i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN
DAFTAR ISI ...i
DAFTAR GAMBAR ... ...iv
DAFTAR PUSTAKA ... ...v
DAFTAR ISTILAH ... .vi
DAFTAR LAMPIRAN ... .vii
SARAN DAN KOMENTAR DOSEN PENGUJI UJIAN SIDANG TA ...viii
DATA PENULIS ... .ix
UCAPAN TERIMA KASIH ... .x
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup ... 2
1.3 Tujuan Perancangan ... 3
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ... 3
1.5 Skema Perancangan ... 5
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Hak Konsumen ... 6
2.2 Kampanye ... 7
2.2.1 Definisi Kampanye ... 7
2.2.2 Jenis Kampanye ... 9
ii
2.3 Teori yang di Pakai Dalam Perancangan Kampanye ... 13
2.3.2 Teori Model Keyakinan Kesehatan ... 13
2.3.3 Teori Sikap Terhadap Perilaku ... 15
2.3.4 Metode Menambah Kognisi ... 15
2.3.5 Teori Tahapan Perubahan ... 16
2.3.7 Keluarga Sebagai Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Konsumen 17 BAB III DATA DAN ANALISIS MASALAH 3.1 Data dan Fakta ... 17
3.1.1 Lembaga Terkait, Hasil Wawancara, Studi Literatur,Artikel Internet dan Kuesioner...17
3.1.1.1 Lembaga Terkait ... 17
3.1.1.2 Hasil Wawancara ... 26
3.1.1.3 Studi Literatur ... 30
3.1.1.4 Data dan Artikel Internet ... 32
3.1.1.5 Data Kuesioner ... 36
3.1.2 Tinjauan Terhadap Proyek Sejenis ... 41
3.2 Analisis Terhadap Permasalahan Berdasarkan Data dan Fakta ... 42
3.2.1 Segmentasi, Targeting, Positioning ... 42
3.2.2 Teori 5 W 1H ... 44
3.2.3 Strange, Weakness, Opportunity, Threat ... 45
3.2.4 Analisis Terhadap Teori Relevan yang Akan di Terapkan ... 46
BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1 Konsep Komunikasi... 48
4.2 Konsep Kreatif ... 50
4.3 Konsep Media... 51
4.3.1 Iklan Tabloid ... 51
iii
4.3.3 Stand Kampanye ... 52
4.3.4 Poster ... 52
4.3.5 Brosur & Flyer ... 52
4.3.6 Website ... 52
4.3.7 Blog ... 53
4.3.8 Merchandise ... 53
4.3.9 Iklan Televisi ... 53
4.4 Hasil Karya ... 54
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Logo BPOM ... 19
Gambar 3.2 Logo Dinas Kesehatan ... 24
Gambar 4.1 Iklan Tabloid 1 ... 54
Gambar 4.9 Iklan Menu Sehat ... 62
Gambar 4.10 Iklan Makanan Sehat ... 63
Gambar 4.11 Iklan Konsultasi Kesehatan Gratis ... 64
Gambar 4.12 Lomba Cipta Makanan Sehat ... 65
Gambar 4.13 Iklan Televisi ... 66
Gambar 4.14 Stand Kampanye ... 67
Gambar 4.15 Poster Kampanye ... 68
Gambar 4.16 Brosur Kampanye Tampak Depan ... 69
Gambar 4.17 Brosur Kampanye Tampak Dalam ... 69
Gambar 4.18 Flyer Kampanye ... 70
Gambar 4.19 Halaman Website 1 ... 72
Gambar 4.20 Halaman Website 2 ... 73
Gambar 4.21 Halaman Website 3 ... 73
Gambar 4.22 Halaman Website 4 ... 74
Gambar 4.23 Blog Kampanye ... 74
Gambar 4.24 Merchandise Kampanye ... 75
Gambar 4.25 Artikel Kampanye ... 76
v
DAFTAR ISTILAH
MSG :Dikenal masyarakat sebagai bumbu masak penting.
Fungsinya adalah sebagai penyedap yang menimbulkan rasa
gurih atau "Umami". Ia lebih dikenal dengan nama vetsin atau
micin.
Tartrazin CL :Bahan pewarna makanan yang telah disahkan penggunaannya
oleh FDA pada tahun 1969 dan telah diadopsi oleh BPOM [3] [4]
.
Styrofoam : digunakan sebagai insulator pada bahan konstruksi
bangunan, bukan untuk kemasan pangan. 5-10% gas seperti
n-butana atau n-pentana. Polistirena dibuat dari monomer stirena
melalui proses polimerisasi.
Zat aditif : zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses
produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud
tertentu.
Anti Kempal : Zat aditifini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa
vi
DAFTAR LAMPIRAN
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pada saat ini di Indonesia, banyak beredar bermacam – macam produk dari mie
instant. Produk mie instant ini sendiri sangat digemari oleh rakyat Indonesia. Selain
cara penyajian yang mudah dan cepat, rasanya pun enak dan digemari. Harganya pun
cukup terjangkau oleh semua kalangan. Mie instant juga sangat populer dikalangan
orang yang tinggal di kost. Selain harganya murah, juga tidak sulit untuk
mengolahnya. Namun ternyata dibalik rasanya yang enak, pembuatannya yang
mudah dan harganya yang murah, terdapat dampak negatif yang bisa ditimbulkan
oleh mie instant jika kita terlalu banyak mengkonsumsinya. Ini terjadi karena mie
instant mengandung zat-zat aditif yang kurang baik bagi tubuh kita jika kita
mengkonsumsinya secara berlebihan. Saat ini juga seringkali mie instant menjadi
menu untuk sarapan, karena penyajiannya yang cepat. Kebiasaan ini membuat kita
melupakan makanan-makanan lain seperti bubur, ubi rebus, pisang goreng, bubur
kacang hijau dan lainnya, yang sekarang tergantikan oleh mie instant.
Mie instant pun pada praktenya sering dijadikan sebagai pengganti makanan pokok,
atau pun lauk pauk yang dimakan bersama nasi. Kebisaaan seperti ini tidaklah sesuai
dengan pola hidup sehat dan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Sebagai makanan
pokok mie instant tidak memiliki kandungan gizi yang cukup yang dibutuhkan oleh
tubuh kita. Bila dijadikan sebagai lauk pauk pun mie instant mengandung banyak
karbohidrat, maka bila dimakan dengan nasi otomatis kita akan memakan terlalu
banyak karbohidrat. Dampak negatif lainnya bagi kesehatan adalah kandungan MSG
yang cukup tinggi pada produk mie instant. MSG ini bisa merugikan jika kita sering
mengkonsumsinya dalam jangka panjang, karena bisa menimbulkan kerusakan pada
2 karena terdapat kandungan natrium yang cukup tinggi, yang akan menetralkan asam
lambung, sehingga lambung akan memproduksi asam lambung yang lebih banyak
lagi yang bisa menyebabkan rasa perih di ulu hati. Bagi penderita darah tinggi
natrium bisa meningkatkan tekanan darah.
Setiap tahunnya konsumen dari mie instant ini terus bertambah di Indonesia.
Gencarnya promosi dari produsen yang semakin membuat konsumen tergiur untuk
mengkonsumsinya. Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang
sejelas-jelasnya dari sebuah produk yang mereka pakai, maka dari itu saya merasa
perlu untuk melakukan kampanye ini, untuk memberikan edukasi kepada konsumen.
Dalam hal ini bidang Desain Komunikasi Visual bisa memberikan kontribusi dalam
menghadapi fenomena ini. Saya merasa melalui bidang DKV(Desain Komunikasi
Visual) kita bisa menyampaikan pesan yang ingin disampaikan pada masyarakat,
melalui kampanye. Promosi mie instant sendiri bisa menarik para konsumen, karena
promosi dilakukan dengan bantuan bidang DKV. Saya percaya melalui bidang DKV
ini juga, pesan dari kampanye bisa disampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Sebagai desainer, saya bisa memberikan sumbangan dengan menyampaikan pesan
melalui kampanye mengurangi konsumsi mie instant. Hal ini cukup penting untuk
disampaikan agar masyarakat bisa lebih pintar dan cukup mengerti untuk memilih
pola makan yang baik untuk mereka. Melalui bidang DKV saya akan mencoba
menyampaikannya terhadap masyarakat melalui kampanye.
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup
Bagaimana mensosialisasikan dampak negatif yang bisa ditimbulkan bila terlalu banyak mengkonsumsi mie instant secara rutin, melalui media grafis?
3 Permasalahan yang akan dibahas / ruang lingkup yang akan dikerjakan adalah berupa
pembuatan kampanye sosial untuk mengurangi konsumsi mie instant yang berlebih.
Secara skala kampanye ini akan dilakukan secara nasional, karena lingkup
permasalahan pun bersifat menyeluruh pada masyarakat Indonesia yang sudah
berlebihan dalam mengkonsumsi mie instant. Dalam melakukan kampanye ini saya
melakukan :
Mencari data – data yang akurat tentang dampak yang bisa ditimbulkan bila mengkonsumsi mie instant secara berlebihan.
Mencari sifat konsumen mie instant di Indonesia, sehingga bisa diketahui, mengapa mie instant sangat digemari dalam masyarakat kita.
Mencari konsep sesuai untuk kampanye mengurangi mengkonsumsi mie instant.
Membuat strategi yang cocok agar pesan dari kampanye ini bisa diterima dengan baik oleh target dari kampanye ini.
1.3 Tujuan Perancangan
Berdasarkan pokok masalah yang telah dipaparkan diatas, maka tujuan seperti
kampanye visual ini adalah :
Membuat masyarakat Indonesia mengerti dampak negatif yang bisa ditimbulkan bila mengkonsumsi mie instant berlebihan.
Merubah pola makan masyarakat Indonesia yang menjadikan mie instant sebagai makanan pokok pengganti nasi.
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Pencarian data dilakukan melalui studi literatur, melakukan wawancara dan
membagikan kuesioner. Studi literatur dilakukan dengan mencari data melalui
buku-buku yang sesuai dan menunjang topik ini. Saya juga mencari data kepada subtansi
dan lembaga yang berhubungan, berdasarkan topik yang masih berhubungan dengan
4 Pengawasan Obat dan Makanan. Saya juga mencoba menemui orang–orang yang
kompeten dibidang pangan dan kesehatan, melakukan wawancara dengan mereka
untuk mendapatkan pendapat mereka sebagai pakar dalam bidang pangan dan
kesehatan.
Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan cara :
Studi literatur, data diperoleh dengan cara menbaca buku tentang kesehatan, buku tentang kampanye dan buku-buku yang memuat teori-teori yang bisa
saya pakai dalam kampanye ini, lalu saya akan mencari data melalui situs dari
subtansi yang bersangkutan.
Melakukan wawancara langsung dengan sumber yang kompeten di bidang pangan dan kesehatan.
5 1.5 Skema Perancangan
78
BAB V
Kesimpulan
1.1 Kesimpulan
Setelah saya melaksanakanPerancangan Karya Tugas Akhir yang berupa
perancangan Kampanye Mengurangi Konsumsi Mie Instan pada keluarga, maka saya
mendapatkan pengalaman tentang penyusunan sebuah kampanye. Ternyata untuk
melakukan sebuah kampanye tidaklah mudah. Selain memerlukan data yang akurat
untuk menyusun konsep dan STP, juga diperlukan kejelian untuk membuat strategi
agar kampanye bisa mencapai hasil yang memuaskan.
Pada kampanye tampilan visual dan penyampaian pesan saja tidaklah cukup untuk
membuat sebuah kampanye bisa berhasil. Jika kita sudah membuat sebuah tampilan
visual yang baik, namun dengan strategi kampanye yang kurang baik maka visualisai
dan penyampaian pesan tersebut menjadi percuma. Begitu juga sebaliknya, strategi
yang baik tidak bisa berjalan dengan tampilan visual yang tidak memuaskan
1.2 Saran Penulis
Maka dari itu, setelah melakukan perancangan kampanye, saya mengambil
kesimpulan bahwa ada tiga hal penting agar kampanye bisa mencapai hasil yang
diinginkan. Pertama Kampanye yang baik harus dimulai dengan pengumpulan data
yang lengkap dan akurat. Kedua Kampanye akan berjalan bila bisa membuat
tampilan visual yang dapat merepresentasikan pesan dari kampanye. Ketiga
Tampilan visual yang telah disusun dari data yang baik, akan sampai pada target
dengan strategi kampanye yang tepat. Jika ketiga hal ini bisa terpenuhi, saya percaya
i
DAFTAR PUSTAKA
Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala, Siti Karlinah, (2007), Komunikasi Massa,
Bandung, Simbiosa Rekatama Media
Bovee, Courtland L., John V. Thill, (2002), Komunikasi Bisnis, (Terj.) Jakarta, PT
Prenhallindo
Eysenck, Michael W., (2001), Psychology Student’s Handbook, 27 Church Road,
Hove, Psychology Press
Kasali, Rhenald, (1993), Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya di
Indonesia, Jakarta, Pustaka Utama Grafiti
Venus, Antar, (2004), Manajemen Kampanye Panduan Teoretis dan Praktis dalam
Mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung, Simbiosa Rekatama Media Wells, William, John Burnett, Sandra Moriarty, (1995), Advertising Principles &
Practices, New Jersey, Prentice-Hall.Inc.
Anonim,http:
//doktersehat.com/2010/02/03/efek-buruk-makan-mie-instan-setiap-hari/ (diunduh pada tanggal 03-02-2010)
Anonim, http://instantnoodles.org/noodles/history.html