• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesiapan Guru SMK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Ogan Ilir.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kesiapan Guru SMK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Ogan Ilir."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

DIMAS ARIF NUGROHO. Kesiapan Guru SMK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Ogan Ilir. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta. 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan guru SMK Dalam implementasi Kurikulum 2013 Di Kabupaten Ogan Ilir ditinjau dari aspek pemahaman, keterampilan dan sikap.

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model discrepancy. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah di Kabupaten Ogan Ilir dengan populasi guru SMK. Sampel penelitian ini berjumlah 94 orang yang terdiri dari 46 orang dari SMK N 1 Indralaya Utara, 25 Orang dari SMK N 1 Indralaya Selatan dan 23 orang dari SMK PGRI Tanjung Raja. Pengambilan sampel adalah dengan teknik

purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan

metode angket. Uji validitas meliputi validitas isi yaitu expert judgment dan validitas konstruk dengan rumus korelasi product moment. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru SMK di Kabupaten Ogan Ilir adalah sebagai berikut: (1) Ditinjau dari aspek pemahaman: SMK N Indralaya Utara masuk kategori sangat siap dengan skor rata-rata sebesar 50,35%,

discrepancy sebesar 21,4% (sangat rendah); SMK N 1 Indralaya Selatan masuk

kategori siap dengan skor rata-rata 46,16%, discrepancy sebesar 30,76% (rendah); dan SMK PGRI masuk kategori siap dengan skor rata-rata sebesar 47,43%,

discrepancy sebesar 27,93% (rendah). (2) Ditinjau dari aspek keterampilan: SMK

N 1 Indralaya Utara masuk kategori siap dengan skor rata-rata sebesar 24,24%,

discrepancy sebesar 32,33% (rendah); SMK N 1 Indralaya Selatan masuk kategori

siap dengan skor rata-rata sebesar 24,8%, dengan decrepancy sebesar 30% (rendah); dan SMK PGRI masuk kategori dengan siap skor rata-rata sebesar 24%,

discrepancy sebesar 33,33% (rendah). (3) Ditinjau dari aspek sikap: SMK N 1

Indralaya Utara masuk kategori sangat siap dengan skor rata-rata sebesar 42,67%,

discrepancy sebesar 23,92% (sangat rendah); SMK N 1 Indralaya Selatan masuk

kategori siap dengan skor rata-rata sebesar 41,8%,decrepancy sebesar 26,15% (rendah); dan SMK PGRI masuk kategori siap dengan skor rata-rata sebesar 40,30%, discrepancy sebesar 30% (rendah).

(2)

ABSTRACK

DIMAS ARIF NUGROHO. The Readiness of Vocational High School Teachers

in the Implementation of Curriculum 2013 in the Regency of Ogan Ilir. Thesis.

Yogyakarta: Graduate School, Yogyakarta State University. 2016.

This study aims to evaluate the readiness of vocational high school teachers in the implementation of curriculum 2013 in the Regency of Ogan Ilir in terms of the understanding, skills and attitudes aspects.

This study is evaluation research using the discrepancy model. It was conducted at three schools in the Regency of Ogan Ilir and subject was 94 vocational high school teachers consisting of 46 teachers from vocational high school (SMK) N 1 Indralaya Utara, 25 teachers from SMK N 1 Indralaya Selatan and 23 teachers from SMK PGRI Tanjung Raja. Sampling technique used purposive sampling. The data were collected by using a questionnaire. The validity was tested by using the content validity, that is expert judgment and the construct validity with the correlation formula of product moment. The reliability was tested by using Cronbach Alpha formula. The data were analyzed using the descriptive analysis.

The results of this study show that the readiness of vocational high school teachers in the Regency of Ogan Ilir is as follows: (1) In term of the understanding aspect: SMK N I Indralaya Utara is in very well prepared category with the score 50.35%, with the discrepancy of 21.4% (very low); SMK N 1 Indralaya Selatan in a ready category with the score 46.16%, with the discrepancy of 30.76% (low); SMK PGRI is a ready category with the score 47.43%, with the discrepancy of 27.93% (low). (2) In terms of skill aspect: SMK N 1 Indralaya Utara is in a ready category with the score 24.24%, with the discrepancy of 32.33% (low); SMK N 1 Indralaya Selatan is in a ready category with the score 24.8%, with the discrepancy of 30% (low); SMK PGRI is in a ready category with the score 24%, with the discrepancy of 33.33% (low). (3) In terms of the attitude aspect: SMK N I Indralaya Utara is in a very well prepared category with the score 42.67%, with the discrepancy of 23.92% (very low); SMK N 1 Indralaya Selatan is in a ready category with the score 41.8%, with the discrepancy of 26.15% (low); SMK PGRI is in a ready category with the score 40.30%, with the discrepancy of 30% (low).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru ekonomi SMA Pilot Project kurikulum 2013 di Kabupaten Sumedang siap mengimplementasikan kurikulum 2013 dilihat dari aspek

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kesiapan guru mata pelajaran geografi SMA Negeri di Kabupaten Batubaradalam menerapkan kurikulum 2013 ditinjau dari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan program keahlian Teknik Kendaraan Ringan selaku program keahlian baru dalam implementasi kurikulum 2013 di SMK N 2

Objek penelitian yaitu tingkat kesiapan kompetensi pedagogik guru mengajar mata pelajaran dasar-dasar elektronika dengan Kurikulum 2013 pada aspek pemahaman terhadap

Pemecahan masalah yang dilakukan oleh sebagian besar guru SMK terhadap kendala atau hambatan pemanfaatan TIK dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah dengan melakukan

Berdasarkan olahan data diketahui bahwa rerata kesiapan guru SMK yang sudah bersertifikasi untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 adalah 4,26 yang berarti guru

Hasil penelitian ini adalah: kesiapan guru mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas 3 Surakarta dalam implementasi kurikulum 2013 termasuk dalam kategori

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Pemahaman Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Tegal Terhadap Kurikulum