlibat dalam menjalankan aktivitas perusahaan pada PT. X. Dalam hal ini orang – orang yang menjadi subjek penelitian adalah pemilik usaha, general manajer, supervisor, manajer produksi dan operasional, bagian PPC, manajer keuangan dan administrasi, manajer sales and marketing, manajer Human Resource Development, bagian personalia, staff grafis, supplier, distributor
3.4. Objek Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah PT. X. PT. X merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil batik. PT. X mendistribusikan produknya melalui perantara seperti agen distribusi dan pengecer toko yang dikirim secara lokal ke beberapa daerah seperti Jawa, Bali, Lombok, NTT.
3.5 Jenis Data
Jenis data yang akan digunakan oleh peneliti adalah jenis data kualitatif.
Menurut Sugiyono (2011), penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif di mana data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak
menekankan pada angka. Jenis data ini dapat membantu peneliti untuk merumuskan strategi bisnis yang tepat bagi PT. X
3.6 Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.
3.6.1 Sumber Data Primer
Menurut Umar (2003), data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama dan belum diolah maupun disampaikan oleh peneliti lain atau pihak lain. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara. Data primer dalam penelitian ini berupa hasil jawaban informan yang diperoleh dari wawancara. Jawaban dari informan akan meliputi hal-hal yang terkait dengan profil perusahaan PT. X, kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta analisis SWOT yang berkaitan dengan kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang yang dimiliki PT. X.
3.6.2 Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yang bersifat publik yang terdiri atas: struktur organisasi data kearsipan, dokumen, laporan serta buku yang berkenaan dengan penelitian ini (Purhantara, 2010). Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan dan laporan jumlah produksi perusahaan PT. X.
3.7. Teknik Pengumpulan Data
Secara umum, dalam penelitian kualitatif alat pengumpulan data yang paling sering digunakan adalah wawancara, pengamatan lapangan, dan telaah dokumen (Sarosa, 2012). Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Interview atau wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Bungin,2007).
Peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan melalui pernyataan yang telah disiapkan sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti dan wawancara tidak terstruktur (wawancara dilakukan apabila ada jawaban berkembang diluar pertanyaan-pertanyaan terstruktur namun tidak terlepas dari permasalahan penelitian) dengan pihak-pihak yang terkait dengan pembahasan penelitian secara langsung, atau via telepon apabila hasil wawancara dianggap kurang lengkap.
3.8 Teknik Pemilihan Informasi
Teknik yang digunakan dalam menentukan informan dari proses pengumpulan data yang akan dilakukan, maka penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Menurut Sugiyono (2011), dalam penggunaan teknik snowball sampling ini, pertama-tama peneliti memilih satu atau dua oranginforman awal yang akan diwawancara, yang dirasa mampu untuk menjadi informan bagi wawancara. Namun apabila, satu atau dua orang dirasa belum memberikan data yang lengkap, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang dapat melengkapi data yang dibutuhkan dengan pemilihan melalui informan awal untuk dapat merekomendasikan orang lain yang memenuhi syarat untuk diwawancara berikutnya dan proses bergulir seperti bola salju. Teknik ini membantu peneliti untuk menentukan informan yang terdiri dari:
a. Informan 1, Pemilik Usaha PT. X.
Pemilik usaha merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan dan mampu untuk menjabarkan usaha secara keseluruhan. Pengetahuan akan usaha secara keseluruhan tersebut meliputi sejarah dan gambaran perusahaan, pengelolaan secara menyeluruh pada bagian pemasaran, produksi dan operasional, keuangan, serta pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan.
b. Informan 2, General Manager PT. X
General Manager merupakan sesorang yang dipercaya oleh owner sebagai tangan kanan yang mengatur keseluruhan dari aktivitas operasional perusahaan, dan sekaligus juga sebagai penasehat yang memberikan masukan dan saran dalam keberlangsungan perusahaan.
c. Informan 3, Supervisor PT. X
Supervisor dalam hal ini sesorang yang membantu General Manager dalam mengatur sistem koordinasi dan sistem kerja keseluruhan dari aktivitas operasional perusahaan terkhususnya pada bagian produksi.
d. Informan 4, Manajer Produksi dan Operasional PT. X
Supervisor produksi merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan akan bidang produksi dan operasional dalam usaha dan diharapkan mampu untuk menjabarkan pengelolaan usaha khususnya pada bagian produksi dan pembelian didalam perusahaan.
e. Informan 5, PPC (Production, Planning, Control) PT. X.
PPC merupakan seseorang yang mengetahui kriteria dari pengontrolan kualitas dari setiap pesanan barang ke bagian produksi
f. Informan 6, Manajer Keuangan dan Administrasi PT. X.
Manajer keuangan merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan akan bidang keuangan perusahaan dan mampu untuk menjabarkan pengelolaan usaha khususnya pada bagian keuangan, terkait dengan perencanaan keuangan, perencanaan pembiayaan untuk operasional perusahaan serta investasi pada perusahaan.
g. Informan 7, Manajer Sales and Marketing PT. X.
Manajer Sales and Marketing merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan akan bidang pemasaran dalam usaha dan diharapkan mampu untuk menjabarkan pengelolaan usaha khususnya pada bagian pemasaran, terkait dengan bauran pemasaran dan perkembangan pasar pada perusahaan.
h. Informan 8, Manajer Human Resource Development PT. X
Manajer Human Resource Development merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan akan bidang sumber daya manusia dalam usaha dan diharapkan mampu untuk menjabarkan pengelolaan usaha pada bagian HRD (Human Resource Development)
i. Informan 9, Bagian Personalia PT. X
Bagian personalia merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan dalam bidang pengelolaan Sumber Daya Manusia, dalam hal ini bagian personalia
membantu manajer HRD dalam memaksimalkan penggunaan SDM secara strategies dan mengurus hal hal yang terkait dengan humas.
j. Informan 10, Staff Grafis PT. X
Staff Grafis merupakan seseorang yang memiliki pengalaman dalam menciptakan draft gambar desain batik dari new idea hingga menjadi prototype produk dan beliau dapat memberikan informasi mengenai desain seluruh motif dari produk perusahaan, hingga pewarnaan pada corak batik k. Informan 11, Supplier PT. X.
Beliau dapat dipercaya sebagai supplier tetap yang dapat memberikan informasi meliputi bahan baku produk yang dijual, dan alasan mengapa PT. X memilih supplier tersebut.
l. Informan 12, Distributor PT. X.
Beliau dapat dipercaya sebagai distributor tetap yang dapat memberikan informasi meliputi produk yang dijual, alasan mengapa berlangganan, hal-hal apa saja yang perlu dilakukan perubahan pada PT. X serta dapat memberikan informasi mengenai produk yang dijual oleh PT. X, bagaimana kualitas bahan yang digunakan, dan juga corak dan motif yang di desain oleh PT. X dalam mengikuti tren pasar
3.9 Teknik Analisa Data
Data yang telah diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi dan akan dianalisis menggunakan analisa kualitatif (constant comparative method), yaitu: cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang dinyatakan oleh informan secara lisan. Data yang telah terkumpul kemudian dipelajari, diteliti, dan dianalisa secara utuh. Sehingga nantinya akan diperoleh penjelasan dan ditarik kesimpulan secara logis. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan-tahapan tersebut (Marshall dan Rossman, 2006) :
1. Mengorganisasikan data
Penulis mendapatkan data langsung dari subjek melalui wawancara mendalam (indepth Interviewer), dimana data tersebut direkam dengan tape recorder dibantu alat tulis lainnya. Kemudian dibuatkan transkripnya dengan mengubah hasil wawancara dari bentuk rekaman menjadi bentuk
tertulis secara verbatim. Data yang telah didapat dibaca berulang-ulang agar penulis mengerti benardata atau hasil yang telah didapatkan.
2. Pengelompokan berdasarkan kategori, tema, dan pola jawaban
Pada tahap ini dibutuhkan pengertian yang mendalam terhadap data, perhatian yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul di luar apa yang ingin digali. Berdasarkan kerangka teori dan pedoman wawancara, penulis menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman dalam melakukan coding. Dengan pedoman ini, penulis kemudian kembali membaca transkrip wawancara dan melakukan coding. Melakukan pemilihan data yang relevan dengan pokok pembicaraan. Data yang relevan diberi kode dan penjelasan singkat, kemudian dikelompokkan berdasar kerangka analisis yang telah dibuat.
Pada penelitian ini, analisis dilakukan terhadap sebuah kasus yang diteliti.
Penulis menganalisis hasil wawancara berdasar pemahaman terhadap hal yang diungkapkan responden. Data yang telah dikelompokkan tersebut oleh penulis dicoba untuk dipahami secara utuh dan ditemukan tema-tema penting serta kata kuncinya sehingga penulis dapat menangkap pengalaman, permasalahan, dan dinamika yang terjadi pada objek.
3. Menguji permasalahan ditemukan terhadap data yang ada
Setelah kategori pola data tergambar jelas, penulis menguji data tersebut terhadap asumsi yang dikembangkan dalam penelitian ini. Pada tahap ini kategori yang telah didapat melalui analisis ditinjau kembali berdasarkan landasan teori yang ada, untuk mencocokkan apakah ada kesamaan antara landasan teoritis dengan hasil yang dicapai. Walaupun penelitian ini tidak memiliki hipotesis tertentu, namun dari landasan teori dapat dibuat asumsi mengenai hubungan antara konsep dan faktor yang ada.
4. Mencari alternatif penjelasan bagi data
Setelah kaitan antara kategori dan pola dengan asumsi terwujud, penulis masuk ke dalam tahap penjelasan. Berdasarkan kesimpulan yang telah didapat. Sebab dalam penelitian kualitatif memang selalu ada alternatif penjelasan yang lain. Dari hasil analisis, ada kemungkinan terdapat hal yang menyimpang dari asumsi atau tidak terpikir sebelumnya. Pada tahap
ini akan dijelaskan dengan alternatif lain melalui referensi atau teori-teori lain. Alternatif ini akan sangat berguna pada bagian pembahasan, kesimpulan, dan saran.
5. Menulis Hasil Penelitian
Penelitian data subjek yang telah berhasil disimpulkan merupakan suatu hal yang membantu penulis untuk memeriksa kembali apakah kesimpulan yang dibuat telah selesai. Dalam penelitian ini, penelitian yang dipakai adalah persentase. Data yang didapat yaitu, penelitian data-data hasil yang diperoleh dari subjek, kemudian dibaca berulang-ulang kali sehingga dapat mengerti benar permasalahan yang terjadi, kemudian dianalisis sehingga didapat gambaran mengenai subjek yang diteliti. Selanjutnya dilakukan interprestasi secara keseluruhan, dimana di dalamnya mencakup keseluruhan kesimpulan dari hasil penelitian.
4.0 Uji Keabsahan Data
Keabsahan dalam bentuk batasan berkaitan dengan suatu kepastian bahwa yang berukur benar-benar merupakan variabel yang ingin diukur. Keabsahan ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya adalah denganproses triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.Teknik triangulasi merupakan suatu teknik yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas dari data tersebut, yakni dengan mengecek kredibilitas data dari berbagai teknik pengumpulan data, berbagai sumber data, dan waktu (Sugiyono, 2011). Dengan demikian, terdapat tiga macam triangulasi, yakni: triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu. Secara khusus, penelitian ini akan menggunakan jenis triangulasi sumber. Menurut Sugiyono (2011), triangulasi sumber adalah suatu jenis triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data melalui pengecekan data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan sumber dari tiga tingkatan manajemen yang berbeda, mulai dari pemilik usaha,
general manajer, manajer divisi, supervisor hingga supplier, dan distributor perusahaan PT. X.