• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEK VARIASI TEGANGAN NORMAL TERHADAP FRIKSI TANAH-BETON DENGAN UJI GESER LANGSUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEK VARIASI TEGANGAN NORMAL TERHADAP FRIKSI TANAH-BETON DENGAN UJI GESER LANGSUNG"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

EFEK VARIASI TEGANGAN NORMAL TERHADAP FRIKSI

TANAH-BETON DENGAN UJI GESER LANGSUNG

NICHOLAS HARSENO

NPM: 2012410160

PEMBIMBING: Anastasia Sri Lestari, Ir., MT.

UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

(Terakreditasi Berdasarkan SK BAN-PT Nomor:227/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/XI/2013)

BANDUNG

JANUARI 2017

(2)
(3)
(4)

ii

EFEK VARIASI TEGANGAN NORMAL TERHADAP FRIKSI

BETON TANAH KOHESIF DENGAN UJI GESER

LANGSUNG

Nicholas Harseno 2012410160

Pembimbing: Anastasia Sri Lestari, Ir., MT.

UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

(Terakreditasi Berdasarkan SK BAN-PT Nomor:227/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/XI/2013)

BANDUNG JANUARI 2016

ABSTRAK

Pada konstruksi bangunan, pondasi merupakan salah satu bagian yang paling penting karena merupakan bagian dasar dari konstruksi bangunan. Karena hal ini daya dukung pada pondasi merupakan hal yang menjadi perhatian untuk seorang praktisi Teknik Sipil. Sebelumnya sudah dilakukan penelitian efek variasi kekasaran permukaan beton pada nilai gesekkan tanah beton, namun pada penelitian tersebut belum terlihat efek dari tegangan normal pada uji tersebut. Untuk itu perlu diteliti secara lebih dalam tentang efek tegangan normal pada friksi dan tegangan geser uji geser tanah beton.

Pada pengujian yang dilakukan, tegangan normal akan divariasikan untuk melihat efek dari tegangan normal terhadap friksi beton tanah. Tanah yang digunakan untuk pengujian adalah tanah kohesif. Maksud dari tegan gan normal pada uji di sini adalah untuk mensimulasikan tekanan lateral yang diterima oleh pondasi tiang pada kedalaman berbeda.

Untuk penelitian yang dilakukan, alat alat yang digunakan antara lain adalah Direct Shear untuk uji kuat geser antara beton dan tanah, alat Unconfined Compression Test untuk mendapatkan nilai Cu tanah, dan Surface roughness test untuk uji kekasaran permukaan beton.

(5)

iii

EFFECTS OF NORMAL STRESS VARIATIONS TOWARDS

THE FRICTION OF CONCRETE COHESIVE SOIL WITH

DIRECT SHEAR TEST

Nicholas Harseno 2012410160

Mentor : Anastasia Sri Lestari, Ir., MT.

PARAHYANGAN CATHOLIC UNIVERSITY FACULTY OF ENGINEERING

DEPARTMENT OF CIVIL ENGINEERING

(Accredited by SK BAN-PT Nomor:227/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/XI/2013)

BANDUNG JANUARY 2016

ABSTRACT

In building construction, foundation is one of the most important part because it is a basic part of building construction. Because of this, the strength of the

foundation is of a concern to a practitioner of Civil Engineering. Previous research has been done to see the effects of variation of surface roughness to the value of friction of ground concrete

show the effects of normal stress on the test. Considering that, a deeper study needs to be conducted to examine the effects of normal stress on friction and shear stress using shear test soil - concrete.

In the tests that is going to be conducted, the normal stress will be variated to examine the effects of the normal stress to the friction of concret e soil. The soil that is going to be used in these tests is Cohesive Soil. The purpose of variating the normal stress on the test is to simulate the lateral pressure that is received by piles at different dephts underground.

  For the research, the tools that are going to be used includes Direct Shear Test to determine the shear strength between concrete and soil, Unconfined Compression Test to get the value of Cu of soil, and Surface roughness test to determine the roughness of the concrete.

(6)

iv

PRAKATA

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dari-Nya

Normal Terhadap Friksi Beton

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk penulis menyelesaikan studi S-1 di Universitas Katolik Parahyangan.

Dalam proses pengerjaan skripsi ini penulis mengalami banyak halangan dan hambatan yang telah dilewati. Namun dengan adanya bantuan dari pihak pihak yang ada disekitar penulis maka skripsi ini akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Oleh karena hal ini sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Anastasia Sri Lestari, Ir., MT., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, perhatian, dan dorongan secara mental untuk penulis agar bisa menyelesaikan skripsi ini.

2.

Keluarga penulis yang sudah membantu dengan dorongan mental dan doa kepada penulis

3.

Garibaldi Owen Chandra, Hugo Lugas, dan Yosua Daniel Salim yang merupakan teman teman kontrakkan penulis yang sudah membantu dalam proses penulisan dan dorongan mental.

4.

Kepada Clementio Julian, Reynaldi Kainde, Naomi Kintaro, Shendy Gunawan, Freddy Sitorus, Michael Sutoyo, dam Vincent Jevon yang merupakan teman penulis dan teman seperjuangan dalam penulisan skripsi.

(7)
(8)

vi

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... ii ABSTRACT ... iii PRAKATA ... iv DAFTAR ISI ... vi DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv BAB 1 PENDAHULUAN ... 1-1 1.1 Latar Belakang ... 1-1 1.2 Inti Permasalahan ... 1-2 1.3 Tujuan Penelitian ... 1-2 1.4 Ruang Lingkup Permasalahan ... 1-2 1.5 Metode Penelitian ... 1-2 1.6 Sistematika Penulisan ... 1-3 1.7 Diagram Alir ... 1-4 BAB 2 STUDI PUSTAKA ... 2-1 2.1 Tanah Kohesif ... 2-1 2.2 Pengujian Laboratorium ... 2-1 2.3 Pengujian Indeks Properties ... 2-2 2.3.1 Berat Jenis Tanah (Gs) ... 2-2 2.3.2 Berat Isi Tanah ( ) ... 2-4 2.3.3 Kadar Air (w) ... 2-4 2.3.4 Batas-Batas Atterberg ... 2-4 2.4 Saringan... 2-7 2.5 Hidrometer ... 2-8 2.6 Uji Geser Langsung UU ... 2-10 2.7 Uji Kekasaran Permukaan ... 2-12 2.5.1 Kedalaman Total (Peak to Valley), Rt ... 2-12 2.5.2 Kedalaman Perataan (Peak to Mean Line), Rp ... 2-12 2.5.3 Kekasaran Rata rata Aritmetis (Mean Roughness Indec/Center Line Average, CLA),Ra ... 2-13 2.8 Friksi ... 2-14 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ... 3-1

(9)

vii

3.1 Pengujian Berat Jenis Tanah ... 3-1 3.1.1 Lingkup ... 3-1 3.1.2 Definisi ... 3-1 3.1.3 Penerapan Berat Jenis Tanah ... 3-1 3.1.4 Keterbatasan ... 3-1 3.1.5 Peralatan ... 3-1 3.1.6 Ketentuan ... 3-2 3.1.7 Persiapan Uji ... 3-3 3.1.7 Prosedur Uji ... 3-3 3.2 Pengujian Berat Isi dan Kadar Air Tanah ... 3-4 3.2.1 Lingkup ... 3-4 3.2.2 Definisi ... 3-4 3.2.3 Maksud dan Tujuan Serta Aplikasi ... 3-4 3.2.4 Manfaat ... 3-4 3.2.5 Keterbatasan ... 3-5 3.2.6 Peralatan ... 3-5 3.2.7 Prosedur Uji ... 3-5 3.3 Pengujian Batas - Batas Atterberg ... 3-6 3.3.1 Lingkup ... 3-6 3.3.2 Definisi ... 3-6 3.3.3 Maksud dan Tujuan Serta Aplikasi Batas Batas Atterberg ... 3-6 3.3.4 Peralatan ... 3-6 3.3.5 Persiapan Uji ... 3-7 3.3.6 Prosedur Uji ... 3-7 3.4 Pengujian Hidrometer ... 3-10 3.4.1 Lingkup ... 3-10 3.4.2 Definisi ... 3-10 3.4.3 Maksud dan Tujuan Serta Aplikasi ... 3-11 3.4.4 Manfaat ... 3-11 3.4.5 Keterbatasan ... 3-11 3.4.6 Peralatan ... 3-12 3.4.7 Ketentuan ... 3-12 3.4.8 Persiapan Uji ... 3-13 3.4.9 Prosedur Uji ... 3-13 3.4.10 Perhitungan dan Pelaporan Hasil Uji ... 3-14

(10)

viii

3.5 Pengujian Geser Langsung ... 3-15 3.5.1 Lingkup ... 3-15 3.5.2 Definisi ... 3-16 3.5.3 Maksud dan Tujuan ... 3-16 3.5.4 Manfaat ... 3-17 3.5.5 Keterbatasan ... 3-17 3.5.6 Peralatan ... 3-17 3.5.7 Ketentuan ... 3-18 3.5.8 Persiapan Uji ... 3-18 3.5.9 Prosedur uji ... 3-19 3.6 Pengujian Kekasaran Permukaan ... 3-22 3.6.1 Lingkup ... 3-22 3.6.2 Maksud dan Tujuan ... 3-22 3.6.3 Keterbatasan ... 3-22 3.6.4 Komponen dari alat Surface Rougness ... 3-22 3.6.5 Prosedur uji ... 3-23 3.7 Metode Alpha (Tomlinson) ... 3-23 BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA ... 4-1 4.1 Pengambilan Sampel ... 4-1 4.2 Pengujian Laboratorium ... 4-2 4.2.1 Hasil Uji Berat Jenis, Berat isi, dan Kadar Air Tanah ... 4-2 4.2.2 Hasil Uji Saringan & Hidrometer ... 4-2 4.2.3 Hasil Uji Batas Batas Atterberg ... 4-4 4.2.4 Uji Kekasaran Permukaan Beton ... 4-5 4.2.5 Menentukan Tegangan Normal untuk Uji Geser Langsung UU ... 4-6 4.2.5 Hasil Uji Kuat Geser Langsung Dengan Variasi Tegangan Normal .. 4-7 4.3 Hasil Pengujian Uji Tekan Bebas untuk Mendapatkan Nilai Cu ... 4-16 4.4 Analisis Efek Tegangan Normal pada fs dari Hasil Uji Geser Langsung 4-17 ... 4-19 ... 4-21 ... 4-23 4.5 Nilai Alpha Berdasarkan Grafik Tomlinson ... 4-25 4.6 Efek Tegangan Normal pada Perubahan Vertikal Uji Geser Langsung ... 4-28 4.7 Efek Tegangan Normal pada Nilai Alpha Keseluruhan Uji ... 4-36 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 5-1

(11)

ix

5.1 Kesimpulan ... 5-1 5.2 Saran ... 5-1 DAFTAR PUSTAKA ... 5-3 BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA ... 4-1 4.1 Pengambilan Sampel ... 4-1 4.2 Pengujian Laboratorium ... 4-2 4.2.1 Hasil Uji Berat Jenis, Berat isi, dan Kadar Air Tanah ... 4-2 4.2.2 Hasil Uji Saringan & Hidrometer ... 4-2 4.2.3 Hasil Uji Batas Batas Atterberg ... 4-4 4.2.4 Uji Kekasaran Permukaan Beton ... 4-5 4.2.5 Menentukan Tegangan Normal untuk Uji Geser Langsung UU ... 4-6 4.2.6 Hasil Uji Kuat Geser Langsung Dengan Variasi Tegangan Normal .. 4-7 4.3 Analisis Efek Tegangan Normal pada fs dari Hasil Uji Geser Langsung 4-16 4.4 Analisis

Uji Geser Langsung... 4-19 Pengujian Tanah Setiabudi ... 4-19 ... 4-21 ... 4-23 4.5 Nilai Alpha Berdasarkan Grafik Tomlinson ... 4-26 4.6 Efek Tegangan Normal pada Perubahan Vertikal Uji Geser Langsung ... 4-27

-36

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 5-1 5.1 Kesimpulan ... 5-1 5.2 Saran ... 5-1 DAFTAR PUSTAKA ... 5-3

(12)

x

DAFTAR GAMBAR

BAB 2

Gambar 2. 1 Batas-Batas Atterberg ... 2-5 Gambar 2. 2 Plasticity Chart ... 2-6 Gambar 2. 3 Skema Alat Uji Geser Langsung ... 2-11 Gambar 2. 4 Kedalaman Total dan Kedalaman Perataan ... 2-13 ... 2-15 BAB 4

Gambar 4. 1 Lokasi Pengambilan Sampel di Setiabudi ... 4-1 Gambar 4. 2 Lokasi Pengambilan Sampel di Rancaekek ... 4-1 Gambar 4. 3 Kurva Distribusi Butir Tanah Setiabudi ... 4-3 Gambar 4. 4 Kurva Distribusi Butir Tanah Rancaekek ... 4-4 Gambar 4. 5 Beton Wafer ... 4-5 Gambar 4. 6 Beton Gigi ... 4-6 Gambar 4. 7 Beton Kasar Berpasir ... 4-6 Gambar 4. 8 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Tanah Setiabudi ... 4-8 Gambar 4. 9 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Gigi ... 4-9 Gambar 4. 10 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Wafer ... 4-10 Gambar 4. 11 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Kasar Berpasir ... 4-11 Gambar 4. 12 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Tanah Rancaekek ... 4-12 Gambar 4. 13 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Beton Gigi ... 4-13 Gambar 4. 14 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Beton Gigi ... 4-14 Gambar 4. 15 Grafik Peralihan Horizontal Vs Tegangan Geser Uji Geser Tanah Beton Kasar Berpasir ... 4-15 Gambar 4. 16 Grafik Tegangan Normal Vs fs Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Gigi ... 4-16 Gambar 4. 17 Grafik Tegangan Normal Vs fs Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Wafer ... 4-17 Gambar 4. 18 Grafik Tegangan Normal Vs fs Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Kasar Berpasir... 4-17 Gambar 4. 19 Grafik Tegangan Normal Vs fs Uji Geser Tanah Rancaekek Beton Gigi ... 4-18 Gambar 4. 20 Grafik Tegangan Normal Vs fs Uji Geser Tanah Rancaekek Beton Wafer ... 4-18 Gambar 4. 21 Grafik Tegangan Normal Vs fs Uji Geser Tanah Rancaekek Beton Kasar Berpasir... 4-19 Gambar 4. 22 Grafik Tegangan Normal Vs Alpha Uji Tanah Setiabudi Beton Gigi dengan Cu Uji Kuat Geser Langsung ... 4-23

(13)

xi

Gambar 4. 23 Grafik Tegangan Normal Vs Alpha Uji Tanah Setiabudi Beton Wafer dengan Cu Uji Kuat Geser Langsung... 4-23 Gambar 4. 24 Grafik Tegangan Normal Vs Alpha Uji Tanah Setiabudi Beton Kasar Berpasir dengan Cu Uji Kuat Geser Langsung ... 4-24 Gambar 4. 25 Grafik Tegangan Normal Vs Alpha Uji Tanah Rancaekek Beton Gigi dengan Cu Uji Kuat Geser Langsung ... 4-24 Gambar 4. 26 Grafik Tegangan Normal Vs Alpha Uji Tanah Rancaekek Beton Wafer dengan Cu Uji Kuat Geser Langsung... 4-25 Gambar 4. 27 Grafik Tegangan Normal Vs Alpha Uji Tanah Rancaekek Beton Kasar Berpasir dengan Cu Uji Kuat Geser Langsung ... 4-25 Gambar 4. 28 Nilai Alpha untuk Tanah Setiabudi ... 4-26 Gambar 4. 29 Nilai Alpha untuk Tanah Rancaekek... 4-27 Gambar 4. 30 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Tanah Setiabudi ... 4-28 Gambar 4. 31 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Gigi... 4-29 Gambar 4. 32 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Wafer ... 4-30 Gambar 4. 33 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Kasar Berpasir ... 4-31 Gambar 4. 34 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Tanah Rancaekek ... 4-32 Gambar 4. 35 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Rancaekek Beton Gigi ... 4-33 Gambar 4. 36 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Rancaekek Beton Wafer ... 4-34 Gambar 4. 37 Grafik Hubungan Pergerakkan Vertikal dan Peralihan Horizontal Uji Geser Tanah Rancaekek Beton Kasar Berpasir ... 4-35 Gambar 4. 38 Grafik Efek Tegangan Normal pada Nilai Alpha Secara

Keseluruhan untuk Tanah Setiabudi -36

Gambar 4. 39 Grafik Efek Tegangan Normal pada Nilai Alpha Secara

(14)

xii

DAFTAR TABEL

BAB 2

Tabel 2. 1 Macam-Macam Berat Jenis Tanah ... 2-3 Tabel 2. 2 Ukuran-Ukuran Saringan Standar di Amerika ... 2-8 Tabel 2. 3 Ukuran - ukuran Saringan Standar di Amerika ... 2-14 BAB 4

Tabel 4. 1 Hasil Uji Berat Jenis, Berat Isi, dan Kadar Air Tanah ... 4-2 Tabel 4. 2 Persentase Jenis Tanah Setiabudi ... 4-3 Tabel 4. 3 Persentase Jenis Tanah Rancaekek ... 4-4 Tabel 4. 4 Hasil Uji Batas Batas Atterberg ... 4-4 Tabel 4. 5 Tabel Nilai Ra untuk Beton yang Digunakan ... 4-5 Tabel 4. 6 Kombinasi Tegangan Normal Untuk Tanah Setiabudi ... 4-7 Tabel 4. 7 Kombinasi Tegangan Normal Untuk Tanah Rancaekek ... 4-7 Tabel 4. 8 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Tanah Setiabudi ... 4-8 Tabel 4. 9 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Gigi ... 4-9 Tabel 4. 10 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Wafer ... 4-10 Tabel 4. 11 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Setiabudi Beton Kasar Berpasir ... 4-11 Tabel 4. 12 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Tanah Rancaekek ... 4-12 Tabel 4. 13 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Rancaekek

Beton Gigi ... 4-13 Tabel 4. 14 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Rancaekek

Beton Wafer ... 4-14 Tabel 4. 15 Tabel Hasil Tegangan Geser Maksimum Uji Geser Tanah Rancaekek

Beton Kasar Berpasir ... 4-15 Tabel 4. 16 Nilai Alpha Uji Geser Tanah Setiabudi Beton dengan Cu dari Uji Geser Langsung ... 4-22 Tabel 4. 17 Nilai Alpha Uji Geser Tanah Rancaekek Beton dengan Cu dari Uji Geser Langsung ... 4-22

(15)

xiii

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN

PI = Indeks plastisitas LI = indeks likuiditas LL = batas cair

LLoven = batas cair oven PL = batas plastis

SL = batas susut W = kadar air

Cu= kohesi tak teralir fs= gesekan selimut

Gs = berat jenis

d = berat isi kering

(16)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Indeks Properties...L-1 Lampiran 2 Uji Direct Shear...L-13

(17)

1-1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, kebutuhan untuk teknologi konstruksi semakin meningkat, semakin banyak konstruksi bangunan yang membutuhkan kualitas tinggi. Karena adanya kebutuhan tersebut maka dibutuhkan inovasi pada bagian-bagian konstruksi. Salah satu bagian pada bangunan yang penting adalah bagian pondasi bangunan, karena pondasi merupakan dasar dari bangunan yang akan menerima beban dari struktur di atasnya. Oleh karena hal ini daya dukung pondasi suatu bangunan menjadi hal yang perlu diperhatikan agar kebutuhan tersebut tercapai. Pentingnya pondasi pada bangunan bisa dilihat dari kosntruksi-konstruksi bangunan yang gagal karena daya dukung pondasi atau tanah yang tidak memadai.

Daya dukung suatu pondasi bergantung pada tanah disekitar pondasi. Selain itu dari sisi beton pondasinya, gaya gesek antara beton dan tanah akan menentukan besarnya daya dukung suatu pondasi, maka daya dukung pondasi bisa ditingkatkan juga dengan cara memperbesar koefisien friksi pada beton. Selain koefisien friksi, gaya gesek juga dipengaruhi oleh tegangan normal. Tegangan normal pada pengujian akan divariasikan untuk melihat pengaruhnya terhadap gaya gesek beton dengan tanah. Maksud dari variasi tegangan normal ini adalah untuk mensimulasikan daya dukung pondasi terhadap kedalaman tanah. Pengujian tersebut dilakukan dengan uji Geser Langsung. Dengan melakukan uji geser maka akan didapatkan fs dan Cu yang digunakan untuk mendapatkan nilai

yang

(18)

1-2

dipengaruhi oleh tegangan normal yang berbeda-beda.

Untuk itu judul penelitian yang dipilih adalah :

-Beton Dengan Uji Geser

1.2 Inti Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang sudah dijabarkan, maka inti masalah dala m penelitian adalah melakukan uji laboratorium tentang :

Bagaimana pengaruh variasi nilai tegangan normal terhadap friksi beton dengan tanah.

1.3 Tujuan Penelitian

Dari latar belakang yang telah dijabarkan, maka penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui nilai gesekkan antara beton dengan tanah berdasarkan variasi tegangan normal.

1.4 Ruang Lingkup Permasalahan

Berdasarkan inti masalah dan latar belakang yang sudah dijabarkan sebelumnya dapat dilihat bahwa penelitian ini memiliki masalah yang luas. Terdapat beberapa keterbatasan baik waktu, biaya, maupun kemampuan peneliti. Maka penelitian ini hanya terbatas pada:

1. Tanah yang diuji adalah tanah lempung.

2. Pengujian geser antara beton dengan tanah menggunakan uji Geser Langsung.

1.5 Metode Penelitian

(19)

1-3

1. Studi pustaka untuk mencari dasar untuk penelitian dan metode analisis permasalahan dari teori-teori para ahli. Pustaka yang menjadi sumber untuk penelitian ini adalah buku, internet, artikel, serta sumber lain yang menunjang penelitian ini.

2. Pengambilan sampel tanah, dilakukan di Setiabudi dan Rancaekek. 3. Pembuatan sampel beton sesuai ukuran ring untuk uji Geser Langsung. 4. Uji laboratorium dilakukan untuk mendapatkan data kemudian diolah

untuk dianalisis. Uji yang dilakukan adalah uji Index Properties dan uji Geser Langsung, uji ini dilakukan di laboratorium geoteknik Universitas Parahyangan.

1.6 Sistematika Penulisan

Penulisan penelitian ini dibagi menjadi 5 bab sebagai berikut : BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini membahas latar belakang, inti permasalahan, tujuan penelitian, pembatasan masalah, metode penelitian, sistematika penulisan, dan diagram alir dari penelitian ini.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas tentang teori-teori oleh ahli tentang uji geser langsung, tegangan normal pada tanah, dan efeknya terhadap friksi beton-tanah. BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas tentang metode untuk menentukan efek tegangan normal terhadap friksi beton dengan tanah.

(20)

1-4 BAB 4 DATA DAN ANALISIS DATA

Bab ini membahas hasil dari pengujian sampel untuk menentukan efek tegangan normal terhadap friksi beton dengan tanah.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini membahas kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan saran untuk penelitian yang berhubungan.

1.7 Diagram Alir Studi Pustaka : 1. Tanah 2. Tegangan Normal 3. Friksi beton-tanah Pengambilan Sampel Tanah Undisturbed: 1. Setiabudi 2. Rancaekek MULAI Uji Laboratorium :

1. Uji Indeks Properties 2. Uji Geser Langsung

dengan variasi tegangan normal fs dan Cu Analisis Hubungan Tegangan Normal terhadap nilai

Diskusi hasil analisis

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian kepadatan tanah dengan Standar Proctor pada tanah asli dan tanah campuran dengan penambahan kapur 0%, 2.5%, 5% dari berat sampel. Pengujian specific gravity

Gambar 5.5 Hubungan Antar (Tegangan Normal) dan τ (Tegangan Geser) Pada Tanah Berbutir Halus dengan Penambahan Kapur 6% dan Serat Bambu 0,7% Pada Pengujian Geser Langsung

Setelah mencapai kuat geser (tegangan geser maksimum), tegangan geser tanah akan turun. Selama penggeseraan, terjadi perubahan ketebalan.. Tegangan geser maksimum akan

Hasil dari pengujian Eksperimental perbandingan variasi sengkang miring terhadap kuat geser balok beton bertulang, berdasarkan analisa dan pembahasan pada Bab IV dapat

Bab pelaksanaan penelitian ini membahas tentang persiapan material, pemeriksaan agregat kasar, pemeriksaan agregat halus, perencanaan adukan beton, pengujian slump, pembuatan benda

Standar ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam melaksanakan pengujian pengukuran kuat geser langsung tanah tidak terkosolidasi dan tidak terdrainase

Hasil pengujian menunjukkan bahwa Semakin banyak volume larutan yang dicampurkan pada tanah I, tanah 2 dan tanah 3 maka akan meningkatkan nilai kohesi tanah (c), tegangan maksimum

Gambar 5.10 Hubungan Antar σ (Tegangan Normal) dan τ (Tegangan Geser) Pada Tanah Berbutir Halus dengan Penambahan Kapur 6% dan Serat Bambu 0,6% Pada Pengujian Triaksial