• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF SCRIPT PADA MATA PELAJARAN PAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF SCRIPT PADA MATA PELAJARAN PAI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1613

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF SCRIPT PADA MATA

PELAJARAN PAI

FATHUL JANNAH

Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini berbicara tentang peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran cooperative script. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Melalui Model Pembelajaran Cooperatif Script pada mata pelajaran PAI. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengumpulkan data observasi dan tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu yang berjumlah 24 peserta didik. Penelitian ini dlakukan dengan dua siklus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tekhnik analisis deskriptif kualitatif dengan pesrsentase. Hasil belajar pada pra siklus diketahui bahwa dari 24 siswa yang tuntas KKM hanya 8 siswa atau 33%, kemudian pada siklus I meningkat sebanyak 15 siswa atau 63%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 21 siswa atau 88%, sedangkan indikator keberhasilan hasil belajar dalam penelitian ini seberar 83%. Dari keterangan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu Mata pelajaran PAI Dalam Materi Malaikat Selalu Bersamaku Tahun Pelajaran 2021/2022.

Kata Kunci : Metode Cooperatif Script, Hasil Belajar, Mata Pelajaran PAI

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu rangkaian peristiwa yang kompleks dan merupakan komunikasi antar manusia sehingga manusia itu tumbuh sebagai pribadi yang utuh.

Selain itu dalam pendidikan, proses belajar mengajar tergantung dari apa yang dilakukan guru dalam pembelajaran di kelas, proses pembelajaran dikelas adalah salah satu tahap yang sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Proses pembelajaran yang berkembang di kelas umumnya ditentukan oleh peran para guru dan siswa sebagai

(2)

individu-individu yang terlibat langsung didalam proses tersebut. Upaya meningkatkan keberhasilan pembelajaran, merupakan tantangan yang selalu dihadapi oleh setiap orang yang berkecimpung dalam profesi keguruan dan kependidikan. Salah satu tolok ukur untuk menilai keberhasilan mengajar adalah menggunakan hasil penilaian yang dicapai oleh siswa dalam belajar (Sumiati & Asra, 2016)

Upaya peningkatan mutu pendidikan haruslah dilakukan dengan menggerakkan seluruh komponen yang menjadi subsistem dalam suatu sistem mutu pendidikan.

Subsistem yang utama dan pertama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah faktor guru. Di tangan gurulah hasil pembelajaran yang merupakan salah satu indikator mutu pendidikan lebih banyak ditentukan, yakni pembelajaran yang baik sekaligus bernilai sebagai pemberdayaan kemampuan dan kesanggupan peserta didik.

Menurut Rahmawati (2017:49) guru dan proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang sangat berpegaruh dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan menurut Chairul Anwar, et.al (2018:78) Pendidikan yang kita butuhkan tentulah bukan sekedar teori melainkan praktek, begitu halnya bahwa pendidikan yang kita pelajari juga bukanlah hanya pendidikan umum saja melainkan pendidikan agama yang akan sangat baik jika kita tanamkan sejak dini, dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menghasilkan generasi yang berpendidikan, berakhlak dan berkarakter tentunya. Salah satu panduan memperkuat karakter adalah dengan menyediakan pendidikan agama Islam. Indonesia membutuhkan ajaran Islam pendidikan agama dalam setiap jenis dan tingkat pendidikan.

Model Pembelajaran Cooperative Script adalah Model Pembelajaran dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian untuk mendapatkan peningkatan hasil belajar yang lebih besar diperoleh untuk bagian materi saat itu kepada pasangannya dari pada materi saat siswa berperan sebagai pendengar. (Surawan, 2020: 95). Dalam Model Pembelajaran ini siswa bekerja secara berpasangan dan secara bergantian membuat ringkasan bagian materi pelajaran untuk teman pasangannya. Sementara satu siswa membuat ringkasan, siswa yang lain mendengarkan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan atau bagian-bagian penting yang hilang.

Selanjutya kedua siswa itu berganti peran, melanjutkan cara ini hingga seluruh materi pelajaran dipelajari. Sejumlah studi tentang cooperative script ini telah secara konsisten menemukan bahwa siswa yang belajar dengan cara ini, dapat belajar dan mengedepankan materi lebih banyak dari pada siswa yang membuat ringkasan untuk diri mereka sendiri atau mereka yang hanya sekedar membaca materi pelajaran itu. Ada suatu

(3)

1615 hal yang menarik dari partisipan dalam Model Pembelajaran cooperative script ini mendapatkan peningkatan hasil belajar dari aktivitasnya, dan guru ini hanya sebagai fasilitator sedangkan muridnya yang aktif dalam pembelajaran berlangsung..

Dari kalimat di atas penulis beranggapan bahwa Model Pembelajaran ini adalah salah satu Model Pembelajaran yang relevan untuk diterapkan pada pembelajaran, ditambah lagi keberhasilan yang diperoleh oleh beberapa peneliti sebelumnya, yang juga menerapkan Model Pembelajaran ini, seperti :

a. DESI LARASWATI (2018)

Dalam penelitian yang berjudul “Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Script Dalam Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII A Di Mts Darul Ulum Desa Talang Way Sulan Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan T.A 2018/2019”. Penitian ini bertujuan untuk :

1. Meningkatkan minat belajar Siswa kelas VIII A pada pembelajaran Akidah Akhlak di Mts Darul Ulum Desa Talang Way Sulan Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan melalui implementasi Model Pembelajaran Cooperative Script.

2. Meningkatkan hasil Belajar Siswa kelas VIII A pada pembelajaran Akidah Akhlak di Mts Darul Ulum Desa Talang Way Sulan Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan melalui implementasi Model Pembelajaran Cooperative Script.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi peningkatan minat dan hasil belajar akidah akhlak kelas VIII A MTs Darul Ulum Desa Talang Way Sulan Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan melalui penerapan metode cooperative script TA. 2018/2019. Dengan keterangan sebagai berikut :

1. Minat

Dengan data awal sebesar 44% dengan pelaksanaan siklus I meningkat menjadi 78%, selanjutnya pada siklus II dari 78% meningkat menjadi 100%.

2. Hasil Belajar

Dengan data awal hasil belajar tuntas KKM sebesar 44%, kemudian dilakukan penelitian dengan target nilai yang ingin dicapai yaitu 80, maka

(4)

pada siklus I diperoleh data peningktana hasil belajar sebesar 55%, dan pada siklus II dari 55% meningkat mencapai 94%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi metode Cooperative Script dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII A pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Ulum Desa Talang Way Sulan, Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan T.A 2018/2019.

b. PIKA PARADISE (2019)

Penelitiannya berjudul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE SCRIPT (Studi Di Kelas V SD Negeri 65 Kaur). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan Model pembelajaran Cooperative Scirpt pada siswa Kelas V SDN 65 Kaur.

Berdasarkan hasil penelitiannya, dapat disimpulan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative script pembelajaran bahasa indonesia sub pokok memahami bentuk dan manfaat menulis karangan dapat meningkatkan ketuntasan belajar, yaitu sebelum penelitian dilakukan peneliti mengadakan observasi awal yaitu dengan nilai rata-rata 57,82. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar rendah. Pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran cooperative script diperoleh nilai rata-rata 64,56, nilai tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus II hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yakni dengan nilai rata-rata 72,60. Berdasarkan hasil analisa data diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperative script dapat mengingkatkan prestasi belajar bahasa indonesia siswa kelas V SD Negeri 65 Kaur

c. Qonit Darojat, Hety Mustika Ani, dan Bambang Suyad (2018)

Penelitian mereka berjudul “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA (Studi Kasus pada Siswa Kelas X IPS 1 di SMA Negeri 4 Jember Mata Pelajaran Ekonomi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Perkoperasian dalam Perekonomian Indonesia Semester Genap Tahun Ajaran 2017/2018)”

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat

(5)

1617 meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 4 Jember pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar perkoperasian dalam perekonomian Indonesia semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Kaktifan siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Cooperative Script masih tergolong rendah, tetapi setelah diterapkan model pembelajaran Cooperative Script keaktifan siswa meningkat. Pada siklus I keaktifan siswa masih dalam kategori sedang dengan skor 2,8 kemudian dilakukan perbaikan pada siklus II sehingga terjadi peningkatan sebesar 0,80 dengan skor 3,6 dalam kategori aktif.

Hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Cooperative Script juga meningkat. Pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 78,5 dengan ketuntasan klasikal sebesar 79.41%. Meningkat pada siklus II nilai rata-rata siswa sebesar 86,3 dengan ketuntasan klasikal siswa sebesar 91,17%.

Berbekal dari keberhasilan yang diperoleh oleh beberapa peneliti sebelumnya diatas, yang juga menerapkan Model Pembelajaran Cooperatif Script, maka judul penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah "Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Cooperatif Script Pada Mata Pelajaran PAI”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam materi Malaikat Selalu Bersamaku Pada Mata Pelajaran PAI Melalui Model Pembelajaran Cooperatif Script Kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu Tahun Pelajaran2021/2022

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang artinya penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian dikelas tersebut. Secara lebih luas penelitian tindakan diartikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerpan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subjek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikna tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.

Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu kegiatan penelitian dengan mencermati sebuah kegiatan belajar yang diberikan tindakan, yang secara sengaja dimunculkan.

(6)

Atau juga dapat dipahami bahwa PTK sebenarnya disebut dengan penelitian tindakan yang mengambil subjek penelitiannya di dalam kelas.

Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu, pada bulan Agustus semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2022. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 24 orang. Objek penelitian ini adalah materi “Malaikat Selalu Bersamaku”.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis dan observasi.

1. Tes

Tes adalah alat untuk memperoleh data-data atau keterangan- keterangan mengenai sejauh mana kemampuan peserta didik dan juga untuk melihat tingkat keberhasilan peserta didik dari suatu materi ajar yang disampaikan. Pemberian tes dalam penelitian ini terbagi atas tes awal (pre test) dan tes akhir (post test) yang berupa tes tertulis (pilihan ganda dan benar salah). Akan tetapi untuk analisis data yang dipergunakan hanya post test.

2. Observsi

Observasi digunakan untuk mengambil data mengenai kegiatan peserta didik saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Apakah peserta didik aktif dalam proses pembelajaran tersebut.

Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif dengan persentase, yaitu data yang diperoleh atau terkumpul dalam bentuk angka, lalu dihitung dalam bentuk angka dan kemudian dihitung dalam bentuk persentase, dengan maksud untuk mengetahui status sesuatu yang dipersentasikan dan disajikan berupa persentase lalu ditafsirkankedalam kalimat yang bersifat kualitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data awal hasil belajar diambil pada tahap pra siklus, yang dimana masih ada beberapa siswa memperoleh nilai dibawah KKM. Adapun data nilainya sebagai berikut :

Tabel 1

DATA HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA PRA SIKLUS

No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan

(7)

1619

1 Ahmad Syarnubi 75 80 Tuntas

2 Alvin Ramadhan 75 80 Tuntas

3 Anisa Lailatul Hasanah 75 80 Tuntas

4 Halimatus Sa'diah 75 80 Tuntas

5 Khairiyah Anisa 75 40 Belum Tuntas

6 Laila Ajijah 75 70 Belum Tuntas

7 Laureza Gusti Maulana 75 80 Tuntas

8 M. Zefri Ramadhan 75 60 Belum Tuntas

9 Muhammad Ardjun Ananta 75 40 Belum Tuntas

10 Muhammad Iqbal 75 80 Tuntas

11 Muhammad Rizan Taufik 75 60 Belum Tuntas

12 Muhammad Shabirin Mochtar 75 40 Belum Tuntas

13 Nabila Riska 75 60 Belum Tuntas

14 Nazwa Asrarina 75 60 Belum Tuntas

15 Nur Nayla Rahmah 75 60 Belum Tuntas

16 NurAzizah 75 30 Belum Tuntas

17 Nurhayatun Tayibah 75 40 Belum Tuntas

18 Rasti Rahayunia 75 60 Belum Tuntas

19 Reva Aulia Rianti 75 80 Tuntas

20 Rizkila maulida 75 80 Tuntas

21 Sholehah 75 60 Belum Tuntas

22 Siti Hadiyatina 75 40 Belum Tuntas

23 widia sawitri 75 40 Belum Tuntas

24 Zulfa anshari 75 40 Belum Tuntas

Keterangan :

Berdasarkan tabel data nilai pra siklus diatas menunjukkan bahwa dari 24 siswa kelas X MIA masih terdapat 16 siswa yang memperoleh nilai dengan keterangan belum tuntas.

Dari tabel diatas dapat dipahami bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran PAI kelas X MIA belum maksimal sehingga untuk meningkatkannya peneliti mencoba menerapkan metode cooperative script..

(8)

Pada siklus 1 dilakukan satu kali pertemuan pada hari kamis 12 Agustus 2021.

Adapun hasil data yang diperoleh dari Siklus I sebagai berikut : Tabel 2

DATA HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA SIKLUS 1

No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan

1 Ahmad Syarnubi 75 90 Tuntas

2 Alvin Ramadhan 75 80 Tuntas

3 Anisa Lailatul Hasanah 75 80 Tuntas

4 Halimatus Sa'diah 75 90 Tuntas

5 Khairiyah Anisa 75 40 Tidak Tuntas

6 Laila Ajijah 75 80 Tuntas

7 Laureza Gusti Maulana 75 80 Tuntas

8 M. Zefri Ramadhan 75 80 Tuntas

9 Muhammad Ardjun Ananta 75 60 Tidak Tuntas

10 Muhammad Iqbal 75 80 Tuntas

11 Muhammad Rizan Taufik 75 80 Tuntas

12 Muhammad Shabirin Mochtar 75 40 Tidak Tuntas

13 Nabila Riska 75 60 Tidak Tuntas

14 Nazwa Asrarina 75 80 Tuntas

15 Nur Nayla Rahmah 75 60 Tidak Tuntas

16 NurAzizah 75 40 Tidak Tuntas

17 Nurhayatun Tayibah 75 80 Tuntas

18 Rasti Rahayunia 75 60 Tidak Tuntas

19 Reva Aulia Rianti 75 80 Tuntas

20 Rizkila maulida 75 80 Tuntas

21 Sholehah 75 80 Tuntas

22 Siti Hadiyatina 75 60 Tidak Tuntas

23 widia sawitri 75 60 Tidak Tuntas

24 Zulfa anshari 75 80 Tuntas

Berdasarkan tabel data hasil belajar mata pelajaran PAI siswa keals X MIA pada siklus 1 dapat diketahui dari 24 siswa yang memperoleh nilai dengan kategori tuntas sebanyak 15 siswa siswa sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori

(9)

1621 belum tuntas sebanyak 9 siswa sehingga keberhasilan dalam penelitian pada siklus 1 sebesar (63%), sedangkan dalam indikator keberhasilan penelitian pada hasil belajar yang dibuat peneliti adalah sebesar 83%. Dengan demikian penelitian ini belum berhasil sehingga diperlukan tidakan selanjutnya yaitu dilakukannya siklus II.

Adapun hasil data yang diperoleh dari Siklus II yang dilakukan pada hari kamis tanggal 19 Agustus 2021 adalah sebagai berikut :

Tabel 3

DATA HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA SIKLUS 1I

No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan

1 Ahmad Syarnubi 75 100 Tuntas

2 Alvin Ramadhan 75 100 Tuntas

3 Anisa Lailatul Hasanah 75 90 Tuntas

4 Halimatus Sa'diah 75 80 Tuntas

5 Khairiyah Anisa 75 60 Tidak Tuntas

6 Laila Ajijah 75 90 Tuntas

7 Laureza Gusti Maulana 75 90 Tuntas

8 M. Zefri Ramadhan 75 80 Tuntas

9 Muhammad Ardjun Ananta 75 80 Tuntas

10 Muhammad Iqbal 75 90 Tuntas

11 Muhammad Rizan Taufik 75 90 Tuntas

12 Muhammad Shabirin Mochtar 75 90 Tuntas

13 Nabila Riska 75 80 Tuntas

14 Nazwa Asrarina 75 90 Tuntas

15 Nur Nayla Rahmah 75 60 Tidak Tuntas

16 NurAzizah 75 80 Tuntas

17 Nurhayatun Tayibah 75 100 Tuntas

18 Rasti Rahayunia 75 80 Tuntas

19 Reva Aulia Rianti 75 90 Tuntas

20 Rizkila maulida 75 90 Tuntas

21 Sholehah 75 100 Tuntas

22 Siti Hadiyatina 75 60 Tidak Tuntas

23 widia sawitri 75 80 Tuntas

(10)

24 Zulfa anshari 75 90 Tuntas

Berdasarkan tabel data hasil belajar pada siklus II diatas dapat diketahui bahwa masih ada 3 dari 24 siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM. Namun indikator keberhasilan pada siklus II ini mencapai 88% melebihi indikator keberhasilan yang dibuat peneliti yakni sebesar 83%. Dengan demikian penelitian ini dianggap berhasil atau sudah cukup.

Adapun tabel hasil pengolahan data sebagai berikut : Tabel 4

Rekapitulasi Data Keberhasilan Penelitian Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

Variable yang di

Teliti Pra Siklus Siklus I Siklus II

Hasi Belajar 33% 63% 88%

Berdasarkan tabel tersebut, saat pra siklus menunjukkan bahwa dari 24 siswa yang tuntas dari KKM hanya 8 siswa atau 33 %, kemudian pada siklus I siswa yang berhasil mencapai KKM sebanyak 15 Siswa atau 63%, dan pada siklus II meningkat menjadi 21 siswa atau 88%.

Berikut grafik peningkatan ketuntasan hasil belajar dari Pra siklus, siklus I, dan siklus II :

Gambar 1

Grafik Ketuntasan Hasil Belajar

Pada Mata Pelajaran PAI Kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu Tahun Pelajaran 2021/2022

0 20 40 60 80 100

Pra Siklus

Silus I Siklus II

Hasil…

(11)

1623 . Grafik diatas merupakan gambaran bahwa hasil belajar siswa saat pra siklus sebesar 33%, pada siklus I meningkat menjadi 63% dan pada siklus II meningkat menjadi 88%.

Hasil tersebut membuat peneliti cukup puas dan menghentikan penelitian setelah melaksanakan siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa model cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar peserta Didik kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu Mata pelajaran PAI Dalam Materi Malaikat Selalu Bersamaku Tahun Pelajaran 2021/2022.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada mata pelajaraan PAI kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu Desa Pacakan Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten tanah Bumbu melalui penerapan model pembelajaran cooperative script TA. 2018/2019. Dengan data awal (pra siklus) siswa yang tuntas KKM hanya sebesar 33%, kemudian ditetapkan indikator keberhasilan sebesar 83%. Pada siklus I diperoleh data peningkatan hasil belajar sebesar 63%, dan pada siklus II meningkat menjadi mencapai 88%.

Maka dapat disimpulkan bahwa model cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar peserta Didik kelas X MIA SMA Negeri 1 Kusan Hulu Mata pelajaran PAI Dalam Materi Malaikat Selalu Bersamaku Tahun Pelajaran 2021/2022.

DAFTAR PUSTAKA

Darojat, Q., Ani, H. M., & Suyadi, B. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa. JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial.

Fimansyah, D. (2015). Pengaruh Strategi pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Judika (Jurnal Pendidikan UNSIKA),

Hamid, M. A., Hilmi, D., & Mustofa, M. S. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Teori Belajar Konstruktivisme Untuk Mahasiswa. Arabi: Journal of Arabic Studies, 4(1)

(12)

Laraswati, D. (2019). IMPLEMENTASI METODE COOPERATIVE SCRIPT DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII A DI MTs DARUL ULUM DESA TALANG WAY SULAN KECAMATAN WAY SULAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TA 2018/2019 (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Khairunnisa, A. (2015). Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Pada Keterampilan Menyimak Siswa Kelas XI Smk Negeri 1 Boyolangu. Laterne, 4(1).

Kurniawan, B., Wiharna, O., & Permana, T. (2017). Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar pada mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif. Journal of Mechanical Engineering Education, 4(2).

Natalina, M. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII5 SMP Negeri 14 Pekanbaru Tahun Ajaran 2012/2013. Biogenesis, 10(1), 44-52.

Nurrita, Teni. "Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa." MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah 3.1 (2018):

171-210.

Paradise, P. (2019). PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE SCRIPT (Studi Di Kelas V SD Negeri 65 Kaur) (Doctoral dissertation, IAIN Bengkulu).

Surawan. 2020. Dinamika Dalam Belajar : Sebuah Kajian Psikologi Penelitian. Yogyakarta: K- Media.

Sutrisno, V. L. P., & Siswanto, B. T. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada pembelajaran praktik kelistrikan otomotif SMK di Kota Yogyakarta. Jurnal pendidikan vokasi, 6(1), 111-120.

Tulloh, H. (2016). Hubungan Model Pembelajaran Cooperative Script Dengan Model Pembelajaran Cooperative Sq3r Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 3(2), 116-136.

Referensi

Dokumen terkait

Relasi yang intim dengan Allah akan memperkokoh spiritualitas kehidupan kita, dan spiritualitas yang kokoh membuat kita tidak mudah tergoncang dalam badai apapun yang menimpa

Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk

Metode yang digunakan untuk melihat tingkat infeksi mikoriza ada akar mengikuti metode Phylip dan Hyman (dalam Setiadi dan Setiawan, 2011) Sampel akar tanaman pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (58,1%) memiliki frekuensi makan tinggi (≥ 3 kali sehari), sebagian besar responden (64,9%) mengkonsumsi makanan

1) Memperkenalkan objek wisata agar menarik wisatawan bisa dilakukan melalui pramuwisata, atau travel biro yang menangani wisatawan mencapai tujuan wisata, dengan

Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1.Penokohan yang dilakukan Mulyadi Jayabaya menjelang Pilgub Banten 2017 lebih dalam lagi dalam pengenalan ketokohannya

1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang terdiri dari faktor higienis dan faktor motivator berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dan faktor

b. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan, diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta