BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Umum
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Satzinger et al (2012, p4), “Information System a set of interrelated computer components that collects, processes, stores, and provides as output the information needed to complete business tasks”. Yang terjemahannya adalah Sistem Informasi seperangkat komponen komputer yang saling terkait yang mengumpulkan, proses, toko, dan menyediakan sebagai output informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas – tugas bisnis.
Hall (2011:7) “stated that the information system is a collection of formal procedures by which data is collected, proceed into information and distributed to users”. Yang terjemahannya adalah menyatakan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pengguna.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa system informasi adalah proses dimana data dikumpulkan dan diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pengguna yang membutuhkannya.
2.1.2 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Dalam buku Bodnar & Hopwood (2010, p1), “Accounting information system is a collection of resources, such as people and equipment, designed to transform financial and other data into information”. Yang terjemahannya adalah system informasi akuntansi adalah kumpulan dari sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi.
Menurut Turner & Weickgenannt (2013:4) “The Accounting Information System comprises the processes, procedures, and system that capture accounting data from business processes; record the accounting data in the appropriate records; process the detailed accounting data by classifying, summarizing, consolidating; and report the summarized accounting data to internal and external users”. Yang terjemahannya adalah Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari proses, prosedur, dan sistem yang menangkap data akuntansi dari proses bisnis; merekam data akuntansi dalam rekaman yang sesuai, memproses data akuntansi rinci dengan mengelompokan, meringkas, konsolidasi, dan melaporkan data akuntansi diringkas ke internal dan pengguna eksternal.
Berdasarkan kedua definisi diatas maka dapat kami simpulkan pengertian pada Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, bahan, peralatan, pemasok, pribadi, dan dana) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
2.1.3 Pengertian Sistem Informasi Manufacturing
Menurut Bodnar dan Hopwood (2010:4), “a manufacturing information system is a MIS that provides information to be used by the manufacturing function”. Yang terjemahannya adalah Sistem informasi manufaktur adalah MIS yang memberikan informasi yang akan digunakan oleh fungsi manufaktur.
Menurut Menurut Satzinger (2005:9), “Manufacturing Information System are systems that take information captured by transaction processing systems and procedure reports that management needs for planing and controling the business”. Yang terjemahannya adalah Sistem Informasi Manufaktur adalah sistem yang mengambil informasi yang ditangkap oleh sistem pemrosesan transaksi dan laporan prosedur yang perlu manajemen untuk perencanaan dan pengendalian bisnis.
Menurut Groover (2008:19) “Manufacturing systems involve the integration and coordination of multiple automated and/or manual workstations through the use of material handling technologies to achieve a synergistic effect compared to the idependent operation of individual workstations”. Yang diterjemahkan sebagai Sistem manufaktur melibatkan integrasi dan koordinasi dari beberapa workstation otomatis dan/atau manual yang digunakan dalam material handling technologies untuk mencapai efek sinergis yang dibandingkan ke dalam operasi idependen dari masing-masing workstation.
Berdasarkan kedua definisi diatas maka dapat kami simpulkan pengertian pada Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputeer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.
2.1.4 Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Romney dan Steinbart (2009, pp28-29), terdapat 6 komponen dari suatu
sistem informasi akuntansi, yaitu:
1. The people who operate the system and perform various functions. Yang
terjemahannya: People, siapa yang mengoperasikan sistem dan melakukan berbagai
macam fungsi.
2. The procedures and instructions, both manual and automated, involved in collecting,
processing, and storing data about the organization’s activities. Yang terjemahannya: Prosedur dan instruksi, baik manual dan otomatisasi, termasuk dalam pengumpulan,
pemrosesan, dan penyimpanan data tentang aktivitas organisasi.
3. The data about the organization and its business processes. Yang terjemahannya
4. The software used to process the organization’s data. Yang terjemahannya: Perangkat
lunak yang digunakan untuk memproses data organisasi.
5. The information technology infrastructure, including computers, peripheral devices,
and network communications devices used to collect, store, process, and transmit data and information. Yang memiliki arti: Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, perangkat tambahan, dan jaringan komunikasi yang digunakan untuk
mengumpulkan, menyimpan, memproses dan mengirimkan data dan informasi.
6. The internal controls and security measures that safeguard the data in the AIS. Yang
terjemahannya: Pengendalian internal dan ukuran keamanan yang melindungi data
dalam SIA.
2.1.5 Kegunaan Sistem Informasi Akuntansi
Kegunaan sistem informasi akuntansi menurut Hall yang dialih bahasakan oleh Dewi
Fitriasari (2011:12) adalah :
1. “Pekerjaan yang sifatnya yang berulang dapat diminimalisir. 2. Sistem penyimpanan data menjadi lebih sistematis.
3. Mengurangi tingkat kesalahan.
4. Pekerjaan menjadi lebih mudah karena Sistem Informasi Akuntansi sudah berjalan. Dalam hal ini akuntan hanya melakukan secara safing untuk membuktikan bahwa Sistem Informasi Akuntansi sudah berjalan dengan benar.”
Lebih lanjut Steinbert yang dialih bahasakan oleh Mulyadi (2011:3) menyatakan Sistem
Informasi Akuntansi mempunyai tiga kegunaan penting :
1. “Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai, dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal tersebut.
2. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
3. Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset-aset organisasi. Termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan.”
.
2.1.6 Pengertian Analisis Sistem
Menurut Satzinger (2005:4) “System Analysis is the process of understanding and specifying in detail what the information system should do”. Yang terjemahannya adalah Sistem Analisis merupakan proses memahami dan menentukan secara rinci apa sistem informasi harus melakukan.
Menurut Bodnar dan Hpwood (2010:412) “System Analysis : the process of understanding existing systems and problems, describing information needs, and establishing priorities for further systems work”. Yang terjemahannya adalah sistem : proses memahami sistem dan masalah – masalah yang ada, menggambarkan kebutuhan informasi, dan membangun prioritas untuk kerja sistem kemudian.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis sistem merupakan proses mengidentifikasikan dan menganalisis sistem yang ada dan mengevaluasi permasalahan, peluang, tujuan, dan hambatan yang terjadi, guna menghasilkan usulan perbaikan yang diperlukan dan merancang sistem baru yang dapat menjawab kebutuhan.
2.1.7. Pengertian Perancangan Sistem
Menurut Satzinger (2005:4) “System design means specifying in detail how the many components of the information system should be physically implemented”. Yang terjemahannya adalah Perancangan sistem berarti menspesifikasikan secara rinci bagaimana beberapa komponen dalam sistem informasi harus diimementasikan secara fisik.
Menurut Turner & Weickgenannt (2013:217) “System design is a creation of the system that meets user needs an that incorporates the improvements identified by the systems analysis phase”. Yang terjemahannya adalah Desain sistem adalah ciptaan dari
sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna yang yang menggabungkan perbaikan diidentifikasi oleh tahap analisis sistem.
Berdasarkan penejelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Perancangan Sistem adalah suatu rancangan yang menjelaskan komponen dan kebutuhan dari pengguna yang akan diimplementasikan serta dianalsis untuk mendapatkan sistem informasi yang baik.
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Pengertian Proses Produksi
Menurut Assauri (2010 : 105) Proses Produksi dapat diartikan sebagai cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan, dan dana) yang ada.
Menurut Mardi (2011 : 97) Proses produksi merupakan aktivitas untuk menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa.
Dari kedua definisi diatas dapat diketahui bahwa proses produksi adalah suatu cara atau metode yang digunakan untuk menciptakan atau menambahkan suatu produk dengan melibatkan tenaga kerja, dana, peralatan mesin, dan bahan yang ada.
2.2.2 Perencanaan Produksi
Menurut Zahedi, Putera (ComTech, 2010:101-102) Perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang produk apa dan berapa yang akan diproduksi oleh perusahaan yamg bersangkutan dalam satu periode yang akan datang. Perencanaan produksi merupakan bagian dari perencanaan operasional di dalam perusahaan. Dalam penyusunan perencanaan produksi, hal yang perlu dipertimbangkan adalah adanya optimasi produksi sehingga akan dapat dicapai tingkat biaya yang paling rendah untuk pelaksanaan proses produksi tersebut. Perencanaan produksi juga dapat didefinisikan sebagai proses untuk memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai
dengan yang diramalkan atau dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, mesin dan peralatan lainnya.
2.2.3 Pengertian Biaya
Menurut Horngren, Datar, dan Rajan (2012:27) “ Accountants define cost as a resource sacrificed or forgone to achieve a specific objective.” Yang berarti: Para akuntan mendefinisikan biaya sebagai sejumlah sumber daya yang dikorbankan untuk mecapai tujuan tertentu.
Dengan kata lain, biaya adalah sejumlah sumber daya yang dikorbankan untuk menghasilkan atau memperoleh barang atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu.
2.2.4 Klasifikasi Biaya
Menurut Carter (2010:2-9) “Cost classifications are essential for meaningful summarization of cost data. The most commonly used classifications are based on the relationship of costs to the following:
1. The product(a single lot, or unit of a good or service) 2. The Volume of production
3. The manufacturing departments, processes, cost centres, or other subdivisions 4. The accounting period
5. A decision actuion, or evaluation
Manufacturing cost – also called production cost or factory cost - is usually defined as the sum of three cost elements:
Direct Materials are all materials that form an integral part of the finished product and that are included explicitly in calculating the cost of the product.
Direct Labor is labor that converts direct materials into the finished product and can be assigned feasbly to a specific product.
Factory overhead – also called manufacturing overhead, production overhead, indirect production costs, manufacturing expenses, or factory burden – consists of all manufacturing cost not traced directly to specific output.
Indirect Materials are those materials needed for the completion of a product but not classified as direct materials because the do not become part of the product.
Indirect Labor is labor not directly traced to the construction or composition of the finished product. ”
Yang terjemahannya adalah Menurut Carter (2010:2-9) Klarifikasi biaya adalah sangat penting untuk membuat ikhtisar yang berarti atas dasar biaya dengan berikut ini:
1. Produk
2. Volume Produksi
3. Departemen, proses, pusat biaya(cost center) atau subdivisi lain dari manufaktur
4. Periode akuntansi
5. Suatu keputusan, tindakan, atau evaluasi
Biaya manufaktur – juga disebut biaya produksi atau biaya pabrik – biasanya didefenisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya:
Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang membentukn bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara eksplisist dalam perhitungan biaya produk.
Tenaga kerja Langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu.
Overhead pabrik – disebut juga overhead manufaktur, beban manufaktur, atau beban pabrik – terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak telusuri secara langsung ke output tertentu.
Bahan baku tidak langsung adalah bahan baku yang diperlukan untuk penyelesaian suatu produk tetapi tidak diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung karena bahan baku tersebut tidak menjadi bagian dari produk.
Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak secara langsung ditelusuri ke konstruksi atau komposisi produk jadi.
2.2.5 Pengertian Akuntasi Biaya
Menurut Horngen, Datar, dan Rajan (2012, p4), “Cost accounting measures, analyzes, and reports financial and nonfinancial information n relating to the costs of acquiring or using resources in an organization.” Yang memiliki arti bahwa akuntansi biaya mengukur, menganalisis dan melaporkan informasi keuangan dan no keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya dalam sebuah organisasi.
2.2.6 Job Order Costing
Menurut Raiborn, et al.(2010, p110) “Job Order Costing is used by companies that make a relatively small quantities or distinct batches of identifiable, tailor-made products that conform to specifications designated by the purchaser”. Yang diterjemahkan adalah Job Order Costing digunakan oleh perusahaan yang membuat jumlah yang relatih kecil atau kumpulan yang berbeda yang dapat diidentifikasi, produk tailor-made yang sesuai dengan spesifikasi yang ditunjukan oleh pembeli.
Berdasarkan definisi diatas dapat disumpuklan bahwa Job Order Costing adalah transaksi yang dilakukan jika adanya pemesanan dari pelanggan.
2.2.7 Process Costing
Menurut Raiborn & Kinney(2010,p762)”Process costing system a method of accumulating and assigning cost to units of production in companies producing large quantities of homogeneous products ; accumulates cost by cost component in each production department and assigns costs to units using equivalent units of production”. Yang terjemahannya adalah perhitungan biaya berdasarkan proses adalah metode mengumpulkan dan menetapkan biaya unit produksi di perusahaan-perusahaan yang memproduksi jumlah besar homogen produk ; menumpuk dan menetapkan biaya unit menggunakan setara unit produksi.
Menururt Carter (2010, p 124) process costing (Perhitungan biaya berdasarkan proses) suatu metode diaman bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya. Biaya yang dibebankan ke setiap unit produk hasil produksi ditentukan dengan jumlah unit yang diproduksi.
Berdasarkan kedua defenisi diatas Process Costing adalah suatu metode perhitungan biaya berdasarkan proses mengakumulasikan semua biaya operasi dari suatu proses selama periode waktu tertentu.
2.2.8 Pengertian Laporan Biaya Produksi
Menurut Carter (2010, p181) Laporan Biaya Produksi adalah kerhas kerja yang menampilkan jumlah biaya yang diakumulasikan dan dibebankan ke produksi selama satu bulan atau periode lain.
Menurut Raiborn, et al.(2010,p207) “Cost of production report a process costing document that details all operating and cost informationg, shows the computation of cost per equivalent unit. And aindicates cost assignment to goods produced during the period”. Yang diterjemahkan adalah Biaya produksi melaorkan adanya dokumen proses biaya yang menjelaskan semua operasi dan informasi biaya, menunjukan perhitungan
biaya per unit setara, dan menunjukan biaya tugas untuk barang yang diproduksi selama periode.
Berdasarkan kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa laporang biaya produksi adalah laporan yang berisi biaya-biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama satu periode.
2.2.9 Pengertian Biaya Overhead Pabrik
Menururt Carter (2010:6) “in both job order and process costing, the actual cost of factory overhead is accumulated in a general ledger control account, and the details of factory overhead costs are accumulated in subsidiary records.” Yang terjemahannya adalah “ Baik dalam job order dan proses costing ,biaya aktual overhead pabrik dikumpulkan dalam rekening kontrol buku besar umum, dan rincian biaya overhead pabrik diakumulasikan dalam catatan anak.”
2.2.10 Pengertian Harga Pokok Produksi
Menurut Horngren, et al.(2010, p65), Harga Pokok Produksi (Cost of goods manufactured) adalah “ the cost of goods brough to completion whether they were started before a during the current accounting period”. Yang diterjemahkan sebagai biaya barang yang sampai diselesaikan, apakah dimulai sebelum atau selama periode akuntansi berjalan.
Menurut Raiborn, et al.(2010,45) “the cost of goods completed and transferred to finished goods inventory during the period” yang terjemahannya adalah harga pokok produksi yang sudah selesai dan diserahkan kepada persediaan barang jadi selama periode tersebut.
2.2.11 Pengertian Biaya Produksi
Menurut Martusa dan Nasa (Penerapan Biaya Standar Terhadap Pengendalian Biaya Produksi; Studi Kasus pada C.V Sejahtera Bandung, 2012)”Dalam sebuah perusahaan pabrik (manufacturing firm) dibaya produksi merupakan faktor biaya yang sangat penting senantiasa perlu diukur, dikendalikan dan dianalisa, karena usaha motibasi
pengendalian dan akuntansi terhadap faktor biaya produksi ini merupakan salah satu masalah penting yang mempengaruhi pengelolaan dari suatu perusahaan”.
2.2.12 Laporan Biaya Produksi
Menurut Carter (2010, p181) Laporan Biaya Produksi adalah kerhas kerja yang menampilkan jumlah biaya yang diakumulasikan dan dibebankan ke produksi selama satu bulan atau periode lain.
Menurut Raiborn, et ak.(2010,p207) “Cost of production report a process costing document that details all operating and cost informationg, shows the computation of cost per equivalent unit. And aindicates cost assignment to goods produced during the period”. Yang diterjemahkan adalah Biaya produksi melaorkan adanya dokumen proses biaya yang menjelaskan semua operasi dan informasi biaya, menunjukan perhitungan biaya per unit setara, dab menunjukan biaya tugas untuk barang yang diproduksi selama periode.
Berdasarkan kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa laporang biaya produksi adalah laporan yang berisi biaya-viaya yang dibebankan dalam proses produksi selama satu periode.
2.2.13 Varians
Menurut Raiborn, et al.(2010:123)”A standart cost system determines product cost by using predetermined norms in the inventory accounts for proices and / or quantities of the cost components. After production is complete, standart production cost is compared to actual production cost determine production efficiency. A difference between the actual quantity, price, or rate an its related standard is called variance.” Yang terjemahannya adalah”Sebuuah sistem biaya standart menentukan biaya produk dengan menggunakan norma-norma yang telah ditentukan dalam akun persediaan untuk harga dan/ atau kuantitas komponen biaya. Setelah produksi selesai, baiya produksi standart dibandingkan dengan biaya produksi aktual untuk menentukan efisiensi
produksi. Perbedaan antara jumlah yang sebenarnya, harga, atau tingkat standar terkait disebut varians.”
2.2.14 Event Table
2.2.14.1 Event Table
Menurut Satzinger (2010:168) “Event Table is a catalog of use cases that lists events in rows and key pieces of information about each event in columns”. Yang terjemahannya adalah Event Table adalah katalog kasus penggunaan yang berisi daftar event dalam baris dan kunci informasi tentang setiap event dalam kolomnya.
2.2.14.2 Pengertian Event
Menurut Satzinger (2012, p65), “Something that occurs at a specific time and place, can be precisely identified, and must be remembered by the system”.Yang terjemahannya adalah : Sesuatu yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu, dapat secara tepat diidentifikasi, dan harus diingat oleh sistem
2.2.14.3 Pengertian Trigger
Menurut Satzinger (2010) yang diterjemahkan Library Binus”Event: Suatu pertanda atau sinyal yang menginformasikan sistem bahwa suatu peristiwa telah terjadi,baik suatu data yang memerlukan pengolahan atau titik waktu.”
2.2.14.4 Pengertian Source
Menurut Satzinger et al. (2010) yang di terjemahkan Library Binus, “Source: Agen eksternalyang menyediakan data untuk sistem.”
2.2.14.5 Pengertian Use Case
Menurut Satzinger et al. (2010) yang di terjemahkan Library Binus, “Use case: Kegiatan yang dilakukan sistem ketika peristiwa (event) terjadi.”
2.2.14.6 Pengertian Response
Menurut Satzinger et al. (2010) yang di terjemahkan Library Binus, “Response: Output yang diproduksi oleh system dan memiliki tujuan.”
2.2.14.7 Pengertian Destination
Menurut Satzinger et al. (2010) yang di terjemahkan Library Binus, “Destination: Agen eksternal atau aktor yang menerima data dari sistem.”
2.2.15 Domain Model Class Diagram
2.2.15.1 Pengertian UML Class Diagram
Menurut Satzinger, et al (2012, p93), “Class diagram is a diagram consisting of classes and associations among the classes.”Yang terjemahannya adalah : Kelas diagram adalah diagram yang terdiri dari kelas dan asosiasi antara kelas-kelas.
2.2.15.2 Pengertian Domain Model Class Diagram
Menurut Satzinger,et al(2012,p93),”Domain Model Class Diagram is a class diagram that only includes classes from the problem domain”,yang terjemahannya adalah Domain Model Class Diagram adalah diagram kelas yang hanya mencakup kelas dari masalah domain.
2.2.15.3 Pengertian Class
Menurut Satzinger et all(2012,p93) “Class is a category or classification used to describe a collection of objects”, yang terjemahannya adalah Class adalah kategori atau klasifikasi yang digunakan untuk menggambarkan koleksi benda-benda.
2.2.15.4 Pengertian Attribute
Menurut Satzinger (2012, p374), “one vertical group of data attribute values in a table”.Yang terjemahannya adalah : satu kelompok vertikal data nilai atribut dalam sebuah tabel.
2.2.15.5 Pengertian Method
Menurut Satzinger (2010), “Method is a behavior or an operation that describes what an object is able to do”. Yang terjemahannya adalah : Method merupakan perilaku atau suatu operasi yang menggambarkan apa yang sebuah objek mampu lakukan”.
2.2.15.6 Asosiasi dalam Class Diagram
Menurut Satzinger (2012,p88) “Association is a term,in UML describe a naturally occuring relationship between spesific things,sometimes a relationship”, yang terjamahannya adalah:Asosiasi adalah istilah,di UML yang menggambarkan hubungan alami antara hal-hal tertentu kadang-kadang berhubungan.
2.2.16 Use Cases
2.2.16.1 Pengertian User Goals
Menurut Satzinger (2012, p63), “a technique to identify use cases by determining what specific goals or objectives must be completed by a user”. Yang terjemahannya adalah : teknik untuk mengidentifikasi kasus penggunaan dengan menentukan apa tujuan atau sasaran tertentu harus diselesaikan oleh pengguna.
2.2.16.2 Pengertian Use Case Diagram
Menurut Satzinger (2012,p72) “A Use Case Diagram is the UML model used to graphically show use cases and their relationships to actors”, yang
terjemahannya adalah Diagram use case adalah model UML digunakan untuk menunjukkan kasus penggunaan dan hubungan mereka dengan aktor.
2.2.16.3 Pengertian Use Case Description
Menurut Satzinger (2012, p111), “ Use case Description is a textual model that lists and describes the processing details for a use case”. Yang terjemahannya adalah: model terperinci yang berisi daftar-daftar dan menjelaskan rincian proses secara detail dari use case.
2.2.16.4 Pengertian Actor
Menurut Satzinger (2012, p66), “an external agent, a person or group that interacts with the system by supplying or receiving data”. Yang Terjemahannya adalah : agen eksternal, seseorang atau kelompok yang berinteraksi dengan sistem dengan menyediakan atau menerima data.
2.2.16.5 Simbol Use Case Diagram
Menurut Satzinger, et al (2011, p81), “A simple stick figure is used to represent an actor. The stick figure is given a name that characterizes the role the actor is playing. The use case itself is represented by an oval with the name of the use case inside. The connecting line between the actor and the use case indicates that the actor is involved with the use case. Finally, the automation boundary, which defines the border between the computerized portion of application and the people operating the application, is shown as a rectangle containing the use case. The actor’s communication with the use case crosses the automation boundary.”
Yang terjemahannya adalah: Sebuah orang-orangan (stick figure) digunakan untuk mewakili seorang aktor. Orang-orangan diberi nama yang mencirikan peran aktor tersebut. Use case diwakili oleh oval dengan nama use case didalam. Ada sebuah garis yang menghubungkan antara aktor dan use case
yang menunjukkan bahwa aktor tersebut terlibat dengan use case tersebut. Terakhir, batas otomatisasi, yang mendefinisikan perbatasan antara bagian komputerisasi aplikasi dan orang-orang yang mengoperasikan aplikasi, ditampilkan dengan bentuk persegi panjang yang berisi use case. Komunikasi aktor dengan use case melintasi batas otomatisasi.
2.2.16.6 Pengertian Activity Diagram for Use Case
Menurut Satzinger (2010, p115), “activity diagram are helpful when the flow of activities for a use case is complex”. Yang terjemahannya adalah : activity diagram yang bermanfaat ketika aliran kegiatan untuk use case yang bersifat kompleks.
2.2.17 State Chart Diagram
2.2.17.1 Pengertian State Chart Diagram
Menurut Satzinger (2010, p260), “State is a condition during an objects life when it satisfies some criterion, performs some action or waits for an event”. Yang terjemahannya adalah : State merupakan kondisi dari sebuah objek yang terjadi selama masa hidupnya memenuhi beberapa standar, menjalankan kegiatan atau menunggu suatu peristiwa.
2.2.17.2 Pengertian Pseudostate
Menurut Satzinger (2012, p124), “The starting point of a statechart is a black dot is which is called a pseudostate”. Yang terjemahannya adalah : titik mulai dari sebuah statechart adalah black dot yang biasa di sebut pseudostate.
.
2.2.17.3 Pengertian State
Menurut Satzinger (2012, p122), “State is a condition during a objects life when it satisfies some criterion, performs some action, or waits for an event”.Yang terjemahannya adalah : kondisi dari sebuah objek yang terjadi
selama masa hidupnya memenuhi beberapa standar, menjalankan kegiatan, atau menunggu suatu peristiwa.
2.2.17.4 Pengertian Transition
Menurut Satzinger (2012. P 124), “Transition is the movement of an object from one state to another state”. Yang terjemahannya adalah : Transition merupakan sebuah perubahan objek yang di sebabkan oleh sebuah event dari satu state ke state lainnya.
2.2.17.5 Pengertian Destination State
Menurut Satzinger (2012. P124), “For a particular transition, the state to which an object moves after the completion of a transition”. Yang terjemahannya adalah : untuk transisi tertentu, keadaan dimana objek bergerak setelah menyelesaikan transisi.
2.2.17.6 Pengertian Origin State
Menurut Satzinger (2012, p124), “for a particular transition, the original state of an object from which the transition occurs”. Yang terjemahannya adalah : untuk transisi tertentu keadaan semula dari sebuah objek dimana transisi terjadi
2.2.17.7 Pengertian Message Event
Menurut Satzinger (2012, p124), “Message event is the trigger for a transition, which causes an object to leave its original state”. Yang terjemahannya adalah : pemicu untuk sebuah transition yang menyebabkan sebuah objek meninggalkan original statenya.
2.2.17.8 Pengertian Guard Condition
Menurut Satzinger (2012, p125), “a true or false test to see whether a transition can fire”. Yang terjemahannya adalah : sebuah pernyataan benar atau salah untuk melihat apakah sebuah transition dapat di lakukan atau tidak.
Menurut Satzinger (2012, p125), “a description of the activities performed as part of the transition”. Yang terjemahannya adalah : sebuah deskripsi dari aktifitas-aktifitas yang akan di tampilkan.
2.2.17.10 Pengertian Concurrency State
Menurut Satzinger (2012, p125), “the condition of being in more than one state at a time”. Yang terjemahannya adalah : kondisi yang lebih dari satu state pada waktu tertentu.
2.2.17.11 Pengertian Path
Menurut Satzinger (2012:p125) “A path is a sequential set of connected state and transtitions”, yang terjemahannya Path adalah sekumpulan urutan dari state dan transisi yang terhubung.
2.2.17.12 Pengertian Composite State
Menurut Satzinger (2012, p125), “Composite state is a state containing multiple other state and transitions”. Yang terjemahannya adalah : sebuah state yang mengandung banyak stage dan transition.
2.2.18 Pengertian CRUD Matrix
Menurut Satzinger, et al (2012, p71), “CRUD Matrix an acronym for create, Read Report, update and delete, a technique to validate and refine use cases.”
Yang terjemahannya adalah CRUD Matrix merupakan singkatan untuk membuat, baca laporan, update dan menghapus, tehnik untuk memvalidasi dan memperbaiki use cases.
2.2.19 System Sequence Diagram
2.2.19.1 Pengertian System Sequence Diagram
Menurut Satzinger et al. (2012, p.116),”System Sequence Diagram is a Diagram showing the sequence of message between a external actor and the system through use case or scenario”,yang terjemahannya adalah System Sequence Diagram adalah diagram yang menunjukkan urutan pesan antara actor eksternal dan sistem melalui use case atau scenario
2.2.19.2 Pengertian Domain Layer
Menurut Satzinger et al. (2010), Domain layer classes should have the following responsibilities :
• Create problem domain (persistent) classes • Process all business rules with appropriate logic • Prepare persistent classes for storage to the database
Yang diterjemahnya adalah “Domain Layer Classes harus memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
• Buat masalah domain (persisten) kelas
• Semua Proses bisnis aturanya harus dengan logika yang tepat • Siapkan kelas Persisten untuk penyimpanan ke database”
2.2.19.3 Pengertian View Layer
Menurut Satzinger et al. (2010), “View layer classes should have programming logic to :
• Display electronic forms and reports
• Capture input – such events as clicks, rollovers, and key entry • Display data fields
• Accept input data
• Edit and validate input data
• Forward input data to the domain layer classes • Start up and shut down the system”
Yang diterjemahnya adalah “View Layer seharusnya pemrograman logika untuk: • Tampilan formulir elektronik dan laporan
• Menangkap masukan - acara seperti klik, rollovers, dan masuk utama • bidang Tampilan Data
• Menerima input data
• input data Edit dan memvalidasi
• Teruskan input data ke kelas domain layer • Start up dan mematikan sistem.”
2.2.19.4 Pengertian Data Access Layer
Menurut Satzinger et al. (2010), “Data access layer should perform the following :
• Establish and maintain connections to the database • Contain all structured query language (SQL) statements
• Process result sets (the results od SQL executions) into appropriate domain objects
• Disconnect gracefully from the database”
Yang terjemahnya adalah “ Data access layer harus melakukan hal berikut: • Membangun dan memelihara koneksi ke database
• Mengandung semua terstruktur bahasa query pernyataan (SQL)
• Hasil Proses set (eksekusi hasil od SQL) menjadi obyek domain yang tepat • putuskan dengan baik dari database.”
2.2.20 Pengertian First-Cut Design Model Class Diagram
Menurut Satzinger, (2010, p.413) yang diterjemahkan Library Binus, “ First Cut Design Class Diagram dikembangkan dengan memperluas model domain class diagram dan memerlukan dua langkah yaitu mengelaborasi atribut-atribut dengan tipe dan nilai informasi inisial dan langkah ke dua adalah menambahkan panah navigasi visibilitas.”
2.2.21 Pengertian Communication Diagram
Menurut Satzinger et al. (2010, p.454) yang diterjemahkan Library Binus “ Communication diagram juga merupakan interaction diagram. Communication Diagram juga menangkap informasi yang sama dengan Sequence diagram. Communication diagram berguna untuk menampilkan pandangan berbeda dari sebuah use case.”
2.2.22 Pengertian Package Diagram
Menurut Satzinger et al. (2010, p.459) yang diterjemahkan Library Binus, “Package diagram adalah suatu diagram tingkat tinggi yang sederhana yang memungkinkan perancang untuk menghubungkan kelas-kelas dengan grup yang terelasi.“ Diagram ini mengilustrasikan three-design layer, yaitu view layer, domain layer, dan data access layer dan memperlihatkan setiap lapisan sebagai paket yang terpisah.
2.2.23 Database
2.2.23.1 Pengertian Database
Menurut Turner & Weickgenannt (2013:10) “A Database is a collection of data stored on the computer in a form that allows the data to be easily accessed, retrieved, manipulated, and stored”. Yang terjemahannya adalah Database adalah kumpulan data yang tersimpan di komputer dalam bentuk yang memungkinkan data dapat dengan mudah diakses, diambil, dimanipulasi, dan disimpan.
2.2.23.2 Primary Key and Foreign Key
Menurut Satzinger, Jackson, Burd (2010:408) “Primary key is a key used to uniquely identify a row of a relational database table. A foreign key is an attribute that duplicates the primary key of a different (or foreign) table”, yang terjemahannya Primary key adalah kunci yang digunakan secara unik mengidentifikasi baris dari relasional tabel database. Foreign key adalah atribut duplikat dari kunci primer yang berbeda tabel.
2.2.23.3 Pengertian SQL
Menurut Deliana, et al (2010:6) SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional.
2.2.23.4 Pengertian Tahap Pengembangan SQL
Menurut Taylor (2011:130) “In developing any system, you start at the beginning and go through to the end, and it's no different with SQL. The following list shows you what to consider at each phase of the SQL development lifecycle :
1) Definition Phase: Precisely define the problem to be solved, its magnitude, and who will work on it
2) Requirements Phase: Develop a detailed description of exactly what the development effort will produce. Gather all relevant information and put it into a requirements document (Statement of Requirements). Get client signoff 3) Evaluation Phase: Determine exactly how you will meet the requirements.
What tools will you use? How will you deploy your development team? Determine whether the job is doable within time and budget constraints 4) Design Phase: Create a database model and then design a database and
database application that satisfy the terms of the requirements document 5) Implementation Phase: Build the database and the database application.
Include copious documentation within the code and in external documents 6) Final Documentation and Testing Phase: Give the database and application
a tough workout. Hit the system with every conceivable input condition and a few inconceivable ones. Try to overload it. See where it breaks. When it breaks, send it back to the implementers or even back to the designers. Document everything
7) Maintenance Phase: Fix latent bugs as they arise. Provide updates and enhancements called for by the client”, yang terjemahannya adalah dalam mengembangkan sistem, dimulai dari awal sampai akhir, dan begitu pula
pada pengembangan SQL. Berikut ini menunjukkan tahap dalam mengembangkan SQL :
1) Tahap Definisi
Mengidentifikasi masalah yang akan diselesaikan, pengukuran masalah, dan siapa yang akan mengerjakannya
2) Tahap Kebutuhan
Mengembangkan penjelasan secara rinci tentang apa yang akan dikembangkan. Mengumpulkan informasi yang relevan dan memasukkannya kedalam laporan kebutuhan
3) Tahap Evaluasi
Menentukan bagaimana memenuhi kebutuhan. Alat apa yang digunakan? Bagaimana membentuk tim dalam pengembangan? Tentukan apakah pengembangan ini memiliki batasan waktu dan anggaran
4) Tahap Desain
Membuat model dan kemudian merancang sebuah aplikasi database yang memenuhi kebutuhan
5) Tahap Pelaksanaan
Membangun database dan aplikasi database. Termasuk dokumentasi dan dokumen eksternal
6) Tahap Dokumentasi dan Pengujian
Pengujian database dan aplikasi. Menekan sistem dengan berbagai kondisi. Cobalah memberikan beban yang berlebih. Kemudian dilihat bagian mana yang terdapat error. Ketika error, kirimkan kembali kepada yang membangun atau ke desainer
7) Tahap Pemeliharaan
Memperbaiki error. Memberikan update dan kerangka tambahan kepada klien.
2.2.24 Pengertian Design Network Diagram
Menurut Satzinger (2005:284) “Network Design is a model that shows how application layers are distributed across locations and computer systems”. Yang terjemahannya adalah Desain jaringan adalah model yang menunjukkan bagaimana lapisan aplikasi yang tersebar pada lokasi dan sistem komputer.
2.2.25 Interface
2.2.25.1 Pengertian Rancangan Formulir
Menurut Bodnar dan Hopwood (2010:405) “The process of designing specific forms is called forms design. The area of forms design should be given very careful attention by the systems design team because forms are the interface between the users and the system itself”, yang terjemahannya adalah Proses perancangan formulir tertentu disebut rancangan formulir. Area rancangan formulir seharusnya diberikan perhatian yang baik oleh tim perancang sistem karena formulir adalah interface antara pengguna dan sistem itu sendiri.
2.2.25.2 Pengertian User Interface
Menurut Satzinger (2010, p.530), yang diterjemahkan Library Binus, “User Interface adalah bagian dari sebuah sistem informasi yang membutuhkn interaksi pengguna untuk membuat input dan ouput.
2.2.25.3 Pengertian Story Board
Menurut Satzinger et al.(2010, p.546) Storyboard adalah suatu teknik untuk mendokumentasikan rancangan dialog yang menujukkan urutan dari sketsa pada tampilan layar.
2.2.25.4 Pengertian System Output
Menurut Satzinger (2005:497) “The primary objective of system output is to present information in the right place at the right time to the right people.
Historically, the most common form of output information has been printed textual reports”. Yang terjemahannya adalah Tujuan utama dari keluaran sistem adalah untuk memberikan informasi di tempat yang tepat diwaktu yang tepat untuk orang yang tepat. Secara historis, kebanyakan bentuk dari keluaran informasi telah dicetak sebagai tulisan.
2.2.25.5 Pengertian System Interface
Menurut kutipan Jurnal System IT (2012), “Interface ialah tampilan Grafis, sedangkan sistem interface ialah sistem yang mengatur suatu tampilan baik itu program maupun software.”
2.2.25.6 Pengertian Visual Studio
Menurut Triguna (2012), “Visual Studio merupakan aplikasi IDE (Integrated Development Environment) yang digunakan untuk mengembangkan software. Di dalam aplikasi IDE inilah tersedia fitur yang memudahkan pemrograman, seperti kompilasi, degugging, peraturan proyek, mengedit antarmuka secara visual, dan lain – lain.”
2.2.25.7 Pengertian C#
Menurut Hejlsberg, Torgersen, Wiltamuth dan Golde (2010:1) “C# is a simple, modern, object-oriented, and type-safe programming language. C# has its roots in the C family of languages and will be immediately familiar to C, C++, and Java programmers”, yang terjemahannya adalah C# merupakan suatu bahasa pemrograman yang sederhana, modern, berorientasi objek, dan aman. C# bersumber dalam keluarga bahasa C dan akan segera dikenal oleh programmer C, C++, dan Java.
2.2.26 System Security and Control
2.2.26.1 Pengertian Integrity Control
Menurut Satzinger (2009,p507), “Integrity Control is mechanism and procedures that are built into an application system to safeguard information contained within it” y
2.2.26.2 Pengertian Security Control
Menurut Satzinger (2005:513) “Mechanisms usually provided by the operating system or environment to protect the data and processing systems from malicious attack”. Yang terjemahannya adalah Mekanisme biasanya diberikan oleh sistem operasi atau lingkungan untuk melindungi data dan proses sistem dari serangan jahat.
2.3 Kerangka Pikir