• Tidak ada hasil yang ditemukan

19) Kawasan Sakral Perspektif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "19) Kawasan Sakral Perspektif"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan tujuan interpretasi data yang telah diuraikan di atas, pada penelitian ini tujuannya untuk mendapatkan deskripsi analitik, yakni mendeskripsikan

Dalam pengakuan itu, hala" dan biduan akan mengatakan diri mereka (manusia) sebagai makhluk yang lemah, pekak, bisu, buta, bodoh, bingung dan seumpamanya. Seterusnya hala'

Begitu pula seni-seni lain dari penduduk asli Indonesia, tidak akan dipahami secara sakral, tapi seluruhnyadipahami secara profan: dari nilai komersial dan keuntungan

Proses bermusyawarah seperti itu dalam konteks budaya Toraja sesungguhnya dapat dikatakan ”sama dengan” budaya kombongan kalua’, sebab proses yang terjadi dalam

cowong dalam bahasa Indonesia berarti biasa berbicara keras. Peristiwa yang melatarbelakangi diselenggarakannya upacara ini adalah terjadinya kemarau panjang yang

Sehubungan itu, untuk memelihara dan melestarikan khazanah kaum Kedayan yang amat bernilai ini, aktiviti penyelidikan dan pendokumentasian pengetahuan ilmu sakral Kedayan telah

Sesungguhnya Akulah yang bersemayam di dalam Baitul Makmur “Aku” dalam hal ini adalah Tuhan, itulah rumah tempat keramaian Tuhan, berdiri di kepala manusia Adam, di dalam kepala itu

http://repository.iainbengkulu.ac.id/4692/2/Jurnal%2C Penegakan Hukum di Indonesia.pdf PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kawsan