19) Kawasan Sakral Perspektif
Teks penuh
Dokumen terkait
Berkaitan dengan tujuan interpretasi data yang telah diuraikan di atas, pada penelitian ini tujuannya untuk mendapatkan deskripsi analitik, yakni mendeskripsikan
Dalam pengakuan itu, hala" dan biduan akan mengatakan diri mereka (manusia) sebagai makhluk yang lemah, pekak, bisu, buta, bodoh, bingung dan seumpamanya. Seterusnya hala'
Begitu pula seni-seni lain dari penduduk asli Indonesia, tidak akan dipahami secara sakral, tapi seluruhnyadipahami secara profan: dari nilai komersial dan keuntungan
Proses bermusyawarah seperti itu dalam konteks budaya Toraja sesungguhnya dapat dikatakan ”sama dengan” budaya kombongan kalua’, sebab proses yang terjadi dalam
cowong dalam bahasa Indonesia berarti biasa berbicara keras. Peristiwa yang melatarbelakangi diselenggarakannya upacara ini adalah terjadinya kemarau panjang yang
Sehubungan itu, untuk memelihara dan melestarikan khazanah kaum Kedayan yang amat bernilai ini, aktiviti penyelidikan dan pendokumentasian pengetahuan ilmu sakral Kedayan telah
Sesungguhnya Akulah yang bersemayam di dalam Baitul Makmur “Aku” dalam hal ini adalah Tuhan, itulah rumah tempat keramaian Tuhan, berdiri di kepala manusia Adam, di dalam kepala itu
http://repository.iainbengkulu.ac.id/4692/2/Jurnal%2C Penegakan Hukum di Indonesia.pdf PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kawsan