• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada produk sepeda motor dari beberapa merek yang berada di pangsa pasar sepeda motor yang ada di Surabaya. Antara lain Karisma dari Honda, Shogun 125 dari Suzuki, Jupiter MX dari Yamaha dan ZX 130 dari Kawasaki.

Jenis penelitian yang digunakan berupa riset Deskriptif. Menurut Simamora (2004, p.107) “riset deskriptif adalah riset yang bertujuan untuk mendeskripsikan sesuatu, umunya karakteristik atau fungsi pasar”. Dengan kata lain riset deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak.

3.2. Gambaran Populasi

Adapun yang akan menjadi target populasi dari penelitian ini adalah konsumen dari sepeda motor merek Honda Karisma, Suzuki Shogun 125, Yamaha Jupiter MX dan Kawasaki ZX 130 yang berada di Surabaya. Responden yang akan diteliti merupakan penduduk Surabaya baik laki-laki ataupun perempuan.

Responden juga merupakan pengguna dan memahami sepeda motor merek Honda Karisma, Suzuki Shogun 125, Yamaha Jupiter MX, juga Kawasaki ZX 130 keluaran tahun produksi Januari 2005 sampai Desember 2005. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan bahwa responden mengetahui juga memahami tentang produk sepeda motor yang menjadi objek penelitian ini.

3.3. Teknik dan Prosedur Pengambilan Sampel 3.3.1. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam pengumpulan data adalah non-probability sampling. Dimana dalam metode ini setiap unsur dalam populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk dapat dipilih menjadi sampel penelitian.

(2)

Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Menurut Singgih dan Fandy (2004, p.90) “purposive sampling merupakan teknik non- probability sampling yang memilih respoden yang terseleksi oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri khusus dan yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya”.

3.3.2. Prosedur Penarikan Sampel

Pengambilan sampel seringkali memberikan hasil yang lebih cepat daripada sensus. Sampel yang diambil harus mencerminkan karakteristik dari populasi, agar sample tersebut dapat dikatakan valid.

Menurut Maholtra (2002, p.351) dalam “table sample sizes used in marketing research studies menjelaskan dalam type of study product test bahwa minimum size adalah 200 responden dan mempunyai typical range 300-500 responden”. Dengan mengacu pada pendapat Sugiyono (2004, p.81) yang menyatakan “jika jumlah populasi tidak terbatas dengan taraf kesalahan 5% maka jumlah sample yang dibutuhkan sebesar 350 responden”. Maka dari itu peneliti akan menyebarkan kuesioner pada 350 responden yang berada di wilayah Surabaya.

Cara penarikan sampel akan dilakukan secara purposive sampling, dimana hanya responden yang memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan sifat-sifat populasi yang akan menjadi sasaran pemberian kuesioner. Penelitian akan mulai dilakukan mulai tanggal 10 April 2006 sampai dengan 6 Mei 2006, dan akan dimulai pada pukul 09.00 – 17.00 setiap harinya. Tempat yang akan menjadi sasaran penelitian berada di wilayah kota Surabaya, adalah sebagai berikut :

- Tempat parkir sepeda motor di Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza.

- Universitas-universitas negeri ataupun swasta antara lain UK.Petra, UPN, Unair, Ubaya dan ITS, dll.

- Tempat-tempat kumpul komunitas penggemar sepeda motor di sepanjang jalan Basuki Rahmat dan jalan Panglima Sudirman.

Cara yang akan digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner pada responden yang menjadi sasaran penelitian.

(3)

3.4. Prosedur Pengumpulan Data 1. Studi Kepustakaan

Dilakukan untuk memperoleh data-data teoritis sebagai dasar pembahasan dalam penyusunan skripsi yang berupa literatur maupun bentuk lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.

2. Studi Lapangan

Dilakukan penelitian dengan membagikan kuesioner kepada responden untuk diisi sesuai dengan pendapat dari responden. Peneliti menyebarkan kuesioner ini kepada responden yang pernah memiliki ataupun memakai dan juga memahami sepeda motor merek Honda Karisma, Suzuki Shogun 125, Yamaha Jupiter MX dan Kawasaki ZX 130 yang berada di wilayah Surabaya yang terbagi atas 5 wilayah yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara.

3.5. Definisi Operasional dan Batasan Pengumpulan Data

Untuk memberikan petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur maka variabel-variabel perlu didefinisikan secara operasional. Adapun variabel atribut pembentuk persepsi konsumen terhadap sepeda motor merek Honda Karisma, Suzuki Shogun 125, Yamaha Jupiter MX dan Kawasaki ZX 130 adalah sebagai berikut :

1. Model sepeda motor

Merupakan bentuk atau model dari sepeda motor yang dapat digunakan untuk menarik perhatian konsumen. Model tersebut dapat dilihat dari bentuk sepeda motor yang sporty maupun elegan, dan juga dari corak warna menarik (komposisi warna pada sepeda motor).

2. Performa mesin sepeda motor

Kemampuan suatu mesin untuk dapat bekerja secara baik agar dapat menghasilkan suatu kinerja mesin yang baik. Dalam hal ini kinerja mesin dilihat dari seberapa tinggi kecepatan yang dihasilkan, suara mesin yang halus dan penghematan akan bahan bakar pada saat digunakan.

(4)

3. Kenyamanan pemakaian

Ukuran kualitas produk yang diberikan pada konsumen sebagai ukuran atas kenyamanan dalam pemakaian produk tersebut. Kenyamanan pemakaian sepeda motor dilihat dari posisi mengendarai yang nyaman (responden merasa posisinya nyaman pada saat mengendarai) dan kestabilan sepeda motor (sepeda motor tidak goyang atau oleng pada saat kecepatan tinggi maupun rendah) pada saat dikendarai.

4. Suku cadang

Industri berbasis produk juga harus menyediakan jasa bagi para konsumennya yaitu dengan cara perusahaan harus mampu menyediakan suku cadang dari produk yang dijualnya. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung penjualan produk tersebut. Dalam arti bahwa suku cadang yang ditawarkan dapat mudah diperoleh konsumen (dekat dengan konsumen), tersedia lengkap (mudah mendapatkan suku cadang untuk semua bagian sepeda motor) dan harga murah dan mudah dijangkau (harga suku cadang perbandingannya dengan membeli sepeda motor baru tidak terlalu signifikan).

Batasan-batasan yang jelas akan penelitian didasarkan pada variabel- variabel pada atribut produk sepeda motor merek Karisma dari Honda, Shogun 125 dari Suzuki, Jupiter MX dari Yamaha dan ZX 130 dari Kawasaki dalam upaya mendukung posisi produk dari setiap merek tersebut. Batasan sampel didasarkan pada faktor geografis, demografis dan jumlah respoden. Untuk faktor geografis dibatasi pada wilayah kota Surabaya. Faktor demografis dibatasi pada responden yang pernah memiliki ataupun pemakai sepeda motor merek tersebut.

Dan juga usia responden dibatasi minimal 18 tahun yang merupakan batasan untuk dapat menggunakan dan memiliki kendaraan bermotor dan merupakan peraturan pemerintah. Untuk jumlah responden dibatasi pada 350 responden.

3.6. Sumber Data 1. Data Primer

Data yang diperoleh langsung dari kuesioner yang diisi oleh responden

(5)

tertutup, dimana dibatasi dengan alternatif jawaban. Dengan menggunakan metode kuesioner ini dapat membentu peneliti dalam memperoleh data, sehingga dapat diketahui pemetaan persepsi konsumen terhadap empat produk merek sepeda motor tersebut.

2. Data Sekunder

Data yang diperoleh berdasarkan data-data yang sudah ada sebelumnya yang diperoleh dalam bentuk yang telah jadi dalam bentuk publikasi yang dilakukan oleh perusahaan. Dan juga data sekuder lainnya diperoleh dari masalah yang diteliti, landasan teori dan bahan pendukung lainnya yang diperoleh dengan jalan mengumpulkan bahan dari buku teks, artikel dan majalah.

3.7. Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data menggunakan berbagai metode dan teknik antara lain : 1. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data secara teoritis sebagai dasar pembahasan dalam penyusunan skripsi yang dapat berupa literatur, jurnal ataupun majalah yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang dibahas.

2. Studi Lapangan

Menyebarkan kuesioner kepada 350 responden pemilik atau pemakai dan juga memahami sepeda motor Honda Karisma, Suzuki Shogun 125, Yamaha Jupiter MX dan Kawasaki ZX 130 sesuai dengan batasan- batasan yang telah ditentukan. Kemudian diminta menanggapi hal tersebut dengan cara memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan.

Kuesioner akan menggunakan skala likert yang penilaiannya disesuaikan dengan pertanyaan, seperti 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju. Tempat penyebaran kuesioner dilakukan pada tempat-tempat parkir sepeda motor baik yang ada di fasilitas umum maupun beberapa universitas yang ada di Surabaya.

(6)

3. Wawancara

Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara ini hanya dimaksudkan untuk mencari tahu responden yang menggunakan sepeda motor yang menjadi objek penelitian.

3.8. Validitas dan Reliabilitas

Sebelum melakukan analisis data maka terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap keabsahan (Validitas) serta keandalan (Reliabilitas) dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kuesioner persepsi pengguna sepeda motor dan skala yang digunakan adalah skala Likert.

Menurut Indriantoro dan Supomo (1999, p.183) “terdapat tiga pendekatan untuk mengukur validitas, yaitu : content validity, criterion-related validity, dan constrict validity. Pada penelitian ini validitas data diukur dengan pendekatan construct validity menggunakan teknik uji korelasi pearson product moment untuk menilai konsistensi internal antara butir pertanyaan dalam kuesioner”.

Construct validity merupakan konsep pengukuran validitas dengan cara menguji apakah instrument mengukur construct sesuai dengan yang diharapkan, sedangkan korelasi pearson product moment digunakan untuk menentukan keterkaitan atau kovariansi antara dua variable yang datanya berbentuk interval.

Korelasi pearson product moment berada pada rentang r = -1,00 sampai r = +1,00 sebagai nilai batas. Simbol r merupakan estimasi hubungan linear berdasarkan data sample. Koefisien korelasi menunjukan nilai dan arah hubungan, nilai koefisien korelasi adalah derajat pergerakan variable dalam arah yang sama atau berlawanan. Tanda koefisien menunjukan arah hubungan , apabila hasil r butir pertanyaan lebih besar dari nilai kritis r – pearson product moment, maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid.

Selanjutnya butir-butir pertanyaan yang dinyatakan valid dinilai keandalan atau reliabilitasnya. Pengukuran reliabilitas data menggunakan koefisien. Konsep reliabilitas dapat diukur melalui tiga pendekatan, yaitu koefisien stabilitas (coefficient of stability), koefisisen ekuivalen (coefficient of equevalance) dan reliabilitas konsistensi internal (coefficient of consistence). Penelitian ini

(7)

reliabilitas menurut pendekatan reliabilatas konsistensi internal adalah konsistensi diantara butir-butir pertanyaan atau pernyataan dalam suatu instrument. Untuk mengukur konsistensi internal peneliti hanya perlu melakukan sekali pengujian dengan menggunakan teknik statistic tertentu terhadap skor jawaban responden yang dihasilkan dari instrument yang digunakan. Menurut Indriantoro dan Supomo (1991, p.181) “terdapat tiga macam teknik yang dapat digunakan untuk mengukur konsistensi internal yaitu : Split-Half Reliability Coeficient, Kuder- Richarson 20 dan Cronbach’s Alpha”. Penelitian ini menggunakan teknik Cronbach’s Alpha yang koefisiennya bervariasi dari 0 sampai 1. Jika koefisien alpha kurang dari 0,6 berarti item pengukuran tidak reliabel.

3.9. Teknik Analisis Data 3.9.1. Analisa Frekuensi

Analisa frekuensi digunakan untuk menampilkan dan mendeskriptifkan data secara umum dan hubungan antar 2 kategori. Pada analisa frekuensi ini mengubah data kuantitatif yang diperoleh dan yang masih mentah ke dalam beberapa kelas data yang sama ke dalam interval kelas, sehingga setiap kelas bisa menggambarkan karakteristik data yang ada.

Cara membuat interval kelas : 1. Membuat array

Mengurutkan data yang diperoleh dari data terkecil ke terbesar (ascending), bisa juga dari data terbesar ke data terkecil (descending).

2. Menentukan jumlah kelas

Menentukan jumlah kelas dari sekelompok data, dengan rumus : k = 1 + 3,322 Log n

Dimana ;

k = jumlah kelas n = jumlah data

(8)

3. Menentukan interval kelas

Setelah jumlah kelas ditetapkan , langkah selanjutnya adalah mengisi interval tiap kelas, dengan rumus :

range

i =

k Dimana ;

i = interval kelas

range = nilai tertinggi – nilai terendah k = jumlah kelas

3.9.2. Correspondence Analysis

Dalam menganalisis data peneliti lebih cenderung menggunakan Correspondence Analysis, karena mampu menempatkan objek pada peta sekaligus dengan atribut-atribut objek tersebut sehingga memberikan informasi yang relatif lebih lengkap. Menurut Santoso dan Tjiptono (2001, p.322) “Correspondence Analysis sendiri mempunyai ciri, yaitu data yang diinput adalah data nomerik dan pada kebanyakan kasus data yang dipakai adalah data nominal (kategori)”.

Melalui analisis korespondensi, asosiasi atau korespondensi merek-merek dan karakteristik yang membedakan setiap merek dapat ditunjukan dalam peta dua atau tiga dimensi yang memetakan karakteristik merek dan karakteristik responden. Merek-merek yang dipersepsikan sama berada pada lokasi yang berdekatan satu sama lain. Demikian pula karakteristik responden yang paling membedakan dalam membentuk preferensi merek, serta kedakatan antara kategori variabel demografi dengan posisi merek.

Referensi

Dokumen terkait

Ekoran daripada faktor perbezaan individu tersebut, pengkaji telah mendapat idea untuk membuat kajian bagi mengenal pasti gaya pembeiajaran dalam kalangan pelajar kejuruteraan

Mengingat bahasa Indonesia juga merupakan bahasa asing bagi orang Jepang, sehingga kosakata yang berkaitan erat dengan budaya Indonesia atau yang menyangkut jati

Hasil deteksi WSSV menunjukkan dari 12 sampel yang diuji terdapat 2 sampel udang vaname asal Pangandaran dan 1 sampel asal Karangsong terinfeksi sangat ringan dengan kit

1. Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atas restu dan karunia-Nyalah penulis dapat meyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. selaku Dekan Fakultas Kedokteran

Selain pemanggilan dengan cara tersebut di atas, dalam hal tempat kediaman tergugat tidak jelas atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, pemanggilan

Navedeni simptomi pobuđuju opravdanu sumnju da je neka osoba oboljela od dijabetesa, zbog toga postoje određene mjere koje se poduzimaju da bi se i ta sumnja opravdala kao što

Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, saling melindungi dan