• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Interior Restoran Jepang dengan Konsep the Process of Origami Folds di Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Interior Restoran Jepang dengan Konsep the Process of Origami Folds di Bandung."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

At present, Japanese food is in the lead and thus there are a great number of

Japanese Restaurants in Indonesia, particularly in Bandung. As such, the Japanese

restaurants exist without any added values and they are there to meet the need of

the Indonesians'. Thus, this final project focuses on Japanese restaurant that

presents a little Japanese culture within, like kimono, Japanese mask and

musical instruments displayed in the gallery as one of the facilities of the

restaurant. The restaurant also has facilities for the communities of Japanese

lovers. There, they can hang out and enjoy the facilities that can satisfy their

hunger over things related to Japan.

The Theme chosen for this restaurant is Harmony in Diversity and

the concept applied is called The Process of Origami Folds that showcases the

process of origami from one room to another with different yet still harmonious

design for each room. The design is made even more sophisticated with

combination of materials while at the same time still preserves the locality of

Japan. The design is also arranged in order in that the front area is simpler as it

points out the initial process of origami. The design is even more complicated as it

is in line with the harder completion of origami. It is due to the fact that the more

complicated the pattern of the origami is, the more crease it will have. The

application of the concept will adjust with the interior and furniture of the

restaurant.

(2)

ABSTRAK

Saat ini makanan Jepang semakin digemari oleh berbagai kalangan di Indonesia sehingga

semakin banyak restoran yang menyajikan masakan Jepang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya

restoran Jepang yang mulai bermunculan di Bandung. Namun, sebagian besar restoran Jepang

hanya memenuhi keinginan warga Bandung akan makanan Jepang tanpa ada nilai tambah

lainnya. Sehingga, pada proyek tugas akhir ini dipilih restoran Jepang sebagai fasilitas makan,

dan ingin mengajak masyarakat untuk mempelajari sedikit dari budaya Jepang, dengan

menampilkan budaya khas Jepang seperti kimono, topeng khas Jepang, dan alat kesenian Jepang

yang terdapat pada galeri, yaitu pada salah satu fasilitas yang terdapat pada restoran Jepang ini.

Selain itu, pada restoran Jepang ini juga terdapat fasilitas untuk tempat bekumpulnya komunitas

pecinta Jepang, di mana mereka dapat berkumpul dan dapat menikmati fasilitas yang dapat

memenuhi kebutuhan mereka.

Tema yang dipilih untuk perancangan restoran Jepang ini adalah Harmony in Diversity dengan mengaplikasikan konsep The Process of Origami Folds yang menunjukkan proses dari lipatan origami dari ruang ke ruang lainnya namun perbedaan pada setiap desain ruangnya tetap

harmoni. Desain akan dibuat lebih modern dengan adanya kombinasi material, namun akan tetap

memasukkan elemen khas dari Jepang itu sendiri. Dalam perancangan restoran ini, desain dibuat

sesuai dengan urutan ruang di mana ruang bagian depan akan lebih sederhana karena dianggap

sebagai awal pembuatan origami. Semakin ke area belakang, desain ruang akan semakin ‘ramai’

karena sesuai dengan proses pembuatan origami, di mana semakin rumit bentuk yang ingin

dihasilkan, maka proses lipatannya akan semakin banyak pula. Pengaplikasian konsep akan

diterapkan pada elemen interior maupun furniture yang terdapat pada restoran ini.

(3)

i

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS

LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI

ABSTRAK

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI ……….….… i

DAFTAR GAMBAR ……… iv

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ………..……1

1.2 Ide/ gagasan perancangan………... 3

1.3 Rumusan Masalah ………...………..3

1.4 Tujuan Perancangan ………..……3

1.5 Manfaat Perancangan ………...….4

1.6 Ruang Lingkup Perancangan ………...… 4

1.7 Sistematika Penulisan ………..…….4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA RESTORAN JEPANG 2.1 Definisi Restoran ……….…….6

2.2 Standar Ergonomi dan Pencahayaan Restoran ……….………8

2.3 Elemen pada Rumah Jepang ………..……… 14

2.4 Taman di Jepang ……….19

(4)

ii

2.6 Kebudayaan Origami ………. 21

2.7 Kebudayaan Chanoyu ………..……….… 26

2.8 Studi Banding ……….28

BAB III RESTORAN JEPANG 3.1 Deskripsi Proyek ………36

3.2 Analisis Site ……….. 36

3.3 Identifikasi User ……….... 43

3.4 Programming……….………… 44

3.5 Implementasi Konsep ………48

BAB IV APLIKASI TEMA DAN KONSEP 4.1 Area Chanoyu ………...54

4.2 Area Galeri ………...56

4.3 Area Makan Lesehan ………....58

4.4 Area Makan Sushi Bar ………..59

4.5 Area Makan Biasa dan Area Taman ……….62

4.6 Area Makan VIP ……….…..67

4.7 Mini Theater ………..……….…..70

4.8 Mini Library ……….…72

4.9 Area Makan Teras ……….…...73

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ………...76

(5)

iii

DAFTAR PUSTAKA

(6)

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Standar Zoning pada Dapur Restoran... 8

Gambar 2.2 Standar Pengorganisasian Dapur Restoran ... 9

Gambar 2.3 Area Makan ... 10

Gambar 2.4 Meja untuk empat orang ... 11

Gambar 2.5 Ukuran Meja persegi untuk enam orang ... 11

Gambar 2.6 Jarak bersih minimal dengan zona pelayanannya ... 12

Gambar 2.7 Berbagai denah kepadatan bar dan ukurannya ... 12

Gambar 2.8 Shoji Screen ... 14

Gambar 2.9 Fusuma ... 15

Gambar 2.10 Tsuitate ... 15

Gambar 2.11 Tokonoma ... 16

Gambar 2.12 Tatami ... 16

Gambar 2.13 Contoh lampu khas Jepang ... 17

Gambar 2.14 Contoh desain meja makan Jepang ... 18

Gambar 2.15 Sushi Bar dan Teppanyaki Bar ... 18

Gambar 2.16 Taman Zen ... 20

Gambar 2.17 Origami ... 21

Gambar 2.18 Washi ... 24

Gambar 2.19 Peralatan dalam chanoyu ... 27

Gambar 2.20 Perabotan dalam chanoyu dan tempat pelaksanaannya ... 28

Gambar 2.21 Tampak depan Torigen Japanese Restaurant ... 28

Gambar 2.22 Area tunggu ... 29

Gambar 2.23 Area bar ... 29

Gambar 2.24 Area makan biasa ... 30

Gambar 2.25 Area makan smoking ... 31

Gambar 2.26 Area makan VIP ... 31

(7)

v

Gambar 2.28 Main dining area bagian pertama... 33

Gambar 2.29 Main dining area ... 33

Gambar 2.30 Main dining area ... 34

Gambar 2.31 Area sushi bar ... 34

Gambar 2.32 Area makan dengan tatami ... 35

Gambar 3.1 Bangunan 90 Gourmet pada siang hari dan malam hari ... 38

Gambar 3.2 Bangunan dalam site 90 Gourmet ... 39

Gambar 3.3 Flow Activity User ... 44

Gambar 3.4 Zoning blocking lantai dasar ... 46

Gambar 3.5 Zoning blocking lantai satu ... 47

Gambar 3.6 Zoning blocking lantai dua ... 47

Gambar 3.7 Bentuk geometrik pada rumah Jepang ... 49

Gambar 3.8 Kayu sungkai,kacam rumput sintetis dan stainless steel ... 50

Gambar 3.9 Tatami ... 50

Gambar 3.10 Batu dan Pasir ... 50

Gambar 3.11 Kertas washi dan kertas shoji ... 50

Gambar 3.12 Konsep Warna ... 51

Gambar 3.13 Konsep Pola ... 51

Gambar 3.14 Penggunaan penghawaan alami ... 52

Gambar 3.15 Jenis lampu yang digunakan ... 52

Gambar 3.16 Gambaran ambience lighting untuk perancangan restoran Jepang ... 53

Gambar 3.17 Fire Exhausting dan CCTV ... 53

Gambar 4.1 Perspektif ruang chanoyu ... 55

Gambar 4.2 Perspektif bagian depan galeri ... 56

Gambar 4.3 Display buku dan aksesoris ... 57

Gambar 4.4 Perspektif galeri dan area jembatan ... 57

Gambar 4.5 Perspektif area makan lesehan... 58

(8)

vi

Gambar 4.7 Kursi lesehan yang dapat dilipat ... 59

Gambar 4.8 Sushi Bar ... 60

Gambar 4.9 Proses pembuatan origami topi samurai ... 61

Gambar 4.10 Perspektif Sushi Bar ... 61

Gambar 4.11 Kursi panjang pada area makan biasa ... 62

Gambar 4.12 Kursi makan biasa ... 62

Gambar 4.13 Meja makan ... 63

Gambar 4.14 Meja makan ... 63

Gambar 4.15 Kursi dan meja makan area taman ... 64

Gambar 4.16 Salah satu contoh proses pembuatan origami ... 64

Gambar 4.17 Partisi di area makan biasa ... 65

Gambar 4.18 Ceiling di area makan biasa ... 66

Gambar 4.19 Lampu gantung ... 66

Gambar 4.20 Perspektif area makan biasa dan area makan taman ... 67

Gambar 4.21 Bagian pintu geser ruang VIP ... 68

Gambar 4.22 Modul dinding ruang VIP ... 69

Gambar 4.23 Bagian pintu geser ruang VIP ... 69

Gambar 4.24 Perspektif pengaplikasian meja VIP ... 70

Gambar 4.24 Perspektif ruang VIP ... 71

Gambar 4.26 Perspektif mini theater ... 72

Gambar 4.27 Perspektif mini library ... 74

Gambar 4.28 Perspektif area teras ... 75

(9)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Jepang merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan dan tradisi yang cukup

dikenal oleh negara lain. Kebudayaan Jepang berhasil disebarkan ke berbagai negara salah

satunya Indonesia dan mendapatkan respon yang positif terutama di kalangan remaja

(Setyanugroho, 2012). Suksesnya penyebaran budaya Jepang ditunjukkan oleh suksesnya

penjualan Manga (komik Jepang) dan Anime (kartun Jepang) yang dinikmati oleh remaja, serta populernya makanan - makanan Jepang di Indonesia (Putri, 2012).

Saat ini makanan Jepang semakin digemari oleh berbagai kalangan di Indonesia sehingga

semakin banyak restoran yang menyajikan masakan Jepang. Hal ini dapat dilihat dari

banyaknya restoran Jepang yang terdapat di Bandung, baik yang di mall, hotel, maupun yang

memiliki gedung sendiri, misalnya Hoka Hoka Bento, Hanamasa, Sushi Tei, Sushi Groove,

dan lain-lain.

Selain itu, terdapat komunitas di Bandung yang bernama Bandung Japanese Community di

(10)

2

animasi, manga (komik Jepang ), kesenian tradisional Jepang dan juga makanan khas Jepang.

Awalnya, para penggemar Jepang ini sering berkumpul di sebuah toko barang – barang

Jepang di Jalan Cihampelas, Bandung, karena sering mengobrol, akhirnya mereka membuat

waktu sendiri untuk berkumpul.

Oleh karena itu, dibutuhkan tempat untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menikmati

suasana makan makanan Jepang yang nyaman dan merasakan suasana budaya Jepang, serta

menikmati fasilitas – fasilitas seperti tempat makan, galeri tentang kesenian tradisional

Jepang, area perpustakaan mini bagi penggemar manga, mini theater bagi para komunitas Jepang, serta cooking class, di mana para remaja maupun orang dewasa dapat belajar bagaimana cara membuat makanan khas Jepang.

Gaya desain interior Jepang sendiri memiliki nilai yang berasal dari budaya dan tradisi yang

dimiliki secara turun temurun. Salah satu budayanya adalah origami, yaitu sebuah seni lipat

yang berasal dari China pada sekitar abad ke-7 yang kemudian dipopulerkan di negara

Jepang dan menjadi salah satu bagian budaya dari seluruh masyarakat Jepang. Dengan

penciptaan sebuah bentuk origami, seseorang diharapkan belajar keterampilan yang

tercermin dalam pembentukan wujud origami yang beragam, kesabaran yang tercermin

dalam tiap lekukan dan lipatan yang detail hingga membentuk sebuah wujud kreasi origami

yang indah.

Keseluruhan sikap yang dituntut dikuasai oleh seseorang yang membuat origami ini bisa

dirangkum dalam satu wadah konsep yang disebut dengan 和 ‘wa’ yang memiliki arti

“harmoni”. Harmoni juga bisa diartikan sebagai keselarasan dan keserasian. Inilah yang terdapat dalam konsep kehidupan orang Jepang yang selalu menjaga keharmonian dalam

kehidupannya di mana mereka menjaga sisi budaya tradisional Jepang meskipun di tengah

era modernisasi, misalnya acara seni minum teh (chanoyu).

Dari beberapa penjabaran di atas, maka dibutuhkan tempat untuk memfasilitasi orang –

orang yang menyukai makanan Jepang, di mana mereka bisa menikmati suasana budaya

(11)

3 1.2IDE/ GAGASAN PERANCANGAN

Perancangan restoran Jepang ini didesain dengan interior bernuansa origami yang

dikombinasi nuansa modern yang di dalamnya terdapat karakteristik budaya dari bangsa

Jepang sendiri. Bangunan serta hiasan ruangan tidak lepas dari unsur seperti kayu dan kertas.

Masyarakat Jepang memiliki nilai keyakinan bahwa material ini merupakan sikap Shinto, yaitu “bersatu dengan alam”. Selain itu, ada area makan yang menggunakan tatami, namun ada pula area makan yang menggunakan kursi seperti sofa atau kursi makan sehingga dapat

memberikan nuansa yang modern.

Selain itu, fasilitas yang ada di restoran ini di antaranya, galeri tentang kesenian tradisional

Jepang, sehingga pengunjung dapat mengetahui kesenian maupun budaya Jepang sendiri,

perpustakaan mini bagi komunitas penggemar manga, di mana penggemar manga dapat menikmati makanan sambil membaca komik Jepang ini, mini theater di mana para komunitas

Jepang dapat menonton bersama di tempat ini, serta cooking class di mana para remaja maupun orang dewasa dapat belajar bagaimana memasak masakan khas Jepang, serta ruang

yang dapat digunakan untuk chanoyu (acara seni minum teh).

1.3RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang dan gagasan di atas, maka dapat disimpulkan rumusan sebagai

berikut :

1. Bagaimana pengaplikasian karakteristik budaya Jepang dengan menggunakan konsep

origami ke dalam elemen interior restoran sehingga dapat menyatukan budaya dan

bentuk dari seni origami?

2. Bagaimana cara menciptakan desain interior restoran Jepang yang mampu memenuhi

kebutuhan pengunjung baik secara personal maupun komunitas?

1.4TUJUAN PERANCANGAN

1. Diharapkan dapat menciptakan desain interior restoran yang menampilkan

karakteristik budaya Jepang dengan konsep origami yang dapat menyatukan

(12)

4

2. Diharapkan mampu memenuhi kebutuhan aktivitas di restoran ini sehingga tercipta

kenyamanan bagi pengunjung.

1.5MANFAAT PERANCANGAN

1. Dapat membuat para penggemar Jepang mempunyai tempat untuk saling berkumpul.

2. Dapat membuat orang–orang menikmati fasilitas yang ada, sehingga dapat lebih

mengerti tentang kebudayaan Jepang.

1.6RUANG LINGKUP PERANCANGAN

Di dalam restoran ini, terdapat fasilitas - fasilitas di antaranya, mini galeri tentang kesenian

tradisional Jepang, sehingga pengunjung dapat mengetahui kesenian maupun budaya Jepang

sendiri, perpustakaan mini bagi penggemar manga, di mana penggemar manga dapat menikmati makanan sambil membaca komik Jepang ini, mini theater sehingga para komunitas Jepang dapat menonton bersama, serta cooking class di mana para remaja maupun orang dewasa dapat belajar bagaimana memasak masakan khas Jepang, dan ruang

yang dapat digunakan untuk chanoyu (acara seni minum teh).

1.7SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi pendahuluan yang menjelaskan latar belakang perancangan restoran Jepang,

ide/ gagasan perancangan, rumusan masalah, tujuan perancangan, manfaat perancangan,

ruang lingkup perancangan, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA RESTORAN JEPANG

Bab ini berisi tentang kajian pustaka yang berkaitan dengan desain inerior restoran Jepang,

yang akan menunjang dari proyek yang menjadi fokus penelitian.

BAB III DESKRIPSI OBJEK STUDI

Bab ini berisi tentang deskripsi proyek, deskripsi site, yang terdiri dari analisa fungsi serta

(13)

5

serta ide implementasi konsep pada obyek studi yang terdiri dari penjelasan dan

implementasi konsep dan tema, serta penjelasan mengenai konsep, bentuk, pola, warna,

tekstur, pencahayaan, penghawaan, serta keamanan.

BAB IV APLIKASI TEMA DAN KONSEP

Bab ini berisi tentang pengaplikasian tema dan konsep ke dalam perancangan restoran Jepang

ini, melalui elemen interior dan furniture pada restoran sesuai dengan tema dan konsep.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang simpulan dan saran bagi perancangan yang telah dibuat serta saran

(14)

76 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Banyak restoran yang memiliki desain dan suasana ruang yang menarik namun melupakan

upaya untuk mengajak pengunjung belajar sedikit tentang budaya itu sendiri, sehingga

pengunjung terbiasa hanya menyantap makanan dan menikmati suasananya tanpa memiliki

rasa keingintahuan tentang latar belakang dan budayanya. Selain itu, terdapat pula

komunitas pecinta Jepang yang seringkali tidak memiliki wadah dan fasilitas untuk mereka

berkumpul bersama. Perancangan restoran Jepang ini diharapkan mampu meningkatkan rasa

keingintahuan pengunjung dan semangat positif untuk menikmati makanan seraya

mempelajari sedikit tentang budayanya. Di dalam restoran Jepang ini juga terdapat tempat

serta fasilitas agar para komunitas Jepang memiliki wadah untuk mereka berkumpul dan

mengobrol bersama.

Pengaplikasian tema dan konsep ini diterapkan ke dalam berbagai elemen interior maupun

furniture pada restoran ini, di mana dalam perancangan restoran ini, suasana ruang dibuat

(15)

77

menggunakan finishing HPL) serta tetap memasukkan material dan elemen khas dari Jepang

itu sendiri.

Perancangan restoran Jepang ini mengambil konsep dari proses lipatan origami yang

merupakan budaya khas dari Jepang, di mana setiap ruang memiliki alur dari lipatan

origami, dari yang sederhana sampai kombinasi lipatan origami. Area chanoyu diletakkan di

area depan karena menurut fungsinya tidak dapat menggunakan bentuk yang

bermacam-macam sehingga desain pada ruang ini sangat sederhana karena dianggap seperti proses

lipatan origami yang pada awalnya hanya dari sebuah kertas berbentuk bujur sangkar.

Ketika pengunjung semakin masuk ke area belakang, maka desain akan semakin terlihat ‘ramai’ karena dalam proses lipatan origami, semakin rumit bentuk yang ingin dihasilkan maka proses lipatannya akan semakin banyak pula. Penyatuan karakteristik budaya dan

bentuk dari seni proses origami itu sendiri diperlihatkan dengan menggabungkan lipatan

origami dari segi furniture maupun elemen interior dengan tetap memasukkan budaya dan

elemen khas Jepang, sehingga suasana Jepang pun dapat tetap terasa. Misalnya dengan

mengaplikasikan area makan lesehan di mana pengunjung makan dengan menggunakan bantalan, seperti gaya makan yang khas dari Jepang. Selain itu juga menampilkan pola –

pola yang khas dari Jepang seperti bentuk kotak-kotak, kayu yang dipasang memanjang,

serta adanya elemen shoji screen yang merupakan elemen yang paling khas dari Jepang. Selain itu, dengan penambahan rangkaian bunga sakura dapat membuat pengunjung dapat

merasakan suasana Jepang.

Dalam perancangan ini, untuk memperkenalkan budaya Jepang terdapat pula area galeri

yang di dalamnya terdapat benda-benda khas Jepang seperti pakaian, topeng, lukisan dan

buku – buku mengenai budaya Jepang. Selain itu, terdapat area chanoyu di mana area ini dapat memperkenalkan budaya minum teh khas Jepang.

5.2 Saran

 Bagi Fakultas Seni Rupa dan Desain Maranatha akan lebih baik untuk dapat

menyediakan lebih banyak referensi desain restoran mencakup standar dan referensi

(16)

78

 Bagi mahasiswa lain sebaiknya melakukan studi pustaka yang mendalam, studi referensi desain yang menarik dan melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang akan

didesain sehingga dapat menghasilkan sebuah desain yang unik dan dapat memenuhi

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Akmal, Imelda. (2013). Contemporary Restaurant. Jakarta: Imaji Media Pustaka.

De Mente, Boye Lafayette. (2006). Elements of Japanese Design. Canada: Periplus Edition.

Ikeda, Yoshikazu. (2001).Japan at a Glance Updated. Japan: Kodansha.

Jitsukawa,M. (2004). Contemporary Japanese Restaurant Design. Singapore: Periplus Edition.

Karlen,Mark & James, Benya. ( 2008). Dasar – Dasar Desain Pencahayaan. Jakarta: Erlangga.

Neufert,E., & Neufert,P. (2002). Architects’ Data Third Edition. Black Well Science.

Panero,J., & Zelnik,M. (2003). Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta: Erlangga.

Sadler, A.L. (1998). Cha-No-Yu The Japanese Tea Ceremony. Singapore: Twelfth.

Takei, Naoki. (2001). Japanese Culture. Japan: Shinaco CO.

Website

http://www.id.emb-japan.go.jp/expljp_09.html

http://rinakurniawati.wordpress.com/2013/01/11/definisi-restoran-kualitas-pelayanan-dan-kepuasan-pelanggan/

http://books.google.co.id/books?id=_wtaJXW_Fd0C&pg=PA124&lpg=PA124&dq=standar+are

a+dapur+dengan+area+makan&source=bl&ots=KVZb6tizPZ&sig=zHfqnM-vvAZ8LI4KBiKycnl9rLQ&hl=en&sa=X&ei=gnJGVIrgDIXcmAXt1IDgCw&redir_esc=y#v=on

epage&q=standar%20area%20dapur%20dengan%20area%20makan&f=false

http://jepang.panduanwisata.com/2012/05/26/lanskap-indah-taman-karesansui-jepang/

http://www.rudydewanto.com/2010/04/taman-jepang.html

http://www.infojepang.net/daftar-makanan-khas-jepang/

http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/tambahan/rangkuman_budaya.html

(18)

Referensi

Dokumen terkait