Bab III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini. metode yang digunakan adalah asosiatif. Dengan

Teks penuh

(1)

32 Bab III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode yang digunakan

Dalam penelitian ini. metode yang digunakan adalah asosiatif. Dengan penelitian asosiatif ini dapat di ketahui hubungan antara variabel dan bagaimana tingkat ketergantungan antara variabel independent dengan variabel dependent. Dimana variabel tersebut dapat diukur, dimanipulasi atau dipilih untuk menentukan hubungan dengan suatu gejala yang diobservasi, sedangkan variabel dependent merupakan variabel yang memberikan reaksi atau respon jika dihubungkan dengan variabel bebas (Sarwono, 2012). seperti yang tertera pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Desain Penelitian

Keterangan :

1) T-1 : Mengetahui bagaimana pengaruh variabel keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja karyawan.

2) T-2 : Mengetahui bagaimana pengaruh variabel asuransi terhadap variabel produktivitas kerja karyawan.

Tujuan Jenis dan Metode Penelitian Unit Analisis Time Horizon

T-1 Asosiatif – Survey Individu – Karyawan PT. Juhdi Sakti Eng

Cross Sectional T-2 Asosiatif – Survey Individu – Karyawan

PT. Juhdi Sakti Eng

Cross Sectional

T-3 Asosiatif – Survey

Individu – Karyawan PT. Juhdi Sakti Eng

Cross Sectional

(2)

3) T-3: Mengetahui bagaimana pengaruh variabel keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan variabel asuransi terhadap variabel produktivitas kerja karyawan.

Dalam pelaksanaannya metode penelitian dilakukan adalah survey. Kerlinger (1973) yang dikutip oleh Sugiyono (2008) mengemukakan bahwa, penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang di ambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian – kejadian relative, distribusi, dan hubungan – hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis. Unit analisis berupa individu, yaitu para pekerja di PT. Juhdi Sakti Engineering. Time zone yang digunakan adalah cross sectional, yaitu suatu penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu (Umar,2005).

3.2 Operasionalisasi Variabel

Operasionalisasi Variabel merupakan penjelasan pengertian variabel, sehingga dapat diamati dan di ukur dengan menentukan hal – hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan Sugiyono dalam umar (2005) variabel didalam penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti dan mempunyai variasi anatara satu sama lainnya dalam kelompok tersebut. Berikut adalah variabel yang di gunakan dalam penelitian ini , yaitu:

1. Variabel independent/ bebas (X0 : variabel yang mempengaruhi/ yang menjadi penyebab terjadinya perubahaan atau timbulnya variabel terikat Sugiyono, 2008). dalam penelitian ini ada dua :

a) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) -> X1 b) Asuransi -> X2

(3)

2. Variabel dependen/ terikat (Y) : merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono,2008). Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah produktivitas pekerja.

Skala pengukuran untuk penelitian yang digunakan adalah likert. Skala likert yang dikembangkan oleh Rensis Likert ini akan menunjukan persetujuan atau ketidaksetujuan dari rangkaian pernyataan tentang suatu objek, dan biasanya memiliki lima atau tujuh kategori dari "sangat setuju" sampai "sangat tidak setuju"(Sugiyono,2008).

Pada tabel 3.2 menerangkan hubungan antara variabel dependent dan independent, dimana di dalamnya terdapat dimensi yang merupakan suatu konsep variabel dan indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau status yang memungkinkan dilakukannya pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu. Model skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert.

3.2 Tabel Operasional Variabel

Variabel Dimensi Indikator Model Skala

Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (X1) Diadopsi dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Mangkunegara 2002 Keadaan tempat lingkungan kerja Pemakaian peralatan kerja Pengaturan udara • Penyusunan barang • Penyimpanan barang • Pembuangan limbah • Pengaman • Penggunaan mesin • Suhu Udara • Pergantian udara di ruang kerja Skala Likert

(4)

Kondisi fisik pegawai Pengaturan pencahayaan atau penerangan • Jaminan kesehatan

• Emosi tidak stabil

• Kerusakan alat indra dan paru – paru • Pencahayaan • Penerangan (X2) Asuransi Diadopsi dari Undang – Undang Depnaker Jaminan pertanggungan kesehatan Jaminan kecelakaan

Jaminan hari tua

• Gangguan kesehatan tetap • Gangguan kesehatan sementara • Jaminan kecelakaan besar • Jaminan kecelakaan kecil • Pensiun Produktivitas Kerja (Y) Diadopsi dari buku Produktivitas Apa dan Bagaimana, Muchdarsyah Sinungan (2008) Pendidikan dan Keterampilan Keterampilan fisik Penggunaan sarana produksi • Pelatihan • Tingkat pendidikan • Gizi • Kesehatan

• Alat - alat yang digunakan

• Tekhnologi

(5)

Kemampuan manajerial

• lingkungan kerja

• Pengarahan tenaga kerja

3.3 Jenis dan Sumber Data

Terdapat dua jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : 1. Data Primer

Menurut Sugiyono (2008) Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer bisa juga dibilang memantau langsung kegiatan objek penelitian, sedangkan data sekunder didapat dari studi kepustakaan berupa buku dan majalah ilmiah yang berhubungan dengan permasalahan untuk dijadikan sebagai landasan teori.

Menurut Sekaran (2005), data primer adalah informasi yang bisa didapatkan dari pembicaraan dengan orang lain, observasi kejadian, orang, objek; atau memberikan kuesioner kepada orang-orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa data primer adalah data yang didapatkan dari sumber asli, dapat melalui pembicaraan langsung maupun observasi.

2. Data Sekunder

Menurut Sekaran (2005), data sekunder adalah data yang didapatkan dari sumber yang telah ada, seperti catatan yang dipublikasikan, website perusahaan, kebijakan perusahaan, prosedur, dan peraturan yang bisa didapatkan dari catatan dan dokumen perusahaan.

Berdasarkan tujuan penelitian, ada beberapa data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Jenis dari masing – masing data tersebut adalah kualitatif yaitu data

(6)

yang tidak dapat di ukur dengan skala numeric. Namun karena dalam statistic semua data harus dalam bentuk angka, maka data kualitatif umumnya di kuantitatifkan agar dapat di proses lebih lanjut (Kuncoro,2008). Namun ada pula data yang di dapat melalui survey dilapangan dengan mencatat hasil kerja yang dilakukan oleh pekerja untuk keperluan perhitungan mengenai beban angkat yang dilakukan pekerja setiap hari.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian diperlukan data dan informasi yang memang dapat dipercaya. Maka dari itu, dibutuhkan teknik pengumpulan data agar penelitian ini berjalan lancar. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara seperti dibawah berikut ini :

a) Data primer

 Penelitian di lapangan

Data – data yang didapatkan saat penelitian dilapangan adalah dengan dua cara, yaitu :

• Kuesioner

Menyebarkan kuesioner di lapangan kepada para pekerja lapangan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, dan produktivitas.

• Wawancara

Melakukan wawancara dengan beberapa pekerja yang ikut pula berpartisipasi sebagai responden.

(7)

Beberapa data didapatkan langsung dari PT. Juhdi Sakti Engineering langsung mengenai bahaya – bahaya yang mungkin terjadi di lapangan dan cara penanggulangannya.

b) Data sekunder

• Studi pustaka

Peneliti melakukan pencarian mengenai teori – teori yang mendukung untuk penelitian ini dalam bentuk buku, jurnal, atau artikel di perpustakaan yang dapat membantu penulis nantinya dalam menganalisa hasil pengolahan data.

• Pencarian melalui internet

Mencari materi – materi penunjang atau jurnal melalui internet untuk kepentingan analisa hasil pengolahan data.

3.5 Teknik pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling merupakan teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk di pilih menjadi anggota sampel. Penulis menggunakan tipe simple random sampling, yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi denggan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut (Kuncoro,2008).

Untuk menentukan berapa banyak sampel minimal yang perlu diambil untuk melakukan penelitian dapat menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin sebagai berikut (Riduwan dan Kuncoro, 2008):

Keterangan: n = jumlah sampel

(8)

N = jumlah populasi

d2 = presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 90%)

Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel minimal adalah sebagai berikut:

= 75

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel yang di digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 75 orang.

3.6 Metode Analisis

Ada beberapa metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis pertama kali pada kuesioner yaitu dengan menguji validitas dan reliabilitas. Kemudian dari hasil pengolahan kuesioner tersebut akan diperoleh data yang akan di analisis lebih lanjut dengan deskriptif maupun analisi korelasi pearson.

Metode analisis yang dipakai dikaitkan dengan masing - masing tujuan seperti terlihat dalam tabel 3.3 dibawah ini :

Table 3.3 Tabel Metode Analisis

Tujuan penelitian Teknik analisis

T - 1 : pengaruh X1 terhadap Y Regresi sederhana T - 2 : pengaruh X2 terhadap Y Regresi sederhana T - 3 : pengaruh X1 dan X2 terhadap Y Regresi berganda

3.6.1 Skala Likert

Skala Likert di gunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala social. Dalam penelitian gejala social

(9)

ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya di sebut sebagai variabel penelitian (Riduwan dan Kuncoro,2008). Pemberian nilai yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4 Tabel Skala Likert

Keterangan Penilaian

Sangat setuju 5

Setuju 4

Ragu – ragu 3

Tidak setuju 2

Sangat tidak setuju 1

Sumber: Riduwan & Kuncoro,2008

Berdasarkan kategori-kategori tersebut dapat diketahui bobot nilai tertinggi adalah 5 dan bobot nilai terendah adalah 1. Untuk mengetahui range maka selisih antara bobot nilai tertinggi dan bobot nilai terendah adalah 5 – 1 = 4, dan untuk mengetahui jumlah interval kelas dan besar interval kelas dapat digunakan dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

R = Range (rentang kelas) k = Jumlah Interval Kelas i = Besar Interval Kelas

Berdasarkan ketentuan di atas maka penulis mengelompokkan tanggapan responden berdasarkan batas-batas penelitian terhadap bagian- bagian yang dievaluasi sehingga dapat dikelompokkan sebagai berikut:

(10)

Tabel 3.5 Tabel Batas Penelitian

Batasan Keterangan

1 – 1,8 Sangat Tidak Setuju (STS) 1,81 – 2,6 Tidak Setuju (TS)

2,61 – 3,4 Ragu-Ragu (R)

3,41 – 4,2 Setuju (S)

4,21 – 5 Sangat Setuju (SS) Sumber: Andi Supangat (2007)

3.6.2 Transformasi Data ordinal menjadi Data Internal

Jika data yang dikumpulkan memiliki skala ukur ordinal, maka data tersebut harus diubah (transformasi) menjadi data interval.Mentransformasi data ordinal menjadi data interval berguna untuk memenuhi sebagian syarat analisis parametrik yang mana data setidaknya adalah data berskala interval.

Teknik transformasi yang paling sederhana menggunakan MSI (Method of Successive Interval). Langkah-langkah transformasi data ordinal menjadi interval adalah sebagai berikut: (Riduwan dan Kuncoro, 2008)

•Pertama perhatikan setiap butir jawaban responden dari kuesioner yang disebarkan.

•Pada setiap butir ditentukan berapa orang yang mendapat skor 1,2,3,4,dan 5 yang disebut sebagai frekuensi.

•Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut proporsi.

•Menentukan nilai proporsi kumulatif dengan menjumlahkan nilai proporsi berurutan per kolom skor.

•Menentukan nilai Z, dengan menggunakan tabel Distribusi Normal Baku, hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh.

(11)

•Menentukan densitas, tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh dengan menggunakan tabel Koordinat Kurva Normal Baku (Riduwan dan Kuncoro, 2008).

Menentukan scale value (skala nilai) dengan menggunakan rumus: NS = (Density at Lower Limit) – (Density at Upper Limit)

(Area Below Upper limit) – (Area Below Lower Limit) •Tentukan nilai transformasi (skala akhir) dengan rumus:

Y = NS + [ 1 + ( ) ]

3.6.2.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah sejauh mana perbedaan yang didapatkan melalui alat pengukur mencerminkan perbedaaan yang sesungguhnya diantara responden yang diteliti . Uji validitas dilakukan berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Berkaitan dengan pengujian validitas instrumen menurut Riduwan dan Kuncoro (2008) menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesasihan suatu alat ukur. Suatu kuesioner yang baik harus dapat mengukur dengan jelas kerangka penelitian yang akan diukur.

Untuk menguji validitas alat ukur, terlebih dahulu dicari harga korelasi antara bagian-bagian dari alat ukur secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikan setiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Untuk menghitung validitas menggunakan teknik korelasi Pearson product moment. Rumusnya adalah sebagain berikut:

(12)

Keterangan:

r hitung = Koefisien korelasi ∑ Xi = Jumlah skor item ∑ Yi = Jumlah skor total n = Jumlah responden

Selanjutnya dihitung dengan Uji-t dengan rumus :

Dimana:

t = Nilai t hitung

r = Koefisien korelasi hasil r hitung n = Jumlah responden

Distribusi (Tabel t) untuk α = 0,1 dan derajad kebebasan (df = n-2)

Kaidah keputusan : Jika t hitung > t table berarti valid sebaliknya t hitung < t table berarti tidak valid

Uji validitas ini disarankan agar jumlah responden untuk uji coba minimal 30 orang. Dengan jumlah minimal 30 orang ini, distribusi skor (nilai) akan lebih mendekati kurva normal. Pada uji validitas ini peneliti menggunakan Corrected Item-Total Correlation.

Untuk menguji validitas butir dapat dilakukan dengan program SPSS 17. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menentukan hipotesis

Ho = Skor butir berkorelasi positif dengan skor faktor H1 = Skor butir tidak berkorelasi positif dengan skor faktor

(13)

2. Menentukan nilai r tabel

 Hitung nilai “df” dengan rumus df = n -2 (n=jumlah responden)

 Hitung nilai “t” dengan cara : pilih menu “transform”, kemudian pilih sub menu “compute pada kolom sebelah kiri diisi dengan “t”, dan disebelah kanan diisi dengan rumus “IDF.T(0.90,DF). Kemudian “ok”.

 Hitung nilai “r” dengan cara: pilih menu “transform”, kemudian pilih sub menu “compute” pada kolom sebelah kiri diisi dengan “r”, dan sebelah kanan diisi dengan rumus “t/sqrt(df+t**2)”. Kemudian “ok”

3. Mencari r hasil

 Masukkan data jawaban responden untuk diolah dengan software SPSS 200.  Pilih menu “analyze”, pilih sub menu “scale”, pilih yang “reliability analyze”.  Kemudian pada kolom item isi dengan variabel yang ingin dihitung.

 Pada bagian “model”, biarkan pilihan pada “Alpha”

 Klik tombol “statistic”. Pada bagian “deskriptive for” pilih semuanya (Item, Scale, Scale if item deleted )

 Kemudian ok, maka akan keluar hasilnya.

Disini r hasil untuk tiap item bisa dilihat pada output kolom CORRECTED ITEM-TOTAL CORRELATION pada tampilan software SPSS.

4. Mengambil Keputusan

Dasar pengambilan keputusan :

 Jika r hasil positif, dan r hasil > r tabel, maka butir tersebut Valid.

 Jika r hasil tidak positif, dan r hasil < r tabel, maka butir tersebut Tidak Valid. Jika ada instrumen pertanyaan yang tidak valid, maka instrumen tersebut dibuang lalu diuji validitas kembali. Setelah pertanyaan dinyatakan semuanya valid, selanjutnya dilakukan uji reabilitas.

(14)

3.6.2.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas artinya adalah tingkat keoercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (realibel). Sangat disarankan agar jumlah responden untuk uji coba, minimal 30 orang. Dengan jumlah minimal 30 orang ini, distribusi skor (nilai) akan lebih mendekati kurva normal. Pada program SPSS akan dibahas untuk uji yang seiring digunakan dalam penelitian yakni metode Alpha (Cronbach’s). Metode Alpha sangat cocok pada skor berskala (mis1-4,1-5).

Langkah yang dilakukan untuk uji reliabilitas adalah sebagai berikut: 1. Menentukan hipotesis

Ho = Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya. H1 = Skor butri tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya. 2. Menetukan nilai r tabel

Pada program SPSS, metode ini dilakukan dengan metode Cronbach’s Alpha, dimana suatu kuesioner dianggap reliabel apabila Cronbach’s Alpha > 0,6. 3. Mencari r hasil

Disini r hasil adalah angka ALPHA (terletak di akhir output) dari tampilan software SPSS.

4. Mengambil Kesimpulan

 Jika r ALPHA positif, dan r ALPHA > r tabel, maka butir tersebut Reliabel.  Jika r ALPHA tidak positif, dan r ALPHA < r tabel, maka butri

tersebut tidak reliabel

Menurut Triton (2006, p248), tingkat reliabilitas dengan metode Alpha Cronbach’s diukur berdasarkan skala Alpha O sampai 1. Apabila skala tersebut

(15)

dikelompokkan ke dalam lima kelas dengan range yang sama, maka ukurlan kemantapan Alpha dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

Tabel 3.6 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha Alpha Tingkat Reliabilitas 0.00 – 0.20 Kurang Reliabel >0.20 – 0.40 Agak Reliabel >0.40 – 0.60 Cukup Reliabel >0.60 – 0.80 Reliabel >0.80 – 1.00 Sangat Reliabel Sumber: Triton (2006, 248) 3.6.2.3 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal. Uji ini perlu dilakukan karena semua perhitungan statistik parametrik memiliki asumsi normalitas sebaran.

Uji normalitas dapat dihitung dengan bantuan program SPSS 17, yaitu dengan langkah:

1. Pilih menu Analyze – Descriptive Statistic – Explore.

2. Masukkan variabel yang akan diuji sebarannya ke dalam kotak Dependent List. Setelah itu kita klik tombol Plots yang akan memunculkan doalog box kedua seperti ini.

3. Dalam dialog ini kita memilih opsi Normality plots with tests, kemudian klik Continue dan Ok.

Untuk menganalisis hasil output tersebut, maka yang perlu diperhatikan adalah (Santoso, 2003):

a) Output Deskriptif: jika ratio Skewness dan Kurtosis tidak melebihi angka 2, maka dapat diaktakan distribusi data adalah normal.

(16)

b) Output Tests of Normality: dimana hasil Sig. > dari 0,1, maka dikatakan normal. Grafik Normal Q-Q Plots: terdapat garis lurus dari kiri kekanan atas. Garis ini berasal dari nilai Z. Jika suatu distribusi data normal, maka data akan tersebar disekeliling garis.

c) Grafik Detrended normal Q-Q Plots: dimana grafik ini menggambarkan selisih antara titik-titik dengan garis diagonal pada grafik sebelumnya. Jika data yang kita miliki mengikuti distribusi normal dengan sempurna, maka semua titik akan jatuh pada garis 0,0.

d) Output boxplot: bloxplot adalah kotak yang berwarna merah dengan garis

horiziontal di kotak tersebut. Jika garis hitam terletak persis ditengah boxplot, maka distribusi data adalah normal.

3.6.3 Analisis Korelasi - Regresi

Berdasarkan Riduwan dan Kuncoro (2008) untuk mengetahui hubungan antara variable X1 dengan Y dan X2 dengan Y dan X1 dan X2 terhadap Y digunakan teknik korelasi. Analisis korelasi yang digunakan adalah Pearson Product Moment, dengan rumus:

Korelasi PPM dilambangkan (r) dengan ketentuan nilai r tidak lebih dari harga (-1≤r≤+1). Apabila nilai r = -1 artinya korelasinya negatif sempurna; r=0 artinya tidak ada korelasi; dan r=1 berarti korelasinya sangat kuat. Sedangkan arti harga r akan ditampilkan pada Tabel Intepretasi Nilai r sebagai berikut.

(17)

Tabel 3.7 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,80 – 1,000 Sangat Kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,40 – 0,599 Cukup Kuat 0,20 – 0,399 Rendah 0,00 – 0,199 Sangat Rendah Sumber: Riduwan (2008:136)

Untuk mencari makna generalisasi, maka perlu melakukan uji signifikansi dari hubungan antara variabel X terhadap Y. Uji signifikansi adalah sebagai berikut: Hipotesis :

Ho: Variabel X tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y Ha: Variabel X memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y Dasar pengambilan keputusan:

Sig ≥ α  Ho diterima, Ha ditolak Sig < α  Ho ditolak, Ha diterima

Keterangan : α (alpha) = tingkat presisi, batas ketidakakuratan (1-tingkat kepercayaan)

3.6.3.1 Regresi Linier Sederhana

Menurut Kuncoro (2008) regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat diperkecil. Regresi juga dapat diartikan sebagai usaha memprediksikan perubahan. Peramalan tidak memberikan jawaban pasti tentang apa yang akan terjadi, melainkan berusaha mencari pendekatan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Jadi,

(18)

regresi mengemukakan tentang keingintahuan apa yang terjadi di masa depan untuk memberikan sumbangan menentukan keputusan yang terbaik.

Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah (Sugiyono,2008):

Y’ = a + bX Dimana :

Y’ = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang

didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.

X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu

3.6.3.2 Regresi Linear Berganda

Menurut Kuncoro (2008), regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat diperkecil. Regresi juga dapat diartikan sebagai usaha memprediksikan perubahan.

(19)

Peramalan tidak memberikan jawaban pasti tentang apa yang akan terjadi, melainkan berusaha mencari pendekatan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Jadi, regresi mengemukakan tentang keingintahuan apa yang terjadi di masa depan untuk memberikan sumbangan menentukan keputusan yang terbaik.

Analisa regresi dilakukan untuk mengetahui bagaimana variabel terikat dapat diprediksikan melalui variabel-variabel bebas secara individual, sehingga dapat diputuskan apakah naik turunnya variabel terikat dapat dilakukan melalui menaikkan atau menurunkan variabel-variabel bebas.

Regresi Linear Berganda (Multiple Linear Regression) merupakan metode statistik yang digunakan untuk menganalisa hubungan antara satu variabel terikat (dependent) dengan beberapa variabel bebas (independent). Variabel bebas adalah variabel-variabel yang tidak dipengaruhi variabel-variabel lainnya, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.

Digunakan regresi linear berganda ini ditujukan untuk: 1. Memprediksikan (Prediction)

2. Menjelaskan (Explanation)

3. Mengspesifikasikan hubungan statistik

4. Menentukan variabel-variabel bebas dan terikat.

Setelah menganalisis ketiga variabel, maka jawaban responden untuk variabel-variabel dalam kelompok faktor dijumlahkan dan dihitung nilai rata-ratanya. Selanjutnya nilai rata-rata tersebut akan dijadikan data-data untuk variabel-variabel bebas dan variabel terikat, untuk pengolahan regresi linear.

Persamaan regresi untuk dua prediktor adalah :

(20)

Y = a + b1X1 + b2X2 + ... + bnXn Persamaan regresi untuk n prediktor adalah :

3.7 Rancangan Uji Hipotesis

Menurut Sugiyono (2008), untuk dapat diuji, suatu hipotesis haruslah dinyatakan secara kuantitatif. Pengujian hipotesis statistik adalah prosedur yang memungkinkan keputusan dapat dibuat, yaitu keputusan untuk menolak atau tidak menolak suatu hipotesis yang sedang diuji. Variabel :

X1 = Keselamatan dan kesehatan kerja X2 = Asuransi

Y = Produktivitas Kerja Karyawan

terdapat tiga hipotesis yang ingin diuji. Hipotesisnya adalah sebagai berikut :

• Untuk T - 1

Bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering?

Ho : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering.

Ha : Ada hubungan yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering.

• Untuk T - 2

Bagaimana pengaruh asuransi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering?

Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara asuransi dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering.

(21)

Ha : Ada hubungan yang signifikan antara asuransi dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering.

• Untuk T - 3

Bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja dan asuransi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering?

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja dan asuransi dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering. Ha : Ada hubungan yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja dan asuransi dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Juhdi Sakti Engineering

3.8 Rancangan Pemecahan Masalah

Sesuai dengan tujuan penelitian, ingin diketahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja, serta asuransi secara masing-masing maupun bersama-sama terhadap produktivitas pekerja PT. Juhdi Sakti Engineering.

Rancangan implikasi penelitian ini adalah agar PT. Juhdi Sakti Engineering dapat mengevaluasi bagaimana pengaruh dari keselamatan dan kesehatan kerja, serta asuransi mempengaruhi dalam produktivitas kerja karyawan pada perusahaan. Diharapkan hasil implikasi dari penelitian ini, perusahaan akan dapat melihat variabel mana yang memiliki pengaruh terbesar dalam produktivitas pekerja , sehingga kedepannya perusahaan dapat mengembangkan strategi sumber daya manusia yang lebih tepat agar dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan output perusahaan menjadi lebih baik.

Figur

Tabel 3.1 Desain Penelitian

Tabel 3.1

Desain Penelitian p.1
Table 3.3 Tabel Metode Analisis

Table 3.3

Tabel Metode Analisis p.8
Tabel 3.4 Tabel Skala Likert

Tabel 3.4

Tabel Skala Likert p.9
Tabel 3.5  Tabel Batas Penelitian

Tabel 3.5

Tabel Batas Penelitian p.10
Tabel 3.6 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha  Alpha  Tingkat Reliabilitas  0.00 – 0.20  Kurang Reliabel  &gt;0.20 – 0.40  Agak Reliabel  &gt;0.40 – 0.60  Cukup Reliabel  &gt;0.60 – 0.80  Reliabel  &gt;0.80 – 1.00  Sangat Reliabel  Sumber: Triton

Tabel 3.6

Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha Alpha Tingkat Reliabilitas 0.00 – 0.20 Kurang Reliabel &gt;0.20 – 0.40 Agak Reliabel &gt;0.40 – 0.60 Cukup Reliabel &gt;0.60 – 0.80 Reliabel &gt;0.80 – 1.00 Sangat Reliabel Sumber: Triton p.15
Tabel 3.7  Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r  Interval Koefisien  Tingkat Hubungan

Tabel 3.7

Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan p.17

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :