2015
DIMAS
ERIK RIVALDI
JESSICA MIRANDA
M. RIZKI UBAIDILLAH
NINDYA AULIA PUTRI
(1401069)
RIEKE AMALUTHVIE T.
(1407186)
KELOMPOK 5
6/10/2015
PEMANFAATAN DAN
BAB I
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN
A. Strategi Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran
Kawasan pemanfaatan mungkin kawasan teknologi pembelajaran yang tertua di antara kawasan-kawasan lainnya, karena penggunaan bahan audio visual secara teratur menda hului meluasnya perhatian terhadap desain dan produksi media pembelajaran yang sistematis. Kawasan pemanfaatan berasal dari gerakan pendidikan visual yang tumbuh subur selama decade pertama abad ini dengan didirikannya museum-museum sekolah.
Fungsi pemanfaatan adalah penting, karena membicarakan kaitan antara pemelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran. Mengapa kita harus bersusah payah dengan pengadaan atau pembuatan bahan atau media pembelajaran, kalau akhirnya tidak dapat digunakan?. Untuk itulah pentingnya fungsi pemanfaatan. Dalam fungsi pemanfaatan ini menuntut adanya pengunaan deseminasi, impelementasi dan pelembagaan yang sistematis.
Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Sedangkan pemanfaatan media berarti penggunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar (AECT, 1994). Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Misalnya, bagaimana suatu film diperkenalkan atau “ditindak lanjuti” dan dipolakan sesuai dengan bentuk belajar yang diinginkan. Prinsip-prinsip pemanfaatan juga dikaitkan dengan karakteristik pemelajar. Seseorang yang belajar mungkin memerlukan bantuan keterampilan visual atau verbal agar dapat menarik keuntungan dari praktek atau sumber belajar.
yaitu pola pemanfaatan media dalam situasi kelas dan pola pemanfaatan media di luar situasi kelas. Penjelasan kedua pola tersebut dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
B.
Pola Pemanfaatan Media Pembelajaran
Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran, yaitu (1) pemanfaatan media dalam situasi kelas atau di dalam kelas, yaitu media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas, (2) pemanfaatan media di luar situasi kelas atau di luar kelas, meliputi (a) pemanfaatan secara bebas yaitu media yang digunakan tidak diharuskan kepada pemakai tertentu dan tidak ada kontrol dan pengawasan dad pembuat atau pengelola media, serta pemakai tidak dikelola dengan prosedur dan pola tertentu, dan (b) pemanfaatan secara terkontrol yaitu media itu digunakan dalam serangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan untuk dipakai oleh sasaran pemakai (populasi target) tertentu dengan mengikuti pola dan prosedur pembelajaran tertentu hingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut, (3) pemanfaatan media secara perorangan, kelompok atau massal, meliputi (a) pemanfaatan media secara perorangan, yaitu penggunaan media oleh seorang saja (sendirian saja), dan (b) pemanfaatan media secara kelompok, baik kelompok kecil (2—8 orang) maupun kelompok besar (9—40 orang), (4) media dapat juga digunakan secara massal, artinya media dapat digunakan oleh orang yang jumlahnya puluhan, ratusan bahkan ribuan secara bersama-sama.
dicapai, (2) isi materi pelajaran, (3) strategi belajar mengajar yang digunakan, (4) karakteristik siswa yang belajar. Karakteristik siswa yang belajar yang dimaksud adalah tingkat pengetahuan siswa terhadap media yang digunakan, bahasa siswa, artinya isi pesan yang disampaikan melalui media harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berbahasa atau kosakata yang dimiliki siswa sehingga memudahkan siswa dalam memahami isi materi yang disampaikan melalui media. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jumlah siswa. Artinya media yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jumlah siswa yang belajar.
C.
Pola Pemanfaatan Media dalam Situasi Kelas
Pemanfaatan media dalam situasi kelas adalah penggunaannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas. Dan dalam merencanakan pemanfaatannya harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
· Tujuan yang akan dicapai
· Materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan · Strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan.
Jadi penggunaan atau pemanfaatan media dalam situasi kelas adalah benar-benar harus mempertimbangkan ketiga hal tersebut. Dan yang terpenting adalah media yang disajikan di ruang kelas di mana guru dan siswa hadir bersama-sama dapat berinteraksi secara langsung (face to face). Disamping mempertimbangkan ketiga hal di atas juga tentunya harus memungkinkan dilihat dari sisi biaya, berat dan ukuran, kemampuan siswa untuk menggunakannya dan tidak membahayakan bagi penggunanya atau dengan kata lain harus praktis, ekonomis, dan mudah untuk digunakannya.
D.
Pola Pemanfaatan Media di Luar Situasi Kelas
Pemanfatan media secara bebas adalah media yang digunakan tanpa diawasi dan dikontrol, pemakai menggunakan menurut kebutuhan masing-masing. Contohnya adalah pemakaian kaset pelajaran bahasa inggris dan pemanfaatan program siaran radio pendidikan. Sebaliknya, pada pola pemanfaatan media di luar situasi kelas yang terkontrol adalah media yang digunakan dalam rangkaian kegiatan diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya pemanfaatan siaran radio untuk penataran guru dan pemanfaatan media untuk mencapai ijazah penyetaraan atau persamaan. Sedangkan yang terakhir yaitu cara pemanfaatan media untuk perseorangan atau sendirian saja, dan juga untuk kelompok atau massal.
Beberapa syarat umum yang harus dipenuhi dalam memanfaatkan media untuk proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Media pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
b. Media pembelajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar
c. Media pembelajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar d. Media pembelajaran juga harus sesuai dengan kondisi individu siswa
e. Media pembelajaran tersebut merupakan perantara (medium) dalam proses pembelajaran siswa.
Sebagai contoh dari pemanfaatan media untuk pembelajaran adalah dicontohkan oleh Sadiman (1993: 202) sebagai berikut:
mengisi kebutuhan tenaga-tenaga muda tingkat pendidikan tinggi yang mempunyai kemampuan teknis untuk bekerja di kantor-kantor pemerintah maupun perusahaan. Di samping untuk meningkatkan daya tampung perguruan tinggi yang hanya baru mampu menampung 4 % dari lulusan pendidikan menengah.
Secara struktural, program ini berada di bawah Departemen pendidikan dan penguasa Pusat Televisi nasional di Peking dan bersifat formal. Siaran sentral dari UTC pusat dipeking ini akan dirilei oleh UTC-UTC di daerah yang diperbolehkan menyelenggarakan program local yang dianggap sesuai. Dalam penyelenggaraan program utama, UTC pusat bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengadakan program-program siaran televisi, buku latihan, pedoman guru, maupun pemilihan buku teks serta penyiaran. Sedangkan UTC daerah akan memancarkan ulang siaran tersebut ke khalayak setempat dan menyediakan tutor dan sarana ruang belajar di tempat asal peserta tersebut. UTC memberi kesempatan belajar baik untuk yang bermaksud penuh maupun yang tidak, dan hasilnya 90% peserta tersebut memperoleh kemajuan menggembiarakan.
Dari contoh di atas, maka supaya media dapat digunakan secara efektif dan efesien, menurut Sadiman (1993) ada 3 (tiga) langkah utama yang perlu diikuti dalam memanfaatkan atau menggunakan media, yaitu:
1) Persiapan sebelum menggunakan media. Maksudnya adalah jika penggunaan media agar dapat berjalan dengan baik maka perlu membuat persiapan yang baik pula. Misalnya dengan cara mempelajari petunjuk-petunjuk penggunaannya terlebih dahulu, memperispkan peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media tersebut, dan lain sebagainya. Agar ketika dalam waktu pelaksanaannya tidak ada masalah yang berakibat tidak efektifnya proses pembelajaran yang melibatkan media.
menghindarkan gangguan-gangguan yang dapat mengganggu perhatian dan konsentrasi.
3) Kegiatan Tindak Lanjut. Yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menjajagi apakah tujuan telah tercapai dan juga untuk memantapkan pemahaman terhadap materi pembelajaran yang disampaikan melalui media tersebut.
E.
Pemanfaatan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar
Belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diriseseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dansebagainya. Belajar merupakan kegiatan utama dari seluruh proses pendidikan, dalam proses belajarterjadi perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang merupakan hasil dari pengalamannya sendiriatau pun interaksi dengan lingkungan. Perpustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar individuyang bersangkutan, dan dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri sehingga dapat membantuindividu yang bersangkutan dalam proses pembelajarannya
Tidak semua perubahan dapat dikatakan sebagai bagian dari proses belajar, beberapa perubahanmungkin terjadi diakibatkan oleh peristiwa yang terjadi pada individu-individu yang bersangkutan,perubahan yang mungkin terjadi akibat kondisi politik, sosial,ekonomi, teknologi dan lain sebagainya.Adapun ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar menurut Slameto adalah :
a.Perubahan terjadi secara sadarPerubahan seperti ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahanitu atau ia merasakan adanya perubahan yang terjadi dalam dirinya.
Proses tersebut berlangsung secara berkesinambungan, tidak statis. Satu perubahanyang menyebabkan perubahan berikutnya akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajarberikutnya.
c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktifDalam proses belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untukmemperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, makin banyak usaha yangdilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh. Perubahan yang bersifat aktifartinya adalah perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individusendiri.
d.Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementaraPerubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwatingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.
e.Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarahDalam proses belajar, perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang ingin dicapai.Perbuatan belajar akan mengarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
f.Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah lakuPerubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahankeseluruhan tingkah laku yang mencakup sikap, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya.Banyak sekali para ahli yang menerjemahkan pengertian dari belajar. Diantara para ahli yang menerjemahkan arti belajar yaitu:
b.James O. Wittaker mengatakan bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkahlaku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. (Ahmadi, 2004: 126)
c. Howard L. Kingsley mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. (Ahmadi, 2004: 127)
d.Witherington dalam bukunya Educational Psychology mengatakan bahwa belajar adalah suatuperubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yangberupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian. (Purwanto, 2004: 84)
e.Hilgard dan Bower, belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan atau menguasaipengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasiatau menemukan (Nuryanti, 2009 : 2)
Belajar dapat disimpulkan sebagai perubahan yang mencakup seluruh aspek tingkah laku, sikapkebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya yang terjadi secara sadar, bersifat kontinu,positif dan aktif serta memiliki tujuan yang ingin dicapai, dalam prosesnya, pembelajaran membutuhkansumber-sumber belajar yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, sehingga tujuanpembelajaran dapat tercapai.
Sumber Belajar
Sumber belajar adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar- mengajar, baiksecara langsung maupun tidak langsung, sebagian atau keseluruhan, sementara itu Torklesson (1965) berpendapat
Pengertian sumber belajar secara sederhana disebutkan misal nya : buku-buku, atlas,brosur, ensiklopedi, majalah, koran, dan lain sebagainya.Sementara Sudrajat 4
berpendapat Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baikberupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baiksecara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapaitujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.Sumber belajar dapat memberikan informasi kepada individu yang bersangkutan tentang apa yangtengah dipelajari nya, sumber belajar ini sudah barang tentu sangat membantu individu dalam prosesbelajar yang bersangkutan. Sumber belajar dapat menjadi sumber rujukan dan mempermudahseseorang memahami persoalan yang tengah dihadapinya dalam proses belajar mengajar.
F.
Jenis-jenis Sumber Belajar
Sudjana berpendapat bahwa sumber belajar dibedakan menjadi dua yaitu : Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001: 76)
Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secarakhusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untukmemberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. b.Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) , yaitu sumber belajar yangtidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan,diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
Menurut Karti Soeharto,sumber belajar digunakan untuk memfasilitasi manusia belajar agar lebihefektif dan efisien , adapun manfaat dari sumber belajar ini antara lain :
1.Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkrit dan langsung. Misalnya; pergiberdarmawisata ke pabrik-pabrik, ke pelabuhan, ke pusat-pusat tenaga listrik, dan lain sebagainya.
2.Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin di adakan, dikunjungi atau dilihat secara langsung.Misalnya; model, denah, foto, film, dan lain sebagainya.
3.Dapat menambah luas dan cakrawala sajian yang ada didalam kelas. Misalnya; buku teks, foto, film,nara sumber, dan lain sebagainya.
4. Dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Misalnya; buku teks, buku bacaan,encyclopedia, majalah, nara sumber dan lain sebagainya.5.
Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan baik dalam lingkup makro maupun dalamlingkup mikro. Misalny; penggunaan modul untuk UT dan BJJ (makro), simulasi pengaturanlingkungan yang menarik, penggunaan OHP dan film (mikro).6.
Dapat memberikan motivasi positif, lebih-lebih bila diatur dan dirancang secara tepat.7.
Memilih Sumber Belajar Sudjana berpendapat 7
memilih sumber belajar hadus didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu,
yaitukriteria secara umum dan kriteria yang hendak dicapai secara tujuan, berikut ini adalah penjelasannya :a.
Kriteria Umum
1.
Ekonomis dalam pengertian murah. Ekonomis tidak berarti harganya selalu harus rendah.Bisa saja dana pengadaan sumber belajar itu cukup tinggi, tetapi
pemanfaatannya dalam jangka panjang terhitung murah.2.
Praktis dan sederhana, artinya tidak memerlukan pelayananan yang
menggunakanketerampilan khusus yang rumit serta pengadaan sampingan yang sulit dan langka.Semakin praktis dan sederhana sumber belajar itu, semakin perlu diprioritaskan untukdipilih dan digunakan.
6
Sudjana (2001 : 84)
PEMANFAATAN MEDIA DAN PERPUSTAKAAN
Pribadi, Benny A. dan Katrin, Yuni (2008) Buku Materi Pokok Media Teknologi. Jakarta: Universitas Terbuka.
1. Pemanfaatan Media dan Perpustakaan B. Karakteristik dan Klasifikasi Media
Media mempunyai beberapa karakteristik yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk membuat klasifikasi. Karakteristik tersebut, menurut Jerold Kemp (1986), yaitu: 1. kemampuan dalam mempresentasikan gambar (presentation)
2. faktor ukuran (size): besar atau kecil
3. faktor warna (color): berwarna atau hitam putih 4. faktor gerak: diam atau bergerak
5. faktor bahasa: tertulis atau lisan
6. faktor keterkaitan antara unsur gambar dan suara: gambar saja, suara saja atau gabungan antara gambar dan suara
Semua karakteristik ini dapat membedakan jenis media yang satu dengan jenis media yang lain. Pemilihan jenis media yang akan digunakan untuk keperluan komunikasi informasi sebaiknya mempertimbangkan karakteristik dan klasifikasi media.
Klasifikasi media:
1. Robert Heinich, dkk. (1986):
§ Gambar yang diproyeksikan (projected visuals) § Media suara (audio media)
§ Sistem multi media (multi media system) § Film
§ Televisi § Komputer
2. Jerold Kemp dan Diane K. Dayton (1985): § Media cetak
§ Media yang dipamerkan (displayed media) § Overhead transparancy
§ Rekaman suara
§ Slide-suara dan film strip § Presentasi multi gambar § Video dan film
§ Pembelajaran berbasis komputer (computer based instruction) C. Keuntungan Dalam Memanfaatkan Media
Kontribusi media dalam proses komunikasi informasi adalah sebagai berikut: a. informasi yang dikomunikasikan menjadi lebih standar
d. memungkinkan terjadinya proses belajar secara individual D. Peran Komputer Dalam Perpustakaan
Pada umumnya komputer di perpustakaan untuk berbagai keperluan: 1. pengetikan (word processor)
2. desain dan pembuatan grafis (graphic design) 3. penyimpanan data (data storage)
4. pengolahan data (data analysis) 5. telekomunikasi (communication)
G. Tujuan Pemanfaatan Media
Pemanfaatan media di perpustakaan harus diarahkan untuk mencapai misi pelayanan yang meliputi pelayanan program pendidikan, informasi, kebudayaan, hobi, dan rekreasi. Pemanfaatan media memiliki beberapa tujuan yaitu: untuk memotivasi perilaku tertentu (to motivate), menyampaikan informasi (to inform) dan pembelajaran (to instruct).
yaitu: isi pesan/informasi, tujuan, kesesuaian, biaya, kualitas teknis, faktor pemakaian, uji coba dan validasi.
Medium overhead transparansi, misalnya memerlukan adanya faktor penunjang seperti aliran listrik dengan kapasitas yang sesuai, proyektor dan layar. Jika sebuah perpustakaan ingin membeli atau menggunakan medium tertentu, maka faktor penunjang untuk pemanfaatan medium tersebut perlu disediakan.
Penggunaan media dapat mengatasi masalah “ruang” dalam upaya individu
memperoleh pengetahuan dan informasi. Pengetahuan dan informasi tentang suatu objek yang berada pada jarak yang jauh dapat dikomunikasikan melalui media tertentu. Medium slide suara, contohnya, dapat mengkomunikasikan informasi tentang Candi Borobudur pada pemirsa yang berada pada lokasi geografis yang cukup jauh
Empat jenis layanan perpustakaan oleh Beenham dan Morrison (1991):
1. menyediakan fasilitas untuk pengembangan individu dan kelompok dari berbagai level pendidikan
2. memberikan pelayanan dan jasa untuk mendapatkan anekaragam informasi dan ilmu pengetahuan
3. sebagai pusat pengembangan kebudayaan dan seni
4. sebagai pusat pengembangan hobi, rekreasi untuk mengembangkan minat dan kesenagan
1. untuk memotivasi perilaku tertentu (to motivate): mempengaruhi sikap, nilai dan emosi. Contoh: film, video.
2. menyampaikan informasi (to inform): mempresentasikan dan menyajikan informasi untuk individu maupun kelompok namun tidak menuntut penerimanya memberikan respon. Contoh: transparansi, slide.
3. pembelajaran (to instruct): sebagai alat bantu aktivitas pembelajaran, membantu pemakai untuk memahami informasi dan ilmu pengetahuan, bisa untuk mengatasi keterbatasan waktu dan ruang, bisa diulang-ulang, bisa untuk mengatasi pencarian informasi yang sulit, bisa sebagai medium untuk menggabungkan pengalaman baru dan pengalaman yang telah diperoleh. Contoh: media slide, film, video, kaset
Pertimbangan memilih media: 1. Isi (content)
2. Tujuan (purpose)
3. Kesesuaian (appropriateness) 4. Beaya (cost)
5. Kualitas teknis (technical quality)
6. Faktor pemakaian (circumtances of use) 7. Ujicoba (verifikasi)
BAB II
MEDIA BERBASIS AUDIO-VISUAL
Menurut Wina Sanjaya (2010) media audio visual yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya rekaman video, film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan menarik.
Media audio visual terdiri atas audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slide), film rangkai suara. Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video cassette. Dan dilihat dari segi keadaannya, media audio visual dibagi menjadi audio visual murni yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film audio cassette. Sedangkan audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder. Dalam hal ini, media audio visual yang digunakan yaitu film atau video. Video sebenarnya berasal dari bahasa Latin, video-vidi-visum yang artinya melihat (mempunyai daya penglihatan); dapat melihat (K. Prent dkk., Kamus Latin-Indonesia, 1969: 926). Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 1119) mengartikan video dengan: 1) bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi; 2) rekaman gambar hidup untuk ditayangkan pada pesawat televisi. Senada dengan itu, Peter Salim dalam The Contemporary English-Indonesian Dictionary (1996:2230) memaknainya dengan sesuatu yang berkenaan dengan penerimaan dan pemancaran gambar. Tidak jauh berbeda dengan dua definisi tersebut, Smaldino (2008: 374) mengartikannya dengan “The storage of visuals and their display on television-type
screen” (penyimpanan/perekaman gambar dan penanyangannya pada layar televisi).
apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi.
Azhar Arsyad (2002) menyatakan film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinu. Sama halnya dengan film, video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan film dan video melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik sendiri. Kedua jenis media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan. Mereka dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap.
2.2 Alasan Memilih Media Berbasis Audio-Visual dalam Proses
Pembelajaran
Mengajar dapat dipandang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar. Sedangkan yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perbahan tingkah laku melalui pengalaman. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Oleh karena itu media yang digunakan dalam proses pembelajaran juga memerlukan perencanaan yang baik.
dipilih itu tepat dan sesuai dengan prinsip-prinsip pemilihan, perlu juga memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
a. Objektivitas. Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
b. Program Pengajaran. Program pengajaran yang akan disampaikan keada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalamannya.
c. Sasaran Program. Media yang digunakan harus dilihat kesesuaiananya dengan tingkat perkembangan anak didik, baik dari segi bahasa, sombol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan penyajian maupun waktu penggunaannya. d. Situasi dan kondisi. Yakni situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan, baik ukuran, perlengkapan, maupun ventilasinya, situasi serta kondisi anak didik yang akan mengikuti pelajaran baik jumlah, motivasi, dan kegairahannya.
e. Kualitas teknik. Terkait pengecekan keadaan media sebelum digunakan. Selanjutnya dalam menggunakan media pembelajaran, hendaknya guru
memperhatikan sejumlah prinsip-prinsip tertentu agar penggunaan media dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip yang dimaksudkan dikemukakan oleh Nana Sudjana (1991) sebagai berikut :
1) Menetukan jenis media dengan tepat;
2) Menetapkan atau mempertimbangkan subyek dengan tepat; 3) Menyajikan media dengan tepat;
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpukan bahwa dalam pemilihan metode pembelajaran tentunya membutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat membantu seorang guru dalam menyampaikan pesan bisa lebih jelas dan dipahami oleh siswa. Selain itu media pembelajaran dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar yang baru dalam diri siswa. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah meda audio visual. Media ini mempunyai kemampuan yang lebih, karena media ini mengandalkan dua indera sekaligus, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan. Dengan media tersebut diharapkan bisa membangkitkan motivasai dalam belajar dan memperjelas materi yang disampaikan. Ada banyak kelebihan video ketika digunakan sebagai media pembelajaran di antaranya menurut Nugent (2005) dalam Smaldino dkk. (2008: 310), video merupakan media yang cocok untuk pelbagai ilmu pembelajaran, seperti kelas, kelompok kecil, bahkan satu siswa seorang diri sekalipun. Hal itu, tidak dapat dilepaskan dari kondisi para siswa saat ini yang tumbuh berkembang dalam dekapan budaya televisi, di mana paling tidak setiap 30 menit menayangkan program yang berbeda. Dari itu, video dengan durasi yang hanya beberapa menit mampu memberikan keluwesan lebih bagi guru dan dapat mengarahkan pembelajaran secara langsung pada kebutuhan siswa.
Selain itu, menurut Smaldino sendiri, pembelajaran dengan video multi-suara bisa ditujukan bagi beragam tipe pebelajar. Teks bisa didisplay dalam aneka bahasa untuk menjelaskan isi video. Beberapa DVD bahkan menawarkan kemampuan memperlihatkan suatu objek dari pelbagai sudut pandang yang berbeda. Disc juga memberikan fasilitas indeks pencarian melalui judul, topik, jejak atau kode-waktu untuk pencarian yang lebih cepat.
mampu membuat karakter berasa lebih hidup. Selain itu menonton video, setelah atau sebelum membaca, dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap materi ajar.
Lebih dari itu, manfaat dan karakteristik lain dari media video atau film dalam meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pembelajaran, di antaranya adalah (Munadi, 2008: 127; Smaldino, 2008: 311-312):
a) Mengatasi jarak dan waktu
b) Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat
c) Dapat membawa siswa berpetualang dari negara satu ke negara lainnya, dan dari masa yang satu ke masa yang lain.
d) Dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan e) Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat. f) Megembangkan pikiran dan pendapat para siswa g) Mengembangkan imajinasi
h) Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistic
i) Mampu berperan sebagai media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial yang akan dibedah di dalam kelas
2.3 Manfaat Mengguanakan Media Berbasis Audio-Visual
Beberapa manfaat menggunakan media berbasis Audio visual yaitu karena kelebihan atau keuntungan dari media tersebut, diantaranya :
a) Film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, praktik, dan lain-lain. Film merupakan
pengganti alam sekitar dan bahkan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat, seperti cara kerja jantung ketika berdenyut;
b) Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu.
c) Disamping mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya.
d) Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa.
e) Film dan video dapat menyajikan eristiwa yang berbahya bila dilihat secara langsung;
f) Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan.
BAB IV MEDIA VISUAL
A.
Pengertian Media V
isualDi dalam dunia pendidikan tentu kita mengenal media pembelajaran, media pembelajaran merupakan saluran atau jembatan dari pesan- pesan pembelajaran yang disampaikan oleh sumber pesan kepada penerima pesan.kemudian media dapat di bagi dalam berbagai macam,saah satuny adalah media visual.Media visual merupakan penyampaian pesan atau informasi secara teknik dan kreatif yang mana menampilkan gambar, grafik serta tata dan letaknya jelas,sehingga peneria pesan dan gagasan dapat diterima sasaran.Apabila dikaitkan antara media visual dan pembelajaran maka pembelajaran itu akan menarik, efektif dan efesien apabila menggunakan media visual sebagai sebagai media pembelajaran nya.dipilih media visual karena kita harus ingat bahwa peserta didik khususya nak-anak terutama siswa sekolah dasar karena mereka masih berfikir konkrit, semua yang guru utarakan atau sampaikan harus mereka buktikan sendiri dengan mata mereka, kemudia media visual merupakansumber belajar yang berisikan pesan atau materi pelajaran yang di buat secara menarikdalam bentuk kombinasi gambar,teks,gerak dan animasi yang di sesuaikan dengan usia peserta didik yang dapat menarik peserta didik dalam belajar, sehingga pembelajaran akan menyenangka dan tidak menjenuhkan.
Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dansiswa harus berinteraksi dengan visual ( image ) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Dengan demikian media visual dapat diartikan sebagai alat pembelajaran yang hanya bisa dilihat untuk memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan akan isi materi pelajaran.
Media Visual yang bergerak ialah media yang dapat menampilkan atau membiaskan gambar atau bayangan yang dapat bergerak di layar bias, seperti: bias gambar-gambar yang ditampilkan oleh motion picture film dan loopfilm.
Masing-masing media baik yang bergerak maupun yang tak bergerak dilihat penggunaannya tak lepas dari kelebihan dan keterbatasan yang ada, tergantung pada situasi dan kondisi pengoperasiannya.
B.
Fungsi dan Manfaat Media Visual.
Media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan.
Manfaat media visual dalam pembelajaran sebagai berikut:
bias dalam bentuk nyata, miniature,model, maupun bentuk gambar-gambaryang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media visual memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya
3. Media visual dapat menanamkan konsep dasar,yang benar ,konkrit dan realistiskan.
4. Media visual membangkiktan .keinginan dan minat baru
5. Media visual akan mengakibatkan perubahan efektif ,kognitif dan psikomotorik 6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Dengan demikian media visual sangatlah berperan penting dalam proses belajar mengajar.karena media visual memiliki peran yaitu memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik .peserta didik akan terbantu dalam memahami materi yang komplek. Pemanfaatan media visual juga berperan bagi peserta didik.
C.
Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Visual.
fasilitatorpun menjadi factor yang sangat penting, karena pendidik harus dapat merangsang dan memberikan dorongan untuk dapat menumbuh kembangkan kreativitas siswa sehingga aka terasa kebermaknaan nya suatu pembelajaran.serta guru harus menguasai betul bagaimana menerapkan media yang sesuai. Secara garis besar prinsip pemilihan media visual di kategorikan sebagai berikut : 1. Ketepatan dalam pemilihan media visual,dimana menyebabkan proses pembelajaran menjadi lancer dan materi yang disamapaikan dapat dipahami oleh peserta didik.
2. Buatlah media visual agar efektif yaitu bentuk media visual dibuat sesederhan mungkinagar mudah di pahami.
3. Media visual yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
4. Media visual harus bersifat fleksibel, sehingga tidak menyulitkan peserta didik dalam memahami
5. Gunakan gambar untuk membedakan dua konsep yang berbeda
Keterangan gambar harus dicantumkan secara garis besar dan penggunaan warna harus realistic.
D. Kelebihan dan Kekurangan Media Visual.
Kelebihan media visual:
1. Repeatable, dapat dibaca berkali-kali denga menyimpannya atau mengelipingnya.
2. Analisa lebih tajam,dapat membuat orang benar-benr mengerti isi berita dengan analisa yng lebih mendalam dan dapt membuat orang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan.
Kekurangan media visual: 1. Lambat, dan kurang praktis
2. Tidak adanya udio, media visual hanya berbentuk tulisan tentu tidak dapat didengar sehingga kurang mendetail materi yang disampaikan.
3. Visual yang terbatas, media ini hanya dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili isi berita.
4. Produksi, biaya produksi cukup mahal karena media cetak harus menyetak dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati oleh masyarakat.
E.
Macam-macam Media Visual
1. Media yang tidak diproyeksikan
a. Media realia adalah benda nyata.
Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
1. Gambar atau foto adalah media yang paling umum dipakai. Gambar/ foto merupakan bahasa yang paling umum sehingga mudah dimengerti.
Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran adalah:
a. Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit.
b. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
c. Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. d. Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk
tingkat usia berapa saja.
e. Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
3. Diagram Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada. Ciri-ciri dari sebuah diagram yang baik adalah:
a. Benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu.
b. Cukup besar dan ditempatkan strategis.
c. Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
4. Bagan/Chart. Terdapat dua jenis chart yaitu chart yang menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree chart), bagan alir (flow chart), ataubagan garis waktu (time line chart). Bagan atau chart Berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual lain seperti gambar, diagram, atau lambing-lambang verbal. Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah:
a. Dapat dimengerti oleh pembaca.
b. Sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit.
c. Diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya tarik.
secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
6. Kartun yaitu penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Kegunaan kartun dalam pengajaran dapat memperjelas rangkaian isi bahan dalam satu urutan logis atau mengandung makna.
Pemilihan kartun yaitu:
a. Pemakaiannya sesuai dengan tingkat pengalaman. b. Kesederhanaan.
c. Lambang yang jelas.
Penggunaan kartun yaitu:
a. Untuk motivasi. b. Sabagai ilustrasi. c. Untuk kegiatan siswa.
7. Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
8. Papan planel yaitu papan yang dilapisi kain flannel untuk menyajikan gambar atau kata- kata yang mudah ditempel dan mudah pula diepas. Papan planel merupakan media visual yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.
Kelemahannya papan planel, antara lain sebagai berikut :
a. Walaupun bahan flanel dapat menempel pada sesamanya, tetapi hal ini tidak menjamin pada “bahan yang berat”, karena dapat lepas bila ditempelkan.
b. Bila terkena angin sedikit saja, bahan yang ditempel pada papan flanel tersebut akan berhamburan jatuh.
a. Karena kesederhanaan papan flanel dapat dibuat sendiri oleh guru. b. Dapat dipersiapkan terlebih dahulu dengan teliti.
c. Dapat memusatkan perhartian siswa terhadap suatu masalah yang dibicarakan.
d. Dapat menghemat waktu pembelajaran karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan dan peserta didik dapat melihat sendiri secara langsung.
9. Papan Buletin berfungsi untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Papan ini adalah papan biasa tanpa dilapisi kain flannel. Gambar- gambar atau tulisan- tulisannya biasanya langsung ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel lainnya. Kelebihan media grafis, antara lain sebagai berikut :
a. mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
b. Dapat dilengkapi dengan warna- warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
c. Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan media grafis, antara lain sebagai berikut :
a. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
b. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual. 2. Media bahan cetak
Media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/ printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikan pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Jenis media bahan cetak diantaranya adalah :
dan ruang lingkup GBPP tiap bidang studi tertentu. Dalam memilih sebuah buku sebaiknya diperhatikan hal- hal sebagai berikut :
1. Substansi materi.
2. Memiliki daya tarik.
3. Mudah dipahami.
4. Mudah dibaca.
b. Modul yaitu suatu paket yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna kepentingan belajar siswa. Satu paket modul biasanya memiliki komponen petunjuk guru, lembaran kegiatan siswa, lembaran kerja siswa, kunci lembaran kerja, lembaran tes, dan kunci lembaran tes. Dalam memilih modul sebaiknya diperhatikan hal sebagai berikut :
1. Substansi materi relevan dengan kompetensi dasar atau materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.
2. Modul tersusun secara lengkap, paling tidak mencakup antara lain; judul, pernyataan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik, petunjuk menggunakannya, informasi, langkah kerja, dan penilaian.
3. memberikan penjelasan secara lengkap tentang definisi, klasifikasi, prosedur, perbandingan, rangkuman dan sebagainya.
4. Padat pengetahuan.
5. Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
6. Kalimat yang disajikan singkat, jelas.
7. Menuntun guru dan siswa sehingga mudah digunakan.
8. Beberapa modul dapat di download dari internet.
bahan ajaran, pertanyaan, dan balikan/ respons dari pertanyaan bingkai lain.
Kelebihan media bahan cetak, antara lain:
1. Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang banyak.
2. Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing- masing.
3. Dapat dipelajari kapan saja dan dimana karena mudah dibawa.
4. Akan lebih menarik bila dilengkapi dengan gambar dan warna.
5. Perbaikan/ revisi mudah dilakukan.
Kelemahan media bahan cetak, antara lain :
1. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
3. Apabila jilid dan kertasnya jelek akan mudah rusak dan robek.
d. Media Gambar Diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media gambar diam ini adalah foto.Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihal sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi dasar. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. Sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari.
2. Gambar bermakna dan dapat dimengerti sehingga, si pembaca gambar benar-benar mengerti, tidak salah pengertian.
gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar apa-apa.
Dalam memilih sebuah gambar/ foto sebaiknya diperhatikan hal- hal sebagai berikut :
a. Substansi materi yang disajikan dalam bentuk foto / gambar harus memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b. Gambar yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. c. Ditampilkan dengan skala yang sesuai sehingga terlihat logis dan
enak dilihat.
d. Gambar menampilkan judul atau keterangan. e. Beberapa foto / gambar dapat dibeli di toko buku.
Kelebihan Media Gambar Diam, antara lain :
a. Dibandingkan dengan media grafis, media foto ini lebih konkret. b. Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek yang
sebenarnya.
c. Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Gambar Diam, antara lain : Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar. 2. Media proyeksi
a. Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
2.Membuat sendiri secara manual.
b. Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
c. Media Slide atau film bingkai adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat yang disebut dengan Proyektor Slide. Slide atau film bingkai terbuat dari film positif yang kemudian diberi bingkai yang terbuat dari karton/ plastik. Film positif yang biasanya digunakan untuk film slide adalah film yang ukurannya 35 mm dengan ukuran bingkai 2 x 2 inchi. Sebuah program slide biasanya terdiri atas beberapa bingkai yang banyaknya tergantung pada bahan atau materi yang akan disampaikan.
Kelebihan Media Slide, antara lain :
1.Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara.
2.Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang konkrit.
3.Program slide mudah di revisi sesuai dengan kebutuhan, karena filmnya terpisah- pisah.
4.Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil.
Kelemahan Media Slide, antara lain :
1. Memerlukan penggelapan ruangan untuk memproyeksikannya.
2. Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, jika program yang dibuatnya cukup panjang.
3. Memerlukan biaya yang boleh dikatakan besar.
d. Media FilmStrip atau Film Rangkai atau Film Gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide. Hanya film strip ini terdiri dari beberapa film yang merupakan satu kesatuan ( merupakan gelang, dimana antara ujung yang satu dengan ujung yang lainnya bersatu ). Jumlah frame atau gambar dari suatu filmstrip ada yang berjumlah 50 buah dan ada pula yang berjumlah 75 buah dengan panjang 100 sampai 130 cm. Kelebihan filmstrip dibandingkan dengan film slide adalah media filmstrip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga frame- frame filmstrip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan. Akan tetapi pengeditan dan perbaikan/ revisi filmstrip relative agak sukar, karena harus dilaboratorium khusus.
F.
Penggunaan dan Pemilihan media visual dalam proses belajar
mengajar
Untuk mempermudah penyampaian materi kepada peserta didik perlu dipilih media yang tepat. Ketepatan dalam pemilihan media visual menyebabkan proses pembelajaran menjadi lancar dan materi yang disampaikan dipahami peserta didik. Misalnya Guru pendidikan jasmani dapat memanfaatkan media visual yang umum dipergunakan seperti gambar atau foto atau VCD. Kedua jenis media visual ini mempunyai beberapa kelebihan yaitu, mudah dibuat dan digunakan, praktis, sederhana, dan relatit murah.
Azhar Arsyad (2005:92-93) memberikan gambaran mengenai beberapa konsep penggunaan media visual a~ar efektif yaitu, bentuk media visual dibuat yang sesederhana mung kin agar mudah dipahami, penggunaan media visual untuk menjelaskan informasi yang terdapat teks, berikan pengulangan sajian visual dan libatkan peserta didik di dalamnya, gunakan gambar untuk membedakan dua konsep yang berbeda, keterangan gambar harus dicantumkan secara garis besar, dan penggunaan wama harus realistik.
Banyak hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media visual dalam menopang proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar.
Pertimbangan-pertimbangan mulai dari fungsi ekonomis, kepraktisan, dan manfaat yang diperoleh dari penggunaan media visual dijadikan pertimbangan bagi seorang guru pendidikan jasmani terutama untuk memudahkan dalam fungsi utamanya sebagi seorang pendidik dan pengajar.
Pengoptimalan media visual memberikan dampak psikologis bagi guru, karena ia akan lebih memiliki rasa percaya diri dalam menyampaikan materi atau pesan kepada peserta didik. Jika dilihat lebih lanjut sebenamya media visual ini sudah tidak asing lagi bagi para guru pendidikan jasmani. Sebab, sejak di bangku kuliah mereka sudah diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar pemanfaatan media pembelajaran sehingga, dalam situasi mengajar yang sesungguhnya guru tinggal mengembangkan atau menciptakan media-media visual baru yang lebih kreatif dan inovatif.
Salah satu jalan yang di tempuh alah dengan menggunakan berbagai media pembelajran dalam proses belajar mengajar,baik media audio maupun media visual dan lain-lain yang dapat menunjang terlaksananya proses pembelajaran yang baik.
BAB V
MEDIA BERBASIS KOMUTER
Pengertian Media Berbasis Komputer
Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, komputer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam bentuk media di dalamnya. Dan saat ini teknologi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multi media yang memungkinkan peserta didik membuat desain dan rekayasa suatu konsep dan ilmu pengetahuan. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pembelajaran yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan
(network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan
sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web di sekolah.
Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik siswa tapi juga bagi guru. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran yang menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, guru akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan guru itu sendiri untuk selalu giat mengakses website dalam bidang yang menjadi keahliannya. Hal ini sejalan dengan definisi Pannen (2003) mengenai media dan teknologi pembelajaran di sekolah dalam arti luas yang mencakup perangkat keras
(hardware), perangkat lunak (software), dan sumberdaya manusia (humanware)
yang dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Media dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Media juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia).
Media Berbasis komputer.
Penggunaan computer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut :
Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran;
Mengumpulkan data mengenai siswa
Melakukan analisis statistic mengenai data pembelajaran;
Membuat catatan perkembangan pembelajaran ( kelompok atau perseorangan)
Konsep interaktif dalam pembelajaran paling erat kaitannya dengan media berbasiscomputer. Interaksi dalam lingkungan pembelajaran berbasis komputer pada umumnya mengikuti tiga unsur, yaitu:
1. Urut-urutan instruksional yang dapat disesuaikan 2. Jawaban/ respons atau pekerjaan siswa
3. Umpan balik yang dapat disesuaikanUntuk melibatkan keterampilan berpikir tingkat yang lebih tinggi, tugas-tugas yangdisajikan melalui media ini harus mampu memperkenankan dan memperhitungakan jawaban benar yang lebih dari satu, kreativitas, dan perbedaan pemecahan y ang disebabkan oleh pengetahuan awal siswa yang tidak homogen.
Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi menuntut pola variasi pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang mulai berkembang saat ini adalah komputer. Media pembelajaran berbasis komputer adalah penggunaan komputer sebagai media penyampaian informasi pembelajaran, latihan soal, umpan balik, dan skor jawaban peserta didik.
Ada tiga bentuk penggunaan komputer dalam kelas, yaitu:
1. Untuk mengajar siswa menjadi mampu membaca computer atau computer literate, 2. Untuk mengajarkan dasar-dasar pemprogramam dan pemecahan masalah
komputer, dan
3. Untuk melayani siswa sebagai alat bantu pembelajaran.
1. Menyediakan laboratorium computer, siswa mengunjungi laboratorium tersebut secara bergiliran berdasarkan jadwal tertentu
2. Setiap kelas memiliki sejumlah computer dan siswa menggunakannya secara bergiliran atau digunakan sesuai dengan kebutuhan
3. Sekolah memiliki sejumlah besar computer, siswa meneriman intruksi dasar computer untuk mendasain mata ajaran akademik, misalnya matematika dan bahasa. Jadi pendayagunaan computer dapat dirancang dan dilaksanakan, yang penting tersediannya dana dan adanya kotmitmen tentang komputer literacy.
Dibalik kehandalan komputer sebagai pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
1. Perangkat keras -dan lunak- yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
2. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman. 3. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu
pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.
sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pembelajaran yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
Multimedia berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. Misalnya, penggunaan simulator kokpit pesawat terbang yang memungkinkan peserta didik dalam akademi penerbangan dapat berlatih tanpa menghadapi risiko jatuh. Contoh lain dari penggunaan multimedia berbasis komputer adalah tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan mahasiswa pada jurusan eksakta, biologi, kimia, dan fisika melakukan percobaan tanpa harus berada di laboratorium.
Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan
(network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan
sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web di sekolah.
Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik siswa tapi juga bagi guru. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran yang menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, guru akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan guru itu sendiri untuk selalu giat mengakses website dalam bidang yang menjadi keahliannya. Hal ini sejalan dengan definisi Pannen (2003) mengenai media dan teknologi pembelajaran di sekolah dalam arti luas yang mencakup perangkat keras
(hardware), perangkat lunak (software), dan sumberdaya manusia (humanware)
Media dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Media juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia). Beberapa bentuk penggunaan komputer media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi:
1. Penggunaan Multimedia Presentasi.
Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoretis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan group belajar yang cukup banyak di atas 50 orang. Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia
projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. Kelebihan media ini adalah
menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik dan
sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan
modalitas belajar siswa. Program ini dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif maupun kinestetik. Hal ini didukung oleh teknologi perangkat keras yang berkembang cukup lama, telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kegiatan presentasi. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa komputer menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya. Penggunaan perangkat lunak perancang presentasi seperti Microsoft power point yang dikembangkan oleh Microsoft inc” Corel presentation yang dikembangkan oleh Coral inc” hingga perkembangan terbaru perangkat lunak yang dikembangkan
Macromedia inc, yang mengembangkan banyak sekali jenis perangkat lunak untuk
mendukung kepentingan tersebut.
audio serta perkembangan proyektor digital (digital image projector) yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan secara digital untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai kondisi dan situasi, serta ukuran ruang dan berbagai karakteristik audience. Tentu saja hal ini menyebabkan perubahan besar pada trend metode presentasi saat ini, dan dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Pengolahan bahan presentasi dengan menggunakan komputer tidak hanya untuk dipresentasikan dengan menggunakan alat presentasi digital dalam bentuk Multimedia projector (seperti LCD, In-Focus dan sejenisnya), melainkan juga dapat dipresentasikan melalui peralatan proyeksi lainnya, seperti over head projector
(OHP) dan film slides projector yang sudah lebih dahulu diproduksi. Sehingga lembaga atau instansi yang belum memiliki perangkat alat presentasi digital akan tetapi telah memiliki kedua alat tersebut, dapat memanfaatkan pengolahan bahan presentasi melalui komputer secara maksimal. Dalam sudut pandang proses pembelajaran, presentasi merupakan salah satu metode pernbelajaran. Penggunaannya yang menempati frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang dikembangkan, telah memberikan pengaruh yang sangat basar bukan hanya pada pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir pada bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan perubahan tuntutan penyelenggaraan pembelajaran. Di antaranya tuntutan terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru dalam mengolah bahan-bahan pembelajaran ke dalam media presentasi yang berbasis komputer.
2. CD Multimedia Interaktif
perkembangan CD interaktif ini yaitu Computer Based Instructuion (CBI) dan
Computer Assisted Instructuion (CAI) Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multi media terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks dan grafis. Beberapa model multimedia interaktif di antaranya:
Model Drill: Model drills dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu
starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
Model Tutorial: Program CBI tutorial dalam merupakan program
pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak berupa program komputer yang berisi materi pelajaran. Metode Tutorial dalam CAI pola dasarnya mengikuti pengajaran Berprograma tipe Branching yaitu informasi/mata pelajaran disajikan dalam unit – unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respon siswa dianalisis oleh komputer (Diperbandingkan dengan jawaban yang diintegrasikan oleh penulis program) dan umpan baliknya yang benar diberikan. (Nana Sudjana & Ahmad Rivai:139). Program ini juga menuntut siswa untuk mengaplikasikan ide dan pengetahuan yang dimilikinya secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Model Simulasi: Model simulasi dalam CBI pada dasarnya merupakan salah
satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
Model Games: Model permainan ini dikembangkan berdasarkan atas
Pada umumnya tipe penyajian yang banyak digunakan adalah “tutorial”. Tutorial ini membimbing siswa secara tuntas menguasai materi dengan cepat dan menarik. Setiap siswa cenderung memiliki perbedaan penguasaan materi tergantung dari kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan tutorial melalui CD interaktif lebih efektif untuk mengajarkan penguasaan Software kepada siswa dibandingkan dengan mengajarkan hardware. Misalnya tutorial Microsoft Office Word, Access, Excel, dan
Power Point. Kelebihan lain dari CD interaktif ini adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus tergantung kepada guru/instruktur. Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya. Selain itu, materi-materi yang diajarkan dalam CD tersebut dapat langsung dipraktekkan oleh siswa terhadap siftware tersebut. Terdapat juga fungsi repeat, bermanfaat untuk mengulangi materi secara berulang-ulang untuk penguasaan secara menyeluruh.
3. Video Pembelajaran.
Selain CD interaktif, video termasuk media yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SD. Video ini bersifat interaktif-tutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada tumbukan, teknik okulasi, pembelahan sel, proses respirasi dan lain-lain.
4. Internet
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. “Through independent study, students become doers, as well as thinkers” (Cobine, 1997). Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik, (Gordin et. al., 1995). Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari commercial businesses (.com), goverment services (.gov), nonprofit organizations (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups
(.arts)
Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya (real life). Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom
meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas
pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Siswa dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar. Selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.
3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa.
5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.
6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line. Perkembangan/kemajuan teknologi internet yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan/pembelajaran. Berbagai percobaan untuk mengembangkan perangkat lunak (program aplikasi) yang dapat menunjang upaya peningkatan mutu pendidikan/pembelajaran terus dilakukan. Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) bekerjasama dengan ahli materi (content specialists) mengemas materi pembelajaran elektronik (online learning material). Pembelajaran melalui internet di Sekolah Dasar dapat diberikan dalam beberapa format (Wulf, 1996), di antaranya adalah: (1) Electronic mail (delivery of course materials, sending in assignments, getting and giving feedback, using a course listserv., i.e., electronic discussion group, (2) Bulletin boards/newsgroups for discussion of special group, (3) Downloading of course materials or tutorials, (4) Interactive tutorials on the Web, dan (5) Real time, interactive conferencing using MOO (Multiuser Object Oriented) systems or Internet Relay Chat.