- /
. w .v
. \
}
' v.
|V '
<;
CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI DERU CAMPUR DE3U
KARYA
>CHAffiH ANWAR
,‘
'
r
■
i
SkrtpalOlthi
:->•*•;*£;•
. *”w•• *i • a i
RITA YUNIARTI
• .■ * " *
NIM 56071002019
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
•v
5
-•
'
.
'
AKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN JNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG
*
. 4f-
i
.j
■*
*
iv‘/v^V
•’V^V ,'-i i‘S;.r.-:-C
________________
CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI DERU CAMPUR DEBU KARYA CHAIRIL ANWAR
ijm
SkripsiOleh:
RITAYUNIARTI NIM56071002019
PENDIDIKANBAHASADANSASTRAINDONESIADANDAERAH
i
i
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG
2009
!
CITRAANDALAMKUMPULANPUISIDERUCAMPUR DEBU KARYA CHAIRILANWAR
Skripsi Oleh :
RITAYUNIARTI
NomorIndukMahasiswa56071002019
ProgramStudiPendrdkan Bahasadan SastraIndonesiadan Daerah FAKULTAS KEGURUANILMUPENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
i|
Disetujui,PembimbingII, Pembimbing I,
/ (
Izzah,S.Pd.,M.Pd.
NIP 132158703 Drs. ZainulArifinAliana
NIP 130528118
Disahkan KetuaJurusan
jPendidikanBahasadanSeni s.
// • i1
i /\
L'.
>i
i 4/ST/
t-
-C%iX>riir
\,_^<Niej31842994
§ ZahraAhvi,M.Pd.
i
i
\Telahdiujikandanluluspada:
: Jumat : 31 Juli2009 Hari
Tanggal
TimPenguji
1. Ketua : Drs.ZainulArifinAliana
H
2. Sekretaris : Izzah,S.Pd.,M.Pd.
: Dra.SitiSalamahArifin : Dra. SriUtami,M.Hum.
: Drs.Kasmansyah,M.Si.
3. Anggota 4. Anggota 5. Anggota
Palembang, 31 Juli2009 Diketahuioleh,
KetuaProgramStudi PendidikanBahasa danSastraIndonesiadanDaerah^
Difc^Suh rSuwandi,
I*
M.Hum- NIP 131593785%ppersem6ahkgn kepada:
<8> Suamifyi tercinta, atas doa, pengertian, dan semangatnya.
<8> Jlna^ana^fyi tersayang yang senantiasa Berdoa dan reCa BerkprBan untu^f&Berftastian ibunda
Motto:
Perataan yang 6ai^6agaifon sarang madu, manis
Bagi Bati dan o6at Bagi tuCang
UCAPAN TERIMA KASIH
PujisyukurkepadaAllahSWT,berkatrahmatdanhidayah-Nya,penulis dapat menyelesaikan skripsi yang beijudul ”Citraan dalam Kumpulan Puisi Deru Campur DebuKaryaChairilAnwar”.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar saijana (S-l) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,UniversitasSriwijaya.
Dengan selesainya penulisan skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepadaDrs. ZainulArifinAliana dan Izzah, S. Pd.,M.Pd.,DosenPembimbing yang telahmemberikanbimbinganselamapenulisan skripsi.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Drs. Tatang Suhery, M.A.,Ph.D.,DekanFKIPUniversitasSriwijaya, Dra.Hj. ZahraAlwi,M.Pd.,Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, dan Drs. Surip Suwandi, M. Hum., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang telah membantu kelancaranadministrasidalampenulisanskripsi ini.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada Sugeng Prayogi (suami), dan Yuda Cahyo Prabowo, Nidiah Maulina (anak) tercinta yang telah memberikandoadanmotivasi, sehinggapenulis dapatmenyelesaikanskripsiini.
Mudah-mudahan skripsi ini dapatbermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagipengajarbahasadansastraIndonesiadisekolah.
r
Palembang, Juni 2009 Penulis
RY
v
Wo.IttHAK:
DAFTARISI
nai087
TiNi'iAL : r' 1 S'
UCAPANTERIMAKASIH, DAFTARISI...
ABSTRAK...
v
VI
,vm
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakangMasalah 1.2Masalah...
1 .4 1.3 TujuanPenelitian. 4
1.4ManfaatPenelitian ,4
BABHTINJAUANPUSTAKA 2.1 Pengertian Puisi...
2.2BahasaFiguratif...
2.3 CitraandalamPuisi...
2.4Jenis-jenisCitraan ... .
5 6 11 12
BAB IHMETODE PENELITIAN 3.1 MetodePenelitian...
3.1.1 Metode...
3.1.2Pendekatan...
3.1.3 SumberData...
3.1.4TeknikAnalisaData...
17 17 17 17 18
vi
IVHASILANALISIS DANPEMBAHASAN
4.1 Citraandalam KumpulanPuisiDeruCampurDebukaryaChairil Anwar...
4.1.1 Puisi”Aku”...
4.1.2 Puisi”Hampa”...
4.1.3Puisi”Sia-sia”...
4.1.4Puisi”Doa”...
4.1.5Puisi”KepadaPeminta-minta”...
4.1.6Puisi”Kesabaran”...
4.1.7Puisi”SajakPutih”...
4.1.8Puisi"CintakuJauhdi Pulau”...
4.2 RekapitulasiCitraandalamKumpulanPuisiDeruCampurDebukaryaChairil Anwar
19 19 .22
,24 .26 29 33 36 39
44
BABVKESIMPULANDANSARAN 5.1 Kesimpulan...
5.2 Saran...
.46 .47
DAFTARPUSTAKA 48
LAMPIRAN
1) RancanganPenelitian 2) UsulJudulSkripsi
3) SKDekanFKIPUnsriPalembang 4) KartuBimbinganSkripsi
vn
Abstrak
Hasil analisis dan pembahasan citraan dalamkumpulan puisi Deru Campur Debu karyaChairil Anwarsebagai berikutmeliputi puisi- puisiAku, hampa, sia-sia, doa, kepada peminta-minta, kesabaran, sajak putih, dan cintaku jauh di pulau.
Penulis menyimpulkan beberapa permasalahan citraan dalam kumpulan puisi Deru CampurDebu Aarya Chairil Anwar meliputi: (1) puisi "aku” terdapat lima citraan yaitu citraan pikiran, pendengaran, penglihatan, gerak, dan perasaan , (2) puisi
”hampa” terdapatdua citraan yaitu citraan penglihatan, dan perasaan (3) puisi "Sia- sia” terdapat dua citraan penglihatan dan perasaan (4) puisi "Doa” memiliki tiga citraan yaitu citraan pikiran, perabaan, dan perasaan (5) puisi "kepada peminta- minta” terdapat lima citraan yaitu citraan perasaan, penglihatan, pendengaran, pikiran, dan pencecapan, (6) puisi "kesabaran” meliputi lima citraan yaitu citraan pendengaran, penglihatan, pikiran, perabaan, dan perasaan (7) puisi "Sajak Putih”
yaitu ada empat citraan yaitu citraan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan pikiran (8) puisi "Cintaku Jauh di Pulau” terdiri lima citraan yaitu citraan penglihatan, pencecapan, gerak, pikiran, dan perasaan. Citraanpaling dominan yang dipergunakan dalam analisis puisiDeru CampurDebu karya Chairil Anwar adalah citraanpenglihatan, Pikiran danPerasaan. Citraanpenglihatanterdapatpadatujuh puisi yaitu puisi Aku, Hampa, Sia-sia, Kepada Peminta-minta, Kesabaran, sajak putih, dancintakujauhdipulau. Citraanpikiranterdapatpada limapuisiyaitupuisi Aku, Doa, Kepada Peminta-minta, Kesabaran, dan SajakPutih. Citraanperasaan terdapat pada lima puisi yaitu puisi Aku, Hampa, Sia-sia, Sajak Putih, dan puisi Cintaku Jauh di Pulau. Sedangkan yang tidak dominan antara lain citraan penciuman, perabaan dan gerak Citraanpenciuman terdapat pada satu puisi yaitu puisi SajakPutihsaja, citraanperabaan terdapatpada duapuisi yaitupuisiDoa dan puisi Kesabaran, sedangkan citraangerakhanya terdapatpadatigapuisi yaitu puisi Aku, puisi Doa danpuisi CintakuJauh diPulau. Hasil analisis dalam penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatifdalam menganalisis puisi karya sastra.
Selain itu dalam pembelajaran sastra di sekolah hendaknya guru dapat mengajarkan citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwarsebagaicontohbahanpengajarandi SekolahMenengahPertama(SMP).
Katakunci. Citraan,PuisiDeruCampurDebu.
viii
E
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Sastra merupakan hasil kegiatan manusia yang bermediakan bahasa . Bahasa sebagai medium dalam sastra yang oleh penyair dalam karya bukan sekedar paham, melainkan yanglebihpenting ialahkeberadayaanpilihan katayangdapat mengusikdan meninggalkankesansensitivitaspembaca(Semi, 1988:13). Senada denganpendapatitu, Sumardidkk.(1985:2)mengemukakantentangbahasasastrasebagaiberikut.
Bahasa sastra adalah bahasa yang dikarang, disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan susunan bahasa yang menarik. Dengan perkataan lain, bahasa sastra adalah bahasa yangmampu mewujudkan daya pikat terhadap pembacanya, meskipun kadang-kadang membutuhkanwaktupemahamanyangrelatiflebih lama. Bahasasastra mengundang pengalaman kebahasaan yang khas, yang memperdaya batinpembacadenganungkapanyangmudahdiingat.
Bahasa memegang peranan penting dalam upaya menentukan makna dalam sebuah karya sastra. Karyasastra yangmenggunakanbahasasastra secarakhususjelas tampakpada karyapuisi (Sumardjo dan SainiK.M, 1991:14). Hal serupa diungkapkan pula oleh Topo Iskandar dalam Aftaruddin (1990:19) yang menyatakan bahwapuisi adalah bentuk yang paling menginti dalam karya sastra karena di dalam puisi terjadi pengkonsentrasian atau pemadatan segenap kekuatan bahasa. Berdasarkan pendapat para ahli, puisi merupakan salah satu karya sastra yang menggunakan bahasa sastra secarakhusus.
t
Bahasasastrakhususnya bahasapuisi memiliki bermacam-macamunsur yang di antaranya adalah citraan atau pengimajian. Citraan atau pengimajian inilah yang dapat menimbulkan efek puitis dan nilai estetik pada sajak (Pradopo, 1985:5). Selanjutnya, Wellek dan Warren (1990:20) mengemukakan bahwa bahasa puitis memang penuh denganpencitraan. Selainitu, Wibowoyangdikutip olehMilawati (1998:2) menyatakan pengalamandan citraanmerupakanduaunsurpokokdalam sajak. Dari ketiga pendapat
1
diatas,dapatdisimpulkanbahwacitraanyangterdapatdalampuisimerupakanunsurinti atauunsurpokok yangdapatmenimbulkanefekpuitis dan nilaiestetis padasajakselain pengalaman. Untuk menimbulkan citraan (pengimajian) bagi pembaca atau pendengar, penyair menggunakan salah satu unsur bahasa yang erat hubungannya dengan citraap, yaitubahasafiguratif.
Bahasa figuratifpada dasarnya digunakan oleh penyair Untuk memperoleh dan menciptakan citraan(Situmorang, 1984:22). MenurutPradopo (1985:62) adanyabahasa figuratifini menyebabkan puisi menarikperhatian, menimbulkan kesegaran, hidup dan terutamamenimbulkankejelasangambaranangan atauimaji.
Contoh:
tariwarnapelangi Bertudungsutrasenja
Dihitammatamukembangmawardanmelati (ChairilAnwar, 1943)
\
Tariwarnapelangimerupakanbahasa figuratifyangdapatmemunculkan citraan penglihatan dalam diri pembaca. Kata-kata dalam bahasa figuratif adalah tari warna pelangi, namun olehpenyair dihubungkandengan tudungsutrasenja. Dengan kata-kata tersebut pembaca dibawa oleh penyair seolah-olah berhadapan langsung dan melihat langsung benda benda tersebut. Angan pembaca dibawa untuk melihat apa yang dikemukakah oleh penyair. Dihadapan pembaca seolah terpapar tari warna pelangi, suatukeindahan yang dilengkapi dengan tudungsutrasenja yang dapat pembaca lihat denganjelas.
Chairil Anwar adalah seorang sastrawan yang meninggal muda. Sebagai penyair, Chairil Anwar sangat besarjasanya terhadap kesusastraan Indonesia. Dialah yang menampilkan dan sekaligus memelopori persajakan modem di Indonesia.
Kepenyairan Chairil Anwar telah diakui dunia Internasional. Terbukti dari sajak, dari sajak-sajaknyayang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Belanda, Inggris, Jerman, Spanyol dan Italia. Sejak tahun 1942 sampai tahun 1949, Chairil Anwar telah menulis 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahanyangkesemuanyaberjumlah94tulisanataukaryasastfa
(Aftaruddin, 1990:82).
2
A
Peneliti tertarik meneliti masalah citraan dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karyaChairil Anwarkarena ChairilAnwar adalah penyair yangterkemuka tahun 1940-an. Sajak-sajak Chairil Anwar menunjukkan pembaharuan pada zamannya yang dari segi pengungkapan estetiknya berbeda dari masa sebelumnya. Hal ini disebabkan puisi-puisi Chairil Anwar lebih mengutamakan isi dan keaslian. Cara mengungkapkan jiwa dalam kiasan-kiasan, perkataan-perkataan, dan kombinasi-kombinasi perkataan yang pada zaman sebelumnya tidak begitu penting. Sajak-sajak Chairil Anwar yang dikumpulkannya sendiri semasa hidupnya untuk diterbitkan ialah Deru Campur Debu Kumpulan puisi Deru Campur Debu memiliki keistimewaan tersendiri menurut Jassin (1985:39). Kumpulan puisi ini adalah pilihan dari sekian banyak sajak-sajaknya semenjak 1943-,yangberjumlah27 puisi.
Chairil Anwarmempunyaikekhususandalampenggunaankosakatadalamsajak- sajaknya.UntukmendapatkankepuitisandalamkumpulansajaknyaDeru CampurDebu, Chairil menggunakan kosakata biasa, ia tidak menggunakart ”kata-kata nan indah”, tetapi menggunakankata-katadari bahasa yang umum digunakan sehari-hari. Hal ini bukan hanya sekedar untukmempermudah pemahaman pengertiannya, melainkanjuga menimbulkanefekkepuitisanyangkhas(Pradopo,1985:8).
Berdasarkan uraian di atas yang rpenarik untuk dikaji atau diteliti pada puisi karya Chairil Anwar adalah citraannya. Pengkajian mengenai citraan dalam puisi pernah dilakukan oleh Milawati (1998) yang mengkaji citraan dalam puisi-puisi pada acaraSiaran SanggarSastraRadioRepublikIndonesia StasiunPalembangEdisi2570—
2590 tahun ke-29. Penelitian dimulai tanggal 22 November 1997. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puisi-puisi pada acara Siaran Sanggar Sastra Radio Republik IndonesiaStasiunPalembangedisi2570—2590 karyapenyair-penyairyangberasal dari berbagai tempat di Indonesia, yang banyak menggunakan citraan penglihatan ditimbulkan oleh bahasa figuratif metafora. Sementara itu, penyair tidak banyak menggunakan citraan penciuman yang ditimbulkan oleh bahasa figuratif simile dan personifikasi.
yang
3
J
Penelitian yang dilakukan penulis ini hampir sama, namun objek yang diteliti berbeda. Peneliti menggunakan objekberupa kumpulanpuisi Deru CampurDebukarya ChairilAnwar.
1.2 Masalah
Masalah yangdibahasdalampenelitian adalahcitraan apasajakahyangterdapat dalamkumpulanpuisiDeruCampurDebu karyaChairilAnwar.
1.3Tujuan
Tujuanpenelitian ini adalah untukmendeskripsikan citraanyang terdapat dalam kumpulanpuisiDeruCampurDebukaryaChairilAnwar.
1.4Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat secara teoretis maupun secara praktis. Secara teoretis manfaat penelitian ini memberikan gambaran mengenai citraan-citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Deru CampurDebu karya Chairil Anwar.
Dengan adanya gambaran mengenai citraan ini, pembaca akan mudah memahami sebuah karyapuisi. Selain itu penelitian inijuga bermanfaat secara praktis dalam dunia pendidikan yaitu memberikan masukan terhadap pengajaran sastra, khususnyamengenaicitraandalampuisi.
4
J
DAFTAR PUSTAKA
1
Aftarudin, Pesu. 1990.PengantarApresiasiPuisi. Bandung:Angkasa Anwar,Chairil. 2006.DeruCampurDebu.Jakarta : DianRakyat
____________. 1994.KerikilTajamdanyangTerhempasdanyangTerputus. Jakarta:
DianRakyat.
Atmazaki. 1993.AnalisisSajak Teori, Metodologi, danAplikasi. Bandung:Angkasa.
Badrun,Ahmad. 1983. PengantarIlmuSastra. Surabaya:UsahaNasional.
Eddy,NyomanTusthi, 1991.KamusIstilahSastraIndonesia.Ende—Flores:Nusa Indah.
;-
Jassin,H.B. 1991. TifaPenyairdanDaerahnya.Jakarta:HajiMasAgung.
,
j; Mardalis, 1995.Metodepenelitian:SuatuPendekatanProposal. Jakarta:Bumi Aksara.
i§
S Nurhayati. 1995."Kajian StatistikterhadapPuisi-PuisiRendra”.TesisBandung: IKIP Bandung.
V 0:
T.
'• Nurgiyantoro,Burhan. 1995. TeoriPengkajianF/fa/.Yogyakarta: GajahMada UniversityPress.
'r
i
$
Pradopo,RachmadDjoko. 1985.BahasaPuisiPenyairUtamaSastraIndonesia Modem.Jakarta: Depdikbud.
t
*
. 1995. PengkajianPuisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
1 J
PesuAftaruddin, 1983.PengantarApresiasiPuisi. AngkasaBandung.Semi,M.Atar. 1988.AnatomiSastra. Padang: AngkasaRaya.
___________. 1993.MetodePenelitianSastra.Bandung: Angkasa.
1 i
i i
I S
l \
::
ti 1
■
48
i
Situmorang,B.P. 1983.PuisidanMetodologiPengajarannya.EndeFlores:Nusa Indah.
. 1984.PuisiTeoriApresiasiBentukdanStruktur. Ende-Flores:
NusaIndah.
Sumardi, dkk. 1985.PedomanPengajaranPuisi. Jakarta: Depdikbud.
Sumardjo,Jacob, danSainiK.M. 1991.ApresiasiKesusastraan.Jakarta:Gramedia.
Suroto. 1990. TeoridanBimbinganApresiasiSastraIndonesia.Jakarta:Erlangga.
Tarigan,Henry,Guntur. 1991.Prinsip-prinsipDasarSastra. Bandung:Angkasa.
Waluyo,Herman.J. 1991. TeoridanApresiasiPuisi.Jakarta:Erlangga.
Wellek,Rene,danAustinWarren. 1990. TeoriKesusastraan (terjemahanMelani Budianta). Jakarta: Gramedia.
49