• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Perspektif Kajian Penelitian - Strategi Komunikasi Awak Kabin Garuda Indonesia Airlines(Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Awak Kabin Garuda Indonesia Airlines Sehingga Mendapat Predikat Sebagai The World’s Best Cabi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Perspektif Kajian Penelitian - Strategi Komunikasi Awak Kabin Garuda Indonesia Airlines(Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Awak Kabin Garuda Indonesia Airlines Sehingga Mendapat Predikat Sebagai The World’s Best Cabi"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

7 Universitas Sumatera Utara BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Perspektif / Kajian Penelitian

Memilih suatu paradigma adalah sesuatu yang wajib dilakukan

oleh seorang peneliti agar penelitiannya dapat menempuh alur berpikir

yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Melalui paradigma pula

seseorang peneliti akan memiliki cara pandang yang memandunya selama

melakukan proses penelitian. Paradigma adalah suatu cara pandang untuk

memahami kompleksitas dunia nyata. Paradigma tertanam kuat dalam

sosialisasi para penganut dan praktisinya. Paradigma menunjukkan pada

mereka apa yang penting, absah, dan masuk akal.Mulyana (2003: 9)

mengatakan paradigma juga bersifat normatif, menunjukkan kepada

praktisinya apa yang harus dilakukan tanpa perlu melakukan pertimbangan

ekstensial dan epitimologi yang panjang.

Menurut Neuman (1997: 62-63) istilah paradigma dapat

didefinisikan sebagai keseluruhan sistem pemikiran, yang mencakup

asumsi-asumsi dasar, pertanyaan-pertanyaan (penelitian) penting yang

harus dijawab, tehnik-tehnik penelitian yang digunakan dan contoh-contoh

penelitian ilmiah yang baik.Sementara Baxter dan Babbie (2004: 66)

berpendapat paradigma sebagai model dasar atau skema yang

mengorganisasikan pandangan kita tentang realitas.Peneliti memiliki

pendapat sendiri mengenai paradigma yaitu pandangan atau anggapan

dasar tentang suatu fenomena sosial.

Paradigma yang digunakan di dalam penelitian ini adalah

paradigma konstuktivis.Paradigma konstruktivis, yaitu paradigma yang

hampir merupakan antitesis dari paham yang meletakkan pengamatan dan

objektivitas dalam menemukan suatu realitas atau ilmu

(2)

Universitas Sumatera Utara sistematis terhadap socially meaningful action melalui pengamatan

langsung dan terperinci terhadap perilaku sosial yang bersangkutan

menciptakan dan memelihara / mengelola dunia sosial mereka (Hidayat,

2003: 3).

Paradigma konstruktivis melihat bagaimana suatu realitas soial

dikonstruksikan.Fenomena sosial dipahami sebagai suatu realitas yang

telah dikonstruksikan. Karenanya, konsentrasi analisis pada paradigma

konstruksionis adalah menemukan bagaimana peristiwa atau realitas itu

dikonstruksi, dengan cara apa konstruksi itu dibentuk. Dalam hal ini,

komunikasi dilihat sebagai faktor konstruksi itu sendiri.

Pada intinya paradigma konstruksionis menyatakan bahwa realitas

adalah hasil konstruksi, dan pada akhirnya realitas yang ada di dunia ini

tidaklah bersifat objektif, semuanya memiliki subjektifitas dari yang

membuat maupun yang menerima realitas itu. Perspektif atau cara

pandang dalam realitas juga mempengaruhi terhadap penilaian sesuatu

realitas.

2.2 Kerangka Teori

Kerangka teori merupakan suatu kumpulan teori dan model

literatur yang menjelaskan hubungan dalam masalah tertentu. Dalam

kerangka teori, secara logis dikembangkan, digambarkan dan

dielaborasikan jaringan-jaringan dari asosiasi antara variable yang

dihasilkan melaui survey dan telaah literatur (Silalahi,2009:92).

Adapun teori yang dianggap relevan dengan penelitian ini adalah

(3)

Universitas Sumatera Utara 2.2.1 Komunikasi

Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common). Istilah

komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu

communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran (Wiryanto,

2004:5).

Apabila kita lihat dari segi istilah komunikasi berasal dari bahasa

latin yang berarti bersama-sama, jika kita akan mengadakan interaksi

dengan orang lain, maka kita harus menentukan terlebih dahulu suatu

sasaran sebagai dasar untuk memperoleh pengertian yang sama, baik

dalam bentuk pemberitahuan atau pertukaran informasi antara dua orang

atau lebih.

Usaha komunikasi untuk memperoleh informasi dari interaksi

antara dua orang atau lebih sehingga terdapat umpan balik yang efektif,

memerlukan proses komunikasi yang tepat. Raymond S. Ross (1983:8)

mengungkapkan komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih,

dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu

pendengar membangkitkan makna atau respon dari fikirannya yang serupa

dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

Proses penyampaian pesan yang berawal dari rencana yang

difikirkan, pemilihan symbol sampai pengiriman pesan yang disampaikan

oleh pengirim baik langsung atau tidak langsung dengan media yang tepat

untuk memudahkan penerima dalam menginterpretasikan sehingga terjadi

umpan balik, membuat komunikasi berjalan dengan baik, dan komunikasi

juga dapat disebut suatu bentuk penyampaian pesan baik secara lisan

maupun tertulis dengan maksud agar lawan bicara dapat mengerti dari

komunikasi yang ditransmisikan sehingga dapat mempengaruhi prilaku

lawan bicaranya dan terjadi timbal balik.

Setiap pesan yang disampaikan baik verbal maupun nonverbal

harus jelas, beretika dan mampu menyesuaikan tempat serta melihat siapa

(4)

Universitas Sumatera Utara (1993:13) komunikasi adalah proses penyampaian fikiran atau perasaan

oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang

yang bermakna sama bagi kedua pihak.

Terdapat berbagai bentuk komunikasi yang dapat digunakan dalam

menyampaikan buah fikiran komunikator dengan bantuan berbagai media

yang semakin lama semakin berkembang mengikuti perubahan zaman.

Semakin modern perubahan zaman maka semakin mudah manusia

menjalin komunikasi sebagai suatu hubungan untuk membangun

kebersamaan dan sangat membantu organisasi dalam menjaga koordinasi

dan kerjasama untuk mengawasi proses organisasi tersebut.

Shannon dan Weaver dalam Wiryanto (2004:7) berpendapat bahwa

komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang selalu mempengaruhi

satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk

komunikasi verbal tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan

teknologi.

Ketidaksadaran dan bentuk komunikasi yang dilakukan dalam

interaksi sesama manusia tidak hanya terbatas komunikasi verbal saja

seperti yang diungkapkan Shannon dan Weaver di atas memang sangat

membantu untuk efektifnya komunikasi. Semakin banyak pesan yang

masuk, maka semakin besar pemenuhan kekurangan yang terdapat pada

individu, kelompok atau organisasi.

Tujuan Umum Komunikasi

Stanton (1982), mengatakan bahwa sekurang – kurangnya ada lima

tujuan komunikasi manusia, yaitu:

1. Mempengaruhi orang lain.

2. Membangun atau mengelola relasi antarpersonal.

3. Menemukan perbedaan jenis pengetahuan.

(5)

Universitas Sumatera Utara Diluar tujuan umum komunikasi ini, maka komunikasi bertumbuh

dari motivasi untuk menghasilkan sesuatu yang diharapkan dari

komunikasi. Artinya, tujuan komunikasi perlu memerhatikan rencana

komunikasi untuk berinteraksi ataukah komunikasi dapat dijalankan secara

alamiah saja. Dengan kata lain, sedapat mungkin memperhatikan elemen –

elemen utama komunikasi, yaitu:

1. Pengirim – orang yang mengirimkan pesan (encoder).

2. Penerima – orang yang menginterpretasi pesan (decoder).

3. Saluran – metode bagi seseorang untuk mengoptimalisasikan daya

guna sehingga kita dapat mengirimkan sebuah pesan secara verbal,

nonverbal, atau termediasi.

4. Pesan – informasi yang sudah distimulasikan itu dikirim oleh

pengirim kedalam alam pikiran penerima.

5. Umpan balik – respon yang diberikan penerima kepada pengirim.

6. Lingkungan – dunia fisik dan nonfisik sebagai tempat terjadinya

interaksi.

7. Gangguan – dari luar yang hanya dapat terlihat dan terasa dalam

peristiwa komunikasi.

Kategori lainmenyebutkan bahwa manusia menjalani semua bentuk

komunikasi dengan tujuan komunikasi sebagai berikut:

1. Tujuan utama :

a. Mengirimkan pesan

Dalam hal ini komunikator adalah pelaku sebagai orang yang

menyampaikan informasi baik kepada satu orang maupun

khalayak atau kelompok dan dapat dilakukan secara langsung

ataupun tidak langsung.

b. Menerima pesan

Komunikan adalah orang, kelompok maupun khalayak yang

menerima informasi yang disampaikan oleh komunikator baik

secara langsung ataupun tidak langsung dan dapat berupa

(6)

Universitas Sumatera Utara c. Menginterpretasikan pesan

Pesan yang telah disampaikan oleh komunikator dan sudah

diterima oleh komunikan selanjutnya akan dimaknai dan

dipahami sebagai sebuah informasi. Hal ini penting dilakukan

sebelum mengambillangkah selanjutnya.

d. Merespons pesan secara tepat dan jelas

Komunikasi efektifakan terjadi jika komunikan memberikan

umpan balik terhadap informasi yang diterima, dengan kata lain

komunikasi yang tercipta dua arah akan memiliki arti ideal.

e. Bertukar pesan

Komunikator dan komunikan bertukar informasi dan saling

memberi umpan balik yang mengakibatkan penerimaan dan

pemahaman diantara keduamya.

2. Pendukung tujuan utama:

a. Mengoreksi informasi.

b. Memberikan kepuasan dan kesenangan berdasarkan

pesan/informasi.

Ada pula yang merumuskan tujuan komunikasi yaitu make them

SMART, artinya komunikasi dapat memenuhi:

1. Specific – membuat sasaran merasa diperhatikan secara khusus,

artinya mereka mendengarkan informasi dari sumber khusus, pesan

khusus, media khusus, dengan efek khusus dalam konteks khusus

pula.

2. Measureable – bahwa tujuan komunikasi akan dapat dicapai jika

sumber komunikasi merumuskan ukuran – ukuran bagi semua elemen

dalam proses komunikasi. Misalnya, ada indikator untuk menentukan

kelayakan sumber bagi tercapainya tujuan komunikasi, indikator atau

alat ukur bagi pesan, media sasaran, efek dan indikator bagi konteks.

3. Attainable – bahwa tujuan komunikasi adalah penetapan terhadap apa

(7)

Universitas Sumatera Utara tingkat ketercapaian tujuan komunikasi itu (dalam persentase

perubahan sikap, dan lain – lain).

4. Result-orientated - berorientasi pada hasil, bahwa tujuan komunikasi

harus berorientasi pada hasil yang telah direncanakan (planned

communication, intenstionality communication).

5. Time-limited - komunikasi yang baik adalah komunikasi yang

memiliki batasan waktu sebagai faktor untuk menentukan tercapainya

tujuan komunikasi (Liliweri, 2011: 129).

2.2.2 Organisasi

Schein (1982) mengatakan organisasi adalah suatu koordinasi

rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui

pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung

jawab. Schein juga mengatakan bahwa organisasi mempunyai karakteristik

tertentu yaitu mempunyai struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian

dengan bagian lain dan tergantung kepada komunikasi manusia untuk

mengkoordinasikan aktivitas dalam organisasi tersebut. Sifat tergantung

antara satu bagian dengan bagian lain menandakan bahwa organisasi yang

dimaksudkan Schein iniadalah merupakan suatu sistem.

Selanjutnya Kochler (1976) mengatakan bahwa organisasi adalah

sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu

kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Lain lagi dengan

pendapat Wright (1977); dia mengatakan bahwa organisasi adalah suatu

bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau

lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Walaupun ketiga pendapat mengenai organisasi tersebut

kelihatannya berbeda – beda perumusannya tapi ada 3 hal yang sama –

sama dikemukakan yaitu : organisasi merupakan suatu sistem,

mengkoordinasi aktivitas dan mencapai tujuan bersama atau tujuan umum.

Dikatakan merupakan suatu sistem karena komunikasi itu terdiri dari

berbagai bagian yang saling tergantung satu sama lain. Bila satu bagian

(8)

Universitas Sumatera Utara Setiap organisasi memerlukan koordinasi supaya masing – masing

bagian dari organisasi bekerja menurut semestinya dan tidak mengganggu

bagian lainnya. Tanpa koordinasi, sulitlah organisasi itu berfungsi dengan

baik. Suatu organisasi terbentuk apabila suatu usaha memerlukan usaha

lebih dari satu orang untuk menyelesaikannya. Kondisi ini timbul mungkin

disebabkan oleh karena tugas itu terlalu besar atau terlalu kompleks untuk

ditangani satu orang. Oleh karena itu suatu organisasi dapat kecil seperti

usaha dua orang individu atau dapat sangat besar yang melibatkan banyak

orang dalam interaksi kerja sama.

Organisasi merupakan suatu struktur hubungan manusia. Struktur

ini didesain oleh manusia dan karena itu tidak sempurna. Organisasi

bertumbuh dan bertambah matang sebagian melalui suatu skema yang

didesain dan sebagian lagi melalui keadaan yang tidak diatur. Elemen

pertumbuhan yang didesain adalah suatu respons rasional terhadap tekanan

dari dalam untuk memperluas atau untuk membentuk hubungan kembali

karena diperlukan secara fungsional (Muhammad, 2009: 23 – 25).

2.2. 3 Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi (organizational communication) terjadi

dalam suatu organisasi, bersifat formal danjuga informal, dan berlangsung

dalam suatu jaringan yang lebih besar daripada komunikasi kelompok.

Komunikasi organisasi seringkali melibatkan juga komunikasi diadik,

komunikasi antarpribadi dan adakalanya juga komunikasi publik.

Komunikasi formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi, yakni

komunikasi kebawah(downward communication), komunikasi keatas

(upward communication)dan komunikasi horizontal (horizontal

communication). Sedangkan komunikasi informal tidak bergantung pada

struktur organisasi, seperti komunikasi antarsejawat, juga termasuk gosip

(dalam Mulyana, 2005: 75).

Dalam kenyataannya masalah komunikasi senantiasa muncul

(9)

Universitas Sumatera Utara komunikasi ibarat sebuah mobil yang didalamnya terdapat rangkaian alat –

alat otomotif, yangterpaksa tidak berfungsi karena tidak adanya aliran

fungsi antara satu bagian dengan bagian yang lain. Conection komunikasi

merupakan sistem aliran yang menghubungkan dan membangkitkan

kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan sinergi

(Panuju, 2001: 1).

Menurut perspektif ilmu komunikasi, organisasi tidak terbentuk

karena adanya surat atau dokumen persetujuan, tetapi organisasi ada sejak

adanya interaksi atau komunikasi tertentu diantara orang – orang yang

menunjukkan bahwa mereka tengah berorganisasi. Singkatnya,

komunikasi membentuk organisasi dan komunikasi dalam organisasi atau

organisasi inilah yang menjadi perhatian atau teori komunikasi organisasi

(dalam Morissan, 2009: 25).

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi (Fajar, 2009: 125) :

• Fungsi Informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem proses

informasi(information-processing system).Maksudnya, seluruh aggota

dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih

banyak, lebih baik, dan tepat waktu. Informasi yang didapat

memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan

pekerjaannya secara lebih pasti. Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh

semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu

organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan

informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna

mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan

(bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di

samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan

kesehatan.

• Fungsi Regulatif

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang

(10)

Universitas Sumatera Utara dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini. Pertama, atasan

atau orang-orang yang berada dalam tatanan manajemen, yaitu mereka

yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang

disampaikan. Disamping itu, mereka juga mempunyai kewenangan untuk

memberi instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi

kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of outhority)

supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak

bergantung pada:

- Keabsahan pimpinan dalam menyampaikan perintah

- Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi

- Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pimpinan

sekaligus sebagai pribadi

- Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan

Selanjutnya, berkaitan dengan pesan.Pesan-pesan regulatif pada

dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan

kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh untuk dilaksanakan

• Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan

tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya

kenyataan ini maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk memersuasi

bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan

secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih

besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan

kewenangannya.

• Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang

memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan

baik. Ada dua saluran komunikasi formal, seperti penerbitan khusus dalam

organisasi tersebut (newsletter,bulletin) dan laporan kemajuan organisasi;

juga saluran komunikasi informal, seperti perbincangan antarpribadi

(11)

Universitas Sumatera Utara darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini menumbuhkan keinginan untuk

berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

2. 2. 4 Strategi Komunikasi

Semua aktifitas yang berhubungan dengan komunikasi sudah tentu

tidak asal jadi. Komunikasi manusia harus direncanakan, diorganisasikan,

ditumbuhkembangkan agar menjadi komunikasi yang lebih berkualitas,

salahsatu langkah penting adalah menetapkan “strategi komunikasi”. Dalam

banyak kasus komunikasi manusia, yang disebut strategi komunikasi yang

baik adalah strategi yang dapat menetapkan atau menempatkan posisi

seseorang secara tepat dalam komunikasinya sehingga dapat mencapai

tujuan komunikasi yang telah ditetapkan. Strategi adalah perspektif, posisi,

rencana dan pola.Strategi adalah jembatan yang menghubungkan kebijakan

dengan sasaran. Seperti yang dituangkan Liliweri bahwa strategi dan taktik

merupakan jembatan yang menghubungkan kesenjangan antara tujuan dan

alat yang dipakai untuk mencapai tujuan. Singkatnya, strategi adalah

konsep yang mengacu pada suatu jaringan yang kompleks dari pemikiran,

ide – ide, pengertian yang mendalam, pengalaman, sasaran, keahlian,

memori, persepsi dan harapan yang membimbing untuk menyusun suatu

kerangka pemikiran umum agar kita dapat memutuskan tindakan – tindakan

yang spesifik bagi tercapainya tujuan.

Keberadaan strategi tidak terlepas dari tujuan yang dicapai. Hal ini

ditunjukkan oleh suatu jaringan kerja yang membimbing tindakan yang

akan dilakukan, dan pada saat yang sama, strategi akan mempengaruhi

tindakan tersebut. Ini berarti bahwa prasyarat yang diperlukan untuk

merumuskan strategi adalah meningkatkan pemahaman tentang tujuan.

Artinya, setelah kita bersama – sama memahami hakikat dan makna suatu

tujuan, maka kita menentukan strategi untuk mencapai tujuan. Tanpa

tujuan, maka tindakan yang dibuat semata – mata sekedar suatu taktik yang

dapat meningkat cepat namun sebaliknya dapat merosot kedalam suatu

(12)

Universitas Sumatera Utara Contoh, setiap organisasi selalu merumuskan visi dan misi, itulah

tujuan ideal suatu organisasi. Berarti, jika organisasi tidak menetapkan

tujuan, baik secaraimplicit maupun secara eksplisit, yang tampak dalam

rumusan organisasi, maka kita juga tidak dapat merumuskan strategi untuk

mencapai tujuan yang masih samar – samar itu. Adanya tujuan

memberikankita peluang untuk merumuskan strategi yang dimulai dari

tataran operasional hingga ke tataran konseptual. Memang selalu ada resiko

jika kita merumuskan strategi yang tidak sesuai dengan tujuan, resiko

terbesar adalah kita akan kehilangan peluang dan semua usaha yang kita

lakukan akan sia – sia belaka.

Kata “strategi” berasal dari akar kata bahasa YunaniStrategosyang

secara harfiah berarti “seni umum”, kelak term ini berubah menjadi kata

sifat strategia berarti “keahlian militer” yang belakangan diadaptasikan

lagi kedalam lingkungan bisnis modern. Kata stratgeos bermakna sebagai:

1. Keputusan untuk melakukan suatu tindakan dalam jangka panjang

dengan segala akibatnya.

2. Penentuan tingkat kerentanan posisi kita dengan posisi para pesaing

(ilmu perang dan bisnis).

3. Pemanfaatan sumber daya dan penyebaran informasi yang

menguntungkan berdasarkan analisis geografis dan topografis.

4. Penemuan titik – titik kesamaan dan perbedaan penggunaan sumber

daya dalam pasar informasi.

Dengan demikian yang dimaksud dengan strategi komunikasi

adalah :

1. Strategi yang mengartikulasikan, menjelaskan dan mempromosikan

suatu visi komunikasi dan satuan tujuan komunikasi dalam suatu

rumusan yang baik.

2. Startegi untuk menciptakan komunikasi yang konsisten, komunikasi

yang dilakukan berdasarkan satu pilihan (keputusan) dari beberapa

(13)

Universitas Sumatera Utara 3. Strategi berbeda dengan taktik, strategi komunikasi menjelaskan

tahapan konkret dalam rangkaian aktifitas komunikasi yang berbasis

pada satuan teknik bagi pengimplementasian tujuan komunikasi.

Adapun taktik adalah satu pilihan tindakan komunikasi tertentu

berdasarkan startegi yang ditetapkan sebelumnya.

4. Adalah tujuan akhir komunikasi, strategi berperan memfasilitasi

perubahan perilaku untuk mencapai tujuan komunikasi manajemen

(Bank Dunia, 2001).

Karena itu, maka strategi komunikasi selalu dihubungkan dengan:

1. Siapa saya bicara.

2. Maksud apa saya bicara.

3. Pesan apa yang harus disampaikan kepada seseorang.

4. Cara bagaimana saya menyampaikan pesan kepada seseorang.

5. Bagaimana mengukur dampak pesan tersebut.

Tujuan Strategi Komunikasi

Ketika kita membayangkan strategikomunikasi, maka pikirkanlah

tentang tujuan dan materil apa yang ingin capai dan jenis materil apa saja

yang kita pandang dapat memberikan kontribusi bagi tercapainya tujuan ini.

Dalam bukunya, Alo Liliweri menjelaskankhusus untuk setiap tujuan

tertentu yang berkaitan dengan aktifitas kita, maka tujuan komunikasi

menjadi sangat penting karena meliputi:

a. Memberitahu (Announcing)

Tujuan pertama dari strategi komunikasi adalah announcing, yaitu

pemberitahuan tentang kapasitas dan kualitas informasi (one of the first

goals of your communications strategy is to announce the availability of

information on quality). Oleh karena itu, informasi yang akan dipromosikan

sedapat mungkin berkaitan dengan informasi utama dari seluruh informasi

yang demikian penting.

(14)

Universitas Sumatera Utara Informasi yang diberikan harus jelas dan tegas serta berisi tentang

hal-hal yang dapat membangkitkan semangat penerimanya. Pemilihan

kata-kata yang dapat menumbuhkan motivasi dan gerakan tubuh yang

menunjukkan sikap semangat serta positif akan jauh lebih baik. Intinya,

informasi yang disampaikan harus benar-benar menarik minat sehingga

pelaksanaannya dapat lebih optimal dan hasil yang dituju bisa dicapai.

c. Mendidik (Educating)

Tujuan strategi komunikasi yang berikut adalah

educating.Penyampaian pesan tidak hanya dapat dilakukan secara verbal

melalui kata-kata. Dapat juga diberikan melalui nonverbal berupa tindakan,

ekspresi, bahasa tubuh dan yang lainnya. Sikap yang baik, sopan santun dan

bersahaja dapat menjadi pelajaran yang dapat diikuti sekalipun tidak

diuraikan melaui perkataan dan penjelasan panjang lebar.

d. Menyebarkan Informasi (Informating)

Salah satu strategi komunikasi adalah menyebarluaskan informasi

kepada masyarakat atau audiens yang menjadi sasaran kita. Diusahakan

agara informasiyang disebarkan ini merupakan informasi yang spesifik dan

aktual, sehingga dapat digunakan konsumen. Apalagi jika informasi ini

tidak saja sekedar pemberitahuan, atau motivasi semata – mata tetapi

mengandung unsur pendidikan. Ini yang kitasebut sebagaistrategy of

informing.

e. Mendukung Pembuatan Keputusan (Supporting Decission Making)

Strategi komunikasi terakhir adalah startegi yang mendukung

pembuatan keputusan. Dalam rangka pembuatan keputusan, maka

informasi yang dikumpulkan, dikategorisasi, dianalisis sedemikian rupa,

sehingga dapat dijadikan informasi utama bagi pembuatan keputusan.

Praktik strategi komunikasi umumnya terdiri dari tiga esensi utama,

yaitu:

(15)

Universitas Sumatera Utara 2. Strategi dukungan.

3. Strategi integrasi.

Ketiga esensi tersebut membingkai praktik strategi komunikasi

dengan beberapa kriteria atau standar kualitas sebagaimana terlihat dalam

tabel dihalaman berikut ini :

Tabel 1.2

The communication vision is aligned

with, but distinc from, the

organization’s overall mission

Choose goals and

outcomes

Goals and outcomes are well defined,

measurable, and help guide a defined

plan of action

Select

target

audien

ces

Audiences are specific (not the

general public) and include key

decission makers or individuals with

influence on the issue

Develop messages

Messages are specific, clear,

persuasive, reflect audience values,

and include a solution or course of

action

Identify credible

messengers

Messengers are seen as credible by the

target audiences, and can be recruited

and available to the cause

Choose

communications

mechanism/outlets

Outlets (e.g. both in the air [media]

and on the ground) are choosen for

their access availability to target

(16)

Universitas Sumatera Utara Scan the context and

competition

Risks and contextual variables that

can affect communications success are

identified and factored into planning

when possible

Materials are developed in attractive,

accessible, and variets formats for

maximum exposure and visibility

Build valueable

partnerships

Linkages exist with internal and

externl stakeholders who can help

align with and carry the mesages

Train messengers

Internal and external messengers are

trained in key messages and are

consisted in their delivery

Conduct steady

outreach

Outreach and dissemination to

audiences through multiple outlets is

regular and sustained

Monitor and evaluate

Activities and outcomes are regularly

monitored and evaluated for purposes

of accountability and continous

improvement

communication at the

leadership level

Management understands and

supports communications as an

integral part of organizational viability

and success

Earmark sufficient

resources

Fundraising regularly includes

dedicated resources for

communication practice

Integrate

communications

throughout the

organization

Communications is seen as integral

part of every organizational project or

strategy

(17)

Universitas Sumatera Utara levels isolated function; most if not all staff

members have some knowledge

and/or participation in communication

efforts

Tabel diatas menunjukkan strategi komunikasi dimulai dengan:

1. Mengidentifikasi visi dan misi. Visi merupakan cita – cita ideal jangka panjang yang dapat dicapai oleh komunikasi. Rumusan visi biasanya

terdiri dari “beberapa kata” yang mengandung tujuan, harapan, cita – cita

ideal komunikasi. Dari rumusan visi itulah akan menjabarkan cita – cita

ideal ini.

2. Menentukan program dan kegiatan. Program dan kegiatan adalah serangkaian aktivitas yang harus dikerjakan, program dan kegiatan

merupakan penjabaran dari misi.

3. Menentukan tujuan dan hasil. Setiap program atau kegiatan biasanya mempunyai tujuan dan hasil yang akan diperoleh. Biasanya para

perumus kebijakan membuat definisi tentang tujuan dan hasil yang akan

dicapai.

4. Seleksi audiens yang menjadi sasaran. Perencana komunikasi menetukan kategori audiens yang menjadi sasaran komunikasi.

5. Mengembangkan pesan. Kriterianya dalah semua pesan yang dirancang sedapat mungkin memiliki isi (content) khusus, jelas,

perusasif, dan merefleksikan nilai – nilai audiens, tampilan isi yang

dapat memberikan solusi bagi masyarakat, atau menunjukkan tindakan

tertentu.

6. Identifikasi pembawa pesan(tampilan komunikator). Kriteria komunikator antara lain kredibilitas, kredibilitas dalam ilmu

pengetahuan, keahlian, profesional, dan keterampilan yang berkaitan

dengan isu tertentu.

(18)

Universitas Sumatera Utara atau pertukaran informasi. Kriteria media adalah media yang mudah

diakses atau yang paling disukai audiens, misalnya melalui radio, koran

kampung, dan leaflet.

8. Scan konteks dan persaingan. Kriterianya adalah menghitung resiko dan konteks yang akan mempengaruhi strategi komunikasi, misalnya

menghitung peluang untuk memenangkan persaingan dengan merebut

hati audiens.

Kegiatan berikutnya adalah implementasi strategi melalui lima

tahapan/jenis kegiatan, yaitu:

1. Mengembangkan materil untuk mengimplementasikan strategi.

2. Mengembangkan mitra yang bernilai.

3. Melatih para pembawa atau penyebar pesan.

4. Mengembangkan semacam tata aturan bagi kegiatan penyebarluasan

informasi kepada audiens misalnya melalui pemantauan, dan evaluasi

implementasi.

5. Mengontrol setiap tahapan/jenis kegiatan melalui kriteria dan standar

yang ada dikolom kanan dari tabel sebelumnya.

Pada bagian akhir dari strategi komunikasi organisasi tersebut terdiri

dari empat tahapan/jenis kegiatan, yaitu:

1. Mendukung komunikasi terutama pada level kepemimpinan.

2. Melengkapi sumber daya.

3. Mengintegrasikan komunikasi melalui organisasi.

4. Melibatkan staf pada semua level untuk memberikan dukungan dan

integrasi (keempat tahapan/jenis kegiatan tersebut dapat dikontrol

melalui kriteria dan standar yang ada di kolom kanan dari tabel

sebelumnya).

Strategi Sebagai Penentu Sukses

Strategi komunikasi sangat menentukan sejauh mana kita

(19)

Universitas Sumatera Utara misi komunikasi.Strategi berguna sebagai pembimbing komunikasi untuk

mencapai tujuan komunikasi. Kita ambil contoh seorang PR yang ingin

menyebarluaskan informasi tentang satu kebijakan baru dibidang

perpajakan, maka dia akan diminta membuat strategi komunikasi bagi para

perumus dan pengambil kebijakan pemasaran. Bisnis komunikasi dan

pemasaran sangat membutuhkan strategi komunikasi, karena melalui

strategiakan tampak rumusan tentang apa – apa yang akan diproses untuk

mencapai tujuan ini.

Ketika merumuskan strategi komunikasi, maka patut diperhatikan

bahwa perusahaan memerlukan informasi yang berkaitan dengan situasi

pemasaran, yang pasti informasi yang dimaksud berisi beberapa jawaban

atas pertanyaan berikut:

1. Apa, kapan (dan berapa banyak) kita memaksudkan dengan

berkomunikasi itu?

2. Dimana danbagaimana kita akan berkomunikasi?

3. Dengan media apa kita akan berkomunikasi?

4. Siapa yang berperan dalam tim komunikasi kita itu?

Belajar dari pengalaman

1. Review.Bagaimana kita dapat berkomunikasi di masa lalu, kini, dan

seharusnya di masa yang akan datang? Bagaimana komunikasi yang

terjadi itu efektif, bagaimana kita membuat komunikasi diterima

audiens?

2. Objective. Apa yang diinginkan agar komunikasi diterima? Adakah

tujuan kita itu SMART?

3. Audience. Siapa yang menjadi audiens, apakah kita mempunyai audiens

utama sebagai kelompok sasaran, atau adakah kelompok lain yang

harus dijadikan pula sebagai sasaran? Informasi seperti apakah yang

(20)

Universitas Sumatera Utara

4. Message.Pesan seperti apakah yang perlu dipersiapkan, apakah kita

mempunyai satu pesan untuk audiens yang begitu beragam, apakah kita

perlu pesan yang juga beragam?

5. Basket. Jenis komunikasi seperti apakah yang akan menghasilkan

produk terbaik?

6. Channels. Saluran apa yang digunakan untuk mempromosikan,

membagikan , dan menyebarluaskan suatu produk?

7. Resources. Jenis anggaran yang disediakan untuk satu proyek

komunikasi, apakah anggaran ini akan mengalami perubahan dimasa

yang akan datang?

8. Timing. Adakah batas waktu komunikasi, adakah penahapan yang perlu

dihitung dengan tepat, peristiwa spesial, atau peluang apakah yang akan

tumbuh?

9. Brand.Semua produk komunikasi yang dihasilkan merupakan “cap”

yang akan orang berikan kepada produk kita.

10. Feedback.Bagaimana kita mengetahui kapan strategi komunikasi kita

100% berhasil, adakah kita akan mengalami perubahan, bagaimana kita

dapat memiliki semua yang kita gunakan, misalnya alat, adakah

anggaran kita itu tepat waktu, dan adakah setiap pesan berpengaruh?

(Paul Baeyaert, 2005. Developing an External Communications

Strategy.Presentation at communicating European Research, November

14, 2005.)

Prinsip – Prinsip Strategi Komunikasi

1. Integrate. Adalah proses untuk menggabungkan (mengintegrasikan)

pelbagai aktivitas yang berkaitan dengan satu program komunikasi.

2. Straightforward. Katakanlah ini pada semua orang, kejujuran

menyertai perjalanan kita/ Honesty goes a long way.Inilah perjuangan

masa depan.

3. Succinct. Pesan strategis umumnya sangat pendek dan sederhana.

(21)

Universitas Sumatera Utara

5. Personalia. Bantulah pekerja untuk mengerti dampak personal,

pertanyaan yang esensi dari setiap komunikasi membutuhkan jawaban,

What’s in it for me?” Apa yang saya dapat dari komunikasi ini?

6. Memorable. Buatkan ukuran terhadap hasil komunikasi yang akan kita

lakukan, misalnya para pekerja dapat melakukan kegiatan komunikasi

100 kali setiap hari.

7. Multimedia. Gunakan metode dan media yang bervariasi, departemen

pemasaran Anda dapat mengajarkan Anda tentang komunikasi dengan

media ini.

8. Be Realistic. Hendaklah Anda realistis, tentukan dimanakah tempat

bagi orang – orang yang akan bertemu dengan Anda.

9. Be Results. Orientasikan kerja Anda pada komunikasi efektif yang

dapat diukur, adakan Anda mempunyai ukuran sukses komunikasi

dalam suatu tempat dan waktu? (Hewitt Associates, Shell Tower-Times

Square, Causeway Bay, Hong Kong, 2009.)

Berikut inidijelaskan tentang strategi untuk mencapai komunikasi

yang efektif:

1. Inovasi yang adaptif (Adaptive innovation). Jika Anda hendak berkomunikasi, maka Anda diminta untuk memperbarui produk dan

mekanisme kerja yang memudahkan hubungan antara perusahaan Anda

dan pelanggan. Inovasi adalah salah satu bentuk perubahan untuk

meningkatkan kualitas komunikasi. Oleh karena itu, inovasi yang

disarankan adalah bentuk materil atau nonmateril perubahan yang dapat

diadaptasikan ke dalam perusahaan Anda. Jangan memilih bentuk

inovasi yang malah membuat produk Anda tidak terjual di pasar.

2. Manajemen kewirausahaan (entrepreneurial). Menggambarkan suatu bisnis yang mengorientasikan para pekerjanya bekerja dengan kekuatan

sendiri untuk mencapai keuntungan. Pada umumnya, para wirausaha

mengerti betul moto ini: be the leader you seek, Anda hendaklah

(22)

Universitas Sumatera Utara 3. One Voice.Strategi komunikasi mengandalkan seluruh kerabat kerja di

perusahaan Anda harus “satu suara” untuk satu produk.

4. Sesuaikan waktu (Showtime). Istilah yang digunakan oleh para pelaku bisnis untuk menggambarkan semua komunikasi kita berada tepat

diatason stage. Prinsip “tetap di atas panggung” inilah yang perlu

disampaikan kepada pihak lain.

5. Strategi mempercepat (strategic speed). istilah yang berkaitan dengan bekerja cepat dan cerdas (working fast and smart), merupakan usaha

untuk mengisi peluang pasar.

6. Disiplin berdialog. Istilah iniberkaitan dengan pengawasan terhadap kata – kata yang diucapkan maupun yang dipresentasikan dalam

pertemuan bisnis.

Dalam bukunya Ilmu Komunikasi teori dan Praktek, Onong

UchjanaEffendymengatakan bahwa dalam meningkatkan kemampuan

komunikasi perusahaan, tentu adanya strategi yang dilakukan. Strategi

pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk

mencapai suatu tujuan. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan tersebut,

strategi tidakberfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah

saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik

operasionalnya.

Demikian pula dengan strategi komunikasi yang merupakan

paduan perencanaan komunikasi (communication planning) dengan

manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai

tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi ini harus mampu

menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis harus dilakukan,

dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu –

waktu bergantung pada situasi dan kondisi.

R. Wayne Pace, Brent D. Peterson dan M. Dallas Burnett dalam

bukunya, Technique for effective Communication (1979) menyatakan

bahwa tujuan sentral kegiatan komunikasi terdiri atas tiga tujuan utama,

(23)

Universitas Sumatera Utara a. to secure understanding

b. to establish acceptance

c. to motivate action

Pertama adalah to secure understanding, memastikan bahwa

komunikan mengerti pesan yang diterimanya. Andaikata ia sudah dapat

mengerti dan menerima, maka penerimaan itu harus dibina (to establish

acceptance). Pada akhirnya kegiatan dimotivasikan (to motivate action).

Strategi komunikasi sudah tentu bersifat makro yang dalam

prosesnya berlangsung secara vertical piramidal. Mestinya komunikasi

vertikal itu tidak hanya berlangsung dari atas ke bawah (downward

communication), tetapi juga dari bawah ke atas (upward communication).

(Onong: 1990:32)

2.2.5 Formasi Strategi Komunikasi 1. Komunikasi Kebawah

Komunikasi kebawah dalam organisasi berarti bahwa

informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada

mereka yang berotoritas lebih rendah.Biasanya kita beranggapan

bahwa informasi bergerak dari manajemen kepada para pegawai;

namun, dalam organisasi kebanyakan hubungan ada pada

kelompok manajemen (Davis, 1967). Komunikasi organisasi

seringkali bergerak kearah komunikasi manajerial yang perhatian

utamanya adalah komunikasi kebawah, membawa informasi

melalui kelompok manajemen dan kepada kelompok operatif. Ada

dua masalah utama: (1) jenis infrormasi apa yang disebarkan dari

tingkat manajemen kepada para pegawai dan (2) bagaimana

informasi tersebut disediakan.

(24)

Universitas Sumatera Utara Komunikasi keatas dalam sebuah organisasi berarti bahwa

informasi mengalir dari tingkat yang lebih rendah (bawahan)

ketingkat yang lebih tinggi (penyelia). Suatu permohonan

ataukomentar yang diarahkan kepada individu yang otoritasnya

lebih besar, lebih tinggi, atau lebih luas merupakan esensi

komunikasi keatas (Dalam Pace, 2005:189).

Pentingnya komunikasi keatas

Komunikasi keatas penting karena beberapa alasan, yaitu :

1. Aliran informasi keatas memberi informasi berharga untuk

pembuatan keputusan oleh mereka yang mengarahkan

organisasi dan mengawasi kegiatan orang – orang lainnya

(Sharma, 1979).

2. Komunikasi keatas memberitahukan kepada penyelia kapan

bawahan mereka siap menerima informasi dari mereka dan

seberapa baik bawahan menerima apa yang dikatakan kepada

mereka (Planty & Machaver, 1952).

3. Komunikasi keatas memungkinkan bahkan mendorong

omelan dan keluh kesah muncul ke permukaan sehingga

penyelia tahu apa yang mengganggu mereka yang paling

dekat dengan operasi – operasi sebenarnya (Conboy,1976).

4. Komunikasi keatas menumbuhkan apresisasi dan loyalitas

kepada organisasi dengan memberi kesempatan kepada

pegawai untuk mengajukan pertanyaan dan menyumbang

gagasan serta saran – saran mengenai operasi organisasi

(Planty & Machaver, 1952).

5. Komunikasi keatas mengizinkan penyelia untuk menentukan

apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran

informasi kebawah (Planty & Machaver, 1952).

6. Komunikasi keatas membantu pegawaimengatasi masalah

(25)

Universitas Sumatera Utara dengan pekerjaan mereka dan dengan organisasi tersebut

(Harriman, 1974).

Prinsip – prinsip komunikasi keatas :

Planty danMachaver (1952) mengemukakan tujuh prinsip

sebagai pedoman program komunikasi keatas :

a. Program komunikasi keatas yang efektif harus direncanakan

b. Program komunikasi keatas yang efektif berlangsung secara

berkesinambungan

c. Program komunikasi keatas yang efektif menggunakan

saluran rutin

d. Program komunikasi keatas yang efektif menitikberatkan

kepekaan dan penerimaan dalam pemasukan gagasan dari

tingkat yang lebih rendah

e. Program komunikasi keatas yang efektif mencakup

mendengarkan secara objektif

f. Program komunikasi keatas yang efektif mencakup tindakan

untuk menanggapi masalah

g. Program komunikasi keatas yang efektif menggunakan

berbagi media dan metode untuk menigkatkan aliran

informasi. (Dalam Pace, 2005: 184 – 194).

3. Komunikasi Horizontal

Komunikasi Horizontal adalah pertukaran pesan diantara

orang – orang yang sama tingkatan otoritasnya didalam organisasi.

Pesan yang mengalir menurut fungsi dalam organisasi diarahkan

secara horizontal.Pesan ini biasanya berhubungan dengan tugas –

tugas atau tujuan kemanusiaan, seperti koordinasi, pemecahan

masalah, penyelesaian konflik dan saling memberikan informasi.

(26)

Universitas Sumatera Utara - Mengkoordinasikan tugas –tugas.

- Saling membagi informasi untuk perencanaan dan aktivitas –

aktivitas. Ide dari banyak orang lebih baik daripada ide satu

orang. Oleh karena itu komunikasi horizontal sangatlah

diperlukan untuk mencari ide yang lebih baik.

- Memcahkan masalah yang timbul diantara orang – orang

yang berada dalam tingkat yang sama.

- Menyelesaikan konflik diantara anggota yang ada dalam

bagian organisasi dan juga antara bagian dengan bagian

lainnya.

- Menjamin pemahaman yang sama.

- Mengembangkan sokongan interpersonal (Dalam

Muhammad, 2009: 121).

2.2.6 Garuda Indonesia

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia

yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan

pelayanan penuh). Nama “Garuda” diberikan oleh Presiden

Soekarno dimana nama tersebut diambil dari sajak Belanda yang

ditulis oleh penyair terkenal pada saat itu., Noto Soeroto; “Ik ben

Garuda, Vishnoe’s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog bovine uw

einladen”, yang artinya, “saya Garuda, burung Vishnu yang

melebarkan sayapnya tinggi diatas kepulauan Anda”.

PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. adalah maskapai

pertama dan terbesar di Indonesia, dengan pendekatan berorientasi

“melayani”, Garuda Indonesia bertujuan menjadi penyedia layanan

terdepan bagi wisatawan dinegara ini sekaligus menyediakan

layanan pengiriman barang melalui udara. Grup Garuda Indonesia

pada saat ini memiliki lima anak perusahaan yakni PT Aerowisata,

PT GMF Aero Asia, PT Abacus Distribution System, PT Gapura

(27)

Universitas Sumatera Utara satu kesatuan legal independen, yang dibangun oleh perusahaan

untuk mendukung seluruh kegiatannya.

2.2.7Skytrax

Dilansir dari situs

perusahaan

mengenai

untuk menentukan maskapai, bandar udara, hiburan dalam

pesawat, staff, dan elemen perjalanan udara terbaik lainnya. Selain

survei ini, Skytrax juga memiliki forum maskapai penerbangan

tempat penumpang pesawat dapat memberikan ulasan untuk dilihat

oleh calon penumpang lain. Garuda Indonesia bergabung menjadi

salah satu anggota aliansi global SkyTeampada bulan Maret 2014

lalu. Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk

melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia

(Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea

Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).

2.3 Kerangka Pemikiran Gambar 1.2 Kerangka Pemikiran

(28)

Universitas Sumatera Utara Sumber : Peneliti (2015)

The World’s Best Cabin Crew

Gambar

Tabel 1.2
Tabel diatas menunjukkan strategi komunikasi dimulai dengan:
Gambar 1.2  Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan

Tujuan rekam medis adalah menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tanpa didukung suatu

Dalam hal ini, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Ali Wafa telah membuktikan bahwa meskipun pemerintah absen dalam hambatan dan kendala

Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua orang atau lebih, di mana perilaku atau tindakan seseorang akan mempengaruhi, mengubah,

Penempatan dan posisi jari meneka senar gitar tidak ada dalam gambar chord bahkan dalam video yang ada hanya terlihat dari satu arah sehingga bagi pemula akan begitu

Dari 20 indikator kinerja utama yang telah ditetapkan berdasarkan Penetapan Kinerja Tahun 2020 dan mengacu pada Rencana Strategis Bisnis RSMH Tahun 2020-2024, ada 4

Perbedaan antar varietas ditunjukkan baik oleh komponen pertumbuhan tanaman (jumlah cabang produktif dan bobot basah dan kering akar) maupun dari komponen produksi tanaman

Berdasarkan perbandingan rhitung dan rtabel maka indikator untuk variabel Product Quality (X3) nilai rhitung > rtabel pada setiap kolom yang menandakan bahwa item