Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya
6404
Evaluasi dan Perbaikan Proses Bisnis Layanan Dataku Menggunakan
Metode Business Process Improvement (BPI) (Studi Kasus: Layanan
Dataku Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo)
Carellia An-nisa Monik1, Nanang Yudi Setiawan2, Andi Reza Perdanakusuma3
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
Layanan Dataku adalah sebuah Layanan pusat data statistik yang ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo. Layanan Dataku memiliki tiga buah proses bisnis yaitu proses bisnis penggalian data, proses bisnis pengolahan data serta proses bisnis publikasi data. Pada pelaksanaan proses bisnis terdapat beberapa permasalahan yang mengganggu jalannya proses bisnis. Terdapat 7 potensi permasalahan dengan nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi diantaranya, saat Kepala Dinas menerima surat dan memberikan keputusan penggalian data secara manual, OPD memberikan keputusan izin penggalian data secara manual, OPD memberikan akses penggalian data secara terbatas, Seksi pengolahan data mendapatkan hasil penggalian data dari pihak ketiga, Menyiapkan data yang akan diolah, Memberikan keputusan kelayakan publikasi data, Memasuki halaman website. Tahapan pertama penelitian ini yaitu melakukan identifikasi proses bisnis, kemudian memodelkan proses bisnis menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), selanjutnya melakukan analisis dan evaluasi menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengurutkan permasalahan berdasarkan nilai RPN tertinggi agar dapat dievaluasi. Kemudian dilakukan penyusunan perbaikan rekomendasi proses bisnis dengan menggunakan metode Business Process Improvement (BPI) dengan bantuan tools Streamlining.Terdapat peningkatan sebesar 42,64% pada proses bisnis penggalian data, 31,99% pada pengolahan data dan 0,18% pada publikasi data. Sehingga dapat menghasilkan durasi pemecahan masalah yang lebih cepat serta menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk dapat meminimalisir permasalahan yang terjadi berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.
Kata kunci: proses bisnis, Risk Priority Number (RPN), Business Process Model and Notation (BPMN), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Business Process Improvement (BPI), streamlining, simulasi proses bisnis.
Abstract
Layanan Dataku is a service center for statistical data in the Communication and Information Agency of Sidoarjo Regency. Layanan Dataku has three business processes which are: data mining business process, data processing business process and data publication business process. In the service implementation, there are several stages that interfere with the business process. There are 7 potentials problems were considered with the highest RPN (Risk Priority Number) values which are when the Head of Service received a letter and gave a decision to extract data manually, the OPD gives a decision to permit data mining manually, the organization gives access to a limited data mining, the data processing section obtains data from third parties, prepares the data to be processed, gives a decision data publication feasibility, entering the website page. The first stage of this research is to identify the business processes, then to make a model of business processes using Business Process Model and Notation (BPMN), then conduct analysis and evaluation using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to sort the problems based on the highest RPN values to be evaluated. The preparation of business process recommendations is improved by using the Business Process Improvement (BPI) method supported by Streamlining tools. There is an increase of 42.64% in data mining business processes, 31.99% in data processing and 0.18% in data publication. So that it can produce a faster duration of problem-solving and produce recommendations that can be applied to minimize problems that occur based on the results of evaluations that have been carried out.
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Keywords: business process, Risk Priority Number (RPN), Business Process Model and Notation (BPMN), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Business Process Improvement (BPI), streamlining, business processes simulation.
1. PENDAHULUAN
Proses Bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang berkoordinasi dalam suatu lingkungan organisasi dan teknis agar dapat mewujudkan tujuan organisasi (Weske, 2007). Saat ini seluruh organisasi membutuhkan proses bisnis agar organisasi dapat berjalan sinergis dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Layanan Dataku pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang memiliki fungsi sebagai media pusat data statistik di Kabupaten Sidoarjo. Layanan ini ada karena tuntutan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Layanan Dataku dikelola oleh Bidang Statistik dan memiliki fitur untuk memasukkan data secara berkala, efektif dan akurat, layanan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Layanan dataku memiliki tiga buah proses bisnis, diantaranya proses bisnis penggalian data, pengolahan data serta publikasi data, dimana dalam ketiga proses bisnis tersebut terdapat beberapa permasalahan yang dapat mengganggu jalannya proses bisnis diantaranya, bidang statistik kesulitan dalam berkoordinasi dengan beberapa OPD karena permintaan data yang belum satu pintu, OPD tidak memiliki arsip data yang baik sehingga saat Bidang Statistik melakukan penggalian data, data yang didapat sangat sedikit hal ini berpengaruh pada jenis variasi data yang akan dipublikasikan, tidak sedikit juga OPD yang tidak ingin mempublikasikan datanya sehingga dibutuhkan kebijakan yang dapat mengatur proses penggalian data. Untuk melakukan penggalian data bidang statistik bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu Dita Delta. Selain penggalian data terdapat juga permasalahan saat pengolahan dan publikasi data yaitu ketika mengolah data cenderung lama karena kurangnya pengetahuan dalam mengolah data serta kurangnya ketelitian dapat menghambat jalannya proses publikasi data.
Karena permasalahan yang telah dijabarkan mengganggu jalannya proses bisnis maka diperlukan evaluasi proses bisnis dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect
Analysis (FMEA) . FMEA berfungsi untuk Mendeteksi penyebab suatu masalah akan timbul serta perlu dilakukan perbaikan pada proses bisnis dengan menggunakan Business Process Improvement atau BPI. Penelitian ini mengacu pada beberapa referensi jurnal diantaranya, penelitian Nia dan Arif (2014) mampu mengidentifikasi 14 jenis kegagalan pada proses pembuatan sarung tenun dengan menggunakan metode FMEA kemudian hasil dari evaluasi dilakukan perbaikan dengan menggunakan BPI agar dapat memberikan rekomendasi yang bisa membantu mencegah permasalahan yang terjadi. Selanjutnya untuk melakukan perbaikan terdapat proses Streamlining (penyederhanaan) proses bisnis pada BPI, dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Shinta pada tahun 2017, dalam melakukan simulasi menggunakan tools pemodelan yaitu dengan menggunakan Bizagi Modeler (Bizagi, 2013), telah dibuktikan bahwa dengan menggunakan BPI target proses bisnis dapat terpenuhi pada proses bisnis rekomendasi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Theresia pada tahun 2018 yang menggunakan metode FMEA dan BPI dalam penelitian yang dilakukan mampu membuat peningkatan efektivitas waktu hingga 54,34% sehingga rekomendasi dapat diterapkan untuk meminimalisir permasalahan yang ada pada dinas komunikasi dan informatika kota batu.
Dengan permasalahan yang ada pada Layanan Dataku, maka dilakukan penelitian yang berjudul “Evaluasi dan Perbaikan Proses Bisnis Layanan Dataku menggunakan Business Process Improvement (BPI) (Studi Kasus: Layanan Dataku Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo).
2. LANDASAN KEPUSTAKAAN 2.1 Failure Mode and Effect Analysis
FMEA adalah sebuah metode sistematis untuk mendeteksi dan mencegah masalah pada suatu produk serta proses, FMEA berfokus pada pencegahan masalah, meningkatkan keselamatan produk serta kepuasan pelanggan (McDermott, 2009). FMEA bisa juga digunakan untuk menilai setiap kemungkinan kegagalan yang mungkin akan terjadi, menilai besarnya
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya setiap efek kegagalan, mengungkap penyebab-penyebab terjadinya kegagalan serta memahami apa yang harus dilakukan untuk mencegah kegagalan (Kritznger, Duane 2017).
Pada Mcdermot (2009) terdapat 10 buah tahapan FMEA diantaranya,
1. Menganalisis setiap proses yang terjadi 2. Menganalisis potensi kesalahan yang
mungkin terjadi (Failure Mode)
3. Menganalisis efek serta potensi kesalahan yang mungkin terjadi
4. Menilai tingkat keseriusan yang diakibatkan (Severity)
5. Menilai tingkat frekuensi terjadinya suatu masalah (Occurrence)
6. Menilai kemampuan untuk mendeteksi terjadinya suatu masalah (Detection) 7. Menghitung Risk Priority Number (RPN)
dari kesalahan yang mungkin terjadi
8. Memprioritaskan kesalahan yang harus diselesaikan berdasarkan RPN
9. Memperbaiki kesalahan yang terdeteksi 10. Menghitung RPN setelah perbaikan.
2.2 Business Process Improvement (BPI) BPI adalah sebuah metode sistematik yang dibuat dan dikembangkan agar dapat membantu organisasi dalam membuat suatu peningkatan yang signifikan melalui proses operasi bisnis. BPI melakukan penyederhanaan atau streamlining proses bisnis dengan memberikan jaminan keluaran yang lebih baik BPI mempunyai 5 buah fase yaitu
1. Organizing for improvement 2. Understanding the process 3. Streamlining
4. Measurements and controls 5. Contionuous improvement
2.3 Business Process Modeling and Notation BPMN memiliki fungsi untuk memudahkan pengguna untuk memahami notasi-notasi yang ada pada proses bisnis, BPMN itu sendiri ada untuk menstandardisasi model proses bisnis dan notasi dalam menghadapi sudut pandang pemodelan yang berbeda, BPMN memiliki empat buah elemen diantaranya, flow objects, connecting object, swimlanes, dan artifact.
pada penelitian ini peneliti menggunakan Bizagi untuk melakukan simulasi proses bisnis untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ada pada proses serta mengetahui pemanfaatan sumberdaya yang terlibat pada setiap proses bisnis yang telah dimodelkan (Bizagi, 2016).
3. METODOLOGI PENELITIAN
Gambar 1. Metodologi Penelitian
Pada tahap studi literatur peneliti mempelajari dasar-dasar teori dari buku-buku atau e-book terkait permasalahan yang diteliti diantaranya, pemodelan dan evaluasi proses bisns, FMEA, BPI, serta simulasi proses bisnis menggunakan Bizagi. Peneliti juga mencari setiap teori yang berkaitan dengan masalah pada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.
Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan pengumpulan data dengan dua cara yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara untuk menganalisis alur proses bisnis serta pengumpulan dokumen yang berhubungan. Selanjutnya pada proses mengidentifikasi proses bisnis peneliti mempelajari dengan teliti proses bisnis apa yang ada dan memetakan proses bisnis yang ada pada Layanan Dataku. Pada proses identifikasi peneliti mendapatkan tiga buah proses bisnis diantaranya proses bisnis penggalian data, pengolahan data serta publikasi data.
Setelah melakukan pemetaan maka selanjutnya proses bisnis dimodelkan menggunakan BPMN melalui tools Bizagi, Proses bisnis yang dimodelkan adalah proses bisnis yang sebelumnya telah didefinisikan pada tahap identifikasi proses bisnis. Setelah dimodelkan maka dilakukan evaluasi proses bisnis untuk mengidentifikasi permasalahan, mengetahui kekurangan yang ada pada proses bisnis serta mencari akar permasalahan dan efek
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya yang mungkin ditimbulkan menggunakan metode FMEA yang hasilnya berupa penelusuran penyebab permasalahan. Nantinya potensi permasalahan yang paling besar atau nilai Risk Priority Number (RPN) dapat dijadikan acuan untuk dapat melakukan perbaikan proses bisnis. Setelah mendapatkan potensi permasalahan maka peneliti melakukan tahapan streamlining (penyederhanaan) yang ada dalam metode Business Process Improvement (BPI) yang bertujuan untuk memperbaiki efisiensi, efektifitas serta adaptabilitas dari proses bisnis berdasarkan analisis serta evaluasi proses bisnis yang telah dilakukan sebelumnya.
Setelah melakukan pemodelan rekomendasi pada proses bisnis maka selanjutnya diperlukan simulasi proses bisnis rekomendasi menggunakan salah satu tools pemodelan proses bisnis yaitu Bizagi untuk menunjukkan efektifitas dari proses bisnis yang direkomendasikan. Simulasi proses bisnis saat ini (as is) dan proses bisnis rekomendasi (to be) dilakukan untuk menunjukan validitas pemodelan proses bisnis. Pada tahap terakhir penelitian ini yaitu penarikan kesimpulan untuk menyelesaikan rumusan masalah yang telah dibuat dan memberikan saran berupa rekomendasi perbaikan kesalahan untuk penelitian selanjutnya.
4. HASIL PENELITIAN 4.1 Evaluasi Proses Bisnis
Evaluasi proses bisnis terhadap tiga buah proses bisnis yang ada pada Layanan Dataku dilakukan dengan menngunakan metode FMEA yaitu proses bisnis penggalian data, pengolahan data serta publikasi data. Pada penggalian data terdapat 16 potensi kesalahan, pada pengolahan data terdpat 10 potensi kesalahan dan pada publikasi data terdapat 12 potensi kesalahan. Dari 38 potensi kesalahan yang ada pada proses bisnis Layanan Datajy diambil 7 potensi masalah dengan nilai RPN tertinggi.
Selanjutnya ketujuh potensi masalah yang ada pada ketiga proses bisnis Layanan Dataku dianalisis dan dilakukan proses penyederhanaan atau streamlining untuk mendapatkan dasar dasar pembuatan rekomendasi proses bisnis. Setelah mengetahui proses bisnis rekomendasi yang sesuai maka selanjutnya dimodelkan dan dilakukan simulasi agar dapat membandingkan
proses bisnis sebelum dan sesudah perbaikan.
Tabel 1. Tujuh buah RPN tertinggi dari tiga buah proses bisnis
Potensi Masalah RPN
Kepala Dinas menerima surat dan memberikan keputusan penggalian data secara manual
1
OPD memberikan keputusan izin
penggalian data secara manual 1
OPD memberikan akses penggalian data
secara terbatas 1
Seksi pengolahan data mendapatkan hasil penggalian data dari pihak ketiga 1
Tabel 1. Tujuh buah RPN tertinggi dari tiga buah proses bisnis (Lanjutan)
Potensi Masalah RPN
Menyiapkan data yang akan
diolah 1
Memberikan keputusan
kelayakan publikasi data 1
Memasuki halaman website 1
4.2 Rekomendasi Proses Bisnis
Setelah mendapatkan hasil evaluasi dengan menggunakan FMEA maka selanjutnya dilakukan tahap perbaikan proses bisnis menggunakan BPI dengan bantuan tools streamlining. Pada tabel 2 menjelaskan aktivitas awal yang merupakan aktivitas saat ini (as is) yang pada tahap selanjutnya akan dilakukan proses rekomendasi.
Pada rancangan perbaikan dengan menggunakan streamlining, peneliti menggunakan tiga buah tools streamlining, yaitu Upgrading untuk mengubah proses manual menjadi menggunakan sistem, Standardization untuk membuat kebijakan berupa SOP, dan Error Proofing untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam penginputan data.
Tabel 2. Rancangan Perbaikan Proses Bisnis
Aktivitas Awal Jenis Streamlining
Aktivitas Rekomendasi
Kepala Dinas menerima surat dan memberikan keputusan penggalian data secara manual Upgrading Pemberian keputusan penggalian data oleh kepala dinas dilakukan melalui sistem OPD memberikan keputusan izin penggalian data secara manual Upgrading Pemberian keputusan penggalian data oleh OPD dilaukan melalui sistem
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
akses penggalian data secara terbatas
on akses penggalian
data secara menyeluruh diatur dalam SOP Seksi pengolahan
data mendapatkan hasil penggalian data dari pihak ketiga Standardizati on Mendapatkan akses penggalian data secara menyeluruh diatur dalam SOP Menyiapkan data
yang akan diolah
Error Proofing Melakukan pelatihan secara berkala setiap satu minggu sekali Memberikan keputusan kelayakan publikasi data Upgrading Memberikan keputusan kelayakan publikasi data melalui sistem Memasuki halaman website Error Proofing Melakukan monitoring
4.3 Pemodelan Rekomendasi Proses Bisnis Pemodelan proses bisnis yang terdapat pada gambar 2,3 dan 4 merupakan hasil evaluasi
dengan menggunakan FMEA dan perbaikan menggunakan BPI dengan bantuan tools Streamlining. Terdapat 5 buah rekomendasi perbaikan pada proses bisnis penggalian data diantaranya, mengubah pembuatan, pengiriman, penerimaan dan keputusan kepala dinas, pengiriman ke OPD terkait serta pemberian keputusan oleh OPD yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi sistem.
Pada pengolahan data terdapat 3 buah perbaikan rekomendasi, diantaranya seksi layanan mendapatkan hasil penggalian data yang dilakukan secara menyeluruh berkat adanya kebijakan atau SOP, melakukan pelatihan secara berkala setiap satu minggu sekali guna mencegah terjadinya kesalahan pengolahan data. kemudian pada publikasi data terdapat satu buah perbaikan rekomendasi yaitu melakukan monitoring selama 30 menit sebelum melakukan publikasi data guna mencegah terjadinya kesalahan yang mungkin ditimbulkan seperti double input dan kesalahan memasukkan data.
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Gambar 3. Pemodelan Proses Bisnis Rekomendasi Pengolahan Data Layanan Dataku
Gambar 4. Pemodelan Proses Bisnis Rekomendasi Publikasi Data Layanan Dataku
4.4 Simulasi Proses Bisnis
Simulasi proses bisnis dilakukan pada proses bisnis saat ini (as is) dan rekomendasi (to be). terdapat 6 kali transaksi dalam jangka waktu satu tahun. Hasil simulasi adalah hasil dari simulasi time analysis agar menngetahui perubahan waktu yang terjadi saat menyelesaikan keseluruhan akivitas dalam satu kali transaksi.
Tabel 3. Perbandingan Hasil Simulasi Time Analysis
(as is) dan (to be) Penggalian Data
Time Analysis Avg. Time
As Is 16 hari 9 jam 5 menit 16 detik
To Be 9 hari 9 jam 27 menit 51 detik
Selisih 6 hari 23 jam 37 menit 25 detik
Peningkatan (%)
42,64%
Tabel 3 menunjukkan peningkatan sebesar 42,64% yang menunjukkan bahwa rekomendasi yang dibuat memberikan dampak yang positif dari segi efisiensi penggunaan waktu. Permasalahan yang teratasi oleh rekomendasi proses bisnis yaitu,
1. Merubah pengiriman, penerimaan dan disposisi surat dengan menggunakan sistem sehingga dapat mempersingkat waktu dan waktu yang digunakan menjadi efisien
2. Mendapatkan akses data secara menyeluruh dengan membuat kebijakan SOP sehingga pihak ketiga dapat menggali secara menyeluruh dan mendapatkan data yang bervariasi.
Tabel 4. Perbandingan Hasil Simulasi Time Analysis
(as is) dan (to be) Pengolahan Data
Time Analysis Avg. Time
As Is 24 hari 3 jam 28 menit 36 detik
To Be 16 hari 10 jam 3 menit 26 detik
Selisih 7 hari 17 jam 25 menit 10 detik
Peningkatan (%) 31,99%
Pada tabel 4 menunjukkan peningkatan sebesar 31,99 %. Yang menunjukkan bahwa rekomendasi yang telah dibuat memberikan dampak yang positif dari segi efisiensi penggunaan waktu. Permasalahan yang teratasi oleh rekomendasi proses bisnis yaitu,
1. Pihak ketiga mendapatkan data yang sangat detail karena adanya penerapan kebijakan SOP untuk akses data secara menyeluruh sehingga seksi pengolahan data dapat mengolah data secara maksimal.
2. Memberikan pelatihan secara berkala selama satu minggu satu kali guna menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berwawasan luas.
Tabel 5. Perbandingan Hasil Simulasi Time Analysis
(as is) dan (to be) Publikasi Data
Time Analysis Avg. Time
As Is 8 jam 59 menit 10 detik
To Be 8 jam 58 menit 9 detik
Selisih 1 menit 1 detik
Peningkatan (%) 0,18 %
Berdasarkan tabel 5 menunjukkan peningkatan sebesar 0,18 %, tidak terlalu berpengaruh besar tetapi dengan adanya proses monitoring dapat membuat waktu input data menjadi lebih efektif karena dengan adanya monitoring admin akan lebih mudah dalam menginputkan data dan tidak terjadi double input.
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya 5. KESIMPULAN
Berdasarkan Berdasarkan hasil dari keseluruhan proses yang terdapat pada penelitian ini, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut,
1. Layanan Dataku adalah sebuah aplikasi berbasis web yang berfungsi sebagai media pusat data statistik di Kabupaten Sidoarjo. Pada layanan ini terdapat 3 buah proses bisnis diantaranya proses bisnis penggalian data, pengolahan data dan publikasi data, setelah ketiga proses bisnis diidentifikasi maka dilakukan pemodelan proses bisnis dengan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN).
2. Dilakukan analisis dan evaluasi dengan menggunakan FMEA agar mendapatkan RPN tertinggi dari 38 potensi kesalahan yang ada pada tiga proses bisnis Layanan Dataku, terdapat 7 buah potensi masalah dengan nilai RPN tertinggi. Diantaranya
1. Kepala Dinas menerima surat dan memberikan keputusan penggalian data secara manual
2. OPD memberikan keputusan izin penggalian data secara manual
3. OPD memberikan akses penggalian data secara terbatas
4. Seksi pengolahan data mendapatkan hasil penggalian data dari pihak ketiga 5. Menyiapkan data yang akan diolah 6. Memberikan keputusan kelayakan
publikasi data
7. Memasuki halaman website
3. Hasil dari tahapan evaluasi proses bisnis menggunakan FMEA dilanjutkan dengan menyusun rekomendasi proses bisnis menggunakan metode Business Process Improvement (BPI) dengan tools streamlining. Proses bisnis layanan dataku menggunakan 3 jenis streamlining diantaranya, Upgrading yaitu mengubah proses yang dilakukan secara manual menjadi menggunakan sistem, Standardization yaitu membuat kebijakan SOP terkait penggalian data dan disposisi surat serta Error Proofing yaitu mencegah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh aktor seperti double input dan pada saat menyiapkan berkas-berkas.
4. Setelah melakukan Simulasi time analysis pada ketiga proses bisnis maka dapat ditarik kesimpulan :
a. Pada proses bisnis penggalian data mengalami peningkatan sebesar
42,64%. menunjukkan bahwa rekomendasi memberikan dampak yang positif dari segi efisiensi penggunaan waktu. Permasalahan yang teratasi oleh rekomendasi proses bisnis yaitu, Merubah pengiriman, penerimaan dan disposisi surat dengan menggunakan sistem sehingga dapat mempersingkat waktu dan waktu yang digunakan menjadi efisien serta Mendapatkan akses data secara menyeluruh dengan membuat kebijakan SOP sehingga pihak ketiga dapat menggali secara menyeluruh dan mendapatkan data yang bervariasi.
b. Pada proses bisnis pengolahan data mengalami peningkatan sebesar 31,99%. menunjukkan bahwa rekomendasi memberikan dampak yang positif dari segi efisiensi penggunaan waktu. Permasalahan yang teratasi oleh rekomendasi proses bisnis yaitu, Pihak ketiga mendapatkan data yang sangat detail karena adanya penerapan kebijakan SOP untuk akses data secara menyeluruh agar dapat mengolah data secara maksimal, memberikan pelatihan secara berkala selama satu minggu satu kali guna menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berwawasan luas serta seluruh keputusan yang ada dilakukan melalui sistem untuk menghemat sehingga proses bisnis akan berjalan menjadi lebih efisien
c. Pada proses bisnis publikasi data mengalami peningkatan sebesar 0,18 % . peningkatan sebesar 0,18 % tidak terlalu berpengaruh besar tetapi dengan adanya proses monitoring dapat membuat waktu input data menjadi lebih efektif karena dengan adanya monitoring admin akan lebih mudah dalam menginputkan data dan tidak terjadi double input.
6. SUMBER PUSTAKA
Bizagi, 2013. Bizagi Process Modeler User’s Guide.
Black, Rex., 2009. Managing the Testing Process, Practical Tools and Techniques for Managing Software and Hardware Testing. Canada: Wiley Publishing, Inc. Boleng, T.E., Setiawan, N.Y., Rokhmawati, R.I., 2019. Evaluasi dan Perbaikan Proses
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Bisnis Menggunakan Business Process Improvement (BPI) (Studi Kasus: Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Batu). Jurnal. Malang: Universitas Brawijaya,
Harrington, H. J., 1991. Business Process Improvement The Breakthrough Strategy for Total Quality, Productivity, and Competitiveness. New York: McGraw-Hill, Inc.
Kritzinger, D. 2017. Failure Modes and Effects Analysis. Researchgate. Tersedia di: <https://www.researchgate.net/publicati on/283046997> [Diakses 10 Januari 2019]
Laporan Akhir Sistem Informasi DATAKU (2018). Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo. Larasati, S.D., Wicaksono, S.A., Wardani, N.H.,
2017. Perbaikan Proses Bisnis Menggunakan Metode Business Process Improvement (BPI) (Studi Pada Bagian Riset Pemasaran dan Pusat Pelayanan Pelanggan PT. Petrokimia Gresik). Jurnal. Malang: Universitas Brawijaya. McDermott, R., 2011. The Basics of FMEA,
CRC Press.
Mendling, J., Weidlich, M. (Eds.), 2012. Business Process Model and Notation. Springer Berlin Heidelberg, Berlin, Heidelberg.
Organisasi Perangkat Daerah, 2019. Tersedia di: <http://pemerintah.net/organisasi-perangkat-daerah/> [Diakses 19 Maret 2019]
Rahmawati, D., Rokhmawati, R.I., Perdanakusuma, A.R., 2017. Analisis dan Pemodelan Proses Bisnis Bidang Pelayanan Perizinan Menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN)(Studi Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Malang). Jurnal. Malang: Universitas Brawijaya Sadzali, H.S., Setiawan, N.Y., Aknuranda, I.,
2018. Evaluasi dan Perbaikan Proses Bisnis Menggunakan Business Process Improvement (BPI)(Studi Kasus: Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kediri). Jurnal. Malang : Universitas Brawijaya.
Stabell, C., Fjeldstad, O. 1998. Configuring Value For Competitive Advantage: On Chains, Shops, And Networks. Jurnal. Norwegia: Norwegian School of management.
Weske, M. 2007. Business Process Management. Business Process Management: Concepts, Languages, Architectures (pp. 1–368). Springer Berlin Heidelberg.
Zoraya, A.A., Iwan, V., 2012. Perbaikan Proses Bisnis Pelayanan Penanganan Gangguan Melalui Pendekatan IDEF0-FMEA dan Root Cause Analysis (Studi Kasus: PT X). Jurnal. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.