LAYANAN KLASIKAL
PELAYANAN BENTUK
KLASIKAL
1. Layanan orientasi
2. Layanan Informasi
3. Layanan Penempatan dan
Penyaluran
Bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami, menilai,
dan mengembangkan potensi dan
kecakapan, bakat dan minat, serta
kondisi sesuai dengan karakteristik
kepribadian dan kebutuhan dirinya
secara realistik.
Layanan Orientasi
•
Pengenalan fasilitas dan personel
sekolah
•
Meraih kesuksesan di sekolah
•
Mengembangkan potensi diri di
sekolah
Layanan Informasi
•
Mensyukuri nikmat yang diberikan
•
Pola hidup sehat
•
Berani mengeluarkan pendapat
•
Mengembangkan motivasi untuk
berprestasi
Layanan Penempatan dan Penyaluran
•
Pemilihan jurusan
•
Pembagian jenis kegiatan
ekstrakurikuler
Layanan Penguasaan Konten
•
Biasa bangun pagi
•
Selalu bersyukur terhadap nikmat Allah
SWT
•
Menepati janji
•
Datang tidak terlambat
•
Menghargai dan menghormati orang lain
KARENA CINTA
Hari ini
Adalah lembaran baru
bagiku
Ku di sini
Karna KAU yang memilihku
Tak pernah kuragu
Akan cinta-MU
inilah diriku
dengan melodi untuk-MU.
Dan bila aku berdiri tegar
sampai hari ini
bukan karna kuat dan hebatku
semua karena CINTA…
Bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan
menilai serta mengembangkan
kemampuan hubungan sosial yang sehat
dan efektif dengan teman sebaya,
anggota keluarga, dan warga lingkungan
sosial yang lebih luas.
Layanan Orientasi
•
Berinteraksi dengan teman, guru dan
personal sekolah lainnya.
•
Hubungan sosial di sekolah
•
Pengenalan berbagai kegiatan sosial
di sekolah
Layanan Informasi
•
Kiat berteman
•
Hubungan teman sebaya
•
Kepedulian Sosial
•
Pelestarian nilai-nilai sosial
•
Berfikir positif
Layanan Penempatan dan Penyaluran
•
Pembagian kelompok kegiatan
bakti sosial
•
Pembagian tugas pengembangan
nilai-nilai sosial kemasyarakatan
Layanan Penguasaan Konten
•
Hormat pada sesama
•
Sikap assertive kepada teman lain
•
Mendengar, memahami dan merespon secara
tepat dan positif pendapat orang lain
•
Melihat kebaikan orang lain dan
mengekspresikannya
•
Mengucapkan salam; terima kasih; dan meminta
maaf
BERFIKIR POSITIF
•
Berpikir positif merupakan satu kesatuan cara berfikir
sehat yang menyeluruh sifatnya, karena mengandung
gerak maju yang penuh dengan daya cipta terhadap
unsur-unsur yang nyata dalam kehidupan manusia.
Berpikir Positif
Berpikir Negatif
Tidak mudah tersinggung Mudah tersinggung
Bertanggung jawab pada pilihannya Menyalahkan orang lain
Berpikir sebelum bertindak Cepat marah dan mudah memaki
LEMARI
ES DUA SISI
Fadli adalah anak orang berada. Saat kenaikan kelas, ia mendapat hadiah sepeda motor baru dari orang tuanya karena mendapat peringkat pertama di kelasnya.
Suatu hari ketika ia sedang mencoba motor barunya, Fadli bertemu dengan Ipan, teman sekelasnya ketika di SD. Ipan bermaksud meminjam motornya untuk
membeli sesuatu. Fadli mengabulkannya dengan syarat Ipan kembali secepatnya. Hingga sore hari, Ipan belum kembali dan Fadli mulai panik. Dia mulai
berprasangka buruk terhadap Ipan, jangan-jangan motornya dibawa bersenang-senang, atau Ipan mengalami kecelakaan, atau bahkan motor barunya dibawa kabur oleh Ipan, dan sebagainya. Padahal Fadli tidak tahu dimana rumah Ipan. Fadli sangat bingung dan memutuskan kembali ke rumah. Di rumah ia
menceritakan pada orang tuanya. Tetapi ia justru dimarahi habis-habisan. Orang tuanya bahkan mengancam tidak akan memberi Fadli uang saku untuk beberapa waktu. Akhirnya diputuskan melapor kejadian tersebut kepada Polisi.
Ipan adalah anak dari keluarga kurang mampu. Ayahnya telah lama tiada, sementara ibunya sedang tergolek sakit di rumah.
Suatu hari, sakit ibunya bertambah parah dan ia harus membeli obat secepatnya ke apotik di pusat kota. Dalam perjalanan ia bertemu Fadli, teman sekelasnya ketika SD dulu. Ipan tidak sempat menceritakan keadaan ibunya kepada Fadli, karena sangat terburu-buru.
Sesampainya di kota, obat tersebut ternyata habis dan Ipan harus mencarinya ke tempat lain. Setelah mencari ke setiap apotik yang ada di kota, Ipan tidak juga menemukan obat itu. Ia menjadi putus asa dan memutuskan pulang dan
mengembalikan motor Fadli.
Namun di tengah jalan, ia dihadang oleh segerombolan anak muda. Mereka memaksa Ipan menyerahkan motor itu dan seluruh harta yang dimilikinya. Ipan terpaksa merelakan uang untuk membeli obat ibunya itu, tetapi berusaha keras mempertahankan motor Fadli. Akhirnya Ipan berhasil lolos dengan motor itu, walaupun tubuhnya sedikit cidera.