• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan peNDAHULUAN TENTANG BENIGNA PROS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "laporan peNDAHULUAN TENTANG BENIGNA PROS"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

laporan peNDAHULUAN

TENTANG

BENIGNA PROSTAT HYPERTROPI

YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO

(2)

BENIGNA PROSTAT HYPERTROPI

1. Pengertian

Benigna Prostat Hyperplasi adalah pembesaran progresif dari kelenjar prostat yang dapat menyebakan obstuksi dan ristriksi pada jalan urine (uretra).

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau disebut tumor prostat jinak adalah pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat jinak akibat sel-sel prostat memperbanyak diri melebihi kondisi normal, biasanya dialami laki-laki berusia di atas 50 tahun.

2. Etiologi

Akan ditemukan pada umur kira-kira 45 tahum dan frekuensi makin bertambah sesuai dengan bertambahnya umur, sehingga diatas umur 80 tahun kira–kira 80% menderita penyakit ini. Etiologi sekarang dianggap ketidakseimbangan endokrin testosteron dianggap mempengaruhi akan tepi prostat, sedangkan estrogen (dibuat oleh kelenjar adrenal mempengaruhi bagina tengah prostat).

3. Patofisiologi

BPH terjadi pada umur yang semakin tua ( >45 tahun) dimana fungsi testis sudah menurun. Akibat penurunan fungsi testis ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon testosteron dan dehidrotestosteron sehingga memacu pertumbuhan/pembesaran prostat. Maskrokospik dapat mencapai 60-100 gram dan kadang-kadang lebih besar lagi sehingga 200 gram atau lebih.

Tonjolan biasanya terdapat pada lobus lateralis dan lobus medius, tetapi tidak mengenai bagian posterior daripada lobus medialis, yaitu bagian yang dikenal sebagai lobus posterior, yang gsering merupakan tempat berkembangya karsinoma (Moore). Tonjolan ini dapat menekan uretra dari lateral sehingga lumen uretra menyerupai celah, atau menekan dari bagian tengah. Kadang-kadang penonjolan itu merupakan suatu polip yang sewaktu-waktu dapat menutup lumen uretra.

(3)

Kadang- kadang terjadi penambahan kelenjar yang kecil-kecil sehingga menyerupai dengan karsinoma. Dalam kelenjar sering terdapat sekret granuler, epitel yang terlepas dan corpora anylcea. Apabila unsur fibromuskuler yang bertambah, maka terjadi gambaran yang terjadi atas jaringan ikat atau jaringan otot dengan kelenjar-kelenjar yang letaknya saling berjauhan.

4. Tanda dan gejala

Gejala Klinis

Gejala pembesaran prostat jinak dibedakan menjadi dua kelompok.

a. gejala iritatif, terdiri dari sering buang air kecil, tergesa-gesa untuk buang air kecil, buang air kecil malam hari lebih dari satu kali, dan sulit menahan buang air kecil.

b. gejala obstruksi, terdiri dari pancaran melemah, akhir buang air kecil belum terasa kosong, menunggu lama pada permulaan buang air kecil, harus mengedan saat buang air kecil, buang air kecil terputus-putus, dan waktu buang air kecil memanjang yang akhirnya menjadi retensi urin dan terjadi inkontinen karena overflow.

Tanda Klinis

Tanda klinis terpenting dalam BPH adalah ditemukannya pembesaran pada pemeriksaan colok dubur/digital rectal examination (DRE). Pada BPH, prostat teraba membesar dg konsistensi kenyal .

5. Komplikasi

Urinary traktus infection Retensi urin akut

Obstruksi dengan dilatasi uretra, hydronefrosis Bila operasi bisa terjadi :

Impotensi (kerusakan nevron pudendes)

a) Laboratorium Meliputi ureum (BUN), kreatinin, elekrolit, tes sensitivitas dan biakan urin

b) Radiologis Intravena pylografi, BNO, sistogram, retrograd, USG, Ct Scanning, cystoscopy, foto polos abdomen.

c) Prostatektomi Retro Pubis Pembuatan insisi pada abdomen bawah, tetapi kandung kemih tidak dibuka, hanya ditarik dan jaringan adematous prostat diangkat melalui insisi pada anterior kapsula prostat.

(4)

7. Penatalaksanaan

Trans urethral resectio (TUR), yaitu suatu tindakan untuk menghilang ostruksi prostat dengan menggunakan cyctoscope melalui melalui uretra. Tindakan ini dilakukan pada BPH grade I

8. Asuhan Keperawatan

a. Pengkajian

Sirkulasi

Peningkatan tekanan darah (efek lebih lanjut pada gejala) Elininasi

a) Penurunana kekuatan kateter berkemih.

b) Ketidakmampuan pengosongan kandung kemih c) Nokturia, disuria, hemaaturia

d) Duduk dalam mengosongkan kandung kemih e) Kekambungan UTL riwaya batu (urinary stage I) f) Konstepasi (penonjolan prostat ke rektum)

Makanan cairan

a) Anoreksia, nausea, vomiting b) Kehilangan BB mendadak

Nyeri nyaman

a) Suprapubis, panggul, nyeri belakang, nyeri pinggang belakang, intens (pada prostatitis akut)

b) Rasa nyaman : demam Seksualitas

a) Perhatikan pada efek dari kondisinya/ tetapi kemampuan seksual. b) Takut beser kencing selama kegiatan intim.

c) Penurunan kontraksi ejakulasi d) Pembesaran prostat.

Pengetahuan / pendidikan :

a) Riwayat adanya kanker dalam keluarga, hipertensi, penyakit gula.

(5)

b. Diagnosa keperawatan

1. Gangguan rasa nyamam, nyeri berhubungan dengan spasme otot spinter.

Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 3-5 hari pasien mampu mempertahankan derajat kenyamanan secara adekuat.

Kriteria hasil: -Secara verbal pasien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang, - Pasien dapat beristirahat dengan tenang.

Intervensi

Monitor dan catat adanya rasa nyeri, lokasi, durasi dan faktor pencetus serta penghilang nyeri.

Observasi tanda-tanda non verbal nyeri (gelisah, kening mengkerut, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi)

Beri kompres hangat pada abdomen terutama perut bagian bawah

Anjurkan pasien untuk menghindari stimulan (kopi, teh, merokok, abdomen tegang)

Atur posisi pasien senyaman mungkin, ajarkan teknik relaksasi Lakukan perawatan aseptik terapeutik

Laporkan pada dokter jika nyeri meningkat

2. Perubahan pola eliminasi urine: retensi urin berhubungan dengan obstruksi

sekunder.

Tujuan: Setelah dilakukan perawatan selama 5-7 hari pasien tidak mengalami retensi urin

Kriteria hasil: Pasien dapat BAK teratur bebas dari distensi kandung kemih.

Intervensi:

Lakukan irigasi kateter secara berkala atau terus- menerus dengan teknik steril Atur posisi selang kateter dan urin bag sesuai gravitasi dalam keadaan tertutup Observasi adanya tanda-tanda shock/hemoragi (hematuria, dingin, kulit lembab, takikardi, dispnea)

Mempertahankan kesterilan sistem drainage cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan alat dan observasi aliran urin serta adanya bekuan darah / jaringan Monitor urine setiap jam (hari pertama operasi) dan setiap 2 jam (mulai hari kedua post operasi)

Ukur intake output cairan

Beri tindakan asupan/pemasukan oral 2000-3000 ml/hari, jika tidak ada kontra indikasi

Berikan latihan perineal (kegel training) 15-20x/jam selama 2-3 minggu, anjurkan dan motivasi pasien untuk melakukannya.

3. Resiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan sumbatan saluran ejakulasi, hilangnya fungsi tubuh.

Tujuan: Setelah dilakukan perawatn selama 1-3 hari pasien mampu memper-tahankan fungsi seksualnya.

(6)

Intervensi:

Motivasi pasien untuk mengungkapkan perasaannya yang berhubungan dengan perubahannya

Jawablah setiap pertanyaan pasien dengan tepat

Beri kesempatan pada pasien untuk mendiskusikan perasaannya tentang efek prostatektomi dalam fungsi seksual

Libatkan kelurga/istri dalam perawatan pmecahan masalah fungsi seksual

Beri penjelasan penting tentang Impoten terjadi pada prosedur radikal, Adanya kemungkinan fungsi seksual kembali normal dan Adanya kemunduran ejakulasi Anjurkan pasien u/ menghindari hubungan seksual selama 1 bulan post operasi

4. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan port de entrée ikroorganisme melalui kateterisasi.

Tujuan:Setelah dilakukan perawatan selama 1-3 hari pasien terbebas dari infeksi

Kriteria hasil: -Tanda-tanda vital dalam batas normal - Tidak ada bengkak, aritema, nyeri - Luka insisi semakin sembuh dengan baik

Intervensi:

Lakukan irigasi kandung kemih dengan larutan steril.

Observasi insisi, adanya indurasi drainage & kateter, adanya sumbatan, kebocoran Lakukan perawatan luka insisi secara aseptik, jaga kulit sekitar kateter & drainage Monitor balutan luka, gunakan pengikat bentuk T perineal u/ menjamin dressing

Monitor tanda-tanda sepsis (nadi lemah, hipotensi, nafas meningkat, dingin)

5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit, dan cara perawatannya

Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 1-2 hari klien mengerti tentang keadaannya.

Kriteria hasil: Secara verbal pasien mengerti dan mampu mengungkapkan dan mendemonstrasikan perawatan

Intervensi:

Motivasi pasien/ keluarga untuk mengungkapkan pernyataannya tentang penyakit, dan perawatannya.

Berikan pendidikan pada pasien/keluarga tentang

o Perawatan luka, pemberian nutrisi, cairan irigasi, kateter o Perawatan di rumah

o Adanya tanda-tanda hemoragi, infeksi

c. Implementasi

Implementasi dilakukan berdasarkan pengkajian diagnosa keperawatan dan intervensi.

d. Evaluasi

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, suzanne C, 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC, jakarta

Arif, Mansjoer, dkk, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculpius, jakarta

Brunner & Suddart, 2001. Buku Ajar Medikal keperawatan vol 3. EGC, jakarta

Sylvia A. Price, dkk. 2006. “Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses

Penyakit”. Edisi 6. Volume 2. Jakarta : EGC

Doengoes, 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC, jakarta

Referensi

Dokumen terkait

pemahaman konsep matematika siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa

untuk mengatur hanya user tertentu saja yang dapat mengakses data sesuai dengan yang dibutuhkan.  Level Sistem

- Peserta Buka Puasa Bersama adalah seluruh karyawan RS AR Bunda Prabumulih - 80% karyawan mengikuti Buka Puasa Bersama kecuali yang sedang berdinas, cuti dan ijin. - Pelaksanaan

Reklamasi sebagai usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi secara optimal

(2009) melaporkan sapi Bali yang diberikan pakan limbah sayuran ditambah 2 kg/ekor/hari dedak padi menghasilkan pertambahan berat badan 640 g/ekor/hari lebih tinggi

pada struktur ukuran ikan terjadi perbedaan yang signifikan pada nisbah kelamin ikan lemuru jantan dan betina terutama pada ikan yang berukuran besar, dimana ikan lemuru betina

Terlihat dari hasil yang didapat bahwa lampu akan berkedip tiap satu detik untuk Percobaan II.A.1, dikarenakan pada prosedur Delay() yang digunakan, telah diset

Untuk mengelakkan keraguan, sebarang pembatalan, penamatan atau penggantungan Kempen ini oleh PTPTN tidak akan memberi hak kepada mana-mana pendeposit untuk apa-apa