i
TUGAS AKHIR
DISUSUN OLEH : FIRDA AMELIA
G.231.14.0195
PROGRAM STUDI S1 – TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG
2019
ii
IMPLEMENTATION OF WEB SERVICE MARKETING INFORMATION SYSTEMS CV SURYA UTAMA PERKASA USING FRAMEWORK
CODEIGNITER
FINAL TASK
COMPILED BY :
FIRDA AMELIA G.231.14.0195
S1 STUDY PROGRAM-INFORMATICS ENGINEERING DEPARTMENT OF INFORMATION TECHNOLOGY FACULTY OF INFORMATION AND COMMUNICATION
TECHNOLOGY SEMARANG UNIVERSITY
2019
iv
vi
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada penulis, Sholawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah wa syukurillah penulisan serta penyusunan laporn Tugas Akhir dengan judul “Implementasi Web Service Pada Sistem Informasi Pemasaran CV. Surya Utama Perkasa Menggunakan Framework Codeigniter” dapat diselesaikan dengan baik sebagai syarat guna menempuh gelar Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Informatika Universitas Semarang. Penyusunan laporan ini dapat terlaksana dengan baik berkat adanya dukungan, motivasi dan kerjasama dari berbagai pihak.
Adapun ucapan terimakasi penulis sampaikan kepada :
1. Bapak Andy Kridasusila, SE, MM, selaku Rektor Universitas Semarang.
2. Bapak Susanto, S.Kom, M.Kom, selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi .
3. Bapak Khoirudin, S.Kom, M.Eng, selaku Dosen Pembimbing yang selalu memberikan bimbingan dan pengarahannya kepada penulis sehingga terselesaikannya penulisan dan penyusunan laporan Tugas Akhir ini.
4. Bapak April Firman Daru, S.Kom, M.Kom, selaku Ketua Jurusan Teknologi Informasi dan Ketua Program Studi Informatika.
5. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan do’a dan semangat kepada penulis.
6. Bapak Lilik Prahoro, selaku kepala cabang yang dengan senang hati telah membantu penulis dalam melakukan riset pada di CV. Surya Utama Perkasa.
7. Ibu Rastri Prathivi, M.Kom, selaku Dosen Wali.
8. Seluruh Dosen dan Karyawan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang.
9. Seluruh teman – teman yang tidak mungkin disebutkan satu persatu yang telah memberikan do’a dan dukungannya.
10. Serta semua pihak yang membantu kelancaran penulis dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini.
ix
Penulis tidak dapat memberikan balasan atas segala kebaikan, nasihat, motivasi dan do’a serta bantuannya. Penulis hanya dapat berdoa semoga segala bantuan dan kebaikan Bapak, Ibu dan Saudara mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan yang disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sebagai bahan motivasi dan evaluasi agar dapat lebih baik lagi dalam setiap penulisan dan penyusuan laporan – laporan yang penulis kerjakan.
Akhirnya, penulis berharap semoga penelitian Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat khususnya kepada penulis pribadi, Pihak CV. Surya Utama Perkasa Semarang, Program Studi Teknik Informatika Universitas Semarang dan semua pembaca laporan Tugas Akhir ini. Aamiin.
Semarang, 13 Agustus 2019
Penulis
Firda Amelia
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL BAHASA INDONESIA... i
HALAMAN JUDUL BAHASA INGGRIS...ii
PERNYATAAN PENULIS... iii
PENGESAHAN TUGAS AKHIR...iv
PENGESAHAN UJIAN TUGAS AKHIR... v
ABSTRACT ...vi
ABSTRAK ...vii
KATA PENGANTAR ...viii DAFTAR ISI...x
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xvi
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Batasan Masalah ... 3
1.4 Tujuan Tugas Akhir... 3
1.5 Manfaat Tugas Akhir... 4
1.6 Metodologi Penelitian ... 4
1.6.1 Sumber Data ... 5
1.6.2 Metode Pengumpulan Data ... 5
1.6.3 Metode Pengembangan Sistem... 6
1.7 Sistematika Penulisan ... 7
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN... 13
2.1 Sejarah dan Perkembangan CV. Surya Utama Perkasa... 9
2.2 Visi dan Misi CV. Surya Utama Perkasa ... 11
xi
2.3.1 Struktur Organisasi CV. Surya Utama Perkasa ... 11
2.3.2 Deskripsi Jabatan CV. Surya Utama Perkasa... 12
BAB III TINJAUAN PUSTAKA ...15
3.1 Pemasaran ... 15
3.2 Sistem ... 15
3.3 Informasi... 16
3.4 Sistem Informasi... 17
3.5 Framework ... 18
3.6 Codeigniter ... 18
3.7 Web Service... 22
3.8 XAMPP ... 23
3.9 Unifield Modeling Language (UML) ... 24
3.9.1 Use Case Diagram ... 24
3.9.2 Activity Diagram ... 25
3.9.3 Sequence Diagram... 26
3.9.4 Class Diagram... 27
3.10 PHP... 28
3.11 MySQL ... 29
3.12 Pengujian Sitem... 29
3.13 Penelitian Terkait... 34
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN... 36
4.1 Perencanaan Sistem ... 36
4.1.1 Merencanakan Proyek Sistem... ... 36
4.1.2 Definisi Dan Sasaran Proyek... 36
4.2 Analisis Sistem Yang Berjalan ... 37
4.3 Analisa Kebutuhan Sistem... 38
xii
4.3.1 Analisa KebutuhanPerangakt Keras (Hardware) ... 38
4.3.2 Analisa Kebutuhan at Lunak (Software) ... 38
4.4 Perancangan Sistem... 39
4.4.1 Use Case Diagram ... 39
4.4.2 Skenario Use Case... 39
4.4.3 Activity Diagram ... 44
4.4.4 Sequence Diagram ... 48
4.4.5 Class Diagram ... 52
4.5 Perancangan Database ... 52
4.6 Perencanaan Design Aplikasi ... 57
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM... 62
5.1Implementasi Database ... 62
5.2 Implementasi Sistem ... 66
5.3 Pengujian Sistem ... 76
5.3.1Pengujian White Box... 77
5.3.2Pengujian Black Box... 80
5.4 Maintenance... 83
BAB VI PENUTUP ...84
6.1 Kesimpulan... 84
6.2Saran ... 84 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiii
Gambar 2.1 Denah Lokasi CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda... 10
Gambar 2.2 Lokasi CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda... 10
Gambar 2.3 Struktur Organisasi CV. Surya Utama Perkasa... 12
Gambar 3.1 Application Flow Chart Codeigniter Framework... 19
Gambar 3.2 Model View Controller... 21
Gambar 3.3 Flow Graph Basis Path... 31
Gambar 3.4 Notasi Grafik Alir... 31
Gambar 4.1 Flowchart Analisa Sistem Lama... 37
Gambar 4.2 Use case Diagram Sistem Penjualan Sepeda Motor ... 39
Gambar 4.3 Activity Diagram Kelola Data Motor... 45
Gambar 4.4 Activity Diagram Kelola Data Akun... 45
Gambar 4.5 Activity Diagram Pembayaran (Admin)... 46
Gambar 4.6 Activuty Diagram Pembayaran (Pelanggan)... 46
Gambar 4.7 Activity Diagram Transaksi... 47
Gambar 4.8 Activity Diagram Kelola Konfirmasi Transaksi... 47
Gambar 4.9 Activity Diagram Laporan Penjualan... 49
Gambar 4.10 Sequence Diagram Kelola Data Motor... 50
Gambar 4.11 Sequence Diagram Kelola Data Akun... 50
Gambar 4.12 Sequence Diagram Pembayaran (Admin)... 50
Gambar 4.13 Sequence Diagram Pembayaran (Pelanggan)... 50
xiv
Gambar 4.14 Sequence Diagram Transaksi... 51
Gambar 4.15 Sequence Diagram Konfirmasi Transaksi... 51
Gambar 4.16 Sequence Diagram Data Laporan... 51
Gambar 4.17 Class Diagram ... 52
Gambar 4.18 Desain Halaman User... 58
Gambar 4.19 Desain Halaman Keranjang... 58
Gambar 4.20 Desain Tampilan Pembayaran... 59
Gambar 4.21 Desain Tampilan Daftar Motor... 59
Gambar 4.22 Desain Tampilan Pengajuan... 60
Gambar 4.23 Desain Tampilan Penjualan... 61
Gambar 4.24 Desain Laporan ... 61
Gambar 5.1 Tampilan Tabel Admin... 62
Gambar 5.2 Tampilan Tabel Data Bayar... 62
Gambar 5.3 Tampilan Tabel Data Motor... 63
Gambar 5.4 Tampilan Tabel Jenis Motor... 63
Gambar 5.5 Tampilan Tabel Jual Motor... 64
Gambar 5.6 Tampilan Tabel Keranjang... 64
Gambar 5.7 Tampilan Tabel Pelanggan... 65
Gambar 5.8 Tampilan Tabel STNK... 65
Gambar 5.9 TampilanTabel Tipe Motor... 66
Gambar 5.10 TampilanTabel Warna Motor... 66
Gambar 5.11 Halaman Utama Sebelum Login... 67
Gambar 5.12 Pendaftaran Pelanggan... 67
Gambar 5.13 Halaman Login ... 68
xv
Gambar 5.17 Tampilan Halaman Pembayaran... 70
Gambar 5.18 Tampilan Halaman Tambah Motor... 70
Gambar 5.19 Tampilan Halaman Data Motor... 71
Gambar 5.20 Tampilan Halaman Pengajuan... 71
Gambar 5.21 Laporan Penjualan... 72
Gambar 5.22 Data Transaksi Pelanggan... 72
Gambar 5.23 Tambah User ... 73
Gambar 5.24 Halaman Profil Admin... 73
Gambar 5.25 Tampilan Menu Web Service... 74
Gambar 5.26 Hasil Halaman Web Service... 74
Gambar 5.27 History Pembelian Pelanggan... 74
Gambar 5.28 Bukti Pembayaran ... 75
Gambar 5.29 Tampilan Laporan Penjualan... 75
Gambar 5.30 Laporan Data Pelanggan ... 76
Gambar 5.31 Halaman Utama Pimpinan Setelah Login... 76
Gambar 5.32 Flowchat Input tambah motor.php... 77
Gambar 5.33 Gambar Flow Graph tambah motor.php... 79
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Deskripsi Jabatan ... 12
Tabel 3.1 Simbol Use-Case Diagram... 25
Tabel 3.2 Simbol Activity Diagram... 26
Tabel 3.3 Simbol Sequence Diagram... 26
Tabel 3.4 Simbol Class Diagram... 27
Tabel 4.1 Skenario Use Case Mengelola Data Motor...41
Tabel 4.2 Skenario Use Case Kelola Data Akun... 41
Tabel 4.3 Skenario Use Case Pembayaran (Admin)... 42
Tabel 4.4 Skenario Use Case Pembayaran (Pelanggan) ... 42
Tabel 4.5 Skenario Use Case Transaksi...43
Tabel 4.6 Skenario Use Case Konfirmasi... 43
Tabel 4.7 Skenario Use Case Laporan Penjualan... 44
Tabel 4.8 Tabel Admin... 53
Tabel 4.9 Tabel Data Motor... 53
Tabel 4.10 Tabel Jenis Motor... 54
Tabel 4.11 Tabel Jual Motor... 54
Tabel 4.12 Tabel Keranjang... 55
Tabel 4.13 Tabel Pelanggan ... 55
Tabel 4.14 Tabel STNK ... 56
Tabel 4.15 Tabel Tipe Motor ... 57
xvii
Tabel 5.2 Tabel Pengujian Basis Set... 80
Tabel 5.3 Tabel Pengujian Black Box Login... 80
Tabel 5.4 Tabel Pengujian Black Box Admin... 81
Tabel 5.5 Tabel Pengujian Black Box Pelanggan... 82
Tabel 5.6 Tabel Pengujian Black Box Pimpinan... 82
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangat pesat dan banyak digunakan diberbagai bidang pekerjaan. Dalam hal ini komputer memegang peranan yang penting dalam teknologi informasi sehingga mendorong semua orang untuk dapat melakukan pekerjaan dengan cepat terutama dalam pengolahan data dan pengambilan keputusan supaya mendapatkan informasi dengan tingkat kecermatan, keakuratan dan ketepatan waktu.
Dalam proses pengolahan data, setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dengan menyesuaikan kebutuhan dari masing-masing perusahaan, ada yang sudah menggunakan sistem berbasis komputer tetapi ada juga yang masih menggunakan cara manual.
CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda Semarang adalah salah satu perusahaan yang dibergerak di bidang otomotive terutama pada penjualan kendaraan bermotor roda dua khususnya merk HONDA, tidak hanya itu CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda Semarang juga menyediakan layanan jasa service kendaraan bermotor roda dua. Selama ini sistem yang digunakan untuk memberikan informasi tentang data motor dan pemesanan motor masih menggunakan cara yang sederhana yaitu dengan cara pelanggan datang ke dealer untuk menanyakan apakah barang yang di inginkan pelanggan ada atau tidak.
Dengan masalah yang dihadapi oleh CV. Surya Utama Perkasa (SUPER), maka dibutuhkan sebuah sistem informasi berbasis web, hal ini sangatlah penting karena dengan adanya sebuah sistem ini akan dapat membantu kendala yang ada.
Pelanggan akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan kapan saja dan dimana saja serta Admin dimudahkan dalam pengolahan data.
Untuk mengurangi permasalahan yang ada di CV Surya Utama Perkasa maka penulis bermaksud membangun sebuah sistem yaitu implementasi web service sistem informasi pemasaran CV. Surya Utama Perkasa menggunakan framework Codeigniter, dimana framework ini sudah terstruktur dengan memisahkan bagian
pengembangan aplikasi.
Dalam pembuatan aplikasi web ini juga dibuat sebagai Web Service yang mampu mengelola aplikasi e-commerce ini seperti menyediakan data, mengubah data, menambah data dan mengurangi data. Dengan adanya web service ini diharapkan akan lebih mudah dalam pengembangan. Aplikasi ini dapat terintegrasi dengan berbagai perangkat dan berbagai operating sistem karena penulis membuat web service ini menggunakan format text json yang tidak bergantung dengan bahasa pemrograman apapun dan selain cepat dalam proses pengolahan data json lebih mudah, coding lebih ringkas dan sederhana. Dari segi penjual pun bisa mempermudah dalam melakukan pekerjaanya, karena pembelian dari aplikasi e- commerce tersebut cukup menyediakan device dan sebuah aplikasi client.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Ulfa Mariathul Qibtiyah dan Samirah Rahayu (2017) yang berjudul Implementasi JSON Web Service pada aplikasi digital library Politeknik Sukabumi, untuk menganalisis dan merancang sebuah aplikasi yang dapat membantu pengelolaan data perpustakaan menjadi lebih baik dari sistem yang sebelumnya. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan database MySQL, PHP, HTML, Java Script dan Ajax, serta menggunakan konsep framework dengan Codeigniter.
Melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa Mariathul Qibtiyah kita dapat melihat bahwa framework Codeigniter adalah program yang sangat bagus dalam pengembangan web.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat diambil rumusan masalah yaitu bagaimana membuat sistem informasi pemasaran sepeda motor yang dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, memudahkan penjual dalam mengolah data sepeda motor dan memudahkan dalam pembuatan laporan pada CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda Semarang.
3
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam melaksanakan dan menyusun penulisan tugas akhir ini adalah :
1. Sistem Informasi Pemasaran ini memberikan informasi tentang data stok kendaraan roda dua.
2. Sistem Informasi ini di kembangkan dengan menggunakan framework Codeigniter.
3. Alat bantu yang di gunakan dalam perancangan dan analisa sistem adalah UML (Unifed Modelling Language).
4. Menggunakan metode waterfall sebagai metode pengembangan sistem.
5. Sistem ini berjalan online.
6. Sistem ini menyediakan fitur booking dimana pelanggan dapat memesan sepeda motor yang akan dibelinya secara online.
7. Pembayaran dilakukan oleh pembeli melalui ATM maksimal 1x24 jam dari waktu pembelian.
8. Aplikasi ini terdapat 3 hak akses yaitu pelanggan, admin, dan pimpinan
9. Konfirmasi pembayaran dilakukan secara manual dengan cara upload melalui sistem.
1.4 Tujuan Tugas Akhir
Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda dalam mengatasi permasalahan pada system yang lama dan menggantinya dengan sistem yang baru agar hasil yang didapatkan akan lebih cepat, dan akurat sesuai yang diinginkan dengan menggunakan framework Codeigniter.
Manfaat yang di harapkan dari Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi Penulis
Menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang pembuatan aplikasi berbasis web dalam penerapannya di lapangan dan mencoba mengukur seberapa jauh kemampuan penulis dalam membuat program aplikasi sesuai dengan materi pembelajaran perkuliahan yang telah di dapat.
2. Bagi Akademik
Sebagai tolak ukur sejauh mana mahasiswa mampu menyerap ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan baik dalam praktikum maupun dalam teori.
3. Bagi CV. Surya Utama Perkasa
Untuk membantu pengembangan sistem pelayanan pemasaran dan pemesanan motor secara online. Membantu pembuatan laporan yang lama ( manual ) menjadi sistem baru yang terkomputerisasi.
4. Bagi Pembaca
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang bagaimana cara membuat aplikasi pemasaran menggunakan framework Codeigniter.
1.6 Metodologi Penelitian
Untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dalam melaksanaan Tugas Akhir dan penyusunan laporan Tugas Akhir, maka di lakukan suatu metode penelitian untuk mencari pemecahan dari masalah yang timbul. Penulis melakukan metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem dalam pemecahan suatu masalah. Objek penelitian yang penulis ambil adalah Implementasi Web Service Pada
5
Sistem Informasi Pemasaran Cv Surya Utama Perkasa Menggunakan Framework Codeigniter.
1.6.1 Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari berbagai sumber yang secara umum dapat diklasifikasi dalam 2 jenis yaitu :
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber yang di amati, dengan wawancara langsung kepada pemilik atau penanggung jawab CV. Surya Utama Perkasa sehingga data yang diperoleh berupa informasi data yang jelas dan tidak menyimpang.
b. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, dengan tujuan data diperoleh dari buku literatur serta sumber-sumber lain yang berkaitan dengan pembuatan sistem ini.
1.6.2 Metode Pengumpulan Data
Dalam menyusun laporan tugas akhir, penulis mengumpulkan data yang di pergunakan untuk membuat rancangan program dengan metode - metode sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Metode Observasi (pengamatan) data ini penulis melakukan pengumpulan dan pengamatan secara sistematis dan terlibat secara langsung di CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda terkait bagaimana cara penjualan motor, pendataan barang dan laporan yang dibuat setiap bulannya.
b. Metode Wawancara
Yaitu penulis melakukan wawancara kepada kepala penanggung jawab CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda yaitu Bapak Lilik Prahoro secara langsung mengenai masalah yang akan diteliti agar mendapatkan keterangan yang diperlukan dengan jelas.
saja masalah yang dihadapi perusahaan dengan adanya kesinambungan dari judul Tugas Akhir ini.
c. Studi Kepustakaan
Yaitu metode pengumpulan data dengan jalan membaca dan mengambil dari sejumlah buku dan sumber lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diamati.
1.6.3 Metode Pengembangan Sistem
Dari data yang terkumpul kemudian dilakukan pengembangan sistem menggunakan model Waterfall, yaitu melalui tahapan sebagai berikut :
Gambar 1.1 Model Waterfall(Pressman, 2012) a. Komunikasi
Pada tahapan ini penulis mencari sumber dan mengamati latar belakang masalah yaitu wawancara dengan kepala penanggung jawab CV.
Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda yaitu Bapak Lilik Prahoro sekaligus mempelajari system pemasaran motor di CV. Surya Utama Perkasa.
Komunikasi
Kontruksi Penulisan kode-kode program pengujian
Penyerahan kkonsume n Untuk
mendapatkan spesifikasi kebutuhan pengguna
Perencanaan Membuat
Jadwal Permodelan
Analisis perancanga n
System/per angkat lunak ke para pelanggan/
pengguna
7
b. Perencanaan
Penulis membuat perkiraan-perkiraan tentang penjadwalan pembuatan aplikasi agar selesai sesuai rencana. Aplikasi yang dibuat menggunakan framework Codeigniter.
c. Permodelan
Perencanaan system agar dapat menyediakan layanan yang diharapkan terhadap solusi masalah yang ada dengan menggunakan perencanaan terstruktur dan desain antarmuka, dalam pembuatan system ini penulis melakukan perancangan system dengan menggunakan UML.
d. Kontruksi
Melakukan implementasi hasil rancangan kedalam bentuk yang dapat di baca dan dimengerti oleh computer, pada tahap inilah pengerjaan sistem secara nyata dilakukan, penulis menggunakan framework dan melakukan pengujian sistem dengan menggunakan localhost untuk memastikan bahwa semua perintah yang ada dapat berfungsi dan tepat sasaran serta untuk menemukan kendala-kendala terhadap sistem tersebut.
e. Penyerahan
Melakukan penyerahan sistem kepada pengguna serta memberikan dukungan pemeliharaan (support) terhadap sistem maupun data-data pada sistem penjualan sepeda motor secara berkesinambungan.
1.7 Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini, maka secara garis besar sistematika dalam penulisan terbagi menjadi 6 (enam) bab yaitu : BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi mengenai latar belakang, tujuan dan manfaat tugas akhir, batasan masalah, metodologi penelitian, metode pengembangan sistem, serta sistematika penulisan.
Pada bab ini menjelaskan gambaran umum tentang tempat yang menjadi objek penelitian tugas akhir yang meliputi sejarah singkat CV. Surya Utama Perkasa, struktur organisasi CV. Surya Utama Perkasas serta tugas dan fungsinya.
BAB III LANDASAN TEORI
Pada bab ini menjelaskan mengenai definisi yang berkaitan dengan penyusunan laporan tugas akhir.
BAB IV PERENCANAAN DAN ANALISA PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas mengenai perencanaan dan menguraikan langkah–
langkah perancangan. Langkah ini sesuai dengan metode waterfall.
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN SISTEM
Pada bab ini berisi tentang hasil dari perancangan dan pembangunan sistem serta membahas implementasi yang digunakan untuk mengaplikasikan sistem dan tata cara penggunaannya.
BAB VI PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang kesimpulan serta saran–saran yang berguna dalam pengembangan sistem.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
9 BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan CV. Surya Utama Perkasa
CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda didirikan pada tanggal 2 September 1996 oleh Bonang Setyadharma sebagai owner dan dipimpin oleh Dwi Sulistiowati SE sebagai General Manager. Berkedudukan di Jl. Majapahit 189A Semarang Jawa Tengah yang kemudian pada tahun 2007 telah pindah menempati gedung (showroom) baru di Jl. Majapahit 299 Semarang. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan sepeda motor merek Honda, namun kemudian melebarkan gerak bisnisnya kearah service motor khusus Honda dan penjualan sparepart sepeda motor Honda.
Dalam menjalankan usahanya, CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda bekerja sama dengan PT. Astra Honda Motor sebagai produsen sepeda motor merek Honda, bekerja sama dengan PT. Astra International Tbk, yang beralamat di Jl. Gajah Mada No. 88 Semarang sebagai distributor resmi sepeda motor Honda, untuk pembiayaan atau leasing SUPER Honda bekerja sama dengan PT.
Federal International Finance, PT. Adira Finance, Wahana Oto Mitra, Sumit Oto Finance, Mandiri Utama Finance dan Central Santosa Finance.
Berikut profil dari CV. Surya Utama Perkasa
Nama : CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda
Tanggal berdiri : 2 September 1996
Alamat : Jl. Majapahit 189A Semarang
Tahun 2007 pindah ke : Jl. Majapahit 299 Semarang
PIC : Lilik Prahoro
Pos penjualan : Sambiroto
Jumlah karyawan : 42
Gambar 2.1 Denah Lokasi CV. Surya Utama Perkasa( SUPER ) Honda
Gambar 2.2 Lokasi CV. Surya Utama Perkasa( SUPER ) Honda
11
2.2 Visi dan Misi CV. Surya Utama Perkasa
2.2.1 Visi
Menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia dan menjadi pemain kelas dunia, dengan mewujudkan impian konsumen, menciptakan kegembiraan bagi konsumen dan berkontribusi kepada masyarakat.
2.2.2 Misi
Menciptakan solusi mobilitas bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan terbaik.
2.3 Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda Semarang
2.3.1 Struktur Organisasi CV. Surya Utama Perkasa
CV. Surya Utama Perkasa dengan beberapa cabangnya mempunyai pola/struktur organisasi yang hampir sama. Namun pada pelaksanaannya, struktur tersebut bersifat fleksibel yang berarti dapat berubah-ubah menurut situasi dan kondisi masing-masing daerah dimana cabang tersebut berada. Struktur organisasi umum CV. Surya Utama Perkasa adalah seperti dibawah ini.
Dengan SDM yang cukup memadai, CV. Surya Utama Perkasa berusaha untuk dapat menjadi dealer sepeda motor Honda yang lebih baik lagi, dengan cara meningkatkan kinerja karyawan supaya dapat bertanggung jawab dan bekerjasama dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjadi dealer yang profit dan dicintai Konsumen.
Gambar 2.3 Struktur Organisasi CV. Surya Utama Perkasa (SUPER) Honda Semarang Tahun 2016
Sumber : KA. Administrasi CV. Surya Utama Perkasa Semarang
2.3.2 Deskripsi Jabatan CV. Surya Utama Perkasa
Tabel 2.1 Deskripsi Jabatan
Jabatan Tugas
Komisaris bertanggung jawab mengawasi atas
kelancaran serta kesehatan keuangan perusahaan.
KOMISARIS (Rudi Setyadharma) DIREKTUR ( Anwar Jatmiko)
GENERAL MANAGER (Dwi Sulistiowati, SE)
KA. OPERASIONAL/PIC (Lilik Prahoro)
KA. MARKETING (Bayu & Indro)
KA. ADMINISTRASI (Ina)
KA. BENGKEL (Yanto)
UMUM (Andreas)
SALES COUNTER SALESMAN
FINANCE KASIR STNK & BPKB
MEKANIK FRONDESK
SUPIR OB KENEK
13
Jabatan Tugas
Direktur bertugas memotivasi karyawan, dan
mengambil kebijakan atau pengambilan keputusan.
General Manager bertugas menyusun rencana kerja perusahaan
KA. Operasional (PIC) bertanggung jawab pada seluruh operasional cabang, baik eksternal maupun internal.
KA. Marketing bertanggung jawab pada seluruh
penjualan atas team yang dipegang.
KA. Administrasi bertanggung jawab pada seluruh operasional internal cabang.
KA. Bengkel bertanggung jawab pada seluruh
operasional bengkel/AHASS.
UMUM bertanggung jawab pada semua keluar
masuk unit motor, termasuk kelengkapan.
Sales Counter bertanggung jawab pada pejualan walk in customer / customer yang datang.
Salesman bertanggung jawab mencari konsumen di
lapangan.
Finance bertanggung jawab pada penagihan
hingga pencairan tagihan ke kasir terkait penjualan kredit
Jabatan Tugas
Kasir menerima dan membukukan semua
pemasukan dan pengeluaran uang.
STNK & BPKB bertanggung jawab untuk pengajuan faktur ke Main dealer, pengurusan STNK dan BPKB melalui biro jasa dan
kemudian menyerahkannya ke konsumen
Mekanik bertanggung jawab pada konsumen yang
melakukan service motor di AHASS SUPER Honda
Frondesk bertugas mencatat administrasi service.
Supir bertanggung jawab pada pengiriman
motor kepada konsumen.
OB bertanggung jawab pada kebersihan,
kenyamanan dan kerapian di seluruh area dealer dan juga pada penataan display.
Kenek bertugas mendampingi supir dalam
proses pengruman unit / motor, dan juga melakukan penagihan apabila ada tanggungan kirim tagih.
15 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pemasaran
Menurut Kotler (2004), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalam individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Menurut Boyd, dkk (2000), pemasaran adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain.
Menurut Downey (2002), pemasaran didefenisikan sebagai aliran produk secara fisik dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara sampai ke tangan konsumen.
Berdasarkan dari pengertian diatas, pemasaran dapat disimpulkan sebagai kegiatan penting dalam individu dan kelompok yang memungkinkan keduanya mendapatkan kebutuhan melalui pertukaran produk secara fisik dan ekonomi dengan pihak yang bersangkutan.
3.2 Sistem
Sistem didefinisikan sebagai kumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama. Secara garis besar sistem informasi terdiri dari atas tiga komponen utama. Ketiga komponen tersebut mencakup software, hardware dan branware. Ketiga komponen ini saling berkaitan satu sama lain. Software mencakup semua perangkat lunak yang dibangun dengan bahasa pemrograman tertentu, pustaka untuk kemudian menjadi sistem operasi. Hardware mencakup
perangkat keras (motherboard, prosessor, VGA, dll) yang di rangkai menjadi sebuah komputer. Dalam kontek yang luas bukan hanya komputer namun sebuah jaringan komputer. Brainware mencakup kemampuan otak manusia, yang mencakup ide, pemikiran ,analisa, didalam menciptakan dan menggabungkan hardware dan software. Penggabukan ketiga komponen tersebut dapat menciptakan sebuah sistem yang bermanfaat bagi pengguna.
(Pratama, 2014).
Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem (Kadir, 2014).
Sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan – gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan (Sutabri, 2012).
3.3 Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya (Darmawan & Fauzi, 2013).
Sedangkan menurut Murdick, dkk dalam (Indriyani & Gatiningsih, 2013) menerjemahkan informasi terdiri dari data yang telah diambil, diolah, atau sebaliknya digunakan untuk tujuan informative atau simpulan, argumentasi, atau sebagai dasar untuk peramalan atau pengambilan putusan.
McFadden, dkk dalam (Kadir, 2014) juga mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
17
3.4 Sistem Informasi
Dalam buku Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi pengarang Agus Mulyanto (2009) menjelaskan sistem informasi sebagai kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
Dari beberapa definisi menurut para ahli, maka Agus mulyanto mendefinisikan sistem informasi sebagai suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.
Komponen sistem informasi menurut Andri Kristanto (2008) mengemukakan ada enam macam, diantaranya :
1. Input merupakan semua data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi, seperti dokumen-dokumen, file-file dan formulir-formulir.
2. Proses merupakan kumpulan prosedur yang akan memanipulasi input yang kemudian akan disimpan dalam bagian basis data dan seterusnya akan diolah menjadi suatu output yang akan digunakan oleh penerima.
3. Output merupakan semua keluaran atau hasil dari model yang sudah diolah menjadi suatu informasi yang berguna dan dapat dipakai penerima.
4. Teknologi merupakan bagian yang berfungsi untuk memasukkan input, mengolah input dan menghasilkan keluaran.
Basis Data merupakan kumpulan data-data yang saling berhubungan satu dengan lain yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan akan diolah menggunakan perangkat lunak.
3.5 Framework
Menurut (Supono, 2016) Framework secara sederhana dapat di artikan kumpulan dari fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat function atau class dari awal.
Menurut Betha Sidik (2012), framework adalah kumpulan intruksi- intruksi yang dikumpulkan dalam class dan function dengan fungsi masing- masing untuk memudahkan developer dalam memanggilnya tanpa harus menuliskan syntax program yang sama berulang-ulang serta dapat menghemat waktu.
Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Solikin, 2014), framework merupakan kerangka kerja yang memudahkan programmer untuk membuat sebuah aplikasi sehingga programmer akan lebih mudah melakukan perubahan (customize) terhadap aplikasinya dan dapat memakainya kembali untuk aplikasi lain yang sejenis.
Framework adalah kumpulan perintah atau fungsi dasar yang membentuk aturan-aturan tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain sehingga dalam pembuataan aplikasi web kita harus mengikuti aturan dari framework tersebut. Dengan framework (dalam hal ini framework PHP), kita tidak perlu memikirkan kode perintah atau fungsi dasar dari aplikasi website kita (Wardana, 2010).
3.6 Codeigniter
Codeigniter adalah framework aplikasi web open source untuk bahasa pemrograman PHP. Codeigniter memiliki banyak fitur yang membuatnya berbeda dengan framework lainnya. Tidak seperti beberapa framework lainnya, dokumentasi untuk framework ini sangat lengkap, yang mencakup seluruh aspek dalam framework. Codeigniter juga mampu berjalan pada
19
lingkungan shared hosting karena memiliki ukuran yang sangat kecil, namun memiliki kinerja yang sangat luar biasa (Griffiths, 2010).
Dari sisi pemrograman, Codeigniter kompatibel dengan PHP4 dan PHP5, sehingga akan berjalan dengan baik pada web host yang banyak dipakai saat ini. Codeigniter menggunakan pola desain Model-View- Controller (MVC), yang merupakan cara mengatur aplikasi ke dalam tiga bagian yang berbeda, yaitu Model lapisan abstraksi database, Views file template tampilan depan, dan Controller logika bisnis dari aplikasi. Pada intinya, Codeigniter juga membuat penggunaan ekstensif dari pola desain Singleton. Maksudnya adalah cara untuk load class sehingga jika class itu dipanggil dalam beberapa kali, kejadian yang sama pada class tersebut akan digunakan kembali. Hal ini sangat berguna dalam koneksi database, karena kita hanya ingin menggunakan satu koneksi setiap kali class itu digunakan (Griffiths, 2010).
Menurut Betha Sidik (2012) CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model, View, Controller) untuk memudahkan developer atau programmer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal.
Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis, dengan versi awal yang dirilis pada tanggal 28 Februari 2006. Dari tahun itulah hingga sekarang, telah muncul banyak versi Codeigniter yang terus berkembang dengan penambahan fitur baru dari versi sebelumnya.
Bagaimana suatu proses data mengalir pada sistem yang menggunakan. Codeigniter framework dapat diilustrasikan pada Gambar 3.1 (Basuki, 2010).
Gambar 3.1. Application Flow Chart Codeigniter Framework (Basuki, 2010) Pada Gambar 3.1 menjelaskan bahwa index.php berfungsi sebagai front controller, menginisialisasi base resource untuk menjalankan Codeigniter. Kemudian router memeriksa HTTP request untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengannya. Jika Cache aktif, maka hasilnya akan langsung dikirimkan ke browser dengan mengabaikan aliran data normal. Security berjalan sebelum controller dimuat. HTTP request dan data yang dikirimkan user akan di filter untuk keamanan. Controller memuat model, core libraries, plugins, helper, dan semua resource yang diperlukan untuk memproses request.
Akhirnya View yang dihasilkan akan dikirim ke browser. Jika cache aktif, maka view akan disimpan sebagai cache dahulu, sehingga pada request berikutnya langsung ditampilkan.
Model View Controller (MVC) pertama kali diperkenalkan peneliti Xerox PARC yang bekerja pada bahasa pemrograman Smalltalk di akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an. Smalltalk adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek, bertipe dinamis, dan reflektif. Smalltalk pertama kali digunakan dalam pembelajaran edukasi, dan hal ini berbeda dari data mainframe dan struktur kontrol dalam program Smalltalk yang terlibat pada Windowed User Interface (WUI), konsep pemrograman berorientasi objek, pengantar pesan antara komponen komponen objek, dan kemampuan untuk memonitor dan memodifikasi struktur dari perilakunya sendiri (Myer, 2008).
21
Singkatnya, Model View Controller (MVC), adalah pola desain pengembangan perangkat lunak. MVC adalah sebuah pendekatan untuk memisahkan aplikasi menjadi tiga segmen, yaitu Models, Views, dan Controller. MVC menstrukturisasi aplikasi dengan cara tersebut untuk mempromosikan penggunaan kembali dari kode program (Griffiths, 2010).
Berikut adalah gambar MVC terdapat pada Gambar 3.2.
Gambar 3.2. Model View Controller
Berdasarkan Gambar 3.2 dapat kita ketahui bahwa datang sebuah permintaan dari user, maka permintaan tersebut akan ditangani oleh controller, kemudian controller akan memanggil model jika memang diperlukan operasi database. Hasil query oleh model kemudian akan dikembalikan ke controller. Selanjutnya controller akan memanggil view yang tepat dan mengkombinasikannya dengan hasil query model. Hasil akhir dari operasi ini akann ditampilkan ke browser yang selanjutnya bisa dilihat oleh user.
Model merupakan jenis data yang dapat digunakan oleh aplikasi.
Beberapa contoh data yang biasa digunakan adalah database, RSS feed, API calls, dan setiap tindakan lainnya yang melibatkan pengambilan (retrieving), pengembalian (returning), memperbarui (updating), menghapus (removing) data (Griffiths,2010).
File yang ditempatkan pada bagian ini bertanggung jawab untuk menunjukkan data kepada para pengunjung situs kita atau pengguna dari aplikasi. Tidak ada logika pemrograman, tidak ada query insert atau update yang harus dijalankan disini, meskipun akses data bisa terjadi pada file ini. File disini hanya untuk menunjukkan hasil dari dua bagian lainnya.
Jadi kita mengambil data dalam model, dan menampilkan dalam view (Blanco, 2009).
Controller adalah logika bisni dari aplikasi. File yang ada di sini akan melayani sebagai perantara antara model dan views. Controller akan merespon permintaan HTTP dan menghasilkan halaman web. Controller adalah inti dari aplikasi karena bagian menentukan bagaimana permintaan HTTP harus ditangani (Griffiths,2010).
3.7 Web Service
Web service adalah suatu sistem yang dirancang untuk mendukung aktivitas antar sistem pada suatu jaringan. Web service merupakan antarmuka yang berisi kumpulan operasi yang dapat diakses dengan jaringan, misalnya melalui internet dengan format XML (eXtensible Markup Language) (Heater, 2001). Web service adalah aplikasi yang tersedia pada web yang melakukan beberapa fungsi yang kompleks (Wulandari &
Wicaksana, 2006).
Web service terdiri dari kumpulan fungsi dan method yang berpusat pada sebuah server yang dapat dipanggil oleh pengguna, dimana kita dapat mengakses method-method tersebut meskipun dengan bahasa pemrograman maupun platform yang berbeda (Martasari & Aminudin, 2010). Dapat ditarik kesimpulan bahwa Web service merupakan layanan-layanan yang disediakan serta dapat diakses melalui jaringan yang berbasis web dengan standar yang telah ditetapkan sehingga mampu menunjang interoperabilitas, dan dapat berjalan di berbagai platform. Web service menyediakan standar
23
komunikasi di antara berbagai aplikasi software yang berbeda-beda, dan dapat berjalan di berbagai platform maupun framework (Hartono,dkk, 2012). Web service digunakan sebagai suatu fasilitas yang disediakan oleh suatu web untuk menyediakan layanan (dalam bentuk informasi) kepada sistem lain, sehingga sistem lain dapat berinteraksi dengan sistem tersebut melalui layanan-layanan (service) yang disediakan oleh suatu sistem yang menyediakan web service (Predede,dkk, 2013)
.
3.8 XAMPP
XAMPP server adalah perangkat lunak gratis yang mendukung banyak sistem operasi. Hal ini merupakan kompilasi dari beberapa program untuk menjalankan fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri yang terdiri atas program Apache HTTP server, MySQL database, dan penterjemah bahasa yang ditulis dengan PHP dan Perl. XAMPP adalah nama yang merupakan singkatan dari X berbagai sistem operasi (Linux, Mac, Windows), Apache, MySQL, PHP, PERL. Program ini tersedia dalam GNU (General Public License) dan bebas merupakan web server yang mudah digunakan yang mampu melayani halaman dinamis.
XAMPP (X (Windows/Linux) Apache MySQL PHP dan Perl) merupakan paket server web PHP dan database MySQL yang paling populer dikalangan pengembang web dengan menggunakan PHP dan MySQL sebagai database. Betha Sidik (2012).
Menurut Imansyah (2010), berpendapat bahwa Xampp adalah installer yang membundel Apache, PHP,dan MySQL untuk Windows dalam satu paket.
Menurut Puspitasari (2011), berpendapat bahwa XAMPP adalah sebuah software web server Apache yang didalamnya sudah tersedia database server MySQL dan support PHP programming.
3.9 Unifield Modeling Language (UML)
Menurut Nugroho (2010), “UML adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berpradigma (berorientasi objek).”
Pemodelan sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.
Berdasarkan pendapat yang di kemukakan di atas dapat di tarik kesimpulan bahasa UML adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk memvisualisasikan, menspefikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis objek.
UML sendiri terdiri dari diagram-diagram, menurut aspeknya diagram adalah representasi secara grafis dari elemen-elemen tertentu beserta hubungannya. Ada beberapa diagram yang disediakan dalam UML antara lain use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram.
3.9.1 Use Case Diagram
Diagram ini merupakan salah satu diagram yang digunakan untuk memodelkan aspek perilaku sistem atau fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Masing-masing diagram menunjukkan sekumpulan use-case, aktor dan interaksinya. Use- case adalah interaksi antara user eksternal dengan sistem, dideskripsikam di diagram use-case dan menggambarkan sebuah pekerjaan tertentu. Contohnya login ke sebuah sistem, membuat daftar belanja, dan sebagainya. Diagram use-case melibatkan :
a. Sistem yaitu sesuatu yang akan di bangun.
b. User yaitu entitas-entitas yang berkomunikasi dengan sistem.
c. Use-case adalah fungsionalitas yang dipersepsikan oleh user d. Relasi adalah hubungan antara user dengan use-case.
25
Tabel 3.1 Simbol Use-Case Diagram
Simbol Keterangan
User : Mewakili peran orang ketika berkomunikasi dengan use-case.
Use-case : Penggambaran dan interaksi antara sistem dan aktor.
Assosiative : Menggambarkan hubungan khusus objek.
Include : Menunjukkan bahwa suatu bagian dari elemen sebelumnya dan dieksekusi bagian dari elemen berikutnya.
Extend : Menunjukkan bahwa suatu bagian dari elemen sebelumnya bisa disisipkan ke dalam elemen yang berikutnya.
3.9.2 Activity Diagram
Diagram aktivitas adalah sebuah flowchart yang diperluas dengan menunjukkan aliran kendali suatu aktivitas ke aktivitas yang lain.
Diagram aktivitas mendeskripsikan aksi-aksi dan hasil. Diagram ini berupa operasi-operasi dan aktivitas yang ada di use-case.
Tabel 3.2 Simbol Activity Diagram
Simbol Keterangan
Start state : Menggambarkan titik awal permulaan.
End state : Menggambarkan titik akhir aktivitas.
Activity : Aktivitas yang dilakukan oleh aktor.
Decision : Pilihan untuk mengambil keputusan.
Interaction : Menggambarkan alur
3.9.3 Sequence Diagram
Diagram ini digunakan untuk menggambarkan urutan kejadian dari suatu kegiatan. Diagram sequence menunjukkan objek sebagai garis vertical dan tiap kejadian sebagai panah horizontal dari objek pengirim ke objek penerima.
Tabel 3.3 Simbol Sequence Diagram
Simbol Keterangan
User : Orang ataupun pihak yang mengelola sistem.
Lifeline : Sebuah objek dalam sebuah system atau salah satu komponennya.
27
Simbol Keterangan
Create Manage : Pembuatan sebuah pesan antar elemen. Dan juga mengindikasikan komunikasi antara objek.
Message to self : Suatu hasil kembalian sebuah operasi dan berjalan pad objek itu sendiri.
3.9.4 Class Diagram
Diagram kelas adalah inti dari proses pemodelan objek. Baik forward engineering maupun reverse engineering memanfaatkan diagram ini. Forward engineering adalah proses perubahan model menjadi kode program sedangkan reverse engineering sebaliknya merubah kode program menjadi model. Diagram kelas menggambarkan keadaan suatu system, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut atau motode.
Tabel 3.4 Simbol Class Diagram
Simbol Keterangan
Class : Himpunan dari objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.
Generalization : Garis yang melambangkan konsep pewarisan dari suatu kelas ke satu sub kelas selanjutnya.
Association : Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya.
3.10 PHP
PHP adalah singkatan dari hypertext preprocessor ialah bahasa pemograman yang dapat digunakan untuk tujuan umum, sama seperti bahasa pemograman lain: C, C++, Pascal, Python, Perl, Ruby, dan sebagainya. Meskipun demikian, PHP lebih populer digunakan untuk pengembangan aplikasi web. Dalam proses pembuatan halaman web, PHP tidak memerlukan kode yang panjang seperti pada Perl dan Pyhton misalnya karena kode PHP dapat disisipkan didalam kode HTML.
Kode PHP selalu diawali dengan tanda <?php dan diakhiri dengan tanda ?> . PHP dapat dijalankan dalam sebagian besar sistem operasi, termasuk Linux, varian – varian UNIX(HP-UX, Solaris, OpenBSD), Windows, dan Mac OS X. Selain itu, PHP juga mendukung sebagian besar server web yang ada saat ini, seperti: Apache, IIS, Nginx, Dan Lighttpd.
Dengan demikian, dengan menggunakan PHP kita dapat bebas memilih sistem operasi dan server web yang digunakan.
PHP adalah pemrograman interpreter yaitu proses penerjemahan baris kode sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan. (Sibero,2011).
Menurut (Sidik, 2012) PHP merupakan secara umum dikenal dengan sebagai bahasa pemrograman script yang membuat dokumen HTML secara on the fly yang dieksekusi di server web, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan dokumen HTML yang dibuat dengan menggunakan editor text atau editor HTML, dikenal juga sebagai bahasa pemrograman server side.
Dalam proses penulisan kode program, PHP juga mengizinkan untuk menggunakan dua gaya pemograman, yaitu gaya prosedural dan gaya berorientasi objek dan juga bisa digabungkan dari keduanya. PHP adalah program open-source dan bersifat bebas. Ini berarti bahwa kita bebas menggunakan PHP untuk membangun aplikasi yang bersifat non – komersil maupun komersil. (Raharjo, 2015).
29
PHP dapat digunakan untuk membuat tiga tipe aplikasi, yaitu aplikasi web (server side scripting), program CLI (command-line scripting) dan aplikasi desktop (GUI).
3.11 MySQL
MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengolahan datanya (Arief, 2011).
MySQL atau dibaca “My Sekuel” adalah suatu RDBMS (Relational Database Management System ) yaitu aplikasi system yang menjalankan fungsi pengelolaan data (Sibero,2011).
SQL merupakan kepanjangan dari Structured Query Language, SQL digunakan untuk berkomunikasi dengan basis data. Sesuai dengan ANSI, SQL merupakan bahasa standar untuk system managemen data reasional.
Sistem SQL digunakan untuk melakukan tugas-tugas seperti update terhadap basis data, atau memanggil data dari sebuah basis data. Beberapa basis data yang menggunakann MySQL antara lain: MySQL, Oracle, Sysbase, Microsoft SQL Server, Access (Raharjo,2011).
3.12 Pengujian Sistem
Pengujian atau testing merupakan proses pengeksekusian program untuk menemukan kesalahan – kesalahan yang terdapat di dalam sistem, kemudian dilakukan pembenahan. Tahap ini merupakan tahap yang penting dalam pengembangan sistem, karena pada tahap ini merupakan tahapan untuk memastikan bahwa suatu sistem terbebas dari kesalahan (Ristono, 2011).
Testing adalah sebuah proses siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah disepakati dari awal. (Rizky, 2011).
Pengujian dapat dilakukan untuk memastikan bahwa semua persneling telah terhubung, yaitu bahwa operasi-operasi internal telah dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan semua komponen internal telah dieksekusi. Pendekatan pengujian pertama kali memnutuhkan pandangan eksternal dan disebut kotak hitam (black-box), dan yang kedua, membutuhkan pandangan internal yang disebut pengujian kotak putih (white-box). (Pressman, 2012). Pengujian sistem dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
a. Pengujian White Box
White Box testing atau pengujian glass box adalah cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Dengan menggunakan metode White Box analisis sistem akan memperoleh test case yang menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan sekurang- kurangnya satu kali dan mengerjakan seluruh keputusan logical, loop dan validalitas sesuai dengan batasannya.
White Box testing secara umum merupakan jenis testing yang lebih berkonsentrasi terhadap isi dari perangkat lunak itu sendiri. Jenis ini lebih banyak berkonsentrasi kepada source code dari perangkat lunak yang dibuat sehingga membutuhkan proses testing yang jauh lebih lama dan lebih mahal dikarenakan membutuhkan ketelitian dari para tester serta kemampuan teknis pemrograman bagi para tester. (Rizky, 2011).
Salah satu teknik dalam pengujian White Box testing adalah pengujian jalur dasar (Basis Path Testing). Metode ini memungkinkan penguji dapat mengukur kompleksitas logis dari desain procedural dan menggunakannya sebagai pedoman untuk menetapkan himpunan basis dari semua jalur eksekusi (Pressman, 2012). Berikut adalah gambar flowgraph basis path terdapat pada Gambar 3.3.
31
Gambar 3.3 Flow Graph Basis Path
Pada Gambar 3.3 Grafik alir (flow graph) merupakan sebuah notasi sederhana untuk merepresentasikan aliran kontrol logis suatu program (Pressman, 2012).
Berikut adalah gambar notasi grafik alir terdapat pada Gambar 3.4.
Gambar 3.4 Notasi Grafik Alir
Diagram alir yang ditunjukkan pada Gambar 3.4 digunakan untuk menggambarkan struktur pengendalian program. Setiap lingkaran disebut simpul (node) grafik alir merupakan satu atau lebih pertanyaan-pertanyaan prosedural. Ketika kondisi-kondisi gabungan ditemui perancangan prosedural, pembuatan sebuah grafik menjadi sedikit lebih rumit. Sebuah kondisi gabungan terjadi ketika satu atau lebih operator Boolean (logika OR, AND, NAND, NOR) Bahasa perancangan Program Design Language (PDL).
Diterjemahkan ke dalam grafik alir yang ditampilkan. Perhatikan bahwa dibuat node terpisah untuk masing-masing kondisi a dan b dalam pernyataan
IF a OR b. Setiap node yang berisi kondisi ini disebut node predikat dab ditandai oleh dua atau lebih edge yang berasal dari node tersebut.
Pengembang melaksanakan pengujian unit untuk memeriksaapakah modul tertentu atau kode unit bekerja dengan baik. Pengujian unit berada pada tingkat yang sangat dasar seperti ketika unit kode dikembangkan atau fungsi tertentu dibangun yang berkaitan dengan unit lain secara keseluruhan.
(Simarmata, 2010).
b. Pengujian Black Box
Pengujian Black Box dilakukan dengan menjalankan atau mengeksekusi unit atau modul, kemudian diamati apakah hasil dari unit itu sesuai dengan proses bisnis yang diinginkan.
Menurut (Shalahuddin & Rosa 2011), black box testing adalah menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi- fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai denganspesifikasi yang dibutuhkan
.
Menurut (Rizky, 2011), berpendapat bahwa Black Box testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internal. Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah kotak hitam yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing di bagian luar. Pengujian Black Box berusaha menemukan kesalahan pada fungsi yang tidak benar atau hilang, kesalahan interface dan kesalahan struktur database.
Untuk melakukan proses pengujian test case terlebih dahulu dilakukan penerjemahan flowchart kedalam notasi flowgraph (aliran kontrol). Ada beberapa cara istilah saat pembuatan flowgraph,yaitu:
1. Node yaitu lingkaran pada flowgraph yang menggambarkan satu atau lebih perintah prosedural.
33
2. Edge yaitu tanda panah yang menggambarkan aliran kontrol dari setiap node harus mempunyai tujuan node.
3. Region yaitu daerah yang dibatasi oleh node dan edge dan untuk menghitung daerah diluar, flowgraph juga harus dihitung.
4. Predicate Node yaitu kondisi yang terdapat pada node dan mempunyai karakteristik dua atau lebih edge lainnya.
5. Cyclomatic Complexity yaitu metrik perangkat lunak yang menyediakan ukuran kuantitaf dari logical program yang kompleks dan dapat digunakan untuk mencari jumlah path dalam suatu flowgraph.
6. Independen Path yaitu jalur melintasi atau melalui program dimana sekurang-kurangnya terdapat proses perintah yang baru atau kondisi yang baru.
Pengujian Black Box cenderung diterapkan selama tahap-tahap pengujian selanjutnya. Karena pengujian kotak hitam sengaja mengabaikan struktur kendali, perhatian difokuskan pada ranah informasi. Pengujian dirancang untuk menjawab pertanyaan bagaimana validalitas fungsional, kinerja sistem, pembentukan test case, kecaptan dan banyaknya data dan spesifikasi data pada operasi sistem.
Dengan menerapkan teknik kotak hitam, dari pada kesalahan yang terkait hanya dengan pengujian khusus yang telah dibuat.(Roger S Pressman, 2012).
c. Diagram Alir (Flowchart)
Bagan alir merupakan teknik analitis yang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek sistem informasi secara jelas, tepat dan logis.
Krismiaji (2010).
Menurut (Indrajani, 2011) flowchart merupakan gambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan prosedur suatu program.
3.13 Penelitian Terkait
Pada penelitian yang dilakukan oleh A.A Gede Yudhi Pramatha, Gusti Ketut Suryaningsih, Kadek Yota Ernanda Aryanto, 2016 yang berjudul implementasi web service pada sistem pengindeksan dan pencarian dokumen tugas akhir, skripsi dan praktik kerja lapangan.Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengindeksan dokumen dimana hasil dari pengindeksan tersebut berupa index file yang siap untuk digunakan untuk proses pencarian, sehingga proses pencarian dokumen yang sudah diberikan sudah diberikan skor dan diurutkan berdasarkan relevansi dokumen dengan kata kunci yang diinputkan pengguna. Berdasarkan pemaparan diatas, maka sistem pengindeksan dan pecarian dokumen ini dapat digunaanakan dengan lebih efektif dan efisien serta dapat bermanfaat bagi sistem ataupun pengembang lainnya.
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Hamdani, Haviluddin, Ngurah Satria Darmawangsa, 2011 yang berjudul rancang bangun web service untuk penjualan tiket bus damri.Penelitian ini dilakukan untuk membangun aplikasi web service sebagai aplikasi middleware dan penyedia layanan penjualan riket bus, sebagai interface-nya dibangun aplikasi antar muka berupa aplikasi desktop untuk agen dan PERUM DAMRI, serta dibangun aplikasi website untuk calon penumpang.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Hartati Deviana, 2011 yang berjudul penerapan XML web service pada sistem distribusi barang.
Penelitian ini dilakukan untuk mendukung sistem terdistribusi yang memiliki infrastruktur yang berbeda. Karena web service menggunakan XML, maka teknologi ini daat mendukung integrasi berbagai platform sistem dan aplikasi, baik infrastruktu intanet dan ekstranet . Dalam penelitian ini akan disusun oleh sebuah sisteminformasi dengan menggunakan teknologi web service menggunakan PHP dan NuSOAP diimplementasikan pada sistem pengelolaan, distribusi barang di sebuah apotek yang memiliki beberapa cabang. Penelitian ini menghasilkan sistem
35
informasi yang mampu mengintegrasikan aplikasi dan platform dari seluruh cabang.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Erick Kurniawan, 2014 yang berjudul implementasi rest web service untuk sales order dan sales tracking berbasis mobile. Penelitian ini dilakukan untuk memantau aktivitas dan mempercepat proses pemesanan produk-produk aplikasi berbasis mobile dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aplikasi mobile yang akan dibuat memanfaatkan data dari GPS untuk memastikan lokasi dari tenaga penjual aplikasi yang dibuat juga meniliki fasilitas untuk membaca barcode barang menggunakan kamera untuk mempercepat input data barang. Aplikasi ini menggunakan REST services untuk memanipulasi data yang ada pada layanan komutasi awan. Dengan menggunakan aplikasi mobile ini perusahaan dapat dengan mudah memantau tenaga penjul dan melakukana pemesanan barang, dengan lebih cepat dan efisien.
Penelitian terakhir dilakukan oleh Ulfa Mariathul Qibtiyah, Samirah Rahayu, 2017 yangn berjudul Implementasi JSON Web Service pada aplikasi digital library Politeknik Sukabumi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan merancang sebuah sebuah aplikasi yang dapat membantu pengelolaan data perpustakaan menjadi lebih baik dari sistem yang sebelumnya. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan database MySQL, PHP, HTML, Java Script dan Ajax, serta menggunakan konsep framework dengan CodeIgniter.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa web service merupakan layanan- layanan yang disediakan serta dapat diakses melalui jaringan yang berbasis web dengan standar yang telah ditetapkan sehingga mampu menunjang interoperabilitas, dan dapat berjalan di berbagai platform.
BAB IV
PERENCANAAN DAN ANALISA PERANCANGAN SISTEM
4.1 Perencanaan Sistem
Dalam melaksanakan perencanaan penulis menganalisis apa yang dibutuhkan dalam membangun sebuah sistem informasi, sistem informasi dibangun berbasis web sehingga diharapkan dapat memudahkan petugas dalam menggunakan sistem tersebut secara langsung.
Perencanaan dan Analisa sistem informasi merupakan salah satu kegiatan penting yang dilakukan dalam pembuatan sebuah sistem informasi.
Perancangan ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana rancangan bangun sebuah sistem secara umum. Proses dalam perancangan sistem dapat dikelompokkan dalam beberapa proses, yaitu sebagai berikut :
4.1.1 Merencanakan Proyek Sistem
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka untuk meningkatkan efektifitas dan kemudahan dalam penjualan, memberikan informasi kepada pelanggan, dan memudahkan dalam pembuatan laporan. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat mengelola data secara cepat dan tepat.
4.1.2 Definisi Dan Sasaran Proyek
Definisi dan sasaran proyek yang akan di kembangkan adalah aplikasi penjualan berbasis framework codeigniter, aplikasi ini tujuan utamanya adalah untuk memberikan kemudahan bagi admin untuk memberikan informasi terhadap pelanggan yang melakukan pembelian sepeda motor. Proyek sistem ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja efesiensi bagi admin dalam mengelola data, baik data penjualan stok motor maupun pembuatan data laporan.
37
4.2 Analisa Sistem Yang Berjalan
Sistem pembelian motor saat ini pada CV. Surya Utama Perkasa (SUPER HONDA) terlihat pada gambar berikut :
Konsumen Admin
Gambar 4.1 Flowchart Analisa Sistem Lama Alur sistem pembelian yang berjalan :
1. Konsumen datang ke dealer motor SUPER HONDA dan sebelum membeli konsumen memilih unit motor sesuai yang di inginkan.
2. Konsumen memilih tipe pembayarannya, apakah cash atau kredit.
3. Sales membuat SPK (Surat Perintah Kerja) manual dan memberikannya ke admin untuk di inputkan ke dalam sistem.
4. Setelah admin memasukan data konsumen ke sistem, konsumen di arahkan ke kasir agar membayar pembayaran uang muka.
5. Jika cash kosumen akan membayar sesuai harga.
Melakukan pembayaran kekasir
Input data konsumen dan data motor ke komputer Datang ke dealer
dan memilih motor yang di inginkan
survey leasing kredit
cash
ACC
6. Jika kredit konsumen hanya membayar uang muka , dan menunggu hingga hasil survey keluar dari leasing.
4.3 Analisa Kebutuhan Sistem
4.3.1 Analisa Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
Spesifikasi hardware yang direkomendasikan untuk menjalankan sistem penjualan motor ini adalah :
1. Processor Dual Core 2. Memory 2GB
3. Hardisk dengan kapasitas 320 GB 4. Monitor
5. Keyboard 6. Mouse 7. Printer
4.3.2 Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
Software yang digunakan pada saat merancang aplikasi sebagai berikut :
1. Microsoft Windows 7 2. Rational Rose 3. Balsamiq Mockup 3 4. XAMPP (PHP & Mysql) 5. Notepad ++
6. Web Browser