Materi Siaran Radio Sangkakala, 06 September 2016
Tema: Dampak Tax Amnesty untuk Outlook Perekonomian Indonesia ke Depan
Oleh: Josephine Kurniawati Tjahjono (dosen Akuntansi UPHS)1. Latar Belakang dan Maksud Tujuan Tax Amnesty
2. Dampak bagi Negara dan Perkoniman Indonesia
3. Penutup
1 . Latar Belakang
Seperti kita ketahui bahwa sejak ahkir tahun lalu issue tax amnesty menjadi sesuatu yang santer dibicarakan masyarakat kalangan luas khususnya dunia usaha sebagai bentuk harapan masyarakat terhadap kepastian hukum pajak dan kebijakan fiskal pemerintah, sehingga jika ada kepastian hukum dan peraturan, dunia usaha akan dapat mengambil keputusan dalam suasana yang lebih pasti. Tax amnesty bagi dunia usaha juga sebagai penanda akan bergairahnya dunia usaha lewat belanja pemerintah khususnya pada sektor infrastruktur, sehingga sejak dikeluarkannya peraturan resmi tax amnesty sejak pertengahan Juli lalu maka ada sisi gairah perekonomian Indonesia walaupun belum dalam indikator penuh dengan ditandai naiknya IHSG sampai pada level sekarang dan beberapa pakar juga ada yang memprediksi IHSG bisa tembus Rp. 5,500. Namun disisi lain sejak penerapannya tax amnesty memiliki dampak negative seperti dalam pelaksanaannya belum jelasnya beberapa aturan tertentu baik yang bersifat prinsip ataupun segi administrasi sampai terhadap resahnya kalangan masyrakat tertentu yang tidak jelas apakah perlu ikut tax amnesty terhadap warisan yang mereka terima sekalipun mereka berpenghasilan dibawah PTKP? Beberapa ketidakjelasan dan keresahan masyarakat ahkirnya terjawab satu persatu dalam pelaksanaannya yang semakin jelas termasuk fiskus yang member pelayanan juga semakin jelas dan peraturan yang juga diperjeas oleh bapak presiden kita lewat tayangan di televise kemarin bahwa sekali lagi spirit sasaran tax amnesty adalah para konlomerat dalam rangka selain uang tebusan juga membawa uang mereka berada diluar negri untuk diinvestasi ke Indonesia dalam rangka repatriasi.
akibat melambatnya ekonmi dunia juga menunggu kepastian hukum khususnya perpajakan di Indonesia karena penting bagi dunia usaha memandang kepastian hukum sehingga bisa mengambil putusan. Dengan dana tax amnesty baik uang tebusan ataupun dana repatriasinya, pemerintah bisa melakukan belanja negara yang akan menggairahkan perkonomian seperti layaknya di China dimasa kemasannya dengan pertumbuhan negaranya 20 tahun terahkir yang tembus 2 digit di angka 13% walaupun sejak 3 tahun terahkir melambat itupun masih diangka 6.6% dan sudah membuat semakin luas pengganguran disana. Negara akan maju bila memiliki (1) kesatuan politik yang pelan tapi pasti presiden kita dengan segala kerendahan hati dan tidak menggapi cercaan yang tidak membangun sudah dalam proses rekonsiliasi yang baik, dan (2) memiliki visi ke depan yang jelas, dimana presiden kita memperjelas akan menjadikan Indonesia sebagai centre perdagangan asia dengan memperkuat pembangunan infrastruktur dan (3) belanja infrastruktur yang on progress dengan dana tax amnesty.
Mengapa tax amnesty perlu diadakan sekarang? Karena untuk penentuan anggaran yang jelas perlu ada kepastian anggaran yang akan masuk ke kas negara dan salah satunya akan terwujud apabila ada perkiraan jelas akan penerimaan negara melalui pajak salah satunya yang akan diperjelas dengan data base yang jelas tiap wajib pajak yang diharapkan melalui pengampunan pajak masyarakat akan member data base
yang lebih jelas, jujur dan lengkap, sehingga wajib pajak di Indonesia juga diharapkan meningkat yang hanya berjumlah 2.5 juta dari 250 juta penduduk. Alasan kedua adalah Indonesia sudah menjadi anggota Automatic Exchange of Information (paling lambat 2018) untuk ketersediaan pertukaran data khususnya perbankan antar negara, sehingga bagi pemerintah ini juga momen bagus untuk memaksa wajib pajak terbuka sekarang.
2. Dampak bagi Negara dan Perekonomian Negara
Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dari data yang terpampang pada
research sampai data ahkir tahun lalu sampai kuartal pertama tahun ini dikisaran 3.8% rata-rata, namun emerging country dalam 5 tahun belakangan ini semakin prospek berkisar 4-7 persen (India: 7.4%, Asean 5: 4.8% dan Indonesia sendiri 4.9%) dan sebaliknya bagi negara maju seperti Amerika 2.2%, Uni Eropa 1.6%, dan Jepang 0.3% bahkan China melambat dari 2 digit hanya menjadi 6.6%. Indikasi ini menandakan
outlook ke depan bahwa Asean 5 akan menjadi pusat perkonomian Asia bahkan dunia, dimana Indonesia tergabung didalamnya, bahkan Singapore yang sangat maju dengan penduduknya yang hanya 6.6 juta jiwa akan banyak mendapat pesaing baru dinegara-negara sekitar.
resources lewat peningkatan kompetensi dan akreditasi pendidik maupun institusi pendidikan. Salah satu program presiden kita nawa cita pada poin ke-7 yakni menciptakan perekonomian yang mandiri dan beliau sdh mempersiapkan mulai dari sumber daya manusia bahkan kesiapan infrastruktur, dan program Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) oleh presiden bisa menjadi indikator bagi para pelaku bisnis bisa membaca peluang sektor apa yang prospek yang akan dibantu oleh pemerintah dan akan berkembang atau bahkan akan ada penyederhanaan birokrasi. Seperti industri furniture untuk ekspor akan ada banyak penyederhanaan dokumen administrasi dan ada beberapa persyaratan dokumen ekspor masuk ke negara lain dimana pemerintah mengusahakan negara lain mengakui persyaratan dokumen sama dengan dokumen negara maju lain, sehingga bisa menjadi lebih sederhana dan hemat waktu dan biaya. Sektor ritel adalah sektor yang tidak ada matinya, sekalipun kondisi perekonomian lesu, nah apalagi kedepan semakin bergairahnya perkonomian maka bisnis di bidang ini akan menjadi sesuatu yang stabil. Diharapkan uang tebusan bahkan dana repratiasi akan bisa membangun negara ini setidaknya ada penguncian dana 3 tahun kedepan yang artinya kita semua pelaku bisnis harus bersiap ikut ambil bagian memanfaatkan arus pertumbuhn ekonomi dimana kita juga dapat menikmati pertumbuhan ekonomi lewat produksi atau jasa kita yang digunakan juga dalam menggerakkan ekonomi dan kita mendapat keuntungan didalamnya. Siapkan diri kita.
Infrastruktur erat kaitannya dengan dunia property yang artinya setelah ada
repatriasi akan semakin banyak cash money oleh masyrakat dan property menjadi salah satu primadona sasaran investasi yang prospek dan aka nada peningkatan harga properti yang tinggi. Para tuan tanah, pengusaha properti, broker rumah siap-siap dengan kondisi yang akan boom.