Bagaimana Pemecahannya?
Pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar yang menuntut Dosen mampu
menghadirkan situasi dunia nyata baik di Mata Kuliah maupun di luar Mata Kuliah. Metode
pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas Mahasiswa yang tidak hanya terbatas pada
aktivitas fisik, tetapi bersifat psikis seperti aktivitas mental.
Dosen selalu mendominasi dalam
pembelajaran, pola pembelajaran yang diterapkan masih berpusat pada Dosen, pemilihan metode belum tepat
Latar Belakang Masalah
ANALISIS PROFIL DAN
PETA MUTU
PENDIDIKAN
METODE
PEMBELAJARAN
INOVATIF BERBASIS
STUDENT ACTIVE
LEARNING
EMOSDA
LP3M UNIVERSITAS JAMBI
TUGAS
UTAMA
DOSEN
PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
PENELITIAN
PERAN DASEN
PEMBELAJARAN
Menyiapkan kondisi kondusif
agar terjadi proses
belajardalamdiri mahasiswa.
Sebagai fasilitator, dosen
hendaknya berfokus pada
upaya terjadinya proses
pembelajaran mahasiswa YANG
BERKUALITAS
Cat : Kualitas sebagai unsur
Hendaknya menjadi kriteria dalam
kegiatan mengembangkan
PROFESI, termasuk dalam
menyelenggarakan pembelajaran
di kelas
Standar Proses
Pembelajaran
Pasal 10
(1) Standar proses pembelajaran merupakan kriteria
minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan.
(2) Standar proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:
a. karakteristik proses pembelajaran; b. perencanaan proses pembelajaran;
Teacher Centered Learning
Mahasiswa
PASIF
RESEPTIF
Belajar =
menerima
pengetahuan
?
Saling
Berinteraksi
Saling
membantu
Semua saling berbicara
Asyik dengan apa yang
dikerjakan
Berbagi materi
Saling bertanya/ menjawab
1. Menyenangkan 2. Menantang
3. Mengembangkan keterampilan berfikir 4. Mendorong mahasiswa untuk
bereksplorasi
5. Memberi kesempatan untuk sukses,
sehingga menimbulkan kepercayaan diri,
6. Memberi umpan balik segera, sehingga
mahasiswa tahu keberhasilan dan kegagalannya.
Pasal 11
(1) Karakteristik proses pembelajaran sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf a terdiri atas sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada
PEMBELAJARAN YANG MEMFOKUS
PADA MAHASISWA
a.
Strategi belajar aktif
, belajar hanya
terjadi jika individu yang belajar aktif
terlibat secara optimal baik secara
intelektual, emosional, maupun fisik.
b.
Strategi konstruktivistik
, yang
mengasumsikan bahwa mahasiswa
harus diberi kebebasan dalam
KARAKTERISTIK PROSES
PEMBELAJARAN AKTIF?
1.
Interaktif
2.Holistik
3.Integratif
4.Saintifik
5.
Kontekstual
6.
Tematik
7.
Efektif
8.
Kolaboratif
Reading
Hearing words
Looking at picture
Looking at an exhibition
Participating in a discussion
Watching video
Watching a demonstration Seeing it done on location
Giving a talk
Doing a Dramatic Presentation Simullating the Real Experience
Doing the Real Thing
90%
TINGKAT MEMORISASI
Verbal recivin
g
Visual recivin
g
Partici patin
g
Doing
TINGKAT KETERLIBATAN
PEMBELAJARAN
Kondisi Pembelajaran
Saat Ini Yang ideal
Dosen kurang menguasai materi .
Mahasiswa tidak diberi peluang untuk berfikir kreatif
Keterbatasan dalam mengakses informasi baru .
Dosen terlalu teoritis, kurang memberi contoh-contoh yang kontekstual .
Metode penyampaian bersifat monoton, kurang memanfaatkan berbagai media secara optimal Belum semua dosen menguasai kemmapuan ideal dalam
mengajar sehingga pembelajaran yang dikelolonya masih jauh dari pembelajaran yang berkualitas
Penyelenggaraan Pembelajaran berkualitas
Proses pembelajaran
diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun
kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta
didik.
Pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk berfikir
Permasalahan
•
Ditemukan tiga permasalahan:
a. Dosen belum siap menghadapi
berbagai perubahan
b. Terbatasnya akses terhadap materi
pelajaran mutaakhir.
Pola Aktif dan Partisipatif
Mahasiswa
MAHASISWA Sebagai aktor utama,
berperan aktif dalam mengembangkan
potensi dirinya dengan cara-cara belajar
aktif dan partisipatif.
DOSEN
STIMULASI PERAN AKTIF
DAN PARTISIPATIF
PESERTA DIDIK sekarang
harus memiliki berbagai
keterampilan
1. Keterampilan berpikir
2. Keterampilan sosial
3. Keterampilan komunikasi
Keterampilan Berpikir
Mengumpulkan pengetahuan
Pemahaman
Menganalisis informasi
Menggunakan informasi
Berpikir dari bermacam-macam
sudut pandang
Memikirkan bagaimana kita
Keterampilan Sosial
Menghargai orang lain
Memegang tanggung jawab
Bekerja sama
Menyelesaikan konflik
Membuat keputusan dalam
kelompok
Melaksanakan peran yang
Keterampilan Komunikasi
Mendengarkan
Berbicara
Membaca
Menulis
Mengamati
Menampilkan
Keterampilan Mengatur Diri Sendiri
Keterampilan motorik kasar
Keterampilan motorik halus
Keterampilan mengatur
Keterampilan mengatur waktu
Keselamatan
Gaya hidup sehat
Perilaku
Keterampilan Riset
Bertanya
Mengamati
Merencanakan
Mengumpulkan data
Mencatat data
Menganalisis data
Memahami data
Pertimbangan Dalam Memilih
Metode
1. Tujuan Intraksional (tujuan pembelajaran) 2. Pengetahuan awal mahasiswa
3. Bidang studi atau pokok bahasan
4. Alokasi waktu dan sarana penunjang 5. Jumlah peserta didik/mahasiswa
6. Pengalaman dan kewibawaan dosen
Permainan Gambar
•
Peserta dibagi dalam beberapa
kelompok
•
Kelompok bekerja menyusun gambar
•
Menempelkan rangkaian yang sudah
01 01 n n ssio ssio iscu iscu D D up up ro ro ll G ll G Sma Sma • •
02 02 on on ati ati Simul Simul and and ing ing lay lay P P Role Role • •
03 03 ing ing arn arn Le Le covery covery Dis Dis • •
04 04 ing ing arn arn Le Le cted cted ire ire D D Self Self • •
05 05 ing ing arn arn E-Le E-Le • •
05 05 ng ng arni arni e Le e Le tiv tiv ra ra Coope Coope • •
05 05 ing ing earn earn d L d L g an g an achin achin l Te l Te xtua xtua nte nte Co Co • •
05 05 ing ing arn arn d Le d Le ase ase ct B ct B Proje Proje • •
05 05 Inquiry Inquiry and and rning rning ea ea d L d L Base Base em em Probl Probl • •
Raga
m
Raga
m
Mode
Mode
l
l
SCL
SCL
S
C
No BELAJARMODEL YANG DILAKUKAN Mahasiswa SOFT SKILL YANG DIHARAPKAN
1 Small Group Discussion
•membentuk kelompok (5-10)
•memilih bahan diskusi
•mepresentasikan paper dan mendiskusikan di Mata Kuliah
•Kerja sama
•Berfikir kritis
•Kreatif
•Komunikasi
•berargumentasi
2 Role Playing & Simulation
•mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya.
•atau mempraktekan/mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan.
•Ketrampilan sesuai peran
•Jati diri dan Percaya diri
•Sikap kerja keras
•Pengalaman
•Pengendalian diri
3 Discovery Learning
•mencari, mengupulkan, dan menyusun informasi yang ada untuk mendeskripsikan suatu pengetahuan.
•Berfikir kritis
•Kreatif
•Responsif
•Bertanggung jawab
•Berfikir sistimatis
No BELAJARMODEL YANG DILAKUKAN MAHAMahasiswa SOFT SKILL YANG DIHARAPKAN
4 Self-Directed Learning
•merencanakan kegiatan belajar, melaksanakan, dan menilai pengalaman
belajarnya sendiri.
•Kemandirian
•Pengendalian diri
•Kepercayaan kemampuan diri
5 E-Learning •Membahas dan
menyimpulkan masalah/ tugas yang diberikan dosen secara individu atau
berkelompok secara online.
•Kerjasama
•berfikir kritis
•Percaya diri
•Interaksi ICT
•Akseleratif dan Inovatif
6 Cooperative Learning
•Bekerja sama dengan
anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas
•Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian
berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri.
•Pengambilan keputusan
•Inovator
•Leadership
•Manajemen waktu, konflik
•kerjasama
No BELAJARMODEL YANG DILAKUKAN MAHAMahasiswa BENTUK KEGIATAN BELAJAR
7 Contextual Teaching and
Learning
•Membahas konsep (teori) kaitannya dengan situasi nyata
•Melakukan studi lapang/ terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesesuaian teori.
•Menjelaskan bahan kajian yang bersifat teori dan mengkaitkannya dengan situasi nyata dalam
kehidupan sehari-hari, atau kerja profesional, atau manajerial, atau entrepreneurial.
•Menyusun tugas untuk studi
mahaMahasiswa terjun ke lapangan
8 Project Based Learning
•Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah
dirancang secara sistematis.
•Menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum.
•Merancang suatu tugas (proyek) yang sistematik agar
mahaMahasiswa belajar
pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian/
penggalian (inquiry), yang terstruktur dan kompleks.
•Merumuskan dan melakukan proses pembimbingan dan asesmen.
9 Problem Based Learning
•Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan
informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen .
•Merancang tugas untuk mencapai kompetensi tertentu
•Membuat petunjuk(metode) untuk mahaMahasiswa dalam mencari pemecahan masalah yang dipilih oleh mahaMahasiswa sendiri atau yang ditetapkan.
COOPERA
LIMA JENISJENIS COPERATIVE
Group (4-5 orang)
Menyelesaikan Masalah Secara Kelompok Menyerahkan dan Mempresentasikan
Kuis Individual
Penghargaan Evaluasi:
Skor rata-rata Kelompok Skor Nilai Tiap Anggota
Hampir Sama dengan STAD (Cepat dan Tepat)
STAD (Student Team Achievement Division)
KELOMPOK ASAL
KELOMPOK AHLI
Cocok untuk pembelajaran:
Topik yang terdiri dari beberapa sub-sub topik
Waktu
berpikir berpasangan
berbagi
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok dan anggotanya diberi nomor 2. Dosen mengajukan
pertanyaan
3. Tiap kelompok menyatukan jawaban
4. Dosen menyebut nomor tertentu untuk menjawab 5. Mahasiswa di setiap
kelompok yang memiliki nomor tersebut
menjawabannya.
NHT (Numbered Head Together)
Langkah-langkah: 1. Membentuk Tim
2. Orientasi pada masalah 3. Perencanaan kerja
4. Penyelidikan 5. Presentasi
6. Refleksi
Penting!
Masalah pada PBI adalah masalah otentik, yakni masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Solusinya bisa bermacam-macam.
SUASANA PERKULIAHAN DIHARAPKANSUASANA PERKULIAHAN DIHARAPKAN
SEBELUMNYASEBELUMNYA
AKAN DATANG
AKAN DATANG
PENILAIAN TERHADAP
SEGALA SESUATU
YANG MUDAH DIUKUR PENILAIAN TERHADAP
SEGALA SESUATU
YANG MUDAH DIUKUR
PENILAIAN PENGETAHU AN SECARA TERPISAH PENILAIAN PENGETAHU AN SECARA TERPISAH PENILAIAN
TERHADAP PENGETAH
UAN PENILAIAN TERHADAP PENGETAH
UAN
PENILAIAN TERHADAP
PBM BERKAITAN
DENGAN APA YANG
TIDAK DIKETAHUI Mahasiswa
PENILAIAN TERHADAP
PBM BERKAITAN
DENGAN APA YANG
TIDAK DIKETAHUI Mahasiswa
PENILAIAN HANYA BERFOKUS
PADA PENCAPAIA
N HASIL BELAJAR PENILAIAN
HANYA BERFOKUS
PADA PENCAPAIA
N HASIL BELAJAR
AKHIR PENILAIAN
DITENTUK AN OLEH
Dosen AKHIR PENILAIAN
DITENTUK AN OLEH
Dosen
PENILAIAN EKSTERNA
L DILAKUKA
N HANYA OLEH AHLI PENILAIAN EKSTERNA
L DILAKUKA
N HANYA OLEH AHLI
PENILAIAN YG MENJANGKA
U
KEMAMPUAN BERPIKIR
TINGKAT TINGGI
PENILAIAN YG MENJANGKA
U
KEMAMPUAN BERPIKIR
TINGKAT TINGGI
PENILAIAN YANG MENYELURU
H DAN TERINTEGR
ASI
PENILAIAN YANG MENYELURU
H DAN TERINTEGR
ASI
PENILAIAN PEMAHAM
AN DAN NALAR SECARA
ILMIAH PENILAIAN
PEMAHAM AN DAN
NALAR SECARA
ILMIAH
PENILAIAN TERHADAP
PBM BERKAITAN
DENGAN APA YANG Mahasiswa
PAHAMI
PENILAIAN TERHADAP
PBM BERKAITAN
DENGAN APA YANG Mahasiswa
PAHAMI
PENILAIAN BERFOKUS
HASIL BELAJAR & KESEMPATA
N Mahasiswa
UNTUK BELAJAR
LAGI
PENILAIAN BERFOKUS
HASIL BELAJAR & KESEMPATA
N Mahasiswa
UNTUK BELAJAR
LAGI
TIDAK HANYA Dosen, TAPI
JUGA Mahasiswa
DAN YANG LAINNYA
JUGA DILIBATKAN
TIDAK HANYA Dosen, TAPI
JUGA Mahasiswa
DAN YANG LAINNYA
JUGA DILIBATKAN
PENILAIAN EKSTERNAL
JUGA MELIBATKA
N Dosen-Dosen
PENILAIAN EKSTERNAL
JUGA MELIBATKA
SEKIAN
TERIM
A
PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN
TINGGI
PARADIGMA LAMA KOMPONEN PARADIGMA BARU
Kompetensi terfokus pada
pengetahuan Kompetensi berfokus pada pengetahuan (hard skill), keterampilan dan perubahan sikap, perilaku mahasiswa Pembelajaran pasif sebagai
proses menerima
pengetahuan (dosen aktif mahasiswa pasif)
Pembelajaran aktif sebagai proses mencari dan membentuk
pengetahuan (dosen dan mahasiswa aktif dalam pembelajaran
Dosen menjalankan
instruksi pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya
Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswa belajar guna ketercapaian kompetensinya
Media pembelajaran dengan
media tunggal Media pembelajaran menggunakan berbagai media yang sesuai dengan ketercapaian kompetensi
Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan terpisah
Belajar adalah proses
mengubah
pengalaman
menjadi
pengetahuan
,
pengetahuan
menjadi
pemahaman
,
pemahaman
menjadi
kearifan
, dan
kearifan
menjadi
keaktivan
Aplikasi
1. Ice Breaking 2. Bagi kelompok
3. Menganalisis Masalah pembelajaran pada gambar
4. Buat laporan Kelompok
Bagaimana memotivasi, mengaktifkan
dan membuat mahasiswa kreatif
Rubah pola mengajar dosen, dari yang semula mendominasi kelas menjadi memfasilitasi
pembelajaran.
libatkan mahasiswa secara optimal dalam berbagai pengkajian, latihan, atau penghayatan satu situasi. Bangun hubungan antara dosen-mahasiswa yang
akrab dan didasari rasa saling mempercayai.
Berikan reinforcement dan umpan balik, kontrak perkuliahan,
Proses pembelajaran
konstruktivisme
Dosen menfasilitasi mahasiswa dalam
membangun sendiri konsep-konsep baru
berdasarkan konsep lama yang telah dimiliki.
Pembangunan konsep baru itu tidak terjadi di
ruang hampa melainkan dalam konteks sosial, dimana mereka dapat berinteraksi dengan
Fase Kegiatan Pembelajaran
Waktu Terlaksana atau Tidak
Mahasiswa Dosen
Pra
Pembelajaran Pendahuluan Kegiatan inti
Menerapkan SCL dan RBL sebagai Strategi Utama Pembelajaran
Penutup
•
Skenario Pembelajaran
•Penilaian
•Penilaian Sikap (Spiritual dan Sosial)
•Penilaian Pengetahuan (Produk dan Proses)
STRATEGI
PEMBELAJARAN
Fase pendahuluan dapat dimanfaatkan untuk
memberikan “orientasi” dan “penggalian ide” untuk mengetahui prakonsepsi mahasiswa.
Fase inti, yang merupakan bagian terbesar
pembelajaran, dapat digunakan untuk
memfasilitasi “restrukturisasi ide”mengarah ke perbaikan konsep.
Fase Evaluasi pada akhir proses restrukturisasi
Selanjutnya dosen memberi kesempatan kepada
mahasiswa untuk“mengaplikasikan ide-ide” yang
baru dipelajari untuk memecahkan berbagaimasalah.
Pemahaman mahasiswa atas ide-ide itu sebenarnya
baru akan mantap setelah digunakan untuk memecahkan masalah.
Pada pembelajaran penutup dilakukan “reviu
perubahan ide” untuk membandingkan ide yang
Dalam pembelajaran non tatap muka
“restrukturisasi ide” dan “aplikasi ide” dapat terus difasilitasi; bedanya mahasiswa akan bekerja tanpa pengawasan dosen.
Tugasnya bisa bersifat terstruktur sesuai
dengan perencanaan dosen, tetapi dapat juga mandiri sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa.
Secara skematik strategi pembelajaran yang
Pertimbangan Dalam Memilih
Metode
1. Tujuan Intraksional (tujuan pembelajaran)
2. Pengetahuan awal mahasiswa
3. Bidang studi atau pokok bahasan
4. Alokasi waktu dan sarana penunjang
5. Jumlah peserta didik/mahasiswa
6. Pengalaman dan kewibawaan dosen
Metode Pembelajaran
Di dalam masing-masing tahap pembelajarankonstruktivisme di atas tentu saja terdapat berbagai metode. Di bawah ini adalah beberapa metode yang sering dipakai dalam pembelajaran di perguruan tinggi: 1. pembelajaran kelompok besar
2. pembelajaran kelompok kecil 3. sindikat
4. triad
5. penugasan terstruktur, pekerjaan rumah 6. penugasan mandiri, proyek
Vygotsky memandang bahwa
perkembangan berfikir terjadi
karena adanya perkembangan
dialog yang kooperatif antara
anak dengan anggota
masyarakat yang memiliki
pengetahuan yang lebih banyak
Kompetensi yang
Dikembangkan
1. Kompetensi Disiplin Ilmu (discipline-based
competencies) berkaitan dengan pemahaman konsep,
prinsip, teori dan hukum dalam disiplin ilmu masing-masing
2. Kompetensi Interpersonal (interpersonal competencies)
interpersonal mencakup kemampuan berkomuniksi, berkolaborasi, berperilaku sopan dan baik, menangani
konflik, bekerja sama, membantu orang lain, dan menjalin hubungan dengan orang lain dan masyarakat
3. Kompetensi Intrapersonal (intrapersonal competencies)
LINGKARAN PEMBELAJARAN
Gamber4 T
Lingkaran pembelajaran yang terintegrasi
dengan tiga kompetensi itu seiring dengan
dimensi-dimensi konstruktivisme pada Gb. 2 di atas.
Pada saat mengkonstruksi pengetahuan dalam
konteks sosiokultural kompetensi interpersonal mahasiswa akan berkembang secara alami.
Pada saat mengkonstruksi pengetahuan secara
Strategi Pembelajaran
Strategi / Prosedur pembelajaran konstruktivis :
a)Pembelajaran Pendahuluan, dapat
dimanfaatkan untuk memberikan “orientasi” dan “penggalian ide” untuk mengetahui
prakonsepsi mahasiswa
b) Pembelajaran Inti, dapat digunakan untuk memfasilitasi “restrukturisasi ide” mengarah ke perbaikan konsep.
c) Pembelajaran Penutup, Evaluasi pada akhir proses restrukturisasi akan menilai
7 aspek terjadinya keaktifan (Mc
Keachie )
1. Patisipasi mahasiswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran.
2. Tekanan pada aspek afektif dalam belajar.
3. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, terutama yang berbentuk interaksi antar mahasiswa.
4. Kekompakan kelas sebagai kelompok belajar.
5. Kebebasan belajar yang diberikan kepada mahasiswa
6. Kesempatan untuk berbuat serta mengambil keputusan penting dalam proses pembelajaran.
7. Pemberian waktu untuk menanggulangi masalah
9 aspek untuk menumbuhkan keaktifan di
kelas
1. Memberikankan motivasi atau menarik perhatian mahasiswa, sehingga meraka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
2. Menjelaskan tujuan intruksional (kemampuan dasar) kepada mahasiswa.
3. Mengingatkan kompetensi prsayarat.
4. Memberika stimulus (masalah, topik, dan konsep) yang akan dipelajari.
5. Memberi petunjuk kepada mahasiswa cara mempelajarinya.
6. Memunculkan aktivitas, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.
7. Memberikan umpan balik (feed back).
8. Melakukan tagihan-tagihan terhadap siswa berupates, sehingga kemampuan mahasiswa selalu terpantau dan terukur.
Kiat-Kiat Merangsang Mahasiswa
Dalam Mengajukan Pertanyaan
1. Saling Lempar Pertanyaan
2. Mencari Jawaban
3. Pertanyaan Maraton
4. Pertanyaan yang Ditempelkan
5. Bola pertanyaan
6. Tumpukan Kartu (Pertanyaan) di Atas Meja.
7. Pertanyaan Musikal
8. Lingkaran Pertanyaan Kentang Panas
9. Tukar Menukar Pertanyaan Antar Tim
10. Lemparan Pertanyaan
11. Tanyailah Sobatmu
SALING LEMPAR PERTANYAAN, mahasiswa
diminta menyiapkan pertanyaan tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Pertanyaan tersebut boleh saja mereka
mengetahui jawabannya atau tidak, manakala pertanyaan itu tidak mampu keduanya
menjawab, mereka boleh bertanya pada pihak ketiga dan keempat sehingga pertanyaan
MENCARI JAWABAN, mahasiswa diminta
menulis 3 pertanyaan tentang materi
PERTANYAAN MARATON, tentukan kelompok
untuk berpasangan. Tunjukkan seorang mitra sebagai “Budi” dan yang lain “Tono”. Suruh “Budi” bertanya kepada “Tono” nonstop
selama lima menit, satu pertanyaan disusul dengan pertanyaan lain. Semua pertanyaan itu bisa berupa campuran pertanyaan dari pertanyaan yang diketahui jawabannya atau tidak. Ajak mereka mencatat pertanyaan yang tidak terjawab, baik “Budi maupun “Tono”.
Setelah waktu habis, ajaklah pasangan itu bertukar peran. Setelah latihan ini, seluruh mahasiswa di kelas bersama guru dapat
PERTANYAAN YANG DITEMPELKAN, minta
mahasiswa menempelkan pertanyaan secara anonim pada papan pertanyaan di dinding atau di papan tempel. Saat istirahat, minta
BOLA PERTANYAAN, mintalah setiap mahasiswa
menulis pertanyaan pada kertas dengan huruf cetak agar mudah dibaca, pertanyaan itu
dibuat secara anonim. Ajak mahasiswa
meremas kertas seperti bola. Selanjutnya,
dosen dapat mengumpulkan pertanyaan dalam keranjang dan membagikan kembali bola-bola itu dengan melempar satu demi persatu
kepada setiap orang di dalam kelas dan
mahasiswa membuka bola itu dan memberi jawaban. Dosen dan mahasiswa dapat
TUMPUKAN KARTU, minta mahasiswa menulis
pertanyaan di kartu tentang pelajaran hari itu, kemudian kartu dikocok dan membagi kartu secara telungkup. Secara bergiliran setiap siswa membaca salah satu kartu
pertanyaannya di depan kelompok yang diberi waktu 30 – 60 detik untuk menjawab.
Pertanyaan yang tidak terjawab dilatak di
PERTANYAAN MUSIKAL, minta mahasiswa
berdiri dan membetuk lingkaran, sementara dosen memainkan musik dengan tape, minta di antara mereka mengedarkan kartu
pertanyaan sekeliling lingkaran kepada teman sebelah kanan. Ketika musik berhenti, mereka diberi waktu 1- 3 menit untuk merumuskan jawaban bagi pertanyaan yang ada di tangan mereka. Jika pertanyaan tidak mampu
LINGKARAN PERTANYAAN KENTANG PANAS,
mintalah semua mahasiswa di kelas berdiri dan membetuk lingkaran. Suruh salah seorang
memulai permainan dengan bertanya dengan melemparkan bola dalam lingkaran. Orang yang menangkap bola harus menjawab pertanyaan. Jika mahasiswa itu tidak dapat menjawab
pertanyaan dengan segera ia harus cepat-cepat melemparkan bola itu layaknya sebutir kentang panas kepada siswa lain dalam lingkaran. Bola itu terus beredar sampai ada yang dapat
TUKAR MENUKAR PERTANYAAN ANTAR TIM,
bagi mahasiswa menjadi dua tim atau
kelompok. Mintalah setiap tim menyusun
pertanyaan berisi 10 – 20 pertanyaan untuk tim lain yang akan menguji pemahaman
mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Selanjutnya, tim-tim tersebut saling bertukar pertanyaan. Tim pertama yang
LEMPAR PERTANYAAN, bagikan kelas menjadi
dua tim. Mintalah setiap tim menyusun 10 – 20 pertanyaan mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari. Lalu, mintalah kedua tim berdiri saling berhadapan dan melempar pertanyaan satu demi satu. Jika tim dapat
TANYAI SOBATMU, pada pertengahan
presentasi, kelompokkan siswa berpasangan. Mintalah pasangan itu saling mengaju lima pertanyaan mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari kepada mitranya baik
pertanyaan yang mereka ketahui jawabannya atau tidak. Jika pertanyaan itu tidak dapat
keduanya menjawab, mereka menanyakan
EDARKAN TOPI, mintalah setiap orang
menuliskan pertanyaan, satu atau lebih pada sehelai kartu dan menaruhkannya dalam topi. Lalu, mintalah seluruh mahasiswa mengambil pertanyaan dari topi dan membaca di depan kelas. Orang pertama yang dapat menjawab dengan benar mendapat nilai atau hadiah ringan seperti; gula-gula, kuaci, permen, dll. Dosen hanya menjawab pertanyaan yang
MENGAKTIFKAN MAHASISWA DALAM
KERJASAMA KELOMPOK
1. Diskusi meja bundar
2. Simposium
3. Diskusi Panel
4. Kolokium
Mengaktifkan Mahasiswa dalam
Kerjasama Kelompok
Format diskusi dari Cragan dan Wright (1980) :
1. Diskusi meja bundar: Susunan tempat duduk
melingkar atau mengelilingi meja bundar
meyebabkan seseorang lebih mudah berdialog dan berpatisipasi aktif dalam memecahkan
masalah dalam kelompok diskusi.
2. Simposium: simposium adalah serangkaian
3. Diskusi Panel: Disukusi panel adalah susunan yang dirancang kelompok penyaji yang terdiri dari beberapa orang penyaji masalah yang kontroversial atau masalah yang hangat.
4. Kolokium: Kolokium adalah sejenis format diskusi yang memberikan kesempatan kepada wakil-wakil khalayak untuk mengajukan pertanyaan yang
sudah dipersiapkan kepada seseorang (atau beberapa orang) ahli.
5. Diskusi Gaya Parlementer: Disukusi gaya parlementer merupakan cara ketat
dalampengaturan peserta diskusi yang diikuti oleh peserta yang banyak, dan acara dibatasi waktu
SEKIAN
TERIM
A
TUGAS 1
PEMBELAJARAN ABAD 21 MENUNTUT
MAHASISWA HARUS AKTIF, DISKUSIKAN
TUGAS 2
MENGAKTIFKAN MAHASISWA DALAM
PEMBELAJARAN ADALAH PENTING,
TUGAS 3
PARADIGMA PEMBELAJARAN ABAD 21
TUGAS 4
PEMBELAJARAN ABAD 21 MEMBUTUHKAN
PENGUASAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI, APAKAH ANDA SETUJU ATAU TIDAK, BERIKAN PENJELASAN YANG
TUGAS 5
BAGAIMANA MEMBANGUN PEMBELAJARAN
TUGAS 6
DOSEN MEMPUNYAI TUGAS UTAMA UNTUK
MENYELENGGARAKAN PEMBELAJARAN YANG BERMUTU, MASALAH-MASALAH DAN
HAMBATAN APA SAJA YANG DIHADAPI PARA
TUGAS 7
AGAR MAHASISWA SUKSES DALAM BELAJAR,
IDENTIFIKASILAH
TUGAS 8
KREATIF MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN,