1
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQs)
Peraturan : Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/39/DPM tanggal 14 Novemver 2008 perihal Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum. Berlaku : 14 November 2008
1. Apa tujuan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP)? Jawaban:
FPJP bertujuan untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek yang dialami Bank yang disebabkan oleh terjadinya arus dana masuk yang lebih kecil dibandingkan dengan arus dana keluar (mismatch) dalam Rupiah sehingga Bank tidak memenuhi kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah.
2. Apa persyaratan bagi Bank untuk memperoleh FPJP? Jawaban:
Bank dapat memperoleh FPJP dengan memenuhi persyaratan, yaitu:
a. Mengalami kesulitan pendanaan jangka pendek yang menyebabkan bank tidak memenuhi kewajiban GWM Rupiah.
b. Memiliki rasio kewajiban penyediaan modal minimum (capital adequacy ratio) paling kurang 8% (delapan per seratus).
c. Memiliki agunan sesuai persyaratan yang ditetapkan Bank Indonesia.
d. Bank mengajukan permohonan atau perpanjangan FPJP pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB pada setiap hari kerja yang dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung yang ditetapkan Bank Indonesia.
3. Berapa lama jangka waktu FPJP? Jawaban:
Jangka waktu setiap FPJP paling lama 14 (empat belas) hari kalender dan dapat diperpanjang secara berturut-turut dengan jangka waktu FPJP keseluruhan paling lama 90 (sembilan puluh) hari kalender.
4. Apa jenis agunan untuk memperoleh FPJP? Jawaban:
Untuk memperoleh FPJP, bank wajib menjamin dengan agunan yang berkualitas tinggi yang nilainya memadai berupa:
a. Surat berharga, terdiri dari : 1) Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 2) Surat Utang Negara (SUN)
2 b. Aset Kredit
5. Apa persyaratan agunan berupa SBI, SUN dan SBSN? Jawaban:
Pada tanggal FPJP jatuh waktu :
a. SBI memiliki sisa jangka waktu paling singkat 2 (dua) hari kerja
b. SUN atau SBSN memiliki sisa jangka waktu paling singkat 10 (sepuluh) hari kerja
6. Apa persyaratan agunan berupa Obligasi Korporasi? Jawaban:
a. Pada saat permohonan atau perpanjangan FPJP Obligasi Korporasi memiliki sisa jangka waktu paling singkat 90 (sembilan puluh) hari.
b. Aktif diperdagangkan, yaitu pernah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dalam 30 (tiga puluh) hari kalender terakhir.
c. Memiliki peringkat paling kurang 3 (tiga) peringkat teratas pada 1 (satu) tahun terakhir berdasarkan hasil penilaian lembaga pemeringkat yang diakui Bank Indonesia sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.
7. Apa persyaratan agunan berupa Aset Kredit? Jawaban:
a. Kolektibilitas lancar selama 12 (dua belas) bulan terakhir.
b. Bukan merupakan kredit konsumsi, kecuali kredit pemilikan rumah (KPR).
c. Kredit dijamin dengan agunan yang memiliki nilai paling kurang 110% dari plafon kredit.
d. Bukan merupakan kredit kepada pihak terkait bank. e. Kredit belum pernah direstrukturisasi.
f. Sisa jangka waktu jatuh tempo kredit paling cepat 3 bulan dari saat persetujuan FPJP.
g. Baki debet (outstanding) kredit tidak melebihi plafon kredit dan batas maksimum pemberian kredit.
h. Memiliki perjanjian kredit dan pengikatan agunan yang mempunyai kekuatan hukum.
8. Berapa FPJP yang dapat diberikan kepada Bank? Jawaban:
3 9. Kapan FPJP dapat diterima Bank?
Jawaban:
Pencairan FPJP dilakukan oleh Bank Indonesia secara harian sebesar kebutuhan bank untuk memenuhi kewajiban GWM selama jangka waktu FPJP sepanjang plafon mencukupi.
10. Apakah FPJP dapat diperpanjang? Jawaban:
Bank dapat melakukan perpanjangan FPJP yang jatuh waktu dengan ketentuan: a. Bank melunasi bunga FPJP jatuh waktu terlebih dahulu;
b. Bank tidak dapat memenuhi kewajiban GWM berdasarkan perkiraan arus kas selama 14 (empat belas) hari ke depan; dan
c. Bank memiliki agunan yang masih mencukupi dan memenuhi persyaratan sebagaimana sesuai persyaratan yang ditetapkan Bank Indonesia.
d. Bank memiliki rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (Capital Adequacy Ratio) paling kurang 8% baerdasarkan perhitungan Bank Indonesia.
e. Penggunaan FPJP belum melampaui 90 hari secara berturut-turut.
11. Berapa biaya atas penggunaan FPJP? Jawaban:
Biaya bunga atas FPJP yang digunakan Bank dengan tingkat bunga ditetapkan sebesar BI-Rate + 100 (seratus) basis poin. Jumlah FPJP yang dikenakan biaya bunga adalah sebesar realisasi FPJP harian. Pembebanan biaya bunga FPJP dilakukan pada saat FPJP jatuh waktu.
12. Berapa nilai agunan FPJP terhadap plafon awal FPJP atau perpanjangan FPJP? Jawaban:
a. SBI = 100%
b. SUN = 105%
c. SBSN = 105%
d. Obligasi Korporasi
1) Peringkat teratas = 135% 2) Peringkat kedua teratas = 140% 3) Peringkat ketiga teratas = 145%
e. Aset Kredit = paling kurang 150%
13. Kapan Bank dapat mengagunkan Obligasi Korporasi? Jawaban:
4 14. Kapan Bank dapat mengagunkan Aset Kredit?
Jawaban:
Aset Kredit dapat dijadikan agunan FPJP apabila Bank tidak memiliki SBI, SUN, SBSN dan Obligasi Korporasi, atau memiliki SBI, SUN, SBSN dan Obligasi Korporasi namun tidak mencukupi untuk menjadi agunan FPJP.
15. Dalam hal terjadi penurunan nilai agunan FPJP, apa yang akan dilakukan Bank dan Bank Indonesia?
Jawaban:
Bank wajib menambah atau mengganti agunan FPJP sehingga nilai agunan FPJP paling kurang sebesar plafon FPJP yang disetujui. Dalam hal diperlukan, Bank Indonesia dapat meminta Bank untuk menambah atau mengganti agunan FPJP.
16. Dalam hal terjadi default yang dilakukan Bank pada saat FPJP jatuh waktu, apa tindakan yang akan dilakukan?
Jawaban:
Bank Indonesia akan mengeksekusi agunan FPJP dan hasil eksekusi agunan diperhitungkan sebagai pelunasan FPJP.
a. Dalam hal agunan berupa SBI, eksekusi agunan dilakukan dengan cara pelunasan SBI sebelum jatuh waktu (early redemption).
b. Dalam hal agunan berupa SUN, SBSN dan Obligasi Korporasi, eksekusi dilakukan dengan penjualan agunan melalui pialang berdasarkan harga penawaran yang terbaik.
d. Dalam hal agunan berupa Aset Kredit, eksekusi agunan dilakukan dengan cara menjual hak tagih dan/atau menjual di bawah tangan.