• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan Zakat Di Aceh Pasca Deklarasi Syariat Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengelolaan Zakat Di Aceh Pasca Deklarasi Syariat Islam"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1: kriteria mustahiq dan prosentase zakat

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa zakat produktif adalah zakat yang diberikan kepada fakir miskin berupa modal usaha atau yang lainnya yang digunakan

Ide untuk mengembangkan zakat, infak dan shadaqah sebagai modal usaha adalah melihat kondisi masyarakat Muslim penyandang cacat yang tergolong fakir miskin yang

Fakir dan miskin yang berhak menerima zakat fitrah pada Dusun Teppo sebanyak 24 orang, sedangkan zakat fitrah yang akan di bagikan 60% atau 6.000.000,00

Di antara dalil tersebut adalah ayat 60 surat At- Taubah yang artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus

apa. Menurut mereka, miskin kondisinya lebih buruk dari pada orang fakir. Menurut pendapat ini golongan mustahiq zakat dalam arti fakir atau..

Dalam penelitian ini ada beberapa program pemberdayaan yang dilakukan lembaga zakat terhadap masyarakat kota Cirebon yang tergolong kaum fakir dan miskin dalam

Firman Allah Swt (QS.At-Taubah ayat 60) :”Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus- pengurus zakat, para Muallaf yang

Mustahiq zakat disebutkan dalam al-Qur’an surat al-Taubah, 9:60 : Sesungguhnya zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mua’allaf