• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seputar Kasus Penghentian Pengajian di M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Seputar Kasus Penghentian Pengajian di M"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Seputar Kasus Penghentian Pengajian di Masjid Sholāhuddīn

Perumahan Puri Surya Jaya Land Kecamatan Gedangan Sidoarjo Jawa Timur

Soal Insiden Khalid Basalamah, Ini Tanggapan Ustaz

Arifin Ilham

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam- nusantara/17/03/07/omg333313-soal-insiden-khalid-basalamah-ini-tanggapan-ustaz-arifin-ilham - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Insiden dihentikannya pengajian yang diisi Ustaz Khalid Basalamah belum lama ini sangat disayangkan. Soal itu, Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham segera meresponsnya.

Berikut tanggapan Ustaz Arifin Ilham terkait dengan peristiwa yang dialami Ustaz Khalid Basalamah:

Berbeda Tetapi Tetap Sayang

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustadz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid da'wah yg juga seorang pengusaha sukses dg PT Ajwad -nya. Beliau lahir di Makassar, 01-Mei-1975, pendidikan beliau S1 Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia), S2 Universitas Muslim Indonesia (Indonesia) dan S3 Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia).

Da'wah beliau memang kental gaya salafi yg kita kenal, yg tidak lepas dari bahasan dan rujukan selalu Alqur'an dan Sunnah, dan beliau tsiqqoh menda'wahkan dan istiqomah mengamalkannya. Pribadi yg tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan.

Itulah pandangan abang tentang beliau setelah 3 tahun mengenal beliau. Sering

(2)

Sungguh walau kami berdua berbeda faham tentang Zikir Berjamaah, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tawshiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra disamping abang, beliau ikut berqunut. Saat abang hadir di mesjid beliau, malah abang diminta memberikan ceramah dihadapan jamaah beliau. Sungguh beliau sangat bijak, sangat santun dan penyayang pada saudara mu'min.

Kami bersama saling sayang karena Allah, perbedaan kecil diantara kami tidak membuat kami bermusuhan, karena kami mengutamakan Allah dan RosulNya, mengutamakan da'wah, mengutamakan ukhuwah, dan mengutamakan kemaslahatan umat dan negeri tercinta ini.

Insya Allah sejuta hikmah atas peristiwa terjadi, dan semoga semua saudara saudaraku seiman tercinta yg berbeda faham dg beliau semakin bijak dan arif menyikapinya, "we are moslems brothers, we love each other because of Allah, i love you abangku tercinta ustadz DR. Kholid Basalamah".

Allahumma ya Allah persaudarakan kami dalam barisanMu, rapatkan barisan kami demi Syariat dan Sunnah NabiMu yg mulia, dan keberkahan negeri kami tercinta Indonesia...aamiin.

)0(

Ustaz Arifin Ilham: Khalid Basalamah Mujahid

Dakwah yang Hargai Perbedaan

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/07/omg2or377-ustaz-arifin-ilham-khalid-basalamah-mujahid-dakwah-yang-hargai-perbedaan - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Khalid Basalamah menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menyusul sikap salah satu ormas yang menolak kehadirannya saat hendak berceramah di Sidoarjo.

(3)

"SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustaz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid dakwah yang juga seorang pengusaha sukses dengan PT Ajwad -nya," ujar Arifin Ilham dalam keterangannya kepada Republika.co.id.

Arifin menuturkan, Basalamah lahir di Makassar pada 01 Mei 1975. Pendidikan beliau S1 Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia), S2 Universitas Muslim Indonesia

(Indonesia) dan S3 Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia).

"Da'wah beliau memang kental gaya salafi yang kita kenal, yang tidak lepas dari bahasan dan rujukan selalu Alquran dan Sunnah, dan beliau tsiqoh mendakwahkan dan istiqomah mengamalkannya," ujarnya.

Basalamah juga merupakan sosok ribadi yang tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan. Menurut Arifin, ia sering bersama dalam berdakwah dengan Basalamah bahkan di siaran TV.

"Saat saat makan bersama di restoran yg beliau punya, dan beliau pun sering kali ke rumah abang bersama istri dan anak anak beliau," tutur Arifin. "Dan kami pun saling memberi hadiah. Arifin memanggil beliau abang, 'bang Kholid', abang tercinta karena Allah."

Arifin mengakui, ia berbeda paham tentang Zikir Berjamaah. Tetapi beliau mau hadir untuk memberi tausiyah walau tidak ikut zikir bersama. "Beliau tidak berqunut, tetapi saat shalat subuh di mesjid Az Zikra di samping abang, beliau ikut berqunut," tuturnya.

)0(

Ustaz Arifin Ilham: Khalid Basalamah Mujahid

Dakwah yang Hargai Perbedaan

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam- nusantara/17/03/07/omg2or377-ustaz-arifin-ilham-khalid-basalamah-mujahid-dakwah-yang-hargai-perbedaan-part1 - diakses 08-03-2017

"Saat abang hadir di masjid beliau, malah abang diminta memberikan ceramah dihadapan jamaah beliau. Sungguh beliau sangat bijak, sangat santun dan penyayang pada saudara mu'min."

(4)

kemaslahatan umat dan negeri tercinta ini."

Insya Allah sejuta hikmah atas peristiwa terjadi, dan semoga semua saudara-saudaraku seiman tercinta yang berbeda paham denga beliau semakin bijak dan arif

menyikapinya. "W are moslems brothers, we love each other because of Allah, i love you abangku tercinta ustaz DR. Kholid Basalamah"

"Allahumma ya Allah persaudarakan kami dalam barisan-Mu, rapatkan barisan kami demi Syariat dan Sunnah Nabi-Mu yang mulia, dan keberkahan negeri kami tercinta Indonesia...aamiin."

)0(

Ustaz Yusuf Mansur Minta Perbedaan Mazhab tidak

Dibesarkan

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/07/omfn0x377-ustaz-yusuf-mansur-minta-perbedaan-mazhab-tidak-dibesarkan - diakses 08-07-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pondok Pesantren Daaqul Qur'an, Ustaz Yusuf Mansur, mengingatkan jika perbedaan di dalam Islam merupakan sesuatu yang biasa.

Karenanya, ia berharap, jika ada perbedaan yang terjadi, tidak perlu dibesar-besarkan. "Asal tidak dibesarkan, sesuai sifat apa-apa di Tanah Air, hilang," kata Yusuf Mansur kepada Republika.co.id, Selasa (7/3).

Ia menilai, umat Islam di Indonesia tidak memiliki sifat pendendam, sehingga akan mudah melupakan percikan-percikan masalah yang ada. Karenanya, jika belakangan ini mungkin terjadi insiden dikarenakan perbedaan pandangan, umat Insya Allah sudah melupakan.

Ia berharap, para ulama dan umara tidak pernah lupa mengangkat tangan, untuk senantiasa mendoakan perdamaian terjaga di Indonesia. Pasalnya, ulama dan umara merupakan pilar utama membangun bangsa, dan tentu akan sangat indah jika doa terus terlantun. "Doa, itu dia," ujar Yusuf Mansur.

(5)

"Kita bagaimana perkataan dan pikiran, jangan berkata-kata bahwa kita pecah atau ada perpecahan, dan jangan juga berpikiran begitu," kata Yusuf Mansur.

)0(

Din Syamsuddin Sesalkan Peristiwa Khalid Basalamah

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/06/omdvls361-din-syamsuddin-sesalkan-peristiwa-khalid-basalamah - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin menyayangkan peristiwa pengusiran atau penghentian pengajian yang dialami ustaz Khalid Basalamah di Sidoarjo. "Apalagi hal tersebut dilakukan oleh sesama Muslim dan terjadi di masjid," ujar Din saat dihubungi Republika.co.id, Senin (6/3).

Menurutnya, jika memang ada perbedaan pendapat maka dapat diselesaikan dengan cara makruf. Yakni dengan mengedepankan dialog atas dasar kasih sayang dan ukhuwah Islamiyah. Hal ini akan sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Alquran yang memerintahkan kaum Muslimin untuk berkasih sayang dengan sesama Muslim (ruhama'u bainahum).

Peristiwa seperti yang dialami Ustaz Khalid sangat potensial menggangu ukhuwah Islamiyah yang selama ini diagung-agungkan. Untuk itu, ia berharap agar umat Islam tidak terjebak ke dalam pertentangan, apalagi menggunakan kekerasan.

"Oleh karena itu semua pihak di kalangan umat Islam untuk saling memahami,

menghargai pendapat dan tidak baik kalau ada yang menyalahkan pihak lain," katanya. Ia menerangkan, perbedaan pendapat apalagi yang bersifat mahzab adalah persoalan ijtihadi. Selama semuanya bersumber pada Alquran dan sunnah, maka hal tersebut sah-sah saja. Tidak baik jika ada yang mengklaim kebenaran dan menyalahkan pihak lain. Peristiwa yang terjadi menuntut umat Islam untuk mengamalkan secara nyata prinsip Ukhuwah Islamiyah sebelum mengedepankan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). Ukhuwah Islamiyah lebih utama.

"Kepada semua silakan mengembangkan pemahamannya sendiri tentang Islam tanpa menyalahkan pihak lain. Dan jika ada perbedaan pendapat jangan menggunakan cara kekerasan," katanya.

(6)

Ini Kekhawatiran Mahfud MD Terhadap Insiden

Khalid Basalamah

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/06/omd3fo377-ini-kekhawatiran-mahfud-md-terhadap-insiden-khalid-basalamah - diakses 08-03-2017 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tindakan GP Ansor kepada Khalid Basalamah dikhawatirkan akan memicu reaksi yang tidak baik di beberapa daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011, Mahfud MD saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (5/3) malam.

Mahfud menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi serupa di beberapa tempat lain. Aksi pengusiran, kata dia, akan terjadi misalnya, di tempat kelompok pendukung Khalid lebih dominan.

"Kalau main kekerasan itu, bahayanya itu, nanti di daerah di mana kelompok pendukung khalid ini kuat, atau di daerah islam yang minoritas, orang akan bisa melakukan tindakan sendiri juga," ujarnya.

Jika hal tersebut dibiarkan, kata dia, akan terjadi hal yang serupa di daerah-daerah Banser Nahdlatul Ulama (NU) tidak menjadi mayoritas. "Itu bisa dibubarkan juga, misalnya di Papua, di Timor, Sumatra Utara, itu bisa mengundang kelompok lain melakukan tindakan yang sama," katanya.

Untuk itu, Mahfud berpesan agar masyarakat menahan diri dari segala macam bentuk tindakan reaktif yang bisa mengundang kekerasan. "Jangan sampai ada aksi ada reaksi, apalagi ini sesama Islam ya," ujarnya.

)0(

Terkait Insiden Khalid Basalamah, Mahfud MD: Yang

tak Setuju Tolak dengan Baik

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/06/omczcw377-terkait-insiden-khalid-basalamah-mahfud-md-yang-tak-setuju-tolak-dengan-baik - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tindakan rekatif pengusiran Ustaz Khalid Basalamah oleh Banser NU di Sidoarjo menurut Mahfud MD merupakan hal sangat disayangkan. Mantan Mahkamah Konstitusi tersebut memberikan saran agar

(7)

"Negara ini kan negara demokrasi, islam sendiri membolehkan perbedaan pendapat. Biarkan saja menurut saya, Pak Khalid Basalamah itu mau ceramah apa silakan," ujarnya saat dihubungi Republika pada Ahad malam (5/3)

Mahfud menjelaskan, berbeda halnya jika yang disampaikan Khalid adalah tindakan melanggar hukum seperti mengundang perpecahan dan provokasi, maka akan ada hukumnya tersendiri. "Dia mau memberi ceramah soal apa, soal wahabi soal Syiah soal apa itu urusan dia," jelasnya.

Bagi kelompok yang tidak setuju, kata Mahfud, alangkah baiknya menolak dengan cara yang baik. "Yang tidak setuju dengan wahabi dan sebagainya itu ya ceramah juga, jadi adu argumentasi aja itu," jelasnya.

)0(

Ini Penjelasan Polisi Soal Insiden Khalid Basalamah

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/05/omc2n5318-ini-penjelasan-polisi-soal-insiden-khalid-basalamah - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir menegaskan pihaknya sudah menyarankan agar Khalid Basalamah tak berceramah pada pengajian Sabtu (5/3) pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo. Saran itu disampaikan karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

Penolakan tak hanya kali ini terjadi. Pada beberapa pengajian lain di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto sekelompok masyarakat juga menolak kehadiran Khalid Basalamah. "Menurut mereka isi ceramah Khalid mendiskreditkan amaliyah Nadhatul Ulama," kata Anwar kepada Republika.co.id, Ahad (5/3).

Di sisi lain, polisi tidak bisa melarang siapapun yang ingin beribadah atau mengadakan pengajian. "Pada prinsipnya kami menjamin kebebasan beribadah, namun karena ada penolakan dari GP Ansor maka disarankan penceramah diganti ustadz lain," imbuhnya. Sebelumnya Khalid Basalamah dijadwalkan mengisi pengajian pagi dan tabligh akbar yang digelar ba'da magrib.

(8)

Apabila muncul protes dari kalangan jamaah, menurut Anwar, itu adalah sesuatu yang wajar. Apalagi jamaah yang hadir pada saat itu banyak yang berasal dari luar kota. "Kemarin yang tidak jadi melihat Khalid Basalamah di Gresik, Mojokerto, Surabaya, dan kota-kota lain sengaja datang ke Sidoarjo," jelas Anwar.

)0(

Peristiwa Ustaz Khalid Basalamah, Kedua Pihak

Diminta Menahan Diri

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/03/06/omeer6361-peristiwa-ustaz-khalid-basalamah-kedua-pihak-diminta-menahan-diri - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag, Mastuki HS meminta kedua pihak menahan diri terkait penghentian pengajian yang diisi Ustaz Khalid Basalamah. Menurut Mastuki, peristiwa ini bisa mendewasakan bila disikapi secara dewasa pula.

Dia mengatakan, perbedaan dalam umat Islam sudah ada sejak lama. Bila diteruskan di tengah kondisi yang kurang kondusif, dikhawatirkan jadi konflik. Karena itu, sangat perlu ada dialog.

''Dialog kabarnya sudah dilakukan bahkan sudah dimediasi Kapolresta Sidoarjo. Kami imbau dialog dimaksimalkan. Kalau saling ngotot, yang terjadi malah benturan,'' kata Mastuki.

Informasi yang ia ketahui, negosiasi penyelenggara dengan otoritas setempat sudah dilakukan. Tapi karena waktunya sedikit, saat negosiasi belum selesai acara sudah berjalan.

Dia meminta tokoh agama hadir untuk menjembatani permasalahan tersebut. Sebab, tiap kelompok punya preferensi ulama yang bisa menjembatani dialog. ''Kami mengajak semua tahan diri dan mengurangi hal-hal yang dapat memperuncing perbedaan. Kurangi menyebarkan informasi yang justru memperkeruh, cukup untuk diri sendiri,'' kata Mastuki.

Mastuki menyampaikan, kejadian semacam ini berkaitan dengan etika menggelar pengajian atau taklim baik oleh penyelenggara, penceramah sendiri, maupun

(9)

Di era terbuka seperti saat ini, informasi tidak bisa ditutupi. Jangan sampai ada ujaran tidak baik karena ada asumsi sejak awal. Ini bisa dikurangi kalau ada dialog. ''Kami tidak mungkin membatasi, ini era terbuka. Tapi memang harus dipahami, internal umat Islam banyak beda, tapi jangan itu yang ditonjolkan. Kami yakin ada jalan tengahnya,'' kata Mastuki.

Sebelumnya, pengajian yang diisi Ustaz Khalid Basalamah dihentikan karena ada penolakan dari GP Ansor Sidoarjo. Peserta kegiatan sendiri tetap berada dalam ruangan acara karena panitia hanya meminta Ustaz Khalid Basalamah menghentikan ceramah.

)0(

Mahfud MD Sayangkan Insiden Khalid Basalamah

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/06/omcry5377-mahfud-md-sayangkan-insiden-khalid-basalamah - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahfud MD menyayangkan adanya laporan pengusiran atau penghentian pengajian Ustaz Khalid Basalamah oleh ormas tertentu di Sidoarjo. Mahfud mengatakan, seharusnya tindakan-tindakan yang bertentangan dari segi hukum tersebut tidak perlu terjadi.

"Pertama ya dari sudut hukumnya dulu, dari sudut hukum ya menghentikan orang ceramah atau membubarkan sebuah acara itu hanya menjadi wewenang aparat keamanan yaitu polisi," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id pada Ahad (5/3) malam.

Ketua Mahkamah Konstusi periode 2008-2011 itu menjelaskan, warga atau ormas tidak memiliki hak untuk bertindak sendiri. "Tindak kekerasan dan pembubaran itu tidak boleh," jelasnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan, memang sudah memiliki ketentuan hukum bahwa aparat Kepolisian dan TNI diberikan kewenangan untuk memonopoli tindakan-tindakan keamanan.

"Konstitusi dan hukum memberi monopoli untuk melakukan tindakan-tindakan pengamanan, termasuk menggunakan senjata, polisi itu diberi monopoli, tapi kalau orang sipi nggak boleh," paparnya.

(10)

pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo. Saran itu disampaikan karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

Penolakan tak hanya kali ini terjadi. Pada beberapa pengajian lain di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto sekelompok masyarakat juga menolak kehadiran Khalid Basalamah. "Menurut mereka isi ceramah Khalid mendiskreditkan amaliyah Nadhatul Ulama," kata Anwar kepada Republika.co.id, Ahad (5/3).

Di sisi lain, polisi tidak bisa melarang siapapun yang ingin beribadah atau mengadakan pengajian. "Pada prinsipnya kami menjamin kebebasan beribadah, namun karena ada penolakan dari GP Ansor maka disarankan penceramah diganti ustaz lain," imbuhnya. Sebelumnya Khalid Basalamah dijadwalkan mengisi pengajian pagi dan tabligh akbar yang digelar ba'da magrib.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas ketika dihubungi

Republika.co.id, mengaku sedang rapat. Sementara, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin seperti dikutip situs NU Online menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan

permusuhan di masyarakat.

Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung

mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya."

)0(

GP Ansor Jelaskan Kabar Pembubaran Pengajian

Ustaz Khalid Basalamah

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/03/09/omig16382-gp-ansor-jelaskan-kabar-pembubaran-pengajian-ustaz-khalid-basalamah - diakses 09-03-2017

(11)

menanggapi berita yang menyebut GP Ansor dan Banser melakukan pembubaran. “Itu kan yang disuarakan, Ansor ini membubarkan pengajian, sebetulnya tidak itu bukan membubarkan pengajian,” ujar Yaqut kepada Republika.co.id, Rabu (8/3).

Yaqut menjelaskan pengurus Ansor setempat sudah ada kesepakatan pada H-1 pelaksanaan dengan panitia agar tidak menghadirkan ustaz Basalamah. Panitia pun bersepakat untuk tidak mendatangkan Basalamah.

Namun, kata Yaqut, saat pelaksaan pengajian, ustaz Basalamah tetap dihadirkan. Saat anggota GP Ansor dan Banser mendatangi masjid lokasi pengajian, panitia mengakui suara penceramah tersebut berasal dari CD.

“Padahal itu jelas-jelas Basalamah, jadi hanya supaya diganti intinya itu penceramahnya, pengajiannya tetap kok,” kata Yaqut.

Sebab itu, Yaqut menegaskan tidak ada aksi pembubaran pengajian seperti berita yang berkembang. Yaqut pun melarang keras anggotanya melakukan pembubaran terhadap kegiatan pengajian.

Namun saat ditanya berapa kali ustaz Basalamah memberikan ceramah di desa tersebut, Yaqut kurang begitu mengetahui. “Menurut teman-teman saat itu saja di kampung itu datang,” ucap Yaqut.

)0(

Ini Alasan GP Ansor Tolak Ceramah Ustaz Basalamah

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/03/09/omihl4382-ini-alasan-gp-ansor-tolak-ceramah-ustaz-basalamah - diakses 09-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas tidak mempersoalkan Ustaz Khalid Basalamah memberikan ceramah. Namun, Yaqut meminta Basalamah tidak menjelekkan keyakinan orang lain.

“Ok kita berbeda silakan tidak apa-apa, boleh berceramah sesuka hati tapi jangan jelek-jelekkan apa yang biasa kami lakukan,” ujar Yaqut kepada Republika.co.id, Rabu (8/3).

Hal itu menanggapi pengusiran terhadap Ustadz Basalamah di wilayah Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur oleh GP Ansor dan Banser, Sabtu (4/3). Menurut Yaqut,

penolakan GP Ansor terhadap ceramah ustaz Basalamah karena menjelekkan keyakinan orang lain.

(12)

Ustaz Basalamah. Namun, Yaqut meyakini semua anggota Ansor maupun Banser di seluruh Indonesia akan memiliki pemahaman yang sama. Mereka akan bereaksi jika melihat seseorang menjelekkan amaliah NU yang selama ini dijalankan. Meskipun demikian, penindakan yang dilakukan tetap sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Protapnya pasti akan bicara dulu dengan penyelenggara. Kemudian kita bicara dengan aparat keamanan untuk berkoordinasi tetapi ketika aparat keamanan diam saja ketika panitia menyalahi apa yang disepakati ya kita bertindak,” kata Yaqut.

Yaqut menegaskan, pihaknya akan terus menjaga kebinnekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yaqut juga tidak melarang siapapun melakukan dakwah namun dengan cara yang santun.

)0(

Aa Gym: Hargai Pendapat Orang Seperti Kita Ingin

Dihargai

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam- nusantara/17/03/07/omgc4i354-aa-gym-hargai-pendapat-orang-seperti-kita-ingin-dihargaiNews?ref=yfp– diakses 09-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar, mengingatkan agar setiap manusia bisa saling menghargai. Ia menekankan, penghargaan yang kita berikan harus sebesar atau kalau bisa lebih, dari keinginan kita untuk dihargai.

"Kita bisa menghargai pendapat orang lain, sebagaimana kita ingin pendapat kita dihargai orang lain," kata Aa Gym kepada Republika.co.id, Selasa (7/3).

Ia mengingatkan, Allah SWT yang merupakan pencipta dunia dan isinya telah

menjadikan perbedaan itu memiliki banyak sekali hikmah. Aa Gym menegaskan, surga itu milik Allah SWT dan Dia-lah yang menentukan siapa yang akan masuk ke surga-Nya, bukan golongan.

(13)

"Yang memiliki surga itu Allah SWT, yang menentukan siapa yang ke surga juga Allah SWT, bukan kita, bukan mazhab, bukan kelompok dan bukan organisasi-organisasi," kata Aa Gym.

)0(

Aa Gym: Masalah Muncul karena Sikap Emosional,

Bukan Perbedaan

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/07/omfy04396-aa-gym-masalah-muncul-karena-sikap-emosional-bukan-perbedaan - diakses 09-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbedaan kerap menimbulkan dampak negatif. Namun, perbedaan itu bukan menjadi pemicu suatu masalah yang muncul. Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), masalah muncul justru karena sikap emosional dari diri sendiri.

"Karena, yang jadi masalah bukan karena perbedaan, tapi karena sikap emosional," kata Aa Gym kepada Republika.co.id, Selasa (7/3).

Kekotoran hati, kata Aa Gym, merupakan alasan utama jika masalah timbul saat manusia menghadapi perbedaan. Karena itu, dia berharap insiden-insiden akibat perbedaan pandangan, tidak lagi terulang. Apalagi, kata dia, sampai ada kekerasan terhadap saudara seiman.

Namun, untuk menghadapi perbedaan pandangan yang sangat mungkin ada, Aa Gym merasa, umat seharusnya bisa mempelajari dahulu kedua pandangan itu. Selanjutnya, tinggal dipilih pandangan mana yang paling diyakini, dan tetap hormati pandangan yang diyakini orang lain. "Insya Allah kita sama-sama saudara, kita saling melengkapi," ujar Aa Gym.

Lagi pula, dia mengingatkan, yang menentukan nasib umat manusia apakah akan masuk ke surga itu tidak lain cuma Allah SWT. Karenanya, Aa Gym berharap, semoga setiap perbedaan yang muncul di antara umat manusia dapat mematangkan kedewasaan manusia itu sendiri.

(14)

Jimly: Ketidaksetujuan Mazhab Konsumsi Internal

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/07/omfwxz396-jimly-ketidaksetujuan-mazhab-konsumsi-internal - diakses 09-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqie, menilai ketidaksetujuan atas suatu mazhab memang wajar-wajar saja. Tapi, dia menekankan, rasa tidak setuju itu seharusnya menjadi konsumsi internal saja.

"Jika tidak setuju atau tidak suka cukup di dalam hati, atau dibicarakan intern saja, kalau ke luar menimbulkan masalah antar," kata Jimly kepada Republika.co.id, Senin (6/3) malam.

Dia menilai, insiden ketidaksetujuan terhadap Wahabi sama saja dengan yang terjadi kepada Syiah, dan seharusnya tetap jadi masalah internal. Tapi, Jimly mengingatkan, jika tidak setuju itu diekspresikan, jangan sampai malah jadi berlebihan. "Tapi, kalau memukuli atau mengusir, itu melanggar," ujar Jimly.

Dikatakan Jimly, umat saat in,i sedang berada pada keadaan yang rawan. Ini karena, emosi yang sedang dicabik-cabik konflik, sikap tidak menghormati dan membenci. Ia melihat, ini gejala umum karena ada kebebasan yang tidak terkendali.

Untuk itu, dia merasa perlu ada bimbingan kepada umat dan masyarakat, negara tidak boleh lupa untuk mengevaluasi diri karena selama ini tidak hadir. Menurut Jimly, pihak-pihak berkonflik juga harus mengevaliasi diri, baik kelompok kiri maupun kanan. "Kebebasan berpendapat, berekspresi, beragama, itu harus dihormati satu dengan yang lain," kata Jimly.

)0(

Richard The Lionheart dan Peristiwa Sidoarjo

http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/17/03/07/omfe27396-richard-the-lionheart-dan-peristiwa-sidoarjo - diakses 09-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rudi Agung *)

(15)

Salah satu yang membuat dirinya dikenang lantaran kemuliaan akhlaknya. Dalam Perang Salib, beliau menunjukan keindahan akhlak itu. Bahkan akhlaknya disajikan di hadapan musuh bebuyutannya, Richard The Lionheart: pemimpin Crusader. Ditunjukan di medang perang.

Di antaranya, ketika perang, kuda yang ditunggangi Richard kelelahan. Sebelumnya, ia memimpin kavaleri tombak, pasukan berkuda elit pasukan Salib. Ketika Salahuddin melihat kuda Richard tak sanggup berdiri, beliau menunda peperangan dan mengutus pasukan mengirimkan dua kuda terbaik untuk Richard.

Dalam kesempatan lain, saat Richard terbaring sakit, Salahuddin menjenguknya. Membawakan buah, obat, dan dokter terbaik untuk menyembuhkan Richard. Di versi lain, Salahuddin menyamar menjadi dokter untuk mengobatinya.

Aduhai, betapa menggetarkan hati pesona akhklaknya. Beliau mahir betul mengadopsi akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah. Saat Fattu Makkah, Rasul bersabda pada orang-orang Musyrk: “Wahai penduduk Makkah! Hari ini tidak ada pembalasan terhadap kalian, laa tatsriiba ‘alaikum hadzayaum.” Kalian bebas!

Rasul tidak dendam, tak membalas walau memegang kendali di Makkah. Kepada musuh pun kemuliaan akhlak selalu ditunjukan. Beliau mengajarkan tawadhu,

menghapus dendam, manusiawi berdakwah. Tetap beradab menjawab tantangan musuh Islam dengan perilaku yang beretika dan elegan.

Dalam catatan sejarah, para pendahulu mewariskan pelbagai strategi dan akhlak. Meski terhadap musuh, meski di medan perang. Agama adalah akhlak. Begitu yang diwariskan Rasulullah. Dakwah menyentuh hati yang dicontohkan Rasul, mampu menjadikan Islam sebagai lentera dunia. Benar-benar rahmatan lil alamin.

Kita bersedih, dikejutkan peristiwa di Sidoarjo. Klarifikasi mengemuka. Begitu pun pernyataan resmi dari kepolisian setempat. Tersua kabar, sebelum pengajian sudah ada dialog dari kedua belah pihak.

Polres setempat menyarankan agar Ustaz Khalid Basamalah tidak berceramah dulu. Sebab, situasi sosial kurang kondusif. Tapi ceramah dipaksakan panitia. Lantas beredar cepat, pengajian itu dibubarkan dengan kekerasan.

Klarifikasi datang lagi: tak ada pembubaran pengajian. Melainkan hanya meminta panitia mengganti sang penceramah. Sebab dinilai menyakiti amaliah masyarakat setempat. Yang bersangkutan pernah pula ditolak di pelbagai tempat.

(16)

Di Sidoarjo, apa iya, segitu pentingnya ceramah saat itu hingga teramat sulit ditunda sampai menanti situasi sosial membaik? Entah kenapa tetap dipaksakan hingga timbul kegaduhan.

Umat jadi bingung: klaimnya selalu mengajak kembali pada Quran dan Sunnah, lalu umat, dan Ulama-ulama terdahulu kembali kemana? Masa ke Cina?

Apa iya, Rasulullah, Sahabat, Tabiin, Tabiut Tabiin, Salafus Saleh: selalu berteriak lantang kembali ke Quran dan Sunnah. Bukankah semua langsung ditunjukan dalam keindahan akhlak mereka. Tanpa klaim sepihak. Tanpa mengkerdilkan yang tak sepaham, kemudian mengumandangkan pengakuan.

Bukankah tak ada pejuang yang mengklaim dirinya pejuang. Begitu pula pahlawan, Ulama dan orang-orang berpengaruh yang mampu menggerakan.

Apa iya, Ustaz Basamalah ceramahnya pernah menyinggung amaliah kelompok lain? Ini perlu klarifikasi. Jika ya, kenapa dan untuk apa? Masa iya, mau diprotes umat lagi seperti protesnya masyarakat Aceh hingga Ustaz Basamalah akhirnya meminta maaf, lewat Youtube. Kalau sudah minta maaf di Aceh, masa sih mau mengulang lagi dengan menyinggung umat di Sidoarjo?

Umat pun terlanjur terpancing. Beredar cepat video ceramah Ustaz Basamalah ihwal masuk nerakanya orangtua Rasulullah. Video lawas itu diiringi bantahan Habib Rizieq terhadap argumen orangtua Rasulullah. Dibantah tegas Habib dengan kajian Quran, Hadits, dan Kitab. Lengkap dengan takwil dan asbabun nuzulnya.

Umat terpolarisasi lagi. Di sosmed, bantah-bantahan lagi. Caci maki lagi. Betapa mengerikannya akhir zaman. Ini mengingatkan kita pada era 80-90 an, ketika berbeda: Taraweh 11 atau 23 rakaat. Saat shalat, Al Fatihahnya diheningkan atau dikeraskan. Subuh, pakai qunut atau tidak. Usai shalat, doa bersama atau sendiri. Ziarah, boleh atau tidak. Shalat Jumat, adzan sekali atau dua kali.

Perbedaan itu pernah terjadi antara dua kelompok besar: massa Muhammadiyah dan NU. Tapi, tidak pernah ada dari dua pihak yang mudah melontarkan cacian, tuduhan sesat, kafir, bidah, musryk. Tidak pernah menyinggung orangtua Rasulullah, tidak pernah menyinggung Wali Songo.

Akhirnya mencapai titik temu. Perbedaan adalah rahmat. Umat guyub lagi, ajeg kembali, rukun bersatu. Benar-benar indah. Sangat indah. Fiqih bisa berbeda, tapi aqidah sama. Ukhuwah wajib dijaga.

(17)

perbedaan itu diperuncing gangguan amaliah kelompok lain.

Kenapa ceramah tetap dipaksakan? Apa iya, perlu menyinggung amaliah yang diyakini banyak orang? Segenting apa hingga ceramah tak bisa ditunda? Sepenting apa

menggaungkan kembali ke Quran dan Sunnah hingga mencipta kesan dikotomi Ulama terdahulu mengajak kembali ke hal lainnya.

Kenapa pula, kelompok lain menggeruduk dengan massa? Kenapa ada kabar beredar pengajian dibubarkan, sedangkan gereja dijaga? Kenapa ada angggapan NU dan Banser makin berubah? Lalu, kemana perginya nilai-nilai yang luhur dulu?

Muslim Indonesia baru saja memperoleh decak kagum dunia dalam persatuan di 212. Betapa indah seluruh kelompok Islam bersatu padu, tak membedakan A atau B. Tak mempermasalahkan amaliah B atau C. Semua menunjukan pesona akhlak yang aduhai begitu gemulainya. Betapa indahnya. Betapa gembiranya.

Sampai-sampai tidak ada teori di dunia ini yang bisa menjelaskan bagaimana cara umat bersatu kala itu? Selain Allah yang menggerakan seluruh hati. Tidak ada satu event organizer di dunia, yang bisa mengorganisir massa sebanyak itu dengan akhlak yang gemulai. Selain pertolongan dari tangan-tangan Allah, Ya Gharatallah.

Tapi, kenapa tetiba kita diguncangkan peristiwa Sidoarjo? Apakah 212 hanya persatuan kamuflase? Atau peristiwa Sidoarjo sinyal kuat adanya api dalam sekam yang terjadi di tubuh umat. Atau tidak suka umat bersatu? Apa ada aroma rupiah?

Apapun itu: semoga umat tidak lagi terpancing upaya apapun yang mengarah adu domba. Semoga para alim Ulama segera memfasilitasi kedua belah pihak untuk dialog terbuka. Dialog yang dilandasi kasih sayang dan ukhuwah. Bukan mencari siapa benar, siapa salah, siapa menang, siapa salah.

Tak malu kah kita pada Richard yang menerima akhlak mulia di medan perang? Bagaimana Salahuddin Al Ayubi menunjukan keindahan akhlaknya, tapi kita sesama umat malah mempertontonkan sebaliknya: hanya ikhtilaf dalam praktik beragama muncul konflik sesama. Di tengah kehadiran ulama dunia di Indonesia.

Mengakhiri tulisan ini, mohon dibukakan pintu maaf bila ada penuturan yang kurang berkenan. Bersatulah umat. Semua sedih atas peristiwa Sidoarjo.

Sudah cukup energi dihabiskan kasus penistaan agama dan kriminalisasi Ulama. Kenapa kita malah menista sesama umat. Jauh lebih baik, gigih berusaha dan berdoa agar Allah memperbaiki akhlak dan ukhuwah kita, sembari terus sayangi anak-anak yatim di sekitar. Shalaallahu alaa Muhammad.

(18)

Mencari Titik Temu Wahabi dan NU

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/08/omhokr282-mencari-titik-temu-wahabi-dan-nu - diakses 08-03-2017 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penolakan pengajian Ustaz Khalid Basalamah di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa hari lalu menimbulkan kesalahpahaman antara Banser NU dan pihak Ustaz Khalid yang disebut-sebut beraliran Wahabi. Lantas sebenarnya siapakah yang dimaksud dengan Wahabi dan bagaimana titik temu agar NU dan aliran yang disebut sebagai Wahabi bisa bertemu? Almarhum Prof KH Ali Mustafa Yaqub, semoga Allah SWT merahmati dan memberikan maghfirah-Nya, pernah menulis artikel di Republika tentang "Titik Temu Wahabi-NU".

Banyak orang terkejut ketika seorang ulama Wahabi mengusulkan agar kitab-kitab Imam Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, diajarkan di pesantren -pesantren dan madrasah-madrasah Islam di Indonesia. Hal itu karena selama ini

dikesankan paham Wahabi yang dianut pemerintah dan mayoritas warga Arab Saudi itu berseberangan dengan ajaran Nahdlatul Ulama yang merupakan mayoritas umat Islam Indonesia.

Tampaknya selama ini ada kesalahan informasi tentang Wahabi dan NU. Banyak orang Wahabi yang mendengar informasi tentang NU dari sumber-sumber lain yang bukan karya tulis ulama NU, khususnya Imam Muhammad Hasyim Asy’ari. Sebaliknya, banyak orang NU yang memperoleh informasi tentang Wahabi tidak dari sumber-sumber asli karya tulis ulama-ulama yang menjadi rujukan paham Wahabi.

Akibatnya, sejumlah orang Wahabi hanya melihat sisi negatif NU dan banyak orang NU yang melihat sisi negatif Wahabi. Penilaian seperti ini tentulah tidak objektif, apalagi ada faktor eksternal, seperti yang tertulis dalam Protokol Zionisme No 7 bahwa kaum Zionis akan berupaya untuk menciptakan konflik dan kekacauan di seluruh dunia dengan mengobarkan permusuhan dan pertentangan.

Untuk menilai paham Wahabi, kita haruslah membaca kitab-kitab yang menjadi rujukan paham Wahabi, seperti kitab-kitab karya Imam Ibnu Taymiyyah, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dan termasuk kitab-kitab karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab yang kepadanya paham Wahabi itu dinisbatkan. Sementara untuk mengetahui paham

keagamaan Nahdlatul Ulama, kita harus membaca kitab-kitab karya Imam Muhammad Hasyim Asy'ari yang mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

(19)

bukan warga NU, alumnus Universitas Islam Madinah, mengatakan kepada kami, lebih kurang 90 persen ajaran Nahdlatul Ulama itu sama dengan ajaran Wahabi.

Kesamaan ajaran Wahabi dan NU itu justru dalam hal-hal yang selama ini dikesankan sebagai sesuatu yang bertolak belakang antara Wahabi dan NU. Orang yang tidak mengetahui ajaran Wahabi dari sumber-sumber asli Wahabi, ia tentu akan terkejut. Namun, bagi orang yang mengetahui Wahabi dari sumber-sumber asli Wahabi, mereka justru akan mengatakan, "Itulah persamaan antara Wahabi dan NU, mengapa kedua kelompok ini selalu dibenturkan?"

Di antara titik temu ajaran Wahabi dan NU yang jumlahnya puluhan, bahkan ratusan itu adalah sebagai berikut. Pertama, sumber syariat Islam, baik menurut Wahabi maupun NU, adalah Alquran, hadis, ijma, dan qiyas. Hadis yang dipakai keduanya adalah hadis yang sahih kendati hadis itu hadis ahad, bukan mutawatir. Karena itu, baik Wahabi maupun NU, memercayai adanya siksa kubur, syafaat Nabi dan orang saleh pada hari kiamat nanti, dan lain sebagainya karena hal itu terdapat dalam hadis-hadis sahih. Kedua, sebagai konsekuensi menjadikan ijma sebagai sumber syariat Islam, baik Wahabi maupun NU, shalat Jumat dengan dua kali azan dan shalat Tarawih 20 rakaat. Selama tinggal di Arab Saudi (1976-1985), kami tidak menemukan shalat Jumat di masjid-masjid Saudi kecuali azannya dua kali, dan kami tidak menemukan shalat Tarawih di Saudi di luar 20 rakaat. Ketika kami coba memancing pendapat ulama Saudi tentang pendapat yang mengatakan bahwa Shalat Tarawih 20 rakaat itu sama dengan shalat Zuhur lima rakaat, ia justru menyerang balik kami. Katanya, "Bagaimana mungkin shalat Tarawih 20 rakaat itu tidak benar, sementara dalam hadis yang sahih para sahabat shalat Tarawih 20 rakaat dan tidak ada satu pun yang membantah hal itu." Inilah ijma para sahabat.

Ketiga, dalam beragama, baik Wahabi maupun NU, menganut satu mazhab dari mazhab fikih yang empat. Wahabi bermazhab Hanbali dan NU bermazhab salah satu dari

mazhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Baik Wahabi (Imam Ibnu

Taymiyyah) maupun NU (Imam Muhammad Hasyim Asy’ari), sama-sama berpendapat bahwa bertawasul (berdoa dengan menyebut nama Nabi Muhammad SAW atau orang saleh) itu dibenarkan dan bukan syirik.

Kendati demikian, Imam Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitabnya, al-Nur al-Mubin fi Mahabbah Sayyid al-Mursalin, mensyaratkan dalam berdoa dengan tawasul

menyebut nama Nabi Muhammad SAW atau orang saleh, kita tetap harus yakin yang mengabulkan doa kita adalah Allah SWT, bukan orang yang namanya kita sebut dalam tawasul itu. Wahabi dan NU sama-sama memercayai adanya karamah para wali

(karamat al-awliya) tanpa mengultuskan mereka.

(20)

Imam Muhammad Hasyim Asy’ari. Namun, perbedaan itu sifatnya tidak prinsip dan hal itu sudah terjadi sebelum lahirnya Wahabi dan NU.

Dalam praktiknya, baik Wahabi maupun NU, tidak pernah mempermasalahkan keduanya. Banyak anak NU yang belajar di Saudi yang notabenenya adalah Wahabi. Bahkan, banyak jamaah haji warga NU yang shalat di belakang imam yang Wahabi, dan ternyata hal itu tidak menjadi masalah. Wahabi dan NU adalah dua keluarga besar dari umat Islam di dunia yang harus saling mendukung. Karena itu, membenturkan antara keduanya sama saja kita menjadi relawan gratis Zionis untuk melaksanakan agenda Zionisme, seperti tertulis dalam Protokol Zionisme di atas. Wallahu al-muwaffiq.

)0(

Waketum MUI Nilai Perlunya Kode Etika Berdakwah

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/03/06/omeehs396-waketum-mui-nilai-perlunya-kode-etika-berdakwah - diakses 08-03-2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum MUI menilai perlunya ada kode etik berdakwah. Perbedaan ijtihadi harusnya bisa diterima dengan toleransi. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan, peristiwa pengusiran dan penghentian ceramah Ustaz Khalid Basalamah di Sidoarjo menguatkan alasan perlunya segera dirumuskannya Kode Etik Bedakwah atau Etika Berdakwah. Dakwah yang intinya adalah mengajak manusia ke jalan yang benar (amar ma'ruf) dan mencegah manusia dari perbuatan yang buruk (nahi munkar) harus dilaksanakan dengan cara-cara yang baik (ma'ruf) tidak boleh menggunakan cara-cara yang buruk (munkar).

Dakwah harus dilandasi dengan nilai-nilai etika (akhlak) dengan semangat membangun persaudaraan (ukhuwah), kasih sayang (rahmah) dan penuh dengan kebijakan

(hikmah). Adanya perbedaan dalam pemahaman keagamaan sepanjang masih dalam wilayah ijtihadi harus diterima dengan penuh tolerasi (tasamuh).

''Tidak perlu dipertentangkan dan merasa dirinya paling benar. Kerena sesungguhnya hakekat dari perbedaan pendapat itu adalah rahmat sebagaimana hadits Nabi

Muhammad SAW ikhtilafu ummati rahmatun, perbedaan pendapat diantara umatku adalah rahmat,'' ungkap Zainut melalui pesan aplikasi daring kepada Republika.co.id, Senin (6/3).

(21)

Dalam berdakwah juga harus meletakkan kaidah-kaidah dalam menyikapi perbedaan pendapat dalam masalah furu’iyah dengan cara mengedepankan keikhlasan, kejujuran, kelapangan dada, saling memahami kapasitas dan posisi masing-masing dengan menjunjung semangat memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Dengan peletakan dasar toleransi tersebut akan terbangun saling menghormati dan menolong dalam hal yang sudah disepakati serta saling menenggang dalam hal yang berbeda.

Sebelumnya, pengajian yang diisi Ustaz Khalid Basalamah dihentikan karena ada penolakan dari GP Ansor Sidoarjo. Peserta kegiatan sendiri tetap berada dalam ruangan acara karena panitia hanya meminta Ustaz Khalid Basalamah menghentikan ceramah.

Referensi

Dokumen terkait