• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN R.I. NOMOR 415/MPP/KEP/6/2003, TANGGAL 17 JUNI 2003

TENTANG

PEMBERIAN KUASA PERMINTAAN PENGENAAN SANKSI ADMINISTRASI ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API)

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Menimbang:

a. bahwa dalam rangka menciptakan kelancaran pengenaan sanksi berupa pembekuan, dan pencabutan angka Pengenal Importir (API) dalam hal tertentu atas permintaan Mentyeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, dan 16 serta pencairan atas pembekuan API sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 40/MPP/Kep/1/2003, perlu menunjuk dan menetapkan pejabat yang berwenang untuk melakukannya;

b. bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Mengingat:

1. Keputusan Presiden RI No. 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;

2. Keputusan Presiden RI No. 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen;

3. Keputusan Presiden RI No. 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisai dan Tugas Eselon I Departemen; 4. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 86/MPP/Kep/3/2001 tentang Organisasi dan Tata

Kerja Departemen Perindustrian dan Perdagangan;

5. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 40/MPP/Kep/1/2003 tentang Angka Pengenal Importir (API).

M E M U T U S K A N: PERTAMA:

Menberi kuasa untuk dan atas nama Menteri Perindustrian dan Perdagangan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk menetapkan dan menandatangani permintaan:

a. Pembekuan dan pencabutan Angka Pengenal Importir (API) yang disebabkan "dalam hal tertentu" masing-masing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf d, dan Pasal 16 huruf f Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 40/MPP/Kep/1/2003; dan

b. Pencairan Angka Pengenal Importir (API) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf e Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 40/MPP/Kep/1/2003.

KEDUA:

(2)

bersangkutan telah melakukan pelanggaran ketentuan di bidang impor.

b. Pencabutan adalah apabila informasi yang diperoleh dari importir yang bersangkutan terbukti berbeda dan/atau bertentangan dengan informasi yang bersumber dari instansi terkait yang berkaitan dengan pajak, bea dan cukai, perbankan atau informasi lainnya yang menyatakan bahwa importir yang bersangkutan terbukti telah melakukan pelanggaran ketentuan di bidang impor.

KETIGA:

Pencairan sebagaimana dimaksud Diktum PERTAMA huruf b, adalah apabila pembekuan yang dilakukan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA huruf a tidak terbukti melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pajak, bea dan cukai atau perbankan.

KEEMPAT:

Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tidak dapat didelegasikan atau dikuasakan kepada Pejabat lain.

KELIMA:

Menginstruksikan kepada Pejabat sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA untuk melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangannya berdasarkan kepada Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 40/MPP/Kep/1/2003 dengan penuh rasa tanggung jawab.

KEENAM:

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumunan Keputusan ini dengan menempatkannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 2003

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN R.I. ttd

Referensi

Dokumen terkait

Importir Cengkeh adalah Industri Pengguna Cengkeh pemilik Angka Pengenal Impor Produsen (API- P) atau Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T) yang disetujui untuk

Dalam upaya menyelesaikan setiap hambatan ekspor produk pertanian secara terkoordinasi dan cepat dengan instansi pemerintah dan asosiasi terkait, maka dipandang perlu dibentuknya

(2) Pembekuan penunjukan sebagai IT Garam dapat dicairkan setelah yang bersangkutan mendapat klarifikasi dari Direktur lenderal atas kelalaiannya dalam

Pengecualian impor garam sebagai bahan baku/penolong pada masa larangan impor garam hanya diberikan kepada industri yang telah memperoleh pengakuan sebagai Importir Terdaftar

(2) Produsen wajib menyampaikan laporan pengadaan, penyaluran, dan persediaan Pupuk Bersubsidi di Propinsi yang menjadi wilayah tanggung jawabnya setiap bulan

bahwa berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan importir bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang sejak tanggal Pemberitahuan Pabean

Lembaga Perdagangan , adalah suatu institusi/badan yang dapat berbentuk perorangan atau badan usaha baik sebagai Eksportir, Importir, Pedagang Besar, Pedagang Pengecer,

bahwa untuk lebih meningkatkan perolehan devisa yang bersumber dari ekspor tekstil dan produk tekstil, dipandang perlu memberikan kesempatan lebih luas kepada Pengusaha Kecil