• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kualitas Acasia Nilotica L (Daun Oncit) sebagai Pewarna Kain Sutera

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kualitas Acasia Nilotica L (Daun Oncit) sebagai Pewarna Kain Sutera"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  3.  Hasil  tahan  luntur  warna  dilihat  dari  perubahan  warna  air    hasil pencucian           Konsentrasi                 Tunjung  Tahan   Luntur Warna              Ulangan  Konsentrasi Tunjung  1 gr/l 2gr/l*  3gr/l Nilai  Perubahan Warna Hasil
Tabel 4. Hasil tahan luntur warna ditinjau dari Penodaan kain putih

Referensi

Dokumen terkait

Seperti halnya pengggunaan ekstraksi zwa daun mangga pada proses pencelupan (pewarnaan) batik, akan mengalami perubahan warna dan ketahanan luntur warna, Dengan kata

Perlakuan terbaik berdasarkan ketahanan luntur warna yang dipilih yaitu pada perlakuan proporsi jenis benang 50% serat daun nanas : 50% katun dengan jenis pewarna alpukat dengan

Hasil penelitian menunjukkan : (1) rata-rata hasil ketahanan luntur warna terhadap pencucian termasuk dalam kategori baik dan ketahanan luntur warna terhadap

Perlakuan terbaik berdasarkan ketahanan luntur warna yang dipilih yaitu pada perlakuan proporsi jenis benang 50% serat daun nanas : 50% katun dengan jenis pewarna alpukat dengan

Penelitian ini secara umum untuk mengetahui pengaruh fiksator jeruk nipis terhadap pewarnaan esktrak daun jambu biji dilihat dari ketuaan warna dan ketahanan luntur pencelupan

Laporan tugas akhir yang berjudul “Eksplorasi Bunga Krisan (Chrysanthemum) sebagai Zat Pewarna Alami pada Kain Sutera untuk Produk Fashion” menitikberatkan konsep kembali ke

Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan kain (kering) menunjukkan bahwa ketahanan luntur warna terkuat sampai terlemah secara berurutan dihasilkan dari bahan

Nilai ketahanan luntur warna terhadap penodaan kain putih pada sampel dengan perlakuan mordan tawas dan tunjung memiliki nilai tertinggi yaitu dengan nilai 4-5 yang berkategori sangat