BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Untuk memenuhi amanat UndangUndang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara penyusunan, pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan Rencana pembangunan Daerah, dimana masingmasing Satuan Kerja Perangkat Daerah termasuk Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik diharuskan menyusun Rencana Kerja (Renja) dengan mempedomani pada Rencana Strategis (Renstra) yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada RPJM Daerah dan bersifat indikatif.
Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan dokumen perencanaan yang laksanakan untuk periode 1 (satu) tahun. Penyusunan Rencana Kerja tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan input yang ada. Diantara input tersebut yang terpenting adalah penyediaan anggaran pelaksanaannya. Anggaran adalah alat akuntabilitas, manajemen dan kebijakan ekonomi.
1.2. Landasan Hukum
Adapun landasan hukum dalam menyusun Rencana Kerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tanah Datar periode 2015 disusun berdasarkan sebagai berikut :
1. Undangundang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 25);
2. UndangUndang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
3. Undangundang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4250);
4. UndangUndang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
5. UndangUndang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);
6. UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
7. UndangUndang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 8. UndangUndang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Peraturan
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3962);
10.Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Indonesia Nomor 4578);
11.Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4592);
12.Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksana Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
13.Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 971, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);
14.Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 20052025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700) ;
15.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
16.Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
18.Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
19.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Propinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Serta Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Propinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5209);
20.Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 20102014;
21.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
22.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2010 tentang perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
23.Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntasilitas Kinerja Instansi Pemerintah ;
25.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencanan Pembangunan Daerah.
26.Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
27.Keputusan Kepala LAN RI Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
28.Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Propinsi Sumatera Barat;
29.Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Propinsi Sumatera Barat;
30.Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal dan Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 2010 Nomor 1 Seri D);
31.Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 2007 Nomor 2 Seri E);
32.Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 5 Tahun 2010 tentang Prosedur Perencanaan Pembangunan Partisipatif (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 2010 Nomor 4 Seri E);
33.Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Kabupaten Tanah Datar Tahun 20052025 (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 2011 Nomor 4 Seri E);
35.Keputusan Bupati Tanah Datar Nomor 17 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundangundangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 1999 Nomor 6 Seri D ).
1.3.
Maksud dan TujuanMaksud penyusunan Rencana Kerja Tahun 2015 ini adalah :
1. Sebagai pedoman bagi seluruh aparatur Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik dalam menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan sehingga serasi dan selaras sesuai dengan Rencana Strategis kantor Kesbangpol Tahun 2010 – 2015, baik dalam kebijaksanaan umum maupun strategi.
2. Untuk mengetahui/mengevaluasi program/kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
3. Untuk menentukan tindakan/langkah yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang diinginkan yang memuat visi, misi Kabupaten Tanah Datar serta sebagai pemantauan dan penilaian atas perkembangan hasil dari pelaksnanaan yang dilakukan secara sistematis dan kesinambungan.
Adapun tujuannya adalah :
1. Menciptakan kepastian dan sinergitas perencanaan program/kegiatan, perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan administrasi pemerintahan. 2. Sebagai bahan evaluasi untuk penyusunan perencanaan tahunan
berikutnya.
1.4. Sistematika Penulisan
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
BAB II.
BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KANTOR KESATUAN BANGSAKANTOR KESATUAN BANGSA DAN DAN POLITIK
POLITIK TAHUN LALUTAHUN LALU
2.1.
Evaluasi Pelaksanaan Renja Kesatuan Bangsa dan Politik Tahun Lalu dan Capaian Renstra Kesatuan Bangsa dan Politik2.2.
Analisis Kinerja Pelayanan Kesatuan Bangsa dan Politik2.3.
IsuIsu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Kesatuan Bangsa dan Politik2.4. Review tehadap rancangan awal RKPD
2.5. Penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat
BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1. Telaahan Kebijakan nasional dan Renja K/L
3.2.
Tujuan dan Sasaran Renja Kesatuan Bangsa dan Politik 3.3. Program dan KegiatanBAB IV. PENUTUP
BAB I BAB III EVALUASI PELAKSANAAN
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJARENCANA KERJA KESATUAN BANGSA DAN POLITIK TAHUN LALU
2.1
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan salah satu instansi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal serta Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tanah Datar dan telah menyusun Rencana Strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun, yaitu untuk tahun 2010 2015 dengan memperhatikan potensi, peluang, dan kendala yang ada sesuai dengan fungsi dan urusan pemerintahan yang dilimpahkan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tanah Datar telah diselenggarakan belanja menurut urusan yaitu urusan wajib yang dirumuskan dalam bentuk program dan kegiatan yang merupakan implementasi dari kebijaksanaan dan kumpulan dari kegiatan nyata yang disusun secara sistematis untuk mencapai sasaran dan tujuan 5 (lima) tahun RPJMD.
Sesuai Rencana Strategis Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tanah Datar tahun 20112015 terdapat 5 tujuan dan 13 sasaran stratejik yang telah ditetapkan. Pada Rencana Kinerja Tahun 2013 terdapat 1 urusan wajib pemerintahan yang terdiri dari 9 program dan 28 kegiatan.
1. Program Pelayanan administrasi perkantoran, terdiri atas kegiatan: a. Kegiatan penyediaan jasa surat menyurat
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk peyediaan jasa surat menyurat untuk operasional kegiatan pada Kantor Kesbangpol Kabupaten Tanah Datar, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dengan anggaran sebesar Rp. 900.000, dan terealisasi sebesar Rp. 900.000, atau 100%.
b. Kegiatan penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik dengan anggaran sebesar Rp. 9.000.000 dan terealisasi sebesar Rp. 5.636.960, atau 62,63%.
c. Kegiatan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk fasilitasi terhadap pembayaran pajak atas kendaraan operasional dengan anggaran sebesar Rp. 1000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 1000.000, atau 100%.
d. Kegiatan penyediaan jasa administrasi keuangan
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan jasa administrasi keuangan dengan anggaran sebesar Rp. 3.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 3.000.000, atau 100%.
e. Penyedian jasa kebersihan kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan jasa kebersihan kantor dengan anggaran sebesar Rp. 2.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 2.000.000, atau 100%.
f. Kegiatan penyediaan alat tulis kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan alat tulis kantor dengan anggaran sebesar Rp. 27.552.000, dan terealisasi sebesar Rp. 27.552.000, atau 100%.
g. Kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan
h. Kegiatan penyediaan komponen dan instalasi listrik/penerangan Kegiatan dilaksanakan dalam penyediaan bentuk komponen dan instalasi listrik/penerangan dengan anggaran sebesar Rp. 2.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 2.000.000, atau 100%.
i. Kegiatan penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang undangan
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundangundangan seperti koran, majalah dan lainnya dengan anggaran sebesar Rp. 2.500.000, dan terealisasi sebesar Rp. 1.860.000, atau 74,40 %.
j. Kegiatan penyediaan makanan dan minuman
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan makanan dan minuman seperti makan minum rapat dan kegiatan dengan anggaran sebesar Rp. 9.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 6.595.890, atau 73,29 %.
k. Kegiatan rapatrapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk memfasilitasi rapatrapat koordinasi dan konsultasi dalam maupun luar daerah dengan anggaran sebesar Rp. 75.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 67.187.940, atau 89,58 %.
l. Kegiatan penyediaan jasa pendukung Administrasi / Teknik Perkantoran
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk jasa pendukung Administrasi / Teknik Perkantoran dengan anggaran sebesar Rp. 9.600.000, dan terealisasi sebesar Rp. 9.600.000, atau 100%.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a. Kegiatan pengadaan peralatan gedung kantor
b. Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor untuk meningkatkan usia pakai gedung kantor dengan anggaran sebesar Rp. 3.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 3.000.000, atau 100%.
c. Kegiatan pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional berupa perbaikan dan pemeliharaan kendaraan dinas dengan anggaran sebesar Rp. 45.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 41.635.045, atau 92,52 %.
d. Kegiatan pemeliharaan rutin berkala peralatan gedung kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin berkala peralatan gedung kantor seperti PC Unit, Laptop dan printer dengan anggaran sebesar Rp. 4.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 4.000.000, atau 100%.
e. Kegiatan pemeliharaan rutin berkala mebeleur
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin berkala mebeleur seperti perbaikan meja dan kursi kerja dengan anggaran sebesar Rp. 3.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. 3.000.000, atau 100%.
3. Program Peningkatan Sumber Daya Aparatur
Kegiatan pendidikan dan pelatihan formal
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemberian bantuan biaya pendidikan kepada aparatur untuk mengikuti LPJ dan pelatihan lainnya dengan anggaran sebesar Rp. 1.000.000, dan terealisasi sebesar Rp. , atau 0%.
4. Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyusunan dan pelaporan capaian kinerja dan keuangan seperti LAKIP sebagai bahan evaluasi dan pengukuran kinerja satuan kerja dengan anggaran sebesar Rp. 2.700.000, dan terealisasi sebesar Rp. 2.698.000, atau 99,93 %.
5. Program Peningkatan Keamanan dan kenyamanan Lingkungan
a. Kegiatan Pengendalian keamanan Lingkungan
Kegiatan ini dilaksanakan berupa pemantauan terhadap kegiatan pelaksanaan pergantian tahun baru masehi yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya permasalahan Ipoleksosbudhankam ditengahtengah masyarakat secara berkelanjutan selama 1 tahun anggaran dengan dana sebesar Rp. 80.305.000, dan terealisasi sebesar 78.696.600, atau 98 %.
b. Kegiatan Fasilitasi Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA)
Kegiatan ini terealisasi berupa Fasilitasi terhadap kelembagaan dan kegiatan Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) yang bertujuan untuk mengendalikan keamanan lingkungan didaerah sehingga terciptanya stabilitas dinamis dan situasi yang kondusif dalam kehidupan bermasayarakat, berbangsa dan bernegara, dengan anggran dana sebesar Rp.268.025.000, dan terealisasi sebesar Rp. 185.729.460, atau 69,30 %.
c.
Fasilitas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)Fasilitasi kegiatan FKDM bertujuan untuk mengendalikan keamanan lingkungan di daerah sehingga terciptanya stabilitas yang dinamis dan situasi yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan selama 1 tahun anggaran dengan dana sebesar Rp. 178.770.000, dan terealisasi sebesar 153.997.720, atau 86,14 %.
6. Program pemeliharaan Kamtramtibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
Fasilitas Pencegahan dan Penanganan Konflik di Tengah
Masyarakat
masyarakat secara berkelanjutan selama 1 tahun anggaran, dengan anggaran sebesar Rp,142.555.000, dan terealisasi sebesar 85.519.880, atau 59,99 %.
7. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilainilai luhur budaya bangsa.
Bentuk kegiatannya adalah kegiatan Bela Negara bagi SLTA dan upacara bendera tingkat SLTA/MA se Kabupaten Tanah Datar, dengan anggaran sebesar Rp,277.000.000, dan terealisasi sebesar 227.711.025, atau 82.21 %.
8. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT)
Kegiatan Penyuluhan Pencegahan Peredaran / Penggunaan Minuman Keras Dan Narkoba.
Bentuk kegiatannya adalah penyuluhan dan sosialisasi pencegahan / peredaran gelap narkoba dan minuman keras kepada beberapa sekolah secara terbatas melalui pembentukan tim pembinaan penyakit masyarakat yang beranggotakan TNI, Polri, Satpol PP dan Tim Narkotika Kabupaten Tanah Datar dengan Surat Keputusan Bupati Tanah Datar, dengan anggaran sebesar Rp,147.825.000, dan terealisasi sebesar 135.377.850, atau 91,58 %.
9. Program Pendidikan Politik Masyarakat
a. Penyuluhan Kepada Masyarakat
Bentuk kegiatannya adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat berupa sosialisasi peraturan perundangundangan bidang politik bagi pengurus partai politik di Kabupaten Tanah Datar tentang pengelolaan pertanggungjawaban bantuan keuangan kepada partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Tanah Datar, dengan anggaran sebesar Rp,15.000.000, dan terealisasi sebesar 13.458.500, atau 89,72 %.
Bentuk kegiatannya adalah melakukan sosialisasi peraturan perundangundangan dibidang politik kepada partai politk yang ada di Kabupaten Tanah Datar, dengan anggaran sebesar Rp,148.385.000, dan terealisasi sebesar 79.484.200, atau 53,57 %.
c. Kegiatan Fasilitasi Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Bentuk kegiatannya adalah memfasilitasi bantuan keuangan kepada partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Tanah Datar hasil pemilu di DPRD Kabupaten Tanah Datar hasil pemilu tahun 2009 , dengan anggaran sebesar Rp,20.000.000, dan terealisasi sebesar 18.946.250, atau 94,73 %. Secara ringkas evaluasi hasil pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tanah Datar sebagaimana terlihat pada lampiran ini.
2.2
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Analisis Kinerja Pelayanan Kesatuan Bangsa dan Politik
Berikut capaian kinerja masingmasing kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik tahun 2013 :
Urusan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesatuan
Bangsa dan Politik adalah Urusan Wajib.
Urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri terdiri atas program, kegiatan, realisasi pelaksanaan, permasalahan dan solusinya. Adapun Program dan Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kantor kesatuan Bangsa dan Politik sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
a. Kegiatan Fasilitas Komunitas Inteligen Daerah (KOMINDA)
kondisi yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Bentuk kegiatan Kominda melaksanakan rapat dalam rangka menghimpun informasi tentang permasalahan dari berbagai aspek yang terjadi di tengah masyarakat selanjutnya akan diolah, dianalisa dan dijadikan bahan pengambilan kebijakan. Melalui kegiatan Komunitas Intelijen Daerah dilaksanakan pertukaran informasi dan analisa terhadap situasi dan kondisi ipoleksosbudkamtibmas sebagai bahan masukan forum Muspida dan Kepala Daerah.
Kegiatan ini dapat memfasilitasi jaringan intelijen untuk membahas masalah ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan dengan jumlah kasus sebanyak pada tahun 2013 yaitu :
Triwulan 1 sebanyak 12 kasus
Triwulan 2 sebanyak 16 kasus
Triwulan 3 sebanyak 18 kasus
Triwulan 4 sebanyak 20 kasusJumlah kasus tahun 2013 sebanyak 66 kasus. Untuk tahun 2013 anggota KOMINDA melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran jajaran Kominda dalam penyelengaraan pemerintahan, baik bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
b. Kegiatan Pengendalian Keamanan Lingkungan
2013 sampai pergantian tahun awal 2014, telah dapat terawasi dan terpantau aktifitas masyarakat setiap wilayah hukum Polres Tanah Datar dan Polres Padang Panjang.
c. Kegiatan Fasilitasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat
Kegiatan ini dilaksanakan berupa fasilitasi forum kewaspadaan dini masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyakarat akan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga lingkungannya.
Dan telah dilaksanakan kegiatan berupa Pelatihan dan Sosialisasi bagi Informan Nagari se Kabupaten Tanah Datar yang tujuannya untuk mendapatkan informasi di tingkat Nagari dan Kecamatan. Adanya informan nagari tersebut pada tahun 2013 telah dapat menghimpun 17 kasus ditingkat nagari.
2. Program Pemeliharaan Kamtramtibmas dan
Pencegahan Tindak Kriminal
Kegiatan pada sasaran ini, Terfasilitasi Penanganan Konflik di Tengah Masyarakat dilakukan dalam bentuk sebagai berikut :
a. Dalam kegiatan ini terjalin kerjasama dengan seluruh SKPD dan Instasi vertikal dalam menangani masalah yang muncul, sehingga dapat diatasi dengan baik tanpa adanya korban.
b. Adapun Konflik yang terjadi selama tahun 2013 antara lain : Kasus tapal batas hutan antara masyarakat nagari andaleh
Baruah bukit dengan petugas Balai Hutan wilayah Medan.
Konflik pemilihan WN Lawang Mandihiling Kecamatan Salimpaung Konflik Batagak Gala Penghulu antara pasukuan rumah gadang dan salapan kaum Dt. Domo akibat balewakan gala oleh Sdr. Syaiful amri di nagari Tanjung Barulak Kecamatan tanjung Emas. Konflik Batagak Gala Penghulu antara Sdr. Irwansyah Sitepu dan
Sdr.Sudirman di jorong silabuak di nagari Parambahan Kecamatan Lima Kaum.
Terfasilitasinya pemindahan pedagang dari jalan protokol Soekarno Hatta ke Pasar Papan dengan aman, lancar dan terkendali.
Kegiatan Fasilitasi Penanganan Konflik di Tengah Masyarakat dapat teralisasi dengan baik dan melebihi dari capaian target melebihi dari 25 % yakni 75 % yakni target perencanaan yang disusun, sehingga teerwujudnya masyarakat yang aman, nyaman dan tentram.
3. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
Kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilainilai luhur budaya bangsa.
Tujuan terlaksananya kegiatan ini adalah adanya kemandirian siswa SLTA se Kabupaten Tanah Datar sehingga muncul kepercayaan diri serta memberikan dampak terhadap masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan dan kebutuhannya sesuai dengan falsafah yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. Tertanamnya prinsipprinsip Demokrasi di setiap lapisan masyarakat dalam proses politik dan pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan kepentingannya untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Timbulnya rasa Nasionalisme yang kuat dalam diri siswa sehingga akan berdampak pada sikap dan prilaku yang patriotik dikalangan masyarakat, dan bangga dengan bangsa sendiri. Adapun realisasi dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
Pelaksanaan kegiatan Bela Negara bagi Siswa SLTA se Kabupaten Tanah Datar.
Pemberian fasilitasi bantuan transportasi bagi LVRI dan Pejuang se Kabupaten Tanah Datar pada : Bantuan Transportasi pada peringatan DetikDetik
Proklamasi tanggal 17 Agustus 2013.
Bantuan Transportasi pada peringatan Hari Pahlawan
4. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT)
Kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran/ penggunaan minuman keras dan narkoba.
Kegiatan Penyuluhan Pencegahan/Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak dan pengaruh narkoba di kalangan generasi muda dan masyarakat.
Kegiatan Penyuluhan Pencegahan/Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba untuk tahun 2013 dalam bentuk sebagai berikut :
a. Melakukan sosialisasi terhadap bahaya narkoba kepada siswa SLTA, sehingga seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta dalam pemberantasan narkoba.
b. Mengkampanyekan bahaya narkoba kepada siswa SLTA melalui
lomba pidato, lomba melukis karikatur dengan tema bahaya akibat memakai narkoba dan jauhi narkoba demi masa depan. Dan gerak jalan jantung sehat dengan menyemarakkan anti narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan juga dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba. (HANI).
c. Melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah tingkat SLTA & MA
d. Membuat baliho tentang Narkotika yang kegiatan ini dilaksanakan bagian Humas Setda Kab. Tanah Datar
e. Membuat poster tentang bahaya Narkoba yang diberikan kepada seluruh sekolah tingkat SLTA se Kabupaten Tanah Datar.
f. Melakukan razia narkoba kterhadap sekolah SLTA
g. Melakukan pembinaan tentang Penyakit Masyarakat
h. Melakukan razia terhadap balapan liar dan knalpot reeacing, untuk menanggulangi kemungkinan terjadi kericuhan atau ketenangan dan ketentraman masyarakat sekitar balapan atau knalpot reacing.
5. Program Pendidikan Politik Masyarakat
a. Kegiatan Fasilitas Pemberian Bantuan Keuangan Pada Partai Politik.
Untuk tahun 2013 kegiatan Fasilitasi bantuan Keuangan kepada Partai Politik telah diberikan rekomendasi pencairan bantuan keuangan sebanyak 7 (tujuh) partai dengan jumlah sebagai berikut: 1. Partai Golongan Karya, dengan anggaran Rp. 173.912.200, 2. Partai Demokrat, dengan anggaran Rp. 118.045.600, 3. Partai Amanat Nasional, dengan anggaran Rp. 81.357.100, 4. Partai Keadilan Sejahtera, dengan anggaran Rp. 79.054.600, 5. Partai Persatuan Pembangunan, dengan anggaran Rp.
65.480.300,
6. Partai Bulan Bintang, dengan anggaran Rp. 45.682.200,
7. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dengan anggaran Rp. 25.795.600,
Dan terdapat 2 (dua) partai yang tidak mengajukan bantuan keuangan tersebut yaitu :
1. Partai Bintang Reformasi (PBR) 2. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)
Kedua partai yang tidak mengajukan bantuan keuangan dengan alasan sebagai berikut :
1. Partai Bintang Reformasi (PBR), karena kepengurusannya atau sekretariat partai ini telah bubar.
2. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), karena adanya masalah internal partai.
Untuk keseluruhan kegiatan ini telah mencapai target kegiatan 100 % karena semua partai yang mengajukan bantuan dapat terfasilitasi dengan baik.
b. Kegiatan Penyuluhan Kepada Masyarakat
peserta 75 orang. Kegiatan Penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka menyampaikan teknik cara menjoblos dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberikan suaranya untuk pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2014 dan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2013 bertempat di aula Lareh Nan Tobang Kantor Camat Salimpaung Kabupaten Tanah Datar.
c. Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundangundangan Partai Politik Kegiatan Sosialisasi ini dilaksanakan dalam bentuk mensosialisasikan tentang tata cara memilih kepada pemilih pemula untuk siswa SLTA. SLTA yang dikunjungi sebanyak 22 (dua puluh dua) SLTA se Kabupaten Tanah Datar, yang dilaksanakan pada bulan November dan Desember 2013. Narasumber sosialisasi ini dari instansi vertikal yaitu KPU, Panwaslu, dan dari Kantor Kesbangpol. Untuk Sosialisasi kepada Lembaga unsur Masyarakat yang terdiri atas Bundo Kanduang, Pemuda, KAN, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Perangkat Nagari se Kabupaten Tanah Datar yang dilaksanakan pada tempat ruangan terbuka Gazebo Indo Jolito dengan dihadiri oleh Bupati Tanah Datar, Kapolres, Dandim, Kejaksaaan Negeri Batusangkar, Panwaslu dan KPU Tanah Datar.
6. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran,
terdiri atas kegiatan:
a. Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan jasa surat menyurat guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
b. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
c. Kegiatan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk fasilitasi terhadap pembayaran pajak atas kendaraan operasional guna menunjang pelaksanaan tupoksi dan operasional Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
d. Kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk penyediaan jasa administrasi keuangan guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik khususnya pada bagian keuangan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
e. Kegiatan Jasa Kebersihan Kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk jasa kebersihan kantor guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
f. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan alat tulis kantor guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
g. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan barang cetakan dan penggandaan sebagai penunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan komponen dan instalasi listrik/penerangan guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
i. Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang undangan
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundangundangan seperti penyediaan bahan bacaan (koran) sebagai media informasi bagi aparatur dan guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
j. Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan makanan dan minuman seperti penyediaan makan dan minum kegiatan rapat dan makan minum kegiatan yang dilaksanakan guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional kegiatan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik
k. Kegiatan RapatRapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk memfasilitasi rapatrapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
l. Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/ Tekhnik Perkantoran
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan tenaga pendukung administrasi perkantoran guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
7. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pengadaan peralatan gedung kantor seperti pengadaan kamera, laptop dan mesin ketik guna untuk menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Secara umum kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
b. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor sehingga diharapkan bisa meningkatkan usia pakai gedung bangunan kantor berupa perbaikan atau penambahan ruangan kantor guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
c. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional berupa perbaikan dan pemeliharaan kendaraan dinas BA 39 E dan BA 6279 EP sehingga diharapkan bisa meningkatkan usia pakai kendaraan dinas/operasional kantor guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
d. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Gedung Kantor Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor berupa pemeliharaan peralatan kantor seperti pc unit, laptop dan printer sehingga diharapkan bisa meningkatkan usia pakai peralatan guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
e. Kegiatan Pemeliharaan Rutin Berkala Mebeleur
Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
8. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal
Kegiatan ini terealisasi berupa pemberian bantuan biaya pendidikan kepada aparatur untuk mengikuti pendidikan seperti LPJ, Pelatihan yang di adakan oleh tingkat Propinsi dan Kabupaten yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kapasitas aparatur tentang pendidikan dan pelatihan di bidang formal guna menunjang terdukungnya tupoksi dan operasional pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
9. Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Kegiatan Penyusunan dan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Melalui kegiatan ini dilakukan penyusunan LAKIP 2013 sebagai bahan evaluasi dan pengukuran kinerja satuan kerja. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik, dengan menghasilkan 1 (satu) dokumen LAKIP Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Tahun 2013.
Capaian sasaran dinilai berhasil. Hal ini merupakan hasil dari sejumlah faktor yang merupakan pendorong suksesnya kinerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, sebagai berikut:
Faktor pendorong keberhasilan pelaksanaan tugas.
Keberhasilan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembinaan kesatuan bangsa dan politik dipengaruhi oleh :
b) Makin berperannya lembaga legislatif dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat;
c) Makin meningkatnya kepedulian orkesmas dalam pemberdayaan masyarakat;
d) Terbukanya kesempatan pengembangan budaya lokal sebagai budaya nasional;
e) Meningkatnya peran serta masyarakat dalam upaya pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa;
f) Masih potensialnya perekonomian rakyat sebagai pendukung perekonomian nasional;
g) Semakin berperannya tokoh masyarakat dalam membantu dan mempercepat terwujudnya kerukunan dan kedamaian hidup bermasyarakat;
h) Makin meningkatnya peran serta masyarakat dalam mengantisipasi masalah masalah keamanan dan kenyamanan lingkungan;
Kendati begitu, pelaksanaan tugas pembinaan kesatuan bangsa dan politik hingga saat ini masih dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Masih teridentifikasinya sejumlah persoalan dan isu yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan mengemukanya situasi dan kondisi khusus seperti ancaman terorisme dan kesiapan pelaksanaan pileg, pilpres dan pemilukada pada wilayah Kabupaten Tanah Datar dianggap menjadi penghambat dan tantangan dalam rangka pencapaian kinerja Kesbangpol, sebagai berikut :
Faktor penghambat pelaksanaan tugas.
a)
Masih eksisnya prilaku politik yang tidak responsif terhadap agenda reformasi;b)
Kehadiran banyak partai politik di sisi lain dinilai belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan bangsa sehingga muncul pergeseran sikap yang menjatuhkan kredibilitas pemerintah;berdemokrasi secara dewasa dimana ini menjadi tantangan yang serius dalam menuntaskan agenda reformasi;
d)
Adanya fenomena disintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;e)
Situasi geografis Kabupaten Tanah Datar yang rawan bencana dan raawan terhadap lintas perdagangan narkoba;f) Krisis keuangan global secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian masyarakat yang tergantung dari komoditi pertanian yang diperdagangkan secara internasional akibat berkurangnya permintaan luar negeri.
Untuk itu, dalam mengatasi sejumlah persoalan diatas, dan guna mengantisipasi permasalahan yang sama, Kantor Kesbangpol mengambil langkah langkah sebagai berikut :
a) Mengevaluasi secara mendalam program yang belum maksimal pencapaiannya untuk menemukan strategi yang lebih baik dalam mencapai sasaran yang ditetapkan.
b) Perencanaan yang lebih realistis dalam menentukan target yang hendak dicapai dengan mempertimbangkan seluruh kemampuan yang ada.
c) Menempuh sejumlah langkah dan tindakan dalam mengembangkan kebijakan politik nasional baik kepada aparatur kesbangpol maupun terhadap organisasi politik ataupun ormas/LSM.
d) Melakukan penelitian secara terpadu melalui tim Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dan serta melarang kegiatan kelompok kemasyarakatan yang meresahkan ditengah masyarakat.
e)
Menganggarkan dana guna mendukung kegiatan pemantapan wawasan kebangsaan dan Pendidikan Politik Masyarakat dalam rangka mendukung pilkada dan pilpres;f)
Memaksimalkan kinerja dan koordinasi terkait kegiatan kewaspadan dini dan penanganan konflik serta melakukan pemantauan keberadaan dan kegiatan orang asing, Non Government Organization2.2.1. Analisis Capaian Keuangan
Secara umum realisasi pencapaian kinerja keuangan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tanah Datar (KESBANGPOL) sebesar
Rp.2.571.648.000, (Dua milyar lima ratus tujuh puluh satu juta enam ratus enam ratus empat puluh delapan ribu) dengan rincian realisasi keuangan per kegiatan pada tahun 2013 sebagai berikut :
No. Program/Kegiatan Jumlah Dana (Rp.) Capaian Keuangan CapaianKinerja
Rp. % (%)
BELANJA 2.571.648.000, 00 2.069.018.680,00 80,45 100%
1 Belanja Tidak Langsung 1.062.031.000,00 876.956.360,00 82,57
2 Belanja Langsung 1.509.617.000,00 1.192.062.320,00 78,96
A. URUSAN WAJIB
I KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI a. Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 151.552.000,00 137.332.790,00 90,62 100 1. Penyediaan jasa surat
menyurat 900.000,00 900.000,00 100 100
2. Penyediaan Jasa
Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
9.000.000,00 5.636.960,00 62,63 100
3. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
1.000.000,00 1.000.000,00 100 100
4. Penyediaan Jasa
Administrasi Keuangan 3.000.000,00 3.000.000,00 100 100
5. Penyediaan Jasa
Kebersihan Kantor 2.000.000,00 2.000.000,00 100 100
6. Penyediaan Jasa Alat Tulis
Kantor 27.552.000,00 27.552.000,00 100 100
7. Penyediaan Barang
Cetakan dan Penggandaan 10.000.000,00 10.000.000,00 100 100
8. Penyediaan Komponen Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
2.000.000,00 2.000.000,00 100 100
9. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang Undangan
2.500.000,00 1.860.000,00 74,4 100
10. Penyediaan Makanan dan
Minuman 9.000.000,00 6.595.890,00 73,29 100
11. RapatRapat Koordinasi
Daerah
12. Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung
Administrasi/Teknik Perkantoran
9.600.000,00 9.600.000,00 100 100
b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
76.500.000,00 73.110.045,00 99,47 100
1. Pengadaa Peralatan
Gedung kantor 21.500.000,00 21.475.000,00 99,88 100
2. Pemeliharaan
rutin/berkala gedung kantor
3.000.000,00 3.000.000,00 100 100
3. Pemeliharaan
rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
45.000.000,00 41.635.045,00 92,52 100
4. Pemeliharaan
rutin/berkala peralatan gedung kantor
4.000.000,00 4.000.000,00 100 100
5. Pemeliharaan
rutin/berkala mebeleur 3.000.000,00 3.000.000,00 100 100
c. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1.000.000,00 0,00 0,00 100
1. Pendidikan dan Pelatihan
Formal 1.000.000,00 0,00 0,00 100
d. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
2.700.000,00 2.698.000,00 99.93 100
1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
2.700.000,00 2.698.000,00 99.93 100
e. Program Peningkatan Keamanan dan
Kenyamanan Lingkungan
527.100.000,00 418.423.780,00 79,38 100
1. Pengendalian Keamanan
Lingkungan 80.305.000,00 78.696.600,00 98,00 100
2. Fasilitasi Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA)
268.025.000,00 185.729.460,00 69,30 100
3. Fasilitas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)
178.770.000,00 153.997.720,00 86,14 100
f. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
142.555.000,00 85.519.880,00 60,00 100
1. Fasilitas Pencegahan dan Penanganan Konflik di Tengah Masyarakat
g. Program Pengembangan
Wawasan Kebangsaan 277.000.000,00 227.711.025,00 82,20 100 1. Peningkatan Kesadaran
Masyarakat Akan Nilai Nilai Luhur Budaya Bangsa
277.000.000,00 227.711.025,00 82,20 100
h. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat
147.825.000,00 135.377.850,00 91,58 100
1. Penyuluhan Pencegahan Peredaran/Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba
147.825.000,00 135.377.850,00 91,58 100
i. Program Pendidikan
Politik Masyarakat 183.385.000,00 111.888.950,00 61,01 100 1. Penyuluhan kepada
Masyrakat
15.000.000,00 13.458.500,00 89,72 100
2. Sosialisasi peraturan Perundang undangan bidang Politik
148.385.000,00 79.484.200,00 53,57 100
3. Fasilitasi Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
20.000.000,00 18.946.250,00 94,73 100
JUMLAH 2.571.648.000,00 2.069.472.204,00 80,79 100
2.3
2.3 ISUISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN TANAH DATAR
Salah satu tantangan utama yang dihadapi bangsa dan negara diwaktuwaktu mendatang adalah bagaimana mempertahankan persatuan dan kesatuan serta mampu mewujudkan system dan budaya politik yang demokratis baik nasional maupun di daerah.
Terkait urusan penyelenggaraan pemerintahan yang dijalankan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, tantangan ini juga menjadi dasar dan kerangka penentuan arah pembangunan politik dalam negeri ke depannya yakni penguatan persatuan dan kesatuan serta pembangunan system politik demokrasi.
Dalam menghadapi tantangan tersbut diperlukan kajian dan analisis kinerja pelayanan Kesatuan Bangsa dan Politik berupa pengkajian terhadap capaian kinerja pelayanan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan kinerja yang dibutuhkan. Kinerja pelayanan tersebut serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi untuk penyusunan program dan kegiatan dalam rangka peningkatan pelayanan Kesatuan Bangsa dan Politik sesuai dengan tugas dan fungsi.
Untuk menganalisis kinerja pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik menggunakan beberapa indikator, antara lain mengacu pada Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dengan sasaran target sesuai dengan Renstra Kesatuan Bangsa dan Politik dan/atau berdasarkan atas hasil analisis standar kebutuhan pelayanan.
Untuk lebih jelas dan rinci dapat dilihat dari kedudukan, tugas dan fungsi kantor Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai berikut :
a. Kedudukan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal serta Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tanah Datar merupakan unsur teknis di bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam penyelenggara unsur pemerintahan daerah dalam urusan wajib.
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik di pimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, dengan tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang Kesatuan Bangsa, dan Politik.
b. Struktur
STRUKTUR ORGANISASI
SEKSI KESATUAN BANGSA
SEKSI KETAHANAN
BANGSA SEKSI PEMBINAAN POLITIK KEPALA
KANTOR
JABATAN FUNGSIONAL
c. Tugas Pokok
Adapun tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.
d. Fungsi
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang kesatuan bangsa, dan politik ;
2. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan daerah di bidang di bidang kesatuan bangsa dan politik.;
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesatuan bangsa dan politik dan ;
4. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Kesatuan Bangsa dan politik lebih banyak bersifat teknis sebagai penyelenggara teknis dalam salah satu organisasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang ada guna menunjang pelaksanaan kinerja Bupati Tanah Datar.
Adapun data akuntabilitas kinerja yang digunakan bersumber dari data internal yang berasal dari system informasi yang diterapkan dan data eksternal baik primer maupun sekunder.
IsuIsu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi
dapat dilihat dari beberapa aspek (kondisi) sebagai berikut : dapat dilihat dari beberapa aspek (kondisi) sebagai berikut : a.
a. Kondisi UmumKondisi Umum
Kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan
Kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan
fondasi bagi kelangsungan pemerintahan mulai
fondasi bagi kelangsungan pemerintahan mulai dari pemerintah pusat dan dari pemerintah pusat dan daerah. Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kemajemukan atas
daerah. Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kemajemukan atas
perbedaan berbagai suku,bahasa, agama, adat istiadat, sturktur wilayah
perbedaan berbagai suku,bahasa, agama, adat istiadat, sturktur wilayah
dalam wilayah NKRI. Hal ini memungkinkan akan rawan konflik social,
Pembangunan nasional di daerah sejauh ini masih memerlukan
Pembangunan nasional di daerah sejauh ini masih memerlukan
perhatian serius, karena permasalahan pembangunan ini banyak mengalami
perhatian serius, karena permasalahan pembangunan ini banyak mengalami
perkembangan sejalan dengan berkembangnya kemajuan iptek sehingga
perkembangan sejalan dengan berkembangnya kemajuan iptek sehingga
tuntutan terhadap kemajuan pembangunan selalu menimbulkan
tuntutan terhadap kemajuan pembangunan selalu menimbulkan
permasalahan seiring dengan perkembangan kemajuan tersebut. Untuk itu
permasalahan seiring dengan perkembangan kemajuan tersebut. Untuk itu
d
diperlukan sinkronisasi antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya yangiperlukan sinkronisasi antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya yang diharapkan akan dapat saling menopang guna meningkatkan kesejahteran
diharapkan akan dapat saling menopang guna meningkatkan kesejahteran
dan kemakmuran rakyat.
dan kemakmuran rakyat.
Pengaruh globalisasi membawa masyarakat kearah keterbukaan,
Pengaruh globalisasi membawa masyarakat kearah keterbukaan,
disamping berdampak positif untuk kemajuan bangsa juga akan berdampak
disamping berdampak positif untuk kemajuan bangsa juga akan berdampak
negative terhadap ketahanan bangsa. Salah satunya contoh yang kita
negative terhadap ketahanan bangsa. Salah satunya contoh yang kita
rasakan dampak zaman reformasi yaitu terjadinya perubahan secara
rasakan dampak zaman reformasi yaitu terjadinya perubahan secara
mendasar dalam pembangunan system politik nasional. Perubahan ini
mendasar dalam pembangunan system politik nasional. Perubahan ini
adalah perlunya penegakkan kedaulatan rakyat dengan mewujudkan
adalah perlunya penegakkan kedaulatan rakyat dengan mewujudkan
penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi
penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme.
dan Nepotisme.
Pembangunan Politik difokuskan untuk meningkatkan dan
Pembangunan Politik difokuskan untuk meningkatkan dan
mengembangkan budaya politik yang demokratis dan penegakkan hokum
mengembangkan budaya politik yang demokratis dan penegakkan hokum
serta menghormati HAM yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
serta menghormati HAM yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Akhirakhir ini perkembangan system politik yang demokratis telah berjalan
sedemikian rupa baik pada pemerintahan maupun pada masyarakat luas.
sedemikian rupa baik pada pemerintahan maupun pada masyarakat luas.
Hal ini terbukti dengan banyaknya bermunculan partai politik,dengan
Hal ini terbukti dengan banyaknya bermunculan partai politik,dengan
menaruh harapan bagi masyarakat bersaing secara demokratis dan dinamis
menaruh harapan bagi masyarakat bersaing secara demokratis dan dinamis
dalam membentuk pemerintahan yang legitimate. Namun, pemerintahan
dalam membentuk pemerintahan yang legitimate. Namun, pemerintahan
yang terbentuk pun dinilai masyarakat belum mampu mengatasi masalah
yang terbentuk pun dinilai masyarakat belum mampu mengatasi masalah
masalah bangsa, sehing
masalah bangsa, sehinggga munculnya pergeseran sikap yang semakina munculnya pergeseran sikap yang semakin menjatuhkan kredibilitas pemerintah.
menjatuhkan kredibilitas pemerintah.
Tahun 2014 merupakan tahun politik dimana terjadinya
Tahun 2014 merupakan tahun politik dimana terjadinya
peningkatan eskalasipolitik, baik secara nasional maupun daerah. Hal ini
peningkatan eskalasipolitik, baik secara nasional maupun daerah. Hal ini
seiring dengan begitu banyak proses poltik yang dilakukan, seperti
seiring dengan begitu banyak proses poltik yang dilakukan, seperti
berjalannya tahapan pemilu, pemilihan legislative yang akan kita laksanakan
Hadirnya organisasi kemasyarakatan juga merupakan pemusatan
Hadirnya organisasi kemasyarakatan juga merupakan pemusatan
kekuatan dalam kegiatan bermasyarakat. Untuk itu perlu dikembangkan
kekuatan dalam kegiatan bermasyarakat. Untuk itu perlu dikembangkan
komunikasi timbal balik antar sesama organisasi kemasyarakatan dan
komunikasi timbal balik antar sesama organisasi kemasyarakatan dan
antara oerganisasi kemasyarakatan dengan pemerintah. Dengan adanya
antara oerganisasi kemasyarakatan dengan pemerintah. Dengan adanya
komunikasi yang baik akan dapat disejalankan program pemerintah dan
komunikasi yang baik akan dapat disejalankan program pemerintah dan
sebaliknya organisasi kemasyarakatan juga dapat memberikan kontribusi
sebaliknya organisasi kemasyarakatan juga dapat memberikan kontribusi
terhadap pembangunan daerah khususnya d
terhadap pembangunan daerah khususnya daan pembangunan nasionaln pembangunan nasional
umumnya.
umumnya.
Kesenjangan ekonomi dewasa ini berakibat peningkatan intensitas
Kesenjangan ekonomi dewasa ini berakibat peningkatan intensitas
tindak criminal, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
tindak criminal, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
b.
b. Kondisi Obyektif Kondisi Obyektif
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik adalah salah satu instansi
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik adalah salah satu instansi
pemerintah yang menangani urusan kesatuan bangsa dan politik dalam
pemerintah yang menangani urusan kesatuan bangsa dan politik dalam
negeri. Hal ini merupakan suatu komponen pemerintah daerah yang
negeri. Hal ini merupakan suatu komponen pemerintah daerah yang
bertanggung jawab dan berperan di bidang pembinaan kesatuan bangsa
bertanggung jawab dan berperan di bidang pembinaan kesatuan bangsa
yang memfasilitasi pengembangan system politik yang demokratis. Kantor
yang memfasilitasi pengembangan system politik yang demokratis. Kantor
Kesatuan Bangsa dan Politik dewasa ini akan dihapakan pada tantangan
Kesatuan Bangsa dan Politik dewasa ini akan dihapakan pada tantangan
tugas yang tidak ringan, selain situasi dan kondisi yang telah diidentifikasi
tugas yang tidak ringan, selain situasi dan kondisi yang telah diidentifikasi
tersebut diatas, juga terdapatnya beberapa situasi dan kondisi khusu yang
kurang kondusif terkait dengan tugas pokok dan fungsi .
kurang kondusif terkait dengan tugas pokok dan fungsi .
Kondisi ini pada dasarnya terdiri dari sejumlah factor yang dapat
Kondisi ini pada dasarnya terdiri dari sejumlah factor yang dapat
dikategorikan sebagai factor penghambat dalam pelaksanaan tugas pokok
dikategorikan sebagai factor penghambat dalam pelaksanaan tugas pokok
dan fungsi. Namun demikian terdapat juga momentum strategis, dimana
dan fungsi. Namun demikian terdapat juga momentum strategis, dimana
terdapat factor positif yang dapat digunakan sebagai kekuatan signifikan
terdapat factor positif yang dapat digunakan sebagai kekuatan signifikan
yang mampu mendorong peningkatan kinerja.
yang mampu mendorong peningkatan kinerja.
Dilihat dari Permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik yaitu:
a. Kondisi politik :
- Belum optimalnya pelaksanaan pendidikan politik masyarakat untuk membangun etika, moral dan budaya politik bangsa dalam berdemokrasi.
- Belum maksimalnya infra struktur politik dalam melaksanakan fungsi pendidikan dan kaderisasi politik sebagai pilar demokrasi.
- Adanya fenomena disintegrasi bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Masih eksisnya prilaku politik yang tidak responsif terhadap agenda reformasi.
- Kebebasan menyampaikan aspirasi tanpa memperhatikan norma dan etika yang menunjukkan prilaku masyarakat yang belum dewasa dalam berdemokrasi.
b. Kondisi Sosial:
- Belum mantapnya wawasan kebangsaan di kalangan masyarakat.
- Belum mantapnya kesadaran akan pluralisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
- Belum mantapnya kewaspadaan dan ketahanan bangsa terhadap pengaruh globalisasi.
- Masih tingginya kriminalitas, kenakalan remaja, peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
- Belum mantapnya pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai basis perekonomian daerah.
- Masih rendahnya kemampuan kemandirian keuangan daerah karena
belum intensifnya penggalian sumber pendapatan asli daerah
- Masih signifikannya kesenjangan pendapat antar masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial.
- Belum terkelolanya aset daerah dengan baik.
- Masih terbatasnya lapangan kerja, sehingga angka pengangguran masih tinggi.
d. Kondisi Keamanan dan Ketentraman :
- Masih terdapatnya konflik sosial dan politik serta aksi unjuk rasa yang menjurus anarkis dan berdampak mengganggu ketentraman dan keamanan.
- Masih rendahnya kemampuan aparat dalam mendeteksi, mencegah
dan mengantisipasi secara dini berbagai gejolak sosial politik yang dapat mengganggu tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
- Masih lemahnya daya tangkal masyarakat dan aparat terhadap budaya luar.
Tantangan dan Peluang Dalam Meningkatkan Kinerja a. Kondisi Politik :
- Makin terbukanya komunikasi politik antara infra dan supra struktur politik.
- Makin berperannya kelembagaan legislatif dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat.
- Berkembangnya ormas sebagai aset pembangunan daerah.
- Makin meningkatnya kepedulian ormas dalam pemberdayaan masyarakat.
- Berkembangnya partisipasi politik masyarakat.
- Terbukanya kesempatan pengembangan budaya lokal sebagai aset budaya nasional.
- Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam upaya pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai perekat NKRI.
- Makin mantapnya kehidupan sosial budaya yang berkepribadian dinamis dan berdaya tahan terhadap pengaruh budaya asing sesuai dengan falsafah hidup masyarakat Sumatera Barat ”adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”
- Meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap laten ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
- Makin meningkatnya pengembangan wawasan kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
- Berkembangnya perguruan tinggi sebagai sumber penyerapan iptek.
c. Kondisi Ekonomi :
- Masih potensialnya kemampuan perekonomian rakyat sebagai pendukung perekonomian daerah.
- Masih potensialnya kekayaan sumber daya alam dan objek wisata sumber kekuatan
- Kondisi geografis Kabupaten perekonomian daerah.
- Terbukanya kesempatan masyarakat untuk melakukan inovasi teknologi.
- Tanah Datar yang pada umunya penduduk petani, pedagang dan
pegawai negeri
- Wilayah yang berbatasan dengan provinsi lain yang kaya sumber daya alam.
d. Kondisi Keamanan/Ketentraman :
- Berperannya tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dalam membantu konflik dan mempercepat terwujudnya kerukunan dan kedamaian kehidupan masyarakat.
- Makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prilaku pelanggaran HAM yang mengusik rasa keadilan.
- Terakomodasinya potensi satuan linmas dalam pembangunan demokrasi dan penanganan gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat.
- Semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjunjung tinggi supremasi hukum.
2.4
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Bila kita melihat usulan Rencana Kerja yang diusulkan oleh tiaptiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maka Rencana Kerja dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan menjadi Rancangan Awal terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada Tahun Anggaran 2015. Untuk itu dapat diartikan bahwa fungsi dari rencana kerja ini sangat besar terhadap pelaksanaan program dan kegiatan SKPD dalam melaksanakan peran organisasi tersebut.
2.5
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dalam perjalanan proses penyusunan RKPD nantinya akan dilakukan penelaahan terhadap usulan program dan kegiatan dari setiap SKPD yang menyangkut kepada kegiatan masyarakat.
BAB I BAB IIIII
TUJUAN DAN SASARAN TUJUAN DAN SASARAN
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Propinsi
Dalam tujuan Nasional Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UndangUndang Dasar (UUD) 1945 adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.