• Tidak ada hasil yang ditemukan

kiat sukses pkm 2013 pimnas 2014 fmipa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "kiat sukses pkm 2013 pimnas 2014 fmipa"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KIAT & STRATEGI SUKSES

PKM 2013 & PIMNAS 2014

Pujianto

[email protected]

(Pembimbing PKM & PIMNAS)

Kampus

Sebagai ‘

agent of change

dan

Learning Communities

Mahasiswa

Apa yang membanggakan jadi

mahasiswa?

Mempunyai

NIM

?

Kata

“maha”

di depan siswa ?

Dapat berpakaian

sesuka selera

?

Kata

“kuliah”

sbg pengganti

“belajar”

?

Kata “

kampus

sbg pengganti “

sekolah

” ?

Semua itu

bukan kebanggaan

yang hakiki

Apa bedanya?

Mahasiswa

siswa

oBerpikir

oBertindak

oMelihat masa depan

Lebih matang

Serius

Penuh pertimbangan

Ego tinggi

Santai

Terburu-buru

Mahasiswa yang baik?

Mengetahui kedudukannya sebagai

mahasiswa

Me

manage

segala urusan sendiri,

termasuk me

manage

studi dan segala

sesuatu untuk pengembangan diri

Perlu dibekali:

a. Ilmu Pengetahuan

(2)

Lalu … bagaimana bentuk konkretnya agar aku dapat menjadi mahasiswa yg

berguna ???

Menjadi mahasiswa yang

kutu buku

?

Suka ‘

kumpul-kumpul

dengan teman?

Menjadi Pendengar

yang baik?

Suka merenung &

berpikir

atau....?

Kegiatan Mahasiswa

AKADEMIS (Kuliah) KEGIATAN

LAIN

SOSIAL

BAKAT &

MINAT

Kegiatan Akademis

Perkuliahan

Penalaran

(3)

Kegiatan PKM

Mahasiswa

Masyarakat

Lembaga

Dimulai dari....

IDE

Berpikir

Berpikir Kritis

Memandang sesuatu sebagai masalah

yang perlu diteliti saat orang lain

menganggapnya bukan sebagai masalah

yang perlu diteliti

???

Orang yg

berpikir kreatif

berpikir

terbalik

dari orang pd umumnya

(4)

Kenali Tipe Mahasiswa

Mahasiswa yang memiliki

banyak ide

Peran dosen mengarahkan

mahasiswa agar lebih fokus sebab

pada umumnya dengan banyak ide

menjadikan kegiatan mahasiswa

tidak fokus

Mahasiswa yang kurang

memiliki ide

Peran dosen mengarahkan

mahasiswa agar bergabung dengan

teman lain yang memiliki ide dan

berusaha untuk berkomitmen

terhadap kerja tim dan seluruh

anggota kelompok

Menuangkan ide dalam bentuk tulisan

• Merencanakan ‘solusi’

Mencari tim untuk mengimplementasikan

ide

Menghubungi pembimbing (dosen)

Banyak membaca, belajar, merenung, dan berpikir ttg hal-hal yang ada di sekitar kita

Banyak berlatih menuang-kan ide/gagasan dlm bentuk tulisan

Banyak berdiskusi dan bergaul dgn orang-2 yg memang interest dgn penelitian

Berani mencoba

Tidak malu bertanya

jika tidak tahu

Berani menyampaikan ide di depan

audience, tahu bgmn presentasi yg

baik, belajar berargumentasi

Sering berkumpul dgn mahasiswa-2 yg memang tertarik dgn segala sesuatu yg berbau ilmiah,

(5)

Mengikuti seminar, workshop, pelatihan, dan kegiatan sejenis yg bertemakan karya ilmiah, seperti sarasehan, seminar, workshop, dll

Memiliki rasa ingin tahu yg tinggi yg ditunjukkan dg berani bertanya setiap kali ada kesempatan utk

menggali ilmu dari orang yg lebih pintar (teman, penceramah, pakar, dosen, dll)

Senang membaca karya ilmiah orang lain yg dpt menginspirasi ide masalah utk ditulis & rajin membuka internet utk melihat perkembangan

IPTEK yg sdg trend / aktual dibicarakan

Implementasikan ide

topik

judul

Judul

: Usahakan ‘menarik’

Judul harus menggambarkan ‘karakteristik’

jenis

scheme

PKM

Contoh:

Gamantul (Ragam Jajanan Bekaltul)

Sebagai Jajanan Rakyat Kaya Gizi Dan

Serat Yang Murah Dan Lezat

(PKMK)

Pok Ame-Ame, Permainan Tradisional

Indonesia Sebagai Terapi Konsentrasi

Dan Komunikasi Bagi Anak Penyandang

Autis Di Sekolah Inklusi Surabaya Timur

(PKMM)

Pengaruh Panjang Gelombang Cahaya

Terhadap Pertumbuhan Larva Ikan Gurame

(Osphronemus gouramy)

(PKMP)

Perancangan Sampel Motif Batik Dengan

Teknik Ukir Sebagai Alat Bantu Pengenalan

Batik Bagi Tuna Netra

(PKMT)

Alat Pendeteksi Kehamilan Berbasis

(6)

Mengenal Lebih Dekat

Program Kreativitas Mahasiswa

(

PKM

)

POLA EVALUASI PKM

PKM 2011 Pelaksanaan 2012

PKM 2012 Pelaksanaan 2013

PRA SELEKSI

1. Format dan administrasi Program

2. Kemitraan

3. Program

4. Kreativitas

Tidak Lolos Pra Seleksi?

1. FORMAT & ADMINISTRASI PROGRAM - Ketidaklengkapan administrasi - Ketidakpatuhan pada Pedoman PKM 2. KEMITRAAN

- Surat Kesediaan Mitra Usaha (PKMT) - Surat Kesediaan Mitra Masyarakat (PKMM) 3. PROGRAM

- Ketidaktepatan Isi Proposal dengan Jenis Program 4. KREATIVITAS

- Topik sudah sangat umum - Keterulangan Topik

Permasalahan Administrasi

1. Tidak ada tandatangan pembimbing, PR III 2. Kesalahan (keliru) format 3. Tidak ada identitas PKM 4. Tidak ada dan/atau

tandatangan dosen pembimbing

SELEKSI

Metodologi

Keunikan

(7)

Azas Penilaian

1. Kualitas:

Tingkat kreativitas, kualitas ilmiah, tingkat konstribusi pada masyarakat

2. Transparansi:

Penilaian sesuatu dengan prosedur Memberikan alasan yang jelas dalam

penilaian

3. Perlakuan yang sama

Semua proposal harus diperlakukan dengan setara dalam penilaian

Kualitas Ilmiah

1. Kualitas

Proposal harus mengandung kata kunci isu scientific dan/atau teknologi untuk mencapai tujuan yang akan dicapai

2. Originalitas

Derajat inovasi dan proses yang ingin dicapai harus melebihi batas state of the arts

3. Azas Kelayakan dan Kecukupan

Pendekatan yang diambil Metodologi

Rencana Kerja

Kegunaan Bagi Masyarakat

1. Memberikan prospek perbaikan

kesejahteraan, kesehatan dan

keamanan masyarakat

2. Memperbaiki tingkat keeahlian

masyarakat

3. Melestarikan atau meningkatkan

kualitas lingkungan dan sumber

daya alam

Aspek Kerjasama

1. Kualitas manajemen dan

pembagian kerja

2. Kualitas kemitraan

3. Kecukupan sumberdaya dan

fasilitas penunjang

Penetapan PKM yang Didanai

• Dasar ranking: nilai rata-rata 2 reviewer

• Nilai Passing Grade didasarkan pada dana yang tersedia dan kualitas proposal PKM

• PT dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu PT Kategori I, PT Kategori II, PT Kategori III

PT Kategori I, jika jumlah proposal 100 dan yang didanai 25% PT Kategori II, jika jumlah proposal 40100 dan yang didanai 10% PT Kategori III, jika jumlah proposal 40 dan atau yang didanai 10%

Nilai Passing Grade untuk setiap kelompok PT adalah: X Untuk PT Kategori I

0,9*X Untuk PT Kategori II 0,8*X Untuk PT Kategori III

Sistem Penilaian Peserta PIMNAS

Rumusan Nilai Akhir

(45% x Nilai Proposal) + (55% x Nilai Monev)

Pengklusteran Nilai Akhir berdasarkan Kategori

(8)

Penetapan Juara Umum PIMNAS

1. PENILAIAN PRESENTASI (DIKTI) 1.1. PKMP, PKMT, PKMM, PKMK, PKMKC

Nilai Presentasi = 70% Nilai Laporan Akhir = 30%

Nilai Kelas = Nilai Presentasi + Nilai Laporan Akhir 1.2. PKMGT

Nilai Presentasi = 50% Nilai Artikel = 50% Nilai Kelas = Nilai Presentasi + Nilai Artikel 2. PENILAIAN POSTER & PRODUK PKM (DIKTI)

Nilai Poster = 100%

3. PENILAIAN POSTER & PRODUK NON PKM (Insidental) 4. PENILAIAN LOMBA KEGIATAN PENUNJANG (Insidental)

PENETAPAN JUARA UMUM (DIKTI)

Bobot Hasil Penilaian Presentasi = 80% Bobot Hasil Penilaian Poster = 20% SKOR nilai setara emas, perak perunggu = 3, 2, 1

PRESENTASI = 0,8x Jumlah Setara Emas x 3 = M POSTER = 0,2x Jumlah Setara Emas x 3 = N NILAI PIMNAS = (M + N)

1. Perhitungan Emas Presentasi dan Poster 2. Perhitungan Perak Presentasi dan Poster 3. Perhitungan Perunggu Presentasi dan Poster

Jenis-jenis PKM

PKM

PKM-P: Penelitian

PKM-T: Penerapan Teknologi

PKM-K: Kewirausahaan

PKM-M: Pengabdian Masyarakat

PKM-KC: Karsa Cipta

PKM-AI: Artikel Ilmiah

PKM-GT: Gagasan Tertulis

BARU

Bidang PKM & Muara Kegiatannya

KREATIVITAS MAHASISWA

JENIS BIDANG PKM •PKM-P •PKM-T •PKM-M •PKM-K •PKM-KC •PKM-GT

PKM-AI

PIMNAS

JURNAL KREATIVITAS MAHASISWA

(9)

1. Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi

2. Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian 3. Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika,

Kimia, Matematika

4. Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian

5. Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi : Agribisnis (Pertanian),

Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Psikologi

6. Bidang Humaniora, yang meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat,

Hukum, Sastra, Seni

7. Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan

PENGELOMPOKKAN BIDANG ILMU PKM

PKM Penelitian (PKMP)

PKMP merupakan karya

kreatif untuk

menjawab

permasalahan

,

pengembangan

teori

yang dilaksanakan

dengan melakukan penelitian

PKMP lebih menekankan

pada

pemecahan masalah

yang ditunjukkan pada

metodologi penelitian

PKM Penerapan Teknologi (PKMT)

PKMT merupakan kreativitas yang inovatif dalam

menciptakan suatu karya teknologi (prototipe, model, peralatan, proses) yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat (kelompok tani, industri kecil, dll)

PKMT mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan pengusaha/pedagang kecil, koperasi atau kelompok produktif lain

Produk PKMT merupakan solusi atas persoalan yang diprioritaskan mitra

Beda PKMP dan PKMT

o PKMP merupakan karya kreatif untuk menjawab permasalahan,

pengembangan teori yang dilaksanakan dengan pengumpulan data

o Pada PKMP, pemecahan masalah belum ada dan itu yang harus dicari o PKMP dapat menghasilkan teknologi

baru

o PKMT: menciptakan suatu karya teknologi

o Pada PKMT tidak ada lagi penelitian

karena teknologi sudah tersedia

PKM KEWIRAUSAHAAN (PKMK)

o PKM Kewirausahaan (PKMK) merupakan kreativitas yang inovatif dalam menciptakan peluang pasar

o Umumnya didahului oleh survai pasar, karena relevansinya yang tinggi terhadap terbukanya peluang perolehan profit bagi kegiatan ini

PKMK

• Kreativitas yang inovatif dalam membuka peluang usaha yang profit oriented, sehingga harus ada rencana usaha jasa atau barang

• Memungkinkan jalinan kerjasama dengan kelompok masyarakat produktif

• Bukan penelitian atau percobaan untuk mencari temuan, dana yang didapat untuk usaha yang berkelanjutan

• Didahului survey pasar, karena relevansinya yang tinggi atas peluang perolehan profit,

(10)

PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)

PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM)

merupakan kreativitas yang inovatif dalam

membantu memecahkan persoalan di

masyarakat

Bentuk kegiatan dapat berupa

penataan dan

perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan

kelompok masyarakat, pengembangan

kelembagaan masyarakat, penciptaan karya

seni dan olah raga

, dll.

Setiap kegiatan yang membantu masyarakat untuk meningkatkan dirinya agar memiliki kemampuan lebih dibanding sebelumnya sehingga mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi guna mencapai

kehidupan yang lebih baik

Fokus pada kegiatan yang bersifat membantu masyarakat yg menghasilkan perubahan nilai di masyarakat

(peningkatan ekonomi, kesehatan lingkungan, kesadaran nilai), bukan meneliti

PENGABDIAN kepada MASYARAKAT

Merupakan program penciptaan yang

didasari atas karsa dan nalar mahasiswa

Bersifat konstruktif serta

menghasilkan

suatu sistem, desain, model/barang atau

prototipe

dan sejenisnya

Karya cipta tersebut

mungkin belum

memberikan nilai kemanfaatan langsung

bagi pihak lain

PKM-KARSA CIPTA (PKM-KC)

1. Judul Program

2. Latar Belakang Masalah 3. Perumusan Masalah 4. Tujuan Program 5. Luaran Yang Diharapkan 6. Kegunaan Program

7. - Tinjauan Pustaka (untuk PKMP , PKMT, dan PKMKC)

- Gambaran Umum Rencana Usaha (ulasan mengenai hasil survai pasar atau survai kelayakan usaha untuk kegiatan kewirausahaan yang direncanakan

dalam PKMK)

- Gambaran Umum Masyarakat Sasaran (untuk PKMM)

8. Metode Penelitian/ Metode Pelaksanaan Program 9. Jadwal Kegiatan Program

10. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok 11. Nama dan Biodata Dosen Pendamping 12. Biaya

13. Daftar Pustaka (untuk PKMP, PKMT dan PKMKC, optional utk PKMK-PKMM)

Lampiran bila ada

Sistematika Penyusunan Proposal PKM Yang Benar

Rambu-Rambu Umum Penyusunan Proposal

• Waktu Pelaksanaan Kegiatan PKM 5 bulan (Februari – Juni)

• Dana maksimal 10 Juta, tidak ada honor pendamping maupun tim pelaksana. Rincian dana dikelompokkan menjadi: Bahan Habis Pakai, Peralatan Penunjang PKM, Perjalanan, Lain-Lain. Pembelian peralatan elektronik seperti komputer/labtop/kamera dan sejenisnya TDK diperbolehkan.

• Pelaksana 3-5 orang, diutamakan beda angkatan, multi disiplin, bisa beda PS/Fak, sebaiknya dalam satu universitas

• Setiap mhs hanya didanai 1 judul kegiatan baik sebagai ketua maupun anggota

• Setiap dosen boleh menjadi pendamping/pembimbing maksimal 3 kegiatan PKM

• Dilampirkan Biodata tim pelaksana maupun dosen pendamping yang ditandatangani

Jumlah halaman 15 (lima belas) lembar, terhitung dari latarbelakang masalah sampai lampiran termasuk CV pengusul dan pembimbing serta Surat Pernyataan Kesediaan Mitra; tidak termasuk Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Daftar Isi dan Daftar Gambar

Rambu-Rambu PKMP

Sesuai dengan bidang Ilmu, lintas bidang

dianjurkan

Ada Tinjauan Pustaka. Utamakan sumbernya

dari jurnal.

Ada Metode Penelitian, teridentifikasi adanya

variabel penelitian

Ada daftar pustaka, pustaka yang diacu dalam

naskah harus sesuai dengan daftar pustaka

(11)

Rambu-Rambu PKMT

o Sesuai dengan bidang Ilmu, lintas bidang dianjurkan o Ada Tinjauan Pustaka. Utamakan sumbernya dari jurnal. o Tidak ada kegiatan penelitian, yang ada hanya uji

coba/setting alat, kalibrasi dsb.

o Tidak ada Metode Penelitian, yang ada hanya Metode Pelaksanaan Program

o Ada daftar pustaka, pustaka yang diacu dalam naskah harus sesuai dengan daftar pustaka

o HARUS ADA KERJASAMA DENGAN MITRA, dengan

melampirkan Surat Pernyataan bermeterai Rp. 6.000,-

Rambu-Rambu PKMK

o Semua bidang Ilmu, atau bidang yang relevan o Kegiatan dilaksanakan oleh TIM PKM

o Tidak ada Tinjauan Pustaka, sebagai gantinya: Gambaran Umum Rencana Usaha

o Tidak ada kegiatan penelitian, yang ada hanya proses produksi, kemasan, marketing, dsb

o Tidak ada Metode Penelitian, yang ada hanya Metode Pelaksanaan Program

o Boleh KERJASAMA DENGAN MITRA, misalnya untuk marketing

Rambu-Rambu PKMM

o Semua bidang Ilmu, atau bidang yang relevan

o TIM PKM berperan sebagai fasilitator

o Tidak ada Tinjauan Pustaka, sebagai gantinya: Gambaran Umum Masyarakat Sasaran o Tidak ada kegiatan penelitian, yang ada hanya

kegiatan pengabdian, misalnya pelatihan, pendampingan, pengentasan kemiskinan, pelestarian lingkungan, dsb

o Tidak ada Metode Penelitian, yang ada hanya Metode Pelaksanaan Program

o HARUS KERJASAMA DENGAN Masyarakat Sasaran, dengan melampirkan Surat Pernyataan bermeterai Rp. 6.000,-

Rambu-Rambu PKMKC (Mulai 2012)

• Sesuai dengan bidang Ilmu, lintas bidang dianjurkan • Ada Tinjauan Pustaka. Utamakan sumbernya dari jurnal. • Tidak ada kegiatan penelitian, yang ada hanya uji

coba/setting alat, kalibrasi dsb.

• Tidak ada Metode Penelitian, yang ada hanya Metode Pelaksanaan Program

• Ada daftar pustaka, pustaka yang diacu dalam naskah harus sesuai dengan daftar pustaka

• TIDAK PERLU ADA KERJASAMA DENGAN MITRA, mengingat output yang belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain

Akhirnya...

Tanamkan rasa bahwa tidak ada usaha

yang sia-sia

Kalah atau menang, yang terpenting

adalah telah melakukan sesuatu untuk diri

sendiri, almamater, dan orang lain

Selalu berusaha menghargai hasil karya

orang lain

Tidak berhenti untuk selalu berusaha dan

Referensi

Dokumen terkait

Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) -112/PMK.03/2022 mengenaiNPWP Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib PajakInstansi Pemerintah yang merupakan pelaksanaan amanat Undang-UndangHarmonisasi Peraturan Perpajakan yang mengatur bahwa Nomor Pokok WajibPajak (NPWP) orang pribadi yang merupakan penduduk Indonesia menggunakanNomor Induk Kependudukan (NIK).Menggunakan metode Pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Cawang mengenai PMK –112. PkM dilakukan oleh beberapa dosen dari prodi manajemen pajak dengan menggandeng Kantor Kecamatan Cawang sebagai mitra Universitas dan Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Jakarta Timur dan juga menggunakan kuisioner.Pengisian kuisioner oleh 60 responden, sebagian besar responden berjenis kelamin wanita danmemiliki usia 41 hingga 50 tahun, dengan penghasilan dibawah Rp 5.000.000,-dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dan mayoritas pernah mengikuti penyuluhan/sosialisasi perpajakan. Untuk pemahaman peraturan perpajakan terutama PMK -112 terlihat banyak peserta yang masih banyak yang belum paham mengenai peraturan perpajakan.tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam hal melakukan kewajibannya dalam pelaporan terhadap surat pemberitahuan (SPT) Tahunan yang dimiliki berada pada tingkat yang masih rendah, sehingga perlu adanya sosialisasi yang lebih intens lagi baik yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak maupun pihak

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,