Tambah produk, laba TPIA menggemuk.
KIJA bidik pendapatan Rp 60 miliar dari golf.
WSBP tambah batching plant menjadi 80 unit.
WTON menargetkan Rp 600 miliar dari readymix.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
D
i tengah meningkatnya resiko
pasar global dan kawasan Asia
akhir pekan lalu, IHSG cenderung
bergerak di teritori positif, sempat
menguat hingga 21 poin, meskipun
akhirnya tutup hanya menguat tipis
1,892 poin (0,03%) di 5893,841.
Penguatan IHSG terjadi di tengah
koreksi yang umumnya melanda
bursa kawasan Asia menyusul men‐
ingkatnya kekhawatiran pasar atas
serangan teroris di Barcelona dan
kisruh politik di AS yang bisa meng‐
gagalkan rencana Trump melakukan
reformasi perpajakan. Penguatan
IHSG turut ditopang aksi beli selektif
atas saham tambang menyusul tren
bullish harga komoditas batubara
dan logam. Selain ditopang pengua‐
tan saham tambang, penguatan
IHSG turut ditopang kenaikan saham sektor konsumsi dan infrastruktur.
Selama sepekan IHSG berhasil menguat 2,2% menguji resisten kuat di
5910. Sentimen positif sepekan kemarin terutama ditopang dari data ekonomi
domestik dan pergerakan bullish harga sejumlah komoditas. Sementara Wall
Street akhir pekan lalu tutup di teritori negatif namun berhasil mengurangi ko‐
reksinya. Indeks DJIA koreksi 0,35% di 21674,51. Indeks S&P setelah sempat
koreksi 0,5% akhirnya tutup koreksi 0,18% di 2425,55. Sentimen positif Wall
Street di akhir sesi akhir pekan lalu dipicu pengunduran diri salah satu penase‐
hat penting Trump yaitu Steve Bannon yang kurang disukai pasar karena men‐
ganut paradigma ekonomi yang nasionalistik. Sebelumnya pasar bereaksi negatif
atas pertentangan di dalam tim penasehat Trump yang dinilai sebagai hambatan
dalam meloloskan agenda reformasi pajak melalui parlemen. Indeks DJIA dan
S&P selama sepekan kemarin masing‐masing koreksi 0,84% dan 0,65%. Terkait
pergerakan harga komoditas, harga minyak mentah akhir pekan lalu di AS re‐
bound 3% di USD48,51/barel. Harga nikel di LME melanjutkan tren bullish men‐
guat 3% di USD11000/MT. Selama sepekan harga nikel menguat 3,4% melanjut‐
kan penguatan pekan sebelumnya 3%.
Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, IHSG berpeluang melanjut‐
kan penguatannya mencatatkan level tertinggi baru. Redahnya resiko pasar ek‐
sternal, pergerakan bullish harga sejumlah komoditas seperti nikel dan ba‐
tubara, dan spekulasi penurunan bunga acuan BI bulan ini menjadi katalis positif
penguatan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5860 hingga resisten di
5930 cenderung menguat.
S1 5860 S2 5830 R1 5930 R2 5960
Index Last Chg % DJIA 21674.51 (76.22) (0.35) S&P 500 2425.55 (4.46) (0.18) FTSE 100 7323.98 (63.89) (0.86) CAC 40 5146.85 0.00 0.00 DAX 12165.19 (38.27) (0.31) NIKKEI 225 19481.45 (37.88) (0.19) HANGSENG 27047.57 (296.65) (1.08) STI 3251.99 (7.76) (0.24) SHENZHEN 1902.25 (7.13) (0.37) SHANGHAI 3268.72 0.29 0.01 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 48.53 1.60 3.41 CPO (RM/M.T) 2658.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1290.20 (3.40) (0.26) Nikel (USD/M.T 10780.00 170.00 1.60 Timah (USD/M.T) 20250.00 300.00 1.50 Coal (USD/M.T) 94.55 (0.40) (0.42) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13361.00 (10.00) (0.07) USD/EUR 1.175 0.00 0.25 JPY/USD 109.21 (0.28) (0.25) IDR/SGD 9802.24 11.97 0.12 IDR/AUD 10588.80 38.71 0.37 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 35.45 4736 0.02 0.06Top Gainers IDR % Chg
FISH 3,000 25.00 600 TGRA 500 25.00 100
WAPO 101 24.70 20
CMPP 304 24.60 60
ALKA 304 24.60 60
Top Losers IDR % Chg
BPFI 450 (10.00) (50)
WINS 242 (8.30) (22)
KBLV 900 (8.20) (80)
BBHI 170 (7.10) (13)
BKSL‐W 41 (6.80) (3) Top Value IDR % (miliar)
BMRI 13,100 (1.70) 941 B TLKM 4,780 0.20 692 B SRIL 344 (1.10) 524 B GGRM 74,000 4.30 497 B BBRI 15,150 (0.70) 479 B
Top Volume IDR % (juta)
RIMO 358 (0.60) 656.966 MLPL 218 1.90 611.720 MYRX 130 (0.80) 606.500 IIKP 220 (1.80) 601.321 MPPA 750 8.70 283.426 IHSG 5,893.84 Change 2.84 Change (%) 0.05 Change (%/ytd) 11.27 Total Value (IDR triliun) 6.648 Total Volume (miliar saham) 6.464 Net Foreign Buy (IDR miliar) (278.000) Up: 181 Down: 289 Unchange: 129
News Update
2
Tambah produk, laba TPIA menggemuk. Perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, semakin gencar berekspansi. Untuk mendanai ekspansi, emiten dengan kode saham TPIA ini menerbitkan saham baru melalui rights issue sebesar Rp 5,03 triliun atau sekitar US$ 378 juta. Hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) TPIA tercatat efektif sejak Senin, (14/8). Perseroan ini menawarkan sebanyak 279,74 juta saham baru, dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Setiap pemegang 47 saham lama berhak atas 4 HMETD (rights). Setiap 1 HMETD memiliki hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 18.000. Penawaran Chandra Asri diterima dengan baik di pasar, hingga terjadi kelebihan order book. Sebagian besar order book tersebut berasal dari investor besar Thailand, investor jangka panjang lokal dan internasional, dana multi strategi serta perusahaan asuransi. Penempatan order book dialokasikan sangat ketat, dengan lima investor teratas memperoleh 90% dari total order book dan 10 investor teratas mendapatkan 95% dari total order book. TPIA memperkirakan dapat meraup dana hasil rights issue sebanyak-banyaknya sekitar Rp 5 triliun. Perolehan dana hasil rights issue tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai belanja modal guna meningkatkan skala usaha. Salah satunya, untuk menambah kapasitas produksi dan diversifikasi produk. Dalam prospektus, tertulis bahwa TPIA akan menggunakan dana hasil rights issue untuk membiayai enam proyek. Pertama, perluasan pabrik butadiena, yang diestimasi memakan biaya US$ 42 juta. Pabrik baru tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada kuartal II-2018. Kedua, TPIA akan meningkatkan kapasitas naphtha cracker. Ekspansi ini diperkirakan menelan biaya US$ 45 juta dan direncanakan beroperasi kuartal I-2020. Ketiga, perseroan ini menargetkan akan mengoperasikan pabrik polietilena baru pada kuartal IV-2019. Investasi ini bakal memakan biaya sebesar US$ 356 juta. Harry mengatakan dengan menambah satu pabrik, kapasitas produksi pabrik polietilena yang saat ini 336.000 ton per tahun bisa bertambah 400.000 ton per tahun. Jadi, total kapasitas produksi polietilena mencapai 736.000 ton per tahun. Keempat, proyek yang masih dalam perencanaan, TPIA akan melakukan perluasan pabrik polipropilena yang diestimasi membutuhkan dana sebesar US$ 15 juta. Harry mengatakan perluasan pabrik polipropilena bisa menambah kapasitas produksi dari 480.000 ton per tahun, menjadi 590.000 ton atau naik 110.000 ton per tahun. Kelima, TPIA juga berencana melakukan diversifikasi produk dengan membangun pabrik methyl tertiary butyl ether (MTBE) dan butene-1. "Pabrik yang belum pernah kami miliki adalah MTBE dan butene-1, diharapkan dengan terbangunnya pabrik tersebut kami bisa menambah portofolio dalam produk turunan kami," kata Harry. Keenam, TPIA berencana membangun kompleks petrokimia kedua yang diestimasikan membutuhkan dana sekitar US$ 455 juta. Terlihat belanja modal TPIA sejalan dengan strategi bisnis perusahaan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi. Perluasan variasi produk melalui proyek integrasi produk hilir dilakukan guna mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di dalam industri petrokimia Indonesia. Harry memprediksi laju bisnis TPIA ke depan masih akan cerah, seiring dengan harga minyak dunia yang masih dalam level rendah. Sebagai gambaran, harga minyak WTI Jumat (18/8) mencapai US$ 47 per barel. TPIA menggunakan naphtha cracker yang merupakan ekstrak dari minyak bumi sebagai bahan baku. "Margin masih bisa terjaga di harga minyak sekarang," kata Harry. (Kontan)
KIJA bidik pendapatan Rp 60 miliar dari golf. Kalau disandingkan total pendapatan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, kontribusi bisnis golf memang masih seujung kuku. Meskipun begitu, Kawasan Industri Jababeka melalui cucu perusahaan bernama PT Padang Golf Cikarang, tak mau menyia-nyiakan potensi bisnis dari olah raga kaum The Have tersebut. Padang Golf Cikarang adalah pengelola lapangan golf bernama Jababeka Golf & Country Club di Bekasi, Jawa Barat. Luas lapangan itu 72 hektare (ha) dan memiliki 18 international holes. Tahun ini, Padang Golf Cikarang membidik pendapatan Rp 60 miliar. Mamin Kasdiamah, General Manager PT Padang Golf Cikarang, memprediksi, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari biaya pendaftaran anggota jenis corporate membership. Sisanya dari tiket masuk, turnamen dan pendapatan lain. Layaknya pengelola lapangan golf lain, Padang Golf Cikarang mematok tarif berbeda untuk anggota dan non anggota. Tarif hari biasa untuk pengunjung non anggota adalah Rp 715.000 per orang. Kalau tarif pada akhir pekan dan libur nasional bisa sampai Rp 2 juta per orang. Sementara tarif bermain bagi anggota hanya Rp 300.000 per orang. Tarif berlaku sama setiap hari. Namun, anggota harus membayar keanggotaan dengan tiga pilihan. Rentang tarif keanggotaan Jababeka Golf & Country Club yang berlaku selamanya, yakni Rp 150 juta-Rp 220 juta. Menurut catatan Padang Golf Cikarang, saban bulan ada 4.500 pengunjung. Kunjungan terbanyak terjadi akhir pekan atau hari libur nasional. Frekuensi kunjungan itu stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demi menggaet pengunjung, Padang Golf Cikarang bukan cuma mengincar peminat golf di sekitar lokasi lapangan. Strategi lain, Padang Golf Cikarang rajin mengadakan turnamen. Setiap bulan, mereka menyelenggarakan tiga turnamen. Salah satunya adalah Senior Golf Tournament Selain turnamen rutin, ada pula turnamen tematik. Bulan ini misalnya, Padang Golf Cikarang menjadwalkan Merdeka Tournament pada 31 Agustus 2017. Tak kalah penting, secara berkala Padang Golf Cikarang melakukan perawatan dan pemeliharaan lapangan golf. Anggarannya sebesar Rp 500 juta per bulan. "Perawatan ini termasuk perawatan rumput, membeli pasir, mesin-mesin, pemupukan tanaman, dan lainnya," terang Mamin. Informasi saja, tahun lalu Kawasan Industri Jababeka mencatatkan pendapatan golf sekitar Rp 64,88 miliar. Nilai itu setara dengan 2,21% terhadap total pendapatan yang mencapai Rp 2,93 triliun. Sementara pada semester I 2017, pendapatan golf tercatat Rp 34,28 miliar atau 2,12% terhadap total pendapatan, yakni Rp 1,62 triliun. (Kontan)
WSBP tambah batching plant menjadi 80 unit. Kebutuhan readymix yang meningkat turut mendorong perusahaan beton menambah kapasitas. Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Jarod Subana menyebut bahwa pihaknya telah memiliki batching plant (mesin pengaduk) readymix sejumlah sekitar 70 unit saat ini. “Sampai akhir tahun akan menjadi sekitar 80 unit,” ujar Jarod kepada KONTAN, Minggu (20/8). Sekadar gambaran, untuk satu lokasi batching plant flat dengan alat pendukungnya memakan biaya Rp 15 miliar. Adapun saat ini kapasitas produksi batching plant per jam adalah 90 meter kubik. “Seluruh proyek tol kami menggunakan beton readymix maupun beton precast,” sebut Jarod. Sebagai contoh, proyek Waskita melingkupi Pantura Pejagan Pemalang-Pemalang Batang, Batang-Semarang, Tol Legundi Bunder, dan Tol Jakarta Cikampek Elevated. “Dari kontrak dikelola tahun ini yang mencapai Rp 16 triliun, 40% adalah dari beton readymix,” kata Jarod. Adapun jumlah volume beton siap pakai yang dipasok sekitar 6 juta meter persegi. (Kontan)
WTON menargetkan Rp 600 miliar dari readymix. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mulai serius menggarap bisnis beton siap pakai (readymix). Manajer Investor Relations WTON, Yushadi mengatakan, WTON memanfaatkan kemampuan produksi yang sudah ada sebelumnya. “Kami pun memanfaatkan captive market dari holding sendiri, yakni Wika Group,” ujarnya kepada KONTAN, Minggu (20/8). Saat ini beton siap pakai WTON digunakan untuk proyek Wijaya Karya yakni, tol Balikpapan-Samarinda. “Nilainya sekitar Rp 600 miliar untuk readymix,” kata Yushadi. Adapun volume beton siap pakai, Yushadi menjabarkan sesuai dengan volume jalan yang panjangnya 120 kilometer. Maka dengan tebalnya yang 30 sentimeter dan lebar 6x12 meter, setidaknya dibutuhkan beton siap pakai 650.000-850.000 meter kubik. Proyek yang dimulai sejak Desember tahun lalu itu mempunyai durasi 1,5 tahun. Yushadi mengatakan, setidaknya WTON minimal harus suplai 1.000 meter kubik setiap harinya. “Saat ini kami punya enam titik lokasi produksi readymix, setiap lokasi ada 1-2 batching plant (mesin pengaduk),” urai Yushadi. Dengan settingan jam kerja 3 shift 6 hari, maka WTON memiliki kemampuan produksi lebih dari 700.000 ton per tahun. (Kontan)Stock Picks
3AKRA 6600‐6900. Harga saham emiten perdagangan kimia dan distribusi BBM, AKR Corporindo Tbk (AKRA)
kemarin melanjutkan tren bullishnya setelah bergerak konsolidasi. Saat ini support bergeser ke Rp6600 dari
Rp6500 sebelumnya. Harga sahamnya akhir pekan lalu berhasil break Rp6700 dan tutup di Rp6750. Pe‐
luang penguatan lanjutan akan menguji resisten kuat di kisaran Rp6900 hingga Rp7000. Awal Agustus ke‐
marin harga sahamnya sempat menguji resisten di Rp7000. Akhir tahun lalu harganya tutup di Rp6000.
Hingga kemarin di Rp6750 harganya telah menguat 12,5% (YTD). Harga sahamnya tahun ini berpeluang
ditransaksikan dengan PE 25x atau mencapai Rp8135. Dari harga saat ini di Rp6750, ada ruang penguatan
20,5%. Sepanjang paruh pertama tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih Rp588,43 miliar atau tum‐
buh tipis 0,5% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp585,56 miliar. Pendapatan dan penjualan
bersih tumbuh 25% mencapai Rp9,22 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp7,37 triliun.
Bila dilihat secara kuartalan, penjualan dan pendapatan usaha perseroan di 2Q17 tumbuh 12,4% mencapai
Rp4,88 triliun dibandingkan 1Q17 sebesar Rp4,34 triliun. Sebelumnya diperkirakan penjualan dan penda‐
patan perseroan tahun ini mencapai Rp16,23 triliun atau naik 6,7% dari tahun lalu sebesar Rp15,21 triliun.
Hingga 1H17 pencapaian penjualan dan pendapatan usaha perseroan telah mencerminkan 57% dari
proyeksi tahun ini. Sedangkan laba bersih di 2Q17 mencapai Rp330 miliar atau tumbuh 27,71% (qoq) di‐
bandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp258,41 miliar. Marjin bersih di 2Q17 terlihat meningkat menca‐
pai 6,76% bila dibandingkan 1Q17 yang hanya 5,95%. Pencapaian marjin bersih ini masih di bawah target
perseroan tahun ini sebesar 8%. Sebelumnya tahun ini diproyeksikan laba bersih mencapai Rp1,29 triliun
atau tumbuh 27,72% dari 2016 lalu sebesar Rp1,01 triliun. Pencapaian laba bersih hingga 1H17 baru men‐
cerminkan 45,6% dari proyeksi laba bersih tahun ini. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan mencapai
Rp325,42. Maintain Buy, SL 6450
4
Stock Picks
CPIN 2860‐2980. Harga saham emiten pakan ternak, Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akhir pekan
lalu berhasil melanjutkan rebound dan meninggalkan rentang konsolidasinya. Harga sahamnya berhasil
break Rp2860 dan tutup di Rp2920. Ini mengindikasikan bullish reversal terkonfirmasi. Peluang penguatan
lanjutan akan menguji resisten di Rp2980. Support bergeser ke Rp2860. Sentimen positif pasar atas saham
emiten barang konsumsi ini dipicu ekspektasi pertumbuhan konsumsi masyarakat di paruh kedua tahun ini.
Harga sahamnya diperkirakan berpeluang mencapai Rp3440 dengan PE 17x (E/17). Dari harga saat ini di
Rp2920 ada ruang penguatan 17,8%. Sepanjang 1H17 penjualan bersih mencapai Rp24,9 triliun naik 32%
dari 1H16 sebesar Rp18,8 triliun. Pencapaian penjualan hingga 1H17 mencerminkan 48,79% dari target
penjualan tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp51,12 triliun atau tumbuh 33,66% dari tahun 2016
sebesar Rp38,25 triliun. Bila dilihat secara kuartalan, pencapaian penjualan di 2Q17 berhasil tumbuh
31,17% (yoy) mencapai Rp12,9 triliun dari 2Q16 sebesar Rp9,8 triliun dan dibandingkan 1Q17 naik 7,6%.
Sedangkan di bottom line, laba bersih sepanjang 1H17 turun 12% (yoy) mencapai Rp1,5 triliun dari 1H16
sebesar Rp1,7 triliun. Marjin bersih turun menjadi 6,11% dari 9,18% di 1H16 namun naik bila dibandingkan
2016 (FY) sebesar 5,80%. Secara kuartalan, laba bersih di 2Q17 mencapai Rp898 miliar turun 7,4% (yoy)
dari 2Q16 sebesar Rp969,5 miliar. Namun laba bersih di 2Q17 berhasil tumbuh 43,5% dibandingkan 1Q17
sebesar Rp625,7 miliar. Jadi kinerja perseroan di 2Q17 berhasil tumbuh dibandingkan 1Q17. Marjin bersih
2Q17 juga naik menjadi 6,95% ketimbang 1Q17 sebesar 5,21%. Pencapaian laba bersih sepanjang 1H17
mencerminkan 45,78% dari target laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp3,32
triliun atau naik 49,7% dari tahun sebelumnya Rp2,22 triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp202,64. Maintain
Buy, SL 2700
5
Stock Picks
ADRO 1840‐1920.
Harga emiten batubara tahun ini bergerak bullish seiring tren bullish harga
komoditasnya yang berhasil mengangkat kinerjanya. Saham Adro Energy Tbk (ADRO) menjadi salah satu
saham emiten batubara yang terimbas positif dengan tren penguatan harga batubara dunia saat ini yang
berada di USD97,55/MT (17/8). Saat ini pergerakan harga sahamnya konsolidasi di tengah tren bullish
jangka menengah. Akhir pekan lalu harga ADRO tutup di Rp1875. Secara technical, support saat ini di
kisaran Rp1820 hingga Rp1840. Peluang penguatan akan menguji resisten terdekat di Rp1920. Akhir tahun
lalu harganya tutup di Rp1695. Saat ini pemodal tengah menanti rilis kinerja 2Q17. Sebelumnya
diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x (E/17) atau mencapai Rp1950.
Tahun ini perseroan menargetkan volume produksi batubara sekitar 52‐54 juta ton relatif sama dengan
tahun sebelumnya. Harga jual rata‐rata batubara tahun ini diperkirakan naik sekitar 10,6% di kisaran
USD50/mt. Tahun ini volume penjualan batubara diperkirakan mencapai 54,8 juta ton. Tahun ini proyeksi
pendapatan usaha mencapai USD2,75 miliar atau naik 9%. Sedangkan di bottom line, marjin diperkirakan
12,17% atau laba bersih mencapai USD334,85 juta atau relatif stagnan dari tahun lalu. EPS proyeksi 2017
diperkirakan USD0,01047 atau setara dengan Rp139,25 dengan asumsi 1USD=Rp13300. Hingga 1Q17
pencapaian pendapatan usaha telah mencerminkan 26,41% dari proyeksi pendapatan tahun ini. Sedangkan
pencapaian laba bersih hingga 1Q17 telah mencerminkan 29% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Trading
Buy, SL 1780
Senin, 21 Agustus 2017
Saham Pilihan
ASII 7750-8100 Buy, SL 7700
BBTN 2740-2850 TB, SL 2640
INCO 2650-2820 TB, SL 2540
PGAS 2120-2230 TB, SL 2200
RALS 960-1050 Buy, SL 920
HRUM 2300-2500 TB, SL 2270
INDY 920-990 Buy, SL 820
Stock View
6
Senin, 21 Agustus 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5893.84 5914.26 5934.69 5871.27 5848.71
PERKEBUNAN AALI 14850 14,925.00 15,000.00 14,800.00 14,750.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 216 218.67 221.33 214.67 213.33 LSIP 1380 1,388.33 1,396.67 1,373.33 1,366.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2000 2,006.67 2,013.33 1,996.67 1,993.33 SIMP 505 510.00 515.00 500.00 495.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 228 236.00 244.00 222.00 216.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1875 1,900.00 1,925.00 1,850.00 1,825.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 82 54.67 27.33 54.67 27.33 BUMI 288 292.67 297.33 284.67 281.33 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2360 2,393.33 2,426.67 2,333.33 2,306.67 ITMG 20575 20,775.00 20,975.00 20,425.00 20,275.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 13150 13,250.00 13,350.00 13,100.00 13,050.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1125 1,243.33 1,361.67 993.33 861.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 101 103.00 105.00 100.00 99.00
ELSA 254 258.67 263.33 250.67 247.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 120 123.67 127.33 117.67 115.33
ESSA 2510 2,513.33 2,516.67 2,503.33 2,496.67
MEDC 2820 2,860.00 2,900.00 2,780.00 2,740.00
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 685 696.67 708.33 671.67 658.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2720 2,766.67 2,813.33 2,626.67 2,533.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 865 875.00 885.00 855.00 845.00 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 19800 19,858.33 19,916.67 19,733.33 19,666.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 840 845.00 850.00 835.00 830.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9200 9,308.33 9,416.67 9,108.33 9,016.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 97 97.67 98.33 95.67 94.33 JPRS 143 144.67 146.33 141.67 140.33 KRAS 565 571.67 578.33 561.67 558.33 PAKAN TERNAK CPIN 2920 2,973.33 3,026.67 2,843.33 2,766.67 JPFA 1205 1,221.67 1,238.33 1,191.67 1,178.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7900 7,983.33 8,066.67 7,808.33 7,716.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 960 973.33 986.67 953.33 946.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8700 8,775.00 8,850.00 8,550.00 8,400.00 INDF 8400 8,466.67 8,533.33 8,316.67 8,233.33 MYOR 1980 2,010.00 2,040.00 1,935.00 1,890.00 ROTI 1190 1,198.33 1,206.67 1,183.33 1,176.67 GGRM 74000 76,083.33 78,166.67 70,808.33 67,616.67 INAF 2670 2,706.67 2,743.33 2,646.67 2,623.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 3180 3,220.00 3,260.00 3,160.00 3,140.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1750 1,785.00 1,820.00 1,725.00 1,700.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 232 235.33 238.67 229.33 226.67 ASRI 366 370.67 375.33 362.67 359.33 BKSL 133 135.00 137.00 132.00 131.00 BSDE 1815 1,821.67 1,828.33 1,806.67 1,798.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1170 1,208.33 1,246.67 1,148.33 1,126.67 CTRA 1215 1,228.33 1,241.67 1,188.33 1,161.67 CTRP 1215 1,228.33 1,241.67 1,188.33 1,161.67 CTRS 1215 1,228.33 1,241.67 1,188.33 1,161.67 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 312 313.33 314.67 309.33 306.67 MDLN 274 276.67 279.33 270.67 267.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2080 2,126.67 2,173.33 2,056.67 2,033.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 69 72.33 75.67 67.33 65.67 PTPP 2890 2,950.00 3,010.00 2,850.00 2,810.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 670 683.33 696.67 648.33 626.67 TOTL 760 765.00 770.00 750.00 740.00 WIKA 2300 2,343.33 2,386.67 2,233.33 2,166.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2160 2,200.00 2,240.00 2,120.00 2,080.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1340 1,343.33 1,346.67 1,333.33 1,326.67 JSMR 5500 5,600.00 5,700.00 5,425.00 5,350.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 3440 3,463.33 3,486.67 3,403.33 3,366.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6450 6,700.00 6,950.00 6,300.00 6,150.00 TLKM 4530 4,686.67 4,843.33 4,336.67 4,143.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 338 340.00 342.00 336.00 334.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 366 380.67 395.33 350.67 335.33 WINS 270 270.67 271.33 268.67 267.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 935 956.67 978.33 906.67 878.33 BANK BBCA 18700 18,858.33 19,016.67 18,583.33 18,466.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 600 605.00 610.00 595.00 590.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7400 7,458.33 7,516.67 7,333.33 7,266.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 15150 15,283.33 15,416.67 14,983.33 14,816.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2800 2,850.00 2,900.00 2,700.00 2,600.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5525 5,566.67 5,608.33 5,466.67 5,408.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2530 2,596.67 2,663.33 2,496.67 2,463.33 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 13100 13,175.00 13,250.00 13,050.00 13,000.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1405 1,420.00 1,435.00 1,390.00 1,375.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6750 6,858.33 6,966.67 6,608.33 6,466.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 312 315.33 318.67 309.33 306.67 UNTR 24150 24,550.00 24,950.00 23,575.00 23,000.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6625 6,716.67 6,808.33 6,441.67 6,258.33 RALS 1000 1,026.67 1,053.33 961.67 923.33
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1450 1,503.33 1,556.67 1,423.33 1,396.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 68 69.33 70.67 66.33 64.67
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.