iii
ABSTRAK
Braga, adalah salah satu kawasan yang penuh dengan nilai-nilai historis dan menyimpan
banyak kenangan, terutama bila disangkutpautkan dengan istilah Kota Bandung sebagai
Parijs Van Java. Kawasan ini kini telah mengalami perubahan yang cukup memprihatinkan.
Dari yang semula merupakan kawasan historis, kini menjadi kawasan komersil. Banyak
usaha-usaha yang sudah ada sejak jaman dahulu kini kalah bersaing dengan berbagai usaha
lain yang lebih modern.
Salah satu usaha tempo dulu yang masih tetap bertahan adalah Braga Permai; sebuah cafe dan
resto yang sudah puluhan tahun mendiami Jalan Braga ini. Braga Permai pernah mengalami
masa kejayaannya sebagai suatu cafe yang sangat diminati oleh para ekspatriat dan juga
termasuk masyarakat Indonesia sendiri, sebagai suatu tempat yang berkelas. Namun kini
Braga Permai mengalami kemunduran dalam hal jumlah konsumen. Banyak generasi muda
sekarang yang tidak mengetahui keberadaan Braga Permai ini, padahal letaknya di Jalan
Braga yang hanya sekitar 600 meter tersebut.
Keadaan yang memprihatinkan ini perlu diatasi, maka dalam karya ini penulis mencoba
melakukan rebranding – memperbaiki citra Braga Permai agar dapat mengulang kembali
kejayaannya di masa lalu. Proses rebranding ini dilanjutkan sampai dengan tahap promosi.
Diharapkan dengan proses ini, Braga Permai akan mampu memperbaiki citranya di mata
iv
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN... i
LEMBAR PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI... ii
ABSTRAK... iii
KATA PENGANTAR... iv
DAFTAR ISI... vi
DAFTAR DIAGRAM... x
BABI : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah/ Pembatasan Masalah... 6
1.3 Rumusan Masalah... 7
1.4 Tujuan Perancangan... 8
1.5 Ruang Lingkup Perancangan... 8
1.6 Metode Penelitian ... 9
1.6.1 Metode Pengumpulan Data... 9
1.6.2 Analisis Hasil Pengumpulan Data ... 10
1.7 Tabel Kerangka Berpikir ... 11
BAB II : TINJAUAN MASALAH 2.1 Kajian Pustaka (Teoritik)... 12
2.1.1 Pengertian Corporate Identity... 12
2.1.1.1 Corporate Identity ... 12
2.1.1.2 Brand... 15
2.1.1.3 Logo ... 18
2.1.2 Pengertian Rebranding... 21
2.1.3 Periode Art Deco ... 22
2.1.4 Pengertian Café&Restaurant ... 23
v
2.1.4.2 Pengertian Restaurant ... 23
2.1.4.3 Aspek Sosial Kopi ... 24
2.1.5 Pemasaran ... 25
2.1.5.1 Pengertian Pemasaran... 25
2.1.5.2 Mengidentifikasikan Peluang Pemasaran dengan STP ... 26
2.1.5.3 Mengembangkan Strategi Pemasaran dengan Marketing Mix ... 26
2.1.5.4 Menganalisa Lingkungan dengan SWOT... 27
2.1.5.5 Mempelajari Perilaku Konsumen ... 27
2.1.6 Pengertian dan Tujuan Promosi... 27
2.2 Tinjauan Faktual ... 28
2.2.1 Braga Permai ... 28
BAB III : PEMECAHAN MASALAH 3.1 Objek Perancangan ... 37
3.1.1 Kondisi Braga Permai Sekarang ... 37
3.3 Konsep Perancangan ... 47
3.3.1 Perencanaan Media (Strategi Media) ... . 47
3.3.1.1 Pengertian Media ... . 47
vi
3.3.1.3 Strategi dan Alasan Pemilihan Media ...48
3.3.2 Perencanaan Kreatif (Strategi Kreatif) ...50
3.3.3 Konsep Verbal / Bahasa ...51
3.3.4 Konsep Visual ...51
3.3.5 Biaya Media / Budgeting ...53
3.3.6 Visualisasi Karya ... 54
3.3.6.1 Logo dan Color Set ... 54
3.3.6.2 Typografi ... 55
3.3.6.3 Iklan Surat Kabar Pikiran Rakyat (2 kolom / 8.5cm x 15cm portrait) ...56
3.3.6.4 Iklan Majalah pada Jakarta Java Kini (11cm x 7cm landscape) ...56
3.3.6.5 Web Banner pada www.indoindians.com (64pixel x 280 pixel portrait) ... 57
3.3.6.6 Brosur (Terbuka 20cm x 20cm, tertutup 10cm x 20cm portrait) ... 58
3.3.6.7 X-Banner (60cm x 160cm portrait) ...59
3.3.6.8 Gimmick / merchandise : mug, Post card (14cm x 10cm landscape) ... 59
3.3.6.9 Kartu Diskon (8.5cm x 4 cm portrait) ... 60
3.3.6.10 Voucher (15 cm x 6.5 cm landscape) ... 61
3.3.6.11 Packaging (30cm x 24cm x25cm) ... 62
3.3.6.12 Shopping Bag (32cm x 15cm x 23cm) ... 62
3.3.6.13 Kartu nama (9cm x 4.5cm portrait) ... 63
3.3.6.14 Kop Surat (20cm x 29.7cm portrait) dan Amplop (23cm x 11cm landscape) ... 64
3.3.6.15 Nota (10cm x 15cm portrait BW) ... 64
3.3.6.16 Billboard (100cm x 200cm portrait) ... 65
3.3.6.17 Menu (Terbuka 30cm x 28cm, tertutup 15cm x28cm portrait) ... 65
3.3.6.18 Mini menu (Terbuka 18cm x 15cm, tertutup 9cm x15cm portrait) . 66 3.3.6.19 Table Set : alas piring, cangkir, asbak, packaging gula ... 67
3.3.6.20 Nomor meja ... 68
vii
3.3.6.22 Seragam ………..69
3.3.6.23 Name Board ... 70
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan ... 71
4.2 Saran ... 72
4.2.1 Diri Sendiri ... 72
4.2.2 Civitas Akademika... 72
4.2.3 Pemerintah dan Masyarakat Umum... 72
viii
DAFTAR DIAGRAM
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
1 – Bab I Pendahuluan BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Perkembangan kehidupan manusia berkembang semakin pesat semenjak adanya gejala
modernisasi dan revolusi industri pada akhir abad XIX yang dimulai dari Inggris. Pada jaman
itu mulai tercipta mesin-mesin industri yang membantu mempermudah pekerjaan manusia.
Kebutuhan primer manusia juga semakin bertambah, tidak sekedar pangan, sandang dan
papan, tapi juga mencakup bidang-bidang lainnya. Salah satu kebutuhan manusia yang sudah
sejak dulu ada yaitu seni dan kebudayaan.
Seni itu sendiri sudah berusia sangat tua, kira-kira hampir seumur dengan keberadaan manusia
di bumi ini. Dibuktikan dengan ditemukannya lukisan di langit-langit Gua Altamira, di
Satander, Spanyol pada tahun 12000-11000SM. Dan lukisan di Gua Lascaux, Dordogne,
Perancis pada tahun 15000-13000SM.
Seni termasuk aspek kehidupan yang penting dalam kehidupan manusia, bahkan sejak jaman
prasejarah. Seiring perkembangan jaman, banyak bermunculan seniman-seniman dalam
jaman hidupnya masing-masing dengan berbagai gaya seni yang menarik dan memiliki ciri
khasnya masing-masing. Sebut saja Pablo Picasso dengan Cubism-nya atau Rembrandt van
Rijn dengan lukisannya yang bergaya Baroque. Seni pada jaman-jaman ini bergerak di sekitar
lukisan dan patung serta arsitektur.
Pada kemudian hari, memasuki abad XX mulai terjadi pergeseran dan perubahan dalam
bidang seni dan arsitektur. Berbagai perdebatan terjadi dalam penyatuan seni, kerajinan dan
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
2 – Bab I Pendahuluan Mulai dari sejak itu, kita mengenal apa yang disebut dengan desain. Desain untuk kemasan,
desain untuk papan nama, desain dalam berbagai bidang dan segi kehidupan. Dewasa ini,
desain ada dalam setiap benda yang kita temui. Perkembangan jaman yang semakin maju
membuat banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak terjadi
pergeseran-pergeseran dalam prioritas kehidupan manusia. Untuk hal ini mari kita mengambil contoh
dalam bidang desain dan advertising. Dengan semakin berkembangnya jaman, kebutuhan
akan bidang desain terus meningkat. Semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya
suatu desain dalam berbagai hal yang mereka temui sehari-hari. Misalnya saja ketika kita
sakit, kita menemui dokter dengan papan nama yang di-desain, kemudian sambil menunggu,
kita membaca majalah yang di-desain, setelah itu kita membeli obat ke apotek dengan name
board yang desain, dan pada akhirnya kita membeli obat dengan kemasan yang juga
di-desain.
Betapa hebatnya bidang desain, menjalar ke dalam setiap sudut dan aspek kehidupan manusia
pada jaman modern ini. Sampai saat ini, dapatlah kita katakan bahwa bidang desain juga
merupakan kebutuhan primer bagi manusia modern. Dengan perkembangan seperti ini,
tidaklah berlebihan bila kita menelaah lebih lanjut tentang segi-segi dalam bidang desain.
Dalam hal ini, bidang desain yang kita ambil sebagai inti permasalahan adalah desain grafis,
atau yang sekarang mulai dikenal dengan nama desain komunikasi visual. Dalam desain
komunikasi visual, terdapat suatu aspek yang penting yaitu branding. Menurut wikipedia,
branding didefinisikan sebagai berikut :
“Brands were originally developed as labels of ownership: name, term, design, symbol.
However, today it is what they do for people that matters much more, how they reflect and
engage them, how they divine their aspiration and enable them to do more. Powerful brands
can drive success in competitive and financial markets, and indeed become the organization’s
most valuable assets.
Brand type is divided into four categories :
a. being brands : emotionally confirms you are somebody
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
3 – Bab I Pendahuluan c. doing brands : functionally enables you to do something
d. belonging brands : connects you with other people like you”
Branding adalah sesuatu yang sangat penting dalam sebuah usaha, branding ini sangat
menentukan berhasil tidaknya usaha tersebut karena dalam branding tersirat citra/image
perusahaan yang ingin dikomunikasikan kepada calon konsumen. Branding menyangkut
banyak aspek, dan dalam hal ini penulis mengupas masalah modifikasi logo sebagai bagian
dari sebuah branding.
Target modifikasi logo ini adalah sebuah restoran di Jalan Braga, yaitu Braga Permai, sebuah
café/restoran yang dahulu sangat tersohor namun pada masa kini kurang dapat bersaing
dengan beberapa café/restoran baru yang muncul di sekitarnya. Seperti yang telah kita semua
ketahui bahwa dulu Jalan Braga sangat terkenal, merupakan tujuan wisata dari Kota Bandung
dan dapat dibandingkan dengan Jalan Malioboro di Yogyakarta atau Orchad Road di
Singapura. Namun sekarang, nampaknya Jalan Braga ini tidak menjadi daya tarik utama bagi
para turis, terutama turis lokal. Terjadi pergeseran minat, seiring dengan jaman yang sudah
semakin modern. Beberapa café dan restoran atau toko bakery yang sudah sejak lama berdiri
di daerah Braga seperti “hidup enggan mati pun tak mau”, kalah bersaing dengan usaha
serupa yang jauh lebih baru.
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
4 – Bab I Pendahuluan Café Braga Permai ini memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan usaha lain yang
sejenis, karena café ini adalah warisan peninggalan Belanda, dengan menu, spesialisasi dan
tata cara pelayanan yang masih berbau kolonial. Selain menunya yang sangat beragam, mulai
dari makanan ringan, bakeries, chocolate, dan ice cream sampai pada main menu yang
meliputi makanan Indonesia, Western dan oriental, café ini memiliki daya tarik lainnya yaitu
bahwa semua menu yang ditawarkan adalah home made. Tentu saja menu western (Belanda)
menjadi spesialisasi café warisan jaman Belanda ini.
Café yang bersejarah ini pada awalnya bernama “Maison Bogerijen”, dibangun pada tahun
1920 oleh seorang Belanda yang bernama Ir. Bogerijen. Pada awalnya gaya desain yang
digunakan adalah Art Deco, mengingat jaman itu adalah jaman keemasan Art Deco. Antara
tahun 1920-1940, Jalan Braga mengalami jaman keemasannya, dan Kota Bandung memiliki
julukannya sebagai Parijs Van Java. Sepanjang Jalan Braga menjadi pusat mode yang
up-to-date, sesuai dengan perkembangan mode di Perancis. Ada suatu masa,di mana café ini
menjadi suatu café yang eksklusif, elite dan terkenal mahal. Maison Bogerijen ini kemudian
mengalami renovasi pada tahun 1962, dan berganti pemilik. Bentuk café ini menjadi berubah,
bila dulunya bergaya art deco, setelah renovasi menjadi lebih terlihat modern, namun tetap
mempertahankan beberapa elemen kunonya.
Namun masa keemasan tersebut sekarang sudah berlalu, tergantikan dengan pamor
tempat-tempat lain yang lebih diminati oleh turis, sebut saja Jalan Dago yang dipenuhi dengan
Factory Outlet, atau Jalan Cihampelas yang terkenal dengan jeans-nya. Kedua tempat ini
cenderung lebih diminati oleh masyarakat modern. Hal ini mengingat bahwa kondisi Jalan
Braga sendiri yang sudah tidak up-to-date lagi, di sana sini banyak bangunan kuno yang
suasananya suram dan tak terpelihara, dengan harga jual produknya yang cukup tinggi,
masyarakat kurang suka melirik Braga sebagai pusat perbelanjaan dan pusat mode.
Mari kita melihat sebentar beberapa foto yang menggambarkan keadaan Braga di masa
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
5 – Bab I Pendahuluan Keadaan Braga Tahun 1930
Maison Bogerijen (Braga Permai)
Banyak orang yang tidak mengerti mengapa harga produk dan jasa di Braga begitu mahalnya.
Selain memang karena Braga terkenal sebagai kompleks elite, mahal dan bergengsi,
usaha-usaha di Jalan Braga ini memang istimewa, mengutip tulisan Haryoto Kunto dalam Bukunya
“Wajah Bandoeng Tempo Doeloe”, bahwa para pengusaha di Jalan Braga tempo doeloe itu,
memang benar-benar menguasai bidangnya. Sehingga para konsumen yang berbelanja di
tempat itu akan mendapat “jaminan mutu”. Memang bukan omong kosong bila di masa silam
Jalan Braga disebut “De meest Europeeshe winkelstraat van Indie” (atau yang diterjemahkan
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
6 – Bab I Pendahuluan Jadi kata mahal ini sebenarnya relatif, bila barangnya bermutu dan service memuaskan, maka
orang tidak segan untuk membayar mahal, yang penting adalah “jaminan mutu”-nya. Hal ini
yang akan penulis ambil sebagai titik tolak dalam rebranding Braga Permai, yaitu membuat
image baru dari Braga Permai yang membuat masyarakat rela merogoh sakunya demi produk
dan pelayanan yang pantas.
Sasaran atau target marketnya meliputi turis-turis mancanegara dan lokal dan termasuk juga
di dalamnya penduduk Bandung yang sudah sejak lama melupakan Cafe Braga Permai yang
sebenarnya merupakan warisan berharga yang potensial di Kota Bandung ini. Dengan kondisi
ekonomi menengah ke atas dan pendidikan yang cukup tinggi.
1.2Identifikasi Masalah/ Pembatasan Masalah
Jalan Braga adalah salah satu jalan tertua di Kota Bandung ini, yang sejak dahulu sudah
sangat terkenal dan memiliki pamornya di kalangan wisatawan. Jalan yang penuh dengan
bangunan bersejarah dan toko-toko yang unik ini masih tetap ramai dipenuhi orang yang lalu
lalang, tetapi dalam hal ini terjadi banyak pergeseran kepentingan. Pamor Jalan Braga pun
mengalami perubahan, dari yang tadinya adalah daerah historis dan kawasan belanja elite,
menjadi kawasan hiburan malam yang rawan kejahatan. Dari yang awalnya merupakan
pedatiweg “jalan untuk pedati dan pejalan kaki”, menjadi lokasi dengan bangunan-bangunan
modern dan kawasan perbelanjaan modern dengan mall, bioskop dan hotel modern-nya.
Kesan kuno dan bersejarah sudah jauh hilang, kecuali pada beberapa bangunan tertentu, yang
terlihat “hidup segan mati pun tak mau”. Dan lagi berdenyutnya kehidupan malam di
sepanjang Jalan Braga ini otomatis memperburuk citranya.
Meskipun citra Jalan Braga sudah mengalami pergeseran dan kemunduran sampai saat ini,
namun masih ada saja turis yang tetap setia mengunjungi Jalan Braga. Dari persentase turis ini
yang masih menempatkan Jalan Braga sebagai tempat bersantai dan tempat berjalan-jalan,
penulis dapat mengambil keuntungan, karena Braga Permai adalah tempat yang tepat untuk
bersantai dan melepas lelah setelah berjalan-jalan. Dengan kondisi seperti ini, seharusnya
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
7 – Bab I Pendahuluan
positioning yang baik dalam pasar dan memiliki jumlah konsumen yang cukup banyak.
Namun setelah melakukan wawancara dengan Bapak H. Ramlan dan Bapak Edi Rukaedi,
sebagai perwakilan dari pihak Braga Permai, penulis dapat mengemukakan beberapa
permasalahan sebagai berikut :
1. Braga Permai dengan keunikannya ternyata jarang dilirik oleh konsumen, yang
merupakan penduduk Bandung sendiri.
2. Semakin menurunnya minat wisatawan, terutama wisatawan lokal untuk mencoba
mengunjungi Braga Permai. Konsumen Braga Permai saat ini terbatas pada wisatawan
mancanegara dan segelintir turis lokal.
3. Jumlah omset yang menurun membuat Braga Permai tidak mampu untuk melakukan
renovasi dan promosi yang sekiranya dapat memperbaiki positioning-nya dalam
segmen pasar.
1.3Rumusan Masalah
Dari materi yang sudah dijabarkan di atas, perlu dibuat beberapa rumusan masalah yang akan
menjadi acuan dan kerangka berpikir penulis dalam proses berkarya pada tahap selanjutnya.
Beberapa rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Apa yang menjadi ciri khas, keunggulan dan keunikan Braga Permai dibandingkan
dengan para kompetitornya yang membuat Braga Permai mampu memposisikan
dirinya dalam pasar?
2. Apa tujuan rebranding tersebut bagi Braga Permai?
3. Bagaimana positioning yang diharapkan dalam segmen pasar?
4. Apa tujuan promosi yang dilakukan sejalan dengan proses rebranding?
5. Bagaimana bentuk rebranding dan promosi yang akan dilakukan?
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
8 – Bab I Pendahuluan 1.4Tujuan Perancangan
Tujuan perancangan disesuaikan dengan rumusan masalah adalah sebagai berikut :
1. Mempelajari dan menemukan ciri khas, keunggulan, dan keunikan Braga Permai
dibandingkan dengan para kompetitornya yang membuat Braga Permai mampu
memposisikan dirinya dalam pasar.
2. Melakukan rebranding yang mampu mengkomunikasikan pesan secara universal
kepada target market yang lebih spesifik dan tepat sasaran.
3. Membuat positioning untuk Braga Permai dalam segmen pasar sebagai café dan
restoran yang bernuansa kolonial tapi tetap mengikuti perkembangan jaman modern.
4. Menciptakan promosi sebagai kelanjutan dari proses rebranding, yang mampu
memenuhi kategori informative, persuasive dan reminder.
5. Melakukan modifikasi terhadap logo dan mengaplikasikannya pada setiap aspek
dalam branding. Kemudian menciptakan media-media yang sesuai untuk kegiatan
promosi.
6. Mengidentifikasi kecenderungan target market.
1.5Ruang Lingkup Perancangan
Ruang lingkup perancangan dapat dikategorikan menjadi 2 bagian sebagai berikut :
1. Proses rebranding : proses ini adalah bagaimana menciptakan ulang citra/image dari
Braga Permai. Beberapa tahapan proses yang akan dilalui meliputi :
a. Modifikasi Logo
b. Aplikasi pada Braga Permai : aplikasi ini akan diterapkan pada berbagai aspek seperti: • Corporate : kartu nama, kop surat, amplop, bon/nota.
• Peralatan resto :cangkir, asbak, nomor meja, menu, shopping bag, packaging. • Environment design : name board, signage, dan sebagainya.
2. Proses promosi : proses promosi meliputi beberapa aspek sebagai berikut :
a. Promosi ke dalam : X-Banner
b. Promosi ke luar : iklan surat kabar, iklan di majalah, web banner pada website,
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
9 – Bab I Pendahuluan 1.6Metode Penelitian
Metode penelitian disini dibagi menjadi dua, yaitu metode pengumpulan data dan analisis
hasil pengumpulan data.
1.6.1 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Observasi langsung,
Observasi langsung menurut Moh. Nazir (1985; 212) adalah sebagai berikut :
“Observasi langsung, yaitu cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut.”
Observasi langsung dalam penelitian ini adalah dengan melihat secara langsung keadaan
yang sesungguhnya dari Jalan Braga dan Cafe Braga Permai serta membandingkannya
dengan usaha-usaha lain yang sejenis, baik yang terletak di Jalan Braga maupun di tempat
lain di Kota Bandung, sebagai perbandingan.
2. Wawancara,
Wawancara menurut Prof DR Suharsini Arikunto (1998:145), adalah sebagai berikut :
“ Wawancara atau interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara “
Wawancara yang dilakukan adalah secara tidak terstruktur dan sifatnya fleksibel,
narasumber adalah beberapa staff dari Braga Permai. Wawancara ini dimaksudkan untuk
mengumpulkan sebanyak-banyaknya data tentang latar belakang dan harapan dari Braga
Permai di masa yang akan datang dan mengumpulkan berbagai pandangan serta pendapat.
3. Foto
Foto adalah salah satu elemen penting dalam penelitian ini, terutama dihubungkan dengan
keberadaan Braga Permai yang sudah puluhan tahun. Foto ini selain sebagai sumber data
yang cukup akurat, juga dapat mendukung sisi historis dan nuansa “jaman baheula” yang
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
10 – Bab I Pendahuluan oleh orang lain dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri. Dalam penelitian ini penulis
menggunakan foto dari kedua kategori tersebut untuk dapat mendukung keseluruhan
proses.
4. Studi Banding
Studi banding yang dilakukan adalah dengan mempelajari berbagai usaha sejenis
(café/resto) di Kota Bandung dan sekitarnya sebagai bahan perbandingan untuk Braga
Permai ini. Studi banding yang dilakukan meliputi studi terhadap corporate identity, sign
system, daya tarik, menu, suasana, sampai pada promosi yang dilakukan.
5. Studi Kepustakaan,
Studi kepustakaan menurut Moh. Nazir (1985; 111), adalah :
“ Studi kepustakaan adalah membaca, mempelajari dan mengumpulkan keterangan dari berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. “
Studi kepustakaan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi berbagai macam informasi
yang diperoleh dari berbagai macam media, baik media cetak maupun media elektronik
yang dapat menunjang penelitian penulis.
1.6.2 Analisis Hasil Pengumpulan Data
Analisis hasil pengumpulan dan pengolahan data dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Analisis terhadap pengumpulan data di luar keperluan visualisasi karya
Analisis terhadap data ini adalah berupa data-data penunjang yang dapat membantu penulis
dalam menciptakan karya. Data-data ini tidak secara jelas tersirat namun tetap mendukung
hasil akhir karya.
2. Analisis terhadap pengumpulan data sehubungan visualisasi karya
Analisis terhadap pengumpulan data ini adalah berupa visualisasi desain dengan konsep
yang telah ditentukan sebelumnya dan sesuai dengan data-data yang telah diperoleh.
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
71 – Bab IV Kesimpulan BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Setelah melalui berbagai proses, maka didapatlah beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Kawasan Jalan Braga adalah suatu kawasan bersejarah yang patut untuk dilestarikan
dan dipelihara. Kawasan ini sepatutnya menjadi ikon yang membanggakan untuk Kota
Bandung. Berbagai bangunan, usaha dan peninggalan bersejarah yang ada di
sepanjang jalan ini seharusnya dipelihara dan dibantu untuk tetap bertahan.
2. Berbagai peninggalan yang ada di Jalan Braga, dalam hal ini misalnya arsitektur
dengan gaya Art Deco, seharusnya dirawat dan mendapat perhatian khusus dari
pemerintah untuk kemudian menjadi warisan sejarah bagi generasi mendatang.
3. Braga Permai – salah satu dari peninggalan jaman Belanda tersebut, harus tetap eksis
dengan mempertahankan nilai-nilai sejarahnya, tapi juga tetap terbuka terhadap
perkembangan jaman.
4. Kemunduran Braga Permai disebabkan oleh ketidakmauannnya untuk berubah dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
5. Keadaan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar tidak berarti berubah menjadi
modern – tetapi lebih mengacu pada ”mempelajari perlaku konsumen”. Braga Permai
dan beberapa usaha yang masih tetap eksis harus menyadari kerinduan masyarakat
terhadap suasana Bandung Tempo Dulu.
6. Braga Permai, dengan proses rebrandingnya, mencoba mengobati kerinduan
masyarakat terhadap kondisi Bandung Tempo Dulu, dengan mengambil pendekatan
gaya Art Deco dan latar belakang sejarah Kota Bandung, khususnya Jalan Braga
sendiri. Diharapkan dengan citra yang baru – sekaligus juga citra asalnya, Braga
Permai mampu menjadi sebuah tempat bertemu/meeting point bagi berbagai kaum
pekerja dan intelektual untuk kemudian berinteraksi dan bersosialisasi, mungkin
sambil mengenang kondisi Bandung Tempo Dulu dan berusaha untuk mewujudkannya
Laporan Pengantar Karya Tugas Akhir
72 – Bab IV Kesimpulan 4.2 Saran
4.2.1 Bagi diri Sendiri
Bagi diri sendiri, dengan melalui proses Tugas Akhir ini diharapkkan untuk : • Lebih mampu me-manage waktu dalam menghadapi berbagai deadline.
• Lebih mampu untuk menggali lebih dalam lagi dalam mempelajari dan menciptakan suatu karya. Tidak terpaku pada ide pertama yang muncul.
4.2.2 Bagi Civitas Akademika
• Semoga UK Maranatha dapat terus mengembangkan materi pembelajarannya dalam bidang desain dan lebih menekankan pada praktek dan aplikasi, dibandingkan dengan
teori, sehingga mampu untuk menghasilkan mahasiswa/i yang siap pakai dalam dunia
kerja yang sesungguhnya.
4.2.3 Bagi pemerintah dan Masyarakat Umum
• Diharapkan agar masyarakat dan pemerintah lebih peduli terhadap seni, peninggalan sejarah dan perkembangannya. Bahwa kesemuanya itu merupakan harta berharga yang
tak ternilai bagi generasi mendatang.
• Diharapkan agar rencana Revitalisasi Jalan Braga akan direalisasikan secepatnya demi mendukung terciptanya kembali kehidupan penuh kenangan indah di Jalan Braga.
Daftar Pustaka
xi
DAFTAR
PUSTAKA
Buku
Berryman, Greg, 1979, Notes on Graphic Design and Visual Communication. Los
Altos. William Kaufmann, Inc.
Henrion, F. H. K. , 1990, “ The Imager of company”, dalam Designs for Corporate
Image : The Image of A Company. Massachusets. Rockport Publishers, Inc
Knapp, Duanne E.(terj. Sisnuhadi), 2002. The Brand Mindset. Yogyakarta. Andi
Kotler, Philip (terj. Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli)., 1997. Manajemen
Pemasaran – Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, ed. 9. Jakarta.
PT Prenhallindo
Kunto, Haryoto, 2007. Wajah Bandoeng Tempo Doeloe. Bandung. PT Granesia
Morgan, Conway Lloyd, 1999, Logo, Identity, Brand, Culture. New York.
Rotovision
Murphy, John, 1988, How to Design Trademarks and Logos. Oxford. Phaidon
Ollins, Wally, 1987, “Corporate Graphics”, dalam The Complete Guide to Advanced
Illustration and Design, ed Simon Jennings. New Jersey. Chartwell Book, Inc.
Ensiklopedia www. wikipedia.org
Daftar Pustaka
xii http://www.parijsvanjava.com
http://www.pikiran-rakyat.com
http://www.plinplan.com
http://www.sinarharapan.com