• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 INTI PENELITIAN. Binus TV adalah media televisi komunitas yang dimiliki oleh Bina

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 3 INTI PENELITIAN. Binus TV adalah media televisi komunitas yang dimiliki oleh Bina"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

25

INTI PENELITIAN

3.1 Binus TV

Binus TV adalah media televisi komunitas yang dimiliki oleh Bina Nusantara. Sebagai media televisi komunitas kampus yang berbasis streaming, Binus TV menjadi salah satu media informasi dan komunikasi yang ada dilingkungan Bina Nusantara selain media lainnya.

Binus TV lahir dari sebuah TV Club yang beranggotakan mahasiswa Binus University yang mencintai dunia broadcasting. Diawali dari pembentukan team produksi audio visual yang beranggotakan Bobie Hartanto, Luki Timothy dan Rizza Chairunisa serta Donny de Keizer selaku Dosen Pembimbing , tim ini mulai melaksanakan produksi pertama yang sangat sederhana dengan memproduksi materi presentasi pembangunan studio marketing communication Binus University.

Tim kecil inilah yang kemudian melahirkan anggota anggota baru lainnya yang memiliki ketertarikan di dunia broadcasting sehingga akhirnya membentuk sebuah organisasi TV Club. TV Club ini untuk pertama kalinya dilantik pada tanggal 7 Desember 2009 dalam sebuah Inaugurasi TV Club yang bertempat di ruang kelas L1A. Ruangan inilah yang dikemudian hari menjadi studio mini Binus TV. Tanggal 7 desember ini pula yang ditetapkan sebagai hari lahirnya Binus TV.

Sebagai televisi komunitas yang berbasis streaming, Binus TV menyelenggarakan siarannya secara regular sejak bulan Januari 2010 dengan pola acara yang mencapai 12 jam per hari. Program program yang ditayangkan Binus TV semuanya merupakan hasil produksi Binus TV sendiri disamping ada beberapa program kerjasama dengan VOA dan Televisi Lokal.

(2)

Semuanya merupakan hasil produksi Binus TV sendiri disamping ada beberapa program kerjasama dengan VOA dan Televisi Lokal.

Saat ini Binus TV telah menempati studio operasional yang baru di Lantai 3 Gedung R Kampus Syahdan Binus University. Dengan demikian seluruh operasional siarannya telah dipusatkan di gedung ini. Peremajaan fasilitas produksi dan penyiaran terus dilakukan. Saat ini seluruh perangkat produksi Binus TV merupakan perangkat berstandart broadcast dengan menggunakan teknologi HD Digital sehingga mampu menjawab tantangan kedepan.

Sejak tahun 2011, Bina Nusantara memutuskan untuk meningkatkan status Binus TV sebagai sebuah unit yang berada langsung dibawah Grup Bina Nusantara . dengan demikian tugas sebagai media informasi dan penyiaran yang diemban oleh Binus TV kini menjadi lebih luas dengan mencakup seluruh komponen yang ada dibawah Bina Nusantara Group.

Tahun 2011 ini Binus TV berencana akan melakukan ekspansi penyiaran dengan menambah pemancar sebagai televisi komunitas yang mengjangkau area Jakarta dan sekitarnya. Sehingga siaran Binus TV tidak hanya dapat dinikmati oleh pemirsa melalui media internet, namun dpat juga dengan menggunakan pesawat penerima televisi.

Visi dan Misi Binus TV Visi

Menjadi stasiun televisi komunitas kampus terdepan di Indonesia yang melahirkan program edukatif unggulan.

Misi

Menjadi media aspirasi dan aktualisasi potensi Binusian di kancah Global

(3)

Logo Perusahaan

Gambar 3.1 Logo Binus TV

Nama Binus TV merupakan singkatan dari Bina Nusantara Televisi yang menggambarkan bahwa Binus TV merupakan Media yang menaungi Bina Nusantara Group. Simbol-simbol yang ada pada logo, merepresentasikan Visi dan Misi Bina Nusantara “A World-class Knwoledge Institusion in continuous pursuit of innovation and enterprise” (sebuah lembaga pengetahuan kelas dunia yang terus mengejar inovasi dan perusahaan).

Eye symbol in the middle : Focus and ready to observe

• Four Lines pull to the four directions : Global Mind set, forward thinking, modern, smart, dynamic & innovative

Digital Images : Has the latest information technology as a base

• Coorporate Color : Yellow 12 C suitable with Binusian Psychographic:

Urban community, dynamic, modern & technology trend setter

Symbol logo ditengah memiliki arti focus dan siap menghadapi persoalan.

• Empat garis menarik keempat arah memiliki arti berpikiran luas, berpikiran maju, modern, pintar, dinamis dan inovatif.

• Gambar digital memiliki arti Binus memiliki teknologi informasi versi terbaru sebagai dasar.

(4)

• Warna perusahaan kuning sangat cocok dengan cirri-ciri binusian yang merupakan komunitas perkotaan, dinamis, modern dan menjadi contoh dalam bidang teknologi.

Sarana Penunjang

Binus TV memiliki beberapa faslilitas penunjang yang memadai untuk mendukung kenyamanan kerja, adalah :

Gedung

Gedung yang digunakan adalah gedung R lantai 3 yang terletak di lingkungan kampus Bina Nusantara Syahdan. Ruangan yang terdapat dalam gedung R lantai 3 antara lain Lobby, News Room Radio, Post Production Radio, Make Up Room, Master Control, Announcer Booth, News Room, dan Studio.

3.2 Kegiatan Perusahaan

Gambar 3.2 Struktur Organisasi

(5)

3.3 Sistem yang Sedang Berjalan Penyiaran

1. Kerabat kerja yang terlibat dalam penyiaran adalah : a. PD Umum

b. Operator Streaming

2. Sebelum Penyiaran, PD Umum harus mempersiapkan dan menchek kembali materi siaran berupa :

a. Rundown Siaran Harian b. Kaset Materi Acara Harian c. Materi Cadangan / Back Up d. Materi Pendukung Produksi Lain

3. Selama penyiaran berlangsung PD Umum yang terlibat harus menggunakan Rundown Siaran Harian sebagai acuan penyiaran.

4. Selama penyiaran berlangsung seluruh kerabat kerja yang bertugas wajib menjaga kesinambungan siaran.

5. Selain petugas Dinas, tidak dibenarkan masuk kedalam Ruang Control dan menggunakan peralatan produksi dan penyiaran.

6. Apabila terdapat materi siaran yang mengalami kerusakan dan atau tidak dapat disiarkan karena kendala teknis atau terhenti penyiarannya ditengah jalan, maka PD Umum wajib melakukan penggantian materi dengan materi acara cadangan yang telah disiapkan dan segera melaporkan ke Kepala Studio.

7. Operator Streaming wajib mengawasi jalannya siaran melalui jalur streaming.

8. PD Umum wajib mengawasi jalannya siaran secara keseluruhan serta transisi dari satu acara ke acara yang lain.

(6)

9. Tidak dibenarkan memasukkan materi acara atau menyiarkan acara yang tidak terdapat dalam Rundown Siaran Harian.

10. Dalam hal ada siaran khusus yang sifatnya mendadak, maka PD Umum wajib melaporkan ke Kepala Studio untuk memperoleh persetujuan slot tayang.

11. Setelah selesai penyiaran, PD Umum wajib menulis laporan Siaran.

12. Proses dan urut-urutan pelaksanaan penyiaran adalah sebagai berikut : a. PD Umum dan Operator Streaming hadir 1 jam sebelum siaran dimulai b. PD Umum dan Operator Streaming yang bertugas pada Shift

berikutnya, juga harus hadir 1 jam sebelum shift petugas sebelumnya berakhir. Dalam hal petugas berhalangan maka PD Umum atau Operator Streaming yang berhalangan wajib mencarikan petugas pengganti dan melaporkannya kepada Executive Producer Binus TV.

c. PD Umum melakukan pemeriksaan Rundown dan seluruh materi siaran.

d. Operator Streaming menghidupkan peralatan Streaming dan melakukan pemeriksaan peralatan streaming.

e. PD Umum memeriksa kembali Rundown Siaran Harian dan menyesuaikan dengan materi yang telah disiapkan pada Playlist.

f. Insert materi / acara baru yang belum terdapat dalam Playlist harus dilakukan oleh PD Umum berdasarkan Rundown Siaran Harian.

Apabila ditemukan materi acara yang tidak sesuai dengan Rundown Siaran Harian maka PD Umum wajib melaporkannya kepada Executive Producer dan Kepala Studio.

(7)

g. Selama penyiaran berlangsung, penyejuk ruangan (AC) di Ruang Control harus selalu dalam keadaan menyala dan diatur pada suhu terendah, Tidak dibenarkan mematikan penyejuk ruangan selama penyiaran berlangsung.

h. PD Umum memberikan Countdown kepada Programme Director untuk melakukan siaran langsung acara.

i. PD Umum menyiapkan materi Iklan / Commercial Break selama penyiaran berlangsung.

j. PD Umum menjalankan kesinambungan acara satu dengan yang lainnya sesuai Rundown Siaran Harian.

k. Apabila Programme Director Acara berhalangan, maka PD Umum wajib menggantikan tugas Programme Director Acara.

l. Setelah selesai penyiaran, PD Umum dan Operator Streaming melakukan Sign Off dan mematikan seluruh peralatan penyiaran dan penyejuk ruangan.

m. PD Umum wajib mengisi Laporan.

Produksi Acara Studio

1. Kerabat kerja yang terlibat dalam produksi studio adalah : a. Produser

b. Programme Director

c. Asisten Programme Director d. Floor Director / Stage Manager e. Video Switcher Operator f. Chargent Operator

(8)

g. VTR Operator / Editor h. Audio Operator i. Lighting Operator j. Kameraman

k. Asisten Kameraman l. Talent / Pengisi Acara m. Unit Manager

n. Dekorasi dan Property Unit o. Asisten Produksi

p. Control Make Up & Wardrobe

2. Persiapan produksi acara studio dilakukan paling lambat 2 jam sebelum acara disiarkan dan seluruh persiapan harus telah selesai maksimal 30 menit sebelum acara dimulai,

3. Produksi acara yang sifatnya Rekaman / Taping harus dilakukan diluar jadwal siaran langsung studio.

4. Sebelum Produksi acara rekaman dilakukan, Produser dan Programme Director bersama kerabat kerja yang terkait, harus mempersiapkan dan memeriksa kembali materi acara berupa :

a. Rundown Program b. Kaset Materi / Rekaman

c. Materi Pendukung Produksi Lain

5. Selama produksi acara studio berlangsung seluruh kerabat kerja yang terlibat harus menggunakan Rundown Program.

6. Selama produksi acara studio berlangsung seluruh kerabat kerja dan pengisi acara wajib menjaga keamanan dan kenyamanan produksi.

(9)

7. Setelah produksi acara studio selesai seluruh kerabat kerja dan pengisi acara dilarang meninggalkan studio sebelum Produser dan Programme Director memeriksa dan melakukan chek ulang hasil rekaman. Apabila dinilai tidak layak, maka produser berhak melakukan rekaman ulang pada waktu yang disepakati bersama.

8. Setelah selesai produksi acara studio, Produser wajib menulis laporan penggunaan studio.

Produksi Acara

1. Produksi acara studio maupun luar studio harus melalui tahap tahap sebagai berikut:

a. Tahap Pra Produksi b. Tahap Produksi c. Tahap Pasca Produksi 2. Tahap Pra Produksi terdiri dari :

a. Penyusunan konsep/ide/design produksi acara b. Rapat Produksi

c. Rapat Teknik / Technical Meeting

d. Persiapan Administratif dan Peralatan Produksi 3. Tahap Produksi terdiri dari :

a. Syuting acara studio atau luar studio 4. Tahap Pasca Produksi terdiri dari :

a. Editing b. Evaluasi

(10)

5. Kerabat kerja yang terlibat dalam masing masing tahap produksi adalah sebagai berikut :

a. Pra Produksi

Yaitu: Produser,Programme Director, Technical Director dan Craeative b. Produksi

Yaitu: Seluruh Kerabat Kerja Produksi Studio atau Luar Studio c. Pasca Produksi

Yaitu: Seluruh Kerabat Kerja produksi Studio atau Luar Studio

6. Produksi acara studio maupun luar studio seperti acara Pergelaran Musik,Drama,Teater dan Program yang dianggap khusus, harus melakukan Latihan dan GR sebelum produksi acara dilakukan.

7. Seluruh paket acara yang diproduksi secara Live/Siaran Langsung atau Taping/Rekaman, harus didokumentasikan dan direkam dalam format kaset atau digital.

8. Materi hasil produksi acara Live/Siaran Langsung atau Taping/Rekaman harus dipegang oleh Produser dan diserahkan ke Programmer/PD Umum Siaran untuk dilakukan pemeriksaan ulang sebelum disiarkan.

9. Dalam hal produksi siaran langsung, atas izin Kepala Studio, Produser dapat menghentikan siaran apabila ditemukan materi/narasi/visual maupun tayangan yang dianggap membahayakan kepentingan Nasional, SARA dan Pornografi.

(11)

Penggunaan Peralatan Produksi Studio

1. Peralatan liputan luar studio terdiri dari : Video Mixer, Audio Mixer, Lighting system, Chargent/Grafis, Komputer VTR,Kamera, tripod dan Microphone.

2. Setiap penggunaan peralatan produksi studio harus sesuai dengan jadwal penugasan yang telah ditetap kan dan dicatat dalam Log Book penggunaan studio.

3. Setiap penggunaan peralatan produksi studio harus mendapatkan izin dari manager teknik dan diketahui oleh Kepala Studio.

4. Permintaan penggunaan peralatan liputan luar studio harus diajukan paling lambat 2 hari sebelumnya kecuali untuk liputan News atau program lain yang sifatnya mendesak dan harus mendapat persetujuan dari Kepala Studio.

5. Urut-urutan penggunaan peralatan liputan luar studio adalah sebagai berikut :

a. Pemohon mengisi Log Book penggunaan peralatan produksi studio b. Programme Director harus memeriksa seluruh jenis dan jumlah

peralatan yang akan digunakan harus sesuai dengan kebutuhan.

Pemohon tidak dibenarkan untuk mengambil atau menyiapkan peralatan sendiri

c. Pengguna peralatan produksi studio harus menggunakan peralatan tersebut sesuai dengan fungsinya. Tidak dibenarkan merekayasa dan mengalihfungsikan peralatan untuk kepentingan lain diluar fungsinya

(12)

d. Pengguna peralatan liputan luar studio WAJIB menjaga dan merawat peralatan agar tidak mengalami kerusakan, lecet atau cacat pada fisik dan komponen alat, atau hilang.

e. Peralatan yang sudah digunakan harus langsung dikembalikan ke koordinator alat setelah memeriksa kembali seluruh jenis dan jumlah peralatan yang digunakan sudah sesuai dengan semestinya

f. Tidak dibenarkan menggunakan peralatan produksi luar studio untuk kepentingan lain tanpa izin dari Kepala Studio.

Urutan Kegiatan Produksi Tahap Pra Produksi

1. Setiap sebelum penyelenggaraan produksi WAJIB membuat Design Produksi dan mendapat persetujuan dari Produser Eksekutif dan dikeetahui Kepala Studio.

2. Melakukan Meeting Produksi yang dipimpin oleh Produser dan didampingi oleh Sutradara/Program Director untuk menghasilkan draft produksi yang mencakup Naskah, Rundown, Storyboard, Daftar Pengisi acara/Talent, Daftar crew, dan Jadwal Produksi.

3. Melakukan Technical Meeting yang dihadiri oleh Produser, Program Director,Technical Director, dan Pengisi Acara/Talent.

4. Melakukan Gladi Bersih 2 (Dua) hari sebelum penyiaran acara

5. Mempersiapkan Dekorasi,Property dan kelngkapan produksi lainnya sebelum acara disiarkan

(13)

Tahap Produksi

1. Seluruh Crew WAJIB menggunakan seragam Binus TV dalam setiap penyelenggaraan produksi.

2. Melakukan Briefing sebelum Produksi dimulai dan 2(dua) jam sebelum produksi dimulai.

3. Melakukan produksi acara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan 4. Seluruh Crew yang bertugas menempati posisi sesuai dengan penugasan

Tahap Pasca Produksi

1. Paket acara rekaman WAJIB melakukan CAPTURE video langsung setelah rekaman selesai dilakukan

2. Editing materi acara dilakukan berdasarkan jadwal penggunaan alat dan deadline penyiaran

3. Seluruh materi yang telah siap siar harus dipreview oleh Eksekutif Produser dan Kepala Studio

4. Materi acara yang telah disiarkan WAJIB di simpan dalam File/Folder Arsip.

(14)

Gambar 3.3

Profil Tayangan Cinema Lounge

CINEMA LOUNGE merupakan salah satu tayangan unggulan Binus TV.

Acara ini bekerja sama dengan Jive Entertainment dan Bioskop Blitzmegaplex untuk membahas tentang film-film terbaru yang akan dan sedang tayang di bioskop. Acara ini meliputi film-film barat, terutama dari Hollywood, film-film timur seperti Bollywood, dan untuk industri film Indonesia. Oleh karena itu, dianjurkan bagi Anda untuk menonton tayangan ini jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang film nasional dan film mancanegara yang sedang tayang.

(15)

Meskipun resep rahasia dari tayangan ini adalah fokus pada film-film indie, terutama film-film yang tidak begitu dikenal oleh orang-orang industri film, salah satu tujuannya adalah untuk menampilkan film-film yang dibuat oleh insan – insan berbakat di Indonesia yang tidak hanya berharga, tetapi juga memiliki nilai moral dan layak ditonton. Tidak hanya menampilkan film, CINEMA LOUNGE juga mengundang pembicara yang memproduksi MOVIE INDIE untuk berbagi beberapa tips dan ide-ide tentang produksi film.

Tayangan ini menunjukkan dua kategori, film utama dan film yang disarankan. Film utama diambil dari film-film yang sedang ditayangkan di Blitzmegaplex, sedangkan film yang disarankan dipilih dan direkomendasikan oleh kru produksi untuk pemirsa.

CINEMA LOUNGE dibawa dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

Tidak jarang presenter Cinema Lounge, WILLIAM GRINALDI, menggunakan kostum dan alat peraga yang berhubungan dengan film yang sedang dipamerkan, itulah sebabnya mengapa tayangan ini dikategorikan sebagai hiburan dan program informatif untuk semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Profil William Grinaldi

William Grinaldi adalah seorang pria kelahiran Jakarta, lima November tahun 1988 ini memiliki pribadi yang unik, eksentrik dan dia adalah seorang yang kreatif.

Pria yang menganut nasrani ini mempunyai hobi di bidang fotografi, videografi, multimedia dan juga dia sangat gemar dalam berolahraga.

Sang presenter tayangan Cinema Lounge ini, juga berprofesi sebagai seorang Public Relation bagi Binus Tv sendiri.

(16)

Gambar 3.4

3.4 Metode Penelitian

Penelitian ini hanya akan membahas dua variabel yaitu variabel independent dan variabel dependent. Variabel independent adalah variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel lainnya. Sedangkan variabel dependent adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya. (2006:21)

Ada dua variabel yang terdapat dalam penelitian ini, yaitu:

1. Variabel Bebas (X)

Variabel bebas adalah variabel yang menjadi penyebab timbulnya atau berubahnya variabel terkait. Jadi variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi. Dalam penelitian ini, Cinema Lounge adalah variabel bebas.

(17)

2. Variabel Terkait (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang terjadi akibat adanya variabel bebas. Bisa juga disebut variabel tak bebas, yaiutu variabel yang diduga sebagai akibat dari variabel yang mendahuluinya.

Dalam penelitian ini adalah relasi tayangan Cinema Lounge terhadap minat menonton penonton.

Variabel yang akan diteliti adalah pengaruh tayangan Cinema Lounge terhadap minat menonton pada penonton, dimana variabel independent (X) adalah tayangan Cinema Lounge, sedangkan variabel dependent (Y) adalah minat menonton pada penonton. Kedua variabel tersebut merupakan variabel pokok. Hubungan variabel tersebut memiliki tiga kemungkinan:

1. Simetris

Ada hubungan tetapi sifat hubungan adalah simetris, yaitu tidak saling mempengaruhi. Perubahan pada variabel satu tidak disebabkan oleh variabel lainnya.

2. Dua variabel mempunyai hubungan dan saling mempengaruhi (timbal- balik).

3. Asimetris

Sebuah variabel mempengaruhi variabel yang lain atau sebuah variabel berubah disebabkan variabel yang lain. (2008:116)

Data-data yang didapat dalam penelitian seperti ini tentunya mempunyai peranan yang sangat penting, variabel data terdiri dari dua faktor, yaitu variabel independent dan variabel dependent, yang keduanya memiliki fungsi saling mempengaruhi yang diperoleh dari data dan jawaban dari responden. Yang menjadi

(18)

variabel independent dalam penelitian ini adalah pengaruh tayangan Cinema Lounge, sedangkan yang menjadi variabel dependent adalah minat menonton pada penonton.

3.4.1 Operasionalisasi Konsep

Tabel 3.1 Operasional Konsep

Variabel Dimensi Indikator Metode

Pengukuran Tayangan

Cinema Lounge (X)

1. Invention/

Penemuan

a. Menjelaskan tayangan Cinema Lounge secara general

b. Menjelaskan segmen – segmen yang ada di awal acara

c. Menjelaskan main movie yang akan dibahas

Skala Likert sebagai pengukur pengaruh program CINEMA LOUNGE terhadap minat menonton pada penonton.

2. Arrangement/

Persiapan

a. Kata-kata presenter menarik perhatian penonton

b. Pengorganisasian kata – kata presenter dapat menarik perhatian penonton

c. Pengorganisasian kata-kata presenter mudah dimengerti

(19)

3. Style/Gaya a. VT yang ditayangkan dikemas secara menarik b. Presenter

menggunakan wardrobe yang sesuai dengan main movie yang sedang dibahas

c. Presenter menggunakan bahasa tubuh yang menarik perhatian penonton

4. Delivery/

Pengiriman

a. Presenter menjelaskan dengan baik dan jelas mengenai film yang sedang dibahas b. Presenter

memberikan informasi tambahan mengenai film yang sedang dibahas

(20)

5. Memory/Ingatan a. Mengulas kembali segmen – segmen yang sudah dilewati di akhir acara.

b. Mengungkapkan informasi yang telah lalu Minat

Penonton (Y)

1. Emosi a. VT film yang sedang dibahas berpengaruh terhadap emosional penonton 2. Nilai a. Presenter

menjelaskan tentang makna atau benang merah dari film yang dibahas

3.Sikap a. Tergerak untuk menonton film yang dibahas di tayangan Cinema Lounge

b. Menonton film yang dibahas di tayangan Cinema Lounge setelahnya

(21)

3.4.2 Teknik Pengukuran

Dalam penelitian ini, teknik pengukuran yang digunakan adalah dengan Skala Likert. Dengan cara ini dapat dilihat dan diukur seberapa besar hubungan antara tayangan Cinema Lounge dengan minat menonton penonton, kemudian jawaban-jawaban pertanyaan tersebut diianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Spearman’s Rho.

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang sesuatu objek sikap. Objek sikap biasanya sudah ditentukan oleh peneliti secara spesifik dan sistematis, yang selanjutnya disebut dengan variabel penelitian. (2006)

Tabel 3.2 Skala Likert SANGAT

SETUJU (SS)

SETUJU (S)

TIDAK SETUJU

(TS)

SANGAT TIDAK SETUJU

(STS)

4 3 2 1

3.4.3 Populasi

Populasi berasal dari bahasa inggris, yaitu population yang artinya dalah jumlah penduduk. Masyarakat sebagian besar menghubungkan kata populasi dengan hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan kependudukan.

Populasi merupakan keseluruhan objek atau fenomena, dengan kata lain bahwa populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian berupa manusia, organisasi, kalimat, simbol-simbol non verbal, surat kabar,

(22)

radio, televisi dan sebagainya, sehingga sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh periset untuk dipelajari, untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan. (2006)

3.4.4 Sampel

Riset tidak harus dilakukan pada seluruh objek yang dijadikan pengamatan. Hal ini disebabkan keterbatasan yang dimiliki periset baik waktu, biaya, atau tenaga. Pada dasarnya periset dapat mempelajari , memprediksi, dan menjelaskan sifat-sifat suatu objek atau fenomena hanya dengan mempelajari dan mengamati sebagian dari objek atau fenomena tersebut. Sebagian dari keseluruhan objek atau fenomena yang akan diamati inilah yang disebut sampel. (2006:151).

Sampel merupakan representatif dari suatu populsi yang diteliti, sampel yang representatif bisa diartikan bahwa sampel tersebut mewakili semua unsur dalam populasi secara proporsional atau memberikan kesempatan yang sama pada semua unsur populasi untuk dipilih, sehingga dapat mewakili keadaan sebenarnya dalam keseluruhan populasi. (2006:152)

Berhubung jumlah populasi yang terlalu banyak, maka peneliti memutuskan untuk memilih sampel penelitian dengan mengguanakn rumus Taro Yamane sebagai berikut:

n = N ———

N. d2 + 1

(23)

Keterangan:

n : Jumlah Sampel N : Jumlah Populasi d2 : Derajat Ketelitian (0,1)

Rumus:

n = N ———

N. d2 + 1

n = 165 ——————

165 (0,1)2 + 1

n = 165 —————

1,65+ 1

n = 165

————— = 62,26415 2,65

n = 62,26415 (dibulatkan menjadi 62 responden)

3.4.5 Teknik Pengambilan Sampel

Pada penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, Karena penulis menganggap bahwa unsur – unsur yang dikehendaki telah ada di dalam anggota sampel yang di ambil

(24)

3.4.6 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan periset untuk mengumpulkan data. Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian, dilakukan metode-metode tertentu sesuai dengan tujuannya. Model yang dipilih untuk setiap variabel tergantung pada karakteristik data variabel, maka metode yang digunakan tidak selalu sama dalam setiap variabelnya. Teknik pengambilan data erat hubungannya dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan.

Peneliti menggunakan dua teknik pengumpulan data:

1. Pengumpulan Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti. Data primer dari penelitian ini berasal dari angket atau kuesioner yang disebarkan kepada responden. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Tujuan penyebaran kuesioner adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan.

2. Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen, publikasi yang sudah dalam bentuk jadi. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui bahan kepustakaan.

(25)

3.4.7 Teknik Pengambilan Data

Teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah melalui kuesioner. Kuesioner sendiri adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Tujuan dari digunaknnya kuesioner adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan.

3.4.8 Metode Analisis Data Analisis Regresi

Korelasi dan regresi keduanya mempunyai hubungan yang erat. Setiap regresi dipastikan terdapat korelasinya. Tetapi belum tentu korelasi dilanjutkan dengan regresi. Analisis regresi dilakukan jika korelasi antara dua variabel mempunyai hubungan kausal atau sebab akibat. Regresi ditujukan untuk mencari bentuk hubungan dua variabel atau lebih dalam bentuk fungsi atau persamaan sedangkan analisis korelasi bertujuan untuk mencari derajat keeratan hubungan dua variabel atau lebih. (2008:181)

Jika terdapat data dari dua variabel riset yang sudah diketahui yang mana variabel bebas X dan yang mana variabel terikat Y sedangkan nilai- nilai Y lainnya dapat dihitung atau diprediksi berdasarkan suatu nilai X tertentu.

Rumus:

Y = a + bX Di mana:

Y = Variabel tidak bebas (subjek dalam variabel tak bebas yang diprediksi)

(26)

X = Variabel bebas (subjek pada variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu)

a = Nilai intercept (konstan) atau harga Y bila X = 0

b = Koefisien regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependent yang didasarkan pada variabel independent. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.

Nilai a dihitung dengan rumus:

∑Y(∑X2) - ∑X ∑XY a = —————————

n ∑X2 – (∑X)2

Nilai b dihitung dengan rumus:

n∑XY - ∑X ∑XY b = —————————

n ∑X2 – (∑X)2

3.4.9 Hipotesis

Secara sederhana, hipotesis berarti jawaban sementara terhadap masalah yang sedang diteliti. Menurut Prof. Dr. S. Nasution, hipotesis ialah pernyataan tentatif yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya. (2006:37)

Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori.

Rancangan uji hipotesis penelitian ini disajikan berdasarkantujian penelitian. Tingkat kepercayaan adalah 90%, jadi tingkatpresisi atau batas ketidak akuratan sebesar α = 10% = 0,1.

(27)

Variabel X: Tayangan Cinema Lounge

Variabel Y: Minat Menonton Pada Penonton

Permasalahan:

Adakah pengaruh antara Tayangan Cinema Lounge Terhadap Minat Menonton Anggota Movie Making Club Binus International Simprug

Hipotesis:

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Tayangan Cinema Lounge Terhadap Minat Menonton pada Anggota Movie Making Club Binus International Simprug

H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara Tayangan Cinema Lounge Terhadap Minat Menonton Pada Anggota Movie Making Club Binus International Simprug

Dasar pengambilan keputusan

Sig > 0,1 Maka H0 diterima, H1 ditolak Sig < 0,1 Maka H1 diterima, H0 ditolak

Gambar

Gambar 3.2 Struktur Organisasi
Tabel 3.1 Operasional Konsep

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian irigasi pada tanaman ratoon selain bertujuan untuk menambah kelembaban tanah juga bertujuan untuk menghilangkan pengaruh dari ZPK yang diaplikasikan sebelum tanaman

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengukuran parameter fisik untuk kesesuaian pariwisata pantai yang terdiri dari kedalaman, kemiringan gisik,

Penelitian ini dilakukan di LAZ PT Semen Padang dnagan tujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pelaksanaan dari pengelolaan serta pengunaan dana yang

18 proses kunci pemberian informasi efektivitas relevansi 19 proses kunci kerja sama pimpinan jurusan produktivita s relevansi 20 proses kunci waktu mengajar dosen

Dari tabel, gambar, dan grafik rata rata uji kekerasan yang ditampilkan, diketahui bahwa nilai kekerasan rata-rata yang paling tinggi untuk pengaruh kebakaran yang

Anda juga dapat menggunakan tombol daya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan mode tidur atau hibernasi pada PC Notebook.. Jika PC Notebook tidak merespons, tekan terus tombol daya

Dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Rezeki Bersama terhadap pembuatan

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab secara langsung antara penulis dengan narasumber atau sumber data.Wawancara