• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prof. Dr. Emosda, M.Pd, Kons

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prof. Dr. Emosda, M.Pd, Kons"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

Bagaimana Pemecahannya?

Pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar yang menuntut Dosen mampu

menghadirkan situasi dunia nyata baik di Mata Kuliah maupun di luar Mata Kuliah. Metode

pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas Mahasiswa yang tidak hanya terbatas pada

aktivitas fisik, tetapi bersifat psikis seperti aktivitas mental.

Dosen selalu mendominasi dalam

pembelajaran, pola pembelajaran yang diterapkan masih berpusat pada Dosen, pemilihan metode belum tepat

Latar Belakang Masalah

ANALISIS PROFIL DAN

PETA MUTU

PENDIDIKAN

METODE

PEMBELAJARAN

INOVATIF BERBASIS

STUDENT ACTIVE

LEARNING

EMOSDA

LP3M UNIVERSITAS JAMBI

(2)

TUGAS

UTAMA

DOSEN

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

PENELITIAN

(3)

PERAN DASEN

PEMBELAJARAN

Menyiapkan kondisi kondusif

agar terjadi proses

belajardalamdiri mahasiswa.

Sebagai fasilitator, dosen

hendaknya berfokus pada

upaya terjadinya proses

pembelajaran mahasiswa YANG

BERKUALITAS

Cat : Kualitas sebagai unsur

(4)

Hendaknya menjadi kriteria dalam

kegiatan mengembangkan

PROFESI, termasuk dalam

menyelenggarakan pembelajaran

di kelas

(5)

Standar Proses

Pembelajaran

Pasal 10

(1) Standar proses pembelajaran merupakan kriteria

minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan.

(2) Standar proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:

a. karakteristik proses pembelajaran; b. perencanaan proses pembelajaran;

(6)

Teacher Centered Learning

Mahasiswa

PASIF

RESEPTIF

Belajar =

menerima

pengetahuan

?

(7)

Saling

Berinteraksi

Saling

membantu

Semua saling berbicara

Asyik dengan apa yang

dikerjakan

Berbagi materi

Saling bertanya/ menjawab

(8)

1. Menyenangkan 2. Menantang

3. Mengembangkan keterampilan berfikir 4. Mendorong mahasiswa untuk

bereksplorasi

5. Memberi kesempatan untuk sukses,

sehingga menimbulkan kepercayaan diri,

6. Memberi umpan balik segera, sehingga

mahasiswa tahu keberhasilan dan kegagalannya.

(9)

Pasal 11

(1) Karakteristik proses pembelajaran sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf a terdiri atas sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada

(10)

PEMBELAJARAN YANG MEMFOKUS

PADA MAHASISWA

a.

Strategi belajar aktif

, belajar hanya

terjadi jika individu yang belajar aktif

terlibat secara optimal baik secara

intelektual, emosional, maupun fisik.

b.

Strategi konstruktivistik

, yang

mengasumsikan bahwa mahasiswa

harus diberi kebebasan dalam

(11)

KARAKTERISTIK PROSES

PEMBELAJARAN AKTIF?

1.

Interaktif

2.

Holistik

3.

Integratif

4.

Saintifik

5.

Kontekstual

6.

Tematik

7.

Efektif

8.

Kolaboratif

(12)

Reading

Hearing words

Looking at picture

Looking at an exhibition

Participating in a discussion

Watching video

Watching a demonstration Seeing it done on location

Giving a talk

Doing a Dramatic Presentation Simullating the Real Experience

Doing the Real Thing

90%

TINGKAT MEMORISASI

Verbal recivin

g

Visual recivin

g

Partici patin

g

Doing

TINGKAT KETERLIBATAN

PEMBELAJARAN

(13)
(14)

Kondisi Pembelajaran

Saat Ini Yang ideal

Dosen kurang menguasai materi .

Mahasiswa tidak diberi peluang untuk berfikir kreatif

Keterbatasan dalam mengakses informasi baru .

Dosen terlalu teoritis, kurang memberi contoh-contoh yang kontekstual .

Metode penyampaian bersifat monoton, kurang memanfaatkan berbagai media secara optimal Belum semua dosen menguasai kemmapuan ideal dalam

mengajar sehingga pembelajaran yang dikelolonya masih jauh dari pembelajaran yang berkualitas

Penyelenggaraan Pembelajaran berkualitas

Proses pembelajaran

diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun

kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta

didik.

Pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk berfikir

(15)

Permasalahan

Ditemukan tiga permasalahan:

a. Dosen belum siap menghadapi

berbagai perubahan

b. Terbatasnya akses terhadap materi

pelajaran mutaakhir.

(16)

Pola Aktif dan Partisipatif

Mahasiswa

MAHASISWA Sebagai aktor utama,

berperan aktif dalam mengembangkan

potensi dirinya dengan cara-cara belajar

aktif dan partisipatif.

DOSEN

STIMULASI PERAN AKTIF

DAN PARTISIPATIF

(17)

PESERTA DIDIK sekarang

harus memiliki berbagai

keterampilan

1. Keterampilan berpikir

2. Keterampilan sosial

3. Keterampilan komunikasi

(18)

Keterampilan Berpikir

Mengumpulkan pengetahuan

Pemahaman

Menganalisis informasi

Menggunakan informasi

Berpikir dari bermacam-macam

sudut pandang

Memikirkan bagaimana kita

(19)

Keterampilan Sosial

Menghargai orang lain

Memegang tanggung jawab

Bekerja sama

Menyelesaikan konflik

Membuat keputusan dalam

kelompok

Melaksanakan peran yang

(20)

Keterampilan Komunikasi

Mendengarkan

Berbicara

Membaca

Menulis

Mengamati

Menampilkan

(21)

Keterampilan Mengatur Diri Sendiri

Keterampilan motorik kasar

Keterampilan motorik halus

Keterampilan mengatur

Keterampilan mengatur waktu

Keselamatan

Gaya hidup sehat

Perilaku

(22)

Keterampilan Riset

Bertanya

Mengamati

Merencanakan

Mengumpulkan data

Mencatat data

Menganalisis data

Memahami data

(23)

Pertimbangan Dalam Memilih

Metode

1. Tujuan Intraksional (tujuan pembelajaran) 2. Pengetahuan awal mahasiswa

3. Bidang studi atau pokok bahasan

4. Alokasi waktu dan sarana penunjang 5. Jumlah peserta didik/mahasiswa

6. Pengalaman dan kewibawaan dosen

(24)

Permainan Gambar

Peserta dibagi dalam beberapa

kelompok

Kelompok bekerja menyusun gambar

Menempelkan rangkaian yang sudah

(25)

01 01 n n ssio ssio iscu iscu D D up up ro ro ll G ll G Sma Sma • •

02 02 on on ati ati Simul Simul and and ing ing lay lay P P Role Role • •

03 03 ing ing arn arn Le Le covery covery Dis Dis • •

04 04 ing ing arn arn Le Le cted cted ire ire D D Self Self • •

05 05 ing ing arn arn E-Le E-Le • •

05 05 ng ng arni arni e Le e Le tiv tiv ra ra Coope Coope • •

05 05 ing ing earn earn d L d L g an g an achin achin l Te l Te xtua xtua nte nte Co Co • •

05 05 ing ing arn arn d Le d Le ase ase ct B ct B Proje Proje • •

05 05 Inquiry Inquiry and and rning rning ea ea d L d L Base Base em em Probl Probl • •

Raga

m

Raga

m

Mode

Mode

l

l

SCL

SCL

S

C

(26)

No BELAJARMODEL YANG DILAKUKAN Mahasiswa SOFT SKILL YANG DIHARAPKAN

1 Small Group Discussion

•membentuk kelompok (5-10)

•memilih bahan diskusi

•mepresentasikan paper dan mendiskusikan di Mata Kuliah

•Kerja sama

•Berfikir kritis

•Kreatif

•Komunikasi

•berargumentasi

2 Role Playing & Simulation

•mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya.

•atau mempraktekan/mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan.

•Ketrampilan sesuai peran

•Jati diri dan Percaya diri

•Sikap kerja keras

•Pengalaman

•Pengendalian diri

3 Discovery Learning

•mencari, mengupulkan, dan menyusun informasi yang ada untuk mendeskripsikan suatu pengetahuan.

•Berfikir kritis

•Kreatif

•Responsif

•Bertanggung jawab

•Berfikir sistimatis

(27)

No BELAJARMODEL YANG DILAKUKAN MAHAMahasiswa SOFT SKILL YANG DIHARAPKAN

4 Self-Directed Learning

•merencanakan kegiatan belajar, melaksanakan, dan menilai pengalaman

belajarnya sendiri.

•Kemandirian

•Pengendalian diri

•Kepercayaan kemampuan diri

5 E-Learning •Membahas dan

menyimpulkan masalah/ tugas yang diberikan dosen secara individu atau

berkelompok secara online.

•Kerjasama

•berfikir kritis

•Percaya diri

•Interaksi ICT

•Akseleratif dan Inovatif

6 Cooperative Learning

•Bekerja sama dengan

anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas

•Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian

berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri.

•Pengambilan keputusan

•Inovator

•Leadership

•Manajemen waktu, konflik

•kerjasama

(28)

No BELAJARMODEL YANG DILAKUKAN MAHAMahasiswa BENTUK KEGIATAN BELAJAR

7 Contextual Teaching and

Learning

•Membahas konsep (teori) kaitannya dengan situasi nyata

•Melakukan studi lapang/ terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesesuaian teori.

•Menjelaskan bahan kajian yang bersifat teori dan mengkaitkannya dengan situasi nyata dalam

kehidupan sehari-hari, atau kerja profesional, atau manajerial, atau entrepreneurial.

•Menyusun tugas untuk studi

mahaMahasiswa terjun ke lapangan

8 Project Based Learning

•Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah

dirancang secara sistematis.

•Menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum.

•Merancang suatu tugas (proyek) yang sistematik agar

mahaMahasiswa belajar

pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian/

penggalian (inquiry), yang terstruktur dan kompleks.

•Merumuskan dan melakukan proses pembimbingan dan asesmen.

9 Problem Based Learning

•Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan

informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen .

•Merancang tugas untuk mencapai kompetensi tertentu

•Membuat petunjuk(metode) untuk mahaMahasiswa dalam mencari pemecahan masalah yang dipilih oleh mahaMahasiswa sendiri atau yang ditetapkan.

(29)

COOPERA

LIMA JENISJENIS COPERATIVE

(30)













Group (4-5 orang)

Menyelesaikan Masalah Secara Kelompok Menyerahkan dan Mempresentasikan

Kuis Individual

Penghargaan Evaluasi:

Skor rata-rata Kelompok Skor Nilai Tiap Anggota

Hampir Sama dengan STAD (Cepat dan Tepat)

STAD (Student Team Achievement Division)

(31)

KELOMPOK ASAL

KELOMPOK AHLI

Cocok untuk pembelajaran:

Topik yang terdiri dari beberapa sub-sub topik

 

 

 

 

(32)

Waktu

berpikir berpasangan

berbagi

(33)

Langkah-langkah:

1. Membentuk kelompok dan anggotanya diberi nomor 2. Dosen mengajukan

pertanyaan

3. Tiap kelompok menyatukan jawaban

4. Dosen menyebut nomor tertentu untuk menjawab 5. Mahasiswa di setiap

kelompok yang memiliki nomor tersebut

menjawabannya.

NHT (Numbered Head Together)

(34)

Langkah-langkah: 1. Membentuk Tim

2. Orientasi pada masalah 3. Perencanaan kerja

4. Penyelidikan 5. Presentasi

6. Refleksi

Penting!

Masalah pada PBI adalah masalah otentik, yakni masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Solusinya bisa bermacam-macam.

(35)

SUASANA PERKULIAHAN DIHARAPKANSUASANA PERKULIAHAN DIHARAPKAN

SEBELUMNYASEBELUMNYA

AKAN DATANG

AKAN DATANG

PENILAIAN TERHADAP

SEGALA SESUATU

YANG MUDAH DIUKUR PENILAIAN TERHADAP

SEGALA SESUATU

YANG MUDAH DIUKUR

PENILAIAN PENGETAHU AN SECARA TERPISAH PENILAIAN PENGETAHU AN SECARA TERPISAH PENILAIAN

TERHADAP PENGETAH

UAN PENILAIAN TERHADAP PENGETAH

UAN

PENILAIAN TERHADAP

PBM BERKAITAN

DENGAN APA YANG

TIDAK DIKETAHUI Mahasiswa

PENILAIAN TERHADAP

PBM BERKAITAN

DENGAN APA YANG

TIDAK DIKETAHUI Mahasiswa

PENILAIAN HANYA BERFOKUS

PADA PENCAPAIA

N HASIL BELAJAR PENILAIAN

HANYA BERFOKUS

PADA PENCAPAIA

N HASIL BELAJAR

AKHIR PENILAIAN

DITENTUK AN OLEH

Dosen AKHIR PENILAIAN

DITENTUK AN OLEH

Dosen

PENILAIAN EKSTERNA

L DILAKUKA

N HANYA OLEH AHLI PENILAIAN EKSTERNA

L DILAKUKA

N HANYA OLEH AHLI

PENILAIAN YG MENJANGKA

U

KEMAMPUAN BERPIKIR

TINGKAT TINGGI

PENILAIAN YG MENJANGKA

U

KEMAMPUAN BERPIKIR

TINGKAT TINGGI

PENILAIAN YANG MENYELURU

H DAN TERINTEGR

ASI

PENILAIAN YANG MENYELURU

H DAN TERINTEGR

ASI

PENILAIAN PEMAHAM

AN DAN NALAR SECARA

ILMIAH PENILAIAN

PEMAHAM AN DAN

NALAR SECARA

ILMIAH

PENILAIAN TERHADAP

PBM BERKAITAN

DENGAN APA YANG Mahasiswa

PAHAMI

PENILAIAN TERHADAP

PBM BERKAITAN

DENGAN APA YANG Mahasiswa

PAHAMI

PENILAIAN BERFOKUS

HASIL BELAJAR & KESEMPATA

N Mahasiswa

UNTUK BELAJAR

LAGI

PENILAIAN BERFOKUS

HASIL BELAJAR & KESEMPATA

N Mahasiswa

UNTUK BELAJAR

LAGI

TIDAK HANYA Dosen, TAPI

JUGA Mahasiswa

DAN YANG LAINNYA

JUGA DILIBATKAN

TIDAK HANYA Dosen, TAPI

JUGA Mahasiswa

DAN YANG LAINNYA

JUGA DILIBATKAN

PENILAIAN EKSTERNAL

JUGA MELIBATKA

N Dosen-Dosen

PENILAIAN EKSTERNAL

JUGA MELIBATKA

(36)

SEKIAN

TERIM

A

(37)
(38)

PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN

TINGGI

PARADIGMA LAMA KOMPONEN PARADIGMA BARU

Kompetensi terfokus pada

pengetahuan Kompetensi berfokus pada pengetahuan (hard skill), keterampilan dan perubahan sikap, perilaku mahasiswa Pembelajaran pasif sebagai

proses menerima

pengetahuan (dosen aktif mahasiswa pasif)

Pembelajaran aktif sebagai proses mencari dan membentuk

pengetahuan (dosen dan mahasiswa aktif dalam pembelajaran

Dosen menjalankan

instruksi pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya

Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswa belajar guna ketercapaian kompetensinya

Media pembelajaran dengan

media tunggal Media pembelajaran menggunakan berbagai media yang sesuai dengan ketercapaian kompetensi

Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan terpisah

(39)

Belajar adalah proses

mengubah

pengalaman

menjadi

pengetahuan

,

pengetahuan

menjadi

pemahaman

,

pemahaman

menjadi

kearifan

, dan

kearifan

menjadi

keaktivan

(40)

Aplikasi

1. Ice Breaking 2. Bagi kelompok

3. Menganalisis Masalah pembelajaran pada gambar

4. Buat laporan Kelompok

(41)

Bagaimana memotivasi, mengaktifkan

dan membuat mahasiswa kreatif

Rubah pola mengajar dosen, dari yang semula mendominasi kelas menjadi memfasilitasi

pembelajaran.

libatkan mahasiswa secara optimal dalam berbagai pengkajian, latihan, atau penghayatan satu situasi. Bangun hubungan antara dosen-mahasiswa yang

akrab dan didasari rasa saling mempercayai.

Berikan reinforcement dan umpan balik, kontrak perkuliahan,

(42)

Proses pembelajaran

konstruktivisme

Dosen menfasilitasi mahasiswa dalam

membangun sendiri konsep-konsep baru

berdasarkan konsep lama yang telah dimiliki.

Pembangunan konsep baru itu tidak terjadi di

ruang hampa melainkan dalam konteks sosial, dimana mereka dapat berinteraksi dengan

(43)

Fase Kegiatan Pembelajaran

Waktu Terlaksana atau Tidak

Mahasiswa Dosen

Pra

Pembelajaran Pendahuluan Kegiatan inti

Menerapkan SCL dan RBL sebagai Strategi Utama Pembelajaran

Penutup

Skenario Pembelajaran

Penilaian

Penilaian Sikap (Spiritual dan Sosial)

Penilaian Pengetahuan (Produk dan Proses)

(44)

STRATEGI

PEMBELAJARAN

Fase pendahuluan dapat dimanfaatkan untuk

memberikan “orientasi” dan “penggalian ide” untuk mengetahui prakonsepsi mahasiswa.

Fase inti, yang merupakan bagian terbesar

pembelajaran, dapat digunakan untuk

memfasilitasi “restrukturisasi ide”mengarah ke perbaikan konsep.

Fase Evaluasi pada akhir proses restrukturisasi

(45)

Selanjutnya dosen memberi kesempatan kepada

mahasiswa untuk“mengaplikasikan ide-ide” yang

baru dipelajari untuk memecahkan berbagaimasalah.

Pemahaman mahasiswa atas ide-ide itu sebenarnya

baru akan mantap setelah digunakan untuk memecahkan masalah.

Pada pembelajaran penutup dilakukan “reviu

perubahan ide” untuk membandingkan ide yang

(46)

Dalam pembelajaran non tatap muka

“restrukturisasi ide” dan “aplikasi ide” dapat terus difasilitasi; bedanya mahasiswa akan bekerja tanpa pengawasan dosen.

Tugasnya bisa bersifat terstruktur sesuai

dengan perencanaan dosen, tetapi dapat juga mandiri sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa.

Secara skematik strategi pembelajaran yang

(47)
(48)
(49)

Pertimbangan Dalam Memilih

Metode

1. Tujuan Intraksional (tujuan pembelajaran)

2. Pengetahuan awal mahasiswa

3. Bidang studi atau pokok bahasan

4. Alokasi waktu dan sarana penunjang

5. Jumlah peserta didik/mahasiswa

6. Pengalaman dan kewibawaan dosen

(50)

Metode Pembelajaran

Di dalam masing-masing tahap pembelajaran

konstruktivisme di atas tentu saja terdapat berbagai metode. Di bawah ini adalah beberapa metode yang sering dipakai dalam pembelajaran di perguruan tinggi: 1. pembelajaran kelompok besar

2. pembelajaran kelompok kecil 3. sindikat

4. triad

5. penugasan terstruktur, pekerjaan rumah 6. penugasan mandiri, proyek

(51)
(52)
(53)

Vygotsky memandang bahwa

perkembangan berfikir terjadi

karena adanya perkembangan

dialog yang kooperatif antara

anak dengan anggota

masyarakat yang memiliki

pengetahuan yang lebih banyak

(54)

Kompetensi yang

Dikembangkan

1. Kompetensi Disiplin Ilmu (discipline-based

competencies) berkaitan dengan pemahaman konsep,

prinsip, teori dan hukum dalam disiplin ilmu masing-masing

2. Kompetensi Interpersonal (interpersonal competencies)

interpersonal mencakup kemampuan berkomuniksi, berkolaborasi, berperilaku sopan dan baik, menangani

konflik, bekerja sama, membantu orang lain, dan menjalin hubungan dengan orang lain dan masyarakat

3. Kompetensi Intrapersonal (intrapersonal competencies)

(55)

LINGKARAN PEMBELAJARAN

Gamber4 T

Lingkaran pembelajaran yang terintegrasi

dengan tiga kompetensi itu seiring dengan

dimensi-dimensi konstruktivisme pada Gb. 2 di atas.

Pada saat mengkonstruksi pengetahuan dalam

konteks sosiokultural kompetensi interpersonal mahasiswa akan berkembang secara alami.

Pada saat mengkonstruksi pengetahuan secara

(56)

Strategi Pembelajaran

Strategi / Prosedur pembelajaran konstruktivis :

a)Pembelajaran Pendahuluan, dapat

dimanfaatkan untuk memberikan “orientasi” dan “penggalian ide” untuk mengetahui

prakonsepsi mahasiswa

b) Pembelajaran Inti, dapat digunakan untuk memfasilitasi “restrukturisasi ide” mengarah ke perbaikan konsep.

c) Pembelajaran Penutup, Evaluasi pada akhir proses restrukturisasi akan menilai

(57)

7 aspek terjadinya keaktifan (Mc

Keachie )

1. Patisipasi mahasiswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran.

2. Tekanan pada aspek afektif dalam belajar.

3. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, terutama yang berbentuk interaksi antar mahasiswa.

4. Kekompakan kelas sebagai kelompok belajar.

5. Kebebasan belajar yang diberikan kepada mahasiswa

6. Kesempatan untuk berbuat serta mengambil keputusan penting dalam proses pembelajaran.

7. Pemberian waktu untuk menanggulangi masalah

(58)

9 aspek untuk menumbuhkan keaktifan di

kelas

1. Memberikankan motivasi atau menarik perhatian mahasiswa, sehingga meraka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

2. Menjelaskan tujuan intruksional (kemampuan dasar) kepada mahasiswa.

3. Mengingatkan kompetensi prsayarat.

4. Memberika stimulus (masalah, topik, dan konsep) yang akan dipelajari.

5. Memberi petunjuk kepada mahasiswa cara mempelajarinya.

6. Memunculkan aktivitas, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.

7. Memberikan umpan balik (feed back).

8. Melakukan tagihan-tagihan terhadap siswa berupates, sehingga kemampuan mahasiswa selalu terpantau dan terukur.

(59)

Kiat-Kiat Merangsang Mahasiswa

Dalam Mengajukan Pertanyaan

1. Saling Lempar Pertanyaan

2. Mencari Jawaban

3. Pertanyaan Maraton

4. Pertanyaan yang Ditempelkan

5. Bola pertanyaan

6. Tumpukan Kartu (Pertanyaan) di Atas Meja.

7. Pertanyaan Musikal

8. Lingkaran Pertanyaan Kentang Panas

9. Tukar Menukar Pertanyaan Antar Tim

10. Lemparan Pertanyaan

11. Tanyailah Sobatmu

(60)

SALING LEMPAR PERTANYAAN, mahasiswa

diminta menyiapkan pertanyaan tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Pertanyaan tersebut boleh saja mereka

mengetahui jawabannya atau tidak, manakala pertanyaan itu tidak mampu keduanya

menjawab, mereka boleh bertanya pada pihak ketiga dan keempat sehingga pertanyaan

(61)

MENCARI JAWABAN, mahasiswa diminta

menulis 3 pertanyaan tentang materi

(62)

PERTANYAAN MARATON, tentukan kelompok

untuk berpasangan. Tunjukkan seorang mitra sebagai “Budi” dan yang lain “Tono”. Suruh “Budi” bertanya kepada “Tono” nonstop

selama lima menit, satu pertanyaan disusul dengan pertanyaan lain. Semua pertanyaan itu bisa berupa campuran pertanyaan dari pertanyaan yang diketahui jawabannya atau tidak. Ajak mereka mencatat pertanyaan yang tidak terjawab, baik “Budi maupun “Tono”.

Setelah waktu habis, ajaklah pasangan itu bertukar peran. Setelah latihan ini, seluruh mahasiswa di kelas bersama guru dapat

(63)

PERTANYAAN YANG DITEMPELKAN, minta

mahasiswa menempelkan pertanyaan secara anonim pada papan pertanyaan di dinding atau di papan tempel. Saat istirahat, minta

(64)

BOLA PERTANYAAN, mintalah setiap mahasiswa

menulis pertanyaan pada kertas dengan huruf cetak agar mudah dibaca, pertanyaan itu

dibuat secara anonim. Ajak mahasiswa

meremas kertas seperti bola. Selanjutnya,

dosen dapat mengumpulkan pertanyaan dalam keranjang dan membagikan kembali bola-bola itu dengan melempar satu demi persatu

kepada setiap orang di dalam kelas dan

mahasiswa membuka bola itu dan memberi jawaban. Dosen dan mahasiswa dapat

(65)

TUMPUKAN KARTU, minta mahasiswa menulis

pertanyaan di kartu tentang pelajaran hari itu, kemudian kartu dikocok dan membagi kartu secara telungkup. Secara bergiliran setiap siswa membaca salah satu kartu

pertanyaannya di depan kelompok yang diberi waktu 30 – 60 detik untuk menjawab.

Pertanyaan yang tidak terjawab dilatak di

(66)

PERTANYAAN MUSIKAL, minta mahasiswa

berdiri dan membetuk lingkaran, sementara dosen memainkan musik dengan tape, minta di antara mereka mengedarkan kartu

pertanyaan sekeliling lingkaran kepada teman sebelah kanan. Ketika musik berhenti, mereka diberi waktu 1- 3 menit untuk merumuskan jawaban bagi pertanyaan yang ada di tangan mereka. Jika pertanyaan tidak mampu

(67)

LINGKARAN PERTANYAAN KENTANG PANAS,

mintalah semua mahasiswa di kelas berdiri dan membetuk lingkaran. Suruh salah seorang

memulai permainan dengan bertanya dengan melemparkan bola dalam lingkaran. Orang yang menangkap bola harus menjawab pertanyaan. Jika mahasiswa itu tidak dapat menjawab

pertanyaan dengan segera ia harus cepat-cepat melemparkan bola itu layaknya sebutir kentang panas kepada siswa lain dalam lingkaran. Bola itu terus beredar sampai ada yang dapat

(68)

TUKAR MENUKAR PERTANYAAN ANTAR TIM,

bagi mahasiswa menjadi dua tim atau

kelompok. Mintalah setiap tim menyusun

pertanyaan berisi 10 – 20 pertanyaan untuk tim lain yang akan menguji pemahaman

mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Selanjutnya, tim-tim tersebut saling bertukar pertanyaan. Tim pertama yang

(69)

LEMPAR PERTANYAAN, bagikan kelas menjadi

dua tim. Mintalah setiap tim menyusun 10 – 20 pertanyaan mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari. Lalu, mintalah kedua tim berdiri saling berhadapan dan melempar pertanyaan satu demi satu. Jika tim dapat

(70)

TANYAI SOBATMU, pada pertengahan

presentasi, kelompokkan siswa berpasangan. Mintalah pasangan itu saling mengaju lima pertanyaan mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari kepada mitranya baik

pertanyaan yang mereka ketahui jawabannya atau tidak. Jika pertanyaan itu tidak dapat

keduanya menjawab, mereka menanyakan

(71)

EDARKAN TOPI, mintalah setiap orang

menuliskan pertanyaan, satu atau lebih pada sehelai kartu dan menaruhkannya dalam topi. Lalu, mintalah seluruh mahasiswa mengambil pertanyaan dari topi dan membaca di depan kelas. Orang pertama yang dapat menjawab dengan benar mendapat nilai atau hadiah ringan seperti; gula-gula, kuaci, permen, dll. Dosen hanya menjawab pertanyaan yang

(72)

MENGAKTIFKAN MAHASISWA DALAM

KERJASAMA KELOMPOK

1. Diskusi meja bundar

2. Simposium

3. Diskusi Panel

4. Kolokium

(73)

Mengaktifkan Mahasiswa dalam

Kerjasama Kelompok

Format diskusi dari Cragan dan Wright (1980) :

1. Diskusi meja bundar: Susunan tempat duduk

melingkar atau mengelilingi meja bundar

meyebabkan seseorang lebih mudah berdialog dan berpatisipasi aktif dalam memecahkan

masalah dalam kelompok diskusi.

2. Simposium: simposium adalah serangkaian

(74)

3. Diskusi Panel: Disukusi panel adalah susunan yang dirancang kelompok penyaji yang terdiri dari beberapa orang penyaji masalah yang kontroversial atau masalah yang hangat.

4. Kolokium: Kolokium adalah sejenis format diskusi yang memberikan kesempatan kepada wakil-wakil khalayak untuk mengajukan pertanyaan yang

sudah dipersiapkan kepada seseorang (atau beberapa orang) ahli.

5. Diskusi Gaya Parlementer: Disukusi gaya parlementer merupakan cara ketat

dalampengaturan peserta diskusi yang diikuti oleh peserta yang banyak, dan acara dibatasi waktu

(75)

SEKIAN

TERIM

A

(76)

TUGAS 1

PEMBELAJARAN ABAD 21 MENUNTUT

MAHASISWA HARUS AKTIF, DISKUSIKAN

(77)

TUGAS 2

MENGAKTIFKAN MAHASISWA DALAM

PEMBELAJARAN ADALAH PENTING,

(78)

TUGAS 3

PARADIGMA PEMBELAJARAN ABAD 21

(79)

TUGAS 4

PEMBELAJARAN ABAD 21 MEMBUTUHKAN

PENGUASAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI, APAKAH ANDA SETUJU ATAU TIDAK, BERIKAN PENJELASAN YANG

(80)

TUGAS 5

BAGAIMANA MEMBANGUN PEMBELAJARAN

(81)

TUGAS 6

DOSEN MEMPUNYAI TUGAS UTAMA UNTUK

MENYELENGGARAKAN PEMBELAJARAN YANG BERMUTU, MASALAH-MASALAH DAN

HAMBATAN APA SAJA YANG DIHADAPI PARA

(82)

TUGAS 7

AGAR MAHASISWA SUKSES DALAM BELAJAR,

IDENTIFIKASILAH

(83)

TUGAS 8

KREATIF MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN,

Referensi

Dokumen terkait

Di samping itu ada pula program "Perak" (Peningkatan Ekonomi Rakyat) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Ngada. Baik program "Anggur Merah",

[r]

Dalam Islam pada masa al-makmun dibangun alat observasi besar yang dikenal Astrolab, tapi tidak selesai kemudian pondasi bangunan ini lenyap, dan dilupakan Karya

Berdasarkan area-area yang telah dipaparkan, maka area yang dirasa paling penting adalah area sosialisasi, yang terdiri dari Hall of Fame dan lounge, karena dianggap akan

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable brand image, brand trust, dan company reputation baik secara parsial atau simultan terhadap

Laporan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hasil dari pelaksanaan kegiatan pelatihan komunikasi efektif bagi Babinkamtibmas Polda Jawa Barat dalam mencegah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi stakeholder dan pengambil kebijakan untuk pengembangan wawasan dan menganalisis permasalahan rantai pasok

Pemahaman dan kompetensi yang diperoleh dengan menghadiri seminar perpustakaan serta mengikuti program “Call for Papers” selain kemampuan menulis diantaranya adalah