• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PENDIDIKAN nespi 1

N/A
N/A
Indra Gunawan

Academic year: 2023

Membagikan "EVALUASI PENDIDIKAN nespi 1"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI PENDIDIKAN

Dipresentasikan Dalam Mata Ilmu Pendidikan

Disusun Oleh:

Nespi Septia Diana

Dosen Pembimbing:

Dr. Harza Lena, S.PdI., M.A.

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

MADRASAH ARABIYAH (MA) BAYANG 1443H / 2022

(2)

EVALUASI PENDIDIKAN A. Pendahuluan

sebelum membicarakan evaluasi dalam pendidikan, ada baiknya kita menyamakan persepsi terlebih dahulu tentang konsep dan pengertian yang akan kita gunakan. Secara garis besar berbicara evaluasi adalah berbicara tentang penilaian dimana pada saat membicarakan masalah penilaian, kita sering menggunakan beberapa istilah seperti tes, pengukuran, asesmen, dan tak terkecuali didalamnya yaitu evaluasi yang digunakan secara tumpang tindih (over lap). Berikut ini beberapa pengertian dari istilah-istilah tersebut.

1. Pengukuran adalah kegiatan penentu angka dari suatu obyek yang akan diukur, yaitu membandingkan sesuatu dengan satu ukuran, dan bersifat kuantitatif.

2. Penilaian adalah kegiatan yang dirancang untuk mengukur efektivitas pembelajara yang melibatkan semua komponen penentu keberhasilan pembelajaran.

3. Asesmen adalah proses pengumpulan 1informasi hasil belajar siswa yang diperoleh dari berbagai jenis tagihan dan mengolah untuk menilai hasil belajar dan perkembangan belajar siswa.

4. Evaluasi adalah penilaian keseluruhan program pendidikan mulai perencanaan, kurikulum dan penilain serta pelaksanaannya.

Tes adalah alat ukur untuk memperoleh informasi hasil belajar siswa yang memerlukan jawaban benar

Evaluasi berasal dari kata to evaluate yang berarti menilai. Nilai dalam bahasa arab di sebut al qimat. istilah nilai ini mulanya di populerkan oleh para filsuf. dalam hal ini, plato merupakan filsuf yang pertama kali

(3)

mengemukakannya. Pembahasan ’’nilai’’ secara khusus di perdalam dalam diskursus filsafat, terutama pada aspek oksiologinya. Begitu penting kedudukan nilai dalam filsafat sehingga para filsuf meletakan nilai sebagai muara bagi epistemologi dan antologi filsafat. Kata nilai menurut filsuf adalah idea of worth Selanjutnya, kata nilai menjadi popular

B. Pengertian Evaluasi

Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membuat keputusan, membantu pertanggungjawaban dan meningkatkan pemahaman tehadap fenomena.2

Komite Studi Nasional tentang Evaluasi dalam Eko Putro (2009:4), menyatakan bahwa: evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan, analisis dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan program selanjutnya.

Menurut Tyler (1950), evaluasi adalah proses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai. Masih banyak lagi definisi tentang evaluasi, namun semuanya selalu memuat masalah informasi dan kebijakan, yaitu informasi tentang pelaksanaan dan keberhasilan suatu program yang selanjutnya digunakan untuk menentukan kebijakan berikutnya.

Evaluasi merupakan suatu proses yang menentukan sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai (Brinkerhorff dalam Eko Putro, 2009: 4). Evaluasi meliputi pengukuran dan penilaian. Pengukuran berakaitan dengan ukuran kuantitatif, sedangkan penilaian terkait dengan kualitas (Suharsimi Arikunto).

Evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan-keputusan yang dibuat dalam

2 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada, 2003.

(4)

merancang suatu sistem pembelajaran. Pengertian tersebut memiliki tiga implikasi rumusan. Berikut ini implikasi tersebut:

1. Evaluasi adalah suatu proses yang terus menerus, sebelum, sewaktu dan sesudah proses belajar mengajar.

2. Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran.

3. Evaluasi menuntut penggunaan alat-alat ukur yang akurat dan bermakna untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan.

Evaluasi berkenaan dengan proses yang berhubungan dengan pengumpulan informasi yang memungkinkan kita menentukan :

1. Tingkat kemajuan pengajaran.

2. Ketercapaian tujuan pembelajaran.

3. Bagaimana berbuat baik pada waktu-waktu mendatang.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang (evaluator) untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program telah tercapai yang dilakukan secara berkesinambungan. 3Jadi, evaluasi pendidikan adalah proses berkesinambungan yang dilakukan oleh seseorang (evaluator) untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program dalam bidang pendidikan telah tercapai yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan berikutnya agar lebih baik.

(5)

C. Fungsi dan Tujuan Evaluasi 1. Fungsi Evaluasi

Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu:

1. Menguukur kemajuan

2. Penunjang penyusunan rencana

3. Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali

Jika dilihat dari fungsi diatas setidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi , yaitu:

1. Hasil evaluasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi itu ternyata mengembirakan, sehingga dapat memberikan rasa lega bagi evaluator, sebab tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan.

2. Hasil evaluasi itu ternyata tidak mengembirakan atau bahkan mengkhawatirkan, dengan alasan bahwa berdsar hasil evaluasi ternyata dijumpai adanya penyimpangan, hambatan, atau kendala, sehingga mengharuskan evaluator untuk bersikap waspada. 4Ia perlu memikirkan dan melakukan pengkajian ulang terhadap rencana yang telah disusun, atau mengubah dan memperbaiki cara pelaksanaannya. Berdasar data hasil evaluasi itu selanjutnya dicari metode-metode lain yang dipandang lebih tepat dan lebih sesuai dengan keadaan dan keperluan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pungsi evaluasi itu memiliki fungsi menunjang penyusunan rencana.

Sedangkan secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari 3 segi:

4 Djiwandono, Wuryani, Esti, Sri, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Grasindo, 2002.

(6)

1. Segi psikologis, kegiatan evaluasi dalam dunia pendidikan disekolah dapat disoroti dari 2 sisi, yaitu sisi peserta didik dan dari sisi pendidik.

Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing ditengah-tengah kelompok atau kelasnya.

Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kapasitas atau ketepatan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini yang telah membawa hasil, sehingga secara psikologis ia memiliki pedoman guna menentukan langkah-langkah apa saja perlu dilakukan selanjutnya.5

2. Segi didaktik.

Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara didaktik(khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan prestasinya.

Bagi pendidik, evaluasi pendidikan secara didaktik itu setidak-tidaknya memiliki 5 macam fungsi, yaitu:

1. Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.

2. Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.

3. Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.

4. Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.

5. Memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditetukan dapat dicapai.

(7)

3. Segi administratif, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki 3 macam fungsi:

a. Memberikan laporan

b. Memberikan bahan-bahan keterangan (data) c. Memberikan gambaran

Jika ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, maka fungsi evaluasi ada beberapa hal;

1. Evaluasi berfungsi selektif

Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain;6

a. Untuk memilihg siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.

b. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya c. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.

d. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya

2. Evaluasi berfungsi diagnostic.

Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Di samping itu diketahui pula sebab-musabab kelemahan itu.

3. Evaluasi berfungsi sebagai penempatan

System baru yang kini banyak dipipulerkan di negeri barat, adalah system belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya system ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemampuan individual. Akan tetapi disebabkan keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan, yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali di laksanakan.

6 Ibid h. 4

(8)

Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pastidi kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu evaluasi. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.

4. Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan.

Fungsi keempat dari evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa factor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana dan system kurikulum.7

Adapun fungsi Evaluasi dalam proses pengembangan system pendidikan dimaksudkan untuk;

a. Perbaikan system

b. Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat c. Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan

3. Tujuan Evaluasi

Tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan menurut Sudijono adalah:

1. Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

2. Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan fungsi evaluasi pendidikan menurut Arikunto adalah:

1. Berfungsi selektif. Dengan mengadakan evaluasi, guru dapat melakukan seleksi atau penilaian terhadap siswanya.

(9)

2. Berfungsi diagnostik. Dengan mengadakan evaluasi, guru dapat melakukan dignosis tentang kebaikan dan kelemahan siswanya.

3. Berfungsi sebagai penempatan. Dengan mengadakan evaluasi, guru dapat menempatkan siswa sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

4. Berfungsi sebagai pengukur keberhasilan. Dengan mengadakan evaluasi, guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program yang telah diterapkan.

Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu input, transformasi dan output.8 Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu guru, media dan bahan belajar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi.

Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.

Drs. Azhari Zakri dalam buku berjudul Mengukur Hasil Belajar (hal 72-74) menyatakan evaluasi bermanfaat bagi guru untuk:

1. Mengukur kompetensi atau kapabalitas siswa, apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan.

2. Menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan sehingga dapat menentukan tindakan perbaikan yang cocok yang dapat diadakan.

3. Memutuskan ranking siswa, dalam hal kesuksesan mereka mencapai tujuan yang telah disepakati.

4. Memberikan informasi kepada guru tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang digunakan.

5. Merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pengajaran dan menentukan apakah sumber belajar tambahan perlu digunakan.

6. Memberikan umpan balik kepada kita informasi bagi pengontrolan tentang sesuai tidaknya pengorganisasian belajar dan sumber belajar.

7. Mengetahui dimana letak hambatan pencapaian tujuan tersebut.

8 Ibid h. 4

(10)

Atas dasar ini, faktor yang paling penting dalam evaluasi itu bukan pada pemberian angka. Melainkan sebagai dasar feedback (umpan balik). Umpan balik itu sendiri sangat penting dalam rangka revisi. Sebab proses belajar mengajar itu berkelanjutan, karenanya perlu selalu melakukan penyempurnaan dalam rangka mengoptimalkan pencapaian tujuan.9

D. Jenis-jenis Evaluasi

Dengan menggunakan sistem evaluasi yang tepat sasaran maka seorang guru akan dapat mengetahui dengan pasti tentang kemajuan, kelemahan, dan hambatan- hambatan manusia didik dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada gilirannya akan di jadikan bahan perbaikan program secara langsung di lakukan remidial teaching ( perbaikan melalui kursus tambahan dan lain-lain ) atau bila di pandang perlu manusia didik di beri bimbingan belajar secara lebih insentif. Di samping itu, evaluasi prestasi belajar sudah tentu juga berfungsi melaksanakan ketentuan konstitusional yang termaktub dalam undang-undang sisdiknas No. 20/2003 bab XVI pasal 57 (1) yang berbunyi “ Evaluasi pendidikan di lakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan”. Pada prinsipnya, evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan berkesinambungan. Oleh karena itu, ragamnyapun banyak, mulai yang paling sederhana sampai yang paling kompleks.

Penilaian/evaluasi ada beberapa jenis, yaitu:

1. Penilaian Formatif; yaitu penilaian untuk mengetahui hasil belajar yang di capai oleh para peserta didik setelah menyelesaikan program dalam satuan materi pokok pada suatu bidang studi tertentu:

a. Fungsi

Untuk memperbaiki proses pembelajaran kearah yang lebih baik dan efisien atau memperbaiki satuan atau rencana pembelajaran.

b. Tujuan

(11)

Untuk mengetahui hingga dimana penguasaan peserta didik tentang materi yang diajarkan dalam satu rencana atau satuan pembelajaran.

c. Aspek penilaian

Aspek yang dinilai pada penilaian normative ialah hasil kemajuan belajar peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap terhadap materi ajar agama yang di sajikan.

10

2. Penilaian Sumatife; yaitu penilaian yang di lakukan terhadap hasil belajar peserta didik yang telah selesai mengikuti pembelajaran dalam satu catur wulan semester atau akhir tahun.

a. Fungsi

untuk mengetahui angka atau nilai murid setelah mengikuti program pembelajaran dalam satu catur wulan/ semester.

b. Tujuan

untuk mengetahui taraf hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan program pembelajaran dalam satu catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir suatu program pembelajaran pada suatu unit pendidikan tertentu.

c. Aspek Penilaian

aspek yang di nilai ialah kemajuan hasil belajar meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan murid tentang materi pembelajaran yang di berikan. Di waktu pelaksanaan, penilaian ini di laksanakan sebelum peserta didik mengikuti proses pembelajaran permulaan atau peserta didik tersebut baru akan mengikuti pendidikan di suatu tingkat tertentu.

3. Penilaian Penempatan (placement) yaitu penilaian tentang pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan di dalam situasi belajar yang sesuai dengan kondisi peserta didik.

10 Ibid h. 9

(12)

a. Fungsi

untuk mengetahui keadaan peserta didik sepintas lalu termasuk keadaan seluruh pribadinya, peserta didik tersebut dapat di tempatkan pada posisinya.

b. Tujuan

untuk menempatkan peserta didik pada tempatnya yang sebenarnya, berdasarkan bakat, minat, kemampuan, kesanggupan, serta keadaan diri peserta didik sehingga peserta didik tidak mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran atau setiap program bahan yang di sajikan guru.11

c. Aspek Penilaian

aspek yang di nilai meliputi keadaan fisik dan psikis, bakat, kemampuan, pengetahuan, pengalamn, keterampilan, sikap dan aspek lain yang di anggap perlu bagi kepentingan pendidikkan peserta didik selanjutnya, kemungkinan penilaian ini dapat juga di lakukan setelah peserta didik mengikuti pelajaran selama satu catur wulan, satu semester, satu tahun, sesuai denagn maksud lembaga pendidikan yang bersangkutan. Di waktu pelaksanaan, penilaian ini sebaiknya di laksanakn sebelum peserta didik menduduki kelas tertentu sewaktu penerimaan murid baru atau setelah naik kelas.

4. Penilaian Diagnostik; yaitu penilaian yang di lakukan terhadap hasil penganalisaan tentang keadaan belajar peserta didik baik merupakan kesulitan atau hambatan yang di temui dalam proses pembelajaran.

a. Fungsi

untuk mengetahui masalah-masalah yang di derita atau mengganggu peserta didik, sehingga peserta didik mengalami kesulitan, hambatan atau gangguan ketika mengikuti program pembelajaran dalam suatu bidang study. Kesulitan peserta didik tersebut di usahakan pemecahannya.

b. Tujuan

(13)

untuk membantu kesulitan atau mengetahui hambatan yang di alami peserta didik waktu mengikuti kegiatan pembelajaran pada suatu bidang study atau keseluruhan program pembelajaran.

c. Aspek Penilaian

aspek yang di nilai, termasuk hasil belajar yang di peroleh murid, latar belakang kehidupannya, serta semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.

d. Waktu Pelaksanaan

pelaksanaan tes diagnostik ini, sesuai dengan keperluan pembinaan dari suatu lembaga pendidikan, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan para peserta didiknya.

Jika memperhatikan evaluasi belajar jangka pendek dan jangka panjang, maka jenis evaluasi pendidikan dapat di bagi menjadi 3 macam:

1. Evaluasi harian; yaitu kegiatan evaluasi yang di lakukan sehari-hari baik di beritahukan lebih dahulu atau yidak.

2. Evaluasi umum; yaitu kegiatan evaluasi yang di lakukan pada akhir catur wulan atau semester.

3. Evaluasi pada akhir tahun ajaran, terhadap murid-murid tingkat akhir.

Muhibbin Syah dalam bukunya psikologi belajar, membagi jenis-jenis evaluasi sebagai berikut:12

a. Pre test dan post test b. Evaluasi prasyarat c. Evaluasi diagnostik d. Evaluasi formatif e. Evaluasi sumatif f. Ujian akhir nasional

Sebagaimana halnya tes pada umumnya, tes dapat di bedakan kedal;am berbagai jenis atas dasar sejumlah kriteria antara lain meliputi:

1. Kriteria cara penyusunan, dapat di adakan pembedaan antara:

a. Tes terstandar

12 Ibid h. 9

(14)

b. Tes buatan guru

2. Kriteria tujuan penyelenggaraan, dapat di bedakan menjadi:

a. Tes seleksi b. Tes penempatan

c. Tes hasil belajar tes diagnostik d. Tes uji coba

3. Kriteria tahapan atau waktu penyelanggaraan, tes dapat berupa:

a. Tes masuk b. Tes formatif c. Tes sumatif d. Pra test e. Post test

4. Kriteria acuan penilaian, dapat di bedakan menjadi:

a. Tes acuan normal b. Tes acuan patokan

13

5. Kriteria bentuk jawaban, dapat di bedakan menjadi:

a. Tes pilihan ganda b. Tes benar salah c. Tes esai

d. Tes menjodohkan e. Tes melengkap

(15)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Evaluasi berasal dari bahasa inggris “Evaluation” akar katanya value yang berarti nilai atau harga. Dalam bahasa arab disebut al-qimah atau al- taqdir. Dengan demikian secara harfiah, evaluasi pendidikan al-taqdir at-tarbawy dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah proses bimbingan secara sadar dari orang dewasa terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik, dengan cara mentransferkan berbagai aspek kehidupan, baik rohani maupun jasmani, berupa pengetahuan, kecakapan atau keterampilan sehingga membawa perubahan kepada kepribadian (personality) yang akhirnya dapat hidup bahagia (lahir maupun bathin) baik secara individu maupun dalam masyarakat serta sadar terhadap Tuhan. Jadi Evaluasi pendidikan dalam islam dapat diberi batasan sebagai suatu kegiatan untuk menentukan kemajuan sutu pekerjaan dalam proses pendidikan islam. (Nizar,2002:77) evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan tingkat kelemahan suatu proses pendidikan islam(dengan seluruh komponen yang terlibat didalam nya) dalam mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan.

Penilaian / evaluasi ada beberapa jenis, yaitu:

1. Penilaian Formatif 2. Penilaian Sumatife

3. Penilaian Penempatan (placement) 4. Penilaian Diagnostik

B. Saran

Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, untuk menyempurnakan makalah ini kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Muhammad, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1989.

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada, 2003.

Djiwandono, Wuryani, Esti, Sri, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Grasindo, 2002.

Daryanto, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Referensi

Dokumen terkait

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang

Berdasarkan fatwa ini pihak bank dapat menyalurkan dananya kepada pihak lain dengan cara mudharabah , yaitu akad kerjasama suatu usaha antara suatu usaha antara dua belah

Dengan metoda ini dibutuhkan sebuah permukaan rata untuk tempat peletakan lubang dan geometri berbentuk radius dimana lubang yang akan dibuat menjadi satu titik sumbu/center

Dalam menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa pengantar dalam kehidupan sehari- hari, tentu akan mengalami kendala-kendala yang akan menjadi tantangan dalam melestarikan

Oleh karenanya perlu di konstruk Lembar Kerja Siswa (LKS) yang merangsang siswa untuk belajar mandiri, lebih aktif, dan kreatif. LKS yang memungkinkan adalah

memperkuat prinsip kekuasaan kehakiman yang merdeka berarti suatu Kekuasaan yang berdiri sendiri dan tidak dalam intervensi dari kekuasaan lainya dalam menjalankan

Dengan membandingkan teori dan hasil yang diperoleh dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa kondisi yang paling baik untuk menghasilkan adsorben dari kulit jengkol

Berdasarkan analisis penelitian dan diuji kebenaranya berdasarkan fakta yang di temui bahwa tingkat kesegaran jasmani penghuni lapas anak kota Pekanbaru, dapat