• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan Al- Sya’rawi Ini cocoknya diterapkan di negara-negara Arab, di mana perempuan (istri) masih menjadi tanggungjawab laki-laki (suami). 538 H) berpendapat bahwa

Soesilo zina adalah persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan isteri atau suaminya, supaya

Calon suami tidak sedang mempunyai isteri empat orang; Islam telah memberi batasan bagi seorang laki-laki bahwa batas maksimal menikah dengan perempuan dalam satu waktu adalah

Perbedaan jenis kelamin: laki-laki dan perempuan, dalam hubungan suami istri tidak perlu menyebabkan yang satu merasa lebih superior (lebih tinggi) daripada yang lain atau

Calon suami tidak sedang mempunyai isteri empat orang; Islam telah memberi batasan bagi seorang laki-laki bahwa batas maksimal menikah dengan perempuan dalam satu waktu adalah

Menurut fuqaha dari kalangan mazhab hanafi, zina adalah hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki secara sadar terhadap perempuan yang disertai nafsu

mempelai perempuan atau wakilnya, dan qabul (penegasan penerimaan mengikatkan diri sebagai suami istri) yang dilakukan mempelai laki-laki atau wakilnya, maka akad

Bukti perzinaan dalam hukum pidana Islam masih menggunakan alat bukti yang dirumuskan oleh jumhur ulama klasik yaitu pengakuan, persaksian minimal empat orang laki-laki, dan qarinah kehamilan, akan tetapi alat bukti tersebut tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti utama melainkan hanya alat bukti pendukung terhadap alat bukti pengakuan dan